EVALUASI PELAKSANAAN JALAN BARU (1)
Dalam bab ini dan selanjutnya, kita meninjau pelaksanaan jalan baru supaya kita bisa membuat beberapa perubahan dan penyesuaian. Ini mungkin bisa disamakan dengan perlunya memeriksa domba Paskah sebelum dapat dikurbankan. Tujuan kita dalam melakukan ini bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk membuat penilaian yang tepat.
PERLU PENGKAJIAN DAN PENYESUAIAN
Sejak Oktober 1984 kita telah menyampaikan perkara perubahan sistem. Pada waktu itu saya memanggil orang-orang kudus dalam gereja di Taipei dan mengatakan kepada mereka bahwa kita berubah dari sistem ini untuk membuang pelaksanaan lama masa lalu dan mengadopsi pelaksanaan baru untuk melakukan segala sesuatu. Yang disebut pelaksanaan baru adalah yang ada dalam Kitab Suci namun tidak dilaksanakan oleh kita. Kita telah melaksanakan jalan lama dengan mudah, dan sekarang tiba-tiba kita ingin melaksanakan jalan baru, dan yang disebut jalan baru yang belum diaspal. Karena itu, kita perlu melanjutkan penyilidikan seperti yang kita tempuh, meneliti di satu pihak dan di pihak lain menyesuaikan. Pada saat yang sama, saya juga mengatakan kepada orang-orang kudus bahwa meskipun saya bersemangat menyampaikan perkara perubahan sistem, saya sendiri tidak memiliki keyakinan apa pun. Hal ini karena meskipun saya telah berpengalaman dan sudah masuk ke dalam banyak hal, saya belum melakukan penelitian bagaimana melaksanakan jalan baru, dan saya tidak pernah mengalaminya secara pribadi. Untuk alasan ini kita sedang mempelajari sementara kita melaksanakan, tidak ada kesimpulan akhir dibuat.
Setiap perkara tanpa kesimpulan akhir sangat sulit untuk dilaksanakan, dan komplikasi dapat dengan mudah timbul. Umumnya, orang-orang Kristen memiliki konsepsi agama bahwa orang harus beribadah di sebuah kapel besar untuk menjadi benar. Hari ini dalam tahap penelitian praktek kita tentang jalan baru, kita harus setidaknya menyingkirkan semacam formalitas agama ini. Namun, di sisi positif, kita masih harus meningkatkan.
Contoh Sidang Rumahan
Sabtu lalu saya menghadiri sidang di rumah. Jika saya tidak pergi, tidak ada yang akan dibaptis, tetapi saya pergi, dan dua orang dibaptis. Dalam sidang di rumah ada banyak teman Injil, dan mereka sangat terbuka. Beberapa dari mereka telah bersidang berkali-kali, dan salah satu dari mereka bahkan membantu dalam pelayanan. Namun, sidang itu berlangsung dengan waktu yang lama, dan masih tidak ada yang mau dibaptis. Namun, saya menahan diri dari melakukan sesuatu yang tergesah-gesah, lebih baik saya menyerahkan sidang kepada kaum saleh. Saya ingin memahami mengapa mereka memiliki begitu banyak calon Injil yang baik, namun mereka tidak bisa membaptisnya. Seorang penatua hadir pada sidang tersebut berpikir bahwa teman Injil ini masih perlu memahami kebenaran, sehingga ia mulai berbicara dari Alkitab dan kemudian dari kidung. Ketika saya melihat situasinya, saya menjadi lebih jelas di batin. Saya tahu bahwa banyaknya bicara, semakin dia benar-benar menghambat orang dibaptis, orang bisa bertobat dan percaya, tetapi mereka tidak mau dibaptis. Karena itu, saya menunggu kesempatan.
