Daftar isi Dua Belas Bakul (12) · bab 12/12

Akhir Zaman dan Kerajaan

Kini, kita telah tiba pada akhir dari zaman ini; dan di antara kita, perkara ini adalah perkara yang sangat kita yakini. Kita tahu bahwa setelah zaman gereja ini berlalu, datanglah zaman Kerajaan. Dulu, kita pernah mengatakan bahwa mata Tuhan telah tertuju pada Kerajaan, telah memperhatikan Kerajaan. Kalau pengertian kami tidak salah, kita sangatlah yakin bahwa hal yang ingin Dia datangkan sesuai dengan “kehendak kekal-Nya” adalah Kerajaan. Terpanggilnya gereja justru adalah untuk Kerajaan.

Ketika hamba Allah tampak kedudukan Kerajaan dalam ketetapan kehendak kekal Allah, betapa dia mengharapkan Kerajaan ini segera datang! Juga sangat damba kalau semua anak Allah mengetahui bagaimana bekerja sama dengan Allah agar cepat-cepat mendatangkan Kerajaan ini! Demi terangterang baru yang diperolehnya akhir-akhir ini, maka betapa dia lebih bergairah terhadap perkara Kerajaan. Ayat yang khusus dia dapatkan adalah Matius 24:14; ayat ini mengatakan, “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Melalui ayat ini kita dapat tampak hubungan antara pemberitaan Injil Kerajaan dengan tibanya akhir zaman. Tentu, ayat Alkitab ini cukup sulit untuk dimengerti dengan sangat jelas. Bahkan, di waktu-waktu yang lampau, di antara anak-anak Allah, hal ini telah menimbulkan banyak pertentangan. Di sini kita tidak ingin adanya perdebatan apa pun, karena bagaimanapun tidak akan bisa membuat semua orang memiliki pandangan yang sama. Namun, pada saat yang sama, kita boleh mengutarakan terang yang telah kita dapatkan.

“Akhir zaman” atau “tiba kesudahannya” dengan sendirinya mengacu kepada kesudahan suatu zaman. Jika dikatakan dengan ketat menurut nubuatan, hal ini mengacu kepada “pencobaan besar”. Jangka waktu pendek dari “pencobaan besar” atau yang disebut juga “malapetaka besar” ini mengakhiri zaman kita sekarang ini. Zaman Roh Kudus, zaman gereja, zaman kasih karunia (anugerah), zaman Injil, adalah sebutan-sebutan bagi zaman kita sekarang ini. Semua sebutan zaman ini akan diakhiri dengan “tiba kesudahannya” atau “malapetaka besar”.

Sebelum kita melanjutkan, kita harus tahu bahwa “terangkat” tidaklah terkendali oleh “tiba kesudahannya”. Karena bagaimanapun orang saleh bisa terangkat. Malapetaka besar memiliki hubungan dengan zaman kita sekarang ini, tetapi malapetaka besar tidak memiliki hubungan secara langsung dengan gereja.

Kita tahu bahwa gereja bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan Allah, untuk mendatangkan Kerajaan Allah. Selain itu, kita juga tahu bahwa Kerajaan Allah baru turun dengan bentuk nyata pada waktu akhir zaman. Karena itu, gereja tidak bisa tidak memperhatikan masalah akhir zaman. Setelah akhir zaman, barulah Kerjaan Allah tiba. Jadi, jika menginginkan Kerajaan tiba, harus terlebih dulu ada akhir zaman. Akhir zaman tidak memiliki hubungan dengan diri gereja, namun sangat berkaitan dengan pekerjaan gereja.

Itulah sebabnya dalam ayat ini Tuhan Yesus berkata kepada kita bahwa Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia, barulah tiba kesudahannya. Dengan perkataan lain, Injil Kerajaan harus diberitakan ke seluruh dunia, barulah Kerajaan Surga tiba. Di sini, Tuhan Yesus mengatakan syarat berakhirnya zaman ini dan datangnya Kerajaan; juga menubuatkan keadaan segera berakhirnya zaman ini dan datangnya Kerajaan. Sungguh, jika ingin mengakhiri zaman ini, anak-anak Allah harus memulai lagi bersaksi bagi Injil Kerajaan. Sungguh, menjelang tibanya akhir zaman ini, kita pasti tampak kebangunan Injil Kerajaan.

