EKONOAH ILAHI DALAM TRANSFORMASI DAN PERTUMIBUHAN KAUM BERMAN SERTA PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS
Pembacaan Alkitab :
2 Kor. 1:21-22; 3:3, 6, 17-18;
1 Kor. 3:9-12, 16; 6:19, 17; Ef. 2:20-22; 4:13-16
Doa : Tuhan, betapa kami bersyukur kepada-Mu atas Firman tertulis-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan, bahwa pada hari-hari terakhir ini Engkau telah membukakan Firman-Mu kepada kami. Kita bersyukur kepada-Mu atas darah pembasuhan-Mu dan atas Roh pengurapan-Mu. Tuhan, kita juga bersyukur atas gereja-gereja. Kami begitu bersyukur karena Engkau berbicara dari kemah pertemuan dan kami percaya bahwa Engkau akan berbicara kepada kami lebih lanjut. Tuhan, berilah kami pikiran yang jernih, roh yang mencari, dan hati yang menerima. Bukakanlah maksud hati-Mu kepada kami, wahyukanlah ekonomi-Mu kepada kami, dan bawalah kami semua ke dalam reahtas firman-Mu agar kami terkesan dengan diri-Mu. Kami damba masuk ke dalam Engkau dan menikmati Engkau nepanjang hari. Oh Tuhan, dapatkan kemenangan. Dapatkan tempat di dalam kami semua dan kalahkan musuh-Mu. Hancurkan kuasa kegelapan, lepaskan kekayaan-kekayaanMu, dan bebaskanlah kami semua. Bagi-Mulah kemuliaan dalam gereja. Amin.
ROH RAYAT DAN ROH KUASA
Saya harap kita dapat melihat dengan jelas perbedaan antara Roh hayat dengan Roh kuasa. Perjanjian Baru menyamakan Roh Hayat dengan embusan napas (Yoh. 20:22) dan dengan air minum (1 Kor. 12:13; Yoh. 7:38-39). Roh kuasa disamakan dengan angin (Kis. 2:2) dan dengan jubah (Luk. 24:49). Mengenai Roh hayat, kita perlu menghirup Dia sebagai napas dan juga minum Dia sebagai air hidup; mengenai Roh kuasa, kita perlu mengenakan Dia sebagai seragam, dilambangkan oleh jubah Elia (2 Raja-raja. 2:9, 13-15). Berhuninya Roh hayat itu esensial untuk hayat dan kehidupan kita; pencurahan Roh kuasa itu ekonomikal untuk ministri dan pekerjaan kita.
Kita menghirup napas untuk hidup kita, tetapi angin yang kuat sebagai kuasa adalah bagi kita untuk melaksanakan pekerjaan. Air minum juga adalah untuk hidup, tetapi jubah adalah untuk penampilan luaran. Bernapas dan minum adalah perkara-perkara terpenting bagi kehidupan jasmani kita, dan hal itu mutlak sama dengan kehidupan rohani kita. Kita perlu napas rohani dan minuman rohani yang membuat kita memiliki hayat dan hidup. Angin yang bertiup dan jubah adalah bagi kita untuk bergerak, bertindak, dan melakukan sesuatu. Kita perlu kuasa dan penampilan luaran, seragam.
Pada hari kebangkitan, Roh hayat diembuskan ke dalam. murid-murid. Mereka menerima embusan napas dan mulai minum air hidup, tetapi mereka masih perlu kuasa, yaitu seragam. Lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, mereka dipenuhi dengan kuasa dari atas. Kuasa itu menjadi penampilan luaran mereka, seragam luaran mereka. Sang Kepala gereja membaptis semua orang beriman-Nya dalam satu Roh ke dalam satu Tubuh (I Kor. 12:13).
PERNYATAAN ROH ITU
Satu Korintus 12:7-10 adalah mengenai pernyataan Roh itu, yang merupakan hasil dari aspek esensial dan ekonomikal Roh itu. Secara esensial, kita menerima Roh hayat sebagai esens kita. Secara ekonomikal, Roh itu turun ke atas kita untuk merampungkan baptisan dalam Roh. Fungsi kita diha:silkan dari esens ditambah ekonomi. Kelahiran jasmani Anda bersifat esensial, dan pendidikan Anda bersifat ekonomikal. Setelah menerima pendidikan yang cukup, kita dapat melakukan banyak perkara, dan apa yang kita lakukan terhadap perkara-perkara ini adalah fungsi kita. Fungsi ini berasal dari kelahiran esensial ditambah dengan pendidikan ekonomikal kita. Dalam semua perusahaan, orang-orang berfungsi dan fungsi mereka adalah pernyataan kemampuan mereka.
