← Daftar isi 1 Yohanes · bab 6/16

MENGUJI ROH-ROH (1)

Pembacaan Alkitab: 1Yoh. 4:1-6

Dalam berita ini kita sampai pada 1Yohanes 4:1-6. Ayat-ayat ini berdiri sebagai satu bagian khusus. Kelihatannya bagian ini tidak ada kaitannya dengan bagian yang di depannya atau bagian berikutnya. Seperti yang telah kita lihat, bagian sebelumnya berkaitan dengan mengasihi saudara. Bagian berikutnya kembali kepada masalah mengasihi saudara. Karena itu, 1Yohanes 4:1-6 berdiri di antara dua bagian yang berkaitan dengan mengasihi saudara. Kita mungkin heran, lalu bagaimana 1Yohanes 4:1-6 berhubungan dengan bagian-bagian ini.

PERLU MENGUJI ROH-ROH

Saya percaya 1Yohanes 4:1-6 disisipkan sedikitnya karena dua alasan. Alasan yang pertama berhubungan dengan perlunya kita membedakan roh-roh. Dalam 3:24 Yohanes membicarakan tentang “Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita”. Karena Roh disebutkan di sini, Yohanes melanjutkan dengan masalah membedakan, membuktikan, menguji roh-roh. Ada lebih dari satu macam roh di dalam alam semesta. Sebab itu, kita perlu peringatan Yohanes untuk menguji roh-roh.

Satu Yohanes 4:1-6 adalah kata-kata dalam tanda kurung dan merupakan suatu peringatan kepada kaum beriman agar mereka membedakan berbagai roh (karena Roh itu yang denganNya kita mengetahui bahwa Tuhan tinggal di dalam kita, disebutkan dalam ayat sebelumnya, 3:24), supaya mereka dapat mengenal nabi-nabi palsu. Peringatan yang sama diberikan dalam 1Yohanes 2:18-23. Ungkapan “setiap roh” dan “roh-roh itu” dalam 1 Yohanes 4:1 mengacu kepada roh nabi-nabi (1 Kor. 14:32) yang digerakkan oleh Roh kebenaran, dan roh nabi-nabi palsu, yang digerakkan oleh roh penyesat. Jadi, perlu pembedaan roh-roh dengan mengujinya, untuk memastikan apakah roh-roh itu berasal dari Allah. Inilah alasannya Yohanes mengatakan dalam ayat 1, “Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya kepada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah.” Menguji roh-roh adalah membedakan roh-roh (1 Kor. 12:10) dengan mengujinya.

TIDAK MENERIMA NABI-NABI PALSU

DAN ANTIKRISTUS-ANTIKRISTUS

Saya percaya bahwa alasan kedua Yohanes menyisipkan 1Yohanes 4:1-6 adalah untuk memperingatkan kaum beriman bahwa meskipun kita perlu mengasihi saudara-saudara, kita tidak boleh menerima nabi-nabi palsu dan antikristus-antikristus. Kita harus mengasihi semua manusia, termasuk musuh-musuh kita. Akan tetapi, kita tidak dapat menerima seorang nabi palsu atau seorang antikristus.

Dalam tahun-tahun permulaan ministri saya, kami merasa perlu menyuntik kaum beriman melawan modernisme. Sejumlah profesor dan orang lain di beberapa universitas telah terpengaruh oleh ajaran-ajaran modern mengenai Kristus dan Alkitab. Kaum modern mengajarkan bahwa Kristus bukanlah Allah; Dia adalah seorang anak haram Maria dan Yusuf, Dia adalah seorang filsuf besar, dan Dia mati di atas salib bukan untuk penebusan, tetapi sebagai seorang martir. Selanjutnya, kaum modern tidak percaya Alkitab. Khususnya, mereka tidak percaya mukjizat-mukjizat yang tercatat dalam Kitab Suci.

Ketika kita bangkit menentang modernisme, beberapa teman kita berkata kepada kita. “Tidakkah kita harus me-ngasihi mereka? Tidakkah kita harus menerima mereka?” Akan tetapi, kita melaksanakan perkataan Yohanes dalam suratnya yang kedua, “Jikalau seseorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu, dan janganlah memberi salam kepadanya” (ayat 10). Mengasihi seseorang adalah satu hal, tetapi menerima seorang yang adalah seorang nabi palsu atau seorang antikristus adalah hal yang berbeda sama sekali.

