EKONOMI ILAHI DALAM INKARNASI DAN KEHIDUPAN INSANI KRISTUS BERSAMA BAPA DAN DALAM PENGANDUNGAN
DAN MINISTRI YESUS OLEH ROH KUDUS
Pembacaan Alkitab :
Yoh. 1:1, 14, 16-18; 5:43a; 6:46; 7:29;
16:27b; 8:16, 29; 16:32; 14:9-11; 10:30; 6:57a; 5:30b, 36b;
10:37; 14:24b; 10:25b; 7:18; Luk. 1:31-35; Mat. 1:18-23;
3:16-17; 12:28; Luk. 4:14, 18-19; Kis. 10:38; Ibr. 9:14
Sejauh ini kita telah membahas tiga butir utama ekonomi ilahi, perwujudan Allah, dan aliran Allah. Perwujudan Allah dan aliran Allah, keduanya adalah untuk ekonomi ilahi. Supaya Allah dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam orang-orang pilihan-Nya, Ia perlu diwujudkan dan Ia juga perlu mengalir keluar. Dalam bab ini kita ingin melihat lebih jauh bagaimana Allah diwujudkan dalam Yesus. Yesus sebagai pohon hayat adalah perwujudan Allah. Karena Allah adalah Roh (Yoh. 4:24a), Ia itu misterius dan abstrak. Tidak ada jalan bagi orang-orang untuk menghubungi Dia. Tetapi dalam hikmat Allah, Ia diwujudkan dalam seorang manusia yang bernama Yesus. Dalam sejarah manusia, ada seorang manusia di antara sekian banyak manusia dan manusia tersebut adalah perwujudan Allah. Jika kamu menjamah manusia itu, kamu menjamah Allah. Jika kamu menerima manusia itu, kamu menerima Allah. Jika kamu memiliki manusia itu, kamu memiliki Allah. Allah tidak lagi abstrak tetapi diwujudkan dalam manusia. Yesus Allah tidak lagi misterius tetapi ternyatakan, tidak lagi tidak terlihat, tetapi sekarang dapat dijamah. Hari ini Allah kita adalah Allah yang diwujudkan, di manifestasikan, serta dapat dijamah; dan Allah yang dapat dijamah ini adalah seorang manusia bernama Yesus.
Tujuan utama dari Injil Yohanes adalah untuk memperlihatkan kepada kita perwujudan Allah. Kitab itu memberi kita catatan lengkap tentang bagaimana Allah telah mewujudkan diri-Nya dalam manusia, yaitu Yesus. Yohanes menuhs Injilnya secara sederhana, namun semua butir yang terkandung di dalamnya sangat ajaib, dalam, dan misterius. Banyak ayat-ayat dalam Alkitab tidak dipelajari oleh banyak pembaca atau guru Alkitab. Banyak orang Kristen mengetahui Yohanes 3:16 sejak mereka masih muda. Tetapi berapa banyak yang tahu Yohanes 6:46 dan 5:30? Banyak ayat dalam Injil Yohanes diabaikan dan dihilangkan, tetapi kita harus sampai pada ayat-ayat ini untuk melihat perwujudan Allah dalam manusia, yaitu Yesus.
Inkarnasi Kristus adalah bersama Bapa dan kehidupan insani-Nya juga bersama Bapa. Inkarnasi-Nya mengacu kepada kelahiran-Nya dan kehidupan insani-Nya mengacu kepada hayat-Nya ketika Ia ada di bumi. Yesus sebagai perwujudan Allah dilahirkan untuk hidup di bumi, dan baik kelahiran-Nya maupun hayat-Nya di bumi adalah untuk pendispensian Allah dalam ekonomi ilahi. Pendispensian ilahi adalah faktor utama dari kelahiran dan kehidupan Yesus di bumi.
Dalam kelahiran-Nya, Yesus membawa Bapa bersamaNya. Banyak di antara kita tidak pernah menyadari bahwa ketika Yesus datang melalui inkarnasi, Ia datang bersama Bapa. Bayi kecil yang lahir di palungan itu bersama Bapa. Selanjutnya, ketika Yesus hidup di bumi, Ia selalu bersama Bapa. Ia tidak pernah sendirian. Ketika Ia berkehhng dari desa ke desa, dari Yudea ke Samaria, dari Samaria ke Galilea, Ia tidak pernah sendirian karena Bapa selalu bersama-Nya. Ia selalu bepergian bersama Bapa.
