SEORANG YANG BERADA DI DALAM ROH
Pembacaan Alkitab: Why. 1:10; 4:2; 17:3; 21:10
Pembicaraan Ayub, pembicaraan ketiga temannya dan pembicaraan Elihu semuanya benar-benar kekurangan melatih roh untuk mengontaki Allah. Mereka tidak berdoa, dan mereka tidak memiliki persekutuan dengan Allah atau satu sama lain di dalam roh. Meskipun mereka adalah orang-orang yang saleh, tetapi mereka tidak datang berkumpul untuk berdoa melalui melatih roh mereka untuk menjamah Allah. Bukannya melatih roh mereka, mereka malah melatih pikiran mereka untuk menyusun puisi dan membuat satu pameran tentang pengetahuan mereka. Di dalam perkara ini, Elihu mengikuti teladan orang-orang yang lebih tua daripadanya dan berbicara dengan cara yang sama. Karena itu ia mengatakan, “Dengarkanlah aku, akupun akan mengemukakan pendapatku” (32:10). Seperti yang telah kita tunjukkan, Elihu adalah seorang yang penuh dengan pengetahuan baik dan jahat. Ia bukan seorang yang berada di dalam roh.
DI DALAM ROH PADA HARI TUHAN
Di dalam kitab Wahyu, pada pembukaannya, Yohanes mengatakan, “Aku berada di dalam roh, pada hari Tuhan” (1:10). Di sini kata roh bukan mengacu kepada Roh Allah melainkan kepada roh insani sebagai organ bagi kita untuk merealisasi dan merespon pergerakan Allah. Hanya roh (roh kita) yang bisa memberi respon kepada Roh (Roh Allah).
Pada waktu itu Yohanes telah diasingkan ke pulau Patmos. Yohanes seorang diri, tidak memiliki gereja, sidang-sidang gereja, atau persekutuan dengan kaum saleh. Meskipun demikian, Yohanes berada di dalam roh. Ini berarti bahwa Yohanes adalah seorang yang tetap tinggal di dalam rohnya. Karena ia berada di dalam rohnya, maka ia berada di dalam realitas dari satu anggota Tubuh Kristus dan satu bagian dari manusia baru.
MELIHAT VISI DI DALAM ROH DAN MENJADI SEORANG YANG BERADA DI DALAM ROH
Ketika ia berada di dalam roh, Yohanes melihat banyak visi/penglihatan, yang menghasilkan tulisannya yang terdiri dari dua puluh dua pasal kitab Wahyu. Kitab ini tersusun dari empat visi utama: (1) visi tentang gereja-gereja (ps. 1—3); (2) visi tentang nasib dunia (ps. 4—16); (3) visi tentang Babel Besar (ps. 17—18); dan (4) visi tentang Yerusalem Baru (ps. 21—22). Yohanes berada di dalam rohnya ketika ia melihat empat visi ini (1:10; 4:2; 17:3; 21:10). Kita perlu berada di dalam roh kita untuk melihat visi demi visi di dalam kitab ini. Ini bukan hanya perkara pemahaman mental di dalam pikiran kita melainkan realisasi rohani di dalam roh kita.
Pertama, Yohanes melihat kaki-kaki pelita sebagai tanda dari gereja-gereja (1:12, 20, yang menunjukkan ekonomi Allah mengenai Tubuh Kristus. Kemudian di dalam kitab ini, ada tujuh surat kiriman kepada tujuh gereja (ps. 2—3). Di dalam tujuh surat kiriman ini, kita memiliki pembicaraan Roh itu kepada ketujuh gereja. Ini diikuti oleh pemandangan di surga (ps. 4—5), tujuh meterai (6:1—8:5), tujuh cawan (15:1—16:21). Yohanes juga melihat penghancuran Babel agamawi (17:1-8), penghancuran Babel materi dan komersil (18:1-24), perkawinan Anak Domba (19:5-10), Kristus mengalahkan dan menghancurkan Antikristus (19:11-21), pengikatan terhadap Satan (20:1-3), kerajaan seribu tahun (20:4-6), dan penghakiman takhta putih besar (20:11-15). Akhirnya, Yohanes melihat langit baru dan bumi baru dengan perampungan akhir dari ekonomi Allah, Yerusalem Baru (21:1-27). Visi-visi yang demikian datang kepadanya karena ia berada di dalam roh.
Ketika saya muda, saya sangat tertarik dalam mempelajari nubuat-nubuat di dalam kitab Wahyu. Hari ini, saya kurang tertarik di dalam nubuat-nubuat melainkan lebih tertarik dengan diterangi dengan mempertimbangkan visi-visi rohani di dalam kitab ini, khususnya visi tentang tujuh kaki pelita dan visi tentang Yerusalem Baru. Pada permulaan kitab Wahyu, kita memiliki gereja-gereja lokal sebagai kaki-kaki pelita emas; pada akhirnya, kita memiliki Yerusalem Baru sebagai kaki pelita emas yang unik, dan universal di dalam kekekalan (21:10-11, 18b, 23). Melihat visi demi visi di dalam Wahyu ini akan membantu kita untuk menjadi seorang yang berada di dalam roh.
BELAJAR UNTUK TETAP TINGGAL DI DALAM ROH KITA
Jika Anda adalah seorang yang berada di dalam roh, maka Anda akan berada di dalam roh untuk berjumpa dengan Allah, melihat Allah, dan tinggal bersama dengan Allah. Dan Allah ini adalah Roh yang telah rampung, realitas Kristus. Selain itu, bila Anda memiliki Kristus, maka Anda memiliki gereja karena Kristus adalah Kepala dari manusia baru dan gereja adalah Tubuh. Dengan demikian Anda akan menikmati gereja, Tubuh, juga Kristus, sang Kepala.
DOA-DOA YANG UNGGUL DARI SEORANG YANG BERADA DI DALAM ROH YANG BERGERAK DI DALAM PERGERAKAN TUHAN
Ketika Anda berada di dalam roh, perkara-perkara seperti gereja lokal akan datang kepada Anda, dan ini akan membuat Anda berdoa bagi situasi gereja. Doa-doa ini adalah doa-doa yang riil, dan unggul, karena Anda berdoa di dalam roh Anda dan karena di dalam roh, Anda bergerak di dalam pergerakan Tuhan. Doa Anda adalah pergerakan Tuhan di dalam Anda. Anda dan Tuhan, Tuhan dan Anda, keduanya bergerak bersama dan berdoa bersama. Ini sangat manis dan sangat berbeda dengan doa yang berasal dari tanggung jawab, kewajiban, atau beberapa jenis tugas. Ini adalah satu doa yang berada di dalam persekutuan yang manis dengan Tuhan.
Cara untuk menjadi persona yang demikian sangatlah sederhana—caranya adalah dengan berada di dalam roh kita. Saya sangat menyukai frase “di dalam roh pada Hari Tuhan.” Pertama, Yohanes berada di dalam rohnya, dan kemudian ia mendengar suara, “nyaring seperti sebuah sangkakala.” Ketika ia berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadanya, ia melihat visi tentang tujuh kaki pelita emas (Why. 1:12). Kita semua perlu belajar dari Yohanes untuk berada di dalam roh kita untuk melihat visi dan menikmati Tuhan, menikmati Tubuh, dan menikmati pembicaraan Roh itu kepada gereja-gereja.