Yohanes menyadari, ketika membicarakan tentang mengasihi saudara, dia perlu mengatakan sepatah kata mengenai nabi-nabi palsu dan antikristus-antikristus. Kita harus menguji roh-roh dan menjauhkan diri dari nabi-nabi palsu. Walaupun kita perlu mengasihi saudara dan bahkan semua manusia, kita tidak boleh menerima seorang nabi palsu atau seorang antikristus.

Dalam 1Yohanes 4:1 Yohanes mengatakan kepada kita bahwa “banyak nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia”. Dalam Matius 24:24 nabi-nabi palsu berbeda dengan kristus-kristus palsu. Tetapi di sini, nabi-nabi palsu adalah antikristus-antikristus (ayat 3), yang mengajarkan bidah mengenai persona Kristus (2:18, 22-23). “Dunia” dalam 1Yohanes 4:1 tidak mengacu kepada alam semesta atau bumi; melainkan mengacu kepada orang-orang, masyarakat manusia di bumi, yang adalah komponen-komponen dari sistem dunia setani.

MENGENAL ROH ALLAH

Dalam 4:2 Yohanes melanjutkan, “Dengan inilah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” “Roh” di sini mengacu kepada roh nabi yang sejati yang digerakkan oleh Roh Kudus kebenaran; roh ini mengakui terkandungnya Yesus secara ilahi, menegaskan bahwa Dia dilahirkan sebagai Anak Allah. Setiap roh semacam ini pasti berasal dari Allah. Dalam hal inilah kita dapat mengenal Roh Allah.

Yesus dikandung dari Roh (Mat. 1:18). Mengakui Yesus telah datang dalam daging berarti mengakui Dia dikandung secara ilahi untuk dilahirkan sebagai Anak Allah (Luk. 1:31-35). Karena Dia dikandung dari Roh untuk dilahirkan dalam daging, Roh tidak akan menyangkal bahwa Dia telah datang dalam daging melalui proses pengandungan ilahi.

ARTI ANTIKRISTUS

Pada butir ini kita perlu membahas lebih lanjut arti kata “antikristus”. Dalam Matius 24:5 Tuhan Yesus mengatakan, “Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” Ayat ini membicarakan tentang mesias palsu, seseorang yang menganggap dirinya Kristus, untuk menyesatkan kaum beriman.

Dalam 2:26 dan 3:7 Yohanes juga membicarakan tentang disesatkan. Dalam surat ini, disesatkan adalah disimpangkan dari realitas persona Kristus, dari realitas bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Tetapi menurut Matius 24:5, seorang kristus palsu adalah, seorang yang menganggap dirinya Kristus untuk menyesatkan orang-orang.

Dalam Matius 24:23-24 Tuhan Yesus mengatakan, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihatlah, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa mungkin saja orang-orang pilihan Allah tertipu dan disesatkan. Karena perkataan Tuhan mengenai mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu, timbullah ajaran di antara kaum beriman sebermula bahwa Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul.

Dalam 1Yohanes ada tiga ayat yang menyinggung antikristus. Dalam 2:18 Yohanes mengatakan, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar bahwa antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Dari hal inilah kita mengetahui bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhir.” Perhatikan, dalam ayat ini kata sandang tentu tidak digunakan di depan “antikristus”. Yohanes hanya mengatakan bahwa kaum beriman telah mendengar bahwa antikristus akan datang dan kemudian melanjutkan berkata bahwa banyak antikristus telah datang.

Dalam 2:22 Yohanes sekali lagi membicarakan mengenai antikristus, “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias? Inilah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” Kata “pendusta” menyatakan seorang nabi palsu. Pendusta, nabi palsu, yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus, adalah antikristus, orang yang menyangkal Bapa maupun Anak.

Satu Yohanes 4:3 mengatakan, “Dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam du-nia.” Seperti 2:22, ayat ini menunjukkan bahwa dalam Surat Yohanes yang pertama, seorang antikristus adalah seorang nabi palsu, dan seorang nabi palsu adalah seorang antikristus.

