← Daftar isi Pengenalan Dasar · bab 1/4

PENGENALAN DASAR

Pembacaan Alkitab:

1 Kor. 14:3, 23-24, 4-5, 12, 31, 1, 39

Alkitab itu agung, dalam, misterius, rohani, dan ilahi. Setelah diselamatkan, saya mulai mengasihi Alkitab dan mempelajarinya. Semakin mempelajari, saya semakin menyadari bahwa Alkitab itu amat sangat dalam dan tidak ada seorang pun yang dapat memahaminya secara tuntas.

Pada akhir abad pertama, setelah kepergian para rasul yang menulis Perjanjian Baru, generasi Kristen yang kedua mulai mempelajari Perjanjian Baru. Itulah permulaan sejarah pengkajian Perjanjian Baru. Mulai saat itu, selama berabad-abad, pengkajian Perjanjian Baru tidak pernah berhenti. Dari pengkajian itu telah dihasilkan banyak tulisan rohani. Di antara umat manusia, tidak ada bidang ilmu lain yang telah menghasilkan begitu banyak tulisan seperti kekristenan. Tulisan-tulisan tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat golongan: Alkitab, penjelasan-penjelasan Alkitab (yang juga menggambarkan sejarah pengkajian Alkitab), sejarah gereja, serta biografi dan autobiografi orang-orang kudus.

Banyak yang telah menulis mengenai bagian-bagian tertentu dari Firman, seperti Roma pasal tiga sampai enam dan Galatia. Namun sebelum Kaum Saudara (the Brethren) didirikan lebih dari seratus lima puluh tahun yang lalu, sedikit sekali penjelasan-penjelasan yang dituliskan mengenai 1 Korintus. Kaum Saudara sangat banyak membicarakan 1 Korintus. Mereka secara khusus membicarakan pasal dua belas sampai empat belas. Pasal-pasal itu membicarakan karunia-karunia rohani. Pasal dua belas membahas karunia-karunia secara umum, sedangkan pasal empat belas membahas karunia-karunia secara khusus, membandingkan bernubuat dengan berbahasa lidah. Dalam pasal empat belas, Paulus menunjukkan bahwa bernubuat adalah karunia yang terunggul, "kepala" dari karunia-karunia, sedangkan berbahasa lidah adalah "ekor" dari karunia-karunia rohani.

Setelah Kaum Saudara, muncullah gerakan Pentakosta. Gerakan Pentakosta dimulai pada pertengahan abad lalu di Inggris. Pertama-tama mereka bergerak ke Massachusetts pada awal abad ini, kemudian ke Azusa Street di Los Angeles. Di Azusa Street, gerakan Pentakosta "membakar" dengan cepat sekali sehingga banyak orang Kristen yang rohani dan menuntut dari seluruh negeri tertarik olehnya, termasuk A.B. Simpson, pendiri Christian Missionary Alliance. Orang-orang Pentakosta mengembangkan pemahaman terhadap 1 Korintus 12-14 lebih jauh lagi. Tetapi, mereka membuat beberapa kesalahan di dalam menafsirkan pasal-pasal ini. Mereka menafsirkan bernubuat dalam pasal empat belas sebagai meramal dan mempraktekkan bernubuat semacam itu dalam sidang-sidang mereka. Biasanya nubuat mereka dimulai dan diakhiri dengan, "Demikianlah firman Tuhan", sama seperti gaya nabi-nabi Perjanjian Lama. Ketika berada di Cina, saya mendengar nubuat seperti itu; dan setelah datang ke Amerika Serikat, saya mengunjungi beraneka ragam kelompok Pentakosta dan mendengarkan para anggotanya bernubuat dengan nada dan gaya yang sama seperti yang telah saya dengar di Cina. Pada tahun 1960-an, beberapa nubuat memperkirakan bahwa di Los Angeles pada saat tertentu akan terjadi satu gempa bumi yang dahsyat, tetapi nubuat-nubuat itu tidak pernah tergenapi.

