Daftar isi Dua Belas Bakul (12) · bab 2/12

Kehidupan yang Dangkal

Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.

Hos. 14:5-7

Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.

Kid. 4:12

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tanam-tanaman itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

Mrk. 4:5-6, 16-17

Injil Markus 4 berisi beberapa perkara yang penting tentang kehidupan orang Kristen. Saya harap ayat-ayat yang baru kita baca di atas tidak menimbulkan pertanyaan mengenai apakah pendengar firman itu sudah diselamatkan atau belum? Perumpamaan seorang penabur tidak bermaksud menunjukkan keempat jenis tanah di antara orang-orang yang telah diselamatkan ataupun yang belum; melainkan menunjukkan empat keadaan yang berbeda yang muncul setelah orang menerima firman Allah. Jadi, perumpamaan ini tidak hanya mengacu kepada kelahiran kembali. Asalkan firman Allah itu ditaburkan, maka keempat keadaan ini selalu muncul. Ketika orang kafir menerima hayat kekal, maka macammacam keadaan ini ada; demikian pula orang-orang Kristen yang sedang bertumbuh di hadapan Allah. Jadi, prinsip dan pengajaran di sini adalah masalah bagaimana firman itu diterima; ia tidak berbicara mengenai masalah diselamatkan atau tidak. Karena itu, jangan menyisipkan masalah kelahiran kembali dalam bagian ini. Bagian ini hanya memperlihatkan keadaan manusia yang berbeda-beda setelah ia menerima atau menolak firman Tuhan. Ini dapat diterapkan bukan hanya pada orang-orang kafir, tetapi juga pada kaum beriman.

Sekarang di hadapan Allah dan oleh kemurahan-Nya, saya ingin memperlihatkan kepada kita semua, macam kehidupan yang bagaimana yang dapat menyukakan Allah, yang dapat memelihara kita, dan yang tahan uji. Kita perlu tampak sampai sejauh mana firman Allah harus bekerja di dalam kita supaya kita benar-benar beroleh kemajuan.

Saya tahu bahwa di hadapan Allah, kita mempunyai tuntutan rohani dan berharap untuk menjadi orang yang diperkenan Allah. Kita juga berharap dapat menempuh suatu kehidupan dan menampilkan suatu pekerjaan yang dapat diperkenan-Nya. Benar, ini semua adalah apa yang kita kejar. Tetapi mengapa banyak orang gagal di tengah jalan? Mengapa banyak orang tidak mampu mencapai tujuan dalam perjalanan hidupnya? Berapa banyak orang yang sungguh-sungguh mutlak berserah kepada Tuhan, yang sungguh-sungguh mengikuti-Nya sepanjang jalan? Ada banyak orang yang mempunyai permulaan yang baik, tetapi hanya sedikit yang melanjutkan untuk maju. Mempunyai permulaan yang baik bukanlah hal yang mengagumkan, tetapi memiliki kesinambungan yang konstan adalah hal yang paling berharga. Mempunyai permulaan yang baik belum tentu diakhiri dengan kesinambungan pelaksanaan yang baik. Mereka yang taat pada awalnya, mungkin tidak taat pada akhirnya. Dalam kitab Imamat, penilaian untuk orang yang berumur 20 tahun lebih tinggi daripada orang yang berumur 60 tahun. Mengapa demikian? Karena ada banyak orang yang benar-benar mutlak bagi Tuhan pada saat berumur 20 tahun, tetapi undur bahkan sebelum berumur 60 tahun! Berapa banyak orang yang mengikuti Tuhan sepanjang jalannya? Ketika Anda masih muda, Anda masih taat, tetapi mengapa Anda menjadi demikian sembarangan pada hari ini? Ada satu perbedaan yang mencolok antara beberapa tahun yang lalu dan hari ini. O, hatiku tidak sama seperti ketika aku mulai melayani beberapa tahun yang lalu! Mungkin dahulu Anda benar-benar dapat menyangkal diri dan rela memikul salib untuk mengikuti Tuhan. Mungkin pada hari-hari itu Anda rela menderita rugi dan menanggung derita untuk kehendak Allah. Namun, hari ini Anda tidak demikian lagi untuk perkara-perkara tersebut. O, ada berapa banyak orang yang mengikuti Tuhan sepanjang jalannya dan tidak berhenti di tengah jalan? Sebelum menjumpai kesulitan atau sesuatu yang bertolak belakang dengan harapan Anda, dengan mudah Anda dapat berkata kepada Tuhan, “Tuhan, aku mau taat kepada-Mu tanpa menghiraukan berapa pun harganya!” Tetapi ketika Anda sadar bahwa kehendak-Nya berbeda dengan maksud Anda, bahwa pengaturan-Nya dan harapan-harapan Anda tidak bersesuaian, dan bahwa gunung perselisihan terlalu tinggi untuk diatasi, maka Anda tidak dapat lagi mengucapkan perkataan-perkataan itu kepada Tuhan. Ketaatan kebanyakan orang Kristen hanya seperti ini. Awalnya Anda melihat betapa pentingnya kehendak kekal Allah, betapa seriusnya ketetapan kekal kehendak Allah bagi Tuhan, karena itu Anda memutuskan bagaimanapun juga akan taat kepada-Nya. Kemudian, Anda mendapatkan bahwa jalan yang Anda tempuh dan harapan-harapannya berbeda dengan apa yang telah ditetapkan Allah bagi Anda; Anda mulai meletakkan kuk dan menghindari salib; Anda tidak sudi lagi mengikuti Tuhan sepanjang jalan-Nya.

