BERITA TIGA
KEMENANGAN GENERASI MUDA DARI UMAT ALLAH YANG MEROSOT ATAS TIPU MUSLIHAT SATAN YANG LEBIH LANJUT
(2)
MELAMPAUI SI JAHAT YANG MEMBUTAKAN BAHKAN MENYINGKIRKAN ORANG
DARI VISI ALLAH MENGENAI
PEMERINTAHAN MANUSIA
SEPANJANG SEJARAH MANUSIA
Pembacaan Alkitab: Dan. 2
Dalam berita ini kita akan membahas kemenangan generasi muda dari umat Allah yang merosot melampaui si jahat yang membutakan bahkan menyingkirkan orang dari visi Allah mengenai pemerintahan manusia sepanjang sejarah manusia.
I. MIMPI NEBUKADNEZAR YANG ANEH
Nebukadnezar memiliki sebuah mimpi patung manusia yang besar (2:1). Mimpi ini seharusnya berkesan secara mendalam, tetapi dia lupa mimpi itu karena dia tidak memiliki hati bagi kedambaan Allah. Kemudian rohnya bermasalah untuk mengetahui mimpi itu, dan semua tukang sihir, semua orang bijaksana dari Babel, dan orang-orang Kasdim tidak dapat memberi tahu dia tentang mimpi itu (ay. 2-13). Namun, ada seorang, yaitu Daniel yang mengarahkan harinya kepada perihal rohani yang berhubungan dengan kedambaan Allah di bumi. Dia tidak bermimpi, tetapi dia menerima visi dari Allah mengenai mimpi itu (ay. 17-23) dan menafsirkan mimpi itu (ay. 24-25).
II. PENGLIHATAN DANIEL DARI ALLAH MENGENAI MIMPI NEBUKADNEZAR
Dalam 2:14—15 kita memiliki penglihatan Daniel dari Allah mengenai mimpi Nebukadnezar.
A. Visi Allah yang Diberikan kepada Daniel
Ayat 17 sampai 23 membicarakan visi Allah yang diberikan kepada Daniel.
B. Penafsiran Daniel mengenai
Mimpi Nebukadnezar
Ayat 24 sampai 45 adalah satu catatan Daniel menafsirkan mimpi Nebukadnezar.
1. Sanjungan Daniel atas Allah
Dalam penafsirannya akan mimpi Nebukadnezar, Daniel meninggikan Allah (ay. 25-30). Dia tidak meninggikan dirinya sendiri.
2. Isi Mimpi Nebukadnezar
Isi mimpi Nebukadnezar adalah satu patung manusia besar dan nasibnya (ay. 31-45).
a. Lambang Agregat dari Pemerintahan Manusia
sepanjang Sejarah Manusia
Patung besar ini melambangkan agregat pemerintahan manusia sepanjang sejarah manusia (ay. 31-33), dari permulaan pemerintahan di Babel (Babilon) di tanah Sinear (Kej. 10:6-12), seperti dilambangkan oleh kepala, untuk mengakhiri pemerintahan manusia dalam sejarah manusia dalam Kekaisaran Romawi dengan sepuluh rajanya, seperti dilambangkan oleh sepuluh jari kaki. Dari permulaannya sampai akhirnya, pemerintahan manusia telah dan akan berlanjut untuk melakukan tiga hal: memberontak melawan Allah, meninggikan manusia, dan menyembah berhala (Kej. 11:4, 9).
b. Kepala Emas
Di patung manusia besar, kepala emas, berhubungan dengan binatang pertama dalam Daniel 7:3 dan 4, melambangkan Nebukadnezar, pendiri dan raja Babel (2:36-38).
c. Dada dan Lengan Perak
Dada dan lengan perak, berhubungan dengan binatang kedua dalam 7:5, melambangkan Media Persia (2:39a).
d. Perut dan Paha Perunggu
Perut dan paha perunggu, berhubungan dengan binatang ketiga dalam 7:6, melambangkan Yunani, termasuk Makedonia (2:39b).
e. Kaki dari Besi dan Kaki Sebagian dari Besi
dan Sebagian dari Tanah Liat
Kaki dari besi dan kaki sebagian dari besi dan sebagian dari tanah liat, berhubungan dengan binatang keempat dalam 7:7 dan 8, melambangkan Kekaisaran Romawi dengan sepuluh rajanya yang terakhir (2:40-43).
