← Daftar isi Roma (2) · bab 19/19

BERADA DI DALAM ROH UNTUK MENGALAMI PEKERJAAN ROH ITU

Pembacaan Alkitab: Rm. 8:4-16, 26-27

Dalam Roma 8:9 Paulus berkata, “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Dalam beri-ta sebelumnya kita telah menunjukkan bahwa menjadi mi-lik Kristus adalah perkara kedudukan, sedangkan berada di dalam roh adalah perkara keadaan. Kedudukan kita sebagai milik Kristus itu telah ditetapkan satu kali untuk selama-nya; namun, keadaan berada di dalam roh itu mungkin naik turun. Karena alasan ini, kita perlu melihat cara un-tuk menstabilkan keadaan kita berada di dalam roh.

MENGUMUMKAN KITA BERADA

DI DALAM ROH

Satu cara untuk menstabilkan keadaan ini adalah dengan mengumumkan bahwa kita berada di dalam roh. Belajarlah berkata, “Aku berada di dalam roh!” Dulu saya mendorong Anda untuk berseru, “Oh, Tuhan Yesus.” Seka-rang saya mendorong Anda untuk berkata, “Aku berada di dalam roh.” Adakalanya kita sudah dapat mengontaki Tuhan hanya dengan berkata, “Oh”; tidak perlu selalu berkata, “Oh, Tuhan Yesus.” Sama prinsipnya, kita tidak perlu selalu ber-kata, “Aku berada di dalam roh,” karena mungkin cukup hanya dengan mengatakan kata-kata, “di dalam.” Jika Anda akan marah-marah, latihlah diri Anda sendiri untuk me-ngatakan “Oh” atau “di dalam”. Hal ini akan membantu An-da untuk tetap tinggal di dalam roh. Menurut ayat 9, kita berada di dalam roh karena Roh Allah berhuni di dalam kita. Sekarang kita dapat tetap tinggal dalam keadaan ini de-ngan mengumumkan fakta bahwa kita berada di dalam roh.

Hari ini di antara orang-orang Kristen, ada banyak pengajaran mengenai bagaimana mengalami Roh itu. Saya dapat bersaksi bahwa pengajaran-pengajaran itu dapat menghalangi kita dari mengalami pekerjaan Roh itu. Dalam Roma 8, Paulus tidak berkata, “Agar bebas dari hukum do-sa dan maut, maka kamu harus berpuasa dan berdoa. Hu-kum dosa itu menyulitkan dan terlalu kuat bagimu untuk dikalahkan. Itulah sebabnya aku berseru, ‘Aku manusia celaka. Siapakah yang dapat membebaskan aku?’” Paulus tidak mengajar kaum beriman secara demikian. Ia juga tidak mengajar bahwa kaum beriman harus mengakui se-mua dosa mereka terhadap Allah maupun terhadap manu-sia sebelum mereka mengalami Roh itu.

Untuk memahami perkara berada di dalam roh seperti yang disinggung dalam ayat 9, akan sangat membantu bila kita merenungkan kembali bagaimana kita diselamatkan. Ketika kita mendengar pemberitaan Injil, kita mengetahui dan mengakui Injil. Kita tidak perlu berkata, “Mulai seka-rang aku harus bertingkah laku dengan cara yang menye-nangkan Allah. Dulu aku melakukan banyak hal yang penuh dengan dosa. Jika aku mengakui dosa-dosaku dan memutuskan untuk memperbaiki tingkah laku, aku akan diselamatkan.” Ini salah. Konsepsi yang salah ini dapat mempengaruhi kehidupan kristiani seseorang selama berta-hun-tahun. Setelah seseorang mendengar pemberitaan Injil, ia seharusnya hanya mengucapkan, ”Amin!” dengan lantang dan berkata, “Terima kasih Tuhan Yesus.” Siapa saja yang memiliki hati untuk menerima, mengakui apa yang telah diberitakan kepadanya melalui Injil, pasti diselamatkan.