Saudara saudari, di hadapan Allah hanya ada satu kehidupan yang dapat memuliakan Allah, yaitu “memikul salib sampai kesudahannya”. Kita tidak dapat terhindar dari salib! Jika kita belum ditanggulangi oleh Tuhan, enggan untuk memikul salib dan mengikuti Dia, maka harinya akan tiba di mana kita tidak dapat bertahan lagi. Jika ego Anda belum tertanggulangi dan Anda belum berserah diri sepenuhnya sekarang dan untuk selama-lamanya, cepat atau lambat Anda akan berhadapan dengan satu masalah yang tidak dapat Anda atasi. Seperti hal-hal lain, kemajuan rohani yang palsu dapat memperdaya Anda, tetapi akan tiba saatnya ego Anda membuatnya macet. Manusia dapat menyerahkan segalanya, kecuali egonya. Namun jika diri atau ego belum ditanggulangi dengan tuntas, semuanya menjadi tidak berguna. Anda akan menganggapnya mustahil untuk mengikuti Tuhan, karena harga yang harus dibayar terlalu tinggi.

Sekarang kita akan melihat di manakah peyebabnya, mengapa orang tidak dapat mengikuti Tuhan sepanjang jalan? Semoga dari firman Tuhan kita tampak terang, dan bersamaan dengan ini kita mendapatkan pertolongan Allah, mendapatkan wahyu Roh Kudus.

Markus 4:5 berbunyi, “Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis”. Bertunasnya benih itu mengindikasikan ada harapan baginya untuk hidup dan benih itu sudah mulai bertumbuh. Firman itu bukan lagi hanya sekadar doktrin yang objektif, ia telah menjadi hayat. Penerima tidak hanya mengakui firman, tetapi juga telah membiarkannya bertumbuh di dalamnya. Kulit luar benih itu telah pecah dan hayat telah mulai memanifestasikan dirinya. Syukur kepada Tuhan, kita semua mempunyai satu permulaan yaitu benih firman mengenai salib bertunas di dalam kita. Tetapi Tuhan memperingatkan: banyak orang dengan permulaan demikian tidak menghasilkan kelangsungan yang baik. Dia berkata, “Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tanam-tanaman itu dan menjadi kering karena tidak berakar” (Mrk. 4:6). Ini adalah lukisan orang yang baru saja kita perbincangkan, yang mempunyai permulaan yang baik, tetapi berakhir dengan menyedihkan; yang patuh pada mulanya, tetapi membelot di tengah jalan; dan yang pada awalnya rela memberikan segalanya kepada Tuhan, tetapi kemudian mengubah pikirannya. Orang macam ini “segera tumbuh” kemudian diikuti oleh kelayuan. “Segera tumbuh” berarti ada hayat; “layu” berarti tidak ada harapan lagi. Banyak orang Kristen pada awalnya berjalan dalam jalan ini dengan penuh pengharapan, tahu bahwa jalan ini tidak salah, tetapi dalam beberapa bulan atau mungkin beberapa tahun, dia telah menjadi layu. Dia kehilangan hayat yang dimilikinya semula, sulit untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

Apa penyebab kelayuan ini? Tuhan sendiri memberi penjelasan, “Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatubatu, ialah orang-orang yang telah mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad” (Mrk. 4:16-17). Alasan Tuhan: karena penindasan atau penganiayaan, mereka jatuh. Penderitaan dan penganiayaan ini adalah dari jenis yang khusus, yang timbul karena firman. Orang ini menerima firman, namun tidak mampu menerima penindasan dan penganiayaan yang datang bersama firman itu; karena itu ia murtad.

Anda harus tahu bahwa penindasan dan penganiayaan datang bersama pada saat penerimaan setiap aspek firman. Ketika seorang dosa menerima Tuhan, apabila dia menghadapi penindasan dan penganiayaan hal itu adalah lumrah. Tetapi saya tidak berbicara mengenai aspek itu. Saya mengatakan bahwa setiap orang Kristen yang menerima firman-Nya, firman yang manapun, pasti menghadapi penindasan dan penganiayaan sebagai akibat langsung. Firman-Nya tidak dimaksudkan untuk hiasan, tetapi sesuatu yang dapat diteruskan kepada orang lain secara langsung. Kita boleh berlaku demikian dengan perkataan manusia, tetapi jangan dengan perkataan Allah. Penerimaan firman yang sejati membawanya masuk ke dalam proses penanggulangan yang tuntas, bahkan sampai kepada kematian, kepada penanggalan di atas salib, dan kepada satu tingkat peremukan oleh Allah. Sebelum proses itu terjadi, kita tak dapat menyalurkan firman-Nya kepada orang lain di dalam hayat. Ini bukan masalah mengumpulkan bagian-bagian tertentu dari Alkitab dan memberitakan berita-berita renungan. Yang demikian ini bukan berita yang berasal dari firman. Berjilidjilid berita semacam ini merupakan karya manusia. Satu berita yang sejati lahir melalui suatu penanggulangan yang sejati. Anda tidak dapat menghindar dari elemen penindasan dan penganiayaan dari firman.

Mengapa harus demikian? Ketahuilah, ketika Anda mendengar suatu berita dan Anda menerima firman itu, Allah akan mengatur suasana sekitar untuk memenuhi keperluan akan firman itu. Misalnya, hari ini Anda mendengar dan juga telah menerima firman mengenai kesabaran, maka Allah akan menciptakan suatu suasana yang membuat Anda perlu sabar. Misalnya, hari ini Anda telah mendengar dan menerima firman tentang mengasihi saudara, maka Allah akan mengatur suatu suasana yang menuntut saling mengasihi bagi Anda. Hanya mendengar dengan telinga dan mengucapkan dengan mulut, tidaklah dapat diandalkan. Sampai kita sungguh-sungguh menghadapi masalahnya dan dapat mempraktikkannya, itu baru sejati. Karena itu, ada penindasan dan penganiayaan pada setiap firman yang diterima dari Tuhan, ini adalah untuk membuktikan apakah kita telah benar-benar menerima firman. Tidak ada satu firman pun dalam Alkitab yang dapat diperoleh dengan tanpa membayar harga. Di balik setiap pengajaran-Nya, Allah akan menciptakan suatu suasana yang diperlukan oleh firman tersebut untuk menguji apakah penerimaan Anda sejati atau tidak.

