← Daftar isi Latar Belakang dan Posisi Kitab ini · bab 18/23

KRISTUS — RAHASIA ALLAH

Pembacaan Alkitab:

Kol. 2:2-3, 9; 1:19

Pada akhir Kolose 2:2 Paulus mengatakan tentang “pengenalan yang penuh akan rahasia Allah, yaitu Kristus” (Tl.). Kitab Efesus membicarakan rahasia Kristus, yaitu gereja — Tubuh (Ef. 3:4). Kitab Kolose membicarakan raha-sia Allah, yaitu Kristus — Kepala. Alangkah pentingnya kita mengenal Kristus tidak saja sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, tetapi juga sebagai rahasia Allah.

Semua orang Kristen mengasihi Tuhan Yesus. Satu-satunya perbedaan yang ada di antara mereka dalam hal ini ialah tingkatan kasih mereka terhadap Tuhan. Bahkan kaum beriman yang undur dan tawar pun mengasihi Tuhan dalam tingkat tertentu. Berapa banyak kasih kita kepada Tuhan tergantung pada berapa banyak kita mengenal-Nya dan berapa banyak pemahaman kita terhadap-Nya. Sebagai contoh, seorang anak kecil mungkin lebih menghargai se-buah kotak cincin berlian daripada cincinnya sendiri. Ini menunjukkan bahwa tingkatan kasih ditentukan oleh ting-katan apresiasi. Semakin kita mengenal Tuhan Yesus dan mengapresiasi Dia, kita semakin mengasihi-Nya. Karena itu, kita perlu maju untuk mengenal Tuhan Yesus tidak saja sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, tetapi juga sebagai rahasia Allah.

Jika kita ingin mengenal Kristus sebagai rahasia Allah, kita perlu memiliki pengalaman penuh atas setiap hal yang tercantum dalam Kolose 2:2. Dalam ayat ini Paulus berka-ta, “Supaya hati mereka terhibur, dan mereka terjalin ber-sama dalam kasih, sehingga memperoleh segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian, dan pengenalan yang penuh akan rahasia Alah, yaitu Kristus” (Tl.). Kata “sehingga memperoleh” berarti “menghasilkan”. Jika hati orang-orang Kolose telah terhibur dan terjalin dalam kasih, hasilnya ialah segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian, yakni suatu pengertian yang berkaitan dengan rahasia Allah, yaitu Kristus.

PERLU MELATIH SELURUH DIRI KITA

Tanpa menggunakan roh kita, kita tidak dapat berkon-tak dengan Tuhan atau mengenal Dia sebagai rahasia Allah. Seperti akan kita lihat, seluruh diri kita perlu dilatih. Se-tiap aspek dari diri kita — roh, jiwa, dan tubuh — sangat rumit. Jika Anda meluangkan waktu mengamati diri Anda di depan cermin, Anda akan heran akan kerumitan tubuh jasmani Anda. Manusia bukanlah organisme sederhana. Kita memiliki pikiran, emosi, dan tekad dalam jiwa kita. Tidak hanya demikian, kita memiliki hati nurani, intuisi, dan persekutuan dalam roh kita. Setiap bagian dari diri kita yang kompleks ini harus dilatih untuk menerima wahyu Kristus sebagai rahasia Allah.

Allah sendiri adalah satu rahasia, dan Kristus adalah rahasia dari rahasia ini. Sudah tentu kita tidak dapat me-ngerti rahasia yang sedemikian hanya dengan membaca hu-ruf-huruf Alkitab saja. Karena Kristus berhuni dalam roh kita, maka kita perlu melatih roh kita untuk mengenal Dia sebagai rahasia Allah. Janganlah menganggap Kristus seba-gai obyek untuk dikenal secara lahiriah saja. Sebagai per-sona yang telah disalibkan dan dibangkitkan, Dia sekarang berada di atas takhta di surga dan juga di dalam roh kita. Karena itu, penting sekali kita melatih roh kita untuk ber-kontak dengan-Nya. Hal ini berarti kita harus terbuka dari lubuk batin kita dan berseru kepada-Nya. Roh kita adalah bagian kita yang paling dalam, lebih dalam daripada hati dan semua bagian jiwa kita. Sebab itu, melatih roh kita ber-arti membuka bagian diri kita yang terdalam untuk ber-seru kepada nama Tuhan Yesus dan untuk berkontak de-ngan Dia sebagai persona hidup di batin kita.

