← Daftar isi Daniel (4) · bab 12/17

EKONOMI ALLAH DALAM KITAB DANIEL

Pembacaan Alkitab:

Dan. 9:26; 2:35, 44; 7:13-14; 3:23-25; 10:4-9; 4:17, 25-26;

Why. 19:7-9, 11-16; 17:14

Meskipun kitab Daniel pendek, namun kitab ini memiliki banyak poin, yang membicarakan banyak kejadian dan tokoh-tokoh, dan kitab ini berisi banyak pelajaran rohani bagi kita. Tetapi di atas, di balik, dan di dalam semua perkara ini, ada sesuatu yang lain, dan ini adalah ekonomi Allah. Sesungguhnya, ungkapan ekonomi Allah tidak tercantum dalam Daniel; tidak tercantum di tempat lain di dalam Perjanjian Lama. Karena itu, ekonomi Allah diwahyukan dalam kitab ini. Kita semua perlu nampak ekonomi Allah di dalam kitab Daniel. Bila kita nampak visi ekonomi Allah ini, seluruh diri kita akan berubah.

KRISTUS—SENTRALITAS DAN UNIVERSALITAS EKONOMI ALLAH

Kristus adalah sentralitas dan universalitas ekonomi Allah, dan ekonomi Allah adalah bagi Kristus menjadi sentralitas dan universalitas dalam pergerakan Allah. Inilah apa yang kita harus nampak dalam pembacaan kita atas kitab Daniel. Berbagai pelajaran rohani dan sejarah yang terperinci dijelaskan dalam kitab ini dengan sangat baik, tetapi mereka adalah sekunder. Apakah yang utama, yaitu dalam ekonomi-Nya, dalam rencana-Nya dengan pengaturan-Nya, kedambaan Allah untuk membuat Kristus sebagai sentralitas dan universalitas pergerakan-Nya di bumi.

Mengenai Kristus yang demikian, kitab Daniel menjelaskan lima poin utama: kematian Kristus, penampakan Kristus yang akan datang, Kristus sebagai Anak Manusia yang datang ke takhta Allah untuk menerima kekuasaan dan kerajaan, Kristus sebagai Rekan seperderitaan saksi-saksi Allah, dan Kristus yang unggul. Saya ingin mengatakan satu perkataan tentang setiap poin ini.

KETERSALIBAN KRISTUS

Poin pertama adalah kematian Kristus, ketersaliban Kristus. Sehubungan ini, 9:26 mengatakan, “Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa.” Perkataan ini sederhana, tetapi kaya dalam pengertiannya.

Kematian Kristus adalah almuhit, dibandingkan setiap butir di alam semesta. Butir utama yang diakhiri oleh kematian Kristus adalah ciptaan lama. Setelah pekerjaan Allah dalam penciptaan, Satan datang untuk merusak, meracuni, menghancurkan dan meruntuhkan ciptaan Allah. Untuk alasan ini, seluruh ciptaan lama bukan saja menjadi rusak tetapi berubah. Namun Allah masih menggunakan ciptaan yang rusak ini dalam menghasilkan ciptaan baru melalui kematian dan kebangkitan Kristus.

Pencapaian terbesar Kristus dalam penampakkan pertama-Nya adalah untuk mengakhiri seluruh ciptaan melalui kematian-Nya. Dalam pengakhiran ini, bagaimanapun, ada sesuatu yang bangkit, yaitu kebangkitan Kristus. Dalam kebangkitan-Nya Kristus menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b) untuk menghidupkan, menunaskan, melahirkan kembali, beberapa di antara mereka dalam ciptaan lama menjadi ciptaan baru. Ciptaan baru ini dimulai dengan kaum beriman sebagai anak-anak Allah dan anggota-anggota Kristus sebagai penyusun Tubuh Kristus. Tubuh ini akan bertumbuh dan akhirnya rampung dalam Yerusalem Baru (Why. 21—22), total agregat dan perampungan ciptaan baru Allah. Ini semua tercakup dalam kedatangan Kristus kali pertama dengan kematian dan kebangkitan-Nya.

Di seluruh alam semesta, kematian Kristus dengan kebangkitan-Nya adalah satu peristiwa yang besar pada zaman itu. Kematian-Nya telah membersihkan seluruh alam semesta melalui pengakhiran ciptaan lama secara rohani.

KEDATANGAN KRISTUS KALI KEDUA

Meskipun ciptaan lama telah diakhiri, secara luaran dunia masih tetap sama. Namun, ada keperluan bagi kedatangan Kristus kali kedua untuk membersihkan seluruh alam semesta secara fisik dan material. Khususnya, ada keperluan bagi Kristus datang kali kedua untuk mengakhiri pemerintahan manusia.

