← Daftar isi Imamat (3) · bab 15/20

PERKATAAN PERINGATAN (1)

Pembacaan Alkitab: Im. 26:1-20

Menurut pemahaman kita, kita mungkin berpikir bahwa Kitab Imamat seharusnya diakhiri dengan tahun Yobel dalam pasal 25. Namun, masih ada dua pasal lagi. Dalam pasal 26 kita memiliki perkataan peringatan, dan dalam pasal 27, kesetiaan mengenai nazar. Fakta bahwa pasal mengenai perkataan peringatan segera mengikuti pasal mengenai tahun Yobel menunjukkan bahwa mengenai tahun Yobel, kita tidak seharusnya bersorak-sorai terlalu banyak atau terlalu bergembira. Sebaliknya, kita perlu memiliki pikiran yang jernih untuk memperhatikan situasi. Untuk alasan ini, tahun Yobel, waktu sorak-sorai, diikuti oleh perkataan peringatan. Setelah ini, ada perkataan tambahan, sesuatu seperti catatan tambahan, dalam pasal 27. Dalam berita ini kita akan melihat perkataan peringatan.

Perkataan peringatan dalam Imamat 26 bukan sematamata pembicaraan manusia. Tidak. Cara, isi, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perkataan ini tidak hanya bersifat insani, tetapi juga merupakan pembicaraan ilahi. Hanya Allah yang dapat berbicara secara demikian, dan hanya Allah yang dapat menyajikan perkataan peringatan dalam cara demikian dan dengan isi demikian. Isinya benarbenar menakjubkan, penuh fakta dan nubuat.

Dalam perkataan peringatan ini kita dapat melihat nasib Israel yang murtad. Israel telah dipilih oleh Allah sejak zaman Abraham, nenek moyang generasi yang pertama. Selanjutnya Allah menebus mereka keluar dari Mesir, membawa mereka melalui padang gurun, dan menempatkan mereka di tanah permai, di mana Dia menyertai mereka. Namun, tidak lama kemudian, bangsa Israel murtad, dan dalam satu makna, Allah meninggalkan mereka. Kelihatannya Allah mengangkat tangan-Nya dari mereka dan meninggalkan mereka sendiri. Kelihatannya selama dua puluh tujuh abad tangan Allah meninggalkan umat-Nya. Sebenarnya, bukan demikian. Dalam perkataan peringatan ini ada sejenis nubuat yang menunjukkan bahwa Allah yang telah memilih Israel tidak pernah meninggalkan mereka. Belas kasihan-Nya atas mereka tidak pernah berhenti. Akhirnya, dalam belas kasihan-Nya, Allah membawa mereka kembali ke tanah nenek moyang mereka. Perkataan peringatan dalam Imamat 26 penuh pengajaran; penuh hal-hal yang perlu kita kaji dan pelajari. Namun, dalam dua berita mengenai pasal ini saya hanya dengan sederhana menyajikan butir-butir dasar, meninggalkan selebihnya untuk penerangan Roh yang saya percaya, akan berbicara kepada kalian.

I. JANGAN MEMILIKI BERHALA,

JANGAN MEMBUAT BERHALA ATAU MENYEMBAH KEPADANYA

“Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu” (26:1). Jangan memiliki berhala, jangan membuat berhala atau menyembahnya, melambangkan bahwa di samping Allah kita tidak seharusnya memiliki sasaran lain yang kita kejar, agar kita tidak kehilangan kedudukan untuk menikmati milik ilahi kita.

Kita berada dalam tahun Yobel. Namun, jika kita menuntut sesuatu selain Allah, kita bisa kehilangan kenikmatan atas tahun Yobel. Apa pun yang kita tuntut selain Allah sebagai sasaran adalah berhala. Sebagai contoh, kita mungkin mengejar satu gelar di perguruan tinggi sedemikian rupa sehingga gelar itu menjadi berhala, sasaran yang kita tuntut selain Allah. Ini tentu saja bukan berarti bahwa kita tidak perlu pendidikan yang tepat. Yang penting adalah kita seharusnya tidak membuat gelar menjadi sasaran yang kita kejar selain Allah sendiri. Kita harus memiliki satu sasaran, sasaran yang unik, Allah sebagai satu-satunya sasaran kita.

