← Daftar isi Ekonomi Ilahi · bab 12/15

EKONOMI ILAHI DALAM KRISTUS YANG MEMBAPTISKAN KAUM BERIMAN DALAM ROH ITU

KE DALAM SATU TUBUH

Pembacaan Alkitab :

Luk. 24:49; Kis. 1:5, 8; 2:1-4; 11:15, 16;

1 Kor. 12:13, 7-10, 28-31; 14:4-6, 19-25; 3:16; 6:19, 17;

2 Kor. 1:21, 22; 3:3, 6, 17, 18; Why. 1:4

Dalam Perjanjian Baru diwahyukan kedua aspek dari Roh itu - Roh hayat dan Roh kuasa. Roh hayat ada di dalam kita, sedangkan Roh kuasa ada di luar kita. Roh hayat bersifat esensial, dan Roh kuasa bersifat ekonomikal. Segala sesuatu yang bersifat ekonomikal tidak sepenting segala sesuatu yang bersifat esensial. Roh hayat datang dan mencapai kita serta masuk ke dalam kita sebagai esens ilahi, untuk menyusun kita menjadi sesuatu yang ilahi. Tetapi Roh kuasa tidak berkaitan dengan esens ilahi tetapi berkaitan dengan ekonomi. Banyak pembaca dan guru Perjanjian Baru tidak jelas mengenai Roh hayat, Roh esensial, dan Roh kuasa, Roh ekonomikal.

Dua Garis dan Dua Janji

Mengenai Roh, dalam Perjanjian Baru terdapat garis hayat dan garis kuasa. Dalam Injil Yohanes ada Roh hayat (6:63; 20:22), dan dalam surat kiriman Paulus terdapat banyak referensi tentang Roh hayat. Dalam Roma 8:2 Paulus menggunakan istilah "Roh hayat (Roh yang memberi Hidup - LAI", dan dalam 2 Korintus 3:6 dia mengatakan, "Roh yang memberikan hayat (Roh menghidupkan - LAI)."

Tetapi dalam tuhsan Lukas terdapat garis lain. Lukas 24:49 mengatakan, "Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Di sini kekuasaan mengacu kepada kuasa Roh itu. Ini bukanlah sesuatu yang di dalam tetapi di luar kita. Lukas bahkan mengilustrasikan bahwa Roh kuasa seperti sehelai baju. Kita mengenakan baju untuk tujuan tertentu. Seragam seorang polisi adalah pakaiannya. Pada saat bertugas, dia harus memakai seragamnya. Tanpa seragam sedemikian, polisi tidak memiliki otoritas. Demikian juga dengan seorang dokter yang memakai jas putihnya. Roh kuasa seperti satu seragam yang menutup kita sehingga kita bisa berfungsi. Kisah Para Rasul adalah kelanjutan dari tulisan Lukas. Dalam Kisah Para Rasul 1:5 Tuhan Yesus berkata, "Kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Inilah yang dimaksud dengan menerima kuasa dari tempat tinggi (ay. 8).

Garis hayat ada di dalam; garis kekuasaan ada di luar. Dalam Yohanes 14:16-17 Tuhan Yesus memberi tahu. muridmurid-Nya, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran." Inilah janji yang diberikan oleh Tuhan Yesus mengenai kedatangan Roh itu. Janji ini bukanlah mengenai Roh kekuasaan, tetapi Roh hayat, dan telah dipenuhi pada hari kebangkitan dalam Yohanes 20. Pada hari Pentakosta, lima puluh hari setelah hari kebangkitan, adalah penggenapan dari janji yang lain, janji dalam Yoel 2:28-32 (Kis. 2:16-21). Hal ini ditunjukkan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 24:49. Penggenapan dalam Kisah Para Rasul 2 pada hari Pentakosta merupakan penggenapan janji Allah Bapa dalam Perjanjian Lama. Dalam Yoel 2 janji Allah Bapa adalah mengenai Roh itu sebagai kuasa untuk membuat orang mampu bernubuat, melihat visi, dan bermimpi. Ini tidak berhubungan dengan hayat.

