KEPEMIMPINAN NEHEMIA BAGI PENYUSUNAN ULANG BANGSA PILIHAN ALLAH
Para pemimpin para tawanan yang kembali itu adalah Zerubabel dari keluarga rajani, Ezra dari keluarga imamat, dan Nehemia dari keluarga biasa. Di antara semua pemimpin di dalam sejarah Israel, ketiganya ini adalah orang-orang yang top. Nehemia itu sangat biasa tidak ada tingkatan. Tidak ada petunjuk bahwa keluarganya itu memiliki kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, dan ia tidak memiliki profesi yang tinggi. Sekalipun ia melayani di istana raja Persia, tetapi ia hanyalah seorang pelayan rumah tangga.
Meskipun Nehemia adalah seorang yang biasa tanpa kedudukan apa pun, tetapi ia ditaruh di dalam kedudukan yang sangat tinggi, kedudukan yang melibatkan kontak yang dekat dengan raja. Nehemia adalah seorang juru minuman raja (Neh. 1:11b). Ketika anggur disajikan ke hadapan raja, maka Nehemia mengambil anggur itu dan memberikannya kepada raja (2:1a). Akhirnya, raja menetapkan juru minuman ini menjadi gubernur Yehuda.
KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK TERTENTU NEHEMIA
Sebagai salah seorang dari para pemimpin dari para tawanan yang telah kembali itu, Nehemia memiliki beberapa karakteristik tertentu dan khusus.
Adalah seorang yang Menyenangkan dengan Sikap dan Perilaku yang Tepat
Sebagai juru minuman raja, Nehemia pasti adalah seorang yang menyenangkan dan manis dan yang selalu tepat dalam sikap dan perilakunya. Ia tidak pernah sedih di hadapan raja (ay. 1b). Jika Nehemia bukan seorang yang menyenangkan yang memenuhi permintaan-permintaan raja, maka raja tidak akan mengizinkannya untuk terus melayani sebagai seorang juru minuman.
Seorang yang Mengasihi Allah dan Kepentingan Allah di Bumi
Nehemia mengasihi Allah, dan ia mengasihi kepentingan Allah di bumi mengenai ekonomi-Nya. Kepentingan ini mencakup negeri yang baik itu, bait, dan kota Yerusalem, yang semuanya ini dikasihi oleh Nehemia. Sekalipun ia adalah seorang yang biasa tanpa tingkatan apa pun seperti keturunan raja atau kapten dalam pasukan, tetapi ia memperhatikan kepentingan Allah di bumi.
Seorang Yang Berdoa untuk Mengontaki Allah dalam Persekutuan
Nehemia juga adalah seorang yang selalu berdoa kepada Allah untuk mengontaki Allah dalam persekutuan. Ketika ia mendengar bahwa umat itu menderita di Yerusalem dan bahwa tembok Yerusalem telah dirobohkn dan bahwa pintu-pintu gerbangnya telah dibakar dengan api, maka ia menangis, berduka, berpuasa, dan berdoa (1:2-4). Di dalam ayat 11 ia berdoa, dengan mengatakan, “Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Di sini Nehemia berdoa agar ia mendapat kemurahan dari raja. Ketika raja bertanya kepadanya mengenai permintaannya itu, Nehemia “berdoa kepada Allah di surga” (2:4)
Seorang yang Bersandar Allah dan Yang Bersatu dengan Allah
Selain itu, Nehemia adalah seorang yang bersandar kepada Allah dan yang bersatu dengan Allah. Banyak beban yang ditaruh Allah ke atas bahunya, tetapi dalam memikul beban-beban ini, ia bersandar kepada Allah. Nehemia tahu bahwa tangan Allah yang baik itu ada padanya (ay. 8, 18), dan ia meminta Allah untuk mengingatnya (5:19; 13:14, 31). Ini menunjukkan bahwa ia bersandar kepada Allah dan bersatu dengan Allah.
Tidaklah mudah bagi Allah untuk mendapatkan seorang seperti Nehemia. Dalam tingkatan dan kedudukan ia itu sangat rendah, tetapi ia mengasihi Allah dan kepentingan Allah, ia berdoa bagi kepentingan Allah, mengontaki Allah dalam persekutuan, dan ia bersandar kepada Allah dan menjadi satu dengan Dia. Inilah karakteristik-karakteristik tertentu Nehemia dalam hubungannya dengan Allah.