INKARNASI KRISTUS BERSAMA BAPA
Yesus sebagai Putra Allah datang dalam nama Bapa (Yoh. 5:43a). Seseorang yang bernama Tuan Smith memiliki banyak rekening bank. Jika saya pergi ke bank tersebut atas nama Tuan Smith, orang-orang yang ada di bank tersebut akan memanggil saya Tuan Smith. Berdasarkan rekening bank, Tuan Smith ada di sana. Tetapi sesungguhnya, sayalah yang ada di bank tersebut. Saya ada di sana atas nama Tuan Smith. Ketika Putra datang dalam nama Bapa, siapakah yang datang? Yesaya 9:5 mengatakan seorang Putra diberikan untuk kita, nama-Nya disebutkan orang : Bapa yang kekal. Karena saya pergi ke bank atas nama Tuan Smith, nama saya dipanggil Tuan Smith. Karena Putra datang dalam nama Bapa, nama-Nya dipanggil Bapa yang kekal. Jangan melupakan Yohanes 5:43a, di sana Tuhan Yesus mengatakan, "Aku datang dalam nama BapaKu."
Yohanes 1:1 memberi tahu kita bahwa Firman adalah Allah dan Yohanes 1:14 memberi tahu kita bahwa Firman itu telah menjadi daging. Allah menjadi daging, yaitu seorang manusia, dan Manusia ini adalah perwujudan Allah. Allah tidak lagi misterius. Sekarang Allah diwujudkan karena Ia menjadi seorang manusia. Kita harus bertanya apakah manusia Allah ini adalah Putra atau Bapa. Kita harus mengatakan bahwa Ia adalah Putra bersama Bapa. Allah menjadi daging dan Allah ini adalah Putra bersama Bapa. Ketika Allah Putra menjadi daging, Ia menjadi daging bersama Allah Bapa. Allah Putra bersama Allah Bapa menjadi daging. Pada masa lampau, kita diberi tahu bahwa ketika Putra datang untuk dilahirkan sebagai seorang manusia, Ia meninggalkan Bapa di atas takhta di surga. Tetapi Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika Putra datang, Ia datang bersama Bapa.
Yohanes 6:46 mengatakan, "Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang darl Allah, Dialah yang telah melihat Bapa." Kata depan untuk "dari" dalam ayat ini, istilah Yunaninya adalah para, yang berarti "bersama dengan" atau "di samping". John Nelson Darby menjelaskan dalam terjemahan barunya bahwa arti istilah para dalam ayat ini adalah "dari (dan) bersaina." Putra datang dari (dan) bersama Bapa. Ia bukan hanya datang dari Bapa tetapi juga bersama Bapa. Yohanes 7:29 mengatakan, "Aku kenal Dia, karena Aku datang dari Ma dan Dialah yang mengutus Aku." Dalam Yohanes 16:27 Tuhan Yesus berkata, "Aku datang dari Allah." Sekali lagi, kata dari dalam ayat ini adalah para, dan artinya adalah dari (dan) bersama Bapa mengutus Putra dan Putra datang dari Bapa. Tetapi Ia juga datang bersama Bapa.
Yohanes 6:46; 7:29; dan 16:27 memberi tahu kita, ketika Putra datang dari Bapa, Ia datang bersama Bapa. Ketika Putra datang, Ia tidak datang sendirian; Ia tidak meninggalkan Bapa di surga. Pada hari Yesus berada di rumah Simon si kusta dan Maria mencurahkan minyak yang berharga ke atas kepala Yesus (Mat. 26:6-7), Ia adalah Putra bersama Bapa. Allah diwujudkan dalam Yesus karena Yesus adalah Putra bersama Bapa. Jika Ia hanya Putra dan
meninggalkan Bapa di surga ketika Ia datang, Ia tidak akan menjadi perwujudan Allah. Tetapi Putra ada di sana bersama Bapa sebagai perwujudan Bapa, sebagai perwujudan Allah. Ia adalah Putra, Ia adalah Bapa, dan Ia adalah Allah.