Dalam 1Yohanes 4:3 roh yang tidak mengaku Yesus adalah roh nabi palsu yang digerakkan oleh roh penyesat; roh ini tidak mengakui Yesus datang dalam daging. Inilah roh penyesat dari kaum Dosetis. Istilah Dosetis merupakan turunan dari istilah Yunani dokein, yang berarti “nampaknya”, “seolah-olah”. Pandangan bidah kaum Dosetis adalah Yesus Kristus bukanlah manusia sejati, melainkan nampaknya seperti manusia; bagi kaum Dosetis, Kristus hanyalah khayalan. Dosetisme bercampur dengan Gnostikisme, yang mengajarkan bahwa semua materi pada dasarnya adalah jahat. Jadi, kaum Dosetis mengajarkan, karena Kristus itu kudus, maka Dia tidak mungkin memiliki kecemaran tubuh daging manusia. Mereka mengatakan bahwa tubuhNya bukanlah darah dan daging yang sejati, melainkan hanyalah sesuatu yang semu, suatu khayalan sementara, sebab itu Dia tidak menderita, mati, dan bangkit. Dosetisme ini tidak hanya menggoyahkan inkarnasi Tuhan, tetapi juga penebusanNya dan kebangkitanNya. Dosetisme adalah suatu ciri khas dari kaum antikristus sesat yang pertama, yang disinggung Yohanes di sini dan dalam 2Yohanes 7. Roh dari kaum sesat semacam ini benar-benar bukan berasal dari Allah. Inilah Roh antikristus.

Dalam 2Yohanes 7 Rasul Yohanes sekali lagi berbicara mengenai antikristus, “Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itulah si penyesat dan antikristus.” Penyesat-penyesat ini adalah pendusta-pendusta, nabi-nabi palsu, yang menyangkal bahwa Yesus adalah Allah yang berinkarnasi dan dengan jalan ini menyangkal keilahian Kristus. Yohanes dengan jelas mengatakan bahwa penyesat-penyesat ini adalah antikristus-antikristus.

Pada waktu yang lalu sejumlah guru-guru Alkitab telah memakai gelar antikristus dengan cara khusus. Dalam 2Tesalonika 2:3-4 Paulus membicarakan tentang manusia durhaka, “. . . Manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas semua yang disebut atau disembah sebagai Allah hingga ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” Antikristus, seperti yang dinubuatkan dalam Daniel 7:20-21, 24-26; 8:9-12, 23-25; 9:27; dan 11:36-37, akan menjadi manusia durhaka dan akan merendahkan kebenaran sampai ke dasar, mengubah hukum Taurat, merusak dan membinasakan banyak orang dengan luar biasa, menghujat Allah, dan menyesatkan manusia. Paulus menubuatkan tentang kedatangan manusia durhaka ini.

Dalam Wahyu 13 terdapat dua binatang: yang pertama binatang yang keluar dari laut, dan yang kedua binatang yang keluar dari dalam bumi. Binatang yang kedua adalah nabi palsu, yang bekerja untuk binatang yang pertama, “Seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh” (ayat 12). Binatang yang pertama akan menjadi Kaisar terakhir dari Kekaisaran Romawi yang terpulih, dan binatang yang kedua, nabi palsu, akan bekerja untuknya.

Karena nubuat-nubuat ini, banyak guru Alkitab telah memakai gelar “antikristus” untuk manusia durhaka yang akan datang, orang yang akan meninggikan dirinya sendiri di atas Allah dan memaksakan dirinya disembah dan yang akan menentang dan menganiaya orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi. Dia juga dilambangkan dengan binatang pertama dalam Wahyu 13. Tentu saja tidak salah memakaikan gelar antikristus untuk orang ini.

PENAFSIRAN-PENAFSIRAN YANG BERBEDA TENTANG KEDATANGAN ANTIKRISTUS

Akan tetapi, mengenai antikristus yang akan datang, guru-guru Alkitab mempunyai penafsiran yang berbeda-beda. Misalnya, dalam Alkitab referensinya, Dr. Scofield mengatakan bahwa antikristus adalah binatang kedua dalam Wahyu 13, binatang yang keluar dari dalam bumi: “‘banyak antikristus’ mendahului dan menyiapkan jalan bagi Antikristus, yang adalah ‘binatang yang keluar dari dalam bumi’ dalam Wahyu 13:11-17 dan ‘nabi palsu’ dalam Wahyu 16:13; 19:20; 20:10.

Dia adalah kepala gerejawi yang terakhir, sebagaimana binatang dalam Wahyu 13:1-8 adalah kepala terakhir pemerintahan sipil. Untuk tujuan penganiayaan dia diizinkan menjalankan kekuasaan otokrasi dari kaisar binatang itu.” Berkebalikan dengan pengertian Scofield, guru-guru Alkitab yang lain mengatakan bahwa binatang pertama dalam Wahyu 13 adalah antikristus dan binatang yang kedua adalah nabi palsu. Tetapi Scofield mengatakan bahwa binatang yang kedua, nabi palsu, adalah antikristus. Ini berarti Dr. Scofield mengatakan bahwa nabi palsu adalah antikristus.

