PERKATAAN PERINGATAN (3)
Pembacaan Alkitab: Im. 26:21-46
Menurut perkataan peringatan dalam Imamat 26, orang-orang yang taat akan diberkati (ayat 3-13), tetapi orang-orang yang tidak taat akan dihukum, supaya mereka bertobat (ayat 14-39). Penghukuman ini ada lima tingkatan. Seperti telah kita lihat, tingkat pertama adalah ancaman teror tiba-tiba (kekejutan, ayat 14-17). Teror ini terdiri atas mendatangkan batuk kering serta demam dan juga dikalahkan oleh musuh-musuh. Penghukuman pada tingkat kedua adalah perkara dihajar tujuh kali lipat, dengan langit dibuat seperti besi, tidak memberikan hujan, dan tanah dibuat seperti tembaga, tidak akan memberikan hasilnya (ayat 18-20). Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat penghukuman pada tiga tingkat lainnya (ayat 21-39) dan kemudian pertobatan bangsa itu dan pengingatan akan Allah (ayat 40-45).
C. Pada Tingkat Ketiga—Mendatangkan Malapetaka Tujuh Kali Lipat
Hukuman pada tingkat ketiga mendatangkan malapetaka tujuh kali lipat (ayat 21-22).
1. Malapetaka-malapetaka
“Jikalau hidupmu tetap bertentangan dengan Daku dan kamu tidak mau mendengarkan Daku, maka Aku akan makin menambah hukuman atasmu sampai tujuh kali lipat setimpal dengan dosamu” (ayat 21). Malapetaka-malapetaka ini melambangkan masalah di antara kaum beriman dalam gereja (1Kor. 1:11; 2Kor. 12:20).
2. Binatang Liar Memunahkan Anak-anak Bangsa Itu
dan Melenyapkan Ternak Mereka, Mengurangi Jumlah Bangsa Itu
dan Menjadikan Jalan-jalan Mereka Sunyi
“Aku akan melepaskan kepadamu binatang liar yang akan memunahkan anak-anakmu dan yang akan melenyapkan ternakmu, serta membuat kamu menjadi sedikit, sehingga jalan-jalanmu menjadi sunyi” (ayat 22). Ini melambangkan bahwa dalam gereja, orang yang ganas (Kis. 20:29) akan bangkit untuk menelan kaum beriman dari hasil hayat mereka, memunahkan milik rohani mereka, mengurangi jumlah mereka, dan menggersangkan komunikasi mereka.
D. Pada Tingkat Keempat—Dipukul Tujuh Kali Lipat
Hukuman pada tingkat keempat adalah perkara dipukul tujuh kali lipat.
1. Mendatangkan Pedang
“Dan Aku akan mendatangkan ke atasmu suatu pedang, yang akan melakukan pembalasan oleh karena perjanjian itu” (ayat 25a). Ini melambangkan bahwa dalam gereja akan ada peperangan di antara saudara-saudara. Peperangan di antara saudara-saudara adalah tanda penghukuman Allah.
2. Melepas Penyakit Sampar
“Bila kamu berkumpul kelak di kota-kotamu, maka Aku akan melepas penyakit sampar ke tengah-tengahmu” (ayat 25b). Ini melambangkan bahwa dalam gereja akan ada beberapa jenis penyakit rohani yang menular. “Kuman-kuman” dari penyakit ini menyebar terutama melalui gosip dan perkataan sia-sia.
3. Menyerahkan Bangsa Itu ke Dalam Tangan Musuh
“Dan kamu akan diserahkan ke dalam tangan musuh” (ayat 25c). Ini melambangkan bahwa kaum beriman dalam gereja akan direbut musuh. Selama sejarah saya dalam hidup gereja, saya telah melihat hal demikian terjadi beberapa kali.
4. Memusnahkan Persediaan Makanan, Dikembalikan dengan Timbangan Tertentu,
Bangsa Ini Tidak Menjadi Kenyang
“Jika Aku memusnahkan persediaan makananmu, maka sepuluh perempuan akan membakar roti di dalam satu pembakaran. Mereka akan mengembalikan rotimu menurut timbangan tertentu, dan kamu akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang” (ayat 26). Ini melambangkan bahwa dalam gereja suplai rohani akan diputus, dikurangi habis-habisan, sehingga tidak ada kepuasan bagi kaum beriman. Kita juga telah melihat ini terjadi dalam hidup gereja. Dalam gereja tertentu ada periode waktu yang lama ketika tidak ada menyaluran suplai makanan rohani. Sebagai akibatnya, gereja ini menderita kelaparan.
