← Daftar isi Daniel (4) · bab 8/17

BERITA DELAPAN

KEMENANGAN GENERASI MUDA DARI UMAT ALLAH YANG MEROSOT ATAS TIPU MUSLIHAT SATAN YANG LEBIH LANJUT

(6)

ATAS TIPU MUSLIHAT YANG MENGHALANGI KESETIAAN PARA PEMENANG DALAM MENYEMBAHAN TERHADAP ALLAH

Pembacaan Alkitab: Dan. 6

Daniel 6 adalah sangat penting karena memperlihatkan kepada kita bagaimana Allah melaksanakan ekonomi-Nya bersama umat-Nya bagi kedatangan Kristus. Allah damba melaksanakan ekonomi-Nya, tetapi manusia perlu berdoa bagi ekonomi-Nya di bumi. Allah melaksanakan ekonomi-Nya di bumi melalui menjadi saluran doa-Nya yang setia. Strategi Satan adalah menghalangi doa yang adalah bagi pergerakan Allah. Maka, inti pasal ini adalah doa manusia untuk melaksanakan ekonomi Allah.

Pergerakan Allah seperti sebuah kereta api yang harus memiliki rel-rel bagi pergerakannya. Doa manusia seperti rel-rel yang membuka jalan bagi berjalannya pergerakan Allah. Tidak ada jalan lain untuk membawa ekonomi Allah ke dalam kepenuhan dan ke dalam penggenapan kecuali oleh doa. Inilah kedalaman rahasia dari pasal ini.

I. PENINGGIAN DANIEL SEBAGAI SEORANG PEMENANG DALAM PENAWANAN DARI UMAT ALLAH

DI MEDIA PERSIA

Daniel 6:1 mengatakan, “Darius, orang Media, menerima pemerintahan (kerajaan) ketika ia berumur enam puluh dua tahun.” Berkenanlah dia mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya (orang Persia meminjam kata yang berarti “pelindung-pelidung kerajaan”), mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan (6:2). Daniel di angkat oleh raja Darius menjadi seorang dari tiga pejabat tinggi atas seratus dua puluh wakil raja (Ay. 3). Daniel melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya (ay. 4). Pada saat ini, Daniel bukan lagi seorang muda pemenang tetapi telah menjadi seorang tua pemenang, dia mungkin telah mendekati usia seratus tahun.

II. TIPU MUSLIHAT SATAN YANG MENYERANG DANIEL

MENGENAI MENYEMBAHAN TERHADAP ALLAH

Dalam ayat 5 sampai 10 kita nampak tipu muslihat Satan yang menyerang Daniel mengenai penyembahan terhadap Allah.

A. Kepala Pelayan dan Wakil Raja,

bersama Para Pejabat Tinggi Kerajaan,

Mendakwa Bersama-sama

Pejabat tinggi dan para wakil raja iri hati kepada Daniel, “mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan kepadanya” (ay. 5). Karena itu, pejabat tinggi dan para wakil raja, bersama para pejabat tinggi mendakwa bersama-sama supaya raja mengeluarkan suatu penetapan dan ditetapkan suatu larangan, agar siapa saja yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa (ay. 6-8). Mereka memohon kepada raja, mengatakan, “Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali” (ay. 9). Maksud pejabat tinggi dan para wakil raja adalah untuk menghancurkan Daniel, tetapi Satan, yang ada dibelakangnya, ingin menghentikan atau menyingkirkan saluran doa Allah yang digunakan bagi melaksanakan ekonomi-Nya.

B. Raja Darius Menanda Tangani Surat Perintah

Raja Darius menanda-tangani surat itu, yaitu, surat perintah, untuk mengesahkannya (ay. 10).

III. KESETIAN DANIEL DALAM MENYEMBAH ALLAH

Ayat 11 mewahyukan kesetiaan Daniel dalam penyembahan terhadap Allah. “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia kerumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Dia telah membaca nubuat Yeremia yang menubuatkan bahwa bangsa Israel akan melayani raja Babel selama tujuh puluh tahun (9:2b; Yer. 25:11). Berdiri pada firman ini, Daniel harus berdoa banyak kali bagi penggenapan nubuat ini dan bagi kembalinya tawanan. Dia berdoa, dia tidak akan membiarkan sesuatu menghentikan atau menghalangi doanya. Dia tahu bahwa doanya adalah untuk melaksanakan ekonomi Allah mengenai umat-Nya. Karena itu, doanya adalah satu perkara yang serius.

Hari ini, doa adalah garis kehidupan dalam pemulihan Tuhan. Semakin Satan mencoba untuk menghalangi doa kita, semakin kita harus berdoa.

IV. TUDUHAN DARI PENENTANGNYA

Pejabat tinggi dan para wakil raja itu bergegas masuk dan menemukan Daniel sedang berdoa dan memohon kepada Allahnya (Dan. 6:12). Ketika mereka menghadap dan berbicara kepada raja mengenai surat perintahnya, mengatakan, “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya (permohonannya)” (ay. 14). Ketika raja mendengarnya, sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya (ay. 15). Namun, para penentangnya mempengaruhi raja (ay. 16).

