← Daftar isi Kemuliaan Keilahian Kristus yang Tersembunyi · bab 1/6

KEMULIAAN KEILAHIAN KRISTUS YANG TERSEMBUNYI GARIS BESAR

I. Kristus sebagai yang kedua dari Allah Tritunggal memiliki kemuliaan ilahi sejak kekekalan yang lampau.

II. Melalui inkarnasi-Nya, keinsanian-Nya menjadi kulit luar yang menyembunyikan kemuliaan keilahian-Nya.

III. Meskipun Dia mengekspresikan atribut-atribut Allah dalam kehidupan insani-Nya sebagai kebajikan-kebajikan-Nya dalam keinsanian-Nya, kemuliaan keilahian-Nya kebanyakan tersembunyi oleh kulit luar keinsanian-Nya.

IV. Hanya pada saat transfigurasi-Nya di atas gunung, yaitu ketika Dia hidup dalam keinsanian-Nya, kemuliaan keilahian-Nya dinyatakan secara sekilas kepada murid-murid-Nya - Mat.17:2; Yoh.1:14b; 2 Ptr. 1:17, 18.

V. Tatkala kemuliaan keilahian-Nya tersembunyi oleh kulit luar keinsanian-Nya, Dia tertekan dan gelisah, mendambakan untuk dibaptis dengan baptisan kematian-Nya demi pelepasan kemuliaan keilahianNya - Luk.12:50; Yoh.12:24.

VI. Pelepasan kemuliaan keilahian-Nya adalah melemparkan api ke bumi - Luk.12:49.

Subjek umum dari berita-berita ini adalah hasil dari dimuliakannya Kristus oleh Bapa dengan kemuliaan ilahi, dan beban saya adalah membantu Anda untuk melihat akibat, hasil dari pemuliaan Kristus. Beban dari berita-berita ini dapat dinyatakan dalam empat kahmat berikut ini :

1. Kemuliaan keilahian Kristus tersembunyi di dalam Dia seperti di dalam sebutir biji gandum.

2. Dalam pemuliaan-Nya, Dia sebagai Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi-hayat bagi dispensi (penyaluran) ilahi-Nya.

3. Dalam kebangkitan-Nya, Dia beserta keinsanian-Nya dilahirkan untuk menjadi Putra sulung Allah bagi transformasi ilahi-Nya.

4. Melalui kebangkitan-Nya, seluruh orang berimanNya dilahirkan kembali untuk menjadi banyak putra Allah bagi pelipatgandaan ilahi-Nya.

Hal dimuliakannya Kristus oleh Bapa telah disebutkan dalam ayat-ayat dalam Injil Yohanes : 7:39; 8:54; 12:16, 23; 13:31-32; 17A, 5. Berita yang cukup spesial ini membahas mengenai kemuliaan keilahian Kristus yang tersembunyi.

I. KRISTUS SEBAGAI YANG KEDUA

DARI ALLAH TRITUNGGAL

MEMILIKI KEMULLAAN ILAHI

SEJAK KEKEKALAN YANG LAMPAU

Kristus sebagai yang kedua dari Allah Tritunggal memiliki kemuliaan ilahi sejak kekekalan yang lampau. Yohanes 1:1 mewahyukan bahwa Kristus, sang Firman, adalah Allah, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Sebagai Allah, Kristus memiliki kemuliaan ilahi. Karena Kristus adalah Allah sejak kekekalan yang lampau, Dia memiliki kemuliaan ilahi juga sejak kekekalan yang lampau. Apakah kemuliaan ilahi itu? Kemuliaan ilahi adalah diri Allah sendiri. Diri Allah adalah kemuliaan.

II. MELALUI INKARNASI-NYA,

KEINSANIAN-NYA MENJADI KULIT LUAR

YANG MENYEMBUNYIKAN KEMULIAAN KEILAHIAN-NYA

Melalui inkarnasi-Nya, keinsanian-Nya menjadi kulit luar yang menyembunyikan kemuliaan keilahian-Nya. Selain istilah keinsanian-Nya,mungkin lebih baik menggunakan istilah daging-Nya, karena Yohanes 1:14 memberi tahu bahwa Allah sendiri telah menjadi daging (manusia-LAI). Daging ini, keinsanian ini, menjadi kulit luar yang menyembunyikan kemuliaan keilahian Kristus. Keilahian Kristus itu sendiri adalah kemuliaan ilahi. Sama seperti Allah adalah terang, keilahian adalah kemuliaan. Ketika Kristus berada dalam daging, dalam keinsanian-Nya, daging-Nya adalah kulit luar yang menyembunyikan keilahian-Nya dan karena-Nya menyembunyikan kemuliaan-Nya.

