MENYUSUN KEMBALI BANGSA UMAT PILIHAN ALLAH (2)
Pembacaan Alkitab: Neh. 11—13
Kitab Ezra dan Nehemia mengandung satu makna mendasar yang kuat bagi pemulihan Tuhan hari ini. Kita tidak boleh mengira bahwa Perjanjian Lama itu tidak berhubungan dengan kita. Alkitab ditulis dalam dua bagian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bagian yang pertama berisi gambaran-gambaran, sedangkan bagian yang kedua berisi penggenapan dari apa yang dilambangkan oleh gambaran-gambaran itu. Tanpa pemahaman yang mendasar akan lambang-lambang dari Perjanjian Lama, maka tidaklah mudah untuk memahami penggenapan ekonomi Allah di dalam Perjanjian Baru.
Di dalam berita ini, kita akan melanjutkan untuk melihat penyusunan ulang bangsa pilihan Allah ini.
C. Pengaturan Tempat Tinggal Umat itu dan Penetapan Petugas-petugas untuk Pelayanan Orang Lewi dan Urusan-urusan Sipil
Penyusunan ulang bangsa pilihan Allah itu melibatkan banyak hal. Di dalam Nehemia 11, kita melihat bahwa ini melibatkan pengaturan tempat tinggal umat itu dan penetapan para petugas untuk pelayanan orang Lewi dan urusan-urusan sipil.
1. Pengusa-penguasa Umat itu yang Tinggal di Yerusalem
Para penguasa umat itu tinggal di Yerusalem, kota kudus, dan sisa dari umat itu membuang undi untuk membawa satu dari sepuluh orang untuk tinggal di Yerusalem. Umat itu memberkati semua orang yang mempersembahkan diri mereka dengan rela untuk tinggal di Yerusalem (ay. 1-2).
Pada waktu itu tinggal di Yerusalem adalah satu beban yang sesungguhnya bagi setiap orang. Karena ancaman yang terus menerus dari penyerbuan asing, maka tidak banyak yang rela untuk tinggal di Yerusalem. Karena itu, perlu ada beberapa pengaturan dengan membuang undi. Jika tidak demikian, maka tidak akan ada jumlah yang cukup untuk orang-orang yang tinggal di Yerusalem. Orang-orang yang kena undi untuk tinggal di Yerusalem dituntut untuk pindah ke sana. Namun, ada beberapa yang mau dengan rela untuk tinggal di Yerusalem, dan semua umat itu memberkati mereka. Hari ini, orang-orang yang dengan rela pergi sepenuh waktu akan diberkati oleh semua orang.
2. Satu Catatan tentang Pengaturan dan Penetapan-penetapan
Di dalam ayat 3 sampai 36, kita memiliki catatan terperinci tentang pengaturan dan penetapan-penetapan ini.
D. Satu Catatan tentang Para Imam dan Orang-orang Lewi
Nehemia 12:1-26 adalah satu catatan tentang para imam dan orang-orang Lewi. Orang-orang yang melayani yang utama di dalam penyembahan terhadap Allah, yang adalah hal yang utama di dalam kerajaan Allah, bukanlah raja-raja. Raja-raja bukanlah untuk menyembah Allah melainkan untuk memerintah umat itu. Orang-orang yang melayani yang utama bagi penyembahan terhadap Allah adalah para imam dan orang-orang Lewi, yang adalah pelayan-pelayan dari imam-imam itu.
1. Mereka Yang Pergi Bersama Zerubabel dan Yosua
Di dalam ayat 1 sampai 21, kita memiliki catatan tentang orang-orang yang setia yang pergi dari Babel ke Yerusalem bersama-sama dengan Zerubabel dan Yosua.
2. Mereka yang Melayani pada Zaman Imam Yoyakim
Ayat 22 sampai 26 adalah catatan tentang orang-orang yang melayani pada zaman imam Yoyakim, gubernur Nehemia, dan imam, ahli taurat Ezra. Mereka semua tinggal di Yerusalem.
