PAHALA RUT BAGI EKONOMI ALLAH
Pembacaan Alkitab: Rut 4
Dalam berita ini kita akan membahas pahala Rut bagi ekonomi Allah. Kita telah nampak bahwa Rut membuat satu pilihan bagi tujuannya dan dia memakai haknya untuk menikmati negeri yang limpah. Di bawah dorongan Naomi, Rut mendambakan sebuah tempat perhentian, dan akhirnya dia menerima satu pahala, satu pencapaian, bagi ekonomi Allah. Seorang menuntut sejati di hadapan Allah, Rut akhirnya mendapatkan apa yang dia dambakan. Dia memilih tujuanya, dia memakai haknya, dan dia mendambakan seorang suami dan sebuah rumah sebagai tempat perhentiannya.
I. MENDAPATKAN SEORANG SUAMI PENEBUS
Menurut pasal empat, ada empat aspek pahala Rut, dalam ayat 10 sampai 13 dia mendapatkan suami penebus (melambangkan Kristus sebagai Suami penebus untuk kaum beriman, Rm. 7:4). Rut mendapat seorang suami dengan disaksikan dan diberkati oleh semua orang, para tua-tua di pintu gerbang (Rut 4:11-12), dan juga diberkati oleh Allah (ay. 13a).
Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa pahala Rut adalah bagi ekonomi Allah. Manusia diciptakan Allah dengan satu tujuan menurut ekonomi kekal-Nya. Ekonomi ini adalah bukan suatu rencana biasa atau semata-mata pengaturan yang kecil. Dalam alam semesta ekonomi ilahi dan kekal adalah hanya kedua untuk diri Allah sendiri. Menurut ekonomi-Nya Allah menciptakan langit, bumi, dan manusia. Tetapi musuh Allah datang mencoba merusak garis yang menghubungkan manusia kepada Allah dan Allah kepada manusia. Dalam Kejadian 3 Satan memotong garis ini, tetapi akhirnya Kristus sebagai benih perempuan yang dijanjikan (ay. 15) datang memulihkan garis ini melalui menebus kembali manusia kepada Allah.
Dalam kitab Yosua, Hakim-hakim, dan Rut, tidak banyak tempat di bumi yang berhubungan dengan Allah. Pada zaman Rut garis antara Allah dan manusia sangat tipis. Garis ini sangat halus sampai-sampai hanya dua orang, satu pasangan, Boas dan Rut. Pasangan ini dibawa bersama-sama dalam cara yang menakjubkan dan berdaulat. Meskipun Boas dilahirkan sebagai seorang Israel dan Rut dilahirkan di Moab, suatu negeri perzinahan, Rut dibawa ke tanah permai, bahkan ke Betlehem, kota Daud.
Rut memiliki hak untuk memungut dari banyak ladang yang berbeda, tetapi dia pergi ke ladang Boas. Ketika Naomi, mertua Rut, mendengar Rut telah memungut di ladang Boas, dia sangat gembira. Mendambakan untuk menemukan satu tempat perhentian bagi Rut, Naomi mengarahkan dia tentang apa yang harus dilakukan (3:2-4). Rut mengikuti arahan Naomi, sehingga dia dan Boas dibawa ke dalam pinangan. Ketika mereka di tempat pengirikan, dia memohon menjadi istrinya. Ia berkata kepadanya, “Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku. Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup” (ay. 11-13). Dengan cara yang simpati Boas menjelaskan bahwa ia akan bertindak menurut peraturan Allah (Im. 25:25; Ul. 25:5-10). Pertunangan mereka dipimpin ke dalam pernikahan. Melalui pernikahan ini Rut, seorang janda Moab, mendapatkan kewarganegaraan kudus, menjadi satu di antara umat pilihan Allah.
Poin penting di sini yaitu, bagian Rut dipahalai bagi ekonomi Allah, Rut mendapatkan seorang suami penebus, yang melambangkan Kristus sebagai Suami penebus dan Penebus kita. Sebelum kita diselamatkan, kita berada dalam masalah dan tidak dapat keluar dari masalah itu. Sekarang sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita memiliki seorang Suami yang adalah Penebus kita yang kekal, hadir, dan setiap hari yang menolong kita, menyelamatkan kita, membebaskan kita, dari masalah-masalah kita. Betapa kita mendapatkan sesuatu!