E. Pada Tingkat Kelima—Dihajar Tujuh Kali Lipat Lagi
Dalam penghukuman pada tingkat kelima bangsa itu didisiplinkan tujuh kali lipat lagi (ayat 27-39).
1. Memakan Daging Anak-anaknya
“Dan kamu akan memakan daging anak-anakmu lelaki dan anak-anakmu perempuan” (ayat 29). Ini melambangkan bahwa gereja menjadi sangat miskin sehingga tidak dapat memuaskan anggota-anggotanya, malahan merampas suplai makanan mereka. Dalam situasi kekurangan suplai makanan demikian, sampai satu tingkat, tidak ada apa-apa untuk dimakan kecuali “anak-anak”, yaitu apa yang dihasilkan anggota-anggota gereja di masa lalu.
2. Bangkai-bangkai Mereka Akan Dilemparkan
ke Atas Bangkai-bangkai Berhala Mereka
“Dan bukit-bukit pengorbananmu akan Kupunahkan, dan segala pedupaanmu akan Kulenyapkan. Aku akan melemparkan bangkai-bangkaimu ke atas bangkai-bangkai berhalamu dan hati-Ku akan muak melihat kamu” (ayat 30). Ini melambangkan bahwa gereja-gereja yang bersifat daging menempatkan mereka sendiri sebagai bangkai-bangkai di atas sasaran selain Allah, yang mereka cari sebagai berhala-berhala dan yang Allah hancurkan. Di sini kita melihat bahwa dalam gereja yang demikian, Allah akan datang untuk memusnahkan berhala-berhala dan mereka yang menyembahnya. Dalam gereja yang demikian tidak ada apa-apa selain tumpukan bangkai.
3. Kota-kota Mereka Menjadi Reruntuhan,
Tempat-tempat Kudus Mereka Akan Dirusak,
Tidak Menghirup Bau Persembahan yang Menyenangkan Allah
“Kota-kotamu akan Kubuat menjadi reruntuhan dan tempat-tempat kudusmu akan Kurusakkan dan Aku tidak mau lagi menghirup bau persembahanmu yang menyenangkan” (ayat 31). Ini melambangkan bahwa gereja-gereja menjadi reruntuhan, penyembahan mereka dirusak, dan tidak ada kepuasan sebagai bau yang menyenangkan Allah.
4. Tanah Itu Dirusak dan Diduduki oleh Musuh Mereka
“Aku sendiri akan merusakkan negeri itu, sehingga musuhmu yang tinggal di situ akan tercengang karenanya” (ayat 32). Ini melambangkan bahwa kenikmatan gereja atas Kristus sebagai tanah yang kaya dijadikan gersang (tandus) dan dirampas oleh musuh-musuh. Dalam gereja yang demikian tidak lagi ada kenikmatan atas Kristus, sebab kenikmatan ini telah dirampas oleh musuh. Gereja yang di dalamnya hal ini terjadi adalah gereja yang telah kehilangan kenikmatan atas Kristus sampai puncaknya.
5. Diserakkan di Antara Bangsa-bangsa, Dikejar oleh Pedang yang Terhunus
“Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan menjadi reruntuhan” (ayat 33). Pedang terhunus melambangkan penghukuman mati dari Allah. Umat itu diserakkan di antara bangsa-bangsa dan dikejar oleh pedang yang terhunus melambangkan bahwa gereja diserakkan di antara bangsa kafir dan berada di bawah hukuman mati dari Allah.
6. Tanah Menikmati Sabatnya Selama Mereka Ditawan
“Pada waktu itulah tanah itu pulih dari dilalaikannya tahun-tahun sabatnya selama tanah itu tandus dan selama kamu tinggal di negeri musuh-musuhmu; pada waktu itulah tanah itu akan menjalani sabatnya dan dipulihkan tahun-tahun sabat yang belum didapatnya. Selama ketandusannya tanah itu akan menjalani sabat yang belum dijalaninya pada tiap-tiap tahun sabatmu, ketika kamu masih diam di situ” (ayat 34-35). Tanah itu menikmati sabatnya selama mereka ditawan melambangkan bahwa kenikmatan gereja atas Kristus sebagai tanah yang kaya terlantar setelah kaum beriman diserakkan di antara bangsa kafir. Sejauh ini dalam hidup gereja saya, saya belum melihat jenis situasi ini.