KEHIDUPAN INSANI KRISTUS BERSAMA BAPA
Yohanes 8:16 mengatakan, "Dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku." Tuhan tidak seorang diri, tetapi Ia dan Bapa selalu bersama-sama. Dalam ayat 29 dalam pasal yang sama, Tuhan Yesus mengatakan, "Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku; Ia tidak membiarkan Aku sendiri." Yang mengutus bersama dengan Yang Diutus. Dalam Yohanes 16:32 Tuhan Yesus mengatakan, "Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku." Di sini ada tiga ayat yang memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus tidak pernah seorang diri ketika Ia berada di bumi, karena Bapa selalu bersama-sama diri-Nya. Ketika Ia ada di dekat danau Galilea sedang memanggil Petrus dan Yohanes, Bapa bersama diriNya. Ketika Ia sedang berbicara dengan perempuan Samaria di sumur Yakub, Bapa bersama diri-Nya. Ia selalu hidup di bumi bersama Bapa dan Ia bahkn hidup sebagai Bapa. Ia tidak pernah ditinggalkan sendirian.
Suatu hari Filipus berkata kepada Tuhan, "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami" (14:8). Jawaban Yesus kepada Filipus sungguh ajaib : "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun Engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana, engkau berkata : Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?" (14:9-10a). Tuhan memberi tahu Filipus, jika ia melihat-Nya, ia melihat Bapa. Ini disebabkan Ia ada di dalam, Bapa dan Bapa ada di dalam diri-Nya; Bapa selalu bersamaNya, dan Ia ada di sana dalam nama Bapa-Nya sebagai perwujudan Allah. Ia bukan hanya Putra tetapi juga Bapa. Perkara-perkara ini bukan hanya doktrin. Putra adalah perwujudan Allah Tritunggal sebagai pohon hayat supaya Allah Tritunggal dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam semua anak-Nya. Jadi ketika memiliki Anak, kita memiliki Bapa (1 Yoh. 2:23), dan memiliki Allah Tritunggal.
Dalam Yohanes 10:30 Tuhan Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah satu." Inilah perwujudan Allah Tritunggal. Dalam perwujudan ini ada Putra dan Bapa bahkan Allah Tritunggal, karena Allah ingin mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya. Tanpa perwujudan semacam itu, Allah akan misterius dan abstrak. Tidak seorang pun dapat melihat atau menjamah Dia. Tetapi di sini ada seorang manusia yang adalah perwujudan Allah Tritunggal. Dalam, manusia ini ada Allah Putra dan Allah Bapa. Ketika melihat manusia ini, kita melihat Allah; ketika menjamah manusia ini, kita menjamah Allah; dan sekarang kita dapat mencerap Allah. Kita dapat mencerap Allah yang misterius, abstrak, dan tidak dapat dilihat! Sekarang kita memiliki Allah! Allah ini telah didispensikan ke dalam, kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Puji Tuhan untuk ekonomi ilahi!
Dalam Yohanes 6:57 Tuhan memberi tahu kita bahwa Bapa yang hidup mengutus Dia dan bahwa Dia hidup karena Bapa. Ketika Ia hidup di bumi, Putra hidup karena Bapa. Ia hidup karena, melalui, dan oleh Bapa. Jika Ia berada di bumi, dan Bapa berada jauh di surga, tidak mungkin bagi-Nya untuk hidup karena Bapa. Tetapi karena Ia datang bersama Bapa dan bersatu dengan Bapa, Ia dapat hidup karena Bapa dan oleh Bapa. Ketika Yesus berada di bumi, Ia hidup tidak hanya oleh diri-Nya tetapi selalu oleh Bapa. Sesungguhnya Ia tidak memperhidupkan hayat-Nya; Ia memperhidupkan hayat Bapa.
Yohanes 5:30 mengatakan, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." Yesus, Putra Allah, tidak pernah berbuat apapun dari diri-Nya sendiri, dan Ia tidak pernah menuruti kehendak-Nya sendiri. Ia menuruti kehendak Bapa, dan Ia melakukan pekerjaan Bapa. Persona yang ajaib ini adalah Putra dengan/bersama Bapa. Dalam 5:36 Ia berkata, "Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku." Yesus tidak mengerjakan pekerjaan-Nya sendiri, tetapi pekerjaan yang Bapa berikan kepada-Nya untuk dilaksanakan. Yohanes 10:37 mengatakan, "Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku." Ini berarti bahwa Ia selalu melakukan pekerjaan Bapa. Putra tidak pernah melakukan pekerjaan-Nya sendiri.
