← Daftar isi Kehidupan Pemulihan Tuhan Hari ini ¾ Mengalami Salib · bab 1/6

MENGALAMI SALIB ¾ BAGI PEMULIHAN TUHAN HARI INI MENEMPUH KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH (1)

A. Seturut catatan kitab Injil, kehidupan Kristus adalah kehidupan tersalib ¾ Mat. 3:13~15, 10:37~39, 16:21~25, 26:39; Yoh. 5:19, 30, 7:6 :

I. Kristus memiliki dua hayat, yaitu hayat ilahi dan hayat insani.

II. Yesus mau mengekspresikan Allah, maka haruslah menyangkal hayat insani-Nya.

III. Kehidupan hayat tersalib memberikan kesempatan kepada hayat ilahi diperhidupkan, untuk mengekspresikan Allah.

IV. Dia sebelum tersalib, terus menerus hidup di bawah salib.

B. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang sedang hidup, juga kehidupan yang sedang mati ¾ Gal. 2:20 :

I. Kita melalui diserupakan kematian Kristus, hidup di dalam cetakan kematian Kristus ¾ Flp. 3:10 :

1. Kehidupan pernikahan dan rumah-tangga kita, adalah cetakan salib terhadap kita.

2. Kehidupan gereja kita, terhadap kita juga adalah cetakan salib.

3. Salib adalah nasib kita; kita di dalam Yerusalem Baru, langit baru bumi baru, barulah terlepas dari bayang-bayang kematian ¾ Why. 21:25.

II. Kita di bawah bayang-bayang kematian Kristus, mengalami kuat kuasa kebangkitan ¾ Rm. 6:5; Kid. 2:8, 14, 4:16.

III. Diserupakan kematian Kristus, adalah dasar mengalami Kristus ¾ Flp. 1:20~21, 3:10 :

1. Paulus di surat Filipi yang membicarakan pengalaman orang Kristen, mengutarakan diserupakan kematian Kristus.

2. Melalui diserupakan kematian Kristus, kita berbagian dengan penderitaan-Nya.

3. Demikian berbagian dengan penderitaan Kristus, membawa kita mengenal kuat kuasa kebangkitan-Nya.

4. Melalui mengenal kuat kuasa kebangkitan-Nya, kita mengenal Kristus sendiri.

Cuplikan Berita Ministri

Ketika Tuhan Yesus di atas bumi, Dia menempuh kehidupan tersalib. Kristus memiliki dua hayat ¾ hayat ilahi dan hayat insani. Harapan Allah adalah agar manusia Yesus melalui hayat insani-Nya memperhidupkan hayat ilahi. Allah tidak mau Dia hanya memperhidupkan hayat insani. Maksud Allah adalah agar Tuhan Yesus melalui hayat insani sebagai saluran, untuk memperhidupkan hayat ilahi.

Kita dapat memakai perihal yang terjadi saat ranting dari sebuah pohon diokulasikan dengan sebuah pohon yang lain, untuk menjelaskan kehidupan jenis ini. Ranting yang diokulasikan dengan pohon tersebut tidak memperhidupkan hayatnya sendiri, melainkan memperhidupkan hayat pohon okulasi. Ini berarti, hayat pohon dialirkan keluar melalui ranting yang diokulasikan.

Ketika Tuhan Yesus di bumi, selalu mematikan hayat insani-Nya, agar hayat ilahi di dalam Dia dapat diperhidupkan. Ini adalah cetakan kematian Kristus. Di pandangan manusia, Tuhan Yesus tersalib di akhir ministri-Nya. Tetapi di pandangan Allah, Dia tersalib seumur hidup di atas bumi. Bukti dari perihal ini adalah ketika Dia keluar melaksanakan ministri dibaptis, membuktikan Dia telah mematikan diri-Nya sendiri. Tuhan menerima baptisan Yohanes, membuktikan di bawah kekuatan pembunuhan salib menempuh kehidupan insani. Kehidupan-Nya adalah kehidupan hayat insani yang tersalib, agar hayat ilahi dapat diperhidupkan. Kehidupan yang dilalui Tuhan Yesus sungguh betapa ajaib!

