← Daftar isi Yehezkiel (1) · bab 13/26

KEMEROSOTAN UMAT ALLAH

Pembacaan Alkitab:

Yeh. 20:6; 6:9; 11:12b; 13:4-5, 17-18; 14:3, 5; 22:25-30; 3:7; 2:3-4, 6; 22:13-19

Seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita pertama, kitab Yehezkiel terdiri dari empat bagian. Bagian pertama, mencakup pasal satu, menyajikan visi penampakan kemuliaan Tuhan. Pasal ini mewahyukan bagaimana Allah dimanifestasikan, bagaimana Allah bergerak, dan bagaimana Allam mengadministrasi pemerintahan-Nya melalui koordinasi dari empat makhluk hidup. Bagian kedua mncakup tiga puluh satu pasal berikutnya dan membahas penghakiman Allah oleh api. Dalam bagian ini kita melihat Allah menghakimi umat-Nya dan dan bangsa kafir oleh Diri-Nya Sendiri sebagai api yang menghanguskan. Bagian ketiga (psl. 33—39) mengenai pemulihan Allah atas umat-Nya oleh hayat. Setelah melaksanakan penghakiman-Nya, Allah datang untuk memulihkan. Dimana ada penghakiman Allah oleh api, di sana ada pemulihan-Nya oleh hayat. Bagian terakhir (psl. 40—48) membahas bangunan kudus Allah. Hasil dari pemulihan Allah oleh hayat adalah sebuah bangunan kudus, yang adalah perampungan seluruh kitab Yehezkiel. Jadi, empat bagian Yehezkiel membahas empat perkara penting: visi penampakan kemuliaan Tuhan, penghakiman oleh api, pemulihan oleh hayat, dan bangunan kudus Allah. Ini adalah gambaran singkat kitab Yehezkiel, sebuah kitab yang dimulai dengan visi yang mulia dan diakhiri dengan sebuah bagunan kudus. Ini menunjukkan bahwa saaran Allah adalah bangunan.

Kita juga telah melihat bahwa kitab Yehezkiel dan kitab Wahyu adalah mirip. Seperti kitab Yehezkiel, kitab Wahyu membahas empat perkara tentang visi, penghakiman, pemulihan, dan bangunan, serta membahasnya di dalam urutan yang sama seperti yang kita temukan di dalam kitab Yehezkiel. Visi Tuhan di dalam Wahyu 1 diikuti oleh penghakiman Allah, pemulihan Allah, dan bangunan Allah. Secara ultima, kitab Wahyu, seperti kitab Yehezkiel, rampung dengan bangunan Allah dengan dua belas pintu gerbangnya. Dari hal ini kita melihat bahwa kitab Yehezkiel dan kitab Wahyu bukan hanya mirip, tetapi juga sejajar satu dengan yang lain. Mula-mula adalah tentang sejarah umat Allah dalam Perjanjian Lama; kemudian adalah wahyu gereja dalam Perjanjian Baru. Umat Perjanjian Lama Allah adalah bayangan, gambaran, lambang, dari gereja Perjanjian Baru.

Jika kita membaca kitab Yehezkiel dengan teliti, kita akan menyadari bahwa hal ini melukiskan gambaran dari gereja. Pada satu pihak, gambaran dalam Perjanjian Lama lebih jelas dan lengkap daripada wahyu dalam Perjanjian Baru. Oleh karena itu, dalam membaca kitab Yehezkiel kita tidak seharusnya hanya mempedulikan sejarah Israel atau nubuat-nubuat mengenai Israel, tetapi kita harus mempertimbangkan gambaran yang jelas dari gereja, secara khusus gambaran ini menyingkapkan situasi gereja yang merosot. Karena kemerosotan Israel adalah gambaran kemerosotan Kekristenan, apa yang kita lihat dalam gambaran ini dapat kita terapkan pada situasi hari ini.