Yohanes 14:24 mengatakan, "Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah daripada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku." Yohanes 10:25 mengatakan, "Yesus menjawab mereka, Aku telah mengatakan-Nya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku." Yesus tidak hanya datang dalam nama Bapa tetapi Ia juga melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya dalam nama Bapa. Yohanes 7:18 mengatakan, "Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya." Ayat ini memberi tahu kita bahwa Putra selalu mencari kemuliaan Bapa.
Dari semua ayat yang telah kami tunjukkan, kita dapat nampak bahwa Putra datang dalam nama Bapa, datang bersama Bapa, dan hidup di bumi bersama Bapa. Ia mengatakan perkataan Bapa, melakukan pekerjaan Bapa, menuruti kehendak Bapa, dan mencari kemuliaan Bapa. Ia selalu inelakukan segala sesuatu dalam nama Bapa, dan Bapa seIalu bersama diri-Nya. Lagipula Bapa selalu di dalam-Nya dan Ia selalu di dalam Bapa, sehingga Ia dan Bapa adalah matu. Sungguh menakjubkan bahwa Allah mewujudkan diriNya di dalam Yesus. Putra dan Bapa adalah satu, tetapi masih ada perbedaan antara Putra dan Bapa. Putra dan Bapa tidak terpisah karena Putra datang bersama Bapa, Putra datang dalam nama Bapa, serta Putra dan Bapa saling huni satu sama lain. Mereka benar-benar dua, tetapi keduanya adalah satu. Apa yang diwahyukan Alkitab mengenai Putra bersama Bapa berbeda dengan teologi tradisional. Dalam pemuhhan Tuhan, kita tidak ingin mengikuti ajaran tradisional apa pun, tetapi kita ingin kembali kepada Firman yang murni. Semua ayat yang telah dibahas ini mewahyukan kebenaran bahwa Putra datang dalam nama Bapa, Ia datang bersama Bapa, dan bahwa Ia selalu bersatu dengan Bapa sebagai perwujudan Allah Tritunggal untuk pendispensian Allah ke dalam diri kita.
PENGANDUNGAN DAN MINISTRI YESUS
OLEH ROH KUDUS
Putra berinkarnasi dan menempuh kehidupan insani agar Allah dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam orangorang pilihan-Nya. Ketika Putra berinkarnasi menjadi perwujudan Allah, Ia melakukannya oleh Roh. Baik pengandungan Yesus maupun ministri Yesus adalah oleh Roh Kudus. Di satu pihak, Allah berinkarnasi. Di pihak lain, Yesus dikandung dalam rahim seorang perawan dan dilahirkan oleh Roh Kudus (Mat. 1:18, 20). Ketika Yesus berumur 30 tahun, Ia keluar untuk menunaikan ministri-Nya, bekerja bagi Allah (Luk. 3:23). Roh itu turun ke atas-Nya untuk mengurapi-Nya dan memberikan kuasa kepada-Nya. Ministri Tuhan Yesus bagi Allah juga oleh Roh Kudus. Allah menjadi seorang manusia supaya Ia dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam manusia, dan Allah ini adalah tritunggal-Bapa, Putra, dan Roh. Allah dan manusia menjadi satu. Di satu pihak, Ia adalah Allah, tetapi di pihak lain, Ia juga adalah manusia. Ini adalah salah satu perkara yang paling rumit dalam Perjanjian Baru. Tetapi kita harus meluangkan lebih banyak waktu untuk memasuki misteri yang menakjubkan mengenai perbauran Allah dengan manusia ini untuk pengalaman dan kenikmatan kita terhadap Allah Tritunggal dalam penyaluran-Nya.
Pengandungan Yesus
Pengandungan seseorang selalu disebabkan oleh ayah dan ibu. Tetapi pengandungan Yesus bukan disebabkan oleh ayah jasmani dan ibu jasmani, tetapi oleh Roh Kudus dan seorang manusia perawan. Roh Kudus adalah Allah, jadi dalam pengandungan Yesus, baik Allah maupun manusia terlibat. Inilah pengandungan yang paling luar biasa dan khusus dalam sepanjang sejarah-pengandungan dari Allah bersama manusia. Dalam pengandungan manusia, hanya ada satu jenis esens --- esens insani. Tetapi pengandungan Yesus adalah dari esens ilahi dan esens insani. Yesus dilahirkan dari dua unsur-unsur ilahi dan unsur insani. Jadi Ia memiliki dua sifat-sifat ilahi dan sifat insani. Ia adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna, seorang manusia Allah. Di dalam diri-Nya, Allah dan manusia bergabung dan menjadi satu.
