Daftar isi Dua Belas Bakul (11) · bab 12/12

Dalam Kristus

Kita harus ingat bahwa kita semua adalah orang berdosa, karena kita semua ada di dalam Adam. Setiap orang yang dilahirkan dari Adam memiliki sifat Adam. Kita tidak perlu berusaha marah, berdusta, dan sebagainya, karena seluruh sifat, hayat, dan perilaku Adam telah teralir ke dalam diri kita. Allah menyelamatkan kita bukan dengan menjadikan kita lebih baik, melainkan dengan membebaskan kita dari Adam dan menempatkan kita ke dalam Kristus. Demikian pula, segala sesuatu yang ada di dalam Kristus telah teralir ke dalam diri kita. Alkitab menyatakan bahwa asal kita berada di dalam Adam, kita bisa berbuat dosa; dan asal kita berada di dalam Kristus, kita bisa berbuat benar. Tetapi jauh di lubuk hati kita yang terdalam, ada suatu keinginan yang salah, yaitu menginginkan Allah melakukan sesuatu pada diri kita. Banyak orang melakukan kesalahan seperti ini. Bagaimanapun, Allah tidak pernah melakukan sesuatu atas diri kita, sebaliknya, Dia menempatkan kita di dalam Kristus.

Sebagian orang berpikir, karena akar dosa tetap ada di dalam diri kita, maka meskipun kita telah diselamatkan, kita perlu meminta Allah melakukan sesuatu yang lain bagi kita, yaitu membuang akar dosa yang ada di dalam diri kita itu seperti mencabut gigi yang rusak. Mungkin ada orang yang berkata bahwa kita perlu berdoa, mohon Allah mencabut akar dosa itu dari diri kita. Atau mungkin yang lainnya lagi mengatakan bahwa setelah mereka berdoa selama beberapa waktu, mereka berhasil dan disucikan. Tetapi bila kita mengharapkan Allah merampungkan sesuatu bagi kita, hal itu tidak akan pernah terjadi. Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa seluruh karya Allah telah dirampungkan di dalam Kristus. Sejak hari Kristus mati, setiap hal rohani telah dirampungkan di dalam Kristus. Allah tidak akan melakukannya lagi. Jika Anda meminta Allah agar melakukan sesuatu atas diri Anda, Allah tidak dapat melakukannya. Anda hanya dapat menerima apa yang telah Allah rampungkan di dalam Kristus. Segala sesuatu ada di dalam Kristus. Jangan berharap menerima suatu terang yang istimewa pada saat Anda berdoa, atau mendengar suara yang menyatakan kepada Anda bahwa suatu dosa tertentu telah disingkirkan. Jangan berharap memiliki suatu perasaan khusus yang akan memenuhi hati Anda dengan sukacita. Anda mungkin mengira bahwa itu semua adalah hal-hal yang baik. Sesungguhnya, berpikir begitu menunjukkan hati yang jahat karena tidak percaya. Itu bukanlah pekerjaan Allah. Segala sesuatu yang diperbuat Allah telah dikerjakan-Nya di dalam Kristus, bukan di dalam diri Anda. Ini bukan soal apa yang diperbuat Allah pada diri Anda; Allah telah melakukan segala sesuatu di dalam Kristus. Jika Anda percaya, Anda akan mendapatkannya. Namun jika Anda menginginkan Allah berbuat sesuatu pada diri Anda, Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Bila Anda di dalam Kristus, Anda akan mendapatkan apa yang ada di dalam Kristus dengan cara menerima.

