Daftar isi Dua Belas Bakul (12) · bab 4/12

Darah Adi dan Salib

DASAR ALLAH MENDAPATKAN KEPUASAN ADALAH DARAH

Tanya: Darah adalah untuk menanggulangi dakwaan Iblis, tetapi memikul salib adalah agar Iblis tidak ada kedudukan terhadap diri kita. Ada darah bisa mendapatkan pengampunan, tetapi tidak mau memikul salib akan membuat Iblis memiliki kedudukan di atas diri kita, masih bisa menimbulkan masalah. Apakah kita di satu pihak masih memerlukan dasar pengampunan dan bersamaan dengan itu masih memerlukan penanggulangan salib?

Jawab: Ya. Namun ada satu hal yang harus diingat, yaitu Allah dengan senang hati memberikan darah kepada kita. Dia tidak takut kalau kita jatuh. Allah memberikan darah kepada kita karena Dia tahu bahwa masalah ini adalah yang mutlak. Hubungan antara kita dengan Dia adalah dikarenakan darah, dan hal ini adalah mutlak. Hari ini bagaimana kita memperlakukannya? Kita tidak dengan mutlak meletakkan hubungan antara kita dengan Allah di atas darah, malahan mencampurkannya dengan hal lain. Tampakkah Anda? Hari ini Allah menginginkan satu hal, yaitu darah. Selanjutnya, bagaimana melakukannya, itu adalah masalah lain.

Yang aneh di sini: Jika kita tidak hati-hati dan mencampuradukkan hubungan antara kita dengan Allah dengan hal lain, kita segera menerima dakwaan. Anda menerima dakwaan dikarenakan Anda telah mencampuradukkan hal lain ke dalam hubungan Anda dengan Allah. Ketahuilah, rumah ini hanya memiliki satu dasar; satu dasar hanya bisa menanggung satu rumah. Dasar antara kita dengan Allah adalah darah, tidak ada yang lain. Jika membawa masuk barang yang lain, itu tidak benar. Saya rasa, di tengah-tengah anak-anak Allah, khususnya pada diri orang-orang yang menuntut Tuhan, harus tampak bahwa darah membereskan semua persoalan. Jika kita di hadapan Allah tidak tampak bahwa dasar Dia mendapatkan kepuasan adalah darah, maka kita akan menerima dakwaan. Karena jika kita tidak menuntut Tuhan, Iblis tidak mendakwa kita. Begitu penuntutan kita berhenti, dakwaan juga berhenti. Iblis merasa tidak ada artinya lagi mendakwa kita; kalaupun mendakwa, juga tidak ada gunanya. Karena kita tidak menuntut melayani Allah, tidak mencari perkenan Allah, maka dakwaan sedikit pun tidak ada gunanya. Karena itu, di sinilah permintaan Allah, ketika kita ingin mencari perkenan Allah, kita harus terlebih dulu membereskan persoalan yang bisa membuat Allah berkenan, dan persoalan ini sama sekali tidak berubah, yaitu darah. Begitu masalah ini beres, selanjutnya di atas penempuhan ini, walaupun kita mengalami banyak kekurangan, tetapi ingatlah, hal-hal itu bisa menjamah perkara yang lain, tetapi tidak bisa menjamah satu hal ini, yaitu hubungan antara kita dengan Allah adalah karena darah. Jika persoalan ini beres, di kemudian hari, sekalipun menjumpai suatu gejolak, itu tidak lagi serius.

Hari ini kesulitannya ialah begitu dalam penempuhan kita menjumpai sedikit putus asa, keputusasaan itu segera menjamah dasar hubungan kita yang di dalam, hati nurani kita segera merasa berutang, dan Iblis segera membuat kita jatuh. Namun Allah tidak menyuruh kita jatuh di sini. Atas banyak hal yang lain boleh timbul masalah, tetapi atas hal ini sama sekali tidak boleh. Karena itu, izinkanlah saya mengulangi sekali lagi: Tidak lagi merasa berdosa! Inilah kedudukan dasar setiap orang Kristen. Jika tidak ada ini, menjadi orang Kristen sungguh sangat sulit. Sebentar-sebentar kita akan meragukan persoalan kedudukan di hadapan Allah, persoalan hubungan, bahkan meragukan persoalan perkenan Allah atas diri kita.