Setelah penatua itu selesai bicara, tuan rumah juga berbicara sesuatu, kemudian ada "jedah." Jika semua orang sudah seperti Ayub berbicara fasih dengan wacana yang panjang, saya tidak mimiliki jalan, tetapi ketika "jedah" datang, hal ini memberikan saya kesempatan yang baik. Segera saya berpaling kepada teman Injil yang paling menjanjikan dan bertanya apakah dia telah berdoa sebelumnya. Dia mengatakan bahwa ia tidak. Karena itu, saya kembali ke Roma 10:13 dan menunjukkan padanya ayat, yang mengatakan, "Siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." Lalu saya membawanya dalam doa dan akhirnya memintanya untuk berdoa sendiri. Setelah itu, saya bertanya apa Roma 10:13 mengatakan. Dia menjawab, "Siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan." Saya bertanya apakah dia telah berseru kepada nama Tuhan. Dia mengatakan bahwa dia sudah. Saya bertanya apakah ia diselamatkan. Ia menjawab bahwa ia diselamatkan. Lalu saya membawa semua orang untuk mengucapkan selamat kepadanya untuk keselamatannya. Selanjutnya saya memintanya untuk membaca paruh pertama Markus 16:16, yang mengatakan, "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan." Saat ia akan melanjutkan membaca babak kedua, saya berkata, "Tidak perlu dibaca, bagian itu adalah bagi mereka yang akan binasa. Anda hanya perlu membaca bagian dari kalimat ini: 'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan.'" Saya memintanya untuk mengulangi kalimat ini beberapa kali, maka saya meminta tuan rumah untuk mempersiapkan air pembaptisan. Dia dibaptis dalam waktu lima belas menit. Kakak perempuannya bahkan pergi dan mengambil kamera untuk memfoto.
Setelah baptisan berlangsung, kakak ipar perempuan tuan rumah yang datang dengan seorang saudari di dalam Tuhan, orang ini juga sangat baik "kontakan Injil," karena ia juga belum dibaptis. Saya sangat jelas di batin bahwa orang ini juga harus dibaptis. Tepat setelah saudara dibaptis dan telah difoto, saudari baru ini juga dibaptis. Ini akan mustahil dalam sidang besar. Pada akhirnya saudari yang tertua berkata, "Saudara Lee, selama tiga puluh tahun saya tidak berbicara dengan Anda. Hari ini saya sangat senang bisa berfoto bersama Anda." Bagaimana perasaan Anda dengan sidang semacam ini? Jika seseorang datang mengunjungi gereja di Taipei dan melihat sidang rumahan semacam ini dengan baptisan cepat dan juga dengan difoto, dia mungkin bertanya, "jenis sidang apa ini?"
Perkara yang Memerlukan Pengkajian Kita
Untuk alasan ini kita perlu memiliki penelitian lebih lanjut. Saya tidak punya waktu untuk mengunjungi semua orang kudus yang melayani di Taipei. Jika saya mau mengunjungi mereka, saya percaya bahwa mereka akan memiliki ide yang cemerlang. Beberapa mungkin hanya tersenyum, sementara yang lain mungkin sedih dan meneteskan air mata. Beberapa penatua mungkin merasa bahwa gereja telah menyuplai beberapa tenaga sepenuh waktu setiap bulan, dan meskipun mereka mendengar bahwa beberapa ratus orang telah dibaptis dan banyak rumah terbuka, mereka tidak bisa melihat adanya peningkatan jumlah orang di balai sidang. Mereka "mendengar guntur tetapi tidak melihat hujan." Jadi, di mana orang-orang itu? Hal ini dapat dibandingkan dengan seseorang yang mendengar bahwa orang-orang menanam pohon buah-buahan di kebun dan pohon-pohon telah bertumbuh dengan sangat baik dan telah menghasilkan banyak buah, tetapi ia tidak bisa mencicipi salah satu buahnya. Apakah semuanya ini? Di satu pihak, kolam pembaptisan di hall 3 tidak menganggur sepanjang hari. Pada satu saat seseorang di jalan dibawa oleh sepenuh waktu untuk dibaptis, pada saat lain seorang sopir taksi beroleh selamat ketika orang-orang kudus naik ke dalam taksi dan memberitakan Injil kepadanya dibawa untuk dibaptis. Ini pasti sangat menggembirakan. Di pihak lain, situasi sidang juga membuat orang sedih. Untuk alasan ini, kita perlu memiliki beberapa pengkajian dan penyesuaian.
Di satu pihak, dalam pelatihan kita, kita menelitian dan penyelidikan, dan di pihak lain, kita juga mengoreksi. Karena itu, kita perlu pengalaman subjektif. Karena pekerjaan saya dalam menerjemahkan Perjanjian Baru Versi Pemulihan, saya tidak punya banyak waktu untuk penelitian; Anda adalah asisten terbaik saya di sini. Saya sangat ingin tahu apa perasaan Anda tentang pelaksanaan jalan baru karena Anda telah pergi keluar setiap minggu untuk memberitakan Injil dengan mengetuk-pintu dan mengadakan sidang di rumah-rumah. Setelah semua, adakah pelaksanan jalan baru yang tepat? Apakah itu mudah? Apakah ekonomis? Apakah ada ruang untuk peningkatan? Saya perlu pengkajian Anda dan membantu dalam semua perkara ini.