Dalam berita ini, kita akan mulai mempertimbangkan bagian kedua dari kitab Yehezkiel—penghakiman Allah oleh api. Dalam pasal dua sampai dua puluh empat kita melihat penghakiman Allah atas Israel, umat pilihan-Nya, dan di dalam pasal dua puluh lima sampai tiga puluh dua, penghakiman-Nya atas bangsa kafir, bangsa-bangsa. Penghakiman Allah pertama pada umat-Nya, bani Israel, lalu penghakiman-Nya datang pada bangsa kafir. Ini cocok dengan prinsip dalam Perjanjian Baru, keduanya terlihat dalam kitab Wahyu dan 1 Petrus, bahwa Allah pertama menghakimi rumah-Nya (1 Ptr. 4:17) dan setelah itu menghakimi kaum tidak beriman.

TIGA TAHAP KENIKMATAN KRISTUS

Dalam Perjanjian Lama, Israel adalah umat pilihan Allah. Allah telah melepaskan umat Israel dari Mesir dan telah membawa mereka ke dalam tanah permai. Allah menaruh umat Israel ke dalam tanah permai melambangkan Allah menaruh kita ke dalam Kristus, yang adalah tanah permai kita hari ini. Yehezkiel 20:6 berkata bahwa tanah permai adalah kemuliaan semua tanah. Kristus adalah kemuliaan di bumi, Dan Allah telah menaruh kita ke dalam Kristus yang mulia, yang dalam kekayaan-Nya yang tidak terduga mengalirkan susu dan madu.

Umat Israel mengalami tiga tahap kenikmatan Kristus. Dalam tahap pertama, mereka menikmati Kristus di Mesir sebagai Paskah dengan roti tidak beragi dan sayur pahit. Dalam tahap kedua mereka menikmati Kristus ketika mereka berputar-putar di padang gurun sebagai manna surgawi dan air hidup. Dalam tahap ketiga mereka menikmati Kristus sebagai tanah, penuh dengan hasil yang kaya. Tiga tahap ini cocok dengan pengalaman kita sebagai kaum beriman dalam Kristus. Ketuika kita diselamatkan, kita menikmati Kristus sebagai Anak Domba Paskah. Setelah itu, kita menikmati Kristus sebagai porsi kita sehari-hari, manna kita sehari-hari. Namun, ini bukanlah kenikmatan Kristus yang puncak. Kenikmatan Kristus yang puncak adalah menikmati Kristus sebagai tanah permai dengan semua kekayaan-Nya yang tidak terduga.

Mengenai Kristus sebagai tanah permai, Yehezkiel 20:6 berkata, “Pada hari itu Aku bersumpah kepada mereka untuk membawa mereka dari tanah Mesir ke tanah yang Kupilih baginya, negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri”. Susu dan madu, keduanya adalah hasil dari perbauran hayat tumbuhan dan hayat binatang, mewakili kekayaan tanah permai Kanaan. Dalam Kristus ada makanan rohani (madu) dan minuman rohani (susu). Baik susu dan madu, keduanya adalah hasil dari Kristus menjadi dua jenis hayat: hayat yang menebus, yang dilambangkan oleh hayat binatang, yang memiliki darah, dan hayat yang melahirkan, atau melipat ganda, yang dilambangkan oleh hayat tumbuhan, atau sayuran. Pada satu pihak, hayat Tuhan Yesus adalah hayat yang menebus—hayat yang memiliki darah yang tercurah bagi penebusan kita. Pada pihak lain, hayat Tuhan Yesus adalah hayat yang menghasilkan dan melahirkan—hayat yang dilepaskan melalui kematian-Nya di atas salib bagi pelipatgandaan dan pertambahan-Nya. Dua aspek hayat-Nya ini telah dibaurkan untuk menghasilkan susu sebagai minuman rohani kita dan madu sebagai makanan rohani kita. Sekarang Kristus adalah susu dan madu kita, dan sebagai yang demikian, Dia adalah suplai dan kenikmatan kita. Jika kita tinggal di dalam Dia sebagai tanah permai kita, kita akan menikmati kekayaan suplai-Nya.

