SATU ALKITAB -- SATU WAHYU DAN SATU ALLAH -- SATU EKONOMI
Pembacaan Alkitab : 2 Ptr. 1:20-21
I. Satu Alkitab - Satu Wahyu :
A. Alkitab yang unik bersifat konsisten dalam wahyunya yang Unik :
1 . Alkitab tidak seharusnya ditafsirkan menurut konsepsi manusia - pengertian, logika, filsafat, pandangan, dan imajinasi - 2 Ptr. 1:20-21.
2. Penafsiran apa pun atas Alkitab yang unik ini harus dikendalikan oleh prinsip-prinsip penafsiran :
a. Alkitab yang unik ini harus ditafsirkan hanya dengan dan berdasarkan Alkitab itu sendiri.
b. Alkitab yang unik ini harus ditafsirkan dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan kemajuan wahyu ilahi dari zaman ke zaman.
c. Penafsiran apa pun atas Alkitab yang unik ini harus memperhatikan wahyu kecilnya, tetapi wahyu kecilnya tidak seharusnya ditafsirkan berlawanan, tidak segaris, atau tidak serasi dengan wahyu utama dari Alkitab yang unik dan konsisten ini.
B. Wahyu yang unik yang utama dari Alkitab yang unik ini adalah isi yang unik dari ekonomi Allah (lihat butir II. D).
II. Satu Allah - Satu Ekonomi :
A. Allah itu swa-ada dan kekal-ada - Kel. 3:14.
B. Allah itu Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh - Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13.
C. Allah Tritunggal memiliki satu kedambaan - Ef. 1:5,9.
D. Menurut kedambaan hati-Nya, Allah membuat ekonomi kekalNya - 1 Tim. 1:4b; Ef. 1:10; 19.
1 . Untuk membuat manusia sama dengan Dia dalam hayat dan sifat, tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya.
2. Untuk membuat diri-Nya satu dengan manusia dan manusia satu dengan diri-Nya, yaitu agar diperbesar dan diperluas dalam ekspresi-Nya, sehingga semua atribut ilahiNya dapat terekspresi dalam kebajikan-kebajikan insani.
3. Melalui :
a. Menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut Rupa-Nya - Kej. 1:26-27.
b. Menjadi manusia dalam inkamasi-Nya untuk berbagian dalam sifat insani - Ibr. 2:14a.
c. Menempuh penghidupan insani untuk mengekspresikan atribut- atribut-Nya melalui kebajikan-kebajikan insani.
d. Mengalami kematian yang almuhit.
e. Bangkit untuk menghasilkan Putra sulung Allah dan menjadi Roh pemberi-hayat - Rm. 8:29; Kis. 13:33; 1 Kor. 15:45.
f. Menyalurkan diriNya sendiri ke dalam umat pilihanNya guna melahirkan kembali mereka dengan diri-Nya sebagai hayat mereka untuk menghasilkan banyak putra - banyak manusia-Allah - 1Ptr. 1:1
g. Membentuk gereja-gereja dengan banyak putra-Nya.
h. Membangun Tubuh Kristus dengan saudara-saudaraNya sebagai anggota-anggota Tubuh untuk menjadi organisme Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung.
i. Rampung dalam Yerusalem Baru sebagai perbesaran dan ekspresi kekal-Nya.
Doa :
Tuhan kami menyembah-Mu atas waktu yang berharga. Engkau mengumpulkan kami, orang yang sedemikian banyak ini, dari berbagai negara, kami percaya bahwa ini adalah kemauan hati-Mu. Tuhan, laksanakanlah kemauan-Mu di tengah-tengah kami, berbicaralah kepada kami, agar sampai kekekalan pun kami tetap memiliki kesan yang dalam. Mohon Engkau memberi kami pemahaman, wahyu, juga memberi kami firman, berbicara bersama dengan kami. Kami percaya di dalam sidang ini Engkau dengan kami adalah satu roh. Tuhan, urapilah semua saudara, bantulah pembicaraanku. Aku takut dan gentar di hadapanMu, takut kalau merugikan-Mu; semoga firman yang ingin Kaukatakan bisa dengan leluasa terucapkan. Tuhan, kiranya mulia bagi-Mu, malu bagi musuh-Mu, berkat bagi seluruh Tubuh-Mu. Amin.