Sama Sekali Tidak Egois
Dalam hubungannya dengan umat itu, Nehemia sama sekali tidak egois. Padanya, tdak ada penuntutan-diri. Sekalipun ia mendapatkan satu kedudukan yang tinggi sebagai gubernur Yehuda—tetapi ia benar-benar adalah raja Yehuda yang bertindak, yang mewakili raja Persia—ia tidak pernah menuntut sesuatu bagi dirinya sendiri. Pada diri Nehemia, tidak ada kepentingan-diri. Ia selalu rela untuk mengorbankan apa yang dimilikinya bagi umat itu dan bagi bangsa itu. Ia adalah gubernur, tetapi ia tidak menerima kompensasi apa pun selama dua belas tahun, karena ia sadar bahwa pembangunan tembok itu adalah satu beban yang berat pada diri umat itu (5:14-18). Ia tidak mau menambahkan beban ke atas diri mereka. Alih-alih menerima kompensasi, ia malah menyediakan untuk kebutuhan sehari-hari kepada lebih dari seratus lima puluh orang.
Nehemia juga ada di antara orang-orang yang siap untuk berperang melawan musuh dan ia mengambil bagian dalam waktu jaga malam (4:17-23). Ia tidak menyerahkan perkara-perkara ini kepada yang lainnya melainkan ia sendiri mengambil bagian dalam perkara-perkara itu.
Tidak Menuruti Hawa Nafsu
Sangatlah tegas bahwa tidak ada catatan mengenai pernikahan Nehemia. Saya percaya bahwa, berkebalikan dengan hakim-hakim dan raja-raja, Nehemia hanya mempunyai seorang istri. Ia tidak menuruti hawa nafsu seks. Daud dan Salomo keduanya gemar dalam hal ini. Kegemaran dalam hawa nafsu seks adalah faktor utama dari kebobrokan keluarga Daud dan faktor untama di balik kehilangan kerajaan bagi Daud dan keturunan-keturunannya. Namun, Nehemia benar-benar berbeda.
Saya percaya bahwa dalam enam ribu tahun dari sejarah manusia, belum pernah ada seorang seperti Nehemia. Tidak ada keluhan-keluhan tentang Nehemia dari umat itu. Setiap orang menghargai dia dan berterima kasih kepadanya. Kita dapat mengatakan bahwa Nehemia adalah seorang penatua yang luar biasa, teladan yang terbaik dari bagaimana seharusnya seorang penatua itu. Saya harap semua penatua di dalam gereja-gereja hari ini akan menjadi seperti Nehemia.
NEHEMIA PERGI KEPADA EZRA UNTUK MENDAPATKAN BANTUAN DALAM MENYUSUN ULANG BANGSA PILIHAN ALLAH
Nehemia adalah seorang kepala, penguasa dari satu bangsa, tetapi ia benar-benar tidak ambisi. Ini ditunjukkan oleh fakta bahwa ia mengakui keperluannya akan Ezra. Dalam menyusun ulang bangsa itu, Nehemia sadar bahwa ia tidak mengenal Firman Allah. Tetapi Ezra, yang terkenal karena pengenalannya akan Firman Allah, masih hidup, dan Nehemia mau pergi kepada Ezra untuk mendapatkan bantuan. Banyak para pemimpin hari ini yang tidak mau mencari bantuan secara demikian. Sebaliknya, karena ambisi, mereka berpegang kepada kedudukan mereka dan tidak mencari Ezra untuk membantu mereka. Tetapi karena Nehemia tidak ambisi, maka ia mencari Ezra. Nehemia tahu bahwa tanpa Ezra, ia tidak bisa menyusun ulang umat Allah.
PENDIDIKAN ULANG BAGI PENYUSUNAN ULANG
Untuk menyusun ulang umat Allah, ada keperluan untuk mendidik mereka dengan firman yang berasal dari mulut Allah, yang mengekspresikan Allah. Ini berarti bahwa menyusun ulang umat Allah itu berarti mendidik mereka dengan menaruh mereka ke dalam Firman Allah supaya mereka dapat dijenuhi dengan Firman itu.
