← Daftar isi Daniel (4) · bab 7/17

KEMENANGAN GENERASI MUDA DARI UMAT ALLAH YANG MEROSOT ATAS TIPU MUSLIHAT SATAN

YANG LEBIH LANJUT

(5)

ATAS KETIDAKTAHUAN AKIBAT PESTA PORA DI HADAPAN ALLAH DAN MENGHINA KEKUDUSAN-NYA

Pembacaan Alkitab: Dan. 5

Daniel 5 adalah kelanjutan pasal 4. Pasal lima meliput kemenangan generasi muda dari umat Allah yang merosot atas ketidaktahuan akibat pesta pora di hadapan Allah dan menghina kekudusan-Nya. Apa yang Daniel catat dalam pasal ini berdasarkan pada pandangan rohani bagi pelajaran-pelajaran rohani. Pasal lima mengikuti pasal empat untuk memberikan kepada kita satu pandangan yang jelah tentang pelajaran-pelajaran rohani.

I. PESTA PORA BELSYAZAR DI HADAPAN ALLAH

DAN AKIBATNYA UNTUK KEKUDUSAN-NYA

Daniel 5:1-4 menggambarkan pesta pora Belsyazar di hadapan Allah dan akibatnya untuk kekudusan-Nya.

A. Mengadakan Perjamuan yang Besar bagi Seribu Para Pembesarnya

Belsyazar (seorang keturunan Nebukadnezar dan seorang raja Babel) mengadakan perjamuan yang besar bagi seribu para pembesarnya, dan dia minum anggur di hadapan mereka (5:1). Di sini kita nampak pesta pora Belsyazar di hadapan Allah. Pesta pora adalah satu kegemaran dalam makan dan minum untuk tujuan berzina.

B. Menitahkan Orang untuk Membawa Perkakas dari Emas dan Perak yang telah Diambil Nebukadnezar Ayahnya dari dalam Bait Suci di Yerusalem

Belsyazar, di bawah mengaruh anggur, menitahkan orang untuk membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil Nebukadnezar, ayahnya dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya para pembesarnya, para istri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu (ay. 2-4). Mereka mengambil perkakas-perkakas yang mana bagi penyembahan Allah dalam Bait Suci-Nya di Yerusalem dan digunakan mereka dalam penyembahan berhala. Ini menghina kekudusan Allah.

II. TULISAN OLEH TANGAN UTUSAN ALLAH

Ayat 5 sampai 9 membicarakan tulisan oleh tangan utusan Allah.

A. Jari-jari Tangan Manusia Menulis pada Kapur Dinding Istana Raja

Pada akhir acara itu ketika mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa mereka, tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian (ay. 5a).

B. Raja menjadi Pucat dan Pikiran-pikirannya Menggelisahkan Dia

Ketika Belsyazar melihat punggung tangan yang sedang menulis itu, raja menjadi pucat dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia (ay. 5b-6). Sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. Dia adalah seorang yang ketakutan dan bahkan tidak damai untuk minum, tidak damai untuk melanjutkan pesta poranya.

C. Raja Berseru dengan Keras

untuk Memanggil Para Ahli Jampi,

Para Kasdim, dan Para Ahli Nujum

Raja berseru dengan keras untuk memanggil para ahli jampi, para Kasdim, dan para ahli nujum. Dia berkata kepada orang bijaksana di Babel, “Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberi tahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga” (ay. 7).

D. Semua Orang Bijaksana dari Raja

tidak Sanggup Membaca Tulisan

dan tidak Sanggup Memberikan

Maknanya kepada Raja

Semua orang bijaksana dari raja tidak sanggup membaca tulisan dan tidak sanggup memberikan maknanya kepada raja (ay. 8). Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar. Dia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat (ay. 9).

III. PENAFSIRAN DANIEL MENGENAI

TULISAN DI DINDING

Dalam ayat 10 sampai 29 kita memiliki penafsiran Daniel mengenai tulisan di dinding.

A. Daniel Dipuji, Dipanggil, dan

Dibawa Menghadap Raja

Daniel dipuji, dipanggil, dan dibawa menghadap raja (ay. 10-16). Permaisuri memuji Daniel, mengatakan bahwa dia memiliki roh yang luar biasa, pengetahuan, kepandaian, menafsirkan mimpi, menyingkapkan perihal yang tersembunyi, dan menguraikan kekusutan. Dia selanjutnya mengatakan. “Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberi tahu maknanya!” (ay. 12b).

B. Jawaban Daniel kepada Raja

Raja memberi tahu Daniel bahwa bila dia dapat menafsirkan tulisan itu dan memberi tahu maknanya, dia akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan ia akan berkuasa sebagai orang ketiga dalam kerajaan. Dalam jawabannya kepada raja, Daniel berkata, “Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku” (ay. 17).