Pertama-tama, masalah terbesar yang kita perlu kaji adalah hasil dari kita mengetuk-pintu untuk mengunjungi orang. Sampai saat ini kita telah mengunjungi hampir dua puluh ribu rumah dengan tujuh ratus sepuluh orang yang dibaptis dan lebih dari seribu delapan ratus rumah menyambut kita untuk dikunjungi kembali. Tetapi apakah Anda mempertimbangkan bagaimana kita menindaklanjuti dan merawat mereka? Mengenai seribu delapan ratus rumah, jika kita perlu mengunjungi mereka seminggu sekali, bagaimana kita melakukannya? Dan siapa yang bisa pergi? Kedua, sekarang kita tidak punya masalah membawa orang kepada keselamatan, kita bisa mendapatkan orang yang dibaptis dengan hanya lima belas menit memberitakan Injil. Tetapi dibaptis bukan sudah lulus dan mendapatkan tiket ke surga. Orang-orang yang baru dibaptis ini seperti bayi yang baru lahir. Setelah kita melahirkan mereka, kita tidak boleh mengabaikannya, jika kita tidak merawat atau mengasuh mereka, mereka pasti akan mati sebelum waktunya. Untuk memiliki buah tetap tergantung pada bagaimana kita merawat dan mengasuhnya seperti ibu yang menyusui. Jika kita tidak melakukannya dengan baik dalam hal ini, maka gereja akan bangkit menghukum kita, mengatakan bahwa orang dibaptis terlalu cepat dan karena itu telah menjadi bayi prematur, dan karena kita membaptis orang-orang sebelum waktunya, begitu banyak dari mereka mati setelah pembaptisan. Karena itu, ini juga merupakan masalah besar yang mengharuskan kita teliti mengkaji dan melakukan peningkatan. Ketiga, mengenai kaum beriman baru, bagaimana seharusnya kita membawa mereka ke gereja? Setelah seseorang beroleh selamat, spontan ia berada dalam gereja dan menjadi anggota gereja. Tetapi bagaimana kita membawa mereka secara praktis ke dalam hidup gereja? Hal ini juga perlu dipelajari.
ADALAH SATU PENELITIAN DAN BUKAN KEPUTUSAN
Selain itu, saya ingin membuat pernyataan serius: Apa yang kita pelajari dan laksanakan di sini belum diumumkan. Bahkan ketika orang-orang kudus di wilayah Anda bertanya jenis pelatihan apa yang Anda laksanakan dan apa yang kita ajarkan kepada Anda, Anda harus menjelaskan dengan sopan, tanpa publikasi. Kita tidak ketat melarang Anda untuk berbicara tentang apa yang kita lakukan di sini. Tetapi apa yang kita latih dan pelajari di sini adalah sebagian besar percobaan, maka, sebelum kita memiliki beberapa langkah yang pasti dalam prosedur, saya hanya ingin melatih Anda untu tahu, dan yang terbaik adalah bahwa orang lain tidak tahu. Ini bukan karena kita berusaha untuk menjaga rahasia di sini, juga bukan karena kita melakukan beberapa tersembunyi, hal-hal yang memalukan. Tetapi sebelum kita mendapatkan hasil dari penelitian kami, saya tidak ingin setiap orang menyebarkan rumor. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin berubah besok, jika sudah menyebar di luar dari satu kepada yang lain, ini akan menyebabkan banyak kesulitan. Saya harap kita jelas tentang poin ini.
Saya juga mengenal kaum saleh terkasih. Meskipun mereka tidak dalam pelatihan, mereka ingin tahu apa yang kita lakukan di sini dan bagaimana kita memimpin di sini supaya mereka dapat ketat mengikuti. Tetapi kita juga harus belajar dari kesalahan sebelumnya. Kita melakukan ini di masa lalu, tetapi akhirnya hasilnya tidak baik dan bahkan tidak manis. Kali ini Tuhan telah membawa kita untuk memiliki permulaan yang baru, tetapi belum ada sesuatu yang selesai, sehingga belum saatnya untuk menampilkannya. Saya mengatakan kepada kaum saleh di Amerika Serikat, "Kita akan mengizinkan Anda tahu apa yang kita lakukan dan laksanakan. Apa pun yang kita tidak izinkan Anda tahu, Anda tidak perlu tahu. Ketika kami berhasil dalam penelitian kami dan telah menyelidiki dengan melakukan percobaan konkret, langkah-langkah yang bisa diterapkan, maka kami akan mengajarkan kepada Anda semuanya dan memberi tahu Anda bagaimana melakukannya. Anda tidak akan kehilangan apa-apa." Karena itu, sebelum kita memiliki keyakinan, kita seharusnya tidak memberitahukan.
