← Daftar isi Keluaran (9) · bab 18/20

MEZBAH UKUPAN EMAS (4)

Pembacaan Alkitab:

Kel. 30:6-10; 40:5, 26-27; Mzm. 84:4; 141:2;

Why. 8:3-6; Kel. 30:26-28

Dalam berita sebelumnya kita menekankan tiga perkara penting yang berhubungan dengan mezbah ukupan. Pertama, ketika kita berdoa, kita harus berada di dalam Kemah Suci, yang melambangkan Allah yang berinkarnasi. Kedua, untuk berdoa di mezbah ukupan, terlebih dulu kita harus dipenuhi dan dipuaskan melalui makan makanan kudus, bagian kita dari kurban persembahan. Ketiga, ketika kita berdoa, kita harus mempersembahkan ukupan kepada Allah. Jika terhadap hal-hal ini kita mempunyai visi yang jelas, kehidupan doa kita akan mengalami perombakan. Bukan lagi mengisi doa-doa dengan kebutuhan-kebutuhan material atau pun tentang urusan-urusan yang bersifat pribadi, melainkan kita akan berdoa bagi pelaksanaan tujuan Allah, untuk melaksanakan pemerintahan ilahi, dan untuk menyalurkan anugerah Allah Sang penyuplai.

DOA YANG BERHUBUNGAN

DENGAN KRISTUS DAN GEREJA

Matius 6:33 adalah sebuah ayat yang sering dikutip oleh orang Kristen zaman ini: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Tl.). Ini menunjukkan bahwa jika kita mencari Kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka apa saja yang kita perlukan makanan, pakaian, tempat tinggal, akan ditambahkan kepada kita. Ini menunjukkan bahwa tidaklah perlu kita diduduki oleh hal-hal seperti makanan dan pakaian dalam doa-doa kita. Sebaliknya, kita harus berdoa bagi Kerajaan Allah.

Hari ini apakah Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah adalah gereja. Apakah kebenaran Allah itu? Kebenaran Allah adalah Kristus diekspresikan melalui gereja. Jadi, mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya berarti mencari Kristus dan gereja. Doa kita haruslah berhubungan dengan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, yaitu Kristus dan gereja.

Betapa memprihatinkan, karena demikian banyak orang Kristen tahu bagaimana berdoa untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, rumah yang lebih besar, atau keselamatan bagi perjalanan mereka, namun mereka tidak mengetahui bagaimana berdoa untuk Kristus atau gereja. Ada orang ketika berdoa bagi gereja, mereka tidak secara langsung berdoa bagi gereja, melainkan berdoa untuk urusan-urusan bisnis yang berhubungan dengan gereja. Kita seharusnya melupakan doa-doa semacam itu dan berdoa bagi Kristus dan gereja. Ketika mendengar perkataan yang menyangkut kehidupan doa mereka, sebagian orang Kristen mungkin akan berkata, “Perkataan ini sulit diterima. Kelihatannya Anda merampas doa-doaku. Setelah mendengar kata-kata ini, aku tidak tahu harus bagaimana berdoa. Nampaknya segala cara doa yang kutempuh ini salah.”

LARANGAN YANG SERIUS

Saya menganjuri Anda untuk membaca sekali lagi potongan firman ini. Kita seharusnya membakar ukupan di atas mezbah dari emas. Akan tetapi, ada satu larangan yang serius, yaitu: kita tidak seharusnya membakar ukupan asing. Hanya Kristus yang telah bangkit dan naiklah yang diperkenan; segala perkara lainnya dilarang. Kita tidak boleh membakar ukupan asing, dan kita juga tidak boleh membakar di mezbah ukupan, apa yang diperkenan Allah untuk mezbah kurban bakaran. Ini berarti kita tidak seharusnya mempersembahkan Kristus yang disalibkan dan dihakimi di mezbah ukupan. Melainkan kita harus membakar Kristus yang telah bangkit dan terangkat sebagai ukupan. Kita harus mempersembahkan Kristus yang hidup ini kepada Allah sebagai ukupan di mezbah ukupan.