Sebelum membaca tulisan dan menafsirkannya, Daniel mengingatkan Belsyazar tentang pengalaman Nebukadnezar yang dicatat dalam pasal empat. Daniel menganggap apa yang terjadi pada Nebukadnezar sebagai satu pelajaran bukan saja bagi Nebukadnezar tetapi juga bagi semua keturunannya. Sebagai hasilnya, Daniel mengarahkan Belsyazar kepada pelajaran leluhurnya dengan nada menghardik. Nebukadnezar sesungguhnya telah didisiplinkan Allah dan, setelah dia belajar pelajaran itu, mempersembahkan pujian kepada Allah. Seharusnya Belsyazar belajar sesuatu dari pelajaran ini, tetapi dia tidak memperhatikan semuanya itu. Maka, Daniel berkata kepadanya, “Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di surga....dan tidak tuan muliakan Allah, yang menggenggap nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan itu” (ay. 22-24). Belsyazar tidak menyangka dihardik sedemikian.

C. Penafsiran

Dalam ayat 25 sampai 28 kita nampak penafsiran Daniel mengenai tulisan itu. Tulisan ini digambarkan: “MENE, MENE, TEKEL, UFARSIN” (ay. 25). Penafsiran Daniel ini mengenai perkara: MENE—masa pemerintahan Belsyazar dihitung Allah dan telah diakhiri; TEKEL—dia ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; dan PERES—kerajaannya dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia (ay. 26-28).

D. Respon Belsyazar

Ayat 29 memberi tahu kita respon Belsyazar kepada penafsiran Daniel. Belsyazar menitahkan mengenakan kepada Daniel pakaian dari kain ungu, dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumatkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.

IV. NASIB BELSYAZAR

Ayat 30 dan 6:1 membicarakan nasib Belsyazar.

A. Belsyazar Dibunuh pada Malam itu

Ayat 30 mengatakan, “Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.” Tidak ada keterangan dalam catatan itu bahwa Belsyazar bertobat atau telah memiliki sejenis perubahan. Mungkin tidak ada waktu baginya untuk bertobat.

B. Darius Orang Media Menerima Kerajaan Babel

Saya percaya bahwa ketika Belsyazar dan pembesar-pembesarnya ketika memperhatikan pesta pora, tentara Media menyerang kota itu. Segera setelah Daniel menafsirkan tulisan itu, tentara Media masuk kota itu dan istana dan membunuh Belsyazar. Maka, pasal 6:1 menyimpulkan, “Darius, orang Media, menerima pemerintahan (kerajaan) ketika ia berumur enam puluh dua tahun.” Sehingga berakhirlah Kekaisaran Babel.

Dalam lima pasal pertama Daniel, ada banyak pelajaran bagi kita untuk pelajari. Sebagai contoh, pelajaran dalam pasal satu yaitu kita harus tidak memperhatikan pilihan duniawi dan cita rasa duniawi tetapi mengarahkan hati kita kepada Allah dan memiliki cita rasa hanya pada sayur-sayuran, yaitu, makanan sederhana. Kita harus hanya menerima suatu yang sederhana. Bila kita melakukan ini, kita akan bersatu dengan Allah dan akan menjadi bijaksana.

Dalam pasal lima mengenai kasus Belsyazar, kita nampak pentingnya menjadi serius dengan Allah dan tidak mengabaikan setiap pelajaran rohani. Belsyazar tidak memanfaatkan pelajaran yang dipelajari ayahnya Nebukadnezar dalam pasal empat. Kasus Nebukadnezar mengajar kita bahwa kita perlu berhati-hati dan tidak mengenggap apa yang telah kita capai. Istana dibangun Nebukadnezar sangat luas. Ketika dia memandang sambil berjala-jalan di atas istana, dia menjadi bangga diri dan berkata, “Bukankah ini Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” (4:30). Ini seharusnya memperingatkan kita bahwa pencapaian kita mungkin membuat kita bangga diri, dan ini mungkin memimpin kita dalam penghukuman Allah. Penghukuman Allah atas Nebukadnezar merendahkan dia menjadi bukan apa-apa. Hasilnya dia dapat berkata mengenai Tuhan, “Semua penduduk bumi dianggap remeh; / Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit / Dan penduduk bumi; / Dan tidak ada seorangpun dapat menolak tangan-Nya / Dengan berkata kepada-Nya” Apa yang Kau buat?” (4:35). Dalam 4:37 mengenai Tuhan, Nebukadnezar selanjutnya mengatakan, “Dia yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.” Belsyazar harusnya belajar pelajaran dari pengalaman Nebukadnezar; namun, dia tidak belajar pelajaran itu dan penderitaan sebagai akibatnya.

Situasi Belsyazar seharusnya berkesan mendalam pada kita. Kita semua perlu nampak bahwa bila kita menerima sesuatu pelajaran dari Allah, kita harus menganggap dengan sangat serius. Bila kita mengabaikan setiap pelajaran, kita akan menderita.

Di antara semua kejadian dalam pasal lima, atau seiring dengan semua kejadian itu, ekonomi Allah dilaksanakan. Allah tahu bagaimana mengatur situasi dunia. Jangan berpikir bahwa Darius orang Media datang untuk membunuh Belsyazar karena kecelakaan. Tidak, ini adalah Allah melaksanakan ekonomi-Nya. Bila Dia telah meninggalkan kekaisaran dari tangan Babel, tidak akan pernah ada kembalinya penawan ke Israel. Karena itu, kekaisaran telah diubah dari emas ke perak. Ini adalah pekerjaan Allah. Ini adalah kemurahan Allah, keseimbangan-Nya dalam ekonomi-Nya, untuk menggenapkan tujuan-Nya.