E. Peresmian Pembangunan Kembali Tembok
Penyusunan ulang ini juga mencakup dedikasi pembangunan kembali tembol itu (ay. 27-43).
1. Umat itu Mencari Orang-orang Lewi dari Seluruh Tempat Mereka
Umat itu mencari orang-orang Lewi dari seluruh tempat mereka, untuk membawanya ke Yerusalem untuk memimpin peresmian itu dengan bersukacita, mengucap syukur, dan menyanyi dengan ceracap, gambus, dan kecapi (ay. 27-29). Pelayanan utama dari orang-orang Lewi adalah menyanyikan pujian kepada Allah. Hari ini, kita menyanyikan kidung-kidung di dalam sidang-sidang adalah keperluan yang utama. Menyanyi akan membuka surga dan membawa surga kepada kita. Kita harus meluangkan waktu untuk menyanyi dengan berbagai cara kapan saja kita bersidang.
2. Para Imam dan Orang-orang Lewi Menyucikan Diri Mereka Sendiri
Selama peresmian itu, para imam dan orang-orang Lewi menyucikan diri mereka sendiri, dan mereka juga menyucikan umat itu, pintu-pintu gerbang, dan tembok itu (ay. 30). Segala sesuatu disucikan, karena mereka tidak mau mempersembahkan sesuatu yang tidak suci kepada Allah.
3. Nehemia Menunjuk Dua Rekan Besar
Nehemia menunjuk dua paduan suara yang besar untuk memberikan ucapan syukur kepada Allah, untuk melaksakan proses itu, dan untuk berdiri di rumah Allah bersama dengannya (ay. 31-42).
4. Mempersembahkan Kurban Yang Besar
Mereka mempersembahkan kurban-kurban persembahan yang besar pada hari itu dan bersukacita dengan perempuan-perempuan dan anak-anak mereka, karena Allah telah membuat mereka sangat bersukacita; dan sukacita Yerusalem itu terdengar dari jauh (ay. 43). Hari ini orang-orang terdekat kita harus tahu bahwa kita adalah orang-orang Kristen yang menyanyi, bahwa kita adalah para penyembah Allah.
F. Penetapan Pelayanan-pelayanan dari Para Imam dan Orang-orang Lewi dan Suplaian untuk Kebutuhan-kebutuhan Mereka
Penyusunan ulang ini juga mencakup penetapan pelayanan-pelayanan dari para imam dan orang-orang Lewi dan suplaian untuk kebutuhan-kebutuhan mereka (ay. 44-47). Nehemia bukan hanya membawa orang-orang Lewi yang melayani dan para imam ke dalam fungsi; ia juga menyuplai kebutuhan-kebutuhan mereka sehari-hari. Sebelum waktu itu, tidak ada seorang pun yang memperhatikan perkara ini dengan tepat
G. Pembersihan yang Dilaksanakan atas Israel sebagai Umat Pilihan Allah
Nehemia 13:1-30a menggambarkan pembersihan yang dilaksanakan atas Israel sebagai umat pilihan Allah. Ada banyak pembersihan. Pembersihan ini juga adalah bagian dari penyusunan ulang terhadap bangsa pilihan Allah ini
1. Memisahkan Seluruh Kumpulan Orang Banyak yang Campur Aduk dari Israel menurut Hukum Taurat
Pertama-tama, seluruh kumpulan orang banyak yang campur aduk dipisahkan dari Israel menurut hukum taurat (ay. 1-3). Ketika umat itu mendengar hukum mengenai orang Amon dan orang Moab yang tidak boleh masuk ke dalam jemaat Allah sampai selama-lamanya, maka mereka memisahkan seluruh kumpulan orang banyak yang campur aduk itu.
