← Daftar isi Daniel (4) · bab 2/17

KEMENANGAN GENERASI MUDA DARI UMAT ALLAH YANG MEROSOT ATAS TIPU MUSLIHAT SATAN YANGLEBIH LANJUT (1)

ATAS MAKANAN JAHAT

Pembacaan Alkitab: Daniel 1

Enam pasal pertama dari Daniel memperhatikan kemenangan generasi muda dari umat Allah yang merosot atas tipu musliat Satan yang lebih lanjut. Dalam berita ini kita akan memperhatikan kemenangan mereka atas makanan jahat.

I. AKIBAT KEMEROSOTAN UMAT ALLAH

—DITAWAN KE BABEL

Akibat kemerosotan umat Allah di tawan ke Babel (1:1-2). Daniel 1:2 memberi tahu kita bahwa “Tuhan menyerahkan” Yoyakim, raja Yehuda ke dalam tangan Nebukadnezar raja Babel “dan sebagian perkakas-perkakas di rumah Allah.” Kata menyerahkan di sini mengacu bahwa raja Yehuda dan perkakas-perkakas diberikan kepada Nebukadnezar oleh Allah.

A. Ditawan Kembali ke Tempat Penyembahan Berhala

Selama bangsa Israel ditawan ke Babel berarti bahwa mereka ditawan kembali ke tempat penyembahan berhala (Yer. 50:38).

B. Kembali ke Tempat Asal Penyembahan Berhala melalui Nenek Moyangnya Abraham

Ketika umat Allah ditawan kembali ke tempat penyembahan berhala, mereka dibawa kembali ke Babel, ke tempat asal penyembahan berhala melalui nenek moyangnya Abraham (Yos. 24:2-3). Asal Babilon adalah Babel di tanah Sinear—Ur-Kasdim—Babel (Kej. 11:2, 9; 10:10; 11:28). Abraham dipanggil oleh Allah dari Ur-Kasdim ke Kanaan untuk menyembah Allah (Kej. 11:31). Melalui ini, menyembah Allah yang unik, yang telah hilang melalui kejatuhan Adam, telah dimulai.

Umat Israel tidak hidup selama sejarah manusia dari Adam sampai Abraham. Sejarah Israel dimulai dengan Abraham, Orang Ibrani pertama. Di bawah kepemimpinan Musa, keturunan Abraham dibawa keluar dari Mesir, dan empat puluh tahun kemudian mereka masuk ke tanah Kanaan. Akhirnya, umat Allah dibawa kembali ke tempat asal penyembahan berhala, tempat di mana Abraham nenek moyang mereka dipanggil keluar.

C. Kerusakan yang Puncak atas Kesaksian Umat Allah

dalam Penyembahan terhadap Allah yang Unik

Penawanan ke Babel adalah kerusakan yang puncak atas kesaksian umat Allah dalam penyembahan terhadap Allah yang unik, Yehova, dengan membawa sebagian perkakas-perkakas dari Bait Allah ke tanah Sinear dan diletakkannya ke rumah berhala.

II. KEMENANGAN GENERASI MUDA DARI UMAT ALLAH YANG MEROSOT ATAS TIPU MUSLIHAT SATAN

LEBIH LANJUT DALAM HAL MAKANAN JAHAT

"Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja" (Dan. 1:3-4). Di antara beberapa anak Isreal ada beberapa orang muda pemenang yang Allah gunakan untuk mendapatkan pemenang atas tipu muslihat Satan. Satan mungkin berpikir bahwa Allah telah dikalahkan dan di atas bumi tidak ada lagi yang menyembah Allah. Umat Allah telah dikalahkan, dan tujuan Allah di bumi telah mengalami kerugian. Namun, Allah tidak kecewa, bagi Dia masih mememiliki beberapa pemenang—Daniel dan teman-temannya. Dalam kedaulatan-Nya Dia telah mengatur bagi orang-orang muda ini untuk dibawa ke Babel, di mana mereka menjadi para pemenang-Nya. Bila Allah tidak memiliki para pemenang ini di Babel, Dia akan dikalahkan secara total. Tetapi karena kehadiran mereka di Babel, Dia tidak dikalahkan dan akan bermegah kepada Satan bahwa selama di Babel Dia memiliki para pemenang-Nya.

A. Godaan Jahat Nebukadnezar

Daniel 1:3-7 menggambarkan godaan jahat Nebukadnesar.

1. Membujuk Daniel dan Teman-temannya agar Dicemari dengan Mengambil Makanannya yang Najis, Makanan yang Dipersembahkan kepada Berhalanya

Godaan pertama itu datang kepada umat manusia berkaitan dengan makanan (Kej. 3:1-5). Secara prinsip, semua godaan ini datang kepada kita berhubungan dengan makan. Godaan jahat Nebukadnezar pertama-tama membujuk Daniel dan tiga temannya, empat generasi berlian dari umat Allah yang kalah, untuk dicemari dengan mengambil makanannya yang najis, makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Nebukadnezar menyediakan makanan yang dipilihnya untuk dimakan oleh Daniel dan ketiga temannya. Bagi Daniel, bahwa makan pilihan itu sesungguhnya adalah pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Pohon itu adalah sesuatu yang berdampingan dengan Satan dan bahkan bersatu dengan Satan, tetapi pohon hayat adalah sesuatu yang berdampingan dengan Allah dan bersatu dengan Allah. Makan pohon pengetahuan yang baik dan jahat adalah untuk berdampingan dengan Satan; makan pohon hayat adalah untuk berdampingan dengan Allah. Ketika Daniel dan teman-temannya menolak makanan Nebukadnezar yang najis dan memilih pengganti untuk makan sayur-sayuran, sesungguhnya mereka menolak pohon pengetahuan yang baik dan jahat dan mengambil pohon hayat. Maka, di dalam istana Nebukadnezar ada dua pohon.