Dalam beberapa puluh tahun belakangan ini, boleh dikatakan sebagai masa kebangunan pengajaran Kerajaan. Khususnya beberapa tahun yang lalu, Tuhan juga membuat anak-anak-Nya di daratan China berpaling memperhatikan Kerajaan Allah. Ini sungguh satu gejala yang sangat baik.

Namun, apakah Kerajaan Allah? Apakah Injil Kerajaan Allah? Yang umum kita ketahui hanyalah mengira Kerajaan adalah zaman berkuasanya Kristus dan gereja. Sebenarnya masih ada yang lebih dalam daripada ini.

Banyak orang ingin memisahkan Injil Kerajaan dengan Injil kasih karunia. Sebenarnya ini tidak mutlak perlu. Jika para pembaca merasa perlu dipisahkan, izinkan kami berkata: Injil kasih karunia adalah khusus untuk orang berdosa, Injil Kerajaan adalah khusus untuk setan; Injil kasih karunia khusus menghadapi masalah dosa dan berkat, Injil Kerajaan khusus menghadapi pencengkeraman Iblis.

Kini ada berbagai macam doktrin pemikiran atas Kerajaan. Namun mari kita melihat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus! “Jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Mat. 12:28). Memang Kerajaan memiliki banyak arti, namun yang Tuhan katakan di sini boleh dikatakan adalah salah satu yang paling penting.

Kerajaan sangat berkaitan dengan alam maut. Tuhan Yesus berkata bahwa Kerajaan adalah mengusir setan, yaitu Roh Allah bergerak mengusir setan. Inilah arti yang tepat dari Kerajaan. Penafsiran Alkitab hari ini mengandung satu kekurangan besar, yaitu telah melupakan alam maut. Gereja, dalam kedudukannya, pekerjaannya, pemikirannya, pembicaraannya, telah melupakan Iblis, musuhnya yang unik. Tidak tahunya, Allah memilih gereja justru agar gereja menentang Iblis dan mendatangkan Kerajaan Allah. Itulah sebabnya begitu Perjanjian Baru pertama kali menyinggung tentang gereja, juga menyinggung tentang alam maut (Lihat Matius 16).

Masa Kerajaan adalah seribu tahun, ini sudah kita ketahui. Apa hubungan antara seribu tahun dengan Iblis? Beberapa ayat dalam Wahyu 20 memberi tahu kita bahwa masa itu adalah masa dibelenggunya Iblis di dalam lubang tak berdasar. Inilah masa yang paling memalukan bagi keberadaan Iblis.

“Tidak tahukah kamu bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat?” (1 Kor. 6:3). Tidak ada dosa, tidak perlu penghakiman; ada dosa, perlu penghakiman. Jadi kita tampak bahwa kelak gereja akan menghakimi para malaikat. Para malaikat yang berdosa itu adalah para malaikat yang bersama Iblis memberontak kepada Allah; mereka adalah para pemerintah dan penguasa zaman ini, yakni para setan yang disebut dalam kitab Daniel. Namun Allah berkata bahwa kita akan menghakimi mereka. Kapan ini terjadi? Ketika Kristus datang untuk mendirikan Kerajaan-Nya.

Inilah Kerajaan. Kerajaan adalah masa Iblis dijebloskan ke dalam lubang tak berdasar. Kerajaan adalah masa dihakiminya para penguasa dan pemerintah. Kuasa alam maut akan lenyap pada masa Kerajaan. Pada masa Kerajaan, “anak” yang di bawah tangan Iblis, yaitu binatang, dan “roh” yang adalah nabi-nabi palsu, akan dilemparkan ke dalam lautan api. Sisanya, para roh jahat yang tidak terhitung banyaknya akan terusir dari dunia ini dan dipenjara. Iblis sendiri akan dengan jelas dipermalukan, selama seribu tahun melalui kehidupan kegelapan di dalam lubang tak berdasar. Inilah saat kekalahan bagi rumah Iblis. Inilah masa Kerajaan. Inilah saat anak-anak Allah mendapatkan pembelaan dan pembalasan. Inilah saat kemenangan mutlak peperangan bagi salib Allah. Inilah saat tergenapnya keinginan Allah atas Iblis sejak purbakala, yakni saat tergenapinya Yesaya 14, inilah masa Kerajaan. Dalam Kerajaan ini, Iblis (Satan) tidak memiliki kuasa lagi.