Sering kali sewaktu sakit, Anda menginginkan Allah menjamah Anda dengan ujung jari-Nya sehingga Anda sembuh. Namun Dia telah menyembuhkan Anda di dalam Kristus, karena itu Allah tidak dapat berbuat sesuatu lagi pada diri Anda. Asalkan Anda ada di dalam Kristus dan menerima, Anda akan mendapatkan apa yang Anda butuhkan. Begitu Anda percaya, kesembuhan itu menjadi milik Anda. Apakah Anda ingin menang? Anda tidak mungkin menang! Hanya Kristus yang menang. Inginkah Anda mengalahkan dunia ini? Anda tidak mungkin mampu melakukannya. Hanya Kristuslah yang mampu mengalahkan dunia. Apakah Anda menginginkan Allah melakukan sesuatu? Allah tidak akan pernah melakukannya karena Dia telah melakukan segala sesuatu di dalam Kristus. Apakah Anda berpikir bahwa kemampuan untuk menang adalah sesuatu yang hanya terjadi pada saat ini? Tidak, ini telah terjadi ketika Kristus menang. Semoga Allah mengaruniakan terang wahyu dan menunjukkan kepada kita apa yang sudah ada di dalam Kristus. Bila kita tidak memiliki iman, kita tidak akan memiliki apa-apa; tetapi bila kita memiliki iman, kita akan memiliki segala sesuatu. Di dalam Kristus ada kemenangan, pembenaran, kekudusan, pengampunan, dan juga semua berkat rohani lainnya. Allah tidak akan melakukan hal-hal itu lagi pada diri kita. Bila kita masuk ke dalam Kristus, segala sesuatu yang ada di dalam Kristus akan menjadi milik kita. Ini tidak berarti kita menyerap sesuatu dari Kristus sebagai makanan kita, melainkan berarti kita masuk ke dalam Kristus dan membiarkan segala sesuatu yang ada di dalam Kristus mengalir ke dalam diri kita.

Sewaktu dibaptis, kita dibaptis ke dalam Kristus. Kita tidak hanya dibenamkan ke dalam air, tetapi kita juga dibenamkan ke dalam Kristus. Bagian kedua dari Roma 6:3, “Dibaptis dalam kematian-Nya,” menunjukkan bahwa air baptisan mengacu kepada kematian. Bagian pertama dari ayat itu, “Atau tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus” ini menunjukkan bahwa air juga mengacu kepada Kristus. Sering kali kita mengira bahwa Allah memberi kita segelas air untuk kita minum. Sebaliknya, Allah menghendaki kita masuk ke dalam Kristus. Bila kita memahami hal ini dengan jelas, kita akan tahu bahwa kita tidak perlu meminta Allah berbuat sesuatu pada diri kita. Semua telah dikerjakan-Nya di dalam Kristus. Segala sesuatu ada di dalam Kristus.

APA YANG KITA MILIKI DALAM KRISTUS?

Roma 8:1 mengatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Anda tidak dapat dihukum, karena Anda ada di dalam Kristus. Dapatkah Anda berkata kepada Allah, “Aku adalah orang berdosa, ampunilah aku dan janganlah menghukum aku?” Tidak. Allah tidak dapat melakukan hal ini. Allah mengampuni Anda di dalam Kristus. Anda tidak perlu melihat diri Anda sendiri. Anda hanya perlu memandang Kristus. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tidak akan dihukum di kemudian hari? Dapatkah Anda bersandar pada pengalaman Anda pada suatu hari tertentu atau waktu tertentu? Satu-satunya cara agar Anda dapat menghentikan saya untuk membantah Anda adalah dengan mengutip Firman Allah. Bila Anda mengutip Firman Allah, tidak satu pun pengkhotbah di dunia ini yang dapat membantah Anda. Bahkan Allah sendiri tidak dapat membantah Anda karena Firman-Nya mengatakan, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

