← Daftar isi Ayub · bab 32/38

BERITA TIGA PULUH DUA

WAHYU ILAHI YANG LENGKAP DI DALAM SELURUH KITAB SUCI MENGENAI HUBUNGAN ALLAH DENGAN MANUSIA

(1)

Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26-27; 2:9-12

Kita perlu melihat wahyu ilahi yang lengkap di dalam seluruh Kitab Suci mengenai hubungan Allah dengan manusia. Melihat wahyu ini akan membantu kita untuk memahami kitab Ayub. Di dalam berita ini, kita akan meliput tiga bagian pertama dari wahyu ini.

I. DARI PENCIPTAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA SAMPAI PANGGILAN TERHADAP ABRAHAM

Hubungan Allah dengan manusia di dalam Kitab Suci mencakup dispensasi, yaitu bagian zaman, sebelum hukum taurat, bagian dari zaman penciptaan Allah terhadap manusia sampai panggilan terhadap Abraham.

A. Allah Menciptakan Manusia dan Ingin agar Manusia Mengambil Dia sebagai Hayat

Allah menciptakan manusia dan ingin agar manusia mengambil Dia sebagai hayat agar manusia bisa mengekspresikan Dia, ditransformasi menjadi bahan-bahan yang berharga bagi pembangunan-Nya dan dibangun menjadi pasangan-Nya yang sepadan dengan Dia (Kej. 1:26-27; 2:9-12, 18-24). Allah mengambil tulang rusuk dari Adam dan membangun seorang perempuan yang sepadan dengan Adam untuk menjadi pasangannya. Ini adalah satu lambang yang menunjukkan bagaimana Allah di dalam Kristus adalah Suami, yang memerlukan satu pasangan yang sepadan. Karena itu, di dalam penggenapan dari lambang ini, ada sesuatu yang keluar dari Kristus—hayat ilahi—untuk menjadi gereja, yang adalah mempelai perempuan yang sepadan dengan Kristus.

B. Setelah Manusia Jatuh, Allah Berjanji kepada Manusia yang Telah Jatuh itu Bahwa Kristus Akan Datang sebagai Benih Perempuan

Setelah manusia jatuh, Allah berjanji kepada manusia yang telah jatuh itu bahwa Kristus akan datang sebagai benih perempuan bagi manusia untuk menghancurkan “si ular tua,” Satan, dan untuk menebus dan membenarkan manusia dengan darah yang telah tercucur dan pakaian dari kulit kurban persembahan, yang melambangkan Kristus (3:8-9, 15, 21). Hal-hal ini adalah satu bagian dari hubungan Allah terhadap kita.

C. Allah Memperhatikan Manusia dan Berkenan terhadap Manusia karena Kurban Bakaran

Kejadian 4:4 dan 8:20-22 membicarakan tentang kurban bakaran, satu lambang dari Kristus. Allah memperhatikan manusia, yaitu, menghargai manusia, dan berkenan kepada manusia, bukan karena perbuatan baik manusia, melainkan karena kurban bakaran itu. Inilah sebabnya mengapa Habel datang untuk mempersembahkan kurban bakaran kepada Allah dan Allah mengindahkan dia dan persembahannya.

D. Allah Menghakimi Dunia yang Bobrok ini dengan Air Bah dan Menyelamatkan Nuh dan Keluarganya

Allah menghakimi dunia yang bobrok ini dengan air bah dan menyelamatkan Nuh dan keluarganya melalui bahtera itu (6:11-12). Bahtera adalah lambang lainnya dari Kristus.

E. Allah Menghakimi Manusia yang Memberontak di Babel

Di dalam zaman dari penciptaan Allah terhadap manusia sampai panggilan terhadap Abraham, Allah juga menghakimi manusia yang memberontak di Babel, yang adalah Babel kuno (11:4-9).

II. DARI PANGGILAN TERHADAP ABRAHAM SAMPAI KETETAPAN HUKUM TAURAT MELALUI MUSA

Dispensasi kedua mencakup periode waktu dari panggilan terhadap Abraham sampai ketetapan hukum taurat melalui Musa. Aspek yang paling penting dari dispensasi ini adalah janji Allah kepada Abraham. Karena alasan ini, maka guru-guru Alkitab menyebut dispensasi itu sebagai dispensasi janji.

A.

Allah Memperhatikan Manusia karena Kurban Bakaran

Sebagai satu kelanjutan dari dispensasi sebelumnya, Allah sekali memperhatikan manusia karena kurban bakaran (12:7; 13:18; 22:13; 31:54; Ayb. 1:5).

B. Allah Berjanji kepada Abraham Bahwa di dalam Keturunannya Semua Bangsa di Bumi Akan Diberkati

Selain itu, Allah berjanji kepada Abraham bahwa di dalam keturunannya, yaitu Kristus yang akan datang itu, semua bangsa di bumi ini, termasuk kita, akan diberkati (Kej. 22:18; Gal. 3:8, 16). Pada akhirnya, janji ini benar-benar tergenapkan, seperti yang diwahyukan di dalam Galatia 3.