Karena itu, Injil Kerajaan tidak lain adalah Allah (Allah yang hari ini memerintah di surga) akan memerintah dunia, akan menyingkirkan raja beserta pengikutnya yang memerintah dunia hari ini, juga roh-roh najisnya, dan akan membuat manusia (yaitu Kristus dan gereja) memerintah menggantikan mereka.

Injil Kerajaan khusus disiarkan kepada kuasa kegelapan. Karena itu, kita tampak ketika Tuhan Yesus mulai memberitakan Injil Kerajaan, tindakannya adalah menanggulangi kuasa kegelapan. “Anak Allah datang adalah untuk membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis.” Tuhan menyembuhkan orang sakit, mengusir setan. Mengusir setan dengan sendirinya berarti menyingkirkan kuasa kegelapan; lalu, bagaimana dengan menyembuhkan orang sakit? Rasul menjelaskan bagi kita, “Menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis” (Kis. 10:38). Jika kita dengan khidmat membaca kitab Injil, kita akan tampak bahwa seumur hidup Yesus adalah untuk menyingkirkan perbuatan-perbuatan Iblis. Karena itu kita melihat dampak pekerjaan-Nya atas setan lebih besar daripada atas manusia.

Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa pada akhir zaman, pasti ada anak-anak Allah yang bangkit untuk kesaksian ini. Kita bersyukur kepada Tuhan, karena dalam beberapa tahun belakangan ini, sudah tidak sedikit anak-anak Allah yang dibangkitkan untuk berperang melawan Iblis. Atas diri banyak orang saleh, peperangan rohani telah menjadi satu fakta, bukan lagi sebagai sebutan. Sungguh, kita berada pada masa akhir zaman.

Saudara saudari, jika kita ingin Kerajaan Allah tiba, ingin kuasa pemerintahan Allah ternyata di dunia, ingin Iblis dan kuasanya terusir, kita harus bangun untuk bersaksi bagi Injil Kerajaan. Dengan lain perkataan, kita harus bersaksi bagi kemenangan salib Kristus, kita harus mengumumkan bahwa Kristus telah menghakimi penguasa dunia ini, Kristus telah menang mutlak. Kini segala kerajaan, kemuliaan, dan kekuasaan adalah milik-Nya. Dalam dunia ini Iblis tidak lagi memiliki kedudukan, dia hanya sementara menjajah. Setiap orang yang menerima Tuhan Yesus adalah orang yang terlepas dari kuasa kegelapan dan masuk ke dalam Kerajaan Anak yang terkasih. Kita harus memberitakan Injil Kerajaan, yaitu Injil yang mengusir setan, Injil kekalahan Iblis, Injil kemusnahan alam maut. Kesaksian sedemikian bisa membawa zaman ini kepada kesudahannnya. Tidak salah bahwa zaman ini adalah zaman gereja, karena gereja baru ada pada zaman ini. Akan tetapi, pada waktu yang bersamaan, Alkitab menyebut zaman ini sebagai “zaman yang jahat dan berzina” (Mat. 12:39 Tl.). “Zaman yang tidak percaya dan sesat” (Mat. 17:17). “Zaman yang jahat dan sesat” (Flp. 2:15). Tujuan Allah ialah akan mengakhiri zaman demikian ini. Allah senang kalau zaman yang demikian segera “tiba kesudahannya”, agar Kerajaan-Nya dapat meneruskannya. Namun, anak-anak Allah harus menunaikan kewajibannya. Anak-anak Allah harus bekerja sama dengan Allah, agar membawa zaman ini kepada kesudahannya. Berdoa adalah salah satu cara, tetapi bersaksi adalah hal yang tidak bisa kurang. Saudara saudari terkasih, kita harus dengan tegap perkasa berdiri (tidak pernah demikian sebelumnya) bagi “bertakhtanya” Tuhan Yesus Kristus, harus bersaksi bagi “pemerintahan”-Nya. Kerajaan antiKristus akan datang sebelum Kerajaan Kristus. Kita harus bersaksi bagi Kerajaan Kristus sebelum kedatangan kerajaan antiKristus. Agar zaman ini tiba pada kesudahannya.

Ini bukanlah satu Injil yang baru, hanya saja ini telah diabaikan oleh gereja. Para rasul menyebarkan Injil ini. Kisah Para Rasul 14:22, 28:23 bisa mempersaksikan hal ini. Juga, setelah Tuhan Yesus bangkit, Ia selalu membicarakan persoalan ini kepada mereka. Jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi pewaris para rasul, kita harus melakukan kesaksian yang dilakukan oleh para rasul. Gereja telah melupakan kemenangan, pemerintahan, dan takhta Kristus. Setiap orang yang berani mempersaksikan “hanya Kristuslah Raja, dan Iblis bukan raja” adalah orang yang sungguh-sungguh memberitakan Injil Kerajaan.