2. Menyucikan Bilik-bilik Rumah Allah
Di dalam ayat 4 sampai 9, Nehemia menyucikan bilik-bilik rumah Allah dari pemilikan yang jahat melalui seorang sanak famili dari imam yang telah ditetapkan untuk mengawas bilik-bilik dari rumah Allah itu. Imam Elyasib mempersiapkan bagi sanak familinya, yaitu Tobia orang Amon (2:10; 4:3; 6:1) satu bilik yang besar di pelataran-pelataran rumah Allah di mana mereka sebelumnya menaruh kurban sajian, kemenyan, dan perkakas-perkakas (13:5, 7). Ketika Nehemia melihat kejahatan yang telah dilakukan oleh Elyasib untuk Tobia, maka ia berduka dan tidak akan mentoleransi situasi itu. Ia membuat semua perabot rumah tangga Tobia keluar dari bilik itu dan menyuruhnya untuk disucikan. Kemudian Nehemia mengembalikan perkakas-perkakas rumah Allah, kurban sajian, dan kemenyan ke bilik itu (ay. 8-9). Di dalam perkara ini ada pembersihan yang menyeluruh.
3. Menyingkirkan Kelalaian dalam Memperhatikan Kebutuhan Orang-orang Lewi
Menurut ayat 10 sampai 13, Nehemia selanjutnya menyingkirkan kelalaian dalam memperhatikan kebutuhan orang-orang Lewi. Ia menemukan bahwa bagian untuk orang-orang Lewi tidak diberikan kepada mereka dan ia menghadapi para penguasa mengenai hal ini. Kemudian seluruh Yehuda membawa sepersepuluh dari gandum, anggur baru, dan minyak ke lumbung-lumbung. Dengan demikian Nehemia memperhatikan semua kebutuhan sehari-hari dari orang-orang Lewi itu.
4. Membersihkan Pencemaran Orang-orang terhadap Sabat yang Kudus
Nehemia juga membersihkan pencemaran orang-orang terhadap Sabat yang kudus (ay. 15-22). Orang-orang Tirus telah membawa barang-barang dagangan mereka ke Yerusalem dan menjualnya di sana pada hari Sabat. Nehemia menyebabkan pencemaran akan Sabat ini berhenti. Ia memerintahkan agar pintu-pintu gerbang Yerusalem ditutup sebelum Sabat dan tidak dibuka sampai hari setelah Sabat (ay. 19). Kemudian ia memerintahkan orang-orang Lewi untuk menyucikan diri mereka dan menjaga pintu-pintu gerbang untuk menguduskan hari Sabat (ay. 22a)
5. Membersihkan Umat itu dan Khusunya Para Imam dari Pencemaran Pernikahan Mereka dengan Bangsa-bangsa
Di dalam ayat 23 sampai 30a, umat itu dan khususnya para imam dibersihkan dari pencemaran pernikahan mereka dengan bangsa-bangsa. Nehemia menuntut mereka yang menikahi perempuan-perempuan Asdod, Amon, dan Moab untuk memisahkan diri mereka dari istri-istri asing mereka. Di dalam perkara ini, Nehemia membersihkan umat itu dari segala sesuatu yang asing (ay. 30a).
H. Menetapkan Tugas-tugas bagi Para Imam dan Orang-orang Lewi, bagi Persembahan Kayu, dan bagi Buah-buah Sulung
Terakhir, Nehemia menetapkan tugas-tugas bagi para imam dan orang-orang Lewi, bagi persembahan kayu pada waktu-waktu yang ditetapkan, dan bagi buah-buah sulung (ay. 30b-31a). Semua pengaturan ini adalah satu penyusunan ulang. Sebelum zaman Nehemia, situasi itu kacau. Tugas-tugas dari imam-imam dan orang-orang Lewi itu tidak jelas, dan tidak ada pengaturan yang tepat bagi persembahan kayu dan bagi persembahan buah-buah sulung dari hasil negeri itu setiap tahunnya. Sungguh di sana perlu ada penyusunan ulang yang digenapkan oleh Nehemia.
Di dalam melakukan semua hal ini, Nehemia meminta Allah untuk mengingatnya dan menyayangkannya menurut kebesaran kasih setia-Nya (13:14, 22b, 31b)