SALING MENDAPATKAN FAEDAH ANTARA TUBUH DAN GEREJA-GEREJA LOKAL KESIMPULAN
Kita perlu nampak faedah Tubuh bagi gereja-gereja lokal dan faedah gereja- gereja lokal bagi Tubuh. Kita dapat menggunakan sebuah keluarga sebagai flustrasi. Di satu pihak, ayah adalah bagi anggota keluarganya, dan di pihak lain, anggota- anggota keluarga adalah bagi ayah. Kalau kita tidak memiliki seorang ayah, kita adalah anak-anak yatim. Seorang anak yatim tidak menerima faedah dari seorang ayah, jadi dia menderita. Tetapi seorang laki-laki yang tidak mempunyai anakjuga menderita. Ini adalah suatu ilustrasi yang baik tentang Tubuh Kristus yang adalah sumber dari gereja-gereja lokal. Tubuh universal semacarn ini seperti seorang ayah bagi semua gereja, dan semua gereja seperti anak-anak bagi ayah tersebut.
Sekarang mari kita pertimbangkan faedah dari Tubuh Kristus bagi suatu gereja lokal. Banyak anggota dari suatu gereja lokal sebenamya tidak beroleh selamat secara langsung oleh gereja tersebut, melainkan beroleh selamat di tempat lain dan datang dari tempat lain. Ini adalah faedah dari Tubuh bagi gereja lokal itu. Ini adalah faedah dari "ayah" tersebut bagi "anaknya". Beberapa dari antara kita menikmati warisan dari Tubuh, tapi kemudian mereka mengesampingkan Tubuh dan tidak mau memperhatikan Tubuh. Mereka telah menyebabkan perpecahan, dan perpecahan adalah suatu bagian dari Kekristerian yang merosot.
PERSUNDALAN DARI PERPECAHAN
Menurut kitab Wahyu, gereja Tiatira (K), yang merupakan suatu bagian yang besar dari Kekristenan, telah menjadi pelacur besar. Dalam Wahyu 17, pelacur ini adalah seorang ibu yang mempunyai anak-anak perempuan, dan anakanak perempuannya juga pelacur-pelacur (ayat 1, 5). Seorang pelacur adalah seorang perempuan yang memiliki banyak laki-laki dan tidak memiliki suami yang jelas. Denominasi-denominasi telah mengambil banyak nama (seperti Luther, Wesley, Anglikan, Presbiterian, Baptis, dan lain-lain) di luar nama Suami kita, Tuhan Yesus Kristus. Ini berarti mereka tidak memiliki suami yang jelas. Mendenominasikan gereja dengan mengambil nama lain selain nama Tuhan adalah melakukan perzinahan rohani. Gereja sebagai perawan suci yang dipertunangkan kepada Kristus (2 Kor. 11:2), tidak boleh memiliki nama lain selain nama Suaminya. Setiap perpecahan di antara kaum imani adalah praktik pelacuran.
Rahab adalah seorang pelacur, tapi dia berbalik dari pelacuran kepada umat Allah, dan dia memiliki suami yang tepat. Dia diasingkan dari persemakrnuran Israel dan tidak ada hubungan dengan janji Allah seperti yang disebutkan dalam Efesus 2:12, tapi dia kembali kepada umat Israel. Kemudian dia tidak lagi menjadi pelacur tetapi menjadi isteri seorang Israel yang bernama Salmon. Hasilnya, Rahab menjadi salah satu nenek moyang yang penting bagi kelahiran Kristus (Mat. 1:5).
NAMPAK TUBUH, MENGENAL TUBUH,
DAN MEMPEDULIKAN TUBUH
Ketika saya masih muda, Tuhan memakai saya untuk mendirikan gereja di kota kelahiran saya di Chefoo. Pada suatu malam, para pemimpin dari denominasi di sana mengundang saya untuk makan malam dengan mereka. Mereka memuji kegairahan saya terhadap Irijil Tuhan dan membawa banyak orang kepada Tuhan. Tetapi mereka mengatakan bahwa mereka tidak sependapat dengan saya mengenai pendirian gereja. Sebaliknya, mereka mengusulkan supaya saya pergi ke denominasi mereka yang beraneka macam di kota, untuk berkhofbah dan mengajar setiap hari Tuhan.