Garis Sentral dari Wahyu Mengenai Roh itu

Roh hayat, bukan Roh kuasa, adalah garis sentral dari wahyu mengenai Roh itu. Hayat seseorang tentu saja lebih inti dan penting daripada pakaiannya. Anda dapat memakai dan menanggalkan pakaian Anda, tetapi Anda tidak dapat memakai hayat Anda dan kemudian menanggalkannya. Demikian juga Roh hayat bersifat esensial; Roh kuasa tidak bersifat esensial. Entah kita memiliki Roh kuasa atau tidak, kita masih tetap hidup karena kita memiliki Roh hayat. Roh hayat penting bagi susunan dan diri saya dan amat sangat vital. Tetapi Roh kuasa tidak begitu esensial, melainkan hanya ekonomikal. Janji Tuhan dalam Yohanes 14 mengenai Roh hayat adalah untuk membuat kita hidup, melahirkan kita kembali. Dengan Roh ini kita telah dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah, dan dengan Roh hayat ini kita adalah anak-anak Allah. Inilah esens kita; hal ini sangat penting bagi manusia rohani kita dan vital bagi susunan rohani kita. Tanpa Roh hayat, kita tidak dapat menjadi anak-anak Allah; kita tidak akan pernah dilahirkan kembali dan tidak mungkin tersusun secara rohani.

MENERIMA ROH KUDUS

SECARA ESENSIAL DAN EKONOMIKAL

Sesuai dengan ekonomi Allah, baptisan dalam Roh Kudus masih diperlukan. Baptisan bukanlah kelahiran kembali. Kita tidak boleh mencampur adukkan baptisan dengan kelahiran kembali seperti yang dilakukan oleh beberapa kaum imani hari ini- Pada hari kebangkitan, Tuhan Yesus menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b). Pada petang hari, Dia datang kepada para murid dan mengembusi mereka sambil berkata, "Terimalah Roh Kudus" (Yoh. 20:22). Pada waktu itulah murid-murid menerima Roh Kudus. Tetapi lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, Roh itu masih turun ke atas diri mereka.

Tuhan Yesus telah dikandung dan dilahirkan dari Roh Kudus (Mat. 1:18). Karena Dia dilahirkan dari Roh Kudus, tentu saja Dia memiliki Roh Kudus secara esensial. Tetapi setelah pembaptisan-Nya, Roh Kudus turun ke atas-Nya secara ekonomikal (Mat. 3:16). Hal ini sama dengan yang dialami oleh para murid. Pada hari kebangkitan, Roh Kudus masuk ke dalam mereka dan mereka menerima Roh Kudus secara esensial bagi keberadaan dan diri rohani mereka. Namun setelah lima puluh hari, Roh Kudus turun ke atas mereka secara ekonomikal sama seperti Roh Kudus hinggap di atas Tuhan Yesus setelah pembaptisan-Nya.

Beberapa orang Kristen terbiasa bertanya kepada orang lain, "Sudahkah Anda menerima Roh Kudus?" Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, saya hendak bertanya dua hal lagi. Pertama saya akan bertanya, "Sebelum Tuhan Yesus dibaptis, sudahkah Dia menerima Roh Kudus?" Kemudian saya akan bertanya, "Sebelum hari Pentakosta, sudahkah semua murid itu menerima Roh Kudus?" Beberapa orang akan menjawab bahwa murid-murid tersebut sebelum hari Pentakosta tidak menerima Roh Kudus; Roh Kudus turun ke atas mereka pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2. Tetapi dalam Yohanes 20, pada hari kebangkitanNya, Tuhan datang dan mengembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus."