Dua Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Apakah ayat ini mengatakan bahwa kita diubah? Tidak, ayat ini mengatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru. Ada orang mengatakan, “Aku telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun, tetapi aku sangat lemah. Sampai pada suatu hari, pada tahun tertentu, aku dipulihkan dan menjadi ciptaan baru.” Bukti apa yang dia miliki yang menunjukkan bahwa dia telah menjadi ciptaan baru pada suatu hari, pada tahun tertentu? Bukti saya bukanlah sesuatu yang disebut kebangunan rohani yang tampaknya menjadikan saya ciptaan baru. Bukti saya adalah Firman Allah yang mengatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru. Mungkin ada orang berkata, “Menurut Alkitab, aku ada di dalam Kristus, dan aku adalah ciptaan baru. Tetapi bila aku melihat diriku sendiri, tampaknya aku tidak diperbarui.” Saya dapat berkata bahwa orang-orang berdosa dan bahkan banyak orang Kristen tidak memiliki iman. Setelah membaca hal ini, Anda seharusnya berlutut dan berkata, “Tuhan, aku bersyukur dan memuji Engkau. Firman-Mu mengatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru. Aku ada di dalam Kristus, maka aku adalah ciptaan baru!” Setiap kali pencobaan menimpa Anda dan mengatakan bahwa Anda masih merupakan ciptaan yang lama, Anda harus berkata, “Firman Allah mengatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru.” Bila Anda bertindak demikian, Iblis akan mundur. Bila Anda tidak menghiraukan pencobaan tersebut dan hanya berpijak pada Firman Allah, Anda akan menang. Kemenangan tidak bergantung pada perasaan, melainkan pada Firman Allah.

Allah tidak akan melakukan apa pun di atas diri kita. Bila Dia mencabut akar dosa kita, kita tidak perlu percaya. Allah telah merampungkan segala sesuatu di dalam Kristus. Dia menghendaki kita memandang kepada-Nya hari demi hari dan mempercayai Firman-Nya yang mengatakan bahwa kita adalah ciptaan baru dalam Kristus. Allah tidak berdusta. Apa pun yang difirmankan-Nya akan terjadi. Bila kita percaya, hal itu akan menjadi milik kita. Inilah rahasia kemenangan.

Efesus 1:6 mengatakan “. . . anugerah-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.” Allah hanya menerima kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya. Tidak seorang pun dapat menyenangkan hati Allah bila berada di luar Kristus. Allah dapat memelihara dan menerima kita hanya bila kita berada di dalam Kristus.

Kolose 1:14 mengatakan, “Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” Diselamatkan dan diampuni adalah di dalam Kristus. Sudahkah Anda meminta Allah mengampuni Anda? Misalkan seorang Kristen telah berbuat dosa dan meminta Tuhan mengampuninya. Tahukah Anda kapan Allah mengampuninya? Sebagian orang mengatakan bahwa bukti Anda telah diampuni hanya dapat dilihat bila Anda telah berdoa sampai damai sejahtera ada di dalam hati Anda. Tetapi bukankah banyak orang yang masih memiliki damai sejahtera di hati mereka meskipun baru berbuat dosa? Bukankah banyak orang yang masih tidak merasakan damai sejahtera meskipun dosa-dosa mereka telah diampuni? Perasaan Anda tidak dapat diandalkan. Bila seorang Kristen berbuat dosa, dapatkah Anda mengatakan kepadanya berapa lama dia harus berdoa agar dia dapat memperoleh pengampunan? Ketahuilah, semua dosa Anda telah ditanggung oleh Kristus lebih dari 1900 tahun yang lalu. Anda telah mati dalam kematian Kristus, Anda sudah diampuni. Yang harus Anda perbuat adalah merendahkan diri dan menerima apa yang telah dirampungkan Kristus. Bila Anda mengharapkan Allah melakukan sesuatu yang baru pada diri Anda, adalah mustahil untuk dikatakan berapa lama Anda harus berdoa. Ketika Anda memohon Allah mengampuni Anda, Anda benar-benar sedang memohon pengampunan dalam Kristus agar mengalir ke dalam diri Anda. Pengampunan Anda tergantung pada iman Anda bahwa Allah telah mengampuni Anda di dalam Kristus. Hal ini tidak tergantung pada perasaan.

Dua Korintus 5:21 mengatakan, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Kita dibenarkan karena kita ada di dalam Kristus. Allah tidak membenarkan kita karena perbuatan baik yang kita lakukan. Allah membenarkan kita di dalam Kristus. Bila kita ingin menunggu sampai kita menganggap diri kita sendiri sebagai orang benar sebelum kita percaya, kita tidak mungkin percaya.