Dalam 1 Korintus 12 ada pernyataan Roh. Pertama, Roh hayat melahirkan kita kembali secara esensial, dan kedua, Roh kuasa turun ke atas kita secara ekonomikal. Sekarang kita, kaum beriman, dilahirkan kembali dan diberi kuasa, sehingga dapat berfungsi. Fungsi kita adalah pernyataan Roh itu. Terima kasih pada Tuhan atas kelahiran kembali dari Roh hayat, baptisan Roh kuasa, dan pernyataan Roh itu. Roh hayat yang esensial adalah untuk kelahiran kembali dan Roh kuasa yang ekonomikal adalah untuk ekonomi Allah. Pernyataan Roh itu memerlukan kedua aspek RohRoh hayat dan Roh kuasa. Pernyataan Roh adalah melalui Roh hayat dan Roh kuasa.
Satu Korintus 12:7 mengatakan, "Tetapi kepada tiaptiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama." Hal ini adalah untuk kepentingan orang-orang lain, untuk kepentingan pembangunan gereja, bukan untuk kepentingan kita sendiri. Ayat 8 memberi tahu kita bahwa melalui Roh itu seseorang diberi perkataan hikmat dan kepada yang lain diberi perkataan pengetahuan. Perkataan hikmat adalah aspek terutama dari pernyataan Roh. Benda mati tidak pernah dapat memiliki hikmat. Komputer itu menakjubkan, tetapi tidak berhikmat. Untuk memiliki hikmat, Anda harus menjadi orang yang hidup dan perlu menjadi dewasa. Diperlukan perawakan hayat melalui pertumbuhan dalam hayat. Orang yang lebih tua biasanya memiliki lebih banyak hikmat karena hikmat berasal dari perawakan hayat, dari kematangan hayat.
Kita perlu menyadari terlebih dahulu bahwa hikmat lebih tinggi daripada pengetahuan. Dalam 1 Korintus, hikmat mengacu kepada Kristus sebagai hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah yang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi bagian kita (1:24, 30; 2:6-10). Hal-hal yang tersembunyi dalam. diri Allah adalah Kristus. Allah menakdirkan bahwa Kristus, sebagai hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah, menjadi bagian kita hari ini. Kita telah melihat bahwa Putra datang bersama Bapa dan oleh Roh untuk menyertai kita. Inilah perkataan hikmat. Hikmat lebih dalam daripada pengetahuan. Pengetahuan itu sederhana; hikmat itu dalam. Dalam sebuah sidang untuk ministri, beberapa perkataan adalah perkataan hikmat dan beberapa perkataan adalah perkataan pengetahuan. Perkataan hikmat dan perkataan pengetahuan adalah dua butir pertama dari pernyataan Roh itu.
Pada masa lalu saya telah ditanya, apakah kita. memiliki pernyataan Roh itu dalam sidang-sidang atau tidak. Yang dimaksud oleh orang-orang ini dengan pernyataan Roh itu adalah berbahasa lidah, penafsiran bahasa lidah, bernubuat, menyembuhkan penyakit, dan mengadakan mujizat-mujizat yang lain. Ketika mereka bertanya kepada saya apakah kita memiliki pernyataan Roh itu dalam sidang-sidang atau tidak, saya menunjukkan dari Firman bahwa butir-butir terutama dari pernyataan Roh itu bukan berbahasa lidah atau penafairan bahasa lidah tetapi perkataan hikmat dan perkataan pengetahuan. Dalam setiap sidang, pernyataan pertama dari Roh itu yang kita miliki adalah perkataan hikmat dan perkataan pengetahuan.