V. DANIEL MENDERITA PENGANIAYAAN

Mengetahui bahwa surat perintah itu tidak dapat diubah, raja memerintahkan, dan para penentang melemparkan Daniel ke dalam gua singa (ay. 17a). Raja merespon dan berkata kepada Daniel, “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau” (ay. 17b). Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa (ay. 18). Ketika raja meninggalkan tempat itu dan berpuasalah ia semalam-malaman itu, ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur (ay. 19).

VI. ALLAH MEMBEBASKAN DANIEL

Dalam ayat 20 sampai 25 kita nampak Allah membebaskan Daniel. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan kemudian ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?” (ay. 21). Daniel menjawab, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, kerena ternyata aku tak bersalah terhadap-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan” (ay. 23). Hanya seperti Tuhan tidak memadamkan api bagi ketiga teman Daniel, Dia juga tidak membunuh singa-singa bagi kepentingan Daniel. Malahan, Dia mengatupkan mulut singa itu, membuat giginya tidak ada pengaruh. Raja sangat bersukacita dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya (ay. 24).

Setelah Daniel dikeluarkan dari gua itu, raja memberi perintah mengenai para penentang. Mereka yang telah melemparkan Daniel, mereka dilemparkan ke dalam gua singa-singa bersama istri-istri dan anak-anak mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka (ay. 25).

VII. KEMENANGAN ALLAH ATAS SATAN

DALAM PENYEMBAHAN TERHADAP ALLAH DI BUMI

Ayat 26 sampai 29 mewahyukan kemenangan Allah atas Satan dalam penyembahan terhadap Allah di bumi, bahkan dalam kerajaan orang Kafir, melalui pemenang dalam penawan umat-Nya yang kalah.

A. Raja Darius Menulis kepada

Semua Rakyat, Bangsa, dan Bahasa

mengenai Allah Daniel

Raja Darius menulis kepada semua rakyat, bangsa, dan bahasa yang tinggal di seluruh bumi, membuat perintah bahwa dalam semua kekuasaan kerajaannya orang-orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel. “Dialah Allah yang hidup, / Yang kekal untuk selama-lamanya; / Perintah-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. / Dia melepaskan dan menolong, / Dan mengadakan tanda dan mujijat / Di langit dan di bumi, / Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkraman singa-singa” (ay. 27-28).

B. Daniel Berkedudukan Tinggi dalam

Pemerintahan Darius dan dalam Pemerintahan Koresy Orang Persia itu

Pasal enam disimpulkan dengan mengatakan bahwa Daniel mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pemerintahan Koresy, orang Persia itu (ay. 29).

Kemenangan Daniel atas tipu muslihat yang menghalangi kesetiaan pemenang dalam penyembahan terhadap Allah adalah langkah terakhir dari kemenangan atas tipu muslihat Satan. Tanpa pemenang ini, Allah akan sepenuhnya dikalahkan oleh Satan, sehingga tidak mendapatkan sesuatu di atas bumi.

Selama zaman Nimrod dan Babel, kedambaan Allah juga dihalangi, tetapi Dia ada jalan dengan mendapatkan Abraham menjadi penyembahnya (Kis. 7:2; Kej. 12:1-3, 8). Setelah Abraham sampai di Kanaan, dia membangun mezbah, dan inilah yang menyukakan Allah. Allah dapat bermegah kepada Satan dan berkata, “Lihat, Satan, Aku masih memiliki paling tidak seorang penyembah. Saatnya tiba ketika keturunan penyembah ini akan menjadi satu kerajaan imam untuk menyembah Aku dan melayani Aku.” Akhirnya, sebagai hasil Abraham, bait bagi menyembah Allah dibangun di Yerusalem.

Ketika Satan mengutus Nebukadnezar untuk menghancurkan kota kudus dengan baitnya agar mengambil penyembah dan pelayan Allah, ini kelihatannya Allah dikalahkan dan kedambaan, penyembah, dan pelayan-Nya di bumi dihancurkan. Namun di bawah kedaulatan Allah, empat orang muda dipilih oleh Nebukadnezar untuk tinggal di istana raja menjadi pemenang memperhatikan penyembahan dan pelayanan Allah. Allah memiliki empat pemenang yang hidup di istana setiap hari, namun mereka mutlak bersatu dengan Allah. Ini adalah mempermalukan Satan dan meninggikan Allah. Allah dapat memberitahu Satan, “Satan, kamu pikir bahwa penyembah dan pelayan-Ku di atas bumi akan dihabisi? Lihatlah pada pemenang-Ku. Aku memiliki empat pemenang yang menyembah Aku dan melayani Aku di istana Nebukadnezar.” Hari ini, selama ada beberapa pemenang di bumi, tidak peduli berapapun jumlahnya, Allah tetap memiliki alasan untuk bermegah. Ketika Allah melihat para pemenang hari ini berdiri pada tumpuan gereja, Dia akan bahagia dan suka cita.