Saya bertanya, apakah mereka percaya bahwa perpecahan di Korintus dibenarkan oleh Paulus. Paulus mengatakan, "Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata : Aku dari golongan Paulus, atau aku dari golongan Apolos, atau aku dan golongan Kelas, atau aku dan golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi?... Karena yang seorang berkata aku dan golongan Paulus dan yang lain berkata, aku dan golongan Apolos, bukankah kamu manusia daging" (I Kor. 1:12-13a; 3:4 Tl). Semua orang pemecah itu disalahkan oleh Paulus. Kemudian saya bertanya kepada mereka, "Bagaimana bila Paulus hari ini ada bersama kita? Apakah dia akan membenarkan keadaan Anda semua?" Mereka mengatakan bahwa dia tidak akan membenarkan keadaan itu. Kemudian saya berkata bahwa saya tidak dapat mempertahankan sesuatu yang Allah salahkan. Saya bertanya kepada mereka, di manakah saya harus menempatkan kaum imani baru yang saya dapatkan sebagai hasil dari pengabaran Injil saya. Tentu saja saya tidak dapat mengirimkan mereka kepada denominasi-denominasi mereka, karena mereka disalahkan oleh Allah. Ini memaksa saya untuk mendirikan balai sidang guna merawat kaum imani baru tersebut. Kemudian saya mengatakan kepada mereka, bahwa jika mereka membuang semua tanda yang menunjukkan bahwa mereka adalah denorninasi, saya akan menutup pintu balai sidang kami malam itu juga. Mereka mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin mereka lakukan. Saya menanggapi, "Jadi kalianlah yang bertanggung jawab atas perpecahan, bukan saya."
Seperti yang telah kita katakan pada bab sebelumnya, semua masalah berhubungan dengan satu hal - tidak mengenal Tubuh. Beberapa orang dalam gereja menunjuk diri sendiri sebagai penatua. Mereka mungkin mengatakan bahwa Roh Kudus telah menunjuk mereka, tetapi Alkitab tidak mengatakan bahwa penatua ditunjuk oleh Roh Kudus saja. Alkitab mengatakan bahwa para rasul menunjuk para penatua dan pada akhirnya Roh mengakui penunjukan tersebut (Kis. 14:23; 20:28).
Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa bila kita mengerjakan sesuatu, kita harus memiliki pertimbangan yang tepat terhadap Tubuh. Kita perlu mempertimbangkan bagaimana perasaan Tubuh terhadap perkara yang kita lakukan. Masalah yang terbesar, masalah yang unik, adalah tidak mengenal Tubuh dan tidak memperhatikan Tubuh. Jika kita memperhatikan Tubuh dan mempedulikan Tubuh, tidak akan ada masalah.
Kita di sini adalah untuk Tubuh. Tanpa dukungan Tubuh, tanpa dukungan pemulihan, kita tidak mungkin dapat melaksanakan gereja-gereja lokal. Bila kita melaksanakan kehidupan gereja lokal namun mengesampingkan visi akan Tubuh, gereja lokal kita akan menjadi suatu sekte lokal.
Pemulihan adalah untuk Tubuh, bukan untuk perorangan manapun atau hanya untuk gereja di satu lokal. Bila kita ingin melakukan sesuatu, kita harus mempertimbangkan bagaimana reaksi Tubuh, reaksi pemulihan. Semua masalah berhubungan dengan kekurangan nampak Tubuh dan kekurangan perhatian terhadap Tubuh. Kita semua perlu kembali kepada kebenaran, dan melaksanakan kebenaran adalah mempedulikan Tubuh. Kadang-kadang Tubuh itu kuat, kadang-kadang Tubuh itu lemah, tetapi Tubuh tetaplah Tubuh. Bila kita kembali kepada kebenaran dan memperhatikan susunan Tubuh yang tepat, Tubuh segera akan menjadi kuat. Semua permasalahan berhubungan dengan satu hal : tidak nampak, tidak mengenal, dan tidak memperhatikan Tubuh. Kta harus mempedulikan Tubuh.
MASALAH AMBISI
Mereka yang memimpin di dalam kekacauan belakangan ini sama sekali tidak mempedulikan Tubuh. Mereka juga menyalahpahami kita. salah paham ini terutama berasal dari ambisi. Bila seseorang tidak memiliki ambisi terhadap perkara tertentu, tidak akan ada kesalahpahaman. Bila seseorang ingin mendapatkan sesuatu untuk dirinya sendiri, namun dia tidak berhasil mendapatkannya, dia akan merasa bahwa dia telah dianak-tirikan. Sebenarnya, dia tidak dianak-tirikan oleh orang lain, tetapi disesatkan oleh ambisinya sendiri. Masalahnya di sini ialah adanya keinginan untuk mendapatkan sesuatu bagi dirinya sendiri.