MENGAKUI PEMBERITAAN INJIL

Pengakuan yang demikian terhadap keselamatan Allah itu bukan hanya bisa membantu orang untuk beroleh sela-mat, juga akan menjadi bantuan yang besar bagi kehidupan kristiani orang itu di masa yang akan datang. Setiap aspek dari kehidupan kristiani memerlukan pengakuan semacam ini. Kapan saja seseorang mengakui keselamatan Allah, mengatakan amin kepada Injil, dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus, maka pada saat itu juga Roh Allah masuk ke dalamnya. Ini dibuktikan oleh Efesus 1:13-14: “Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebe-naran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Ku-dus, yang dijanjikan-Nya itu. Roh Kudus itulah jaminan warisan kita sampai kita memperoleh penebusan yang men-jadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” Di sini kita melihat bahwa ketika Injil itu diberitakan, diproklamirkan kepada kita, dan kita mengakuinya, pada saat itu juga kita dimeteraikan dengan Roh Allah. Sejak itu dan seterusnya, Roh itu masuk ke dalam kita dan berhuni di dalam kita. Ini berarti kita dihuni oleh Roh Allah itu se-jak kita mengakui Injil. Ini benar, sekalipun seseorang de-ngan lemah membuat pengakuan ini, mengatakan amin, dan berterima kasih kepada Tuhan untuk pemberitaan keselamatan-Nya, pada saat itu juga Roh Allah masuk ke dalamnya dan mulai berhuni di dalamnya.

Jika pemberita Injil itu adalah seorang yang bersatu dengan Allah dan menurut Allah, ia akan menjelaskan ke-pada orang yang baru diselamatkan itu bahwa karena ia telah percaya kepada Kristus dan menerima Roh itu, ia harus tetap berada di dalam roh. Ia mungkin memberi tahu orang beriman yang baru itu, “Sekarang Anda bukan hanya milik Kristus, milik Roh itu, lebih-lebih Anda berada di dalam roh. Mulai sekarang tinggallah di dalam roh. Kapan kala pikiran atau keinginan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan datang kepada Anda, Anda ha-rus mengumumkan, ‘Aku berada di dalam roh.’ Hal ini akan menjadi bantuan yang sangat besar bagi Anda dalam kehidupan kristiani Anda.”

Ada sebuah koor dari satu nyanyian Injil yang terkenal berkata, “Inilah beritaku dan kidungku, pujilah pada Juru-selamat.” Jika kita mengatakan fakta bahwa kita berada di dalam roh, maka berita kita dan kidung kita akan mewu-judkannya. Sepanjang hari kita dapat memuji Sang penyela-mat bahwa karena Roh Allah berhuni di dalam kita, maka sekarang kita berada di dalam roh. Ini akan menjadi sun-tikan yang sangat efektif terhadap semua “penyakit” yang dikirim oleh si musuh untuk mengganggu kita dalam kehidupan kristiani.

DIPALINGKAN DARI ROH

Banyak orang Kristen telah menerima pengajaran yang memalingkan mereka dari roh. Beberapa orang mengajar-kan: “Sekarang Anda adalah anak Allah. Anda harus ber-tingkah laku baik untuk memuliakan Allah. Namun, Iblis selalu sibuk. Ia tidak pernah tidur. Ia akan mencobai Anda, menggoda Anda, dan membuat Anda melakukan hal-hal yang jahat. Sebelumnya, Anda berada di bawah kuasanya. Sekarang Anda telah menjadi anak Allah, maka ia tidak akan membiarkan Anda. Sebaliknya, ia akan melakukan banyak hal untuk menyulitkan Anda. Karena itu, Anda perlu berdoa, berpuasa, dan mengerahkan seluruh usaha Anda untuk menempuh kehidupan kristiani yang normal.” Kita telah belajar dari pengalaman bahwa pengajaran se-macam ini akan memalingkan kita dari roh. Semakin kita memutuskan untuk bertingkah laku baik bagi kemuliaan Allah, kita akan semakin menjadi manusia celaka yang digambarkan dalam Roma 7.