Kebanyakan mereka yang "berbahasa lidah" tahu bahwa bahasa lidah yang mereka ucapkan bukan yang sesungguhnya, namun mereka masih membicarakannya. Pada tahun 1963, penuhs artikel dalam sebuah surat kabar Pentakosta mengatakan bahwa ia memeriksa dua ratus orang yang berbahasa lidah dan setiap orang dari mereka meragukan bahwa bahasa lidah yang mereka ucapkan itu adalah asli. Lalu penulis itu mengatakan bahwa tidak usah ragu-ragu dan ia, mendorong mereka untuk terus "berbahasa lidah". Dalam sidang latihan musim panas tahun 1963 di Amerika, saya meminta seorang saudara untuk membacakan artikel ini kepada orang-orang kudus. Lalu saya bertanya, "Apakah kalian percaya bahwa keseratus dua puluh orang dari mereka yang berbahasa lidah pada hari Pentakosta mulai meragukan apa yang mereka ucapkan adalah bahasa lidah yang murni atau tidak?" Sudah jelas, tidak satu pun dari mereka meragukan hal ini. Mengapa kedua ratus orang yang berbahasa lidah itu semuanya meragukan bahasa lidah mereka? Karena bahasa lidah mereka tidak murni.
Pada tahun 1963,saya diundang untuk berbicara kepada kelompok Pentakosta di San Diego. Ketika saya berada dalam pertemuan itu, mereka mempraktekkan bahasa lidah dan penafairannya. Saya mempersekutukan bahwa kita seharusnya hanya memperhatikan Kristus yang hidup dan Ia seharusnya menjadi fokus, tujuan, sasaran, dan segala sesuatu kita. Setelah pertemuan itu, kita semua pulang; mereka memberi kami makanan kecil dan saya pergi tidur. Lalu pastor dari kelompok tersebut dan istrinya mengambil kesempatan untuk menumpangkan tangan di atas salah satu saudara yang menemani saya untuk membuatnya berbahasa lidah. Mereka menyuruhnya untuk tidak mengucapkan bahasa Cina atau Inggris tetapi mengucapkan apa saja yang ia tidak tahu. Saudara ini tidak tahu apa yang akan dikatakan karena itu dia tidak bisa berkata apa-apa. Saudara lain yang bersama kami memberi tahu saudara ini untuk mengatakan sesuatu, sehingga pastor tersebut dan istrinya tidak akan mengerti; karena jika ia tidak mengatakan sesuatu, pastor itu tidak akan membiarkan mereka pergi. Ia menasihatinya dalam bahasa Cina untuk mengucapkan beberapa kata yang tidak masuk akal agar mereka dibiarkan pergi tidur. Istri saudara ini adalah orang Cina Indonesia, dan ia telah belajar sedikit bahasa Indonesia. Ketika ia berbicara beberapa bahasa Indonesia yang tidak masuk akal, pemimpin kelompok itu dan istrinya bersukacita bahwa ia "berbahasa lidah". Keesokan harinya, saya mendengar seluruh cerita itu dan berkata kepada pastor tersebut di meja makan bahwa ia telah ditipu. Saya memberi tahu bahwa saudara yang telah ia bantu untuk "berbahasa lidah" itu sebenarnya telah mengucapkan beberapa perkataan bahasa Indonesia yang telah ia pelajari dari istrinya. Lalu saya berkata, "Saudara, tidakkah Kristus cukup untuk kita beritakan? Mengapa kita perlu memberitakan hal-hal seperti ini?"
Pemimpin lain dalam kelompok Pentakosta ini memberi tahu kami bahwa ia telah menerima karunia untuk berbicara bahasa Cina. Lalu ia mulai "berbahasa lidah," dan kami, saudara-saudara berkebangsaan Cina, tidak mengerti satu katapun yang ia ucapkan. Saya memberi tahu dia bahwa saya berbicara bahasa. Mandarin, bahasa nasional Cina, dan saudara lain yang bersama saya berbicara bahasa Kanton. Saya juga memberi tahu dia bahwa kami berdua telah mengelilingi seluruh Cina dan telah mendengar berbagai bahasa daerah, dan kami tidak dapat mengerti satu kata pun yang ia ucapkan. Ini adalah sebuah contoh dari bahasa lidah hari ini.