Kita adalah manusia yang kompleks, tetapi Kristus jauh lebih kompleks. Untuk mengenal Dia, kita tidak saja harus melatih roh kita, hati kita juga harus terhibur. Ini berarti hati kita harus diasuh, dihangatkan. Selain itu, pi-kiran kita harus jernih, emosi kita harus dikendalikan, dan tekad kita harus tunduk. Setiap bagian dari insan batiniah kita harus tepat dan berfungsi secara normal. Inilah sebab-nya Paulus mengatakan terhiburnya hati berkaitan dengan memiliki pengetahuan penuh akan Kristus sebagai rahasia Allah.

Dalam Kolose 2:2 Paulus lebih lanjut mengatakan tentang segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian. Hati yang terhibur ini harus mempunyai satu hasil. Dalam hal ini hasilnya ialah memiliki seluruh ke-kayaan keyakinan yang penuh akan pengertian. Kita perlu memiliki keyakinan yang sedemikian, misalnya, mengenai tumpuan gereja. Beberapa orang kudus menyatakan menge-nal tumpuan gereja dan melaksanakannya. Tetapi, mereka sebenarnya sangat plin-plan dan tanpa kepastian terhadap tumpuan gereja. Mereka beriman, tetapi tidak memiliki ke-pastian yang memberikan jaminan penuh kepada orang.

Izinkan saya bersaksi tentang pengalaman saya bagai-mana memiliki keyakinan yang penuh terhadap tumpuan gereja. Pada tahun 1932 kami mulai mempraktekkan hidup gereja di Chefoo, kampung halaman saya. Setelah beberapa bulan, ada orang bangkit menentang kami. Sebelum kami mempraktekkan hidup gereja, saya disayangi dan dihormati oleh tokoh-tokoh Kristen di kota itu. Mereka menganggap saya adalah seorang yang mutlak hidup bagi Tuhan Yesus. Namun, sikap tokoh-tokoh itu terhadap saya mulai berubah setelah orang-orang yang berpotensi makin banyak yang masuk ke dalam gereja. Hal ini mencemaskan tokoh-tokoh Kristen tersebut, dan banyak kabar negatif yang disebarkan tentang kami. Lagi pula, mereka yang dahulu menghormati saya tidak lagi menyapa saya ketika mereka melihat saya di jalan. Hal ini membuat saya sangat gelisah, lalu saya da-tang kepada Tuhan dan menanyakan situasi ini. Saya mo-hon Tuhan menampakkan kepada saya kesalahan apakah yang saya lakukan. Saya menggunakan waktu lebih dari satu bulan untuk memikirkan masalah ini secara teliti di hadapan Tuhan. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa jika saya ingin menjadi manusia, saya harus percaya kepada Tuhan Yesus; jika saya ingin percaya Tuhan, saya harus mengasihi-Nya; dan jika saya mengasihi-Nya, saya harus menempuh jalan gereja. Hasilnya, saya menerima keyakin-an penuh mengenai tumpuan gereja. Saya tidak saja ber-iman, tetapi juga berpengetahuan yang menghasilkan kepas-tian. Saya sudah menempuh jalan ini lebih dari 46 tahun, dan saya tidak pernah mengubah pendirian saya mengenai tumpuan gereja; tak peduli berapa banyak kesulitan yang saya derita karena pendirian yang saya pertahankan ini. Ada beberapa rekan sekerja saya yang dahulu akrab dengan saya mengkhianati saya karena mereka takut menghadapi serangan yang menentang tumpuan gereja. Beberapa di an-tara mereka bahkan pernah mengkhotbahkan kebenaran tumpuan gereja, tetapi sebenarnya mereka masih plin-plan. Mereka tidak mempunyai keyakinan yang penuh akan pe-ngertian yang Paulus katakan dalam Kolose 2:2. Paulus menyadari bahwa mengenai rahasia Allah, yaitu Kristus, kaum beriman perlu kepastian, keyakinan, yang berasal dari iman dan pengetahuan. Mereka yang telah memiliki keya-kinan niscaya tidak akan plin-plan dalam hal ini.