Orang-orang Kristen yang gagal yang mencari nasihat dari para penginjil itu mungkin dinasihati supaya lebih banyak berdoa dan membaca Alkitab. Tetapi aktivitas itu, jika dilakukan berdasarkan perbuatan kita sendiri, dapat membuat kita “memadamkan” roh. Listrik ilahi telah diin-stalasikan ke dalam kita. Begitu listrik ilahi ini dinyalakan, kita tidak boleh memadamkannya. Namun, oleh perbuatan-perbuatan mereka, banyak orang Kristen tanpa sadar telah memadamkan listrik ini. Akibatnya, beberapa orang mulai ragu apakah mereka benar-benar telah beroleh selamat, atau benar-benar memiliki Roh itu. Hal ini dapat membuat me-reka keluar dari satu kelompok kekristenan dan masuk ke dalam kelompok yang lain untuk mencari pertolongan. Inilah situasi di antara banyak orang Kristen pada hari ini.

Situasi semacam ini sangat berbeda dengan kabar baik dari Injil. Injil adalah: Allah memilih kita, menentukan ki-ta, dan menandai kita dalam kekekalan. Kemudian pada sa-tu hari, Putra Allah datang untuk menggenapkan segala sesuatu bagi keselamatan kita. Dia telah melalui proses in-karnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan, ser-ta telah menjadi Roh pemberi-hayat. Ketika Anda mende-ngar pemberitaan kabar baik ini dan mengakuinya, Roh pemberi-hayat ini pun masuk ke dalam Anda dan mulai berhuni di dalam roh Anda. Sekarang Anda cukup tinggal di dalam Roh ini. Janganlah melakukan sesuatu yang akan menjauhkan kita dari Roh ini. Sebaliknya, umumkan saja bahwa Anda berada di dalam roh. Proklamirkanlah fakta yang ajaib ini: “Injil adalah suatu pemberitaan, dan aku te-lah mengakuinya. Sekarang Roh Allah berhuni di dalamku, dan aku berada di dalam Roh ini.” Jika kita dalam iman mengumumkan hal ini, tidak akan ada sesuatu apa pun yang dapat mengalahkan kita. Sebaliknya, segala sesuatu akan berada di bawah kaki kita. Inilah kabar suka, Injil Kristus, dan Injil Allah. Betapa ajaib!

Mereka yang telah menjadi orang Kristen cukup lama mungkin masih sering teringat kepada kekalahan dan ke-gagalan mereka. Jadi, sewaktu mereka mendengar tentang memproklamirkan fakta bahwa karena Roh Allah berhuni di dalam kita, maka kita berada di dalam roh, mereka mungkin mengajukan banyak pertanyaan. Mereka mungkin akan me-mikirkan ini dan itu. Kita perlu melupakan semua perkara ini dan memproklamirkan bahwa kita berada di dalam roh. Janganlah berkata, “Bagaimana dengan masalahku di tem-pat kerja atau di rumah?” Sebaliknya, katakanlah, “Aku berada di dalam roh.”

Kata “di dalam” yang pendek ini memiliki makna yang sangat besar. Menurut Roma 8:1, sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Kristus Yesus. Menurut Roma 8:9, karena Roh Allah berhuni di dalam kita, kita tidak berada di dalam daging, melainkan di da-lam roh. Kita tidak perlu berusaha melakukan banyak hal, kita hanya perlu mengakui fakta ini dan memprokla-mirkannya.

Ketika saya seorang Kristen muda yang mencari Tuhan, saya membeli banyak buku yang membahas cara berdoa, cara menjadi kudus, dan cara mengatasi dosa. Saya selalu tertarik dengan istilah “cara”: cara menjadi rohani, cara menjadi menang, cara menyenangkan Allah, cara memberi-takan Injil. Namun, pada akhirnya saya menyadari bahwa buku-buku itu tidak dapat membantu saya. Daripada mem-baca buku-buku tentang cara melakukan ini dan itu, lebih baik membaca dan mendoa-bacakan Roma 8 ayat demi ayat. Hal ini akan membuat Anda penuh dengan kenikmat-an. Anda perlu memberikan perhatian khusus pada ayat 9, dan berkonsentrasi pada kata-kata “di dalam roh”. Kita per-lu berulang-ulang berdoa dan mengumumkan fakta bahwa kita berada di dalam roh.