Akhirnya, Israel, umat pilihan Allah, hidup dalam tanah permai dengan sebuah bait dan kota. Bait melambangkan rumah Allah, dan kota melambangkan kerajaan Allah. Hadirat Allah ada di dalam rumah-Nya, dan kekuasaan Allah ada di dalam kerajaan-Nya. Dalam hidup gereja hari ini, kita menikmati Kristus sebagai tanah permai kita, dan oleh karena itu, kita menikmati hadirat Allah dan kekuasaan Allah. Karena kita adalah umat pilihan Allah yang hidup di dalam Kristus dan menikmati apa adanya Dia, dalam hidup gereja yang tepat dan normal, kita memiliki bait Allah dengan hadirat-Nya dan kerajaan Allah dengan kekuasaan-Nya.

HAK-HAK, HAK ISTIMEWA,

DAN PENDIRIAN DARI UMAT ISRAEL

Pada kesempatan ini, kita perlu mempertimbangkan hak-hak, hak istimewa, dan pendirian dari umat Israel.

Umat Pilihan Allah

Israel adalah umat pilihan Allah. Sebagai umat pilihan-Nya, mereka seharusnya telah dipisahkan dari bangsa-bangsa dan yang berbeda dengan mereka. Prinsipnya sama dengan Israel dalam Perjanjian Lama dan dengan gereja dalam Perjanjian Baru.

Pohon Anggur Allah

Israel bukan hanya umat pilihan Allah, tetapi juga pohon anggur Allah. Pohon anggur adalah bagi penggenapan ekonomi Allah. Yoh 15 mewahyukan bahwa Kristus adalah pokok anggur yang benar dan bahwa kita adalah ranting-rangtingnya. Secara keseluruhan, Kristus dan kita adalah pohon anggur bagi ekonomi Allah. Bagi pohon anggur, Allah memberikan lawatan-Nya yang kaya dengan suplai sinar matahari, udara, hujan, tanah, dan banyak hal ian yang diperlukan agar pohon anggur bertumbuh dan menghasilkan sesuatu.

Pohon anggur ini tersusun dari bukan hanya manusia, tetapi manusia yang disatukan dengan persona ilahi. Ini berarti bahwa pohon anggur adalah kombinasi dari Persona Ialahi dengan banyak manusia. Pohon anggur yang demikian adalah bagi ekonomi Allah, dan seharusnya menghasilkan sesuatu yang dapat membuat Allah gembira dan membuat umat bersukacita. Sebagai umat pilihan Allah, Israel adalah pohon anggur Allah bagi ekonomi Allah. Kristus dengan gereja adalah pohon anggur hari ini.

Dalam Akitab, pohon anggur melambangkan umat Allah saat mereka berada di bawah perhatian-Nya dan dalam kesatuan dengan Dia. Pohon anggur dalam Yohanes 15 dibentuk oleh kesatuan dari Kristus yang mulia, Putra Allah, dan semua orang yang percaya dalam Dia dan milik Dia. Kesatuan ini menghasilkan pengaliran terus-menerus dari hayat ilahi, dan hayat ini menjadi anggur yang membawa sukacita baik bagi Allah mapun manusia. Oleh karena itu, pada pohon anggur kita memiliki empat poin penting: perhatian Allah dalam kasih karunia-Nya, kesatuan Allah dan manusia, pengaliran terus menerus dari hayat ilahi, dan penghasilan anggur bagi sukacita Allah dan manusia.

Dalam kasih karunia-Nya, dan dalam perhatian-Nya kepada kita, kaum beriman, Allah telah menaruh kita ke dalam Kristus (1 Kor. 1:30), dan sekarang Dia sedang mengolah kita supaya kita dapat hidup dalam kesatuan dengan Kristus. Dia adalah pokok anggur, dan kita adalah ranting-rantingnya (Yoh. 15:5a). Kita berada di dalam Dia, dan Dia berada di dalam kita. Saat kita tinggal di dalam Dia, hayat ilahi mengalir untuk penghasilan buah, dan anggur-anggur dihasilkan. Akhirnya, anggur-anggur ini menjadi anggur yang menyukakan Allah dan manusia (Hak. 9:13).