Saudara saudari, sering kali Anda benar-benar tergugah ketika mendengar berita tentang salib, mutlak konsikrasi, atau mutlak kudus. Lalu Anda mengira bahwa Anda telah memperoleh semua itu dan telah memahaminya. Saudara saudari, jangan tergesa-gesa senang, karena penindasan dan penganiayaan akan segera mendatangi Anda. Suasana itu datang untuk menguji apakah Anda benar-benar telah menerima firman. Jika penerimaan Anda sejati, penindasan dan penganiayaan itu hanyalah untuk membuktikannya. Tetapi jika penerimaan Anda dangkal, hanya di permukaan saja, Anda takkan tahan uji dan Anda akan jatuh. Penindasan dan penganiayaan itu tidak akan berbuat lebih daripada mengungkapkan situasi Anda yang sebenarnya; mereka tidak akan merampas apa-apa yang sejati dari Anda. Mereka akan membuktikan apakah Anda benar-benar telah menerima firman itu; mereka tidak akan menyebabkan Anda menolak firman. Ketika emas diuji dalam api, panas itu tidak akan mengubahnya menjadi tembaga; api itu tidak akan mengubah sifatnya. Jika emas sepuhan, di dalamnya bukan emas murni, hanya lapisan luar yang kuning mengkilat, maka begitu melewati api, sifat logam di dalamnya akan tersingkapkan.

Hanya mendengar berita tertentu dari firman Allah tidak menjamin bahwa Anda memilikinya. Allah harus menguji untuk membuktikan apakah Anda benar-benar memilikinya. Banyak orang telah mendengar berita tentang salib, namun mereka tidak mau membayar harganya. Dalam pengalaman, mereka tidak pernah menyangkal diri untuk memikul salib. Namun, pembicaraannya penuh dengan hal-hal ketaatan dan doa-doanya penuh dengan penyangkalan diri. Saudara saudari, ketahuilah, Tuhan akan segera mengirimkan matahari. Jika Anda benar-benar mempunyai hayat dan akar, dan jika sikap Anda terhadap Tuhan murni, maka matahari ini dapat membantu Anda bertumbuh. Tetapi jika Anda tidak berakar, Anda akan layu segera setelah kepanasan. Semua pengujian adalah untuk pertumbuhan kita. Jika Anda tidak murni untuk Tuhan, pengujian itu akan mengungkapkan segala sesuatu yang palsu dan menipu. Kemudian Anda akan melihat situasi batiniah Anda yang sesungguhnya.

Saudara saudari, tahukah Anda, matahari melambangkan apa? Tahukah Anda penindasan atau penganiayaan karena firman itu berbicara mengenai apa? Ini berbicara mengenai operasi salib dan salib adalah ekspresi kasih Tuhan yang paling agung. Tidak ada satu hal pun yang dapat membina kita lebih baik daripada salib. Juga tidak ada ujian yang lebih baik daripada salib. Salib memisahkan semua orang di dunia menjadi dua sisi: menang pada satu sisi dan kalah pada sisi yang lain. Perbedaan Anda dan saya dengan orang lain adalah salib. Salib akan memisahkan keduanya. Saya tahu banyak orang yang pada awalnya serupa dengan orang dunia, merasa gembira di dalam dunia. Namun, sekarang telah menerima terang dan mendapatkan wahyu Allah, lalu berketetapan: sejak kini akan baik-baik melayani Tuhan, menjadi murid Tuhan, tidak mempedulikan segalanya, dan ikut Tuhan. Demikianlah Anda merasa yakin dapat mengikuti-Nya sepanjang jalan. Namun ingatlah, jika Anda berpikir demikian, berarti Anda telah tertipu, karena Anda tidak mengetahui keadaan Anda yang sebenarnya. Allah tidak akan membiarkan Anda selamanya tidak mengenal keadaan diri sendiri yang sebenarnya, maka Dia akan bekerja untuk membuat Anda tahu diri Anda yang sebenarnya. Karena Anda menilai diri sendiri terlalu tinggi, maka Allah harus menguji Anda. Karena Dia tidak dapat membiarkan Anda selamanya tinggal di dalam kegelapan, maka Dia menaruh salib pada kehidupan Anda agar Anda tampak diri Anda sendiri. Sampai suatu hari, Anda akan berbantahan dengan Allah, Anda akan bermasalah dengan Allah! Saya sangat khawatir banyak orang Kristen telah berbantahan dengan Allah. Ketika suatu hari Anda tampak bahwa apa yang Anda hadapi tidak sesuai dengan apa yang Anda harapkan dari Allah; ketika suatu hari Anda menemukan bahwa apa yang Allah kerjakan tidak sesuai dengan apa yang Anda pikirkan; apa yang sebenarnya tidak Anda harapkan ternyata merupakan kehendak-Nya; apa yang tidak Anda harapkan ternyata telah Allah lakukan; Anda merasa sangat sulit menerimanya, dan dalam hati Anda merasa bahwa Allah telah salah bertindak. Ketika Anda tampak apa yang Allah katakan tidak seperti apa yang Anda katakan; ketika Anda tampak bahwa tindakan Anda berbeda dengan tindakan Allah; ketika Anda tampak bahwa tempat yang ingin Allah datangi adalah tempat yang tidak ingin Anda datangi; ketika Anda merasa tidak puas atas segala pengaturan Allah bagi Anda; Anda mulai beralasan, bergumul, dan bertanya-tanya mengapa Allah berbuat demikian, Anda membenci Allah, salah paham terhadap Allah. Anda tak pernah mengira bahwa orang yang melayani Tuhan akan menemui hal-hal semacam ini, namun hal-hal ini telah memegang Anda. Hal-hal yang tidak pernah ada dalam rencana Anda atas usaha Anda, rumah tangga Anda, sekolah Anda, kini telah ada di mana-mana. Karena itu Anda berbantahan dengan Allah dan menyalahkan Allah. O, saudara saudari, ketahuilah, perbantahan ini akan mengakibatkan Anda layu, gersang. Saudara saudari, ingatlah, semua kelayuan (kegersangan) hayat rohani dimulai dari berbantahan dengan Allah, tidak rela menyerah kepada Allah. O, tidak ada satu perbantahan pun yang tidak diikuti oleh kekalahan. Jika Allah kalah dan Anda menang, Anda pasti layu. Oleh karena itu, di hadapan Allah, salib selalu merupakan penguji bagi kita untuk menentukan apakah kita akan hidup berkelimpahan atau layu.