Jika ada orang beriman yang meminta saya untuk memberi tahu bagaimana ia seharusnya berdoa, saya tidak akan melakukannya. Jika saya memberi tahu Anda bagaimana berdoa dan kemudian Anda berdoa sesuai dengan petunjuk itu, maka jenis doa itu tetap bukan Kristus. Anda mungkin menggunakan istilah yang benar, tetapi Anda masih berdoa di luar Allah. Anda belum lagi berdoa di dalam Allah, di pusat tempat kediaman Allah. Tambahan pula, sementara Anda berdoa, Anda tidak mempunyai kepuasan batiniah atau penguatan batiniah. Ini berarti ketika Anda berdoa, tidak ada Allah berdoa di dalam Anda. Sewaktu kita berdoa, kita harus berdoa di dalam Allah, dan kita perlu berdoa bersama dengan Allah yang memberikan tenaga di dalam kita. Kemudian kita perlu mempersembahkan Kristus kepada Allah dan berdoakan Kristus kepada Allah.

SITUASI YANG MEMPRIHATINKAN

Jika Anda tinggal bersama saya untuk beberapa hari, Anda akan mengetahui bahwa saya adalah orang yang sering merasa tidak bahagia. Situasi kekristenan hari ini menyebabkan saya sangat prihatin. Perhatikan orang-orang di sekeliling Anda dan apa yang mereka lakukan. Apa yang mereka ketahui tentang ekonomi Allah? Betapa memprihatinkan situasinya! Tuhan Yesus menunda kedatangan-Nya kembali selama hampir dua ribu tahun. Sudah tentu, bagi-Nya dua ribu tahun sama seperti dua hari. Namun waktu yang pendek bagi-Nya itu sangat panjang bagi kita. Dari ti-tik pandang Tuhan, dua ratus lima puluh tahun adalah seperti enam jam, seperempat hari. Perkataan ini adalah perkataan Petrus, katanya, bagi Tuhan seribu tahun sama seperti satu hari (2Ptr. 3:8). Dalam pasal yang sama Petrus melewatkan hal Kerajaan Seribu Tahun dan langsung bebicara tentang langit baru dan bumi baru di dalam kekekalan (2Ptr. 3:13). Ini menunjukkan bahwa bagi Tuhan, seribu tahun tidaklah terlalu lama. Namun, menurut pendapat saya, Tuhan telah terlalu lama menunda kedatangan-Nya.

Hari ini siapa yang mendoakan agar Allah mau menyalurkan anugerah-Nya ke dalam manusia? Siapa yang berdoa sedemikian, sehingga menggerakkan takhta kuasa Allah untuk menghakimi zaman ini? Kristus mempunyai cukup banyak ukupan, tetapi manakah doa-doa yang layak menerima ukupan Kristus? Adakah Kristus bisa menambahkan ukupan-Nya kepada doa-doa Anda? Saya khawatir, terlalu sedikit doa kita yang layak menerima ukupan Kristus ditambahkan kepadanya. Karena itu, kita sangat perlu melihat bahwa mengenai kehidupan doa kita, Kristus adalah Kemah Suci, Kristus adalah makanan yang dipersembahkan, dan Kristus juga adalah ukupan.

BAGAIMANA KEDUA MEZBAH ITU DIHUBUNGKAN

Melalui Pengurapan

Menurut Alkitab, kedua mezbah itu berhubungan satu sama lain. Keluaran 30:27 dan 28 mengatakan bahwa baik mezbah ukupan maupun mezbah kurban bakaran diurapi dengan minyak urapan kudus. Setelah Kemah Pertemuan dengan segala perkakasnya diurapi, kedua mezbah itu juga diurapi. Keluaran 30:26-28 mengatakan, “Haruslah engkau mengurapi dengan itu Kemah Pertemuan dan tabut hu-kum, meja dengan segala perkakasnya, kandil dengan perkakasnya, dan mezbah pembakaran ukupan; mezbah kurban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya.” Perhatikan bahwa urutan dalam ayat-ayat ini adalah Kemah Pertemuan, tabut, meja, kaki pelita, mezbah ukupan, dan mezbah kurban bakaran. Jadi, pengurapan menghubungkan kedua mezbah tersebut.