ARTI BERNUBUAT

DALAM 1 KORINTUS 14

Berbicara bagi Allah dan Kristus, Menyampaikan Allah dan Kristus,

serta Melayankan dan Mendispensikan (Menyalurkan) Allah dan Kristus

kepada Orang-orang

Dimulai dengan Saudara Nee pada enam puluh tahun yang lalu, kita telah tiba pada pemahaman yang jelas bahwa bernubuat dalam 1 Korintus 14 tidak mengacu kepada meramal atau memperkirakan. Menurut pengertian 1 Korintus 14, bernubuat mengacu kepada berbicara bagi Allah dan Kristus serta menyampaikan Allah dan Kristus. Menyampaikan Allah dan Kristus adalah melayankan dan mendispensikan (menyalurkan) Allah dan Kristus kepada orang-orang. Kita melayankan Allah dan Kristus kepada orang-orang dengan cara yang sama seperti seorang pelayan melayankan makanan. Mendispensikan Allah dan Kristus ke dalam orang-orang sedikit berbeda dengan melayankan. Seorang pelayan mungkin menyinggung orang-orang yang dia layani sedemikian rupa sehingga mereka tidak mau menyantap makanan yang dia layankan kepada mereka. Pelayan seperti itu melayankan makanan tetapi tidak mendispensikannya kepada orang-orang. Demikian juga dengan seorang pelayan Firman, mereka mungkin melayankan Kristus kepada orang-orang tanpa mendispensikan Kristus ke dalam mereka. Seorang ibu yang merawat, selain melayankan makanan kepada bayi-bayinya juga mendispensikan makanan tersebut ke dalam mereka. Kadang-kadang bayi-bayi itu tidak mau menyantap makanan yang diberikan kepada mereka, tetapi para ibu memiliki cara untuk membujuk agar mereka mau makan. Kita harus belajar sehingga kita bukan hanya membicarakan Allah dan Kristus tetapi juga menyampaikan Allah dan Kristus. Di samping itu, pada saat menyampaikan Allah dan Kristus, kita tidak seharusnya hanya melayankan Allah dan Kristus kepada orang-orang, tetapi juga mendispensikan apa yang sedang kita sampaikan ke dalam mereka.

Dokter-dokter yang berpengalaman sangat ahli dalam mendispensikan obat-obatan ke dalam pasien-pasien. Karena belas kasih Tuhan, sering kali saya yakin bahwa ketika orang-orang mendengar berita saya, mereka telah menerima dispensi. Bahkan jika mereka menentang, mengkritik, dan menolak, mereka tetap menerima "injeksi". Saya yakin bahwa pada akhirnya saya akan melihat hasil dari dispensi tersebut.

Menyampaikan mengandung arti mendispensikan. Paulus adalah dispenser (penyalur) yang top. Dia tahu bahwa ketika dia sedang berbicara kepada orang-orang, dia sedang mendispensikan sesuatu ke dalam mereka. Dalam Efesus 3:2 dia mengatakan bahwa "tugas penyelenggaraan (stewardship) kasih karunia Allah" diberikan kepadanya. Dalam bahasa Yunani, istilah "stewardship (tugas penyelenggaraan--LAI)" dalam Efesus 3:2 sama seperti istilah "dispensation (dispensi)" dalam 3:9 (tugas penyelenggaraan—LAI). Di sini istilah Yunani oikonomia mengacu kepada pengaturan untuk pendispensian. Istilah "dispensation" mengacu kepada pengaturan ini, sedangkan istilah "stewardship" mengacu kepada pelayanan pendispensian Allah. Ketika kita membaca bagian mana pun dari tulisan-tulisan Paulus, sesuatu didispensikan ke dalam kita. Dia berkeahlian khusus dalam bidang pendispensian melalui menyampaikan Kristus. Ketika sedang menyampaikan Kristus, dia mendispensikan Kristus kepada orang-orang. Ministri Tuhan hari ini juga adalah ministri pendispensian. Ketika membaca satu halaman dari ministri ini, kita tidak dapat menghindari "injeksi" Kristus.