Saya tahu bahwa banyak orang di tengah-tengah kita yang pernah melewati perbantahan sedemikian. Saya juga tahu ada banyak orang yang sedang berbantahan, dan belum juga jelas. Mereka masih menyalahkan Allah dengan berkata, mengapa Allah demikian memperlakukan aku? O, saudara saudari, izinkan saya memberi tahu Anda, bagaimana Anda membereskan perbantahan kali ini di depan Allah, itu akan menentukan bagaimana kehidupan Anda selanjutnya. Dengan kata lain, kelimpahan atau kegersangan kehidupan kita di kemudian hari, itu tergantung pada bagaimana pemberesan kita terhadap perbantahan kali ini. Jika Anda menang dan Allah kalah, maka, kehidupan Anda tidak akan ada yang lain kecuali kegersangan. Sekali-kali jangan bergembira karena Anda yang menang, karena Anda mendapatkan kebebasan! Sekali-kali jangan karena Anda mencapai apa yang Anda inginkan lalu Anda mengira bahwa Anda akan selamanya menang! Ini hanyalah ketentuan bagi kegersangan hayat rohani Anda. kejatuhan segera menanti Anda. Inilah pengalaman banyak orang. Semua kegersangan rohani diakibatkan karena kita berbantahan dengan Allah dan Allah kalah.

Selamanya tidak akan pernah terjadi sebaliknya, yakni Allah kalah, namun hayat Anda makin berlimpah. Karena itu, saudara saudari, jika hari Anda sedang “bergumul” dengan Allah, belum beres; jika hari ini antara Anda dengan Allah ada masalah dan belum beres; masih ada suatu kehendak dan belum jelas; izinkan saya dengan tegas memberi tahu Anda, saat ini adalah saat yang sangat kritis bagi Anda. Anda harus sangat berhati-hati. Jika Anda menyalahkan Allah, tidak menerima semua pengaturan Allah bagi Anda, Anda telah gagal, tidak perlu menunggu keadaan di luaran ternyata semua, sekarang juga Anda telah mulai layu, gersang.

Karena itu, Allah tidak akan membiarkan kita berhenti setelah kita mendengar berita-berita dan berkonsikrasi kepada-Nya. Setiap kali kita berkata: bagaimana pun aku tidak mau gagal, aku mau menjadi orang Kristen yang taat, aku mau selalu ikut Tuhan, maka Tuhan akan menguji kita. Tuhan tidak mau kita berpenampilan taat, namun tanpa ujian. Dia hanya dapat memakai bejana-bejana yang telah melalui ujian. Kesetiaan kita tidak ditentukan oleh ketetapan kita yang timbul setelah kita mendengar berita, juga tidak ditentukan oleh perkataan kita yang menyatakan bahwa kita telah menerimanya. Allah tidak dapat mempercayai kita dalam hal ini. Karena itu Allah akan menguji dengan penindasan dan penganiayaan untuk membuktikan apa yang kita ucapkan. Mungkin, ketika menghadapi pencobaan-pencobaan, kita tidak dapat mengucapkan puji-pujian seperti dulu lagi. Mungkin juga waktu itu kita tidak jelas tentang Allah. Bagaimanapun juga, Dia harus menguji kita.

Tidak lama setelah saya melayani Tuhan, saya berkunjung ke seorang saudari senior, Miss Barber. Sementara kami duduk di ruang tamu, ia bertanya kepada saya, “Bukankah kamu bermaksud mempersembahkan diri kepada Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya? Namun, Tuhan menghendaki kamu melakukan apa?” Saya menjawab, “Tuhan menghendaki saya keluar untuk bekerja bagi-Nya.” Dia berkata lagi, “Bagaimana kalau Tuhan tidak menghendakimu bekerja bagi-Nya?” Saya menjawab, “Saya yakin Dia menginginkan saya bekerja bagi-Nya, saya tahu pasti.” Saudari Barber lalu membuka Matius 15 dan membacakan kisah tentang Tuhan dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan memberi makan sampai kenyang empat ribu orang, serta bertanya kepada saya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Saya menjawab, ketika murid-murid menyerahkan roti dan ikan itu ke tangan Tuhan, Tuhan memberkatinya dan menjadikannya cukup banyak untuk mengenyangkan empat ribu orang. Kemudian dia mengucapkan satu perkataan yang sampai hari ini saya tidak bisa melupakannya, walaupun saat itu saya tidak dapat mengerti maknanya. Dia berkata, “Semua roti yang diletakkan di tangan Tuhan, pertama-tama akan dipecah-pecahkan-Nya, kemudian dibagi-bagikan. Dia tidak membagikan apa-apa yang belum dipecah-pecahkan-Nya, karena roti yang masih utuh tidak mungkin bertambah banyak untuk dibagibagikan, untuk mengenyangkan orang lain.” Dia (usia saudari ini lebih tua daripada orang tua saya) berkata lagi, “Saudara, ingatlah, sering kali aku sungguh seperti roti yang terletak di tangan Tuhan, dan berkata: Ya, Tuhan, aku mempersembahkan diriku kepada-Mu! Namun diam-diam hati berharap: Ya, Tuhan, aku memang telah mempersembahkan diri kepada-Mu, namun mohon Engkau tidak memecah-mecahkan aku. Kita selalu mengharapkan roti itu tetap utuh, indah, dan mulus. Tetapi setiap ketul roti yang diletakkan di tangan-Nya tidak ada yang tidak dipecahkan-Nya. Maka, jika kamu tidak mau dipecahkan, janganlah kamu menyerahkan diri kepada-Nya.