II. MEMELIHARA HARI SABAT

“Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku” (ayat 2a). Memelihara hari Sabat Allah melambangkan bahwa kita mengenal bahwa pekerjaan Allah seluruhnya telah dikerjakan oleh diri-Nya sendiri, supaya kita dapat menikmatinya, dan kita tidak perlu melakukan pekerjaan apa pun. Kita perlu belajar menikmati apa yang telah Allah rampungkan. Namun, ini adalah pelajaran yang sulit, sebab kita telah diajar untuk bekerja dan melakukan banyak hal. Butir ini mengajar kita bukan untuk bekerja tetapi menghormati, memasuki, dan menikmati apa yang telah Allah kerjakan untuk kita. Meskipun Kristus telah merampungkan segala sesuatu untuk kita, kita mungkin tidak menikmati pencapaian ini. Kita tidak menikmati apa yang Kristus rampungkan, malah terus berjerih lelah, mengesampingkan pencapaian Kristus. Ini melukai hati Tuhan. Karena itu, kita perlu belajar menerima, memandang, menghormati, dan menikmati apa yang Allah telah kerjakan dan tidak melakukan apa pun untuk diri sendiri.

III. MENGHORMATI TEMPAT KUDUS ALLAH

Umat Allah juga diperingatkan untuk menghormati tempat kudus Allah (ayat 2b). Sabat mewakili banyak makna, dan tempat kudus mewakili lebih banyak lagi. Menghormati tempat kudus Allah melambangkan bahwa kita harus menghormati semua apa adanya Allah dan apa yang telah Allah rampungkan dalam Kristus sebagai tempat tinggal, perwujudan, dan ekspresi-Nya (Yoh. 1:14; Kol. 2:9), dan dalam gereja sebagai perbesaran Kristus untuk tempat tinggal dan manifestasi kekal Allah (Ef. 2:22; Why. 21:10).

Tempat kudus dalam Imamat 26:2 menyiratkan tempat tinggal, perwujudan, dan ekspresi Allah dalam Kristus, serta tempat tinggal dan manifestasi kekal Allah dalam gereja. Namun, di antara orang Kristen hari ini hal-hal ini diabaikan, sebab banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang apa adanya Allah dalam Kristus sebagai perwujudan-Nya dan apa yang telah Allah kerjakan dalam gereja untuk membuatnya menjadi perluasan Kristus dan manifestasi Allah. Karena mengabaikan perkara ini bertentangan dengan ekonomi Allah, maka kita perlu diperingatkan untuk memperhatikannya.

IV. ORANG YANG TAAT AKAN DIBERKATI

Jika kita menerima tiga butir pertama ini sebagai aspek utama peringatan ini, kita akan menaati peringatan Allah. Dalam Imamat 26:3-13, kita melihat bahwa orang yang taat akan diberkati. Ini melambangkan bahwa kita, kaum beriman Perjanjian Baru, diberkati melalui berjalan (hidup) menurut Roh, dengan enam hasil. Sekarang kita akan membahas hasil-hasil ini.

A. Hujan Diberikan pada Masanya

“Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya” (ayat 3-4a). Hujan pada masanya melambangkan bahwa Roh itu, dilambangkan oleh hujan, diberikan kepada gereja atau orang beriman individual pada masanya. Dalam Perjanjian Lama, Allah memakai hujan, memberikan hujan awal musim dan akhir musim (Ul. 11:14; Yer. 5:24; Yoel 2:23) untuk melambangkan Roh itu. Jika kita menaati Allah dengan memperhatikan tiga perkara yang terdahulu, kita akan menikmati Roh itu sebagai hujan di atas kita.

B. Tanah Memberi Hasilnya, Orang Makan

Makanan Baru, Diam dengan Aman Tenteram

Ayat 4b-5 memberi tahu kita bahwa jika orang taat, “sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram.” Ayat 10 selanjutnya mengatakan, “Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru.” Ini melambangkan bahwa kita tinggal di dalam Kristus sebagai tanah permai kita dan menikmati kekayaan Kristus untuk kepuasan dan keamanan kita. Kepuasan dan keamanan rohani selalu menghasilkan ketaatan kita kepada peringatan Allah.

C. Damai Sejahtera Ada pada Tanah Itu,

Tanpa Ancaman Binatang Buas dan Pedang

“Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apa pun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu” (ayat 6). Ini melambangkan bahwa gereja secara normal ada dalam situasi penuh damai, tidak ada binatang buas (Kis. 20:29) atau serang-menyerang satu sama lain di antara kaum beriman.

D. Mengejar Musuh, Lima Orang Mengejar Seratus

dan Seratus Orang Mengejar Selaksa

“Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang. Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang” (ayat 7-8). Ini melambangkan bahwa gereja akan mengejar musuh-musuh dalam koordinasi Tubuh. Menurut ayat 8, lima orang akan mengejar seratus dan seratus orang akan mengejar selaksa. Dalam kasus pertama, setiap orang mengejar dua puluh orang, dan dalam kasus kedua setiap orang mengejar seratus orang. Gambaran ini menyatakan kehidupan Tubuh dan koordinasi Tubuh. Semakin besar koordinasi, semakin besar pula kekuatan pengejaran kita. Ini adalah prinsip Tubuh.