Saudara saudari, kita jangan menjadi “orang yang terjatuh dan tertinggal dalam zaman ini”. Hari ini hanya ada satu macam Injil yang sesuai dengan zaman ini, yaitu Injil Kerajaan Kristus. Bukannya kita berkata bahwa kita tidak perlu memberitakan yang lain, melainkan hari ini Allah mau supaya kita memperhatikan hal ini. Kita harus mencapai apa yang ditentukan Allah pada zaman ini. Yang diperhatikan Allah pada akhir zaman ini adalah pengenyahan Iblis dan kemenangan Anak-Nya. Jika kita tidak sehati dengan Allah dalam perkara ini, tidak memperhatikan apa yang Allah perhatikan dalam zaman ini, maka tak peduli berapa besar perkara yang telah kita kerjakan, itu belum menggenapkan kehendak kekal Allah. Kita telah menyimpang terlalu jauh dari yang terbaik dari Allah! Yang diperlukan hari ini adalah orang-orang Kristen yang bisa memenuhi keperluan zaman. Allah ingin mendapatkan sekelompok orang yang bersimpati terhadap maksud hati-Nya, yang bekerja sama dengan-Nya, membawa dunia ini kepada kesudahannya, mendatangkan Kerajaan Allah. Jika orang-orang Kristen mengira bahwa kewajibannya yang terbesar di dunia ini adalah menyelamatkan jiwa — tentu ini adalah pekerjaan yang sangat mulia, kita tidak meremehkannya — hanya menyelamatkan manusia bagi manusia, mereka belum merampungkan tujuan Allah yang tertinggi. Orang-orang Kristen harus tahu bahwa di dunia ini mereka memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada menyelamatkan jiwa, yaitu membawa zaman ini kepada kesudahannya, agar Kerajaan Allah didatangkan. Tugas mereka yang paling besar adalah menyingkirkan musuh Allah, Iblis, beserta segala kuasa gelapnya. Mereka harus tampak bahwa pekerjaan mereka baru terhitung jika ini adalah sasaran akhirnya. Berdoa bukan sekadar untuk doa, melainkan agar Iblis dirugikan; menyelamatkan jiwa bukan sekadar untuk menyelamatkan jiwa, melainkan agar Iblis dirugikan. Apa pun yang dilakukan, haruslah berketetapan agar Iblis dirugikan. Kita tidak memandang remeh pekerjaan menyelamatkan jiwa, tetapi, jangan sewaktu menyelamatkan jiwa, kita kehilangan pandangan Kerajaan. Harus sering mengedepankan Kerajaan Allah, yaitu yang berhubungan dengan ketetapan Allah, juga musuh Allah, dengan demikian kita akan menjadi orang yang sangat berguna di tangan Allah.

Mengapa setelah anak-anak Allah demikian bersaksi bagi Kerajaan Allah, baru tiba kesudahannya? Di sini kembali kita bisa melihat kerja sama antara Allah dan manusia. Allah senang kalau akhir zaman tiba. Akan tetapi, jika anak-anak Allah tidak bekerja sama dengan Allah untuk menentang zaman ini, agar zaman (Kerajaan) Allah datang, Allah lebih senang menunggu. Ketika anak-anak Allah benar-benar membenci keadaan dunia hari ini dan meminta Dia mengakhiri zaman ini, memberikan Kerajaan kepada mereka, Allah akan membangkitkan pekerjaan. Begitu anak-anak Allah bangkit untuk kesaksian Injil Kerajaan, yaitu saat anak-anak Allah menginginkan apa yang diinginkan oleh Allah, membenci apa yang dibenci Allah, tekad mereka serasi dengan kehendak Allah, maka Allah akan membangkitkan pekerjaan. Jangan sekali-kali mengira bahwa akhir zaman itu akan datang dengan sendirinya. Jika kita tidak mau kehendak-Nya, kehendak-Nya akan terhalang. Hari ini Allah sedang menunggu, sedang mencari orang-orang yang sehati dengan-Nya, yang mau bekerja sama dengan-Nya, untuk mendatangkan kesudahan zaman ini. Siapa yang mau melakukan pekerjaan yang sangat besar ini?