Dalam Alkitab, menurut patung manusia dalam Daniel 2, hanya ada empat kekaisaran. Di pandangan Allah, karena itu semua pemerintahan manusia sepanjang sejarah manusia disusun dari empat kekaisaran: Kekaisaran Babel, Kekaisaran Media Persia, Kekaisaran Yunani, dan Kekaisaran Romawi. Menurut pandangan manusia, Kekaisaran Yunani diakhiri dengan kematian Aleksander Agung. Namun, menurut pandangan Allah, kekaisaran ini dilanjutkan dengan pengganti-penggantinya—empat jenderalnya yang membagi kekaisaran menjadi empat bagian—dan ini diakhiri sampai permulaan Kekaisaran Romawi. Kelihatannya juga Kekaisaran Romawi telah diakhiri. Sesungguhnya Kekaisaran Romawi berlanjut sampai sekarang. Menurut kitab Daniel dan Wahyu, Kekaisaran Romawi akan memiliki Antikristus sebagai Kaisar terakhir, dengan sepuluh raja yang dilambangkan dengan sepuluh jari kaki patung besar itu. Kekaisaran Romawi, yang dimulai kira-kira tiga tahun sebelum kelahiran Kristus, akan berakhir pada akhir tiga setengah tahun kesusahan besar. Agregat kekaisaran manusia yang dimulai dengan Nimrod di Babel akan dirampungkan dengan Kaisar terakhir dari Kekaisaran Romawi bersama sepuluh rajanya. Maka, menurut Alkitab, kita hari ini masih berada dalam Kekaisaran Romawi.
Kebudayaan dunia adalah satu pertambahan kebudayaan dari zaman Nimrod sampai hari ini. Apa yang dimulai dengan Nimrod akan disimpulkan dengan Antikristus. Kekaisaran Babel, Media Persia, Makedonia Yunani telah lenyap, tetapi kebudayaannya masih tinggal. Kekaisaran Makedonia Yunani mengadopsi aspek-aspek kebudayaan Babel, dan Kekaisaran Makedonia Yunani mengadopsi kebudayaan Media Persia. Dengan prinsip yang sama, Kekaisaran Romawi mengadopsi banyak elemen dari kebudayaan Yunani dan kebudayaan-kebudayaan pendahulunya. Hari ini kita masih di bawah pengaruh kebudayaan Romawi, khususnya dalam perkara hukum, politik, dan pemerintahan. Dalam pengertian yang sama, Kekaisaran Romawi berlanjut sampai sekarang, dan kita masih dalam kekaisaran ini.
f. Nasib Gambaran Patung Manusia yang Besar
Daniel 2:34-35, 44-45 mewahyukan nasib patung manusia besar.
1) Diremukkan oleh satu Batu yang Terungkit
tanpa Perbuatan Tangan Manusia, Pada Penglihatannya
Nasib patung manusia besar adalah diremukkan oleh satu batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia, pada penglihatannya (ay. 34-35a).
Sebagai batu yang akan meremukkan pemerintahan umat manusia, Kristus bukan terungkit oleh tangan manusia (seperti diindikasikan oleh “tanpa tangan manusia” dalam 3:34, 45); Dia diungkit oleh Allah melalui ketersaliban dan kebangkitan-Nya. Melalui ketersaliban Dia diungkit dengan diletakkan pada kematian (Kis. 2:23), dan dalam kebangkitan-Nya Dia diungkit menjadi, pertama, batu penjuru bagi pembangunan gereja dan batu yang meremukkan untuk menghancurkan keseluruhan pemerintahan manusia (Kis. 2:24; Mat. 21:42, 44b).
Pada penampakkan-Nya sebagai batu yang terungkit bukan oleh perbuatan tangan manusia, Kristus akan meremukkan patung besar itu dari jari kaki sampai kepala. Ini berarti bahwa Dia akan memukul sepuluh raja bersama Antikristus. Wahyu 19 membicarakan perang antara Kristus dan Antikristus. Bersama Kristus akan ada mempelai perempuan yang baru dinikahi-Nya, yang disusun dari para pemenang, dan bersama Antikristus akan ada sepuluh raja bersama tentaranya. Perang ini akan menjadi satu peperangan bumi melawan surga, manusia melawan Allah. Kristus akan mengalahkan dan menghancurkan Antikristus dan sepuluh rajanya.
Menurut Daniel 2, ini akan memerlukan peremukkan seluruh patung manusia dari jari kaki sampai kepala. Ayat 34 dan 35a berkata, “Terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.” Ini melambangkan kelengkapan perusakan seluruh pemerintahan manusia dari Nimrod sampai Antikristus. Pemerintahan manusia akan diakhiri oleh Kristus pada penampakkan-Nya sebagai batu terungkit Allah.
Alkitab mewahyukan bahwa Kristus sebagai batu dalam tiga aspek. Pertama, bagi kaum beriman Kristus adalah batu fondasi dalamnya mereka bersandar. Mengenai aspek ini Kristus sebagai sebuah batu, Yesaya 28:16 mengatakan, “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!” Kedua, bagi orang Yahudi yang tidak percaya Kristus adalah batu sandungan (Yes. 8:14; Rm. 9:33). Hubungan aspek ini, Matius 21:44a mengatakan, “Siapa saja yang jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur.” Ketiga, bagi bangsa-bangsa Kristus akan menjadi batu yang meremukkan. “Siapa saja yang ditimpa batu itu, ia akan remuk” (Mat. 21:44b). Daniel 2 mewahyukan Kristus sebagai batu yang meremukkan, meremukkan patung manusia besar dan mengakibatkan seperti sekam yang ditiup angin.