Untuk alasan ini saya menangis dalam keputusasaan di sini, berharap bahwa mereka yang di Amerika Serikat, Kanada, dan bahkan seluruh dunia dapat mendengar tangisan saya: Saya mendorong Anda semua tidak cemas karena sekarang kita masih dalam tahap penelitian; setelah penelitian berhasil, Anda semua dapat menikmatinya bersama kami. Namun, manusia adalah manusia, maka, mereka masih sangat cemas dan bertubi-tubi bertanya apa yang kita lakukan di sini. Sekarang ada kaum saleh dari Amerika Serikat dan Kanada yang ingin datang dan bergabung dengan pelatihan; banyak yang tidak diterima merasa sangat sedih di batin, dan mereka lama untuk menemukan apa yang sedang terjadi.
Baru-baru ini, saudara-saudara dari Tainan datang untuk memohon. Lebih dari sepuluh orang kudus yang melayani sepenuh waktu di wilayah mereka tidak diterima dalam pelatihan karena mereka tidak memiliki pendidikan yang memadai. Ketika pelatihan yang terjadi di sini, mereka sangat membara di dalam, sehingga mereka memohon agar diizinkan menonton rekaman video pelatihan tersebut. Saya mengatakan bahwa kita tidak takut untuk isi pelatihan diketahui, sehingga tidak ada salahnya membiarkan mereka menonton video. Tetapi setelah menonton mereka tidak harus pergi dan melaksanakannya segera, karena mereka pasti tidak akan bisa berlatih dengan benar. Singkatnya, jangan kuatir akan apa yang harus dilakukan, tidak ada yang baik bisa dihasilkan dari keadaan yang tergesa-gesa. Bila diperlukan memperlambat, kita perlu memperlambat.
Ambil contoh terjemahan Perjanjian Baru Versi Pemulihan. Beban ini sangat berat, tetapi tidak bisa diburu-buru sama sekali. Ketika kita pertama mulai, saya dari belakang mendorong penerjemahan. Sekarang kita telah sampai pada Kitab Roma, mereka berbalik dan mengatakan bahwa hal itu tidak akan terlalu sulit. Ketika saya mendengarnya, saya hanya mengatakan bahwa sekarang kita baru mulai mendaki sebuah gunung yang tinggi, saya tidak ingin mengatakan bahwa sekarang kita baru mulai untuk disalibkan. Tata bahasa dalam Surat Kiriman Paulus lebih sulit daripada tata bahasa dalam keempat Injil dan Kitab Kisah Para Rasul, tidak mudah untuk menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan bahasa asli dan pada saat yang sama dibaca seperti komposisi China. Sebagai contoh, kita berulang kali dipertimbangkan dan mempelajari sebelum kita akhirnya memutuskan bagaimana menerjemahkan kalimat "dipisahkan kepada Injil Allah" dalam Roma 1:1. Contoh lain adalah menerjemahkan dari kalimat "demi nama-Nya" dalam ayat 5. Dalam bahasa aslinya, kata depan/preposisi yang digunakan di sini menunjukkan "untuk," "demi", "malahan," "untuk kepentingan." Hal ini tidak begitu mudah memutuskan mana dari empat denotasi/tanda untuk diambil. Dalam Kitab Roma, setiap kata mencakup kebenaran. Sulit untuk memutuskan makna bahkan hanya satu kata kerja khusus ini. Saya masih punya tiga bulan di sini, dan saya tidak memiliki banyak keyakinan bahwa saya akan mampu menyelesaikan pekerjaan ini. Karena itu, kita harus cepat dalam melakukan sesuatu namun tidak tergesa-gesa. Kita tidak bisa melakukan apa pun dengan baik melalui tergesa-gesa.
Saya sangat cepat dalam melakukan sesuatu, tetapi ketika perlu lambat, saya sangat lambat, karena bekerja dengan baik dan halus harus dilakukan secara perlahan. Misalnya, sekitar setengah tahun yang lalu saya mengumumkan bahwa saya akan menerbitkan Injil Matius sebagai contoh, tetapi sampai sekarang belum juga keluar. Hal ini disebabkan masuknya "Bagan Tujuh Puluh Minggu dan Kedatangan Kristus, dengan Pengangkatan Orang Kudus" dalam Injil Matius sebagai lampiran. Saya bermaksud untuk menggambar bagan di sini pada musim semi, tetapi saya dibatasi oleh waktu, tenaga, dan tenaga kerja, sehingga saya tidak memulai. Lalu saya kembali ke Amerika Serikat untuk mengadakan pelatihan musim panas di sana, dan kesimpulannya, saya mulai menggambar bagan. Kemudian selama beristirahat di gunung saya terus menggambar sampai saya datang kembali ke Taipei. Selama periode waktu ini saya banyak menelepon jarak jauh, melakukan koreksi berulang kali. Yang saya maksud adalah ini: Supaya memiliki hasil yang bagus, saya tidak ingin melakukan pekerjaan kasar, melainkan saya ingin melakukan pekerjaan yang halus.