Meramal—Memperkirakan

Bernubuat juga berarti meramal, memberi tahu sebelumnya, memperkirakan. Dalam Perjanjian Lama, kitab Yesaya yang memiliki enam puluh enam pasal dan kitab Yeremia yang memiliki lima puluh dua pasal adalah dua kitab nubuat yang panjang. Tetapi hanya sebagian kecil dari kedua kitab itu yang berisikan ramalan. Kebanyakan dari pasal-pasal itu berbicara bagi Allah dan menyampaikan Allah. Demikian juga halnya dengan kitab nubuat yang lain. Dalam kitab Zakharia ada beberapa ramalan, tetapi isi utamanya adalah menyampaikan Kristus. Dalam tulisan-tulisan Paulus juga ada beberapa ramalan. Tulisan-tulisan Paulus sebagian besar juga berbicara bagi Allah dan berbicara menyampaikan Allah, yaitu berbicara untuk mendispensikan Allah dan Kristus ke dalam kaum beriman.

Meramal Tidak Termasuk dalam--1 Korintus 14

Bernubuat yang dimaksud dalam 1 Korintus tidak meliputi meramal. Ini dibuktikan oleh ayat 3 dan 24. Ayat 3 mengatakan, "Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati (mendorong—Tl.), dan menghibur." Pembangunan, nasihat (dorongan), dan hiburan bukanlah perkiraan atau ramalan. Pembangunan adalah untuk gereja, dorongan adalah untuk pekerjaan, dan hiburan adalah untuk kehidupan sehari-hari kita. Untuk gereja, kita perlu pembangunan; untuk pekerjaan, kita perlu dorongan; dan untuk kehidupan sehari-hari, kita perlu hiburan. Ini benar-benar bukan perkiraan atau ramalan.

Ayat 24 mengatakan, "Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua." Dalam ayat ini, bernubuat bukanlah meramal, tetapi meyakinkan dan menyelidiki orang-orang agar mereka jelas akan keadaan mereka. Ketika seseorang yang tidak beriman atau orang baru datang ke dalam sidang, dia mungkin kacau, mengira bahwa dia benar terhadap Allah; tetapi melalui mendengarkan nubuat dia menjadi jelas. Nubuat tersebut meyakinkan dan menyelidiki dia.

BERNUBUAT SESUAI DENGAN 1 KORINTUS 14

DILAKSANAKAN DALAM SIDANG-SIDANG GEREJA

BAGI PEMBANGUNAN GEREJA

Bernubuat sesuai dengan 1 Korintus 14 dilaksanakan dalam sidang-sidang gereja (ay. 23-24). Ayat 23 mengatakan, "Jadi, kalau seluruh jemaat berkumpul bersama-sama...." Hal ini mengacu kepada suatu sidang gereja, bukan sidang rumahan atau sidang kelompok. Selain itu, bernubuat sesuai dengan 1 Korintus 14 juga adalah untuk pembangunan gereja (ay. 4-5). Berdasarkan pengalaman dan pengamatan kami, jalan terbaik untuk membangun gereja adalah bernubuat, yaitu berbicara bagi Kristus dan berbicara menyampaikan Kristus, melayankan dan mendispensikan Kristus ke dalam orang-orang. Satu orang berbicara sedangkan yang lain mendengarkan adalah salah satu bentuk dari bernubuat, tetapi dilaksanakan dengan cara yang salah. Bernubuat yang tepat seharusnya dilakukan oleh setiap orang yang hadir dalam sidang-sidang gereja.

BERNUBUAT SESUAI DENGAN 1 KORINTUS 14

MENYEBABKAN SEORANG YANG MENUNTUT

MENJADI BERLIMPAH (UNGGUL)

UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA

Bernubuat sesuai dengan 1 Korintus 14 menyebabkan seorang yang menuntut menjadi berlimpah (unggul) untuk pembangunan gereja. Ayat 12 mengatakan, "Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun jemaat." Berbahasa lidah itu memang baik, tetapi tidak berlimpah (unggul). Namun seseorang yang menyampaikan berita pendek sebagai suatu nubuat itu berlimpah (unggul). Bernubuat merupakan karunia yang tertinggi karena menyebabkan pembicaranya menjadi berlimpah (unggul). Kita harus belajar berbicara bukan hanya untuk menjadi berlimpah (unggul), tetapi agar gereja dapat dibangunkan.

