← Daftar isi Ayub · bab 24/38

BERITA DUA PULUH EMPAT

MANUSIA BERGERAK DI DALAM PERGERAKAN ALLAH DAN ALLAH BERGERAK DI DALAM PERGERAKAN MANUSIA

Pembacaan Alkitab: Mat. 1:21-23; Yoh. 1:1, 14; Kis. 16:6-10; Why. 22:17

Di dalam berita ini, saya ingin memberikan satu perkataan lebih lanjut tentang pergerakan Allah, khususnya tentang manusia bergerak di dalam pergerakan Allah dan Allah bergerak di dalam pergerakan manusia.

PRINSIP PERGERAKAN ALLAH DI BUMI

Perjanjian Baru, satu catatan tentang pergerakan Allah, menunjukkan kepada kita bahwa Allah tidak pernah bisa bergerak di luar manusia. Di dalam permulaan dari Perjanjian Baru, Allah bergerak ke dalam manusia, mendapatkan manusia, dan menjadi seorang manusia (Mat. 1:21-23; Yoh. 1:1, 14. Ia bukan hanya bergerak sebagai Allah dan bukan hanya sebagai manusia; Dia bergerak sebagai manusia-Allah. Inilah sebabnya mengapa di dalam empat Injil, imam-imam besar, para tua-tua, ahli-ahil taurat, dan pejabat-pejabat Romawi tidak mengenal siapa Yesus ini. Mereka tidak bias memutuskan apakah aktifitas-aktifitas-Nya adalah aktifitas-aktifitas Allah atau aktifitas-aktifitas seorang manusia. Dia adalah satu misteri, karena Dia adalah Allah, juga manusia; Dia adalah manusia, juga Allah.

Anastasius, salah seorang dari bapa-bapa gereja sebermula, mengatakan mengenai Kristus, “Dia dijadikan manusia supaya kita bisa dijadikan Allah,” dan “Firman itu telah menjadi daging…agar kita, yang mengambil bagian di dalam Roh-Nya, bisa diallahkan.”Inilah prinsip pergerakan Allah di bumi. Pergerakan Allah adalah di dalam manusia dan melalui manusia. Pergerakan Allah adalah untuk menggallahkan manusia, yaitu membuat manusia menjadi Allah di dalam hayat dan sifat tetapi tentunya bukan di dalam Keallahan.

Di dalam empat Injil, Kristus hanyalah satu orang, tetapi pada hari Pentakosta, setelah kematian, kebangkitan, kenaikan dan turunnya Dia, Dia diperbesar, dan diperluas dari satu orang menjadi ribuan orang (Kis. 2:41). Sekelompok orang yang besar mulai bergerak di dalam pergerakan ilahi. Di dalam empat Injil, Allah bergerak di dalam pergerakan manusia, tetapi di dalam Kisah Para Rasul, manusia bergerak di dalam pergerakan Allah. Allah dan manusia bergerak bersama-sama. Imam-imam kepala, para tua-tua, ahli-ahli taurat, dan para pejabat Romawi tidak memahami apa yang telah terjadi kepada Petrus dan Yohanes, karena mereka mengenal mereka hanya sebagai para nelayan Galilea (4:13). Meskipun demikian, mereka harus mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang ini adalah ilahi (4:16). Ketika mereka bergerak, maka Allah pun bergerak. Akhirnya, Gamaliel, seorang guru besar, menasehati Mahkamah Agama, pengadilan tertinggi orang Yahudi mengenai para rasul, sambil mengatakan, “Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti bahwa kamu melawan Allah” (5:38-39).

ORANG-ORANG KRISTEN ITU MISTERIUS KARENA MEREKA BERGERAK DI DALAM PERGERAKAN ALLAH DAN ALLAH BERGERAK DI DALAM PERGERAKAN MEREKA

Orang-orang Kristen sejati itu misterius dan tidak bisa dipahami oleh orang-orang yang tidak percaya. Kita orang-orang Kristen adalah satu misteri karena kita bergerak di dalam pergerakan Allah, dan Allah bergerak di dalam pergerakan kita. Allah dan kita, kita dan Allah, bergerak bersama-sama. Orang-orang dunia hanya mengenal bagian insani dari kita—merka tidak menyadari bahwa kita juga memiliki satu bagian ilahi. Bagian ilahi ini, yang terlibat dalam pergerakan kita di dalam pergerakan Allah dan pergerakan Allah di dalam pergerakan kita, adalah Roh yang rampung sebagai perampungan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung.