Dari kesembilan butir pernyataan Roh itu yang tercantum, dalam 1 Korintus 12:8-10, berbahasa lidah dan penafsirannya dicantumkan sebagai dua hal yang terakhir, karena tidak sepenting butir-butir lain untuk pembangunan gereja (14:2-6, 18-19). Dua hal ini adalah ekor, bukan kepala. Kepalanya adalah perkataan hikmat dan perkataan pengetahuan, dua butir paling atas dari pernyataan Roh itu. Dari kesembilan karunia ini dan yang dicantumkan dalam 12:28-30, bernubuat sebagai ramalan, iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa untuk mengadakan mujizat, berbahasa lidah, dan menafsirkan bahasa lidah adalab perkaraperkara yang ajaib. Semua sisanya, perkataan hikmat, perkataan pengetahuan, dan berbicara bagi Allah serta menyampaikan Allah dalam nubuat oleh nabi-nabi, membedakan bermacam-macam roh, bantuan, dan administrasi, adalah karunia-karunia yang dihasilkan oleh pertumbuhan dalam hayat seperti yang tercantum dalam Roma 12:6-8. Karunia-karunia ajaib, khususnya berbahasa lidah dan menafsirkan bahasa lidah, tidak memerlukan pertumbuhan dalam hayat sedikit pun. Orang-orang Korintus banyak berbahasa lidah, namun mereka masih tetap bayi (3:1-3). Tetapi karunia-karunia yang dikembangkan dalam hayat memerlukan pertumbuhan dalam hayat bahkan kematangan untuk pembangunan gereja.
Satu Korintus 14:4 mengatakan, "Siapa yang berkatakata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun gereja." Bernubuat terutama adalah berbicara bagi Allah dan berbicara menyampaikan Allah. Yang termasuk di sini adalah perkara ramalan, perkiraan. Ketika kita berbicara bagi Tuhan dan menyampaikan Tuhan itulah gereja baru dibangun. Bernubuat, menyampaikan Tuhan, bukan hanya membangun orang-orang kudus individu, tetapi juga gereja. Paulus terus mengatakan dalam ayat 5 bahwa ia lebih suka bahwa orang-orang percaya bernubuat karena "orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuah kalau orang tersebut juga menafsirkannya, sehingga gereja dapat dibangun."
Ayat 6 mengatakan, "Jadi saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata i dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu pernyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?" Pernyataan Allah, pengetahuan, nubuat, dan pengajaran, semuanya juga adalah perkataan hikmat atau perkataan pengetahuan. Hal ini menunjukkan sekali lagi bahwa mengucapkan perkataan hikmat dan mengucapkan perkataan pengetahuan di dalam sidang gereja adalah aspek terutama dari pernyataan Roh itu. Jika Anda tidak memiliki kadar pertumbuhan hayat, kadar kematangan, sukar bagi Anda untuk mengucapkan perkataan ini di dalam sidang-sidang. Bahkan untuk mengucapkan perkataan pengetahuan memerlukan kadar kematangan hayat. Untuk mengucapkan perkataan hikmat, Anda perlu kematangan dan pelajaran lebih banyak. Ini berarti perlu untuk mengembangkan kemampuan yang telah Anda terima pada saat kelahiran rohani. Kemampuan ini dikembangkan oleh pertumbuhan dalam, hayat. Hasid dari pertumbuhan kita dalam hayat dan kematangan hayat adalah kita dapat mengucapkan perkataan hikmat dan perkataan pengetahuan untuk pembangunan gereja.
PERTUMBUHAN DALAM HAYAT
DAN TRANFORMASI DALAM RAYAT
UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA
Kita telah dilahirkan kembali secara esensial, dan kita juga telah dibaptis secara ekonomikal. Sekarang kita ada di dalam gereja menikmati Roh itu, minum, Roh itu, berkontak dengan Roh almuhit dan sedang ditransformasi. Jika anak-anak tidak bertumbuh, mereka tidak pernah dapat ditransformasi secara metabolis. Bulan demi bulan dan tahun demi tahun, anak-anak sedang bertumbuh untuk ditransformasi. Berbicara secara rohani, kita adalah sama.