Mempelai Perempuan Allah

Israel juga adalah mempelai perempuan Allah, pasangan-Nya, bagi kepuasan-Nya. Pohon anggur adalah perkara aliran hayat dan pernyataan kasih karunia, sedangkan isteri adalah perkara kasih dan kepuasan. Allah tidak ingin sendirian tetapi ingin memiliki mempelai perempuan. Kejadian 2:18 berkata bahwa tidak baik bagi manusia seorang diri saja. Dalam perlambangan, ini melambangkan bahwa tidak baik bagi Kristus, bagi Allah, untuk sendirian. Kristus damba memiliki mempelai perempuan. Menurut Yehezkiel 16 dan 23 Israel adalah mempelai perempuan Allah di zaman Perjanjian Lama. Hari ini gereja adalah mempelai perempuan Kristus bagi kepuasan-Nya (Yoh. 3:29; Why. 19:7). Apa yang paling memuaskan Allah dan membawa Dia kesenangan terbesar akan menjadi gereja sebagai mempelai perempuan-Nya, pasangan-Nya.

Kawanan Domba Allah

Rumah Israel juga adalah kawanan domba Allah. Dalam Perjanjian Lama, Allah memiliki kawanan domba di bumi yang berada di bawah perhatian-Nya, dan kawanan domba ini adalah Israel. Hari ini gereja adalah kawanan domba Allah, di bawah perhatian-Nya (1 Ptr. 5:2).

Harta Kesayangan

Sebagai tambahan, umat Israel dipilih oleh Dia untuk menjadi harta kesayangan dan khusus (Kel. 19:5). Betapa ajaib, pendirian Israel di hadapan Allah! Mereka adalah umat pilihan-Nya, pohon anggur-Nya, mempelai perempuan-Nya, kawanan domba-Nya, dan harta kesayangan-Nya. Ini adalah hak-hak, hak istimewa, dan pendirian umat Israel.

KONDISI UMAT ISRAEL

Sangat disayangkan, kondisi Israel sesungguhnya adalah sangat kasihan. Jika kita membaca catatan panjang di dalam Yehezkiel dari pasal dua sampai pasal dua puluh empat, kita mungkin merasa seperti meratapi kondisi Israel yang kasihan.

Rumah yang Memberontak

Umat Israel adalah umat pilihan Allah, tetapi mereka memberontak melawan Allah. Seringkali di dalam dua puluh tiga pasal ini, Allah berkata bahwa Israel adalah bangsa yang memberontak, rumah yang memberontak. Dalam 2:3 Tuhan berkata kepada Yehezkiel, “Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku”. Dalam ayat 5 dan 6 Allah mengacukan mereka sebagai “rumah yang memberontak,” dan di dalam ayat 7 Dia berkata bahwa “mereka adalah paling memberontak”. Mereka adalah umat pilihan Allah, tetapi mereka memberontak melawan Allah.

Onak dan Duri

Umat Israel adalah pohon anggur Allah, tetapi mereka menjadi onak dan duri (2:6). Pohon anggur seharusnya menghasilkan buah anggur untuk dimakan dan untuk membuat anggur. Daripada menghasilkan anggur, Israel menjadi onak dan duri. Mereka menjadi tanaman penusuk, pembuat luka, dan perusak yang tidak menghasilkan buah dan anggur. Umat pilihan Allah menjadi pemberontak, dan pohon anggur Allah menjadi onak dan duri.

Pelacur

Lebih jauh lagi, meskipun umat Israel adalah mempelai perempuan Allah, mereka menjadi pelacur. Mereka memiliki “hati yang berzina” dan mereka pergi “berzina dengan mengikuti berhala-berhala mereka” (6:9). Betapa situasi yang menyedihkan! Dalam pasal enam belas dan dua puluh tiga, allah berkata bahwa hati-Nya hancur karena hati mereka yang berzina. Sebagai Suami yang terkasih, Allah berduka karena umat-Nya telah menjadi isteri yang berzina.