MEMILIKI KAPASITAS, KEWAJIBAN,

DAN KEDAMBAAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH

UNTUK BERNUBUAT

Semua Kaum Beriman

Memiliki Kapasitas untuk Bernubuat

Satu Korintus 14:31 mengatakan, "Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang." Ayat ini adalah salah satu ayat yang paling jelas dalam seluruh Alkitab. Ayat ini mengatakan bahwa semua orang beriman memiliki kapasitas untuk bernubuat. Kapasitas mengacu kepada kemampuan yang diperoleh sejak lahir. Anjing tidak memiliki kapasitas untuk mengucapkan bahasa manusia; anjing hanya memiliki kapasitas untuk menyalak. Namun manusia memiliki kapasitas untuk berbicara. Kita, anggota-anggota Tubuh Kristus, semuanya dapat bernubuat seorang demi seorang. Roma 12:6-8 menyinggung tujuh karunia termasuk bernubuat, dan mengatakan bahwa karunia-karunia itu berlainan menurut kasih karunia yang diberikan kepada masing-masing anggota. Tetapi, ayat-ayat itu mengacu kepada penggunaan karunia-karunia di luar sidang-sidang. Di dalam Tubuh Kristus, kita memiliki karunia-karunia dan fungsi-fungsi yang berlainan di luar sidang-sidang. Karunia-karunia dalam Roma 12 bukanlah karunia-karunia yang digunakan dalam sidang-sidang. Dalam sidang-sidang, semua anggota dapat bernubuat (1 Kor. 14:24, 31).

Banyak orang kudus di tengah-tengah kita merasa bahwa semua dapat bernubuat kecuali mereka. Namun, sebenarnya tidak ada perkecualian. Kita tidak pandai berbicara, tetapi kita masih dapat bernubuat. Ayat 31 tidak mengatakan, "Kamu semua dapat bernubuat dengan fasih." Tidak ada kata keterangan seperti itu dalam ayat ini. Ayat tersebut hanya mengatakan, "Kamu semua boleh bernubuat." Tidak peduli bagaimana kita berbicara, asal berbicara sudahlah cukup. Tuhan ingin kita semua berbicara. Selama lebih dari lima tahun, kita telah menyampaikan bagaimana bersidang dan melayani dalam jalan baru, tetapi kemajuan kita dalam jalan baru sangat lamban karena semuanya tidak berbicara. Jika semua mau berbicara, dengan segera praktek jalan baru akan ada di tengah-tengah kita.

Menurut pengamatan saya, hanya sedikit orang-orang kudus yang secara rutin berbicara menyampaikan Kristus. Dalam setiap sidang Hari Tuhan di pagi hari, banyak orang kudus tidak berbicara, tetapi setelah sidang usai, mereka memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Kita tidak perlu mempermasalahkan seberapa baiknya kita berbicara, kita hanya perlu berbicara. Bahkan jika tata bahasa kita tidak baik sekalipun, orang.orang akan memahami kita. Sering kali kita ingin "menyelamatkan muka". Jika kita berbicara, kita ingin menjadi pembicara yang top. Tetapi kita tidak perlu pembicara-pembicara yang top, kita hanya perlu pembicara-pembicara. Kita semua dapat bernubuat seorang demi seorang.

Mempraktekkan jalan baru tidaklah sulit. Jika kita pergi memberitakan Injil kepada orang-orang dan kita tidak dapat berbicara dengan baik, maka kita dapat mengatakan, "Saya mengasihi Yesus karena Dia itu begitu baik. Yesus juga baik bagi Anda, karena itu saya datang untuk memperkenalkan Dia kepada Anda." Setiap orang setidaknya dapat berkata demikian. Jika kita pergi kepada orang-orang dan memberi mereka suatu berita selama lima menit, mereka mungkin tidak mendengarkan kita, tetapi jika kita pergi dengan perkataan sederhana seperti ini, mereka bisa menerima perkataan kita. Kita semua dapat pergi untuk berbicara kepada orang-orang. Pertama, kita semua perlu pergi supaya mendapatkan orang-orang; kemudian, kita semua harus pergi untuk memberi makan orang-orang yang kita dapatkan. Ketiga, kita semua harus mengumpulkan orang-orang yang baru (yang kita dapatkan) tersebut dan membentuk satu kelompok untuk persekutuan, saling merawat, penggembalaan, dan saling mengajar. Ketika seseorang dalam kelompok itu tidak memahami sesuatu, semua yang lain akan mengajar dia melalui berbicara kepadanya. Hampir lima puluh kali dalam setahun semua anggota dari kelompok tersebut datang untuk saling mendengarkan persekutuan. Setiap orang akan diajar dan akan belajar bagaimana bangkit untuk bernubuat. Jika kita datang kepada orang-orang dengan cara ini, kita akan melaksanakan jalan baru.