Satu Korintus 1:2 mengatakan, “Kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.” Kita dibenarkan karena kita ada di dalam Kristus, kita dikuduskan juga karena kita ada di dalam Kristus. Banyak orang melakukan kesalahan yang besar dengan mengatakan bahwa Allah telah memberi mereka kekudusan dan bahwa mereka telah dikuduskan pada hari anu dalam bulan anu. Bila kita mengharapkan Allah menggarap kita sampai kita dikuduskan, hal ini tidak akan pernah terjadi. Yang perlu kita perbuat adalah menerima apa yang ada di dalam Kristus.

Sering kali kita senang menjadi lampu sebuah mobil hanya menerima sejumlah kecil listrik yang disimpan dalam aki. Bila kita ada di dalam Kristus, kita akan menjadi seperti lampu di dalam ruangan, meskipun sumber tenaga listrik itu tidak di dalam ruangan itu, namun arus listrik mengalir ke dalam ruangan tersebut. Begitu instalasinya dipasang dan saklar dinyalakan, lampu itu akan menyala. Tetapi bila instalasinya diputuskan atau saklarnya dimatikan, lampu itu tidak akan menyala. Bila kita disatukan dengan Kristus, kita memiliki segala sesuatu; begitu kita terputus dari-Nya, kita mendapati diri kita menjadi seperti orang kafir. Tidak ada satu pun karya yang dikerjakan pada diri kita, segala sesuatu dirampungkan dalam Kristus. Kita hanya bagaikan saluran kabel yang dialiri listrik.

Roma 8:38-39 mengatakan, “Sebab aku yakin bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Semua perkara di atas tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Hanya ada satu alasan: kasih ini ada di dalam Kristus Yesus.

Dalam Kolose 2:10 tertulis, “Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Kita telah dipenuhi karena kita ada di dalam Kristus, bukan karena diri kita sendiri.

Kolose 3:3 mengatakan, “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” Hidup kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Roma 8:2, “Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” Kita dimerdekakan karena kita ada di dalam Kristus, bukan karena diri kita sendiri. Orang yang percaya akan hal ini sangat bahagia, tetapi orang yang memohon hal ini tidak akan menerimanya.

Efesus 1:3 mengatakan, “. . . yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga.” Ayat ini pasti sangat menyenangkan hati kita. Tidak peduli apa berkat-berkat rohani itu, semuanya ada di dalam Kristus. Bila Anda berpegang pada ayat ini, Anda dapat berkata, “Aku bersyukur dan memuji Tuhan karena Dia telah memberiku setiap berkat rohani di dalam surga dalam Kristus.” Seberapa banyak kepercayaan Anda kepada Firman Allah, sebanyak itu pula penerimaan Anda terhadap realitas firman itu.

Yohanes 16:33 mengatakan, “. . . supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.” Damai sejahtera tidak ditemukan di luar Tuhan. Bila kita ada di dalam Tuhan, kita memiliki damai sejahtera-Nya.

Filipi 2:1, “Jadi, karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan.”

Dua Korintus 12:2 menuliskan, “Aku tahu tentang seseorang di dalam Kristus.” Ayat ini berbicara mengenai seseorang yang ada di dalam Kristus, seluruh dirinya ada di dalam Kristus.

Bila Anda membaca Alkitab dengan saksama, Anda tidak akan meminta Allah melakukan sesuatu pada diri Anda. Bila Anda menghendaki Dia melakukan sesuatu pada diri Anda, Anda tidak hanya akan merasa kecewa pada hari ini maupun besok, bahkan Anda akan merasa kecewa sampai Anda meninggal kelak. Bila saklar listrik itu dimatikan, Anda tidak bisa mengharapkan lampu itu menyala. Begitu saklar itu dinyalakan, seketika itu juga lampu itu menyala. Bila Anda tidak percaya kepada Kristus dari saat ke saat, Anda tidak akan menang. Anda membutuhkan Tuhan setiap waktu. Di dalam Kristus Anda memiliki segalanya.