ROH PERBAURAN

Sulit untuk menentukan apakah kata roh dalam frasa “di dalam roh” harus ditulis dengan huruf besar atau tidak. Alasan kesulitan ini adalah karena kata ini mengacu kepada roh perbauran, yaitu Roh ilahi berbaur dengan roh insani yang telah dilahirkan kembali. Ayat 16 mengacu kepada dua roh ini: “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa Roh itu bersaksi dan roh kita juga bersaksi. Ayat ini mengatakan Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita. Mengatakan bahwa Roh itu bersak-si bersama-sama dengan roh kita itu lebih dalam daripada mengatakan Roh itu dan roh kita bersaksi, karena hal ini menunjukkan bahwa dua roh itu adalah satu. Mengatakan bahwa Roh itu dan roh kita bersaksi berarti roh-roh itu te-tap ada dua. Sebaliknya, mengatakan bahwa Roh itu ber-saksi bersama-sama dengan roh kita menunjukkan bahwa dua roh ini telah berbaur dan telah menjadi satu.

PEKERJAAN DARI ROH YANG BERHUNI

Sekarang marilah kita melihat berbagai aspek tentang pekerjaan Roh itu dari Roma 8. Pertama, Roh itu adalah Roh yang berhuni (ayat 9, 11). Memiliki Roh itu berhuni di dalam kita adalah satu perkara yang besar. Misalnya, Presiden Amerika Serikat datang ke kota Anda dan tinggal untuk sejangka waktu di rumah Anda. Anda akan mengang-gap hal itu sebagai satu kehormatan yang besar dan mulia. Tetapi kita memiliki Seseorang yang berhuni di dalam kita yang lebih tinggi daripada presiden. Kita memiliki Roh Allah berhuni di dalam roh kita!

Fungsi kedua dari Roh itu adalah memberi hayat. Sebagai Roh yang berhuni di dalam kita, Dia tidak menganggur. Sebaliknya, Dia aktif menyalurkan hayat kepada kita. Roh yang berhuni ini adalah Roh pemberi-hayat, yaitu Roh yang memberi hayat.

Fungsi ketiga dari Roh itu terdapat dalam ayat 13: “Se-bab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Menurut ayat ini, Roh itu bu-kan hanya memberi hayat, melainkan juga membunuh, me-matikan. Secara positif, Roh itu memberi hayat; secara ne-gatif, Dia membunuh dan membersihkan semua hal negatif di dalam kita.

Keempat, dalam ayat 14, kita memiliki Roh yang me-mimpin. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Roh yang berhuni ini memimpin kita, dan pimpinan-Nya itu sangat manis. Banyak dari antara kita dapat bersaksi bahwa Roh inilah yang memimpin kita kepa-da sidang-sidang gereja ketika kita cenderung untuk mela-kukan hal lain. Puji Dia, Dia adalah Yang memimpin kita!

Roma 8:15 memberikan fungsi yang kelima dari Roh itu: “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “Ya Abba, ya Bapa!” Roh ini berseru, “Ya Abba Ya Bapa,” dengan sangat manis. Kapan saja kita berseru, “Ya Abba, ya Bapa,” kita akan merasa manis dan terhibur. Sesungguhnya Roh itu adalah Roh yang berseru.

Keenam, seperti yang telah kita tunjukkan, menurut ayat 16, Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita. Jadi, Dia adalah Roh yang bersaksi. Karena kesaksian dari Roh itu, maka kita memiliki peneguhan (konfirmasi) dan ke-saksian di dalam kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Ada satu Persona yang hidup, yaitu Roh yang berhuni, yang bersaksi di dalam kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ketujuh, ayat 26 mengatakan, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak ta-hu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Di sini kita melihat bahwa Roh itu berfungsi untuk membantu kita dalam kelemahan kita. Jika kita tidak lemah, Roh itu tidak akan menopang untuk membantu kita. Tetapi karena kita lemah, Dia menjadi mitra kita yang membantu kita dalam kelemahan kita dan berbagian dalam kelemahan kita. Ini adalah satu berkat yang ajaib yang tidak bisa dijelaskan secara mema-dai dengan kata-kata manusia.