Menurut Daniel 2:35 dan 44, Kristus akan datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia untuk menghancurkan patung manusia besar dari jari kaki sampai kepala. Dalam kedatangan-Nya sebagai batu yang sedemikian, Dia akan menghancurkan Antikristus bersama sepuluh jari kakinya. Bagaimanapun, Dia tidak akan datang sendirian; Dia akan datang dengan mempelai perempuan-Nya (Why. 19:11, 14). Sebelum kedatangan-Nya akan ada satu pernikahan, mempersatukan para pemenang-Nya kepada diri-Nya sebagai satu kesatuan (ay. 7-9). Mengingat Daniel 2 membicarakan Kristus datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia, Wahyu 19 membicarakan Kristus datang sebagai Seorang yang memiliki mempelai perempuan-Nya sebagai tentara-Nya.

Kristus adalah Allah yang turun untuk berperang melawan umat manusia yang memberontak, dan umat manusia diwakili oleh satu orang yang bersatu dengan Satan—Antikristus. Allah itu diwujudkan dalam Kristus; Kristus bersama mempelai perempuan-Nya, para pemenang; dan Antikristus adalah satu dengan Satan dan satu dengan sepuluh raja dan tentaranya. Dua bagian ini—Kristus dan Antikristus—akan berperang. Manusia akan berperang melawan Allah secara langsung (Why. 19:19-21; 17:14). Banyak orang jahat di bumi akan dihimpunkan oleh Antikristus di satu tempat; yaitu anggur-anggur akan dikumpulkan bersama ke dalam kilangan anggur (19:15; 14:19-20). Kemudian Kristus akan datang bukan saja menghancurkan sepuluh jari kaki tetapi juga untuk menginjak kilangan anggur. Ini akan menjadi penghancuran pemerintahan manusia oleh Kristus.

Setelah penghancuran pemerintahan manusia, Allah akan membersihkan seluruh alam semesta. Ciptaan lama akan berlalu, dan pemerintahan manusia akan menjadi seperti sekam yang ditiup oleh angin. Kemudian Kristus yang korporat, Kristus bersama para pemenang, akan menjadi satu gunung besar untuk memenuhi seluruh bumi, menjadikan seluruh bumi kerajaan Allah (Dan. 2:35, 44). Bumi dan langit kemudian akan menjadi baru bagi Allah untuk menjalankan kerajaan-Nya.

KRISTUS SEBAGAI ANAK MANUSIA MENERIMA KEKUASAAN DAN KERAJAAN

Daniel 7:13-14 mewahyukan bahwa sekarang Kristus sebagai Anak Manusia di hadapan takhta Allah menerima kekuasaan dan kerajaan. Dia membuat semuanya dipersiapkan bagi kedatangan-Nya untuk berkuasa atas seluruh bumi bersama kerajaan Allah.

KRISTUS SEBAGAI REKAN SEPENDERITAAN

UMAT ALLAH

Ketika Kristus mempersiapkan kedatangan-Nya bersama kerajaan, Dia juga adalah Rekan sependeritaan umat Allah (3:23-25). Karena pemerintahan yang salah, umat Allah ada dalam “perapian,” namun Kristus bersama mereka.

KRISTUS DALAM KEUNGGULANNYA

Lebih jauh lagi, 10:4-9 mewahyukan Kristus dalam keunggulan-Nya. Setiap bagian Kristus adalah unggul dan mustika, Dia adalah Sang unggul di seluruh alam semesta. Sang unggul ini adalah sentralitas dan universalitas ekonomi Allah.

KRISTUS MENJADI SENTRALITAS DAN UNIVERSALITAS UMAT ALLAH MELALUI LINGKUNGAN MEREKA

Kitab Daniel juga mewahyukan bahwa ini adalah melalui lingkungan mereka Kristus menjadi sentralitas dan universalitas umat Allah. Melalui bangsa-bangsa sebagai lingkungan, pada hari-hari mendatang Allah akhirnya akan membuat Kristus sebagai sentralitas dan universalitas bangsa Israel. Prinsipnya sama dengan kita hari ini. Pada zaman misteri ini, yang tidak diwahyukan dalam Daniel, Allah menggunakn lingkungan untuk membuat Kristus sebagai sentralitas dan universalitas kita.

Kita tidak sederhana. Di satu pihak, kita, kaum beriman dalam Kristus, adalah umat Allah; di pihak lain, kita bagian dari ciptaan lama, termasuk perihal negatif seperti binatang yang digambarkan dalam Daniel 7. Sebagai umat Allah, kita perlu Kristus dibawa masuk ke dalam kita menjadi sentralitas dan universalitas kita. Namun, ciptaan lama dalam kita sewaktu-waktu seperti seekor binatang dan di waktu yang lain seperti seorang Nebukadnezar atau seorang Antikristus kelihatannya mengalahkan, menawan, memiliki, dan memanfaatkan umat Allah. Sejak kita rumit dalam cara ini, kita juga perlu menjadi seorang Daniel dan membuka jendela kita mengarah ke Yerusalem dan berdoa sehingga Kristus akan datang untuk memotong, mengakhiri, setiap hal dalam kita yaitu sifat dan bagian ciptaan lama.