Pengurapan menunjukkan pergerakan Allah. Karena itu, menurut pergerakan Allah, mezbah ukupan dan mezbah kurban bakaran berhubungan satu sama lain. Pengurapan merupakan unsur penghubungnya.

Melalui Darah Kurban Penghapus Dosa

Mezbah-mezbah itu juga dihubungkan melalui darah kurban penghapus dosa yang dipersembahkan untuk pendamaian, atau penebusan, pada hari penebusan. Hari penebusan, atau kita lebih suka menerjemahkannya hari pendamaian, terjadi setahun sekali. Pada hari itu, kurban penghapus dosa yang sangat penting dipersembahkan. Setelah darah dari kurban tersebut ditumpahkan, darah itu dari mezbah dibawa masuk ke dalam tempat kudus dan dibubuhkan pada keempat sudut mezbah ukupan. Sebagian dari darah itu juga dibawa masuk ke dalam tempat maha kudus, dan sisanya dicurahkan ke sekeliling mezbah di pelataran luar. Darah pendamaian ini juga menghubungkan kedua buah mezbah tersebut.

Melalui Api yang Membakar Kurban

Berikutnya, kedua buah mezbah itu dihubungkan melalui api yang membakar di atas mezbah di pelataran luar. Jika kita membaca Perjanjian Lama dengan cermat, kita akan melihat bahwa tidak ada api asing yang dibiarkan menyala di atas mezbah ukupan untuk membakar ukupan. Satu-satunya api yang dipakai untuk membakar ukupan adalah api yang berasal dari mezbah kurban bakaran, yaitu api yang turun dari surga. Api itu bukanlah api asing. Sedangkan jenis-jenis api lainnya merupakan api asing. Api surgawi, api yang asalnya dari Allah, yang dipakai untuk membakar kurban persembahan di atas mezbah kurban bakaran, juga dipakai untuk membakar ukupan di atas mezbah ukupan. Dari sini kita mengetahui bahwa api yang membakar kurban persembahan juga merupakan suatu unsur yang menghubungkan kedua buah mezbah tersebut.

Dari mezbah kurban bakaran suatu bau-bauan yang harum membubung ke hadapan Allah. Suatu aroma yang harum yang berasal dari mezbah ukupan juga membubung ke hadapan-Nya. Jadi, baik dari mezbah kurban bakaran maupun mezbah pembakaran ukupan, suatu bau-bauan yang harum membubung ke hadapan Allah bagi kepuasan-Nya. Akan tetapi, ada perbedaan antara kedua jenis pembakaran ini. Pembakaran di atas mezbah kurban bakaran adalah suatu pembakaran penghakiman, sedang pembakaran pada mezbah ukupan merupakan suatu pembakaran perkenanan.

Kedua jenis pembakaran dan pembubungan ini berpantulan satu sama lain. Khususnya, jenis bau-bauan harum yang pertama, yang berasal dari mezbah kurban bakaran, terpantul dalam yang kedua, yang berasal dari mezbah ukupan. Bau-bau harum yang membubung ke hadapan Allah dari mezbah kurban bakaran terpantul di dalam bau-bauan yang membubung kepada-Nya dari mezbah ukupan. Di sini, di dalam kedua jenis bau-bauan harum ini kita mempunyai keharuman Kristus dalam kematian-Nya pada mezbah kurban bakaran dan keharuman Kristus dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya pada mezbah ukupan. Keharuman Kristus dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya adalah untuk kelayakan kita. Melalui ketiga unsur ini pengurapan, darah, dan api kedua mezbah itu dihubungkan.