Saya tidak tahu, apakah Anda mengetahui makna darah? Darah berarti ada dosa, maka perlu pengampunan. Tanpa dosa, tidak perlu pengampunan. Karena itu, begitu Anda menyinggung darah, ini menyiratkan pengampunan; pengampunan menyiratkan dosa. Ada darah berarti Anda memerlukan pengampunan. Pengampunan berarti Anda telah berdosa. Anda mendapatkan perkenan karena Allah mengampuni Anda. Hari ini kembali aku tidak karuan, tetapi karena hari ini di hadapan Allah aku memiliki satu pengampunan besar, maka aku kembali mendapatkan perkenan Allah. Saya khawatir, di antara sepuluh orang Kristen, ada sepuluh orang yang membiarkan perbuatannya mempengaruhi kedudukannya di hadapan Allah. Kita harus berbalik dalam hal ini. Orang Kristen yang perbuatannya tidak mempengaruhi kedudukannya di hadapan Allah, dia adalah orang Kristen yang mantap, kokoh, tidak bisa dijatuhkan oleh Iblis. Ini harus kita pegang teguh. Saya percaya bahwa saya diperkenan di hadapan Allah dikarenakan darah. Bukan hanya mulut saya berkata demikian, hati saya juga percaya demikian. Jika tidak, buat apa pada setiap hari Tuhan kita meminum cawan Tuhan? Memecahkan roti? Memuji? Tidak ada yang lain, darah membuat kita bisa memuji.

ADA DASAR YANG KUAT,

TIDAK TAKUT TERSANDUNG JATUH

Begitu Anda di hadapan Allah memiliki dasar yang demikian kuat, Anda boleh menuntut, Anda boleh tersandung jatuh. Saat Anda tersandung jatuh, itu tidak akan menimbulkan masalah; sekalipun jatuh dengan sangat hebat, juga tidak mengapa; karena selain Anda jatuh dan tidak mengeluarkan darah, Anda jatuh di dalam kasih karunia. Di sini perlu ditambahkan satu perkataan bahwa bukan berarti saya memandang ringan dosa, bukan berarti saya berkata bahwa tersandung jatuh itu tidak mengapa. Hari ini ada orang begitu jatuh langsung rebah ke tanah. Inilah yang menjadi masalah. Ada orang yang jatuh di dalam kasih karunia. Ini tidak mengapa. Maafkan saya berkata demikian; sebab jatuh yang belakangan itu masih akan bangun kembali. Karena itu saya percaya bahwa ini adalah jalan penuntutan orang Kristen. Tanpa melihat nilai darah, tidak ada seorang pun yang bisa dengan teguh dan mantap maju menuntut. Hanya ketika Anda mengetahui betapa darah memuaskan hati Allah, betapa Dia puas terhadap darah Anak-Nya, barulah Anda bersyarat untuk mengetahui permintaan Allah terhadap Anda. Jika tidak, kita tidak akan bisa menanggung, karena begitu mengetahui permintaan Allah terhadap kita, kita segera tersandung jatuh.

Dalam hari-hari belakangan ini, saya menemukan satu fakta, yaitu banyak anak Alah yang menuntut, tetapi setelah mereka menuntut sejangka waktu, mereka justru putus asa dan tidak bisa bangun kembali. Penyebabnya ialah karena mereka tidak berdiri dengan baik pada kedudukan yang seharusnya. Sebelumnya mereka tidak tahu seberapa besar pemintaan Allah terhadap mereka, karena itu dengan begitu saja mereka menuntut. Sekarang mereka tahu permintaan Allah yang sedemikian besar terhadap mereka, dan makin lama mereka makin tahu bahwa mereka tidak bisa memuaskan hati Allah sampai sedemikian rupa, bahkan atas kedudukan darah adi pun telah terhilang. Adakalanya ada saudara saudari yang menuntut di hadapan Allah, setelah lewat 3-4 bulan, Anda tampak bahwa mereka putus asa, tidak bisa bangun kembali. Atas hati nurani mereka timbul masalah, di dalam sidang tidak bisa berdoa, juga tidak bisa memuji; mereka kehilangan kedudukan darah. Jika mereka tetap berdiri di atas kedudukan darah, Anda akan tampak bahwa darah tetap berharga. Hubungan antara dia dengan Allah masih tetap, perkenan Allah atas dirinya tidak bisa ditambah, karena penuntutannya di atas kedudukan darah.

Ingatlah, jika di hadapan Allah kita menerima dakwaan, itu membuktikan bahwa pengetahuan kita terhadap darah masih kurang. Jika kita benar-benar mengetahui bahwa darah Anak Allah, Yesus Kristus, telah mencuci bersih semua dosa kita, maka tidak akan ada kemungkinan didakwa. Jika demikian, penuntutan kita adalah penuntutan yang teguh. Segala penuntutan haruslah berdasarkan pengenalan terhadap darah.