Sampai hari Yesus dilahirkan, belum pernah ada orang yang sedemikian, seorang yang memiliki dua esens, unsur, dan sifat untuk menjadi Allah dan manusia. Dalam Yesus, Anda dapat melihat Allah sekaligus manusia. Allah dan manusia tidak terpisah tetapi bersatu, bergabung, dan bahkan berbaur dalam persona Yesus. Allah dan manusia menjadi satu orang Juruselamat kita yang ajaib, Yesus Kristus. Banyak orang Kristen hanya mengenal bahwa seorang Juruselamat terlahir menjadi manusia tetapi tidak menyadari bahwa anak yang lahir dalam palungan ini adalah seorang Allah sekaligus manusia, memiliki esens, unsur, dan sifat ilahi maupun insani. Yesaya 9:5 memberi tahu bahwa anak yang dilahirkan untuk kita disebut Allah yang Mahakuasa. Menurut Lukas, Yesus pergi ke Yerusalem bersama orang tua-Nya ketika Ia berumur dua belas tahun (2:41-42). Ketika membaca catatan ini, kita harus menyadari bahwa anak yang berumur dua belas tahun ini adalah Allah pun manusia. Dia tersusun, terbangun dari unsur ilahi dan insani.
Aspek Esensial dan Ekonomikal dari Roh itu
Ketika Yesus berumur tiga puluh tahun, Ia mulai menunaikan ministri-Nya (Luk. 3:23). Dalam Perjanjian Lama, seorang imam harus berumur tiga puluh tahun, umur yang matang untuk melayani Allah (Bil. 4:3, 35, 39, 43, 47). Tuhan Yesus tampil pada umur tiga puluh untuk menunaikan ministri, melayani Allah, memberitakan Injil, melaksanakan ekonomi Allah. Pada zaman Yohanes pembaptis, Allah menetapkan agar semua orang Israel dibaptis. Yesus, sebagai seorang manusia, sebagai salah seorang Israel, harus dibaptis. Ia bukan perkecualian. Setelah Yesus dibaptis, tiga hal terjadi : langit terbuka, Roh Allah turun ke atasNya seperti burung merpati, dan Bapa berbicara mengenai Putra, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Mat. 3:16-17).
Kami telah menjelaskan bahwa Putra datang bersama Bapa dan bahkan Bapa ada di dalam Putra. Tetapi dalam Matius 3 tercatat bahwa setelah Putra dibaptis, Bapa berbicara dari langit. Putra dan Bapa tidak terpisah tetapi adalah satu, Putra dan Bapa sepenuhnya saling huni satu sama lain. Tetapi dalam. Matius 3, Putra berada di bumi dan Bapa berada di langit. Bagaimana kita dapat mencocokkan kedua perkara ini? Lagipula kita melihat bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus dan Roh Kudus ini sebagai unsur ilahi adalah unsur pokok Yesus. Yesus sudah memiliki Roh Kudus, tetapi Roh itu seperti burung merpati turun ke atasNya. Bagaimana kita dapat memecahkan persoalan ini?
Sebelum Roh Allah turun dan datang ke atas-Nya, Tuhan Yesus dilabirkan oleh Roh (Luk. 1:35; Mat. 1: 18, 20), hal ini membuktikan bahwa Ia sudah memiliki Roh Allah di dalam. diri-Nya. Itu adalah untuk kelahiran-Nya. Sekarang, untuk ministri-Nya, Roh Allah turun ke atas-Nya. Inilah penggenapan Yesaya 61:1, 42:1; dan Mazmur 45:7 untuk mengurapi Raja baru dan memperkenalkan Dia kepada umat-Nya.