Satu Korintus 12 dan 14 berhubungan dengan pernyataan Roh itu, tetapi 1 Korintus bukan ditulis untuk tujuan ini. Satu Korintus ditulis untuk memberi jalan kepada orangorang Korintus bertumbuh. Dalam I Korintus 3, Paulus mengatakan bahwa ia menanam dan Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan (ay. 6). Hal ini berarti bahwa maksud Paulus dalam menuhs 1 Korintus bukanlah untuk mengembangkan pernyataan Roh itu. Paulus secara kbusus ingin membatasi ucapan mereka yang berlebihan dalam. bahasa roh. Ilustrasi rasul dalam 14:7-11 menunjukkan bahwa kaum beriman di Korintus menyalahgunakan berbahasa roh dengan melakukannya secara tidak masuk akal, mengucapkan "bunyi yang tidak terang" (ayat 8), "tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda" (ay. 7), "bunyi tanpa arti" (ay. 10). Mereka juga secara berlebihan menggunakannya dengan mempraktekkannya di mana saja, dengan cara spa saja, dan dalam situasi spa saja. Karena itu Paulus mengoreksi dan membatasi mereka dari penyalahgunaan dan penggunaan yang berlebihan terhadap karunia yang sedemikian kecil dengan kegunaan paling sedikit, agar mereka mencari karunia-karunia yang lebih besar dan berlimpah dalam pembangunan gereja (ay. 12).
Sasaran dari 1 Korintus adalah untuk memotivasi kaum beriman di Korintus, yang jiwani yang adalah daging, dan bersifat daging, agar menginginkan pertumbuhan dalam hayat sehingga mereka menjadi rohani (2:15; 3:1; 14:37) untuk pembangunan gereja. Beban Paulus adalah agar mereka bertumbuh. Ia memberi tahu mereka bahwa mereka adalah ladang Allah, bangunan Allah (3:9), dan sebagai ladang Allah, mereka perlu bertumbuh. Paulus menanam, Apolos menyiram, dan Allah memberi pertumbuhan. Orang-orang Korintus perlu bertumbuh dalam Roh hayat. Melalui pertumbuhan ini, mereka dapat ditranformasi menjadi emas, perak, dan batu-batu berharga (ay. 12).
Paulus memberi tabu mereka bahwa ia sebagai ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, tetapi semua kaum beriman harus membangun di atas dasar ini memperhatikan bagaimana mereka membangun, dengan kayu, rumput, dan jerami atau dengan emas, perak, dan batu permata. Kayu, rumput, dan jerami adalah barang-barang alamiah, tetapi emas, perak, dan batu permata adalah bahan-bahan yang telah ditransformasi. Kita kaum beriman adalah manusia alamiah, tetapi kita telah dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Sekarang kita perlu bertumbuh dalam hayat ini sehingga kita ditransformasi untuk menjadi emas, perak, dan batu-batu permata. Kemudian kita akan menjadi bait Allah (ay. 16-17). Dalam bait Allah ini berhuni Roh itu, bukan sebagai Roh kuasa tetapi sebagai Roh hayat. Kita harus ditransformasi dan dibangun bersama untuk menjadi bait Allah dengan Roh hayat yang berhuni di dalam kita. Bait Allah, yang adalah gereja, adalah rumah dengan material-material yang dibangun bersama dan rapi tersusun (Ef 2:21-22).
Dalam manusia alamiah, kita begitu individual sehingga kita tidak dapat menjadi satu dengan yang lain. Bahkan suami dan istri tidak dapat menjadi satu. Kita hanya dapat menjadi satu melalui pertumbuhan dan transformasi dalam hayat. Melalui pertumbuhan dan transformasi, kita dibangun bersama. Saat berhubungan dengan istri, suami perlu lebih banyak pertumbuhan dan lebih banyak transformasi. Semakin bertumbuh, ist semakin ditransformasi dalam. Roh hayat, ia semakin menjadi satu dengan istrinya. Semakin istri bertumbuh, ia semakin ditransformasi dan semakin dibangun bersama dengan suamihya. Karena kita begitu alamiah, kita memiliki keinginan sendiri, maksud sendiri, kesenangan dan ketidaksenangan sendiri, dan cara sendiri. Karena itu sungguh sukar bagi suami dan istri untuk menjadi satu. Sang suami adalah seorang yang cepat dan sang istri adalah seorang yang lambat. Bagaimana seorang yang cepat dapat menjadi satu dengan seorang yang lambat. Pada malam hari, sang suami ingin menutup jendela dan sang istri ingin membuka jendela. Apa yang seharusnya mereka perbuat? Haruskah mereka bertengkar? Keduanya perlu menyeru nama Tuhan. Ketika menyeru nama Tuhan, Roh itu bergerak di dalam kita, menyebabkan kita bertumbuh dalam hayat. Melalui pertumbuhan dalam hayat, kita ditransformasi dan menjadi satu dengan yang lain.