PERMINTAAN YANG PALING MENAKUTKAN

DAN KASIH KARUNIA YANG PALING HEBAT

Saya tegaskan, tidak ada seorang pun yang memiliki hak untuk mengenal salib, jika atas dirinya tidak benar-benar mengenal darah. Setiap orang harus memiliki pengenalan yang menyeluruh terhadap darah. Mengenal salib tanpa mengenal darah hanya membuat orang menerima dakwaan. Memperhatikan salib tanpa mengenal darah akan berakhir dengan merosotnya orang sehingga tidak bisa bangun kembali. Puji syukur kepada Allah, karena kita memiliki darah. Inilah penghiburan yang paling besar bagi kita. O, adakalanya kita merasa bahwa permintaan salib begitu hebat, sehingga membuat kita tidak bisa menanggungnya. Tetapi syukur kepada Allah, di satu pihak tampak permintaan yang paling menakutkan dalam dunia ini, di pihak lain juga tampak kasih karunia yang paling hebat dalam dunia ini. Begitu memiliki kasih karunia yang tidak ada alasannya ini, barulah kita bisa datang ke hadapan Allah. Kita bisa setiap hari, setiap saat mengenal betapa luasnya darah. Sungguh menakjubkan! Yang Allah tuntut atas diriku adalah pengampunan yang Dia berikan kepadaku, darah itu. Allah berkata bahwa hubungan antara Dia dengan Anda adalah darah itu, kedudukan yang teguh itu, yang tidak akan berubah sampai selamanya. Hanya di atas kedudukan inilah kita baru bisa menuntut.

Tampakkah Anda? Perkenan Allah dan penerimaan salib oleh kita adalah dua perkara yang berbeda! Jika Anda menggabungkan kedua hal itu, pasti akan timbul masalah; jika Anda menggabungkan perkenan Allah dengan darah, itu baru benar. Dengan darah kita membuat Dia senang; kita tidak dengan salib membuat Dia senang. Begitu Anda dengan salib datang ke hadapan Allah untuk mendapatkan perkenan-Nya, Anda segera kehilangan kedudukan darah. Harus selalu ingat bahwa aku sebagai manusia ini adalah ulat, aku adalah orang berdosa, karena itu, hari ini aku masih memerlukan darah.

HANYA DARAH YANG BISA DIBAWA KE HADAPAN ALLAH

Ada satu perkara yang saya ingin Anda perhatikan dengan khusus, yaitu satu-satunya yang bisa dibawa ke hadapan Allah adalah darah. Dalam Perjanjian Lama, setelah Imam Besar menyembelih binatang kurban, dia akan membawa darah kurban itu masuk ke dalam ruang maha kudus. Karena itu, Allah telah menaruh darah ke tangan kita, masih perlu kita membawanya ke hadapan Allah. Kita tahu bahwa binatang kurban ditaruh di atas mezbah bakaran untuk dibakar habis. Atas hal ini pun mungkin bisa timbul masalah; ada orang yang tidak habis dibakar. Tetapi darah harus dibawa ke ruang maha kudus, ini tidak bisa digoyahkan. Jika Anda ingin membawa daging masuk, segera timbul masalah.

Hari ini di sinilah kesulitan kita. Kita berpikir bahwa kita bisa membawa salib ke hadapan Allah. Saya tidak berkata bahwa Allah tidak memperhatikan salib. Kita tahu bahwa Allah juga memperhatikan kurban persembahan yang dibawa ke mezbah bakaran untuk dibakar. Namun Allah memperhatikan satu hal, yaitu yang bisa dibawa ke hadapan Allah hanyalah darah. Juga bukan berarti bahwa binatang kurban yang ada di atas mezbah itu tidak diperkenan. Allah masih berkata bahwa itu adalah kurban wangi-wangian bagi-Nya. Namun yang benar-benar dibawa ke hadapan Allah adalah darah. Hari ini jika kita di sini memikul salib, Allah bisa mencium bau harumnya. Bau harum itu benar-benar membubung ke hadapan Allah. Namun kita harus ingat, yang dibawa ke hadapan Allah bukanlah kurban, melainkan darah. Allah hanya melihat darah.

Karena itu, tak peduli bagaimana keadaan kita di hadapan Allah, kita harus setiap kali kembali kepada darah. Atas setiap pekerjaan rohani senantiasa membawa darah ke hadapan Allah. Hari ini, atas setiap diri anak Allah, darah adalah dasar. Begitu Anda berdiri di atas dasar ini, Anda baru bisa datang ke hadapan Allah. Saya katakan lagi, kita harus mohon Allah menampakkan kepada kita betapa darah memuaskan hati-Nya sedemikian rupa sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hati Allah telah dipuaskan, Allah telah berkenan, sudah tidak ada masalah, persoalan ini sudah beres.