Setelah saya mengambil keputusan terhadap tumpuan gereja, saya lalu tinggal bersama Saudara Watchman Nee di Shanghai dan bersama-sama melewati sejangka waktu masa kacau. Untuk menghiburnya, saya berkata, “Saudara Nee, aku bersatu dengan Anda, sebab Anda menempuh ja-lan Tuhan. Ketahuilah, sekalipun Anda menyimpang dari jalan ini, aku tidak akan berubah pikiran. Aku mempunyai keyakinan yang penuh terhadap jalan Tuhan dalam gereja.” Inilah keyakinan yang penuh akan pengertian yang Paulus katakan dalam Kolose 2:2. Mengenai Kristus sebagai rahasia Allah, kita perlu iman, pengetahuan, kepastian, dan pengertian yang menyeluruh.

Orang-orang Kolose tidak memiliki keyakinan yang penuh terhadap Kristus. Jika tidak, tidak mungkin mereka beralih menyembah malaikat atau menerima hal-hal seper-ti: tata cara, peraturan, dan filsafat. Di satu pihak mereka menerima Kristus dan sedikit banyak mengenal sesuatu tentang Dia. Di pihak lain, pengetahuan mereka terhadap Kristus tidak disertai keyakinan yang penuh akan penger-tian. Orang-orang Kolose tentu percaya kepada Tuhan Yesus dan berpegang kepada iman, tetapi mereka tidak memiliki segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian. Mereka mengenal Kristus sebagai Putra Allah dan mene-rima Dia, tetapi, karena mereka sangat plin-plan, maka mereka juga menerima berbagai tata cara, peraturan, dan filsafat.

Jika kita ingin memiliki segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian tentang Kristus sebagai raha-sia Allah, maka setiap bagian dari diri kita harus dilatih. Kita tidak boleh plin-plan sedikit pun. Saya khawatir terha-dap mereka yang berada dalam pemulihan Tuhan yang tidak mau melatih diri mereka dengan sepenuhnya. Karena kekurangan latihan ini, mereka tidak mungkin memiliki ke-yakinan yang penuh akan pengertian mengenai pemulihan Tuhan.

Beberapa orang tertentu telah berjalan bersama-sama dengan kita beberapa tahun. Sewaktu mereka bersama kita, mereka memuji Tuhan karena pemulihan-Nya, dan meng-umumkan bahwa mereka mutlak bagi hidup gereja. Tetapi mereka akhirnya beralih menentang pemulihan, bahkan menyalahkan pemulihan. Penyebab perubahan yang sedemikian ialah karena mereka tidak pernah memiliki suatu latihan yang sungguh-sungguh terhadap pemulihan Tuhan dan tidak pernah menerima keyakinan yang penuh akan pengertian atas pemulihan.

Betapa perlunya kita dilatih untuk mengenal Kristus sebagai rahasia Allah! Kita pun harus bisa berkata, “Tuhan Yesus, di luar Engkau aku tidak berminat untuk apa pun. Tuhan, pikiran, tekad, dan emosiku mutlak bagi-Mu. Aku tahu apa yang kupercayai, dan aku tahu apa yang sedang kulakukan di dalam pemulihan-Mu. Aku rela menyerahkan hidupku untuk-Mu. Andaikata aku mempunyai sepuluh jiwa, aku mau memberikan setiapnya bagi pemulihan. Tuhan, se-tiap serabut dalam diriku adalah untuk-Mu.” Jika Anda melatih seluruh diri Anda sedemikian, Anda akan memiliki keyakinan yang penuh akan pengertian. Anda tidak akan ragu-ragu sedikit pun tentang apa yang sedang Anda laku-kan atau tentang jalan yang Anda tempuh. Anda akan memi-liki semacam keyakinan yang dimiliki para martir ketika mereka mengorbankan hayat mereka bagi Tuhan.

SEGALA KEKAYAAN KEYAKINAN

YANG PENUH AKAN PENGERTIAN

Dalam Kolose 2:2 Paulus tidak saja membicarakan keyakinan yang penuh, tetapi juga segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian. Bila kita memikirkan hal ini, marilah kita sekali lagi menggunakan contoh tumpuan gereja. Beberapa orang kudus mungkin memiliki keyakinan penuh terhadap tumpuan gereja, tetapi mereka mungkin tidak memiliki kekayaan dalam pengertian mereka. Ketika mereka membicarakan masalah tumpuan gereja, mereka tidak bisa berkata banyak. Ini dikarenakan kekurangan ke-kayaan dalam pengertian mereka. Jika kita memiliki keka-yaan keyakinan yang penuh akan pengertian mengenai kebenaran tumpuan keesaan, kita akan memiliki banyak perkataan tentang hal ini. Dalam hal tumpuan gereja, kita perlu dilatih sampai kita memiliki segala kekayaan keya-kinan yang penuh akan pengertian.