Dua belas tahun telah berlalu sejak percakapan itu. Dalam dua belas tahun ini, saya telah sungguh-sungguh belajar dan benar-benar paham bahwa perkataan yang diucapkannya benar. Setiap ketul roti yang ada tangan Tuhan, pasti akan dipecahkan-Nya. Izinkan saya juga berkata, “Jika Anda tidak rela dipecahkan di tangan Tuhan, janganlah Anda menyerahkan diri Anda kepada-Nya. Di sinilah letak permasalahan banyak orang. Begitu mendengar khotbah tentang kemenangan segera merasa gembira, meluap dalam sukacita dan berkata, “Ya Tuhan, aku mempersembahkan segalaku kepada-Mu.” Namun begitu Allah mulai memecahkan Anda, Anda berteriak, “O, aku tidak mengharapkan hal ini.” Saudara saudari, kehidupan semacam ini adalah kehidupan yang paling menderita. Karena di satu pihak Anda telah ditangkap oleh Tuhan, Anda tidak dapat hidup seperti orang dunia pada umumnya; di pihak lainnya, Anda tidak rela dipecahkan. Akibat dari ketidakrelaan Anda dipecahkan olah Tuhan, Anda tidak puas terhadap Allah, Allah pun tidak puas terhadap Anda.

Jika Anda tidak mau mengikuti Tuhan, Allah tidak bisa berbuat apa-apa pada diri Anda. Jika Anda tahu bahwa taat kepada Tuhan merupakan suatu keharusan, jika Anda tidak mau hayat Anda layu dan gersang, jika Anda mau memiliki hayat yang berlimpah dan perkasa, Allah mau tidak mau harus dengan penderitaan dan penganiayaan menguji kesungguhan firman yang Anda dengar dan terima. Oh, entah berapa banyak orang yang gersang disebabkan tidak bisa melewati ujian dari firman ini.

Sekarang kita akan meneruskan, mengapa benih yang jatuh ke tanah segera tumbuh? Mengapa pula ia segera layu hanya dengan sengatan matahari? Tuhan memberikan tiga alasan dalam Markus 4.

1. TANAHNYA DANGKAL

Alasan pertama adalah tanahnya dangkal. Orang macam ini tidak dalam. Di bawahnya tidak banyak tanah. Yang ada hanyalah sebanyak itu, sangat dangkal. Di dalam dirinya tidak ada yang lain lagi, sangat tipis, dangkal. Dia cepat merasa puas, juga cepat merasa lapar. Dia mempedulikan keuntungan atau kerugian yang sepele. Dia gampang bersukacita juga gampang merana. Dia berdiri di atas tanah yang dangkal. Dia adalah orang yang hidup dalam situasi, juga adalah orang yang hidup dalam emosi. Di seluruh dunia ini, tidak ada yang lebih dangkal daripada emosi, tidak ada yang lebih dangkal daripada situasi sekeliling. Anda tentu tahu bahwa pohon yang besar pasti mempunyai akar yang besar pula. Karena akar pohon itu akan menembus kedalaman tanah untuk menghisap air. Beberapa jenis pohon bahkan mempunyai akar yang mencapai dua sampai tiga mil dalamnya dari permukaan tanah, karena di sana terdapat sumber air. Pohon-pohon palma di gurun Arabia dapat bertahan dari sengatan matahari dengan daun-daun yang tetap hijau karena akar-akarnya menembus kedalaman tanah dan mencapai sumber air yang segar di bawah tanah. Di satu pihak, pohon-pohon itu terkena terik matahari di atas; di pihak lain, pohon-pohon itu juga menikmati kesegaran air di bawah. Pohon-pohon itu tidak hanya berakar di permukaan tanah, melainkan hingga mencapai kedalaman tanah yang cukup dalam.

Oh, orang-orang yang hidup berdasarkan keadaan sekitar, orang-orang yang hidup berdasarkan perasaan, adalah orang-orang yang mempunyai tanah yang dangkal. Walaupun saya belum lama melayani Allah, namun dalam pengalaman, orang yang paling saya takuti adalah orang yang selalu mengiyakan apa pun yang saya katakan. Kelihatannya mereka telah menerima segalanya dan mendengarkan dengan penuh minat, tetapi sebenarnya mereka belum memperoleh apa pun di dalamnya. Orang yang mudah tertawa dan juga mudah menangis, yang perasaannya mudah berubah dan yang dimanipulasi oleh iklim, emosi, dan keadaan sekitar, adalah orang-orang yang sulit diatasi; mereka adalah orang-orang yang dangkal. Tetapi orang yang mempunyai tanah yang dalam tidak demikian. Orang yang dalam tidak melihat keadaan sekeliling, melainkan melihat Allah di balik keadaan itu. Mereka bukan diduduki oleh emosi, melainkan menutup pintu terhadap emosi dan pergi ke dalam untuk mengenal Allah.

Saudara saudari, apakah akhir dari orang yang tanahnya dangkal? Di sini Tuhan mengajarkan satu pelajaran yang sangat dalam. Orang yang tidak memandang kepada Tuhan di balik keadaan sekitar, tetapi hidup oleh keadaan sekitar dan emosi, ia tidak dapat menjaga dan memelihara apa-apa dari firman. Perkara apa yang ingin Tuhan kerjakan di tengah-tengah kita pada hari ini? Yaitu Dia ingin mendapatkan para pemenang; Dia ingin Anda dan saya menjadi pemenang-Nya. Tetapi jika sepanjang hari, dari pagi hingga malam, kita adalah orang-orang yang hidup berdasarkan keadaan, yang sama sekali tidak memiliki kemantapan, yang hidup berdasarkan perasaan, sedikit pun tidak mengenal Tuhan, maka tidaklah mungkin kita menjadi pemenang. Banyak orang Kristen yang bersukacita ketika hidupnya lancar, tetapi begitu ada sedikit kegelapan, segera merasa hidupnya tertekan, sumpek dalam segala hal. Mereka tidak mengetahui pekerjaan Roh Kudus, tidak hidup bersandar Tuhan. Mereka hidup menurut perkataan manusia, pemikiran-pemikiran sendiri, dan suasana sekitar. Maka, begitu menemui ujian, mereka segera habis. Begitu salib datang, mereka segera rubuh. Karena itu, jika Anda adalah orang mundur begitu ada ujian, jika Anda tidak mau maju dengan memikul salib, maka Anda tidak akan berguna di tangan Tuhan. Anda adalah orang yang tanahnya dangkal, di dalam Anda tidak ada apa-apanya. Anda adalah orang yang terlalu peka dalam perasaan dan hidup berdasarkan perasaan.