III. MENGEKSPRESIKAN ATRIBUT-ATRIBUT ALLAH

DALAM KEHIDUPAN INSANI-NYA,

NAMUN KEMULIAAN KEILAHIAN-NYA KEBANYAKAN TERSEMBUNYI

Meskipun Kristus mengekspresikan atribut-atribut Allah dalam kehidupan insani-Nya sebagai kebajikan-kebajikan-Nya dalam keinsanian-Nya, kemuliaan keilahian-Nya kebanyakan tersembunyi oleh kulit luar keinsanian-Nya, daging-Nya. Ketika Ia hidup dalam daging di bumi; di satu pihak, Ia adalah Allah yang mulia dan di lain pihak, Ia adalah daging. Daging ini adalah kulit luar yang menyembunyikan Allah sang Mulia. Karena kemuliaan ilahi tersembunyi dalam kulit luar daging-Nya, maka Ia perlu dimuliakan. Dalam Yohanes 12:23 Ia berkata, "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan." Dalam Yohanes 17:1 Ia berdoa, "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau!' Dalam ay*at 5 Ia melanjutkan berkata, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Mu pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada."

Menurut pengetahuan saya yang terbatas, hanya sedikit pembaca Alkitab dan guru-guru Kristen yang eukup menaruh perhatian pada pemuliaan Kristus seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat ini dan beberapa ayat lain dari Yohanos 7:39 sampai Yohanes 17:5. Para ahli teologi biasa mempelajari penebusan, pembenaran, dan pengudusan, tetapi mercka jarang mempelajari perihal pemuliaan Kristus.

IV. DALAM TRANSFIGURASI-NYA,

KEMULUAN KEILARIAN-NYA DINYATAKAN

SECARA SEKILAS KEPADA MURID-MURID-NYA.

Sebagai Allah, Kristus sendiri adalah kemuliaan, tetapi kemuliaan ini tersembunyi dalam kulit luar keinsanian-Nya sehingga kemuliaan ilahi-Nya tidak dapat terlihat. Orang lain dapat melihat kulit luar-Nya, tetapi mereka tidak dapat melihat kemuliaan-Nya yang tersembunyi dalam kulit luar-Nya. Tetapi dalam Injilnya, rasul Yohanes berkata, "Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa" (1:14). Dia, bersama dengan Petrus dan Yakobus melihat kemuliaan Tuhan ketika Tuhan ditransfigurasi di atas gunung. Transfigurasi-Nya adalah suatu pemuliaan. Ketika Ia sedang hidup dalam kulit luar daging-Nya, Ia keluar dari daging-Nya untuk sesaat (sementara) dan dimuliakan.

Hanya pada saat transfigurasi-Nya di atas gunung itulah, yakni ketika Dia hidup dalam keinsanian, kemuliaan keilahian-Nya dinyatakan secara sekilas kepada murid-murid-Nya. Matius 17:2 mengatakan, "Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang." Petrus menyebutkan mengenai hal ini dalam 2 Petrus 1:17-18. "Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan : Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus." Dalam Matius 17, Petrus, Yohanes, dan Yakobus adalah orang-orang yang melihat Yesus dimuliakan dan mereka bersaksi bahwa mereka tidak dapat menyangkal apa yang telah mereka lihat dari kemuliaan Kristus yang tersembunyi. Mereka adalah orang-orang yang paling diberkati karena melihat Tuhan dalam transfigurasi-Nya. Sebelum kebangkitan-Nya, hanya tiga orang itulah yang melihat Yesus yang dimuliakan di atas gunung, tetapi setelah kebangkitan-Nya, berjuta-juta orang dapat melihat Dia. Hari ini Kristus yang kita lihat bukanlah Kristus yang masih berada dalam kulit luar, tetapi Kristus yang telah keluar dari kulit luar dan telah dimuliakan.