Beberapa orang berkata bahwa ini hanyalah suatu demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa dan demonstrasi itu digenapi lima puluh hari kemudian pada hari Pentakosta pada saat Roh itu datang. Dalam menanggapi hal ini, kita perlu mempertimbangkan kasus Petrus. Dalam keempat kitab Injil, dia banyak membuat kesalahan; tetapi dalam Kisah Para Rasul 1, Petrus menjadi begitu rohani. Dia tahu bagaimana harus menjelaskan ayat-ayat Alkitab, dan dia memimpin seratus dua puluh orang untuk berdoa bersama-sama dengan sehati selama sepuluh hari (ay. 13-22). Hanya beberapa minggu sebelum waktu ini murid-murid itu bertengkar satu dengan yang lain (Mat. 20:20-24), tetapi sekarang mereka dapat berdoa bersama-sama dengan sehati bahkan di bawah ancaman orang-orang Yahudi. Mereka tidak mempedulikan ancaman orang-orang Yahudi. Mereka memegang perkataan Tuhan untuk tinggal lebih lama di Yerusalem dan mereka berdoa bersama-sama dengan sehati, tidak hanya untuk satu kali sidang doa, tetapi selama sepuluh hari. Jika mereka tidak memiliki Roh itu di dalam mereka, bagaimana mereka dapat melakukan hal ini? Hal itu tidak akan mungkin terjadi. Inilah suatu bukti yang kuat bahwa sebelum hari Pentakosta, dalam Kisah Para Rasul 1, mereka telah memiliki Roh itu di dalam mereka. Inilah Roh esensial, Roh hayat. Dalam Kisah Para Rasul 1, Petrus dan seratus dua puluh murid sungguh-sungguh rohani. Mereka mutlak di dalam Roh, dan batin mereka penuh dengan Roh itu. Karena itu mereka dapat menjadi satu dan mereka dapat berdoa bersama-sama dengan sehati selama sepuluh hari. Ini sungguh menakjubkan. Mereka melakukan hal ini bukan dengan diri mereka sendiri tetapi dengan Roh hayat. Kapan Roh hayat masuk ke dalam mereka? Roh hayat masuk pada hari kebangkitan dalam Yohanes 20:22.

Murid-murid memiliki hayat di dalam mereka, tetapi mereka masih belum memiliki kuasa. Mereka telah minum air hayat, tetapi mereka tidak memiliki seragam yang layak. Minum air adalah esensial; mengenakan seragam adalah ekonomikal. Anda bisa minum di dapur Anda, tetapi ketika keluar untuk menemui saya, Anda tidak bisa datang tanpa pakaian yang layak dan pantas. Minum air adalah esensial bagi Anda untuk bertahan hidup, tetapi untuk mengenakan pakaian yang pantas adalah ekonomikal bagi Anda untuk bertemu dengan seseorang. Pada hari kebangkitan, murid-murid mulai minum "air", tetapi mereka tidak memiliki kuasa dari tempat tinggi yang menyelubungi mereka. Mereka semua telah menerima Roh Kudus, mereka semua telah didahirkan kembali, dan mereka semua telah menjadi anak-anak Allah. Namun mereka belum menjadi satu Tubuh. Mereka masih anak-anak Allah yang individu. Sekarang, sesuai dengan ekonomi Allah, Allah harus menaruh semua putra-Nya bersama-sama untuk membaptiskan mereka ke dalam Roh Allah menjadi satu Tubuh. Inilah baptisan dalam Roh Kudus.

BAPTISAN DALAM ROH KUDUS

Memerima Roh hayat ke dalam Anda berarti dilahirkan kembali dari Roh hayat. Itu bukanlah baptisan dalam Roh Kudus. Kelahiran kembali adalah oleh Roh hayat untuk melahirkan kita kembali, membuat kita menjadi anak-anak dan putra-putra Allah, tetapi baptisan adalah menaruh kaum beriman oleh Tuhan sebagai sang Kepala ke dalam satu Roh ini untuk membuat mereka menjadi satu Tubuh. Karena itu 1 Korintus 12:13 mengatakan, "Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." Kaum beriman Yahudi maupun kaum beriman bukan Yahudi di waktu lampau, masa kini, atau masa yang akan datang, semuanya dibaptis satu kali untuk selama-lamanya ke dalam satu Tubuh.