ALAM ETIKA DAN ALAM ALLAH

Ayub menuntut sesuatu di dalam alam etika, tetapi kita, orang-orang Kristen pada hari ini menuntut sesuatu di dalam alam Allah. Yang sedang kita lakukan itu adalah satu misteri, dan misteri ini adalah Allah Tritunggal yang telah rampung sebagai Roh yang menghuni kita, bergerak bersama dengan kita, dan bahkan bergerak di dalam kita.

ROH ITU DAN KITA ADALAH SATU

Kita bukan sekadar menjadi satu dengan Roh itu, melainkan juga kita dan Roh itu adalah satu. Ini diilustrasikan oleh pergerakan rasul Paulus dan sekerja-sekerjanya di dalam Kisah Para Rasul 16. Mereka dilarang oleh Roh Kudus untuk berbelok ke kiri ke Asia (ay. 6), dan mereka tidak diizinkan oleh Yesus untuk berbelok ke kanan ke Bitinia (ay. 7). Ini menunjukkan arah yang lurus bagi pergerakan mereka. Kemudian Paulus menerima satu visi tentang seorang Makedonia, dan setelah mempertimbangkan visi itu, Paulus dan sekerjanya menyimpulkan bahwa Allah memanggil mereka untuk memberitakan injil kepada orang-orang Makedonia (ay. 10). Ini adalah satu gambaran yang menakjubkan dari seorang yang bergerak di dalam pergerakan Allah, yaitu gambaran dari manusia dan Allah yang bergerak bersama-sama.

TIDAK MENGAMBIL TINDAKAN APA PUN DI LUAR ROH YANG ALMUHIT ITU

Kita tidak boleh mengambil tindakan apa pun di luar dari Roh yang almuhit itu. Kita tidak boleh menghadapi situasi apa pun atau memenuhi kebutuhan apa pun di luar dari Roh itu. Bila Dia bergerak, maka kita bergerak; bila kita bergerak, maka Dia bergerak. Kita perlu mempraktekkan hal ini di dalam kehidupan pernikahan kita. Jika Anda damba untuk mengatakan sesuatu kepada pasangan Anda, maka Anda harus menunggu sejangka waktu, sampai Anda memiliki jaminan bahwa pembicaraan Anda itu adalah pergerakan dari Roh itu.

Kita perlu belajar untuk tidak melakukan hal-hal terlalu cepat. Bertindak secara terburu-buru adalah penghidupan dari seorang keturunan Adam. Orang-orang yang hidup secara demikian itu cepat berbicara, bertindak, dan menanggulangi orang lain. Kita harus ingat bahwa, sebagai orang-orang Kristen, kita bukanlah satu-satunya orang-orang yang bergerak. Sebaliknya, kita sedang bergerak di dalam pergerakan Seseorang dan Seseorang itu sedang bergerak di dalam pergerakan kita. Kehidupan semacam ini adalah satu susunan dari gereja. Kehidupan semacam ini memelihara Tubuh Kristus tetap berada di dalam kondisi yang hidup. Namun, bila tidak bergerak di dalam pergerakan Roh itu dan tidak memiliki Roh itu di dalam pergerakan kita, maka itu akan membawa kematian masuk ke dalam gereja.

Wahyu 22:17 tidak mengatakan bahwa Roh itu berbicara bersama dengan mempelai perempuan itu; melainkan, ayat ini mengatakan, “Roh itu dan pengantin perempuan itu mengatakan…” Keduanya berbicara bersama-sama. Ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh sekadar berbicara dengan Roh itu; kita dan Roh itu harus berbicara bersama-sama. Jika demikian kasusnya, maka pembicaraan kita akan menjadi hidup dan penuh dengan pengaruh. Cara yang harus kita ambil pada hari ini adalah cara bergerak di dalam pergerakan Roh itu dan memiliki Roh itu bergerak di dalam pergerakan kita.