Di antara umat Kristen hari ini, ada banyak pertengkaran dan perpecahan. Selalu ada pertengkaran di dalam sebush pernikahan. Setelah seorang suami dan seorang istri menikah, pada akhirnya mereka bertengkar satu sama lainnya. Jika kita umat Kristen tidak berhimpun, mungkin tidak akan ada pertengkaran. Tetapi begitu berhimpun, pada akhirnya kita mulai bertengkar. Mungkin dalam tiga hari pertama perhimpunan itu, kita akan penuh pujian kepada Tuhan. Tetapi menjelang hari ketiga, pertentangan mulai muncul. Cara satu-satunya agar kita dapat menghindari situasi ini adalah melalui pertumbuhan dalam hayat, melalui ditransformasi. Jangan menaruh banyak perhatian pada pernyataan-pernyataan ajaib dari Roh itu, tetapi arahkan perhatianmu sepenuhnya kepada pertumbuhan dalam hayat untuk transformasi dalam hayat.
Kita perlu terus maju dari 1 Korintus 12 dan 14 menuju 2 Korintus. Dalam. 2 Korintus 3:3 Paulus menunjukkan bahwa kaum beriman adalah surat Kristus, "ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup; bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." Inilah penuhsan batin dalam diri kita oleh Roh hayat, bukan oleh Roh kuasa. Penuhsan batin ini bukan untuk pernyataan ajaib dari Roh itu tetapi untuk pertumbuhan dalam hayat; untuk tranformasi dalam hayat, dan untuk pembangunan gereja. Perjanjian Baru tidak menekankan kuasa Roh; sebaliknya ia menekankan hayat dari Roh itu. Perjanjian Baru tidak menekankan pernyataan ajaib dari Roh itu; sebaliknya ia menekankan penuhsan Roh itu, susunan Roh itu. Secara esensial, Roh hayat di dalam kita adalah penuhsan diri-Nya ke dalam kita, menyusun kita dengan semua kekayaan Kristus untuk membuat kita menjadi duplikat, reproduksi Kristus. Inilah transformasi bagi pembangunan gereja.
Dalam pemulihan Tuhan, kita tidak menekankan pernyataan ajaib dari Roh itu, tetapi kita menekankan hayat dari Roh itu, pertumbuhan dalam hayat, dan transformasi dalam hayat. Kita perlu bertumbuh dan ditransformasi dari hari ke hari. Untuk mengenal pertumbuhan dalam hayat dan transformasi dalam hayat, kita harus berkontak dengan Tuhan. Kita harus membuka seluruh diri kita kepada-Nya melalui menyeru nama-Nya dengan cara yang benar (2 Tim. 2:22), dengan cara menjamah Roh itu di dalam roh kita. Jika kita mempraktekkan hal ini setiap hari dan sepaniang hari, Roh hayat yang adalah Roh almuhit akan bergerak di dalam kita dan bekerja di dalam kita untuk menjamah dan menerangi kita. Ia akan sepenuhnya membeberkan segala kegagalan kita, pelanggaran, kesalahan, maksud alamiah, dan nafsu serta keinginan diri sendiri. Segala sesuatu di dalam kita yang bukan dari hayat ilahi, Roh hayat akan membongkarnya.
Dalam sorotan terang ilahi, yang adalah terang hayat (Yoh. 8:12), kita akan mengaku dosa dengan sendirinya. Kita dapat berdoa, "Tuhan, ampuni saya. Saya masih begitu egois, begitu alamiah. Saya masih hidup dalam ciptaan lama dan di dalam daging. Tuhan, saya bertobat karena tidak memperhidupkan Engkau. Ada kalanya saya memperhidupkan Engkau, tetapi tidak sepanjang waktu. Kebanyakan, saya masih hidup menurut diri sendiri. Bahkan meskipun saya tidak melakukan dosa-dosa besar apapun atau melakukan hal-hal yang buruk apapun, saya masih tidak memperhidupkan Engkau. Sayalah yang masib hidup, bukan Kristus. Saya sadar bahwa saya telah disalibkan dengan Kristus, dan tidak lagi saya yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam saya. Tetapi hal ini masih merupakan doktrin di dalam saya. Dalam kehidupan saya sehari-hari, bukan Kristus yang hidup tetapi sayalah yang hidup." Kita perlu melakukan pengakuan dosa seperti itu dari hari ke hari.