Pengandungan-Nya adalah untuk keberadaan-Nya. Ministri-Nya adalah untuk pekerjaan-Nya. Yesus dikandung dan dilahirkan oleh Roh Kudus untuk keberadaan-Nya, tetapi supaya Dia dapat bekerja melaksanakan ministri Allah, Ia perlu persyaratan yang luar biasa. Roh Kudus yang Ia terima pada saat pengandungan-Nya adalah untuk diri-Nya, keberadaan-Nya, dan menjadi unsur persona-Nya. Ia perlu esens Roh Kudus untuk keberadaan-Nya. Esens ilahi menjadi susunan diri Yesus. Ini adalah esensial. Untuk pekerjaan-Nya, ministri-Nya, Ia perlu lebih banyak Roh Kudus; Ia perlu kuasa ilahi Roh Kudus, perlengkapan ilahi. Ini adalah ekonomikal. Esensnya (hakikinya) adalah esensial, dan kuasanya adalah ekonomikal. Secara esensial, Roh Kudus sebagai esens persona Yesus tidak pernah dapat dipisahkan dari Yesus, dan Roh Kudus dalam pengertian ini tidak pernah meninggalkan Yesus. Secara ekonomikal, Roh Kudus sebagai kuasa datang ke atas-Nya, bukan untuk keberadaan-Nya tetapi memberikan kuasa kepada-Nya untuk bekerja bagi Allah. Kuasa ini bisa datang, tinggal, atau pergi. Ketika kuasa ini datang, ia tidak menambahkan sesuatu kepada diri-Nya. Ketika kuasa ini pergi, hal itu tidak berarti bahwa diri-Nya dirusak. Kita, semua perlu mempelajari kedua aspek Roh itu untuk persona dan pekerjaan Yesus-aspek esensial dan ekonomikal.
Allah dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam diri kita bukanlah suatu perkara sederhana. Apa yang Yesus alami, juga. perlu kita alami. Kita semua perlu dilahirkan dari Roh Kudus. Inilah kelahiran kembali kita, kelahiran baru kita, sehingga kita memiliki Roh Kudus di dalam kita. Secara esensial, pada kelahiran kembali kita, kita menerima Roh Kudus, tetapi secara ekonomikal kita masih perlu Roh Kudus. Ketika saya sedang berbicara, saya perlu Roh Kudus sebagai kekuatan saya secara ekonomikal. Baptisan dalam Roh Kudus adalah satu-satunya dan telah dirampungkan di atas Tubuh Kristus lebih dari sembilan ratus tahun yang lalu (1 Kor. 12:13). Tetapi pengalaman terhadap baptisan dalam Roh Kudus sangat banyak dan terus-menerus dialami oleh semua anggota Tubuh. Pertama-tama, Petrus menerima baptisan (Kis. 1:5, 8; 2:4) dan kemudian mengalaminya terus menerus (Kis. 4:8, 31). Ini adalah bagi ekonomi Allah untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam kita.
Allah Tiga-Esa untuk Pengalaman Kita
Putra datang melalui inkarnasi bersama Bapa dan dikandung serta dilahirkan oleh Roh. Ia adalah perwujudan Allah Tritunggal untuk pendispensian diri-Nya ke dalam umat-Nya. Ketika menyeru nama Tuhan Yesus, kita tidak hanya menikmati Putra, tanpa Bapa dan tanpa Roh itu. Ini dikarenakan Putra datang untuk diwujudkan bersama Bapa dan oleh Roh. Ketika menyentuh Putra, kita menyentuh Bapa dan Roh.
Yohanes 14:23 mengatakan, "Yesus menjawab dan berkata kepadanya, Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi Dia dan Kami akan datang kepada-Nya dan diam bersama-sama dengan Dia." Kita mengira ketika kita mengasihi Tuhan Yesus, Tuhan Yesus datang kepada kita sendirian. Kita tidak pernah memikirkan bahwa Tuhan Yesus datang kepada kita bersama Bapa. Tuhan memberi tahu kita bahwa ketika kita mengasihi Dia, Bapa dan Dia akan datang untuk diam bersama kita. Kapan saja kita berkata, "Tuhan Yesus," Bapa datang dengan Putra. Bapa selalu bersama Putra, karena itu ketika kita memanggil Putra dan berkata, "Tuhan Yesus, aku cinta padaMu," Bapa datang. Kita semua perlu mengatakan, "Tuhan Yesus, aku cinta pada-Mu agar mengalami kedatangan Bapa bersama Putra untuk membuat tempat tinggal bersama kita. Lagipula ketika kita memanggil nama Putra, Bapa datang, Roh mengikuti, dan Putra tinggal di dalam kita. Anda memiliki ketiganya, tetapi ketiganya itu adalah satu. Allah Tiga-Esa adalah misteri yang menakjubkan. Ketiganya ada di sini namun satu dalam dan untuk pengalaman kita.