Mari kita memakai pelatihan ini sebagai contoh lebih lanjut. tiga hari lalu pelatih Anda mengatakan kepada saya bahwa ketika Anda pergi keluar untuk mengetuk pintu, Anda jangan melakukannya seratus persen sesuai dengan jalan yang ditetapkan pelatihan, melainkan Anda melakukannya sebagian besar sesuai dengan cara alami Anda. Pagi ini dia mengatakan bahwa sekarang lebih dari sembilan puluh persen waktu, Anda melakukannya sesuai dengan jalan baru. Namun, menurut pengamatan saya mungkin tujuh puluh persen dari apa yang Anda lakukan adalah sesuai dengan jalan yang ditetapkan oleh pelatihan, dan sisanya tiga puluh persen adalah dengan percaya secara alami Anda sendiri. Saya memiliki keyakinan diri untuk mengatakan bahwa jalan yang ditetapkan oleh pelatihan dihasilkan dari penelitian ulang kita, sehingga Anda harus mengikutinya. Ini adalah sama dalam melakukan sesuatu, tidak hanya dalam perkara mengetuk-pintu. Kita dapat mengambil kaligrafi sebagai contoh. Jika Anda ingin menulis dengan baik, Anda perlu menyalin atau meniru dengan menggunakan copybook, menelusuri setiap jalur yang akurat, Anda tidak boleh sedikit pun ceroboh. Saya sendiri mengalami kerugian besar dalam hal ini karena saya tidak menghabiskan cukup usaha di atasnya. Karena itu, membuat perbedaan yang sangat besar apakah Anda belajar dan melaksanakan sesuai dengan cara yang ditentukan atau tidak.
Istilah pelatihan sangat istimewa. Tidak banyak pekerjaan rumah; terutama mengarahkan Anda untuk membaca buku-buku referensi. Saya harap membuat Anda memahami bahwa istilah pelatihan ini tidak menekankan mempelajari pelajaran-pelajaran, melainkan menekankan pelaksanaan dan latihan. Mengunjungi orang melalui mengetuk-pintu adalah program belajar yang besar untuk mengubah sistem pelaksanaan jalan baru. Bagaimana merawat orang baru setelah mengetuk-pintu adalah subyek pelajaran yang lebih besar, dan bahkan lebih sulit untuk membawa orang baru ke dalam kehidupan Tubuh dan ke dalam kebenaran. Perkara-perkara ini memerlukan penelitian kita dalam banyak aspek dan secara menyeluruh. Tidak hanya itu, saya juga berharap bahwa pemulihan Tuhan pada hari-hari yang akan datang akan memiliki hanya satu langkah, saya tidak ingin membuat dua langkah. Inilah alasan saya tidak menginginkan pergerakan dan pelaksanaan kita di sini dipublikasikan, karena kita masih dalam tahap pengkajian. Jika orang lain mencoba untuk mengikuti apa yang kita lakukan dan jika kemudian kita membuat beberapa perbaikan, maka mereka akan membuang-buang waktunya, dan juga tidak akan mudah bagi mereka berubah. Ini seperti penerbitan buku, jika edisi pertama berisi beberapa kesalahan, kita bisa mengeluarkan edisi kedua dengan koreksiaannya. Tetapi kesalahan dalam edisi pertama tidak pernah dapat dihilangkan sama sekali karena mereka telah menyebar. Karena itu, sebelum penelitian kita di sini mencapai hasil akhir, saya tidak ingin kabar ini bocor keluar dan membiarkan orang lain mengikuti apa yang kita lakukan. Jika tidak, kita perlu membuat koreksi apa pun di sini, mereka mungkin tidak dapat mengubahnya segera. Akibatnya, hal ini dapat mempengaruhi langkah masa depan pemulihan Tuhan di bumi. Karena itu, perkara ini tidak bisa diburu-buru sama sekali.