Ketika Kristus datang sebagai batu yang meremukkan, Dia tidak akan datang sendirian. Namun, Dia akan datang bersama mempelai perempuan-Nya. Pada waktu itu siap bagi Kristus mendapatkan gereja, dan Dia akan menikahi mempelai perempuan-Nya, seperti digambarkan dalam Wahyu 19. Setelah pernikahan-Nya Dia akan datang sebagai batu yang meremukkan dan sebagai Sang yang akan menginjak gilingan anggur (Why. 19:15; 14:19-20; Yes. 63:2-3). Antikristus akan bersama-sama sejumlah besar orang yang jahat, pemberontak di sekeliling Yerusalem, maka mempersiapkan “angur-anggur” untuk diinjak-injak dalam “gilingan anggur” oleh Kristus. Kedatangan-Nya akan menjadi satu kejutan besar, bagi orang-orang yang memberontak ini akan percaya hanya dalam dirinya sendiri bukan pada Kristus tidak juga pada Allah. Bahkan Antikristus semasa itu akan mengaku bahwa dia adalah Allah (2 Tes. 2:4; Dan. 11:36), dan bagi kenikmatannya akan memasang kemahnya di antara tanah permai dan Laut Mediterania (ay. 45). Kemudian Kristus sebagai batu terungkit Allah bersama mempelai perempuan-Nya akan memukul jari kaki patung itu, menghancurkannya dari jari kaki sampai kepala. Dengan cara ini, pemerintahan manusia akan diremukkan dan diakhiri.
2) Digantikan dengan menjadi Gunung yang Besar
yang Memenuhi seluruh Bumi
Patung manusia besar akan diganti dengan gunung besar, melambangkan kerajaan kekal Allah, yang akan memenuhi seluruh bumi (2:35b, 44a). Ini berarti bahwa setelah Kristus datang untuk meremukkan agregat pemerintahan manusia, Dia akan melayani dalam kerajaan kekal Allah di bumi.
Daniel 2:35b mengatakan, “Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.” Batu ini meluas menjadi satu gunung besar melambangkan perluasan Kristus. Fakta bahwa Kristus dapat diperluas dengan jelas diwahyukan dalam Yohanes 3. Mengacukan Kristus, ayat 30 mengatakan, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Perluasan dalam ayat ini adalah mempelai yang dibicarakan dalam ayat 29: “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki.” Kristus, karena itu memiliki satu perluasan, dan perluasan ini adalah mempelai perempuan-Nya. Seperti Hawa yang adalah perluasan Adam, mempelai perempuan adalah perluasan Kristus sebagai Mempelai laki-laki.
Gereja hari ini adalah perluasan Kristus dalam hayat, tetapi kerajaan kekal Allah adalah perluasan Kristus dalam administrasi. Dalam hayat Kristus diperluas menjadi gereja; dalam administrasi Kristus diperluas menjadi kerajaan kekal Allah. Maka, Kristus bukan saja gereja tetapi juga kerajaan Allah. Gereja dan kerajaan adalah perluasan-Nya.
Perumpamaan benih dalam Markus 4:26-29 mewahyukan bagaimana kerajaan Allah adalah perluasan Kristus. Ayat 26 mengatakan, “Beginilah hal kerajaan Allah itu: Seumpama seorang yang menaburkan benih di tanah.” Benih ini adalah Kristus sebagai perwujudan hayat ilahi. Menurut perumpamaan, benih yang ditabur ini, bertumbuh, menghasilkan buah, matang, dan menghasilkan satu tuaian (ay. 27-28). Sejak Kristus datang untuk menaburkan diri-Nya ke dalam “tanah” keinsanian, Dia telah bertumbuh dan diperluas. Akhirnya, perluasan ini akan menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi menjadi kerajaan kekal Allah.
Kata yang berhubungan dengan Kristus sebagai batu dan gunung dalam Daniel pasal dua mewahyukan bahwa Kristus adalah sentralitas dan universalitas pergerakan Allah. Kita dapat berkata bahwa sebagai batu Dia adalah sentralitas dan sebagai gunung Dia adalah universalitas. Batu ini adalah Kristus sebagai inti, dan gunung adalah Kristus sebagai lingkarannya, universalitas. Kristus sesungguhnya adalah Sang almuhit. Dia adalah batu dan juga gunung; Dia adalah gereja dan juga kerajaan. Dia dengan perluasan-Nya adalah gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
III. PENGHORMATAN NEBUKADNEZAR ATAS DANIEL
Dalam 2:46-49 kita nampak penghormatan Nebukadnezar atas Daniel. Nebukadnezar sujud dan menyembah Daniel, memerintahkan mempersembahkan kurban dan bau-bauan kepadanya dan berkata, “Sesungguhnya, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu” (ay. 46-47). Kemudian Nebukadnezar menjadikan Daniel penguasa atas seluruh propinsi Babel dan kepala semua orang bijaksana di Babel. Lebih jauh lagi, dalam respon permintaan Daniel berhubungan dengan tiga temannya, Nebukadnezar menunjuk mereka atas administrasi propinsi Babel. Maka, Daniel dan temannya ditunjuk untuk memerintah propinsi Babel.