7. Di Negeri Musuh Mendatangkan Kecemasan dalam Hati,
Mereka Dikejar dan Lari seperti Lari Menjauhi Pedang,
Jatuh Tersandung Seorang kepada Seorang,
Binasa di Antara Bangsa-bangsa, Dimusnahkan dan Hancur Lebur di Negeri Musuhnya
“Dan mengenai mereka yang masih tinggal hidup dari antaramu, Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan angin pun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguh pun tidak ada orang yang mengejar. Dan mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat bertahan di hadapan musuh-musuhmu. Dan kamu akan binasa di antara bangsa-bangsa lain, dan negeri musuhmu akan memusnahkan kamu. Dan siapa yang masih tinggal hidup dari antaramu, mereka akan hancur lebur dalam hukumannya di negeri-negeri musuh mereka, dan karena kesalahan nenek moyang mereka juga mereka akan hancur lebur sama seperti nenek moyangnya” (ayat 36-39). Ini melambangkan bahwa gereja dalam tawanan berada di bawah penderitaan dan akhirnya dimusnahkan oleh musuh. Ini adalah kesimpulan penghukuman ilahi, penghukuman yang empat tingkatannya adalah tujuh kali lipat. Hukuman tujuh kali lipat berarti hukuman ini diperkuat.
VI. PERTOBATAN BANGSA ITU
DALAM TAWANAN DAN PENGINGATAN AKAN ALLAH
Sekarang kita sampai kepada perkara yang sangat mendorong, pertobatan bangsa itu dalam tawanan dan perihal mengingat Allah (ayat 40-45).
A. Mengakui Kesalahan Mereka, Merendahkan Diri
atas Hati yang Tidak Bersunat, dan Menerima Penghukuman atas Kesalahannya
Ayat 40-41 membicarakan umat Allah mengakui kesalahan mereka, merendahkan diri atas hati yang tidak bersunat, dan menerima penghukuman atas kesalahan mereka. Ini melambangkan bahwa gereja dalam tawanan musuh bertobat, mengaku dosa-dosanya, dan menerima hukuman Allah untuk dosa-dosanya.
B. Allah Mengingat Perjanjian-Nya dan Negeri Itu
“Maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan Yakub; juga perjanjian dengan Ishak dan perjanjian-Ku dengan Abraham pun akan Kuingat dan negeri itu akan Kuingat juga” (ayat 42). Ini melambangkan bahwa demi gereja dalam tawanan, Allah mengingat perjanjian baru-Nya dan Kristus sebagai tanah yang kaya. Sering kali ketika kita bertobat dan mengaku dosa, kita memiliki pengalaman bagaimana Allah mengingat perjanjian yang baru dan juga mengingat Kristus, yang telah diberikan kepada kita sebagai tanah kita yang kaya.
C. Meskipun Allah Menghajar, Allah Tidak Menolak Umat Itu,
Tidak Membinasakan Mereka dan Tidak Membatalkan Perjanjian-Nya dengan Mereka
“Namun demikian, apabila mereka ada di negeri musuh mereka, Aku tidak akan menolak mereka dan tidak akan muak melihat mereka, sehingga Aku membinasakan mereka dan membatalkan perjanjian-Ku dengan mereka, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka” (ayat 44). Ini melambangkan bahwa Allah, setelah menghukum gereja dengan berat, Allah tidak akan menolaknya, juga tidak akan menghancurkannya sama sekali dan tidak membatalkan perjanjian-Nya dengannya. Tidak peduli bagaimana situasinya, kita masih ada di bawah perjanjian Wasiat Baru Allah, dan kita masih memiliki bagian kita.
Pada butir ini kita harus memperhatikan bahwa Imamat 25 membicarakan anugerah Allah, yang dilambangkan oleh tahun Yobel; sedangkan pasal 26 membicarakan administrasi Allah (penghukuman, pemerintahan, kerajaan). Dalam Perjanjian Baru, anugerah Allah dibicarakan oleh ministri Paulus, dan administrasi Allah dibicarakan oleh ministri Petrus. Mengingat hal ini akan membantu kita ketika kita membaca Perjanjian Baru.
Penggenapan janji Allah kepada umat-Nya dapat dilihat dalam sejarah Israel. Pada tahun 1920-an, kami mempelajari kitab nubuat dan mengetahui janji mengenai Israel dalam Kitab Imamat dan Ulangan. Saya percaya Allah, dan juga percaya semua nubuat yang dicatat dalam Alkitab, namun saya tidak tahu bagaimana orang Yahudi dapat dibentuk menjadi satu bangsa, karena mereka telah kehilangan negeri mereka dan negeri ini diduduki oleh orang Muslim. Saya terus menanti waktu ketika orang Yahudi dapat terbentuk menjadi satu bangsa dalam negeri nenek moyang mereka, Tanah Kudus, Palestina. Tiba-tiba, pada tahun 1948, orang Yahudi kembali ke negeri nenek moyang mereka dan membentuk satu pemerintahan dan satu bangsa di sana.