II. DITEBUS DARI HUTANG SUAMINYA YANG MATI
Pada mulanya mendapatkan seorang suami penebus, Rut ditebus dari hutang suaminya yang telah mati (Rut 4:1-9). Ini melambangkan ditebus dari dosa manusia lama kaum beriman. Suami Rut yang telah mati telah menjual ladangnya, dan berhutang sehingga transaksi telah jatuh pada dia dalam kesatuan pernikahan dan memerlukan jadi penebusnya. Boas berkata kepada penebus yang lebih dekat dengan ia, “Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, istri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya” (ay. 5). Penebus itu membalas, “Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya” (ay. 6). Boas melakukan demikian, menebus Rut dari hutang-hutangnya.
Suami kita, Kristus, bukan hanya mampu; Dia juga berkuasa. Dia telah menebus kita dari hutang-hutang suami kita yang telah mati. Menurut Roma 7 suami kita telah mati, suami lama kita, adalah manusia lama kita. Allah menciptakan kita untuk menjadi istri-Nya, tetapi kita memberontak melawan Dia. Kita mengabaikan Dia dan mengambil kedudukan suami untuk diri kita sendiri. Dosa suami kita memberatkan kita dengan banyak hutang. Tetapi pada hari kita menikahi Kristus, kita menerima seorang Suami yang adalah Penebus yang berkuasa dan mahakuasa. Kita semua perlu Kristus menjadi seorang Suami yang sedemikian bagi kita. Memiliki Dia sebagai Suami kita, kita seharusnya datang kepada Dia dan dengan sederhana berkata, “Tuhan Yesus, aku perlu Dikau.”
III. MENJADI SEORANG NENEK MOYANG
YANG PENTING DALAM SILSILAH
UNTUK MELAHIRKAN KELUARGA RAJANI DAUD
UNTUK MENGHASILKAN KRISTUS
Aspek lain dari pahala Rut adalah dia menjadi seorang nenek moyang yang penting dalam silsilah untuk melahirkan keluarga rajani Daud untuk menghasilkan Kristus (Rut 4:13b-22; Mat. 1:5-6). Ini menjelaskan bahwa dia memiliki mencapai yang almuhit dan alwasi dengan posisi dan kapasitas untuk membawa Kristus ke dalam ras manusia. Dia adalah mata rantai besar dalam rantai yang membawa Kristus ke setiap penjuru bumi. Kita semua berhutang kepada Rut, selama dia tanpa Kristus tidak akan mencapai kita. Tetapi ketika kita di bumi, Kristus telah mencapai kita melalui Rut.
Beban ministri ini adalah untuk menghasilkan Kristus dalam kaum beriman. Ini berarti sasaran ministri ini bukan untuk mengajar kalian merendahkan diri atau hanya memuliakan Allah dalam tingkah lakumu. Terlebih, sasaran ministri ini adalah untuk “menyuntik” kalian dengan Kristus, untuk membahagiakan Kristus sebagai satu “antibiotik” bagi kalian. Terlebih kita menerima suntikan demikian, kita akan lebih dapat bernyanyi, “Kristus hidup di dalamku, / Kristus hidup di dalamku; / Oh keselamatan ini agung, / Tuhan hidup di dalamku (kuningSuplemen, # 120). Di satu pihak, suntikan Kristus ini akan membunuh manusia lama kita; di pihak lain, akan membuat kita menghasilkan Kristus, melalui mereka meministrikan Kristus kepada orang lain.
IV. MELANJUTKAN GARIS KEINSANIAN YANG DICIPTAKAN ALLAH UNTUK INKARNASI KRISTUS
Rut bukan saja menjadi seorang nenek moyang yang penting dalam silsilah untuk menghasilkan Kristus, tetapi dia juga melanjutkan garis keinsanian yang diciptakan Allah untuk inkarnasi Kristus (Mat. 1:5-6). Inkarnasi Kristus adalah perkara dibawanya Dia dari kekekalan ke dalam waktu dengan keilahian-Nya. Dengan cara yang praktis, ini perlu terjadi dalam kehidupan kita setiap hari. Setiap hari kehidupan kekristenan kita seharusnya melanjutkan inkarnasi Kristus, dengan Kristus dibawa masuk supaya dilahirkan ke dalam orang lain melalui kita meministrikan Kristus kepada mereka. Supaya hal ini terjadi, kita semua perlu membicarakan Kristus, menyampaikan Kristus, dan bahkan membicarakan kepada orang lain. Meministrikan Kristus dalam cara ini sesungguhnya akan mengubah kita.
V. SATU SAMUEL SAMPAI MALEAKHI
ADALAH CATATAN PANJANG DARI GENERASI
KE GENERASI UNTUK MEMPERPANJANG GARIS KEINSANIAN BAGI INKARNASI KRISTUS
Satu Samuel sampai Maleakhi adalah catatan panjang dari generasi ke generasi untuk memperpanjang garis keinsanian bagi inkarnasi Kristus (Mat. 1:17).