Semua Kaum Beriman

Memiliki Kewajiban untuk Bernubuat

Ayat 23-24 mengatakan, "Jadi, kalau seluruh jemaat berkumpul bersama-sama . . . tetapi kalau semua bernubuat..,." Ungkapan "kalau semua bernubuat" menunjukkan bahwa semua kaum beriman tidak hanya memiliki kapasitas tetapi juga kewajiban untuk bernubuat. Kita berhutang sesuatu kepada Tuhan, kepada kasih karunia Allah, dan kepada orang-orang kudus. Selama bertahun-tahun ministri telah berbicara kepada orang-orang kudus, namun banyak orang kudus tidak menanggapi pembicaraan itu. Kita menerima manfaat dari pembicaraan orang lain, tetapi kita sering lupa bahwa kita juga wajib berbicara agar dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain. Kita semua berhutang banyak. Kita memiliki Injil dan keselamatan, di sekeliling kita juga ada banyak orang yang berdosa, tetapi kita masih tidak pergi kepada mereka. Kita juga berhutang sesuatu kepada mereka (Rm. 1:14-15). Kita berhutang sesuatu kepada Kristus, kepada Allah, kepada hamba-hamba Tuhan, dan bahkan kepada orang-orang berdosa.

Semua Kaum Beriman Perlu Mengejar, Menuntut,

dan Sungguh-sungguh Damba untuk Bernubuat

Semua kaum beriman harus mengejar, menuntut, dan sungguh-sungguh damba untuk bernubuat (1 Kor. 14:1, 12, 39). Orang-orang kudus yang terkasih, pembicaraan Tuhan mengenai jalan baru berlangsung terus-menerus dalam pemulihan selama lebih dari lima tahun belakangan ini. Setelah mendengar semua pembicaraan ini, apakah Anda mengejar, menuntut, dan sungguh-sungguh damba untuk bernubuat? Kita semua memiliki kapasitas dan kewajiban untuk bernubuat, dan kita semua harus mengejar, menuntut, dan sungguh-sungguh damba untuk bernubuat.

SUSUNAN NUBUAT

SESUAI DENGAN 1 KORINTUS 14

Pengetahuan dan Pengalaman

Terhadap Allah, Kristus, dan Perkara-perkara Rohani

Susunan nubuat sesuai dengan 1 Korintus 14 pertama-tama terdiri atas: pengetahuan dan pengalaman terhadap Allah, Kristus, dan perkara-perkara rohani. Jika kita bernubuat, kita harus memiliki beberapa pengetahuan dan pengalaman terhadap Allah, Kristus, dan perkara-perkara rohani.

Pengutaraan untuk Menyampaikan

Allah, Kriatus, dan Perkara-perkara Rohani

yang Kita Ketahui dan Alami

Kedua, susunan nubuat terdiri atas pengutaraan untuk menyampaikan Allah, Kristus, dan perkara-perkara rohani yang kita ketahui dan alami. Pertama kita perlu pengetahuan dan pengalaman; kemudian kita perlu pengutaraan, yaitu perkataan dan ekspresi. Kita dapat menyusun suatu nubuat yang singkat dan kemudian berlatih membicarakannya kepada diri sendiri di rumah. Kita bisa membicarakannya kepada diri sendiri sebanyak sepuluh kali. Setelah membicarakannya beberapa kali, kita akan tahu bagaimana mengoreksi dan membuatnya menjadi lebih baik. Melalui latihan semacam ini, kita akan memiliki pengutaraan yang tepat.