2. TIDAK BERAKAR

Penyebab kedua dari kemiskinan hayat rohani adalah tidak berakar. Apakah akar? Bagian yang kelihatan dari sebatang pohon adalah batang dan bagian yang tidak kelihatan adalah akar. Akar terpendam di dalam tanah. Jadi akar adalah kehidupan yang rahasia dan tersembunyi. Orang yang tidak memiliki akar di hadapan Tuhan, kehidupannya pastilah kehidupan yang layu dan gersang. Orang yang tidak memiliki kehidupan yang rahasia dan tersembunyi, orang yang memiliki sesuatu hanya di hadapan manusia, orang yang tidak mempunyai sesuatu yang istimewa di hadapan Tuhan, pasti tidak mampu memikul salib. Saudara saudari, izinkan saya mengajukan satu pertanyaan yang tegas kepada Anda: Apakah kehidupan Anda hanya berupa yang Anda tampilkan di hadapan manusia? Apakah Anda mempunyai suatu kehidupan yang tersembunyi, di dalam kamar Anda, di hadapan Tuhan? Jika doa-doa Anda hanya terbatas pada doa-doa yang diucapkan dalam sidang-sidang, jika pengenalan Anda terhadap Firman Tuhan hanya terbatas pada apa yang Anda bicarakan, dan jika semua pekerjaan Anda ada di hadapan manusia, maka Anda tidak berakar. Akar adalah bagian yang tidak kelihatan, rahasia, dan tersembunyi. Apa yang tertampil bukanlah akar. Hari ini kita harus memeriksa diri sendiri di hadapan Allah, melihat berapa banyak hidup kita yang ada di hadapan manusia dan berapa banyak yang ada di hadapan Allah. Selain kesaksian Anda di depan umum, pembacaan Alkitab, dan doa-doa, berapa banyak perkara yang Anda lakukan secara tersembunyi? Jika tidak mempunyai satu pun yang tersembunyi, yang rahasia, berarti Anda tidak berakar. Tidak heran, begitu salib tiba, Anda tidak mampu menanggungnya. Tidak ada alasan lain: Anda kekurangan kehidupan yang rahasia yang amat penting ini. Tidak ada yang dapat menjaga kita seperti kehidupan yang tersembunyi. Ketika Anda melihat seorang saudara bermasalah, tahulah Anda, Anda bisa dengan tegas tahu bahwa tidak lama sebelumnya saudara itu telah kehilangan kehidupan yang tersembunyi itu. Tentunya dalam beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun belakangan ini, ia telah kehilangan kehidupan yang tersembunyi. Ini disebabkan hayat rohani kita bertumpu pada kehidupan tersembunyi kita di hadapan Allah. Jika seseorang tidak bisa memelihara kehidupan tersembunyinya, akan ternyatalah kehidupannya yang lemah di hadapan Tuhan. Semoga kita tampak betapa pentingnya kehidupan yang tersembunyi ini.

Injil Matius 6 berbicara tentang “tutuplah pintu.” Inilah akar. Tuhan berkata, jika berdoa, hendaklah kita masuk ke dalam kamar dengan pintu tertutup dan berdoa kepada Bapa yang ada di tempat tersembunyi. Bapa yang melihat kita di tempat tersembunyi akan membalasnya. Di sini, Tuhan berkata dengan khusus, “Bapamu yang melihat yang tersembunyi.” Doa dapat dilihat. Menurut pikiran kita, doa itu selalu didengar, tetapi Tuhan berkata bahwa doa dilihat. Karena itu, sering kali ketika kita kekurangan kata-kata di hadapan Allah, sikap kita pun berharga bagi-Nya; sebab Dia melihat, tidak mendengar! Saudara saudari, berapa banyak kita mempunyai sesuatu yang dapat dilihat oleh Allah? Seringkah Anda hanya dilihat oleh Allah dan tidak dilihat oleh orang lain? Atau apakah semua yang Anda punyai ada di hadapan mata manusia? Kini saya ingin berkata kepada rekanrekan sekerja saya. Tidak ada orang yang mempunyai posisi lebih berbahaya daripada orang yang melayani Tuhan. Ini kerena pencobaannya lebih banyak daripada orang biasa, dan karena ia mudah memamerkan segala sesuatu yang ia punyai di hadapan manusia, termasuk juga hal-hal yang ia punyai secara tersembunyi. Saudara saudari, sekali lagi saya bertanya kepada Anda: berapa banyak hal yang hanya dilihat oleh Allah dalam kehidupan Anda? Berapa banyak hal dari hayat rohani Anda yang tidak diceritakan kepada orang lain? Berapa banyak dari pengalaman-pengalaman Anda yang seperti pengalaman Paulus, tidak diceritakan kepada orang lain sampai 14 tahun kemudian? Berapa banyak yang Anda khususkan bagi kenikmatan Allah? Jika Anda tidak punya sama sekali, dengan terus terang saya katakan bahwa Anda tidak berakar. Jika Anda tidak mempunyai satu pun pengalaman rohani yang tersembunyi, jika Anda belum pernah bertemu muka dengan Allah secara tersembunyi, jika Anda belum pernah dipukul oleh Allah secara tersembunyi, maka semua yang Anda punyai adalah dangkal dan tidak bernilai.