Kristus menjadi sentralitas dan universalitas melalui penampakkan dalam dua aspek. Pertama, Dia datang untuk mengakhiri kita sebagai ciptaan lama dan kemudian menunaskan kita sebagai ciptaan baru. Kedua, Dia akan datang membersihkan semua binatang. Tergantung pada budaya dan kebangsaan kita, kita semua memiliki binatangnya sendiri. Mereka dari satu bagian dunia memiliki satu jenis binatang, dan mereka dari bagian lain memiliki jenis binatang yang berbeda. Kita perlu Kristus untuk menerima kerajaan dari Allah dan datang untuk menghancurkan semua binatang dan kemudian menjadi satu gunung besar terdiri dari kita dan bahkan memenuhi seluruh bumi menjadi kerajaan Allah. Melalui mengakhiri dan menunaskan kita dan melalui menghancurkan semua binatang dalam kita, Kristus dibawa ke dalam kita untuk menjadi sentralitas dan universalitas kita.

TIGA PERKARA PENTING DALAM KITAB DANIEL—KEKUASAAN SURGAWI ALLAH, KEUTAMAAN KRISTUS, DAN BAGIAN UMAT ALLAH

Kitab Daniel menjelaskan tiga perkara penting: kekuasaan surgawi Allah, keutamaan Kristus, dan bagian umat Allah. Dalam ekonomi-Nya Allah mengatur alam semesta agar menggenapkan tujuan-Nya. Tujuan-Nya adalah untuk memberikan keutamaan Kristus dalam segala sesuatu. Maksud Allah, yaitu Kristus harus menjadi yang utama. Agar Kristus menjadi Yang utama, Allah perlu umat manusia. Terlepas dari umat manusia milik Allah, tidak ada jalan bagi Kristus untuk menjadi yang utama.

Seperti mereka yang telah dipilih oleh Allah menjadi umat-Nya bagi keutamaan Kristus, kita ada di bawah kekuasaan surgawi Allah. Mengenai ini, prinsipnya sama dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru. Di bawah kekuasaan surgawi, setiap hal bekerjasama bagi kebaikan kita (Rm. 8:28). Ini benar-benar hal yang sejati dalam ruang lingkup pribadi kita. Ruang lingkup kita termasuk diri kita, keluarga kita, dan gereja. Dalam ruang lingkup kita banyak hal terjadi hari demi hari bagi tujuan menjadikan Kristus yang utama. Kita perlu menyadari hal ini dan tunduk kepada kekuasaan surgawi.

Dalam 4:26 Daniel berkata kepada Nebukadnezar, “Kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera setelah mengakui, bahwa Surgalah yang mempunyai kekuasaan.” Ini adalah kekuasaan surgawi, bukan Nebukadnezar atau Koresy atau Aleksander Agung atau pesakitan atau pengacauan atau pemberontakan. Bumi di bawah kekuasaan administrasi surgawi. Kekuasaan surgawi bagi kita, dan Kristus adalah bagi kita. Lebih jauh lagi, kita di bawah kekuasaan surgawi Allah bagi Kristus. Tujuan kekuasaan surgawi adalah untuk melengkapi umat Allah sehingga Kristus dapat menjadi yang utama, bahkan Dia dapat menjadi yang pertama—sentralitas—dan segala sesuatu—universalitas.

Karena kekuasaan surgawi, Kristus menyertai kita dalam semua situasi kita. Ketika kita sakit, Dia menyertai kita. Ketika kita dalam kekacauan, Dia menyertai kita. Saya dapat bersaksi bahwa kita dapat menikmati hadir-Nya di tengah-tengah kekacauan dan pemberontakan.

Kita semua perlu belajar tiga hal: bahwa alam semesta ini ada di bawah administrasi Allah; bahwa maksud Allah dalam administrasi-Nya adalah untuk menjadikan Kristus yang utama, menyebabkan Dia memiliki tempat yang pertama dalam segala sesuatu; dan bahwa bagi perampungan maksud Allah, kita umat-Nya, umat pilihan-Nya, harus memberikan Dia kordinasi dan korporasi yang terbaik. Melalui kordinasi dan korporasi kita, Allah akan merampungkan maksud kekal-Nya untuk menjadikan Kristus yang utama melalui kekuasaan surgawi.