← Daftar isi Nehemia · bab 1/5

KATA PENDAHULUAN DAN PEMBANGUNAN KEMBALI TEMBOK

KOTA YERUSALEM DI BAWAH NEHEMIA

Pembacaan Alkitab: Neh. 1—7

Dengan berita ini kita memulai pelajaran-hayat Nehemia.

I. KATA PENDAHULUAN

A. Kitab Nehemia adalah suatu Sejarah dari Pembangunan Kembali

Tembok Kota Yerusalem

Kitab Ezra adalah suatu sejarah kembalinya orang Israel dari pembuangan dan membangun kembali rumah Allah sebagai perintis pemulihan Allah di antara umat pilihan-Nya bagi kesaksian-Nya di bumi menurut ekonomi-Nya. Kitab Nehemia adalah suatu sejarah pembangunan kembali tembok kota Yerusalem sebagai kelanjutan pemulihan di antara umat pilihan-Nya bagi kesaksian-Nya untuk merampungkan ekonomi-Nya.

B. Penulisnya

Penulis kitab ini adalah Nehemia, yang namanya berarti “kesenangan Yehova.” Dia adalah juru minum raja (1:11b). Seluruh kitab ini adalah suatu catatan bersandarnya Nehemia di dalam Allah bagi kesenangannya di dalam pencobaan dan serangan-serangan dari musuhnya.

C. Waktunya

Isi kitab ini mencatat satu periode kira-kira dua belas tahun, dari 446-434 SM.

D. Isinya

Isi kitab ini adalah pembangunan kembali tembok kota Yerussalem, yang dihancurkan oleh musuh-musuh orang Israel, dan selanjutnya memulihkan pelayanan-pelayanan dan penyembahan orang Israel kepada Allah. Dalam berita ini saya akan menggunakan kata susunan termasuk dua perkara pelayanan-pelayanan dan penyembahan. pelayanan-pelayanan ditambah penyembahan sama dengan susunan (konstitusi).

E. Butir Pentingnya

Butir penting Kitab Nehemia yaitu kota Yerusalem sebagai penyelamat dan pelindung untuk rumah Allah, yang berada di dalam kota. Ini melambangkan bahwa rumah Allah sebagai tempat tinggal dan rumah-Nya di bumi memerlukan kerajaan-Nya didirikan sebagai wilayah untuk pelindung kedambaan-Nya di bumi bagi pemerintahan-Nya, untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Pembangunan kembali rumah Allah melambangkan pemulihan Allah atas kemerosotan gereja, dan membangun kembali tembok kota Yerusalem melambangkan pemulihan Allah atas kerajaan-Nya. Pembangunan Allah atas rumah-Nya dan pembangunan-Nya atas kerajaan-Nya berjalan bersamaan (Mat. 16:18-19). Rumah Allah di bumi memerlukan kerajaan-Nya untuk penyelamat rumah Allah dan melaksanakan ekonomi kekal-Nya.

F. Bagian-bagiannya

Kitab Nehemia memiliki dua bagian: pembangunan kembali tembok kota Yerusalem di bawah Nehemia (pasal 1—7) dan menyusun kembali bangsa umat pilihan Allah (pasal 8—13).

II. PEMBANGUNAN KEMBALI TEMBOK KOTA YERUSALEM

DI BAWAH NEHEMIA

A. Laporan Keadaan Yerusalem

Dalam 1:1-3 kita memiliki suatu catatan keadaan Yerusalem. Menurut catatan ini sisa yang kembali dari pembuangan berada dalam kesukaran besar dan tercela (ayat 3a). Tembok Yerusalem telah dibongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah dibakar dengan api (ayat 3b).

B. Doa Puasa Nehemia

Dalam doa puasanya (ayat 4-11), Nehemia pertama-tama memuji Allah untuk apa adanya Dia, memuji Dia yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya bersama mereka yang mengasihi Dia dan yang memelihara perintah-perintah-Nya (ayat 5). Kemudian dia mengaku dosa-dosa bangsa Israel (ayat 6-7) dan meminta kepada Allah untuk mengingat firman-Nya kepada Musa bahwa Dia akan membawa orang-orang-Nya kembali dari pembuangan sekalipun ada di ujung langit akan dikembalikan ke tempat kediaman-Nya (ayat 8-9). Nehemia berdiri di atas firman Allah dan berdoa menurut firman-Nya. Maka, tujuan Allah dengan firman-Nya sendiri. Nehemia selanjutnya memohon kepada Allah untuk mendengar doanya dan doa yang mengambil kesenangan dalam takut kepada nama-Nya dan maksudnya untuk mendapat kesejahteraan dan belaskasihan di hadapan Artasastra raja Persia (ayat 10-11a).

C. Karunia Raja Memberikan Izin kepada Nehemia

Dalam 2:1-8 kita melihat karunia raja memberikan izin kepada Nehemia.

D. Perjalanan Nehemia ke Yerusalem dan Pengamatan Pribadinya

Ayat 9 sampai 16 membicarakan perjalanan Nehemia ke Yerusalem dan pengamatan pribadinya atas keadaan tembok kota Yerusalem. Pemimpin orang-orang Moab dan Amon sangat kesal karena Nehemia mencari kebaikan bagi bangsa Israel (ayat 10). Orang-orang Moab dan Amon, keturunan yang dilahirkan dari Lot, membenci dan merendahkan bangsa Israel.