Alkitab The New Scofield Reference Bible dalam catatannya mencatat suatu penafsiran yang agak berbeda, “Banyak orang memperkenalkan ‘binatang yang keluar dari dalam bumi’ sebagai Antikristus . . . Jika ‘binatang yang keluar dari dalam bumi’ (ayat 11-17) adalah Antikristus, dia sama dengan ‘nabi palsu’ dalam 16:13; 19:20; 20:10. Karena kata ‘antikristus’ tidak pernah digunakan secara langsung kepadanya, akan tetapi, beberapa orang menganggap istilah ‘antikristus’, yang didefinisikan dengan arti menentang Kristus, seperti digunakan untuk binatang yang pertama (ayat 1-10), yang adalah penguasa politik.” Karena itu, jelaslah bahwa guru-guru Alkitab mempunyai penafsiran-penafsiran yang berbeda tentang kepada siapa gelar “antikristus” harus digunakan.

Kita telah membahas masalah ini untuk menjelaskan bahwa tidak hanya ada satu antikristus. Saya tidak yakin ada guru Alkitab yang berani mengatakan bahwa hanya manusia durhaka yang akan datang, anak kebinasaan, yang adalah antikristus itu. Kita tidak boleh terlalu tegas sehingga mengajarkan bahwa hanya ada satu antikristus dan sebelum kedatangan orang ini tidak akan ada antikristus-antikristus yang lain. Tetapi karena ajaran-ajaran tradisional, banyak orang Kristen mempunyai konsepsi bahwa hanya ada satu orang yang akan menjadi antikristus itu.

Guru-guru Alkitab sering membicarakan tentang antikristus itu, memberi penekanan bahwa antikristus adalah satu nama diri yang hanya mengacu kepada satu orang. Akan tetapi menurut istilah yang dipakai oleh Yohanes dalam 2:18, 22; 4:3; dan 2Yohanes 7, ini adalah satu gelar yang umum, satu gelar yang mengacu kepada satu macam orang. Ini bukanlah satu gelar yang unik, nama diri yang mengacu kepada satu orang yang khusus. Karena itu, gelar “antikristus” berbeda dengan gelar “Kristus”, karena hanya ada satu Kristus dan seseorang yang mengaku dirinya Kristus adalah seorang kristus palsu atau seorang antikristus. Tetapi kita tidak boleh memakai kata antikristus seolah-olah ia adalah satu nama diri.

Mengenai hal ini, penerjemah-penerjemah Alkitab memegang opini-opini yang berbeda. Contohnya, dalam terjemahannya Wuest menulis antikristus dengan huruf besar, dengan demikian menjadikannya sebuah kata benda nama diri. Versi Berkeley melakukan hal yang sama. Akan tetapi, J.N. Darby tidak menuliskan kata ini dengan huruf besar dalam Terjemahan Barunya. Demikian juga, kata antikristus tidak ditulis dengan huruf besar dalam versi King James, Versi American Standard, atau dalam Versi New American Standard.

Tidaklah alkitabiah mengatakan bahwa hanya ada satu antikristus. Tetapi juga salah bila kita mengatakan bahwa manusia durhaka, anak kebinasaan, yang mengagungkan dirinya atas semua yang disebut Allah, itu bukan seorang antikristus. Orang itu jelas adalah seorang antikristus.

Dalam Matius 24 nabi-nabi palsu adalah satu ketegori, dan kristus-kristus palsu adalah kategori yang lain. Dalam Matius 24:24 Tuhan Yesus dengan jelas membicarakan tentang kristus-kristus palsu dan nabi-nabi palsu. Tetapi dalam Surat Yohanes nabi-nabi palsu adalah antikristus-antikristus. Seperti yang telah kita jelaskan, beberapa guru Alkitab mengatakan bahwa binatang pertama dalam Wahyu 13 adalah antikristus itu. Tetapi Scofield dan yang lain mengatakan bahwa binatang kedua, nabi palsu, akan menjadi antikristus itu. Menurut penafsiran Scofield, antikristus berada dalam kategori yang sama dengan nabi-nabi palsu.

Apakah kesimpulan yang akan kita buat dari semua pertimbangan ini? Haruskah kita menganggap nabi-nabi palsu dan antikristus sebagai dua kategori yang berbeda? Di satu aspek, kita mungkin memahaminya sebagai dua kategori yang berbeda. Akan tetapi, akhirnya, nabi-nabi palsu dan kristus-kristus palsu semua adalah antikristus, menentang Kristus, dan karenanya semuanya adalah antikristus. Dalam berita selanjutnya kita akan membahas prinsip antikristus.