Bangsa Israel telah berada di Mesir selama sedikitnya empat ratus tahun. Selama tahun-tahun itu, mereka pasti telah tersusun dengan pembelajaran orang Mesir. Kemudian mereka dibawa ke Babel selama tujuh puluh tahun. Zerubabel, Ezra, dan Nehemia semuanya lahir dan dibesarkan di antara orang-orang Babel. Setelah umat Israel kembali dari Babel, mereka bercampur dengan orang-orang Kanaan. Jadi, bangsa Israel tersusun dengan kebudayaan Mesir, Babel, dan Kanaan. Meskipun demikian, mereka kembali untuk menjadi kesaksian Allah. Tetapi bagaimanakah satu umat dengan susunan kebudayaan Mesir, Babel, dan Kanaan ini bisa menjadi kesaksian Allah, ekspresi dari manusia-Allah? Umat yang demikian itu bukanlah manusia-manusia-Allah. Bagaimana mereka dapat mengekspresikan Allah? Untuk menjadi kesaksian Allah, yaitu ekspresi-Nya, maka mereka perlu dididik ulang dalam Firman Allah.
BANGSA ISRAEL YANG KEMBALI ITU MENJADI KESAKSIAN ALLAH
Selain dididik ulang, umat Israel perlu dibangunkan dengan cara yang sama seperti orang tua membesarkan anak-anak mereka. Orang tua bukan saja mendidik anak-anak mereka, tetapi dengan spontan dan secara tidak sadar menyakurkan diri mereka sendiri, hampir seluruh diri mereka, ke dalam anak-anak mereka. Orang tua mentransfusikan apa adanya mereka dan apa yang mereka pikirkan ke dalam anak-anak mereka. Akhirnya, hal ini menyusun anak-anak mereka menjadi sama seperti mereka. Inilah yang diperlukan bani Israel.
Sebelum Nehemia kembali, bangsa Israel itu kacau balau. Tugas-tugas dari imam-imam itu tidak menentu, dan tidak ada seorangpun yang memperhatikan orang-orang Lewi dan orang-orang yang melayani. Para penyanyi ada di sana, tetapi tidak ada seorangpun yang membuka jalan bagi mereka untuk menyanyi dan dibentuk menjadi kumpulan para penyanyi. Nehemia, dengan bantuan Ezra, menyusun ulang bangsa itu secara menyeluruh. Dengan demikian Israel menjadi satu bangsa yang khusus, bangsa yang dikuduskan dan dipisahkan kepada Allah, dan mengekspresikan Allah. Mereka ditransfusi dengan pikiran Allah, dengan pertimbangan-pertimbangan Allah, dan dengan segala apa adanya Allah, dan membuat mereka menjadi reproduksi Allah. Setiap orang menjadi Allah dalam hayat dan sifat melalui penyusunan ulang ilahi seperti ini. Alhasilnya, mereka menjadi satu bangsa ilahi di bumi yang mengekspresikan karakter ilahi. Mereka disusun ulang secara pribadi dan secara korporat untuk menjadi kesaksian Allah. Para tawanan yang kembali itu menjadi kesaksian Allah melalui penyusunan ulang yang terjadi di bawah kepemimpinan Nehemia.
Poin sentral dan poin yang penting dari kitab-kitab pemulihan, yang diakhiri oleh kitab Nehemia, adalah perkara kepemimpinan yang tepat, dan memadai. Catatan tentang kepemimpinan di dalam Ezra dan Nehemia ini terang, sedangkan catatan di dalam Hakim-hakim, 1 dan 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-raja, serta 1 dan 2 Tawarikh itu gelap. Di dalam Ezra dan Nehemia ada tiga pemimpin yang disinggung: Zerubabel, Ezra, dan Nehemia. Mereka semua adalah para pemimpin yang unggul, tetapi yang terbaik dan yang paling tinggi adalah Nehemia. Nehemia adalah pemimpin yang sempurna, pemimpin yang terbaik di dalam sejarah manusia. Hanya berada di bawah kepemimpinan orang-orang seperti Zerubabel, Ezra, dan Nehemia-lah Israel bisa disusun ulang untuk menjadi kesaksian Allah, ekspresi Allah di bumi, yaitu satu umat yang benar-benar berbeda dengan bangsa-bangsa Kafir. Inilah lambang tentang gereja yang diinginkan Allah pada hari ini.
PELAJARAN HAYAT
ESTER
Berita
01 02