E. Beranak Cucu serta Bertambah Banyak

“Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu” (ayat 9). Beranak cucu serta bertambah banyak melambangkan bahwa gereja akan berbuah dan berlipat ganda. Kekurangan pertambahan atau pembiakan dalam gereja adalah tanda kuat bahwa di hadapan Allah kita telah salah dalam beberapa hal. Jika tidak ada buah dalam pembiakan, kita perlu menyelidiki apa yang salah.

F. Tempat Tinggal Allah di Antara Bangsa Itu

“Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengahtengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu” (ayat 11). Allah membuat tempat tinggal-Nya di antara bangsa itu melambangkan bahwa tempat tinggal Allah akan dibangun dalam gereja untuk kesenangan Allah, supaya Dia dapat tinggal di antara umat-Nya (lihat 2Kor. 6:16-18).

V. ORANG YANG TIDAK TAAT AKAN

DIHUKUM, SUPAYA MEREKA BERTOBAT

Dalam Imamat 26:14-39, kita melihat bahwa orang yang tidak taat akan dihukum supaya mereka bertobat. Ini melambangkan bahwa kaum beriman yang tidak hidup menurut Roh itu tetapi menurut daging akan menderita penghukuman, bukan hanya sekali, tetapi banyak tingkatan hukuman, supaya mereka dipaksa untuk bertobat.

A. Pada Tingkat Pertama—Ancaman Teror Tiba-tiba

Dalam Imamat 26:14-17 ada hukuman tingkat pertama. Ini adalah menetapkan teror tiba-tiba. Ini mengacu kepada ancaman akan datang dengan tiba-tiba.

1. Mendatangkan Kekejutan, Batuk Kering serta Demam,

yang Membuat Mata Rusak dan Jiwa Merana;

Kamu Akan Sia-sia Menabur Benihmu,

karena Hasilnya akan Habis Dimakan Musuh

“Maka Aku pun akan berbuat begini kepadamu, yakni Aku akan mendatangkan kekejutan atasmu, batuk kering serta demam, yang membuat mata rusak dan jiwa merana; kamu akan sia-sia menabur benihmu, karena hasilnya akan habis dimakan musuhmu” (ayat 16). Ini melambangkan bahwa kita akan sakit dalam roh dan bahkan dalam tubuh, sehingga kita kehilangan penglihatan kita dan hayat kita, dan musuh akan menikmati apa yang telah kita kerjakan dalam kesia-siaan.

2. Dikalahkan oleh Musuh dan Melarikan Diri Sungguhpun Tidak Ada Orang yang Mengejar

“Aku sendiri akan menentang kamu, sehingga kamu akan dikalahkan oleh musuhmu, dan mereka yang membenci kamu akan menguasai kamu, dan kamu akan lari, sungguhpun tidak ada orang mengejar kamu” (ayat 17). Ini melambangkan bahwa kita akan menjadi begitu lemah sehingga kita tidak dapat berdiri di hadapan musuh, tetapi akan melarikan diri dari mereka. Ini adalah gambaran gereja yang lemah karena tidak taat kepada peringatan Allah.

B. Pada Tingkat Kedua—Dihajar Tujuh Kali Lipat

Dalam ayat 18-20 ada hukuman tingkat kedua. Di sini umat Allah dihajar tujuh kali lipat. “Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikian pun tidak mendengarkan Daku, maka Aku akan lebih keras menghajar kamu sampai tujuh kali lipat karena dosamu” (ayat 18). Penghajaran demikian sangat keras.

1. Langit Dibuat seperti Besi, Tidak Memberikan Hujan

“Dan Aku akan mematahkan kekuasaanmu yang kau banggakan dan akan membuat langit di atasmu sebagai besi dan tanahmu sebagai tembaga” (ayat 19). Ini melambangkan bahwa Roh itu tidak akan datang kepada kita dari surga. Perkataan tentang langit dibuat seperti besi telah tergenap di tanah Palestina sampai setelah Perang Dunia I. Sejarah memberi tahu kita bahwa sejak perkataan ini disampaikan dan bani Israel tidak taat kepada peringatan Allah, langit di atas tanah kudus menjadi keras seperti besi, tidak memberikan hujan. Juga, karena kekeringan, humus ditiup angin. Situasi ini menggenapkan nubuat Allah.

2. Tanah Dibuat seperti Tembaga, Tidak Akan Memberikan Hasilnya

Imamat 26:19b memberi tahu kita bahwa tanah akan dibuat seperti tembaga. Ayat 20 melanjutkan, “Maka tenagamu akan habis dengan sia-sia, tanahmu tidak akan memberi hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu tidak akan memberi buahnya.” Ini melambangkan bahwa kita tidak memiliki hasil rohani untuk makanan rohani kita. Tanpa kepuasan dalam makanan, sulit untuk hidup dengan aman. Tidak memiliki makanan atau keamanan adalah akibat tidak memperhatikan peringatan Allah.