Izinkan saya memberi tahu Anda kisah singkat mengenai apa yang saya ingat dari surat kabar dan buku-buku yang saya baca. Selama Perang Dunia I, Inggris kekurangan bahan kimia tertentu yang sangat penting untuk membuat amunisi. Seorang sarjana Yahudi yang tinggal di Inggris tahu bagaimana menghasilkan bahan kimia ini. Satu persetujuan dibuat antara pemerintah Inggris dengan sarjana ini bahwa jika dia membantu Inggris menghasilkan bahan kimia yang diperlukan, Inggris akan mengembalikan Palestina kepada orang Yahudi setelah perang. (Pada saat itu Palestina berada di bawah Kekaisaran Ottoman, yang bergabung dengan Jerman dalam perang). Setelah perang usai, pemerintah Inggris tidak menepati perkataannya. Liga Bangsa-bangsa, yang didominasi oleh Inggris dan Perancis, menyerahkan Libanon kepada Perancis dan negeri di sisi Sungai Yordan kepada Inggris sebagai daerah perlindungan.
Orang Yahudi sangat kecewa oleh kegagalan Inggris memegang janjinya. Saya percaya bahwa kegagalan ini bersalah kepada Allah. Sejak waktu itu, berkat Allah beralih dari Inggris kepada negara lain. Selama Perang Dunia II, Hitler membunuh enam juta orang Yahudi. Ini menggerakkan hati orang-orang Yahudi, dan mereka menyadari bahwa selama mereka tidak memiliki negeri sendiri dan pemerintahan sendiri, mereka tidak memiliki perlindungan. Saya percaya bahwa banyak doa dipersembahkan kepada Allah oleh orang-orang Yahudi ortodoks. Saya juga percaya bahwa Allah mendengar doa-doa mereka.
Pada akhir perang, Amerika Serikat mengusulkan agar orang Yahudi dikembalikan kepada negeri nenek moyang mereka. Inggris setuju, dan persiapan dibuat. Pada tahun 1948, tentara Inggris di depan orang-orang Yahudi mengusir orang-orang Palestina dari rumah-rumah mereka, dan orang-orang Yahudi masuk menggantikannya. Dengan demikian orang Yahudi kembali ke negeri nenek moyang mereka dan membentuk pemerintahan.
Ketika saya membaca hal ini dalam surat kabar di Shanghai, saya sangat terkejut. Saya melihat hidup-hidup penggenapan bagian terbesar nubuat alkitabiah. Kepercayaan saya terhadap nubuat Alkitab dikuatkan. Pada tahun 1948, orang Yahudi belum mengambil alih kota lama Yerusalem, yang masih dikendalikan oleh Yordania. Namun, pada tahun 1967, dalam apa yang disebut Perang Enam Hari, Israel mengambil alih sisa Yerusalem dan Tepi Barat Sungai Yordan.
Walaupun orang-orang Yahudi mendapatkan kembali Tanah Kudus, mereka belum sepenuhnya dan seluruhnya bertobat kepada Allah. Kebanyakan orang Yahudi masih tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Pemerintah Israel mungkin memperhatikan agama, tetapi tidak memperhatikan Allah. Saya tidak mengenal negarawan orang Yahudi yang beribadah. Namun, orang Yahudi yang beribadah memperhatikan Allah, dan beberapa dari mereka berdoa siang dan malam. Saya percaya bahwa mereka tahu Imamat 26, dan setidaknya sampai tingkat tertentu, memperhatikan perkataan ini. Allah sebenarnya ada dalam proses menjawab doa-doa mereka menurut janji-Nya. Satu petunjuk dari hal ini adalah orang Israel dapat berdiri melawan banyak negara Arab. Israel berdiri karena Allah ada di belakang mereka. Pengulangan singkat sejarah ini menyaksikan bahwa firman nubuat dalam firman kudus Allah adalah sejati. Saya telah melihat penggenapan firman ini, dan ini masih sedang digenapi hari ini. Allah adalah Allah, dan firman-Nya mengenai Israel akan digenapkan sepenuhnya. Dia akan memelihara Israel sampai kedatangan kembali Tuhan. Hari ini kita perlu mengikuti prinsip rohani dalam Imamat 26. Jika kita salah, kita harus bertobat. Kemudian kita akan menerima kembali berkat untuk kenikmatan kita.