Kalajengking

Menurut catatan dalam Yehezkiel, apa yang menjadikan Israel kawanan domba Allah? Dalam 2:6 kita melihat bahwa kawanan domba Allah menjadi kalajengking. Sebagai kawanan domba Allah mereka seharusnya menjadi dombang yang menghasilkan daging untuk merawat umat dan wol untuk menghangatkan umat. Tetapi mereka menjadi kalajengking, dan pada kalajengking tidak ada hasil, hanya sengatan.

Sanga

Yehezkiel 22:18 berkata, “Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak”. Ini mewahyukan bahwa Israel, harta kesayangan Allah, telah menjadi sanga, sisa materi setelah emas dan perak dibersihkan. Sebagai umat pilihan Allah, mereka menjadi para pemberontak; sebagai pohon anggur Allah, mereka menjadi onak dan duri; sebagai mempelai perempuan Allah, mereka menjadi pelacur; sebagai kawana Allah, mereka menjadi kalajengking; dan sebagai harta kesayangan Allah dari emas dan perak, mereka menjadi sanga.

Gambaran Israel dapat diterapkan kepada situasi Kekristenan hari ini. Dalam pendirian mereka, orang-oarang Kristen adalah umat pilihan Allah, tetapi banyak yang telah memberontak melawan Allah. Daripada menjadi pohon anggur, mereka telah menjadi onak dan duri. Daripada menjadi isteri, mereka telah menjadi pelacur. Menurut Wahyu 17 dan 18 Kekristenan hari ini bukanlah mempelai perempuan, tetapi pelacur besar dengan banyak anak perempuan pelacur. Jadi, Kekristenan hari ini sepenuhnya adalah wilayah pelacur. Lebih jauh lagi, di antara orang-orang Kristen, apa yang kita lihat hari ini bukanlah kawanan domba yang menghasilkan daging dan telur untuk orang lain, tetapi sengatan kajengking. Akhirnya, meskipun beberapa orang Kristen hari ini mungkin harta kesayangan bagi Allah, kebanyakan telah menjadi sanga.

ALASAN UNTUK KEMEROSOTAN ISRAEL

Bagaimana mungkin orang yang ajaib demikian yang adalah umat pilihan Allah, pohon anggur Allah, mempelai perempuan Allah, kawanan domba Allah, dan harta kesayangan Allah menjadi para pemberontak, onak dan duri, pelacur, kajengking, dan sanga? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mempertimbangkan alasan untuk kemerosotan Israel.

Penyembahan Berhala

Alasan pertama untuk kemerosotan mereka adalah penyembahan berhala mereka. Yehezkiel berbicara berulang kali tentang berhala-berhala di antara umat Israel. Kita tidak seharusnya menganggap bahwa berhala selalu adalah sebuah patung di luar. Berhala-berhala adalah pengganti bagi Allah. Yehezkiel 14:3 berkata, “Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya”. Mereka yang mendirikan berhala di dalam hati mereka menyimpang dari Tuhan dengan mengikuti berhala mereka (ay. 5). Ayat 4 berkata, “Oleh sebab itu berbicaralah kepada mereka dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Setiap orang dari kaum Israel yang menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi - Aku, TUHAN sendiri akan menjawab dia oleh karena berhala-berhalanya yang banyak itu”. Dalam ayat-ayat ini, kita melihat sebuah prinsip: semua orang yang memiliki berhala di dalam mereka, namun mencari Allah secara luaran tidak dapat menemukan Allah. Allah tidak akan ditemukan oleh mereka yang mendirikan berhala di dalam hati mereka. Mereka yang mencari Tuhan dengan segenap hati mereka akan menemukan Dia (Yer. 29:13). Namun, Allah tidak akan ditemukan oleh mereka yang mencari Dia secara luaran, namun memiliki berhala secara batin. Jika ada berhala di dalam hati kita, sesuatu di dalam hati kita yang menduduki kita selain Allah, akan menjadi tidak berguna bagi kita untuk mencari Allah, karena dalam situasi ini, Allah tidak memiliki jalan untuk ditemui oleh kita.