Menurut rencana, Anda akan pergi ke desa-desa pada bulan Januari tahun depan. Namun, jika jalan baru ini tidak menyeluruh dipelajari tahun ini, maka tahun depan kita masih perlu terus belajar, dan rencana untuk pergi ke desa-desa harus ditunda. Karena itu, semuanya tergantung pada hasil penelitian kita. Jika penelitian kita tidak bisa disimpulkan pada semester berakhir, saya takut bahwa kita masih harus kembali tahun depan untuk melanjutkan pengkajian kita bersama-sama. Mungkin sebagian dari Anda tidak bisa lagi menunggu, Anda berpikir bahwa Anda telah dilatih selama dua tahun dan sekarang harus lulus. Tetapi saya harap bahwa tidak ada yang tidak sabar, dan semua orang akan tetap meneliti bersama dan berjalan selangkah demi selangkah. Singkatnya, apa latihan kita adalah jalan baru, jadi kita tidak harus memutuskan sesuatu dengan tergesa-gesa. Bahkan pelatihan di sini adalah penelitian, kita meneliti bagaimana memberlakukan pelatihan. Selain Saudara Watchman Nee, tidak satu pun dari kita yang telah melakukan ini sebelumnya. Anda harus jelas tentang poin ini.
Saya percaya bahwa Anda telah menerima sejumlah pelatihan dan telah melihat beberapa hal di sini; karena itu, Anda ingin membawa hal-hal ini untuk dilaksanakan dalam gereja-gereja. Tetapi Anda harus menerima perkataan saya di sini: Jangan khawatir untuk melakukan apa pun. Bahkan ketika orang bertanya kepada Anda, Anda harus menjawab, "Saya tidak jelas apa yang saudara-saudara lakukan." Jangan mempublikasikan melalui sarana apa pun.
KELANJUTAN PENGKAJIAN DAN PENINGKATAN KITA
Mulai sekarang, sekali setiap minggu kita akan mengadakan pengkajian jalan baru untuk peningkatannya. Saya berharap dalam setiap sesi pengkajian kita dapat menarik kesimpulan yang menurut Anda semua bisa menjalankan dan melakukan percobaan lagi. Maka mungkin hasil yang dicapai akan terwujud. Poin-poin utama dari pengkajian kita terwujud: Apakah metode jalan baru nyaman? Apakah mereka ekonomis dalam waktu, tenaga, dan pengeluaran moneter?
Menurut pengamatan saya, saat ini kita dapat menarik beberapa kesimpulan. Pertama, meskipun saat penelitian kita belum begitu lama, mengunjungi dengan mengetuk-pintu pasti telah terbukti menjadi jalan yang efektif. Kedua, jika kita ingin melanjutkan dengan jalan yang baru, hal utama yang perlu kita pelajari menanggulangi diri kita secara serius supaya keadaan batin kita menjadi tepat. Misalnya, apakah Anda memiliki doa yang cukup? Apakah dosa-dosa Anda sepenuhnya ditanggulangi? Apakah Anda memiliki dipenuhi Roh Kudus? Apakah roh Anda dipertinggi dan dibebaskan ketika Anda pergi keluar? Semua keadaan luar lainnya adalah sekunder, dan mereka dapat diurus secara bertahap. Hal pertama adalah persona Anda harus benar. Ini berarti bahwa doa Anda harus cukup dan menyeluruh, dosa-dosa Anda harus ditanggulangi secara menyeluruh dan lengkap, dan roh Anda harus dipenuhi dan dijenuhi oleh Roh Kudus sehingga batin Anda benar-benar terbuka, dibebaskan, kaya, dan meluap. Setelah jenis roh ini dihasilkan, dapat menghasilkan semua jenis pengaruh, ketika roh menjamah orang, dapat menyebabkan mereka terbuka dan dibebaskan.
Ketiga, ketika Anda mengunjungi orang dengan mengetuk-pintu, jangan berpikir bahwa itu akan lancar dan mudah. Sebaliknya, Anda harus menyadari bahwa pasti akan ada beberapa kesulitan. Seseorang mengatakan bahwa ia mengetuk tiga puluh sampai empat puluh pintu dan tidak satu pun dari mereka dibuka, sehingga ia langsung kecewa. Tetapi saya akan mengatakan bahwa Anda tidak perlu berkecil hati karena menurut laporan kita, rata-rata dalam lima puluh pintu yang kita ketuk hanya satu yang membuka. Seseorang yang meneliti iklan bisnis mengatakan bahwa jika ada respons dua persen dari iklan yang dikirimkan, biaya akan impas, dan jika ada respons tiga persen, maka akan ada keuntungan. Saya juga melakukan sedikit riset mengetuk-pintu oleh Mormon dan Saksi Yehova dan menemukan bahwa mereka mendapatkan satu pintu yang terbuka hanya setelah mengetuk ratusan dan ribuan pintu. Karena itu, ketika Anda pergi mengetuk-pintu, Anda harus memiliki sikap yang tepat: Satu pintu belum dibuka bukan melemahkan melainkan hal yang normal. Anda harus siap bahwa orang tidak akan membuka pintunya. Jika semua orang akan membuka pintu dan semua ditentukan Allah, maka itu akan memerlukan kita berjerih lelah dalam perkara ini? Saya percaya bahwa Tuhan tidak menentukan banyak orang. Namun, kita juga tidak harus mengatakan bahwa karena Allah tidak menentukan begitu banyak, kita tidak harus bekerja begitu banyak. Ini tidak benar. Apakah Tuhan telah menentukan orang tertentu, kita tidak tahu, tetapi kita harus pergi dan mengetuk pintu untuk mengunjungi orang-orang sehingga mereka yang telah ditentukan Allah dapat ditemukan. Karena itu, jangan terganggu oleh fakta bahwa orang tidak membuka pintunya.