Dalam ayat ini Paulus memberi tahu bahwa baptisan tersebut sudah terjadi. Untuk mengetahui kapan baptisan ini terjadi, Anda harus mempelajari Alkitab secara teliti. Hanya ada dua kejadian yang disebut sebagai baptisan dalam Roh Kudus - pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2 dan di rumah Kornehus dalam Kisah Para Rasul 10. Dalam Kisah Para Rasul 1:5 Tuhan Yesus berkata, "Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Hal ini terjadi pada hari Pentakosta. Dan sesudah itu Petrus diundang ke rumah Kornelius untuk memberitakan Injil (10:1-48). Ketika Petrus sedang berbicara, Roh Kudus turun ke atas keluarga kafir ini. Dalam Kisah Para Rasul 11:15-17 Petrus melaporkan kepada kaum beriman Yahudi apa sesungguhnya yang terjadi pada hari Pentakosta di rumah Kornelius. Hanya kedua kejadian inilah, yaitu pada hari Pentakosta dan di rumah Kornelius, yang merupakan baptisan dalam Roh Kudus. Inilah kedua bagian dari satu baptisan yang lengkap dalam Roh Kudus. Bagian pertama adalah membaptis semua kaum beriman Yahudi. Jika Anda adalah seorang kaum beriman Yahudi, Anda harus menyadari bahwa Anda telah dibaptis dalam Roh Kudus oleh sang Kepala, Tuhan Yesus, pada hari Pentakosta bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Sebaliknya, semua kaum beriman bukan Yahudi telah dibaptis dalam Roh Kudus di rumah Kornelius. Melalui kedua kejadian ini, seluruh baptisan dalam Roh Kudus seluruhnya telah tergenapi (I Kor. 12:13). Inilah fakta yang telah rampung. Tuhan Yesus telah mati bagi semua orang yang berdosa sekali untuk selamanya hampir dua ribu tahun yang lalu. Jika dua ratus kaum imani baru akan diselamatkan besok, Tuhan Yesus tidak perlu datang untuk mati bagi mereka lagi. Dengan prinsip yang sama, semua kaum beriman, kaum beriman Yahudi, dan kaum beriman bukan Yahudi, telah dibaptis sekali untuk selamanya di dalam Roh Kudus untuk menjadi satu Tubuh. Ini telah dilakukan oleh Kristus yang bangkit, sang Kepala yang terangkat.

Jika beberapa orang datang untuk bertanya kepada Anda apakah Anda telah menerima baptisan Roh Kudus, Anda harus dengan yakin menjawabnya bahwa Anda telah menerima-Nya. Jika Anda seorang saudara berkebangsaan Yabudi, Anda bisa berkata, "Pada hari Pentakosta ketika Petrus dibaptis, saya menerima baptisan dalam, Roh Kudus." Jika Anda bukan seorang Yahudi, Anda bisa mengatakan, "Saya telah menerima baptisan dalam Roh Kudus bersama dengan Kornelius." Kapan Tuhan Yesus mati bagi Anda? Ia mati pada dua ribu tahun yang lalu, meskipun Anda bahkan belum dilahirkan. Demikian pula 1 Korintus 12:13 memberi tahu kita bahwa kita semua, kaum beriman Yahudi dan bukan Yahudi, telah dibaptis dalam. Roh Kudus. Kita menjadi jatuh pada enam ribu tahun yang lalu. Kita ditebus pada dua ribu tahun yang lalu. Kemudian, tak lama sesudah itu, kita dibaptis dalam Roh Kudus. Sebelum kita lahir, semua ini telah terjadi dan segala sesuatu telah dirampungkan. Sekarang kita telah dilahirkan ke dalam berkat ini.

Kita tidak memerlukan Kristus mati bagi kita sekali lagi. Demikian juga kita tidak perlu dibaptis oleh sang Kepala sekali lagi. Dia telah mati bagi kita sekali untuk selamanya dan Dia telah membaptis kita sekali untuk selamanya. Sekarang kita hanya mengatakan, "Amin! Tuhan Yesus, Dikau telah mati bagiku. Amin! Tuhan Yesus, Dikau telah membaptisku dalam Roh. Amin!" Inilah kabar gembira, Injil. Yesus telah mati bagiku dan Kristus telah membaptisku. Saya tidak perlu melakukan apapun kecuali mengatakan, "Amin!" Alkitab memberi tahu kita bahwa Yesus telah mati untuk kita, tetapi Alkitab memberi tahu kita lebih lanjut bahwa Kristus telah membaptis kita ke dalam satu Tubuh. Hal ini bukanlah aspek esensial tetapi aspek ekonomikal. Jika Kristus tidak pernah membaptis kita, kita masih tetap diselamatkan dan masih tetap menjadi anak-anak Allah. Petrus dan murid-murid yang lain dibaptis pada hari Pentakosta dalam Kisah Para Rasul 2, tetapi sebelum waktu itu mereka tetap diselamatkan.