BERKETETAPAN MENJADI SEORANG PEMENANG,
MENJADI ORANG YANG VITAL,
UNTUK MENGGENAPKAN JALAN
YANG DITETAPKAN ALLAH
Kita harus menyangkal diri dan menjadi para pemenang bagi Tuhan, bagi pemulihan, dan bagi Tubuh. Kita harus memiliki ketetapan yang demikian. Kita harus berdoa, "Tuhan, aku tahu bahwa Engkau memerlukan para pemenang. Tanpa para pemenang, Engkau, tidak dapat maju. Tuhan, aku ingin meniadi salah satu dari para pemenang itu." Para pemenang itu nampak Tubuh, mengenal Tubuh, dan mempedulikan Tubuh.
Kita harus menetapkan satu tekad yang kuat. Dalam Hakim~hakim 5, Debora memuji sekelompok orang bani Ruben dari antara urnat Israel. la berkata bahwa mereka telah membuat suatu ketetapan yang kuat untuk berperang bagi umat Tuhan (ayat 15). Hakim-hakim juga memberitahu kita bahwa Allah memilih 300 orang untuk menjadi pasukan Gideon berdasarkan bagaimana cara mereka minum air. Ketiga ratus orang yang memasukkan air ke dalam mulut mereka dengan menggunakan tangan mereka tidak mempedulikan keperluan mereka sendiri, sementara yang lainnya yang berlutut untuk minum air, hanya memperhatikan diri mereka sendiri (74-7). Para pemenang adalah mereka yang memperhatikan kepentingan Allah di atas segala sesuatu, melebihi kepentingan diri mereka sendiri.
Di satu pihak, kita harus jelas akan kedudukan kita bahwa kita tidak setuju dengan perpecahan yang disebabkan oleh para pemecah itu. Hal ini akan membantu meredakan situasi di antara gereja-gereja. Di pihak lain, kita harus mengambil ketetapan yang kuat dan tegas dengan berdoa, "Tuhan, aku mau berusaha sungguh- sungguh untuk menampilkan diriMu bagi pemulihanMu, bagi pembangunan TubuhMu. Tuhan, inilah pekerjaanku. Inilah sasaranku."
Kita harus menjadi orang-orang yang vital. Kita harus melaksanakan mengunjungi orang untuk mengabarkan Injil seminggu sekali selama 2 jam. Mungkin Anda mengambil suatu ketetapan dengan berdoa, "Tuhan, aku hidup di bumi ini bagi pemulihanMu, bagi TubuhMu. TubuhMu memerlukan anggota- anggota insani bagi susunan dariMu. Bila aku tidak keluar untuk menyelamatkan orang-orang dosa untuk menjadi anggota-anggotaMu, bagaimana mungkin TubuhMu dapat terbangun? Aku keluar bukan untuk mendapatkan jiwa. Aku bukan untuk itu. Aku untuk TubuhMu. Aku harus keluar untuk mendapatkan anggota-anggota bagi TubuhMu." Setelah membuat ketetapan yang demikian di hadapan Tuhan, Anda dapat mulai mengontak orang-orang 2 jam setiap minggu. Banyak cara untuk mengontak orang-orang dan banyak tempat yang dapat Anda kunjungi. Mungkin Anda keluar setiap minggu dan tidak mendapatkan seorangpun sampai akhir tahun. Pada saat itu, Anda mungkin bertemu dengan seseorang ketika Anda sedang antri di bank, dan Anda bisa mendapatkan dia beserta seluruh keluarganya. Bila Anda keluar dengan setia dan tekun setiap minggu selama 2 jam, dalam satu tahun, Anda pasti mendapatkan seseorang sebagai buah yang tetap.