BAGAIMANA SUPAYA BERADA DI DALAM KRISTUS

(1) Orang yang percaya kepada Kristus, dia ada di dalam Kristus. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Ini merupakan kesatuan. Bila Anda percaya kepada Dia (Kristus), maka dosa Anda ditanggung-Nya, Dia menjadi satu dengan Anda.

(2) Setelah percaya kepada Kristus, harus dibaptis dalam Kristus. Baptisan berarti masuk ke dalam Kristus. Roma 6:3 mengatakan, “Atau tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” Sebagaimana kita dibenamkan kedalam air pada saat kita dibaptis, demikian juga kita dibenamkan ke dalam Kristus. Bila satu keping uang tembaga dimasukkan ke dalam sebotol asam belerang, maka uang tembaga tersebut akan melumer dan kita tidak akan melihat uang tembaga itu lagi. Ketika kita dibenamkan ke dalam Kristus, kita “lumer” ke dalam Kristus dan menjadi satu dengan-Nya. Inilah iman.

(3) “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus” (1 Kor. 1:30). Allah telah membenamkan kita ke dalam Kristus. Secara batiniah, kita percaya kepada-Nya; secara lahiriah, melalui baptisan kita dibenamkan ke dalam Dia. Allah menyatukan kita dengan Kristus. Allah telah melakukannya bagi kita. Karena itu, kita memiliki kebenaran, pengudusan, dan penebusan. Sungguh ajaib, dan semuanya kita miliki. Kita tidak memiliki kebenaran di dalam diri kita sendiri, Kristus adalah kebenaran kita. Kita tidak memiliki pengudusan dalam diri kita sendiri, Kristus adalah pengudusan kita. Kita tidak memiliki penebusan dalam diri kita sendiri, Kristus adalah penebusan kita. Mata kita harus tertuju kepada Kristus. Semoga Allah mengambil selubung dari diri kita, sehingga kita dapat melihat betapa lengkapnya semua yang telah dirampungkan Allah.

Saudara Hudson Taylor pernah berusaha keras untuk menang. Dia berkata: Aku selalu meminta, namun Allah tidak pernah memberikannya kepadaku. Suatu hari, ketika membaca Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya,” aku segera menerima terang, berlutut dan berdoa, “Aku adalah orang yang paling bodoh di dunia. Hayat menang yang kucari selama ini ternyata telah kumiliki.” Anda adalah sebuah ranting; bukan karena Anda ingin menjadi ranting. Anda adalah ranting; hayat ini telah menjadi milik Anda. Selama bertahun-tahun saudara Taylor meminta agar disatukan dengan pokok pohon seperti halnya sebatang ranting. Lambat laun dia menyadari bahwa dia telah menjadi ranting itu dan juga telah menjadi satu dengan pokok pohon tersebut. Setelah menerima wahyu dari Allah dan memiliki iman yang tepat, dia memiliki kemenangan. Kemudian dia pun sanggup mengerjakan perkara-perkara besar bagi Tuhan. Suatu kali dia diminta berbicara di konvensi Keswick, dan dia menyampaikan kisah tersebut. Katanya, “Setelah aku mengalami kegagalan, aku ingin menang, namun aku dapati bahwa aku tidak pernah dapat meraihnya. Tetapi begitu aku percaya, aku segera menerimanya.”

Saudara saudari, kita tidak mengharapkan menyerap sari tumbuhan dari akar untuk merawat kita. Kita adalah ranting-ranting pohon. Kita tidak perlu mempedulikan segala sesuatu asalkan kita menjadi ranting. Kita tidak perlu mengambil sesuatu dari pohon itu untuk memelihara diri kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya bahwa kita ini adalah ranting-ranting. Allah telah menyatukan kita dengan Kristus. Segala sesuatu yang dimiliki Kristus kini telah menjadi milik kita. Bila kita percaya, kita akan menang.

Di satu pihak kita dibaptis ke dalam Kristus, di pihak lain, melalui roti dan anggur, kita berkontak dengan-Nya. Inilah cara membiarkan hayat-Nya mengalir.