MASALAH BERBAHASA LIDAH

Pada awal tahun 1900, aliran Pentakosta datang ke Amerika Serikat dan menyebar ke Pantai Barat tempat sebuah sidang sedang berlangsung di Azusa Street di Los Angeles. Kemudian muncul dua aliran doktrin. Yang satu agak lunak, mengatakan bahwa jika Anda tidak berbahasa lidah, Anda belum memiliki baptisan Roh Kudus. Sebaliknya, aliran yang lebih keras mengatakan bahwa tanpa baptisan Roh Kudus yang disertai dengan bahasa lidah Anda tidak dapat dilahirkan kembali. Aliran Pentakosta ini menjadi terpecah belah. A.B. Simpson berada di antara para pemimpin tersebut. Karena dia tidak sependapat dengan ajaran-ajaran ini, dia keluar dan mendirikan The Diristian and Missionary Alliance. Orang-orang yang tersisa dalam golongan yang agak lunak itu mendirikan Sidang Jemaat Allah.

Sejak waktu itu di Amerika Serikat, banyak kaum Pentakosta percaya bahwa jika Anda tidak berbahasa lidah, Anda belum menerima baptisan Roh Kudus. Bagi beberapa orang, hal ini juga berarti bahwa Anda belum dilahirkan kembali. Tetapi saya sangat yakin bahwa saya telah dilahirkan kembali pada tahun 1925, meskipun pada saat itu saya belum berbahasa lidah. Demikian pula banyak orang kudus yang tidak pernah berbahasa lidah jugs, telah dilahirkan kembali. D.L. Moody, C.H. Spurgeon, dan John Nelson Darby tidak pernah berbahasa lidah. Martin Luther juga tidak berbahasa lidah. Meskipun tidak berbahasa lidah, semua tokoh ini telah dilahirkan kembali. Hudson Taylor, pendiri Diina Inland Mission, juga tidak berbahasa lidah, tetapi Anda tidak dapat mengatakan bahwa dia tidak dilahirkan kembali. Banyak pembicara besar dari perhimpunan Keswick tidak pernah berbahasa lidah, tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka belum dilahirkan kembali. Tidak ada ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa jika saya belum dibaptis dalam. Roh itu dan tidak pernah berbahasa lidah, saya belum dilahirkan kembali.

Pada tahun 1936, kita mengira ada sesuatu dalam pergerakan Pentakosta yang berasal dari Tuhan dan merasakan bahwa kita seharusnya tidak sempit tetapi harus tetap terbuka terhadap mereka. Kita, pergi ke sidang-sidang mereka dan meluangkan beberapa waktu untuk mengamatinya. Semakin memperhatikan mereka, saya semakin ragu apakah mereka berbahasa lidah dengan sebenarnya.

Istilah Yunani untuk lidah dalam. Kisah Para Rasul 2:4 adalah glossa, sedangkan istilah Yunarii untuk dialek adalah dialektos, istilah ini digunakan dalam ayat 6 dan 8. Dalam Kisah Para Rasul pasal dua, kedua istilah ini dapat dipertukarkan. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa lidah yang dituturkan pastilah suatu dialek, bahasa yang dapat dimengerti, bukan hanya suatu suara atau bunyi yang diucapkan oleh lidah. Tetapi, seperti yang saya perhatikan, mereka yang berbahasa lidah, semuanya mengeluarkan suara-suara yang bukan suatu dialek. Suatu dialek tidak hanya terdiri atas beberapa bunyi-bunyian seperti yang diucapkan oleh orang-orang yang berbahasa lidah ini. Ketika saya bertanya kepada seorang pemimpin Amerika dari pergerakan ini, dengan menggunakan Alkitab Interlinear berbahasa Yunani, dia tidak dapat memberikan saya. satu jawaban yang memadai. Hal ini sangat mengecewakan. Dia adalah pemimpin top dalam gerakan Pentakosta di Cina dan mengerti bahasa Yunani, tetapi dia tidak dapat menjelaskan bagaimana pembicaraan semacam ini bisa menjadi sebuah dialek.