Segala sesuatu di dalam kita yang adalah pengganti Allah adalah berhala. Apapun yang kita kasihi lebih daripada Tuhan adalah berhala. Bea siswa, pendidikan, uang, pakaian, isteri, suami, anak—semua ini dapat menjadi berhala, sesuatu atau seseorang yang kita kasihi lebih daripada Allah dan yang menggantikan Allah dalam hidup kita. Apapun yang penting bagi kita daripada Tuhan adalah berhala. Alasan pertama untuk kejatuhan dan kemerosotan Israel adalah penyembahan berhala.

Prinsipnya sama dengan kemerosotan gereja. Dalam Wahyu 2 kita melihat bahwa kemerosotan gereja dimulai dengan meninggalkan kasih pertama kepada Tuhan (ay. 4). Tuhan Yesus berkata bahwa gereja di Efesus memiliki banyak pekerjaan baik, namun Dia memiliki sesuatu yang menentang mereka, karena mereka telah meninggalkan kasih pertama bagi Dia. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa berhala. Jika kita tidak mengasihi Tuhan dengan kasih pertama, ini adalah tanda bahwa kita memiliki semacam berhala. Apapun yang kita kasihi lebih daripada Tuhan adalah berhala kita. Jika kita menyadari hal ini, kita akan melihat bahwa penyebab kemerosotan Israel dan gereja adalah persis sama.

Umat Israel menyembah berhala-berhala sebagai pengganti Allah. Situasinya sama dengan sebagian besar orang Kristen hari ini. Kebanyakan orang Kristen telah kehilangan kasih mereka yang pertama. Beberapa orang mengasihi ministri mereka lebih daripada Diri Tuhan Sendiri. Yang lain mengasihi pembelajaran mereka akan Alkitab atau pencapaian penginjilan mereka lebih daripada Tuhan. Banyak orang memperhatikan pekerjaan mereka, tetapi mereka tidak memperhatikan Tuhan. Dr. A. W. Tozer dari Persekutuan Orang Kristen dan Misionari berkata bahwa jika Tuhan Yesus datang ke dalam konferensi para pemimpin Kristen, mereka tidak akan mengenal Dia. Meskipun mereka mungkin mendiskusikan pekerjaan mereka bagi Tuhan, Jika Dia datang ke dalam perhimpunan mereka, mereka tidak akan mengenal Dia. Pengamatan Tozer menunjukkan bahwa adalah umum bagi orang Kristen mengasihi banyak perkara selain Diri Tuhan Sendiri.

Persahabatan dengan Dunia

Berhala-berhala membawa orang ke dalam persahabatan dengan dunia. Umat Israel memiliki berhala-berhala, dan melalui berhala-berhala ini mereka dibawa berkontak dan bersahabat dengan dengan dunia, yaitu, dengan bangsa-bangsa kafir. Ini menunjukkan bahwa selama kita memiliki sesuatu di dalam kita yang adalah pengganti Tuhan, kita akan bersahabat dengan dunia. Kita mungkin mengasihi berbagai hal yang menggantikan Tuhan: uang, gelar, pekerjaan baik, mobil, rumah, hidup yang baik, dan bahkan suami, isteri, atau anak-anak kita. Segala sesuatu yang kita kasihi lebih daripada kita mengasihi Tuhan akan membawa kita ke dalam persahabatan dengan dunia dan memimpin kita ke dalam keduniawian.

Berjalan Mengikuti Cara Bangsa-Bangsa

Setelah umat Israel bersahabat dengan bangsa-bangsa, mereka mulai berjalan mengikuti cara dan kebiasaan bangsa-bangsa. Ini berarti bahwa mereka mengikuti bangsa-bangsa.

Kita perlu menyadari tiga penyebab kejatuhan dan kemerosotan Israel adalah juga penyebab utama kejatuhan dan kemerosotan Kekristenan hari ini. Hal ini menyebabkan kita mengasihi sesuatu lebih daripada Tuhan atau menggantikan Tuhan, bersahabat dengan dunia, dan berjalan mengikuti cara bangsa kafir.