Kehidupan ajaib ini meliputi cetakan kematian Kristus. Seturut cetakan ini, Kristus terus menerus mematikan hayat insani-Nya, agar hayat ilahi dapat mengalir keluar. Ini adalah hayat Kristus dan cetakan kematian Kristus. (Pelajaran Hayat Surat Filipi)

Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang hidup, juga adalah kehidupan yang sedang mati. Kita hidup, tetapi hidup di dalam cetakan kematian Kristus. Ketika Tuhan Yesus hidup di atas bumi, Dia tiap hari tersalib; Dia tiap hari menempuh kehidupan tersalib. Kita juga dapat menempuh kehidupan demikian, karena kita memiliki kuat kuasa kebangkitan-Nya. Kita sudah melihat, kuat kuasa ini adalah persona Kristus ini, dan Kristus hari ini adalah Roh Yesus Kristus yang ada di dalam roh kita. Tatkala kita tinggal di dalam roh kita, kita mengalami kuat kuasa di bawah bayang-bayang kematian Kristus. Setiap hari pasangan dan anak-anak kita terhadap kita adalah “bayang-bayang kematian”. Pada mulanya anak-anak kita mungkin membuat kita sangat gembira. Akan tetapi, suatu hari mereka mungkin menjadi bayang-bayang, bahkan mereka makin bertumbuh, bayang-bayang makin gelap. Akhirnya, anak-anak kita dapat membawa kita masuk ke dalam cetakan salib. Kita seharusnya dengan sederhana tinggal di sana, bahkan berkata,”Haleluya!”

Bukan hanya kehidupan pernikahan dan kehidupan rumah-tangga kita adalah cetakan salib, bahkan kehidupan gereja terhadap kita juga menjadi cetakan salib. Ada beberapa kaum saleh yang tidak mengerti, mengapa di dalam “kehidupan gereja yang mulia” ada kesulitan; akhirnya, kehidupan gereja terhadap mereka tidak begitu mulia. Setiap saudara saudari mungkin adalah bayang-bayang. Ini mungkin membuat beberapa orang berpikir pindah ke tempat yang baru. Akan tetapi, mereka mungkin menemukan, gereja di mana mereka pergi, bayang-bayangnya lebih gelap. Bukan hanya demikian, jika mereka meninggalkan gereja, kondisi mereka bias lebih gelap. Tidak ada tempat kita dapat melarikan diri, setiap tempat adalah sebuah salib; ini adalah nasib kita. Nasib kita adalah melewati salib, hanya ketika kita berada di dalam Yerusalem Baru, langit baru dan bumi baru, kita baru dapat keluar dari bayang-bayang kematian. Di dalam Yerusalem Baru, tidak ada kegelapan malam, juga tidak ada bayang-bayang (Why. 21:25). Akan tetapi, hari ini setiap tempat adalah bayang-bayang salib. (Pengalaman dan Pertumbuhan Hayat)

Diserupakan kematian Kristus adalah dasar mengalami Kristus. Jika kita tidak diserupakan kematian Kristus, maka tidak ada dasar mengalami Kristus. Kita mau mengalami Kristus, maka harus diserupakan kematian-Nya. Tetapi kita mau diserupakan kematian Kristus, maka harus ada persekutuan dengan penderitaan-Nya. Kita melalui berbagian dengan penderitaan Kristus, maka dituntun ke suatu posisi, mengalami kuat kuasa kebangkitan-Nya. Kemudian, tatkala kita mengalami kuat kuasa kebangkitan Kristus, kita mengenal Dia.

Di Filipi pasal 3, urutannya adalah mengenal Kristus, mengenal kuat kuasa kebangkitan Kristus, mengenal persekutuan dalam penderitaan-Nya, dan diserupakan kematian Kristus. Tetapi di dalam pengalaman rohani kita, urutannya terbalik. Kita setiap hari diserupakan kematian Kristus; kemudian kita berbagian dalam penderitaan-Nya, mengenal kuat kuasa kebangkitan-Nya; dan melalui mengenal kuat kuasa kebangkitan, kita mengenal Kristus sendiri. (Pelajaran Hayat Surat Filipi)