E. Pembangunan Kembali Tembok Kota Yerusalem

Nehemia 2:17-20 adalah perkataan mengenai pembangunan kembali tembok Yerusalem. Pemimpin orang-orang Moab dan Amon mengolok-olok dan merendahkan bangsa Israel dan bertanya apakah mereka akan memberontak melawan raja dengan melakukan hal itu (ayat 19). Nehemia menjawab mereka dengan berkata, “Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem” (ayat 20). Jawaban ini menunjukkan bahwa Nehemia sangat agresip. Dia tentu saja bukan penakut. Setiap orang yang penakut tidak dapat menjadi seorang pelayan Allah.

F. Suatu Catatan Pembangunan Kembali Tembok

dalam Bagian-bagian yang Berkaitan

Pasal tiga adalah suatu catatan pembangunan kembali tembok dalam bagian-bagian yang berkaitan dengan semua bangsa Israel dengan para imam dan orang-orang Lewi.

G. Kegagalan Musuh

Pasal empat menggambarkan kegagalan musuh.

1. Musuh-musuh Menjadi Marah

Musuh-musuh menjadi marah dan sakit hati, dan bahkan mereka mengolok-olok orang-orang Yahudi dan menghina pembangunan mereka (ayat 1-3).

2. Nehemia Bersandar di Dalam Allah

Nehemia bersandar di dalam Allah dengan berdoa bahwa Allah akan membalas celaan mereka kepada diri mereka sendiri. Maka orang-orang Yahudi membangun tembok, dan semua tembok dikerjakan bersama-sama sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati (ayat 4-6). Hari ini, bukan perkara bagaimana kita di olok-olok dan dicela, kita harus memiliki satu hati untuk membangun dan harus agresip.

3. Musuh-musuh Marah karena Pekerjaan Pembangunan Terus Maju

Musuh-musuh marah karena pekerjaan pembangunan terus maju, dan mereka berkomplot untuk datang dan berperang melawan Yerusalem (ayat 7-8).

4. Orang-orang Yahudi Berdoa kepada Allah Mereka

dan Menunjuk Penjaga Melawan Musuh

Orang-orang Yahudi berdoa kepada Allah mereka, dan di bawah perintah Nehemia dan menunjuk penjaga siang dan malam untuk melawan musuh, siap untuk berperang dengan senjata-senjata di bawah dorongan Nehemia, yang memerintahkan mereka untuk mengingat Tuhan yang besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudara mereka. Sebagian dari pelayan-pelayan Nehemia melakukan pekerjaannya dan sebagian yang lain memegang senjata, siap untuk berperang. Beberapa orang membangun dan beberapa orang memikul, mengambil muatan-muatan dengan satu tangan mengerjakan pekerjaan dan dengan tangan yang lain memegang senjata. Orang yang meniup sangkakala berada di samping Nehemia, mengumpulkan mereka untuk berperang, bersandar bahwa Allah kita akan berperang untuk kita. Ini menunjukkan bahwa, sebagai kepala komandan, Nehemia mengambil pimpinan untuk menjaga. Demikianlah, mereka yang bekerja dan sebagian dari mereka memegang tombak dari merekahnya fajar sampai terbitnya bintang-bintang, dan Nehemia dan saudara-saudaranya, pelayan-pelayan, dan para penjaga, tidak seorang pun dari mereka menanggalkan pakaiannya. Setiap orang memegang senjatanya dengan tangan kanannya (ayat 9-23).

Di satu Pihak, bangsa Israel dipersiapkan untuk berperang; di pihak lain, mereka bersandar Allah bahwa Dia yang akan berperang bagi mereka. Dalam perkara ini juga mereka agresif. Mereka yang penakut mungkin mengatakan bahwa sejak Allah akan berperang bagi kita, tidak perlu kita melakukan sesuatu. Tetapi pengertian sebenarnya, Allah akan menolak mereka yang menolong diri mereka sendiri. Jika kalian tidak menolong dirimu sendiri, Allah tidak akan menolong kalian. Menurut sejarah, Allah tidak menolong pengecut. Inilah agresif orang-orang yang menerima pertolongan dari Allah.

H. Penyelesaian Masalah Bagian Dalam

Pasal lima memperhatikan penyelesaian masalah bagian dalam. Sering kita berperang secara luaran, tetapi kita memiliki masalah bagian dalam.

1. Keluhan Rakyat

Keluhan rakyat mengenai para pemuka dan para penguasa membebankan kepentingan atas mereka (ayat 1-5).

2. Teguran dan Pemecahan Nehemia

Ayat 6 sampai 13 memberi tahu kita tentang teguran dan pemecahan Nehemia. Dia mengumpulkan sejumlah besar orang menghadapi para pembesar dan para penguasa dan memberi tahu mereka bahwa mereka tidak berjalan dalam takut akan Allah mereka karena mencela bangsa-bangsa musuh mereka (ayat 7-9). Mereka seharusnya takut akan Allah karena pencelaan dan penentangan bangsa-bangsa itu.

Nehemia, saudara-saudaranya, dan pelayan-pelayannya membungakan uang dan ngandum untuk membebaskan yang lain, dan dia menyuruh para pembesar dan para penguasa untuk membebaskan.