Makanan pilihan adalah mencemari, tidak tahir, baginya telah dipersembahkan kepada dewa-dewa Nebukadnezar. Bagi Daniel dan teman-temannya makan makanan itu akan berbagian dengan pencemaran, berbagian dengan berhala-berhala, dan bersatu dengan Satan. Bila mereka melakukan hal itu, Allah akan diakhiri dan tidak akan memiliki sesuatu di bumi bagi diri-Nya dan kedambaan-Nya. Ketika Satan akan bermegah dan berkata, “Allah, Engkau telah dikalahkan seluruhnya. Engkau telah dikalahkan di dalam umat-Nya. Sekarang bila keturunannya dalam penawanan, generasi muda, telah mengikuti langkah bapa leluhurnya, Allah akan secara penuh dikalahkan. Tetapi Daniel dan teman-temannya bagi Allah. Mereka bersatu dengan Allah karena mereka mengambil Allah masuk.

Makan makanan pilihan Nebukadnezar adalah mengambil Satan sebagai suplai kita dan menjadi satu dengan Satan. Saya memperhatikan bahwa kalian mungkin makan makanan pilihan yang disediakan bagi kalian oleh Nebukadnezar hari ini. Bila kita tidak hati-hati dalam makanan kita, dalam belanja kita, ke mana kita pergi, dan apa yang kita kerjakan, kita mungkin mengambil, sesuatu yang berhubungan dengan berhala-berhala, sesuatu yang jahat. Kita adalah apa yang kita makan. Bila kita makan makanan dewa—kita jadi itu, bila kita makan makanan Allah, Allah sebagai makanan kita—kita akan menjadi satu dengan Allah.

2. Mengubah Nama-nama Mereka

Dalam godaannya yang jahat kepada Daniel dan teman-temannya, Nebukadnezar juga mengubah nama-nama mereka, yang mengacu bahwa mereka milik Allah, kepada nama-nama yang membuat mereka bersatu dengan dewa-dewa. Nama Daniel, yang berarti “Allah adalah Hakim,” atau “Allah adalah Hakimku,” diubah menjadi Beltsazar—”pangeran Bel,” atau “kesayangan Bel” (Yes. 46:1). Nama Hananya, yang berarti “Yehova adalah baik hati,” atau “kesayanyan Yehova,” diubah menjadi Sadrakh—”diterangi oleh dewa matahari.” Nama Misael berarti “Siapakah yang dapat seperti Allah?” tetapi nama ini diubah menjadi Mesakh—”Siapakah yang dapat seperti dewa Shakh?” Nama Azarya, yang berarti “Yehova penolongku,” diubah menjadi Abednego—”pelayan setia dewa api Nego.”

B. Daniel Berperang di Medan Peperangan

dengan Mengalahkan Pencobaan Iblis

dengan Berani Menolak

Daniel berperang di medan peperangan dengan mengalahkan pencobaan Iblis dengan berani menolak (Dan. 1:8-13). Daniel tidak bermain politik tetapi berterus terang dan berani.

C. Allah Menghargai Peperangan Daniel

Allah menghargai peperangan Daniel, dan Daniel bersama teman-temannya menjadi para pemenang di antara sisa umat Allah yang kalah. Umat itu telah dikalahkan, tetapi orang muda pemenang telah menang. Kemenanganya adalah kemenangan Allah. Karena kemenangan ini Allah dapat bermegah dan memberi tahu Satan bahwa di tengah-tengah Babel, wilayah kekuasaan Satan, Allah masih memiliki beberapa pemenang, empat orang muda yang menang atas tipu muslihat Satan.

D. Allah Kelihatannya yang Dikalahkan

tetapi Sebenarnya Dia memelihara

Penyembah dan Kesaksian-Nya

Karena ditawan di Babel, kelihatannya Allah dikalahkan dalam kedambaan-Nya di bumi. Sebenarnya Dia memelihara penyembah dan kesaksian-Nya melalui orang muda pemenang di antara umat-Nya yang kalah. Dalam Katholik dan Protestan hari ini Allah memiliki beberapa pemenang.

E. Allah Memberkati Daniel dan Teman-temannya

dengan Pengetahuan dan Pengertian

Allah memberkati Daniel dan teman-temannya dengan pengetahuan dan pengertian dalam berbagai tulisan dan hikmat, dan Dia memberkati Daniel secara khusus dengan memahami semua visi dan mimpi (ay. 17-20). Berkat ini adalah cara Allah mengindikasikan bahwa Dia mengakui empat pemenang ini.

F. Allah Memberkati Daniel dengan Panjang Umur

Allah memberkati Daniel dengan panjang umur, sehingga dia hidup sepanjang penawanan tujuh puluh tahun dan melihat keluar dan dikembalikannya tawanan pada tahun pertama Koresy, raja Persia, setelah jatuhnya Babel (ay. 21; 6:28; 5:30-31; Ezra 1:1-5). Dari Allah Daniel mendapat hikmat, kepandaian, pengertian, dan panjang umur. Melalui dia dan teman-temannya kita nampak kisah kemenangan Allah berlanjut di bumi melalui orang muda pemenang. Saya berharap bahwa hari ini akan ada sekelompok para pemenang yang akan menjadi kemegahan Allah terhadap Satan.