Penglihatan di bawah Terang Ilahi

mengenai Situasi dan Lingkungan Tempat Kita Berada

Susunan nubuat juga terdiri atas penglihatan di bawah terang ilahi mengenai situasi dan lingkungan tempat kita berada. Banyak di antara kita yang tidak jelas mengenai hakikat dari huru-hara dalam pemulihan Tuhan yang terjadi akhir-akhir ini, beberapa bahkan cenderung untuk tidak mau tahu. Sikap mereka menunjukkan bahwa orang lainlah yang seharusnya jelas mengenai situasi tersebut, tetapi mereka hanya memperhatikan menikmati Kristus. Sikap semacam itu adalah salah. Gereja adalah rumah dan keluarga kita. Jika ada huru-hara di dalam rumah kita di tengah-tengah keluarga kita, kita tidak dapat mengatakan, "Saya tidak mau tahu mengenai hal itu. Saya hanya mau menikmati." Kita harus memiliki penglihatan untuk melihat hal-hal yang terjadi di antara kita dan situasi dari semua orang kudus. Jika kita tidak dapat melihatnya dengan jelas, kita perlu berdoa, "Tuhan, perlihatkanlah kepada saya situasi sebenarnya. Soroti dan terangilah saya. Beri saya terang yang penuh sehingga saya bisa tahu hakikat dari keadaan akhir-akhir ini." Kita perlu tahu apa yang sedang terjadi di dalam gereja, bukan supaya kita dapat memihak satu kelompok orang kudus untuk melawan kelompok lainnya, tetapi supaya kita dapat mengetahui situasi sebenarnya.

Inspirasi yang Seketika dari Roh yang Menghuni

yang Menggerakkan Roh Kita untuk Berbicara

Pengetahuan dan pengalaman terhadap Allah, Kristus, dan perkara-perkara rohani, pengutaraan untuk menyampaikan apa yang kita ketahui dan apa yang kita alami, serta pandangan yang jelas mengenai situasi dan lingkungan kita, adalah persiapan dasar bagi pembicaraan kita. Selain itu, kita perlu inspirasi seketika dari Roh yang menghuni yang menggerakkan roh kita untuk berbicara. Kita berbeda dengan nabi-nabi Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, orang-orang kudus tidak memiliki Roh yang menghuni tinggal di dalam mereka. Mereka harus menunggu sampai Roh itu turun ke atas mereka baru mereka dapat berbicara bagi Tuhan (2 Taw. 15:1; Yeh. 11:5). Tetapi Perjanjian Baru mengatakan, "Tuhan menyertai rohmu" (2 Tim. 4:22). Kita tidak perlu Roh yang turun ke atas kita, karena kita selalu memiliki Roh itu di dalam roh kita. Karena itu, kita tidak seharusnya menunggu Roh itu turun ke atas kita, melainkan kita harus melatih roh kita. Ketika kita melatih roh, Roh Kudus yang berhuni di dalam kita akan tergerak oleh kita, dan kita akan memiliki inspirasi. Bukan Dia yang menggerakkan kita, tetapi kitalah yang menggerakkan Roh yang menghuni itu. Jika kita tetap bersih di hadapan Tuhan melalui mengakui kegagalan-kegagalan kita, kita akan memiliki persekutuan yang langsung dan terbuka dengan Dia. Dia ada di dalam roh kita, dan kita ada di dalam Dia. Ketika datang ke sidang, kita hanya perlu melatih roh dan berkata, "Tuhan Yesus, saya ingin berbicara." Kemudian Dia akan bangkit dan kita dapat berbicara menurut pengalaman kita dengan kata-kata yang telah kita dapatkan dan terang yang kita miliki. Jika kita melakukan hal ini, setiap orang akan memiliki sesuatu untuk dibicarakan dalam sidang Hari Tuhan di pagi hari.

Kita perlu berlatih menyusun suatu nubuat sesuai dengan 1 Korintus 14. Untuk membantu kita dalam perkara ini, kita telah mempersiapkan buku Penyegaran Pagi. Jika kita menggunakan isi buku tersebut dengan pengetahuan dan pengalaman terhadap Allah, Kristus, dan perkara-perkara rohani, pengutaraan untuk menyampaikan apa yang kita ketahui dan alami, penglihatan di bawah terang ilahi mengenai situasi kita, dan inspirasi seketika dari Roh yang menghuni melalui persekutuan yang jelas dan terbuka dengan Tuhan pada saat melatih roh, maka kita dapat dengan mudah menyusun suatu nubuat dan membicarakannya dalam sidang gereja.