Prinsipnya sama dengan mengenal Kristus sebagai ra-hasia Allah. Kita perlu dilatih sedemikian rupa sehingga kita selalu memiliki sesuatu untuk dikatakan mengenai Kristus sebagai rahasia Allah. Alangkah tidak terkatakan-nya Kristus ini! Jika kita memiliki segala kekayaan keya-kinan yang penuh akan pengertian tentang Dia, niscayalah kita tidak akan kekurangan bahan untuk dikatakan ten-tang Dia. Kekayaan pengertian ini akan memberikan ung-kapan-ungkapan yang kaya kepada kita.

Saya ingin berulang-ulang menekankan bahwa kekaya-an yang sedemikian hanya berasal dari pelatihan insan ba-tiniah kita. Khususnya, kita perlu melatih pengertian kita dalam membaca Alkitab. Jangan membaca Alkitab secara dangkal, dan jangan menganggap bahwa semuanya sudah seharusnya begitu. Sebaliknya, latihlah diri Anda dalam se-tiap frase, kadangkala bahkan setiap kata. Sebagai contoh, dalam Kolose 1:12 Paulus mengatakan tentang bagian orang-orang kudus di dalam terang. Kita perlu bertanya mengapa dia memakai frase “di dalam terang”. Kita perlu bertanya kepada Tuhan dan menggali firman itu hingga kita mem-peroleh kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian.

Mengenal Kristus sebagai perwujudan Allah memerlukan pelatihan diri kita sedemikian.

Jika kita berlatih atas firman, kita akan menerima terang. Misalkan, kita boleh berlatih atas masalah meng-hibur hati dalam Kolose 2:2. Akhirnya, kita akan diterangi. Saya ulangi, seluruh diri kita — roh, hati, jiwa, pikiran, emosi, dan tekad kita — harus dilatih dalam firman. Sete-lah itu kita akan mengasihi Tuhan dengan seluruh diri kita, dan memiliki segala kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian terhadap Kristus sebagai rahasia Allah.

SEGALA HARTA HIKMAT DAN PENGETAHUAN

TERSEMBUNYI DI DALAM KRISTUS

Mengenai Kristus sebagai rahasia Allah, Paulus ber-kata, “Di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kol. 2:3). Menurut sejarah, pengaruh ajar-an Gnostik, yang mencakup filsafat Yunani, telah menyer-bu gereja-gereja di kalangan orang bukan Yahudi pada za-man Paulus. Jadi, Rasul Paulus memberi tahu orang-orang Kolose bahwa segala harta hikmat dan pengetahuan yang sejati tersembunyi di dalam Kristus. Inilah hikmat dan pe-ngetahuan rohani tentang ekonomi ilahi mengenai Kristus dan gereja. Hikmat berhubungan dengan roh kita, dan pe-ngetahuan berhubungan dengan pikiran kita (Ef. 1:8, 17).

Allah adalah satu-satunya sumber hikmat dan pengetahuan. Segala harta hikmat dan pengetahuan tersembunyi di dalam Kristus yang adalah rahasia Allah. Karena gereja di Kolose telah diserbu oleh filsafat penyembah-penyembah berhala, maka Paulus membantu mereka untuk menelusuri hikmat dan pengetahuan ke sumbernya yang sejati di da-lam Allah. Kristus adalah rahasia Allah, dan Dialah satu-satunya sumber segala hikmat dan pengetahuan. Sepertinya Paulus ingin berkata, “Orang-orang Kolose, karena kalian telah menerima Kristus yang di dalam-Nya tersembunyi se-gala harta hikmat dan pengetahuan, mengapa kalian masih tetap memerlukan filsafat? Mengapa kalian menerima ajar-an Gnostik? Kalian berbuat demikian karena kalian tidak mempunyai kepastian penuh terhadap apa yang kalian per-cayai. Kalian beriman, tetapi kalian tidak memiliki keya-kinan.” Paulus tahu bahwa hati orang-orang Kolose perlu terhibur dan terjalin bersama dalam kasih, agar mereka da-pat memiliki seluruh kekayaan keyakinan yang penuh akan pengertian itu. Jika mereka memiliki keyakinan yang se-demikian, mereka akan mengenal segala harta hikmat dan pengetahuan yang tersembunyi di dalam Kristus.