III. DARI KETETAPAN HUKUM TAURAT MELALUI MUSA SAMPAI KEDATANGAN KRISTUS KALI PERTAMA

Dispensasi ketiga adalah periode waktu dari ketetapan hukum taurat melalui Musa sampai kedatangan Kristus kali pertama. Ini disebut sebagai dispensasi hukum taraut.

A.

Allah Menetapkan Hukum Taurat untuk Menyingkapkan Ketidakmampuan Umat Israel dalam Memelihara Hukum Taurat

Karena kebutaan dan kekeraskepalaan umat Israel, maka Allah menetapkan hukum taurat melalui Musa (Kel. 19:8, 16—20:21) untuk menyingkapkan ketidakmampuan umat Israel di dalam memelihara hukum taurat-Nya (Rm. 3:20b; 5:20a; 7:7). Allah memberikan janji kepada Abraham, namun keturunan-keturunannya tidak mengenal diri mereka sendiri, menganggap bahwa mereka bisa melakukan segala sesuatu yang dituntut oleh Allah. Hukum taurat diberikan untuk menguji mereka, untuk membuktikan bahwa mereka tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk melakukannya.

B.

Allah Mengaruniakan Tabernakel dengan Keimaman dan Segala Jenis Kurban Persembahan kepada Umat Israel

Allah bukan hanya memberikan hukum taurat kepada umat Israel, Allah juga mengaruniakan kepada mereka tabernakel dengan keimaman dan segala jenis kurban persembahan agar mereka bisa menyembah Dia, melayani Dia, mengontaki Dia, dan mengambil bagian di dalam-Nya sebagai kenikmatan mereka (Kel. 25—Im. 27). Tabernakel, keimaman dan kurban-kurban persembahan semuanya melambangkan Kristus. Kristus adalah tabernakel, keimaman kita dan kurban-kurban persembahan kita. Melalui Dia, kita menyembah Allah, melayani Allah, dan mengambil bagian di dalam Allah, sebagai kenikmatan kita.

C.

Allah Berjanji kepada Umat Israel Bahwa Dia Akan Berinkarnasi melalui Mereka untuk Menjadi Kristus Mereka

Di dalam dispensasi ini, Allah berjanji kepada umat Israel bahwa Dia akan berinkarnasi melalui mereka untuk menjadi Kristus mereka (Yes. 7:14; 9:6-7).

D.

Allah Berjanji kepada Umat Israel Bahwa Kristus Akan Datang kepada Mereka sebagai Segala Sesuatu Mereka

Selain itu, Allah berjanji kepada umat Israel bahwa Kristus akan datang kepada mereka sebagai segala sesuatu mereka dan sebagai sentralitas dan universalitas dari ekonomi Allah bagi kebangunan mereka dan bagi pemulihan alam semesta ini (Mik. 5:2-6; Mzm. 2:6-7; Mal. 3:1; 4:2; Hos. 6:2; Yes. 2:2-4; 11:6-10; 65:17-25).

E.

Allah Berjanji kepada Umat Israel Bahwa Dia Akan Mencurahkan Roh-Nya ke atas Semua Daging

Sebagai bagian lainnya dari hubungan-Nya dengan manusia, Allah berjanji kepada umat Israel bahwa Dia akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua daging (Yl. 2:28-29, 32a). Ini adalah untuk menghasilkan umat pilihan Allah di dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya—gereja.

F.

Allah Berjanji kepada Umat Israel Bahwa Dia Akan Mengadakan Perjanjian dengan Mereka untuk Menggarapkan Diri-Nya sendiri ke dalam Mereka

Terakhir, Allah berjanji kepada umat Israel bahwa Dia akan mengadakan perjanjian dengan mereka untuk menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam mereka untuk menjadi hayat mereka, hukum hayat mereka, dan segala sesuatu mereka (Yer. 31:31-34).

Ayub dan teman-temannya mungkin hidup di zaman Abraham. Namun, pada waktu itu kitab Pentatuk Musa belum ditulis. Memang mereka telah menerima beberapa wahyu ilahi dari nenek moyang mereka secara lisan. Namun, yang mereka terima dari nenek moyang mereka itu paling-paling hanya bisa mencapai tingkatan wahyu di dalam zaman Abraham. Karena itu, di dalam perdebatan mereka mengenai hubungan Allah terhadap manusia, tidak ada petunjuk yang menunjukkan bahwa mereka telah menerima wahyu ilahi melampaui perkara-perkara seperti penghakiman Allah dan perhatian Allah terhadap manusia karena kurban bakarannya. Dan mereka tidak membicarakan satu perkataan yang menyiratkan sesuatu mengenai Kristus dan Roh Allah. Mereka berada di dalam tahap primitif dari wahyu ilahi.