Keempat, mengetuk-pintu memerlukan keterampilan tertentu. Kita perlu tahu apa yang harus dikatakan ketika kita bertemu seseorang dan bagaimana berkomunikasi dengannya. Kita harus mempelajari pelajaran ini. Hal yang paling penting adalah bahwa Anda harus menghindari berbicara tanpa tujuan dan belajar mengatasi segala macam situasi dengan tetap tenang. Apakah Anda akan disambut atau tidak, Anda harus selalu menemukan jalan untuk "mempromosikan dagangan Anda." Jika seseorang tidak mau membuka pintu untuk mempersilahkan Anda tetapi berbicara kepada Anda hanya di pintu, maka Anda harus mengambil kesempatan untuk menunjukkan kepadanya booklet Rahasia Hidup Manusia. Mungkin dalam satu menit Anda bisa mendapatkannya. Seseorang mungkin mengatakan bahwa dia tidak memiliki waktu atau ia percaya pada agama lain, tetapi jangan perhatikan alasannya. Anda hanya harus mencoba merebut kesempatan untuk menunjukkan kepadanya "barang dagangan" Anda.
Kelima, menurut Kisah Para Rasul 1:8, prinsip mengetuk-pintu adalah pergi dari yang dekat sampai yang jauh, kita tidak boleh menyerahkan orang yang dekat kepada orang yang jauh. Ketika Anda melayani di berbagai balai sidang, Anda harus terlebih dahulu mengetuk semua pintu di lingkungan balai sidang. Jika Anda memiliki rencana yang baik, Anda akan menghemat tenaga dan biaya.
Keenam, Anda harus selalu ingat bahwa pekerjaan Anda tidak terpengaruh oleh hasil. Bila hasilnya baik, tentu saja Anda bisa bahagia, tetapi jangan terlalu senang. Bila hasilnya buruk, Anda tidak harus terpengaruh dan berkecil hati. Ketika Anda pergi bekerja, Anda pasti harus memiliki tujuan, yaitu untuk membawa Allah Tritunggal kepada orang, untuk membawa orang percaya baru ke dalam hidup gereja, dan menggenapkan mereka untuk masuk ke dalam kebenaran. Anda harus memiliki pandangan yang akurat tentang tujuan ini dan berpegang padanya dengan tegas.
MENGIKUTI ATURAN RESEP PELATIHAN,
JANGAN BERSANDAR PADA JALAN ALAMI
Anda semua bisa bersaksi bahwa jalan yang paling efektif untuk mengetuk-pintu adalah mengikuti jalan yang didirikan oleh pelatihan. Jalan-jalan lain, jalan alami, dapat muncul untuk membantu secara dangkal, namun pada kenyataannya mereka merusak Anda. Misalnya, ketika anak saya belajar bermain piano, saya melihat guru dengan ketat menuntutnya, berkata, "Anda tidak harus bermain dengan jari-jari Anda sesuai dengan kenyamanan Anda. Anda harus bermain dengan jalan yang saya arahkan. Anda mungkin merasa bahwa sangat efektif untuk bermain sesuai dengan kenyamanan Anda. Akhirnya, Anda akan menemukan bahwa sangat merusak Anda." Dalam cara yang sama, Anda mungkin merasa bahwa berbicara dengan orang sesuai dengan jalan yang ditetapkan oleh pelatihan ini sangat bodoh dan juga tidak berkhasiat, tetapi dalam kenyataannya khasiatnya tidak terlihat Anda.
