KATA PENUTUP
Dalam dua puluh delapan berita yang lalu, kita telah membahas tujuh belas pasal terakhir Kitab Imamat. Tujuh belas pasal ini membentuk bagian kedua dari kitab ini. Sekarang, dalam kata penutup ini, saya mau membicarakan enam hal yang adalah butir utama dalam Imamat 11—27.
KEADAAN KITA
Imamat ini 11—15 menyingkapkan keadaan kita. Menurut pasal-pasal ini, kontak kita dengan orang lain mungkin najis, dan sumber kita, asal usul kita, adalah kenajisan. Selain itu, keadaan kita adalah orang kusta, dan apa pun yang keluar dari kita sebagai lelehan adalah najis. Ini adalah keadaan kita seperti yang dengan jelas disingkapkan kepada kita dalam pasal 11 sampai 15.
PENEBUSAN KRISTUS
Butir utama kedua adalah penebusan Kristus. Kitab Imamat tidak menggunakan kata penebusan, melainkan pendamaian. Penebusan Kristus, pendamaian-Nya, telah membereskan masalah-masalah kita dan membawa kita kembali kepada Allah. Kita bukan hanya telah ditebus kembali kepada Allah dan dibawa ke hadirat-Nya, kita telah dibawa ke dalam Allah sendiri. Sekarang kita ada di dalam Allah Tritunggal yang telah rampung sempurna, dan di sini, di dalam Dia, kita memiliki kenikmatan yang penuh.
MENIKMATI KEKAYAAN ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH
MELALUI PROSES DAN RAMPUNG SEMPURNA
Setelah dibawa kembali kepada Allah dan masuk ke dalam Allah melalui penebusan Kristus, kita sekarang dapat menikmati segala kekayaan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna. Ini sepenuhnya diwahyukan dalam Imamat 23, yang membicarakan tujuh hari raya untuk kenikmatan kita atas segala kekayaan Allah kita. Hanya di dalam Allah sendiri kita baru memiliki kenikmatan atas kekayaan-Nya. Melalui menikmati kekayaan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna, kita menjadi ekspresi-Nya. Ini berarti kita menjadi Tubuh Kristus sebagai perbesaran Kristus untuk mengekspresikan Kristus.
TAHUN YOBEL
Kenikmatan kita atas kekayaan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna membawa kita kepada butir keempat, tahun Yobel. Tahun Yobel adalah perampungan dan kesimpulan kenikmatan kita atas kekayaan Allah Tritunggal dalam Allah sendiri. Ketika kita menikmati Allah Tritunggal dalam segala kekayaan-Nya dan ketika kita memiliki kenikmatan ini dalam Allah Tritunggal sendiri, kita akan mencapai tahun Yobel, yang akan ada selama-lamanya.
TIGA BUTIR PENTING
Butir kelima adalah kita menyadari bahwa ada tiga butir yang sangat penting bagi kita.
Allah Adalah Sasaran Unik Kita
Allah sendiri harus menjadi sasaran unik kita, tujuan unik kita. Terpisah dari Dia, kita seharusnya tidak memiliki sasaran apa pun. Kita seharusnya tidak mencari segala sesuatu selain Allah. Sasaran kita adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses, lengkap, dan rampung sempurna menjadi kenikmatan kita yang penuh.
Menghormati Pekerjaan Allah yang Lengkap
Kita semua perlu menghormati pekerjaan Allah yang lengkap, pekerjaan yang Allah rampungkan untuk kepentingan (kebaikan) kita dan untuk perhentian kita. Pekerjaan Allah telah dirampungkan, dan ini telah dirampungkan untuk perhentian kita. Karena itu, kita perlu menerima diri Allah dan pekerjaan-Nya untuk kepentingan kita.
Pekerjaan Allah telah menghasilkan, dan hasil ini adalah perbesaran-Nya, perluasan-Nya. Perbesaran ini adalah Tubuh Kristus, yang adalah perbauran Allah Tritunggal yang telah melalui proses dengan umat pilihan dan tebusan-Nya sebagai satu kesatuan. Kesatuan ini adalah tempat tinggal Allah, perwujudan Allah, dan ekspresi Allah. Akhirnya, ini akan menjadi manifestasi Allah dalam kekekalan.
Menaati Allah
Berdasarkan fakta memiliki Allah sebagai sasaran yang unik dan menerima pekerjaan lengkap-Nya, kita menaati Allah. Menaati Allah secara sederhana berarti seiring dengan Allah. Menaati Allah adalah setuju dengan semua apa adanya Dia dan apa yang Dia rampungkan. Ketika kita menaati Allah, kita menyetujui Allah dan pekerjaan-Nya. Kita juga menyetujui hasil pekerjaan Allah, yang adalah perbesaran-Nya. Ketika kita menyetujui Allah dan beriringan dengan Dia, secara spontan kita menaati Dia, dan melalui menaati Dia kita menerima berkat-Nya yang kaya.
BERNAZAR
Akhirnya, kita perlu melihat bahwa ada keperluan untuk mereka yang mau dan dapat menikmati Allah, menikmati pekerjaan Allah, dan menikmati hasil pekerjaan Allah. Jika kita mau menjadi orang yang menikmati Allah, pekerjaan Allah, dan hasil pekerjaan Allah, kita perlu merespons kedambaan Allah dengan bernazar. Respons kita untuk kedambaan Allah supaya kita menjadi penikmat-penikmat-Nya tidak seharusnya biasa-biasa saja, melainkan harus khusus. Ini berarti kita harus bernazar. Kita perlu membuat nazar yang dalamnya kita memberi tahu Allah bahwa kita akan menikmati Dia menurut apa yang diwahyukan dalam Kitab Imamat. Kita harus memberi tahu Dia bahwa kita ingin menikmati Dia melalui menghormati Dia, menghargai pekerjaan-Nya, dan menanggapi hasil pekerjaan-Nya. Ini adalah nazar untuk menikmati Allah Tritunggal yang telah melalui proses, lengkap, dan rampung sempurna. Allah Tritunggal ini diwujudkan dalam Kristus, dan Kristus adalah satu dengan Tubuh-Nya, yang adalah ekspresi-Nya.
Kita semua perlu menghormati Allah, pekerjaan-Nya, dan hasil pekerjaan-Nya, seiring dengan Dia, dan menjadi orang yang menikmati Dia. Untuk ini, kita harus merespons Allah dengan bernazar. Apakah Anda mau melakukan ini? Mari kita semua bernazar demikian hari ini.
?