Meskipun kita berada dalam pemulihan Tuhan, Saya prihatin bahwa beberapa orang mungkin masih memiliki berhala di dalam mereka, masih bersahabat dengan dunia, dan dalam hidup sehari-hari mereka mungkin masih berjalan mengikuti cara bangsa kafir. Hidup kita tidak seharusnya mencontoh kaum tidak beriman dalam segala cara. Misalnya, kita tidak seharusnya mengikuti kaum beriman dalam perkara gaya pakaian. Kita tidak seharusnya mempedulikan gaya tertentu, tetapi mempedulikan memiliki penampilan luar yang tepat. Cara kita hidup, cara kita membelanjakan uang kita, dan cara kita berpakaian tidak seharusnya mengikuti cara bangsa-bangsa. Kita adalah umat kudus, dan karena alasan ini, kita harus berbeda dari orang duniawi.

MACAM-MACAM ORANG DI ANTARA BANI ISRAEL

Sekarang marilalah kita lanjutkan untuk mempertimbangkan berbagai macam orang di antara bani Israel yang digambarkan di dalam pasal-pasal dari kitab Yehezkiel ini.

Para Imam

Yehezkiel 22:26 berkata, “Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka”. Di sini kita melihat bahwa para imam melanggar firman Allah, menajiskan hal-hal kudus, dan bahkan menajiskan Diri Tuhan Sendiri. Mereka tidak membedakan antara yang kudus dan yang tidak kudus, antara yang tahir dan yang najis. Karena mereka tidak meministrikan firman Allah, tetapi sebaliknya melanggarnya, mereka menipu dan merampas umat. Mereka melanggar firman Allah dan mereka menajiskan nama Allah. Ini juga adalah situasi para pengajar tertentu di dalam Kekristenan hari ini. Mereka meministrikan firman Allah dengan cara melanggar, menipu, dan memimpin orang lain dengan keliru dengan salah menggunakan Firman dan menajiskan nama Allah.

Para Raja

Yehezkiel 22:27 selanjutnya berkata bahwa para pemuka, raja-raja, berada di tengah-tengah seperti serigala-serigala yang menerkam mangsanya, dalam kehausan akan darah, membinasakan orang-orang untuk menguntungkan diri sendiri secara haram. Seperti banyak orang dalam Kekristenan hari ini, mereka kuatir untuk mendapatkan sesuatu bagi keuntungan pribadi mereka.

Para Nabi

Yehezkiel 22:25 memberitahu kita bahwa para nabi seperti singa yang mengaum yang menerkam mangsanya. Mereka mengambil harta dan barang-barang berharga, membuat banyak orang menjadi janda.

Yehezkiel 13:4-5 berkata, “Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel! Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN” Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, para nabi ingin bersembunyi dan hidup di tempat yang terpencil. Sangatlah sulit bagi seekor anjing hutan untuk hidup di dalam rumah yang tepat, tetapi ketika rumah itu terpencil, anjing hutan mungkin akan masuk. Lagipula, para nabi tidak akan mempertahankan lobang dan membuat tembok selama waktu peperangan. Situasi hari ini juga sama, sangat sedikit orang Kristen rela berdiri di dalam lobang bagi pemulihan Tuhan dan bagi kepentingan Tuhan.

Pada zaman Yehezkiel ada banyak nabi palsu yang bernubuat menurut hati mereka sendiri. Dalam 22:28 Yehezkiel menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan cara mereka bernubuat: “Dan nabi-nabinya mengoles mereka dengan kapur dengan melihat penglihatan yang menipu dan memberi tenungan bohong bagi mereka; nabi-nabi itu berkata: Beginilah firman Tuhan ALLAH! - tetapi TUHAN tidak berfirman”. Di sini Yehezkiel berkata bahwa cara mereka bernubuat adalah seperti mengoles tembok dengan kapur. Adukan semen dibuat dari kapur dan harus seluruhnya dijenuhi dengan air sebelum dioleskan ke tembok. Ini akan memberikan olesan kapur yang tepat. Jika adukan semen tidak seluruhnya dijenuhi dengan air sebelum dioleskan ke tembok, hujan akan menyingkirkan adukan semen itu, dan tembok akan pecah. Arti dari perumpamaan ini adalah bahwa banyak nabi meministrikan firman Allah dengan cara yang tidak tepat. Meministrikan firman Allah dengan cara yang tidak tepat demikian adalah dijenuhi dengan Roh Kudus dan tidak diresapi dengan pengalaman hayat. Hari ini banyak pemberita dan pengajar sedang mengoles dengan kapur. Mereka mungkin memberikan khotbah yang baik, tetapi ketika badai datang, badai itu menyingkirkan kapur itu.