PERHENTIAN DI ATAS DARAH

MEMBUAT KITA LEBIH MENUNTUT SALIB

Karena aku mengenal salib, karena aku mau melayani Allah, maka di sini aku memikul salib. Ini adalah pekerjaan Allah di atas diriku, bukan aku membawa pekerjaanku ke hadapan Allah. Salib adalah pekerjaan-Nya. Dia bekerja dengan baik, itu pekerjaan-Nya; Dia belum mengerjakan dengan baik, aku akan membiarkan dia melakukannya sekali lagi. Bagi kita tidak ada masalah. Saya berkata dengan tegas, tidak ada seorang pun yang bisa maju di dalam sikap dan suasana yang tidak ada perhentian; itu mustahil terjadi. Begitu kita memiliki perhentian di atas darah. Itu tidak hanya tidak bisa menghalangi pengenalan kita terhadap salib, bahkan membuat kita lebih mudah maju.

Banyak orang merasa bimbang, mengira bahwa doktrin yang subjektif dan doktrin yang objektif saling bertentangan. Tidak ada perkara demikian. Melainkan ketika kita mengenal kebenaran di aspek objektif, barulah kita bisa benar-benar maju di aspek subjektif. Ini adalah perkara yang sangat ajaib! Karena itu sekali lagi saya katakan, jangan sekali-kali membawa hal-hal selain darah untuk mencari perkenan Allah. Hanya darah! Jika Anda mengenal darah, Allah tidak bisa tidak berkenan kepada Anda! Persoalan itu terbereskan selamanya! Karena itu, kita bersyukur kepada Allah! Salib selamanya di atas dasar darah.

DUA ASPEK NILAI DARAH

Tanya: Nilai darah, saya rasa, ada dua aspek: Satu aspek adalah mencuci bersih semua dosa kita. Begitu Allah tampak darah Tuhan, Dia pasti mengampuni dosa-dosa kita. Ini adalah di aspek kita, hubungan antara nilai darah dengan dosa. Di aspek lain, Anak Allah telah mengalirkan darah dikarenakan taat. Karena itulah darah-Nya adalah darah yang berharga. Benarkah pendapat demikian?

Jawab: Ingatlah, darah Tuhan Yesus mewakili manusia Tuhan Yesus, karena dalam Imamat dikatakan bahwa jiwa manusia terdapat di dalam darahnya. Dan di dalam Kejadian, dikatakan bahwa manusia adalah jiwa yang hidup. Karena itu, di sini Anda tampak satu hal, bahwa unsur manusia terdapat di dalam jiwanya, manusia adalah jiwa yang hidup, dan jiwa ini berada di dalam darahnya. Karena itu pengaliran darah Tuhan Yesus, di pihak kita adalah untuk penebusan dosa, di pihak Allah adalah menyatakan bahwa satu insani yang paling bersih datang kepada-Nya. Karena itu, saya sering merasakan, ketika darah dibawa ke hadapan Allah, di satu pihak adalah pengampunan, di pihak lain terdapat insani yang sempurna, sedikit pun tanpa dosa.

Karena itu, Alkitab memperhatikan satu hal, yaitu Tuhan datang ke hadapan Allah. Saya sering memperhatikan bahwa ketika Tuhan Yesus datang ke hadapan Allah, ini mengandung satu makna adanya satu orang yang sempurna, satu orang yang dalam pandangan Allah tanpa cela telah datang ke hadapan-Nya. Mungkin ada orang yang masih tidak merasakan betapa pentingnya hal ini. Hari ini orang bisa datang ke hadapan Allah dan tidak perlu mundur, ini sungguh menakjubkan! Jika hari ini Anda mengganti orangnya, Anda akan tampak dan tahu bahwa Allah akan mengenyahkan Dia. Namun, hari ini ada satu orang yang bisa datang ke hadapan Allah. Darah di sini, darah telah teralir, di dalamnya ada jiwa, ada keinsanian yang sempurna, Allah telah menerimanya! Allah berkata bahwa semua yang dating ke hadapan Allah bersandarkan darah ini, darah ini menjadilah kebenaran-Nya. Bukan hanya ada iman, masih ada darah, inilah kebenaran Anda! Karena itu setiap orang yang bersandarkan darah ini datang ke hadapan Allah, pasti mendapatkan perhentian. Darah adalah kedudukan kita.

Saya sering berpikir, hari ini kita sungguh tidak bisa mengetahui dengan sempurna mengapa Allah bisa sedemikian puas terhadap darah ini. Namun saya tahu satu hal, Allah bisa sedemikian tanpa sisa mengeluarkan darah dan pada waktu yang bersamaan memikulkan perkara yang demikian berat ke atas darah. Jika Allah telah puas terhadap darah, maka saya pun boleh puas. Karena itu, syukur kepada Allah! Hari ini kedudukan kita di hadapan Allah semuanya bersandarkan darah, dakwaan tidak lagi menjadi masalah. Darah adalah pekerjaan yang telah dirampungkan oleh Tuhan, memikul salib adalah pekerjaan yang masih dikerjakan Tuhan. Terhadap pekerjaan yang telah dirampungkan, kita bisa memiliki perhentian; terhadap pekerjaan yang masih akan Tuhan kerjakan, kita menunggu.

ICH