Kedelapan, dalam ayat 27, kita memiliki pengantara doa dari Roh itu: “Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, memohon untuk orang-orang kudus.” Peng-antara doa dari Roh itu juga disinggung dalam ayat 26, di mana kita diberi tahu bahwa Roh itu menjadi pengantara doa bagi kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucap-kan. Menurut ayat-ayat ini, pengantara doa dari Roh itu bu-kan terjadi di surga, melainkan di dalam kita. Perhatikan-lah bahwa ayat 27 mengatakan bahwa Allah menyelidiki hati kita dan mengetahui pikiran dari Roh itu. Ini menun-jukkan bahwa Dia telah membaurkan diri-Nya sendiri bu-kan hanya dengan roh kita, bahkan telah membaurkan pikiran-Nya sendiri dengan hati kita. Allah menyelidiki hati kita supaya mengenal pikiran dari Roh itu. Ini berarti pikiran dari Roh itu akan menjadi satu dengan hati kita.

Sampai pada butir ini, izinkanlah saya mengajukan satu pertanyaan: Yang mengeluh Roh itu atau kita? Ayat 26 mengatakan bahwa Roh itu menjadi pengantara doa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Memang kitalah yang mengeluh. Tetapi keluhan kita adalah pengantara doa dari Roh itu. Sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa kita dan Roh itu, Roh itu dan kita, adalah satu. Sungguh ajaib bahwa yang berbaur bukan hanya Roh itu dengan roh kita saja, melainkan juga pikiran-Nya berbaur dengan hati kita dan pengantara doa-Nya ada di dalam keluhan-keluhan kita! Betapa ajaib bahwa Dia menjadi satu dengan kita sedemikian!

Akhirnya, menurut ayat 23, kita memiliki “buah su-lung Roh itu” (Tl.). Apa yang sedang kita nikmati pada hari ini hanyalah buah sulung, bukan tuaian yang penuh. Buah sulung adalah satu contoh, satu pencicipan, satu ga-ransi, dari pencicipan yang penuh yang akan datang. Seper-ti yang ditunjukkan ayat 23, pencicipan yang penuh ini berhubungan dengan penebusan tubuh kita. Hari ini kita sedang menikmati Allah Tritunggal di dalam roh kita, juga di dalam jiwa kita. Tubuh kita belum dibawa masuk ke da-lam kenikmatan yang penuh terhadap Allah Tritunggal. Karena itu, kita memerlukan penebusan tubuh. Sewaktu kita sedang menikmati buah sulung Roh ini, kita akan ber-harap dalam masa yang akan datang dapat menikmati pen-cicipan yang penuh, yaitu penebusan tubuh kita.

Perkara tetap tinggal di dalam roh itu bukanlah perkara yang sepele. Ketika kita tinggal di dalam roh, kita akan menikmati Roh yang berhuni, memberi hayat, mema-tikan, memimpin, berseru, bersaksi, menopang untuk mem-bantu kelemahan kita, dan menjadi pengantara doa kita. Akhirnya, kita akan menikmati Dia sebagai buah sulung dari Allah Tritunggal, yang akan menjadi pencicipan kita yang penuh. Ini bukan hanya perkara pengajaran. Ini ada-lah satu penyingkapan dan juga satu proklamasi dari fakta-fakta itu bagi kenikmatan kita.

Ketika Anda membaca semua aspek tentang pekerjaan Roh ini, Anda tidak perlu berpuasa dan berdoa. Sebaliknya, katakan “amin” kepada setiap fungsi dari Roh itu: “Dalam roh, amin. Berhuni, amin. Memberi hayat, amin. Memati-kan, amin. Memimpin, amin. Berseru, amin. Bersaksi, amin. Menopang, amin. Menjadi pengantara doa, amin. Bu-ah sulung, amin. Amin, aku berada dalam roh, dan menik-mati pekerjaan Roh itu di dalamku.” Saya mendorong Anda untuk mengatakan “amin” terhadap setiap ayat dalam Roma 8, khususnya kepada frasa “di dalam roh”. Jika Anda memproklamirkan fakta bahwa Anda berada di dalam roh dan mengatakan “amin” kepada setiap aspek dari pekerjaan Roh itu, maka Anda akan mengalami satu perubahan dalam kehidupan kristiani Anda. Hal ini akan mentransfor-masi Anda, membangun Anda, dan memberikan pertum-buhan dalam hayat kepada Anda.

?