Semua orang kudus memuji Anda dan mengatakan bahwa Anda adalah seorang saudara yang baik. Tetapi Anda sadar dalam terang hayat Tuhan bahwa Anda tidak sebaik itu. Anda masih penuh dengan ego, hidup dalam hayat alamiah, dan selalu melakukan perkara-perkara secara alamiah dengan diri sendiri. Anda tidak bersandar kepada Tuhan. Setiap hari Anda perlu mengakui kegagalan Anda karena tidak memperhidupkan Kristus, Anda tidak berjalan menurut roh (Rm. 8:4). Inilah latihan yang sangat baik. Hari demi hari Anda belajar untuk berlatih berjalan menurut roh, berlatih menjadi satu roh dengan Tuhan. Siapa yang mengikatkan diri-Nya pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia (1 Kor. 6:17). Kita perlu mengaku dosa kepada Tuhan karena kita tidak satu roh dengan Tuhan secara praktis. Kita perlu memohon kepada Tuhan untuk merahmati dan menganugerahi kita kasih karunia sepanjang hari, dari pagi hingga malam, kita akan berlatih bersatu dengan Tuhan. Pada saat berlatih satu roh dengan Tuhan, kita akan bertumbuh dan ditransformasi untuk pembangunan Tubuh Kristus. Jika kita menempuh hidup sedemikian dengan berlatih menjadi satu roh dengan Tuhan dan berjalan sedemikian rupa, yaitu berjalan menurut roh, kita tidak akan pernah memiliki opini yang bersifat memecah belah. Kita tidak akan pernah bertengkar dengan saudara mana pun tetapi akan menjadi satu dengan gereja. Ke mana saja pergi dan di mana saja berada, kita akan menjadi satu dengan gereja-gereja, yang berarti bahwa kita dibangun.
Jika hari ini semua orang beriman di bumi bertumbuh, ditransformasi, dan dibangun dengan cara. demikian, betapa kuatnya kesaksian Yesus di seluruh bumi. Jika kita hidup dalam keesaan sedemikian, hal ini akan menginsafkan seluruh dunia. Itulah sebabnya Tuhan berdoa, "Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku" (Yoh. 17:21). Tetapi situasi yang kita lihat di antara orang-orang Kristen hari ini adalah perpecahan yang tidak ada habis-habisnya. Kita berusaha keras untuk memberitakan Injil kepada orang-orang dunia, tetapi kita tidak memiliki banyak pengaruh. Pemberitaan Injil kita tidak berkuasa karena kita telah kehilangan kesaksian. Kita telah kehilangan keesaan. Bukannya ada ekspresi satu Tubuh Kristus, sebaliknya ada perpecahan demi perpecahan. Itulah sebabnya kuasa tersebut hilang dan pengaruhnya yang kuat pudar. Dalam pemuhhan Tuhan, Tuhan tidak memperhatikan banyak pekerjaan yang berhubungan dengan pernyataan ajaib dari Roh itu. Tuhan ingin satu halyaitu kita semua bertumbuh dalam hayat dan ditransformasi dalam hayat untuk pembangunan tubuh Kristus. Kita tidak seharusnya menempuh jalan lain, tetapi jalan yang satu ini, yaitu memperhidupkan Kristus, berjalan menurut roh, berlatih menjadi satu roh dengan Tuhan. Dengan demikian kita akan bertumbuh setiap hari, ditransformasi setiap hari, dan dibangun menjadi satu Tubuh. Kita akan menjadi satu ke mana saja kita pergi.
Kita menikmati keesaan ilahi melalui dispensi Allah dan untuk dispensi Allah. Ketika kita hidup dalam keesaan sedemikian, Allah berkesempatan untuk mendispensikan diri-Nya lebih banyak lagi ke dalam, kita dan lebih banyak lagi ke dalam orang-orang lain. Begitu kita memperhidupkan Kristus dan berlatih menjadi satu roh dengan Tuhan, kita memberi kesempatan terbaik kepada Tuhan untuk mendispensikan diri-Nya kepada semua orang di sekitar kita, dan kita juga akan menerima lebih banyak dispensi hayat ilahi ke dalam diri kita. Melalui cara inilah gereja akan bertumbuh dan pemuhhan Tuhan akan meningkat. Kemudian Tuhan akan mendapatkan kemenangan, dan Ia akan dimuliakan.