Apa yang dipunyai oleh orang Kristen hanya dapat diandalkan jika ia tetap teguh berdiri setelah diuji pada salib. Orang yang mempunyai akar yang dalam ke dalam kematian Kristus, dapat lulus ujian. Jika pada suatu hari kita dianiaya oleh karena Tuhan dan dihadapkan kepada pilihan: menyangkal iman kita atau mati dibunuh, mana yang akan kita pilih? Ingatlah, jika kita mengalami penindasan dan penganiayaan, perlindungan kita satu-satunya adalah akar kita yang dalam. Orang yang berakar dangkal, sudah dapat dipastikan gagal; ia takkan pernah martir. Jika Anda tidak ingin dikalahkan pada hari itu, maka hari ini Anda harus berakar dalam-dalam. Artinya, Anda harus mempunyai kehidupan yang rahasia dan tersembunyi di hadapan Allah. Jika pada hari itu kita gagal, ini disebabkan kita tidak berakar cukup dalam.

3. TANAH YANG BERBATU-BATU

Mereka yang dangkal tanahnya bukannya tidak mau menjulurkan akarnya dalam-dalam ke dalam tanah, tetapi karena ada batu-batu di bawah yang menghalanginya. Pada permukaan tanah itu kelihatan sama seperti tanah-tanah yang lain, tetapi di dalam orang semacam ini terdapat dosa yang tersembunyi dan ego. Di luarnya mereka bersikap seperti orang Kristen lainnya. Apa yang didengar dan dikatakan oleh orang-orang kristen yang lain, dia pun demikian, tetapi di dalamnya tersembunyi batu-batu besar, yang menghalangi akarnya bertumbuh makin dalam. Apakah batu itu? Dalam Alkitab batu mempunyai beberapa makna, tetapi saya hanya akan menyebut satu saja, yaitu hati yang keras. Jika Anda rindu menjadi rohani, janganlah berkeras hati. Hari ini ada banyak orang Kristen yang opini-opininya belum pernah dipukul oleh Tuhan dan belum pernah diremukkan di hadapan Allah. Terhadap kehendak Allah, mereka banyak bersilat kata, beralasan, beropini. Terhadap kehendak Allah, mereka memiliki maksudnya sendiri; mereka selalu berkata, “Aku rasa, hal ini seharusnya begini atau begitu.” Oh, hikmatnya belum disingkirkan, tekadnya belum dikalahkan, dan mereka masih mempunyai rencana-rencana dan maksud-maksud sendiri. Inilah ada batu-batu di dalamnya.

Saudara saudari, terus terang saya beri tahu Anda, tidak ada seorang pun yang dapat maju dalam kerohanian tanpa membiarkan Allah meremukkan dirinya. Karena itu, salib adalah sumber kemajuan kita. Jika Allah belum meremukkan Anda, Anda takkan berguna. Allah harus menghancurkan batu-batu di dalam Anda hingga berkeping-keping barulah Anda dapat berakar dalam-dalam. Hanya ada semacam orang yang dapat terus berakar makin dalam, yaitu orang yang lemah seperti anak-anak dan gentar karena firman-Nya. Sayang, terlalu banyak orang yang ragu-ragu terhadap perintah Allah sebelum mereka melangkah maju. Mereka mengira perintah-Nya harus diseleksi, dipilih-pilih. Tetapi puji Tuhan, ada banyak juga yang taat kepada-Nya dengan kesederhanaan. Mereka hanya menghiraukan Siapa yang memberi perintah dan taat tanpa mengindahkan mengapa perintah itu diberikan. Saudara saudari, hati yang tidak taat adalah sebongkah batu. Semoga Allah menerangi kita sehingga kita tampak betapa besar batu yang ada di dalam kita.

Batu itu bukan hanya ego Anda, tetapi juga dosa yang tersembunyi di dalam Anda. Mungkin ada satu dosa yang tidak Anda singkirkan dari kehidupan Anda karena harganya terlalu mahal, dosa itu tetap ada di sana. Jika demikian, Anda takkan pernah mempunyai kelimpahan rohani. Cepat atau lambat, Anda akan melihat bahwa Anda tidak bisa berakar dalam. Karena itu, kita harus menanggulangi dosa apa pun dengan tuntas, termasuk dosa-dosa yang tersembunyi. Jika dosa yang tersembunyi itu tidak ditanggulangi dengan tuntas, jika diri yang keras itu tidak baik-baik ditanggulangi, Anda akan tampak bahwa akar Anda selamanya tidak bisa menembus dalam-dalam.

Saudara saudari, hari ini ada berapa banyak hal dalam hidup Anda yang telah ditunjuk oleh jari Allah? Atau apakah Anda berusaha menghindar? Mungkin Anda berbantah dengan-Nya dan Anda tidak mau menyerah? Saudara saudari, Allah ingin memperlihatkan bahwa jika Anda benar-benar ingin melayani-Nya, jika Anda ingin di hadapan-Nya menerima kebenaran, batu yang besar itu harus disingkirkan, kalau tidak, maka tanahnya tetap tipis dan akar tidak dapat masuk kian dalam. Jika Anda bersikeras untuk mempertahankan ego Anda yang keras, “Aku tidak mau,” “Aku tidak rela,” maka Anda takkan pernah menerima kekuatan rohani. Syukur kepada Allah, meskipun demikian, Allah masih sanggup menggarap. Hati kita masing-masing sangatlah keras, tetapi Tuhan sanggup mengubah kita. Saya tahu hari ini banyak di antara kita yang telah dipukul oleh Allah, tetapi saya juga tahu bahwa ada orang yang masih sangat keras. Jika Tuhan dapat meremukkan orang lain, Tuhan pun sanggup meremukkan Anda. Jika Tuhan dapat mengendarai seekor keledai muda masuk ke Jerusalem, yaitu seekor keledai muda yang belum pernah dikendarai oleh orang lain. Dia pasti juga dapat mengendarai Anda. Orang yang berpengalaman dalam mengendarai keledai tahu betapa sulitnya menaklukkan keledai yang belum pernah dikendarai orang. Tetapi dengan mudah Tuhan melakukannya. Kita boleh menjadi begitu keras, tetapi Tuhan dapat menaklukkan kita. Jika kita mau merendahkan diri dan berdoa, “Tuhan, aku sungguh keras hati, aku terlalu sering mengukuhi opini dan ide sendiri. Aku adalah orang yang dangkal. Aku berdoa mohon Engkau menghancurkan aku.” Demikian, Anda akan menemukan bahwa Anda sedang maju. Jika Anda setia memikul salib setiap kali salib datang, Anda akan melihat waktu demi waktu akar Anda akan tumbuh makin dalam.