Fakta bahwa hikmat dan pengetahuan terwujud di da-lam Kristus terbukti dari perkataan yang dituturkan-Nya, khususnya yang tercatat dalam Injil Matius dan Yohanes. Dalam kitab-kitab ini, Tuhan membicarakan masalah ke-rajaan dan hayat. Perkataan Tuhan yang tercantum dalam kedua kitab ini mengandung filsafat yang paling tinggi. Tidak ada satu pun ajaran para filsuf, termasuk ajaran-ajaran budi pekerti yang dapat dibandingkan dengan perkataan-perkataan Tuhan itu. Konsepsi perkataan Tuhan ini terlam-pau dalam dan misteri. Siapa saja yang melakukan pengka-jian yang teliti atas filsafat akan mengakui bahwa filsafat yang paling tinggi adalah yang tercantum dalam ajaran-ajaran Yesus Kristus. Sesungguhnya, segala harta hikmat dan pengetahuan berada di dalam Dia.

Jika kita melatih diri kita untuk berkontak dengan Tuhan, maka Kristus sebagai Roh pemberi-hayat akan men-jenuhi roh dan pikiran kita. Lalu kita pun akan mengalami hikmat dan pengetahuan yang tersembunyi di dalam Kristus. Dengan cara ini kita mengalami Dia sebagai rahasia Allah. Kita tidak boleh seperti orang-orang Kolose, yang membiar-kan filsafat kaum penyembah berhala menipu mereka ke-luar dari hikmat dan pengetahuan yang tersembunyi di da-lam Kristus.

PERWUJUDAN KEPENUHAN KE-ALLAHAN

Sebagai rahasia Allah, Kristus juga merupakan perwu-judan kepenuhan ke-Allahan. Dalam Kolose 1:19 Paulus berkata, “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan tinggal di dalam Dia,” kemudian dalam Kolose 2:9 dia mengatakan, “sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan”(Tl.). Kata kepenuhan dalam kedua ayat ini bukan mengacu kepada kekayaan Allah, melainkan kepada ekspresi kekayaan Allah. Yang berdiam di dalam Kristus bukan hanya kekayaan ke-Allahan, tetapi juga eks-presi kekayaan apa adanya Allah. Penting sekali kita nam-pak bahwa kepenuhan ke-Allahan adalah ekspresi ke-Allahan, yakni ekspresi apa adanya Allah. Ke-Allahan terekspresi baik dalam ciptaan lama — alam semesta, maupun dalam ciptaan baru — gereja. Perhatikanlah, Paulus memakai kata “selu-ruh” untuk melukiskan kepenuhan dalam kedua ayat ini. Seluruh kepenuhan, seluruh ekspresi, berada di dalam cipta-an lama dan ciptaan baru.

Kata ke-Allahan dalam Kolose 2:9 mengacu kepada keAllahan, yang berbeda dengan ciri-ciri ilahi yang dinyatakan oleh benda-benda ciptaan dalam Roma 1:20. Ini dengan tegas menunjukkan ke-Allahan Kristus. Kepenuhan ke-Allahan berlawanan dengan tradisi manusia dan unsur-unsur dunia.

Dalam Kolose 1:19 dan Kolose 2:9 kita nampak dua aspek dari seluruh kepenuhan itu. Menurut Kolose 1:19, se-luruh kepenuhan berkenan diam di dalam Kristus. Menurut Kolose 2:9, seluruh kepenuhan berdiam secara jasmaniah di dalam Kristus. Ini menunjuk kepada tubuh jasmani yang dikenakan Kristus di dalam keinsanian-Nya, yang menun-jukkan bahwa seluruh kepenuhan ke-Allahan berdiam di dalam Kristus sebagai yang memiliki tubuh insani. Sebe-lum inkarnasi Kristus, kepenuhan ke-Allahan berdiam di dalam Dia sebagai Firman yang kekal, tetapi tidak secara jasmaniah. Sejak Kristus berinkarnasi, mengenakan tubuh insani, kepenuhan ke-Allahan mulai berdiam secara jasma-niah di dalam Dia, dan di dalam tubuh-Nya yang dimulia-kan (Flp. 3:21), sekarang dan selamanya.