APRESIASI PEMAZMUR

TERHADAP KEDUA MEZBAH ITU

Karena kedua mezbah itu dihubungkan, pemazmur membicarakan keduanya sekaligus, “Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!” (Mzm. 84:4). Dengan menulis secara puitis, pemazmur mengapresiasi kedua mezbah itu. Hal ini menarik khususnya bila kita sadar bahwa di dalam tempat kediaman Allah ada perabot dan perkakas lain seperti tabut, meja roti sajian, dan kaki pelita. Namun, kedua mezbah itu merupakan yang utama dalam apresiasi pemazmur. Burung pipit dan burung layang-layang melambangkan kita, umat manusia, yang kecil, lemah, dan tidak layak. Tuhan Yesus berkata bahwa dua ekor burung pipit dijual seharga satu receh terkecil (Mat. 10:29). Namun demikian, kita yang lemah seperti burung pipit dapat menemukan rumah pada mezbah-mezbah Tuhan. Selanjutnya, seperti burung layang-layang, kita dapat meletakkan anak-anak kita di mezbah-mezbah tersebut.

Orang yang tidak begitu menghargai Mazmur 84 mungkin heran bagaimana mungkin burung pipit dan burung layang-layang membuat sarang mereka di mezbah-mezbah Tuhan. Orang-orang yang memandang Mazmur 84 seperti ini mungkin menganggap mezbah itu gersang, dan tidak diperhatikan oleh siapa pun. Namun, Mazmur 84 sangat manis, penuh dengan apresiasi terhadap tempat kediaman Allah, terutama kedua mezbah itu. Mezbah-mezbah itu melambangkan kematian Kristus dan doa syafaat-Nya. Mezbah persembahan adalah kematian Kristus, dan mezbah ukupan adalah mezbah doa syafaat Kristus. Saya dapat bersaksi bahwa kedua mezbah ini digabungkan menjadi satu, telah menjadi sangat manis dalam pengalaman saya. Saya seperti burung pipit atau burung layang-layang yang bersarang di mezbah-mezbah itu dan menaruh anak-anak saya di sana.

KEDUA MEZBAH

DALAM PENGALAMAN KITA

Dalam pengalaman banyak orang Kristen, hanya memiliki satu mezbah, mezbah yang pertama, mezbah persembahan di pelataran luar. Ini berarti mereka memiliki salib, tetapi tidak memiliki mezbah ukupan. Dalam pengalaman kita, kita memerlukan kedua mezbah itu. Kini, karena kita sedang membahas mezbah ukupan yang digambarkan dalam Keluaran 30, saya berbeban untuk menunjukkan bahwa kita bukan hanya mempelajari Alkitab atau mengajarkan Alkitab. Semua butir yang kita bahas diterapkan dalam kehidupan doa kita. Kehidupan doa kita harus di dalam Allah, dan harus bersama Allah di dalam kita sebagai suplai dan kepuasan kita. Kalau kita ingin memiliki hidup doa yang tepat, kita juga harus mempersembahkan Kristus kepada Allah sebagai ukupan. Selanjutnya, sangatlah penting untuk kita ketahui bahwa doa semacam ini berkaitan dengan Kristus yang disalibkan. Saya anjurkan Anda membawa semua hal ini kepada Tuhan dalam doa dan mohon Dia menunjukkan kepada Anda sesuatu yang lebih jelas.

Wahyu tentang mezbah ukupan telah membantu saya sangat banyak. Sering kali, wahyu ini mengatur doa-doa saya. TNamun, kadang-kadang, karena lingkungan, saya berdoa secara alamiah. Semoga Tuhan membelaskasihani kita agar kita melihat bahwa kehidupan doa yang tepat dan benar adalah di dalam Allah dan perlu Allah di dalam kita; bersatu dengan Kristus yang bangkit dan naik ke surga sebagai ukupan kita kepada Allah. Tidak hanya demikian, ia juga berhubungan dengan Kristus yang disalibkan melalui darah, api, dan bau-bauan yang harum. Kalau kita memiliki doa semacam ini, kita akan dapat menempuh suatu kehidupan yang mempengaruhi pergerakan Allah. Doa semacam ini mengen-dalikan penyaluran anugerah Allah dan pemerintah kuasa-Nya. Ini berarti doa yang dipersembahkan di mezbah ukupan mengatur alam semesta. Ini sangat besar maknanya. Semoga mata kita dapat tercelik dan melihatnya.