Tidak semua orang saleh dapat melaksanakan pekerjaan mengabarkan Injil secara tekun karena mereka memiliki situasi dan kelemahan yang berbeda-beda, tetapi mungkin ada 40 dari 100 orang yang dapat melakukannya. Bila ada 30 orang dari yang empat puluh bisa mendapatkan satu orang dalam satu tahun, ini akan menghasilkan suatu peningkatan sebanyak 30% . Dengan cara ini, suatu gereja lokal akan dengan mudah mendapatkan suatu peningkatan sebanyak 30% setiap tahun. Tuhan berkata bahwa benih yang ditaburkan di tanah yang baik akan berbuah dan memberi hasil 100 kali lipat, 60 kali lipat, atau 30 kah lipat (Mat. 13:23).
Pertambahan tiga puluh persen per tahun adalah pertambahan yang tertinggi dalam seiarah Kekristenan. Percayakah Anda bahwa Anda dapat keluar 2 jam per minggu, 52 kali per tahun, namun tidak mendapatkan seorangpun? Saya percaya bahwa siapapun yang mau melakukan hal ini akan mendapatkan satu orang dalam satu tahun. Mengetuk pintu berarti mengontak orang-orang dengan segala cara yang mungkin dilakukan.
Kita harus menjadi vital agar bisa mendapatkan orang-orang dosa bagi Tuhan. Setelah kita mendapatkan mereka, kita perlu memberi mereka makan. Memberi makan kaum imani baru lebih sulit daripada mendapatkan mereka. Kemudian kita harus menyempumakan mereka dengan cara saling tanya jawab, saling mengajar, dalam sidang-sidang kelompok. Agar dapat melakukan hal ini secara efektif, kita harus mempelajari kebenaran-kebenaran. Pelajaran hayat Yosua, Hakim-hakim, dan Rut yang baru terbit, tidak datang kepada saya secara kebetulan, melainkan melalui mempelajari Alkitab dan mengumpulkan kebenaran dalam Alkitab selama lebih dari setengah abad. Saya mempersaksikan hal ini untuk mengesankan Anda, bahwa kita harus membayar harga untuk mempelajari kebenaran-kebenaran.
Kita perlu mengumpulkan kaum imani baru untuk rnembentuk suatu kelompok vital kecil, untuk saling tanya jawab dan saling mengajar. Kaum imani baru tidak dapat melakukan hal ini, maka kita harus memberi contoh bagi mereka dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat. Kita mungkin bertanya, "Apakah hal pertama yang harus ddakukan seorang imani setelah ia dibaptis?" Mereka tidak tahu bagaimana menjawabnya, maka kita harus menjawabnya untuk memberi suatu contoh. Setelah kita melakukan hal ini beberapa kali, mereka akan belajar bagaimana bertanya dan bagaimana menjawab. Ini berarti, kita perlu membayar harga untuk mempelajari kebenaran dan untuk belajar berbicara. Lalu kita pedu membantu kaum imani baru melaksanakan sidang gereja dengan bertutur- sabda untuk membangun Tubuh. Hal ini sangat luhur, tetapi praktis dan dapat dikerjakan. Keberhasilan kita tergantung pada kemauan kita membayar harga untuk melaksanakannya.
Tuhan adalah Allah yang beketa. Hari ini Dia masih bekerja dengan caraNya sendir~ dan Dia memedukan orangorang. Kta harus menyelami makna batini Alkitab untuk menemukan apa yang Tuhan katakan dan apa yang Dia inginkan. Kita tidak berhak menciptakan apapun. Namun kita dapat menemukan banyak hal dalam Alkitab. Kita harus merintis menjadi teladan bagi generasi yang akan datang. Dengan demikian, Tuhan akan mendapatkan suatu jalan. Kalau tidak, Dia tidak akan mempunyai jalan untuk membangun TubuhNya dan mengalahkan musuhNya, menghancurkan Iblis. Iblis masih bekerja di bumi, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Ptr. 5:8). Dia juga masih aktif di sorga (Ayub 1:6). Kitab Wahyu memperlihatkan bahwa Allah sedang menunggu para pemenang untuk mengalahkan Iblis (12: 10-11). Kekristenan tidak dapat merampungkan pekedaan ini bagi Allah. Kehidupan gereja dalam pemulihan yang melaksanakan segala perkara secara rutin, juga tidak dapat merampungkan kehendak Allah. Tuhan memerlukan para pemenang.
BUTIR-BUTIR PRAKTIS
TENTANG PEMBAURAN
BAB
1 2 3 4 5
PRAKATA
Buku ini disusun dari berita-berita yang disampaikan oleh saudara Witness Lee di Anaheim, California, pada tanggal 27-30 Mei 1994.