Ketika Anda pergi mengetuk-pintu, jika ada orang-orang kudus lokal berkoordinasi dengan Anda, tentu saja itu merupakan bantuan yang sangat besar, tetapi Anda tidak harus bergantung pada mereka. Saya harap dapat menjadi ahli dalam hal mengetuk-pintu. Karena itu, dalam pelatihan Anda pasti harus berlatih dengan ketat, benar-benar mengikuti jalan yang ditetapkan oleh pelatihan. Anda diperbolehkan untuk menjadi fleksibel dan membuat beberapa perubahan secara terperinci, tetapi Anda pasti harus benar-benar menjaga prinsip.
PERKATAAN INTRUKSI
Saya juga mengingatkan Anda bahwa dalam mengetuk-pintu, situasi beberapa rumah mungkin tidak baik hari ini, tetapi besok, atau lusa, mungkin pada hari keempat akan baik. Karena itu, jika mereka tidak begitu menolak Anda, Anda dapat kembali mengunjunginya. Namun, diperlukan tenaga kerja untuk melakukan hal ini. Karena itu, saya sudah katakan kepada para penatua bahwa saya harap mereka bisa membawa setidaknya seperempat dari orang-orang kudus untuk berkoordinasi bersama, jangan mengetuk-pintu setiap hari tetapi melakukannya setidaknya sekali seminggu. Saat ini, Taipei memiliki empat ribu orang kudus yang bersidang secara teratur. Jika seribu orang kudus ini bisa keluar seminggu sekali dan mengetuk setidaknya lima pintu, maka dalam sebulan kita bisa mengetuk dan mengunjungi dua puluh ribu rumah. Hasilnya akan luar biasa.
Apa yang kita pelajari di sini adalah pelaksanaan jangka panjang, realistis, dan serius. Kita tidak ingin hanya pelaksanaan sesaat yang keluar dari antusiasme kita. Karena itu, saya harap orang mau membawa masalah ini dengan serius dan melakukan penelitian yang cermat. Misalnya, dalam bermain basket, selama seseorang bisa menggiring bola, dia bisa bermain permainan dan mengoper bola di sekitar. Namun, jika seseorang ingin bermain basket untuk jangka panjang dan bermain efektif, maka ia harus berlatih serius sesuai dengan petunjuk dari pelatih. Jika, daripada rajin berlatih gerakan dasar, seseorang peduli hanya untuk kenyamanan sendiri, maka mungkin menguntungkan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang tidak akan bermanfaat dan bahkan akan berbahaya. Saat ini ketika Anda pergi keluar, Anda masih berlatih, dalam satu atau dua tahun Anda harus mampu menjadi pelatih ketika Anda kembali. Namun, Anda tidak harus bangga menganggap diri Anda seorang ahli dan meminta setiap orang mendengarkan Anda. Bila Anda telah menyelesaikan pelatihan ini, saya juga akan menginstruksikan Anda tentang cara menghadapi orang kudus yang tua dan bagaimana berurusan dengannya ketika Anda kembali sehingga gereja dapat masuk di dalam kesehatian.
Apa yang perlu Anda pelajari sekarang dengan semua upaya Anda untuk berlatih dan berlatih lagi dalam pelatihan. Mereka yang belajar bermain piano mengatakan kepada saya bahwa mereka mengambil hanya satu pelajaran seminggu, tetapi mereka harus berlatih beberapa jam setiap hari. Ini adalah apa yang harus Anda lakukan. Jika Anda menghabiskan banyak upaya untuk berlatih dengan giat setiap hari mengaku dosa, meminta untuk dipenuhi, membebaskan roh Anda, dipertinggi dalam roh, dan pergi keluar setiap hari, maka Anda akan tumbuh secara spontan dalam hayat. Selain itu, Anda akan menjadi mahir melalui latihan konstan Anda. Nada, gerakan, kecepatan, dan ritme berbicara Anda semua akan tepat. Dengan cara ini orang secara alami akan ingin membuka pintu untuk mendengarkan Anda berbicara.
Karena itu, saya harap Anda mau melakukan yang terbaik untuk meluangkan waktu berlatih. Anda mungkin harus menyerahkan beberapa sidang di balai sidang. Hal ini karena apa yang kita harapkan bukanlah supaya Anda membantu sidang di berbagai balai sidang, melainkan, kita harap bahwa waktu Anda akan dihabiskan untuk berlatih. Bila hasil latihan Anda berhasil, Anda akan menjadi bantuan yang luar biasa kepada balai sidang atau gereja-gereja ketika Anda kembali. Karena itu, lakukan yang terbaik untuk berlatih, dan menulis laporan hasil sehingga kita dapat belajar bersama dan melakukan perbaikan dan kemudian terus berlatih. Dengan cara ini Tuhan pasti akan memberi kita pemandangan yang indah.