Ada dua bagian lagi yang hendak saya bahas secara sepintas. Ini untuk melengkapi apa yang telah saya bicarakan di atas. Dalam Hosea 14, Libanon dibicarakan tiga kali, sekali dengan bunga bakung, sekali dengan pohon zaitun, dan sekali dengan pohon anggur. Mengapa penekanan itu terletak pada Libanon? Sebab pohon aras di gunung Libanon sangat tinggi dan akarnya sangat dalam. Hampir tidak ada pohon lain yang dapat menyaingi pohon arasy. Alkitab memakai pohon arasy dari Libanon untuk mewakili pohon yang paling besar dan tinggi di dunia; ia juga melambangkan orang yang menancapkan akarnya dalam-dalam. Jangan terlalu tinggi menilai apa yang orang dunia kagumi. Menurut Alkitab, orang yang berakar dalam-dalam, dialah yang menyukakan Tuhan.

Dalam bagian ini, pertama-tama Libanon disinggung bersama bunga bakung, kemudian pohon zaitun, dan terakhir dengan pohon anggur. Mengapa bunga bakung dihubungkan dengan Libanon? Sebab bunga bakung itu elok untuk dipandang. “Bunga” orang Kristen tidak tumbuh di taman, tetapi di lembah, tanpa tukang kebun yang merawat, tetapi hanya tergantung pada cahaya matahari, hujan, dan embun untuk makanannya. Keelokannya ada di lembah dan hanya di hadapan Allah. Firman Tuhan juga berkata bahwa keelokannya seperti pohon zaitun. Menurut pandangan saya, pohon zaitun sama sekali tidak indah. Jika kita mengatakan indah bagaikan pohon peony (tanaman yang bunganya besar-besar dan berwarna-warni), orang mudah memahami, tetapi mengatakan seindah pohon zaitun, sulit untuk dimengerti. Namun keelokan pada pandangan Allah bukanlah keelokan yang dangkal, melainkan buahnya. Pohon zaitun adalah pohon penghasil minyak — keelokannya ada pada buahnya. Keelokan orang Kristen adalah dalam menghasilkan buah-buah Roh Kudus. Ini juga adalah sesuatu yang di dalam dan bukan untuk pameran di luar. Firman Allah juga berkata, “Berbunga seperti pohon anggur.” Pernahkah kita melihat kumpulan bunga anggur? Saya pernah menanam anggur selama bertahun-tahun, tetapi saya belum pernah melihat tandantandan bunga anggur dalam jambangan bunga. Bunganya amat kecil. Bahkan sebelum bunga itu mekar sepenuhnya, telah terdapat pentil anggur. Kalau demikian, mengapa tidak dikatakan seperti kuntum bunga peach atau bunga seruni? Sebab bunga-bunga kita bukan untuk keelokan, tetapi untuk menghasilkan buah. Ada tiga tipe bunga di bumi ini. Pertama, hanya untuk dikagumi manusia, seperti kembang seruni. Kedua, menghasilkan bunga dan juga buah, seperti pohon peach. Ketiga, hanya untuk buah, seperti anggur. Apa yang Allah tuntut dari orang Kristen adalah berakar dalam-dalam. Di sini Libanon disebut tiga kali, semuanya bermaksud untuk menarik perhatian kita pada kehidupan yang tersembunyi. Ingatlah, inilah yang paling penting. Mungkin buah-buah roh tidak mempunyai keelokan di luar, namun kita hidup adalah bagi (terhadap) Allah. Cukuplah bila Dia dipuaskan.

Masih ada satu bagian Alkitab lagi yang serupa, yakni Kidung Agung 4:12, “Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, sumur tertutup, mata air termeterai” (Tl.). “Kebun tertutup” berarti bukan taman untuk umum, di mana setiap orang bisa masuk; ia tertutup, bukan untuk setiap orang. Kebun bungaku hanya untuk Kristus, bukan untuk umum. Keelokan batiniah hanya untuk dilihat dan dikagumi oleh Kristus saja. “Sumur tertutup”, sumur berbeda dengan mata air. Sumur adalah hasil garapan manusia, sedang mata air bukan hasil garapan manusia. Hamba-hamba Abraham sering menggali sumur karena di sana mereka menemukan sumber air. Namun mata air itu alami, bukan buatan manusia. Tuhan berkata bahwa di hadapan Allah kita adalah kebun tertutup, tidak dibuka untuk umum, hanya untuk Kristus. Kita juga adalah sumur tertutup. Sumur adalah untuk digunakan manusia. Meskipun untuk manusia, namun masih terbatasi oleh Allah, tertutup, dan hanya bagi-Nya. Mata air adalah sukacita dan kepuasan yang kita dapatkan dari hadirat Allah. Sumur adalah di hadapan manusia, sedang mata air adalah di hadapan Allah. Semua ini bukan untuk dengan sengaja diperlihatkan kepada orang lain, karena ia adalah mata air termeterai. Semua pengalaman yang kita dapatkan dalam doa-doa, haruslah tertutup, termasuk doa-doa untuk orang lain. Setiap perkara mustika yang kita punyai harus termeterai dan hanya bagi Tuhan.

Beban saya hari ini tidak lain adalah agar kita makin “dalam” dan agar kita membiarkan salib untuk bekerja lebih dalam atas diri kita. Saudara saudari, sering kali hidup kita terlalu dangkal dan terlalu besar bagian yang menonjol di permukaan. Kekurangan kita adalah bagian yang tersembunyi di hadapan Allah, yang tidak terlihat oleh manusia. Inilah yang masih Dia inginkan hari ini. Semoga Allah merahmati kita, sehingga kita menjawab kerinduan-Nya, tidak lagi seperti yang lampau. Mohon Tuhan benar-benar meremukkan kita, dan kita dapat terus maju menempuh jalan yang di depan.