Firman yang sepenuhnya dijenuhi dengan Roh itu dan dengan pengalaman hayat ilahi adalah berbeda dengan mutlak. Ketika firman semacam ini diministrikan, itu akan menguatkan umat Allah untuk bertahan terhadap badai apapun yang mungkin datang. Dari hal ini kita melihat bahwa kita perlu pengajaran yang dijenuhi Roh itu dan diresapi dengan pengalaman yang tepat akan hayat ilahi. Ini bukan perkara fasih berbicara atau membicarakan perkataan yang enak di telinga. Sebaliknya, ini adalah meministrikan firman Allah dengan cara yang riil, padat, dan sepenuhnya dijenuhi dengan Roh Kudus. Firman yang demikian akan melindungi kita, menguatkan kita, dan membangun kita bersama, dan memampukan kita berdiri melawan setiap macam badai.

Sebuah situasi yang buruk daripada nabi-nabi palsu ada di antara anak perempuan umat, yang bernubuat keluar dari hati mereka sendiri (13:17). Mereka tidak hanya bernubuat dengan palsu; mereka telah bernubuat ketika Tuhan belum berbicara. Bernubuat semacam ini sering terjadi hari ini. Banyak orang berkata, “Begunilah firman Tuhan”, tetapi Tuhan belum berbicara. Misalnya, di tahun belakangan ini beberapa orang bernubuat bahwa kota Los Ange les akan jatuh ke dalam lautan, dan bahkan beberapa orang bernubuat tanggal terjadinya. Tetapi Los Ange les masih di sini. Mereka berkata, “Beginilah firman Tuhan”, tetapi Tuhan tidak pernah berkata demikian. Ketika nubuat-nubuat ini tidak terpenuhi, mereka terbukti palsu.

Sebagai tambahan pada bernubuat dengan palsu, dukun perempuan dalam kitab Yehezkiel juga mempraktekkan takhayul dan ilmu sihir. Misalnya, mereka mengikatkan tali-tali zimat, sebagai perlindungan yang takhayul dari roh najis. Mereka mengenakan selubung pada kepala semua orang (13:18-21). Demikian pula, hari ini pastur-pastur, pemberita-pemberita, dan para minister tertentu berbicara dengan cara takhayul, menghibur yang lain dengan cara yang palsu dan tidak menuruti kebenaran.

Tua-Tua

Tuhan memberitahu Yehezkiel bahwa tua-tua yang datang kepadanya untuk meminta petunjuk Tuhan telah menjunjung berhala dalam hati mereka (14:1-3). Karena berhala-berhala dalam hati mereka, Tuhan tidak akan ditanyai oleh mereka. Mereka tidak jujur dengan Tuhan. Juga mereka menelan dan merampas, mengambil harta orang lain ke dalam tangan mereka sendiri.Dalam banyak hal, situasi hari ini juga sama.

Penduduk Negeri

Dari Yehezkiel 22:29 kita melihat penduduk negeri melakukan pemerasan dan perampasan. Mereka menindas orang yang sengsara dan miskin, dan mereka melakukan pemerasan terhadap orang asing yang bertentangan dengan hukum. Tuhan tidak sanggup menemukan seorangpun di antara mereka yang dapat mendirikan tembok dan berdiri dalam lobang. Mengenai ini, ayat 30 berkata, “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya”. Sangat disayangkan, dalam Kekristenan hari ini, situasinya persis sama.