V. DAMBA DIBAPTIS DENGAN BAPTISAN KEMATIAN-NYA

DEMI PELEPASAN KEMULIAAN KEILAHIAN-NYA

Tatkala kemuliaan keilahian-Nya tersembunyi dalam kulit luar keinsanian- Nya, Tuhan Yesus tertekan dan gehsah, mendambakan untuk dibaptis dengan baptisan kematian-Nya demi pelepasan kemuliaan keilahian-Nya. Dalam Lukas 12:50 Tuhan berkata, "Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!" Kata Yunani yang diterjemahkan susahnya dapat juga diterjemahkan "tertekan". Tuhan tertekan dalam daging-Nya, yaitu daging yang telah dikenakan-Nya dalam inkarnasi-Nya. la perlu menempuh kematian fisik, dibaptis, sehingga diri llahi-Nya yang tidak terbatas dan tak terduga serta hayat ilahi-Nya dapat dilepaskan dari daging-Nya. Karenanya, Tuhan Yesus damba untuk dilepaskan dari batasan kulit luar daging-Nya. Ia menyebutkan pelepasan ini dalam Yohanes 12:24, "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Jika Tuhan Yesus sebagai sebiji gandum itu tidak mati, Ia akan tetap satu biji saja. Tetapi, Ia jatuh ke dalam tanah dan mati, dan kematian itu melepaskan-Nya dari kulit luar insani-Nya. Inkarnasi-Nya menyebabkan kemuliaan ilahiNya tersembunyi dalam daging-Nya, tetapi melalui kematian-Nya, kemuliaan-Nya dilepaskan untuk menghasilkan banyak butir dalam kebangkitan-Nya. Banyak butir ini menjadi perbanyakan-Nya sebagai ekspresi kemuliaan-Nya.

VI. PELEPASAN KEMULIAAN KEILAHIAN-NYA

ADALAH MELEMPARKAN API KE BUMI

Pelepasan kemuliaan keilahian-Nya adalah melemparkan api ke bumi. Dalam Lukas 12:49 Ia berkata, "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan api itu telah menyala." Api ini adalah gerakan dari kohidupan rohani, gerakan yang berasal dari pelepasan hayat ilahi Tuhan. Melepaskan api ke bumi adalah membakar orang-orang di bumi. Ketika Kristus di baptis dengan keniatian-Nya di atas salib, kemuliaan keilahian-Nya dilepaskan. Sejak saat kebangkitan-Nya, api telah membakar di bumi. Api ini dimulai dari Yerusalem, kemudian menyebar ke Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Hari ini, api ini sedang membakar seluruh bumi di Amerika, di Rusia, di Rumania, di Polandia, di Brasil, di Afrika, di Australia, di New Zealand.

Dalam kitab Wahyu, kita melihat Kristus adalah SingaAnak Domba; la adalah Singa untuk mengalahkan Satan dan Ia adalah Anak-Domba untuk menebus kita (5:5-6). Wahyu 5:6 mengatakan, "Maka aku melihat di tengahtengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh : Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi." Ketujuh, mata ini, ketujuh Roh, adalah seperti nyala api (1:14; 2:18). Di tempat lain kita juga diberi tahu bahwa ketujuh Roh Allah adalah "tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu" (4:5). Hari ini Kristus adalah api yang menyala-nyala. Kita semua telah dibakar oleh api ini; kita telah dibawa bersama-sama oleh api ini dan sekarang kita berbeban agar api ini lebih banyak membakar orang lain. Ketika kemuliaan keilahian Kristus yang tersembunyi dilepaskan, api ilahi dilemparkan ke bumi untuk membakar seluruh bumi. Biarkan api ini terus membakar! Tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya.

Pada permulaan berita ini, kami menunjukkan bahwa dalam kebangkitan- Nya, Kristus beserta keinsanian-Nya dilahirkan menjadi Putra sulung Allah bagi transformasi ilahi-Nya. Istilah transformasi ilahi-Nyasesungguhnya mengacu kepada pengalaman kita akan transformasi. Kristus menjadi Tuhan Roh adalah untuk transformasi kita (2 Kor. 3:18). Pertama-tama la menjadi Roh pemberi- hayat untuk mendispensikan hayat dan sifat ilahi ke dalam roh kita. kemudian Ia menjadi Tuhan Roh untuk mentransformasi jiwa kita (termasuk pikiran, emosi, dan tekad kita). Ini dibuktikan oleh Roma 12:2a yang mengatakan, "Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu." Tuhan telah mendispensikan diri-Nya ke dalam roh kita dan sekarang Ia sedang mentransformasi jiwa kita. Hari ini kita berada dalam proses transformasi jiwa kita. Pada akhirnya, pada saat Ia datang kembali, Ia akan mentransformasi tubuh kita untuk diserupakan dengan tubuh mulia-Nya (Flp.3:21).