Dalam suatu sidang Pentakosta itu, seseorang dapat berbahasa lidah hanya dengan menggunakan empat suku kata dalam ucapannya. Yang lain menafsirkannya bagi dia dengan mengatakan, "Umatku, waktunya sudah dekat. Aku akan datang segera. Berjaga-jagalah dan berdoalah. Bergairahlah, kasihilah satu dengan yang lain, dan beritakanlah Injil." Pada hari berikutnya, mereka semua akan berhimpun, dan orang yang sama akan berbahasa lidah lagi, menggunakan ucapan yang sama dengan malam sebelumnya. Tetapi, pada malam ini, yang lain menafsirkannya bagi dia dengan mengatakan, "Umatku, gereja di sini perlu sebuah gedung yang besar. Anda semua yang memiliki uang seharusnya menyumbangkannya untuk membangun gedung. Tuhan akan memberkati Anda." Pada hari ketiga, saudara itu berbahasa lidah lagi dengan cars. yang sama, dan orang yang lain akan menafsirkannya dengan cara ketiga. Yang berbeda. Seorang ahli bahasa dapat memberi tahu Anda bahwa ucapan sederhana dari empat suku kata ini sama pada tiap-tiap malam itu. Tetapi ada tiga tafsiran yang berbeda untuknya. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa lidah semacam ini tidaklah murni, tetapi semuanya merupakan ucapan yang dibuat oleh manusia.

Tidak ada dialek sesungguhnya yang hanya terdiri atas empat atau lima suku kata. Pembicaraan sedemikian, seperti yang dipraktekkan dalam sidang-sidang Pentakosta, hanyalah sebuah bunyi yang dibuat oleh lidah. Ketika orang-orang Jepang berbahasa lidah dengan cara ini, mereka melakukannya dengan aksen Jepang. Ketika orang Cina berbahasa lidah seperti ini, mereka melakukannya dengan aksen Cina. Demikian juga orang Meksiko berbahasa lidah dengan aksen Meksiko. Saya tidak menentang berbahasa lidah yang murni seperti yang dikatakan dalam Alkitab. Perihal berbahasa lidah ada di dalam Alkitab, tetapi tidak seperti praktek berbahasa lidah yang dilakukan hari ini. Bahasa lidah dalam Alkitab pastilah suatu bahasa daerah yang dapat dimengerti dan penuh arti. Dalam hal ini, kita seharusnya kembali kepada Firman yang murni, karena hari ini ada pengaruh yang sedemikian, yang mengganggu orang-orang yang mencari Allah.

MENERIMA BAPTISAN DALAM ROH KUDUS

DENGAN MEMPERHIDUPKAN IMAN

Kita harus menerima baptisan dalam Roh Kudus dengan memperhidupkan iman. Jika kita benar terhadap Tubuh Kristus, kita berada pada posisi untuk menerima baptisan dalam Roh Kudus. Kita seharusnya menyadari bahwa hal ini sudah dirampungkan dan sekarang ada pada Tubuh Kristus. Sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus yang memehhara hubungan yang benar dengan Tubuh, kita berhak mendapatkannya melalui melatih iman yang hidup. Kita harus menerimanya sama seperti kita menerima nilai kematian penebusan Tuhan. Kita tidak menerimanya menurut perasaan kita ataupun segala macam penglihatan. Kita menerima penebusan Tuhan secara sederhana melalui percaya dan Tuhan menghargainya. Ketika kita percaya kepada fakta yang rampung dari kematian Tuhan bagi dosa-dosa kita, Roh Kudus dengan diam-diam menghargai iman kita; pengampunan atas dosa-dosa dan hayat kekal dibagikan kepada kita, dan kita memiliki damai sejahtera, dan sukacita yang di dalam. Kita hanya percaya akan apa yang Tuhan rampungkan sesuai dengan yang diberitakan kepada kita dalam Wasiat itu (Perjanjian Baru). Wasiat itu juga memberi tahu kita bahwa baptisan dalam Roh Kudus dirampungkan di atas Tubuh Kristus dan sedang menunggu untuk kita terima. Kita yang berhubungan secara, benar dengan Tubuh Kristus seharusnya dengan sederhana menerima hal dengan memperhidupkan iman. Jika kita sungguhsungguh di hadapan Tuhan, Dia akan menghargai iman kita dan kita akan mengalaminya.