Sidang ini sebenarnya diprakarsai oleh saudara-saudara dari Taiwan, tetapi setelah diketahui oleh saudara-saudara dari berbagai tempat, mereka juga mengharapkan bisa ikut hadir. Karena itu akhirnya kami memutuskan untuk mengundang para sekerja dan penatua dari berbagai tempat untuk berhimpun bersama. Hari ini di sini terdapat wakil-wakil dari 156 gereja lokal dari 12 negara : 72 gereja-gereja dari luar Amerika, 26 gereja-gereja dari California Selatan dan sekitarnya, 49 gereja-gereja dari Amerika Serikat selain gereja-gereja di California Selatan dan 9 gereja dari Kanada. Jumlah saudara-saudara yang hadir adalah 340 orang, sekitar 180 orang di antaranya berasal dari luar negeri.
Dengan serius saya mempertimbangkan di hadapan Tuhan, sebenarnya Tuhan ingin berkata apa kepada kita dalam perhimpunan sedemikian ini. Saya benar-benar tidak ingin menyampaikan perkataan-perkataan yang tidak berasal dari Dia. Akhir-akhir ini Tuhan khusus mengingatkan saya, bahwa di dalam wahyu- Nya terdapat sepuluh butir yang sangat besar, yang sangat penting, yaitu mengenai sepuluh "satu" yang sangat besar dan sangat penting dalam pemulihan Tuhan. Kesepuluh "satu" ini adalah : satu Alkitab, satu Allah, satu Kristus, satu Roh, satu hayat, kelima "satu" ini adalah faktornya; masih ada satu keselamatan, satu penghidupan, satu kesaksian, satu tubuh, satu kota - satu perampungan, kelima "satu" ini adalah hasilnya. Lima faktor menghasilkan lima hasil. Satu Alkitab, satu Allah, satu Kristus, satu Roh, satu Hayat, satu keselamatan, satu penghidupan, satu kesaksian, satu Tubuh, satu perampungan, yaitu satu kota, inilah sepuluh "satu" yang besar dan penting dalam pemulihan Tuhan. Jangan mengira semuanya ini telah kita bicarakan dan telah kita pahami; sebenarnya, semuanya ini merupakan barang baru. Boleh dikatakan, setiap butir besar ini memerlukan dua kali sidang istimewa untuk menjelaskannya. Tetapi kita tidak memiliki waktu yang begitu banyak untuk menguraikannya satu per satu. Karena itu saya menganggap perhimpunan kali ini sebagai satu kesempatan emas untuk membentangkan sepuluh "satu" yang besar dan penting ini secara pokok dan garis besar di hadapan kalian semua. Setiap orang yang duduk di sini, kalau bukan sekerja tentu adalah penatua, adalah orang-orang yang penting dalam pemulihan Tuhan; keadaan pemulihan Tuhan kelak tergantung bagaimana keadaan kalian. Karena itu saya mau kalian memiliki pengenalan yang tepat terhadap sepuluh "satu" yang besar dan penting ini, supaya atas hal-hal penting ini kalian tahu, siapakah kita, di mana kita, dan harus ke mana kita. Semoga kita semua tahu bagaimana pemulihan Tuhan harus maju. Saya memegang kesempatan ini untuk menyatakan sepuluh "satu" yang besar dan penting ini dengan harapan kalian semua membawa pulang berita-berita ini. Kalian bisa memakai beberapa kali sidang istimewa, atau kalian sendiri terlebih dahulu memasukinya, kemudian membantu semua orang saleh mengenal apakah sebenarnya pemulihan Tuhan.
SATU ALKITAB -- SATU WAHYU
Butir pertama dari sepuluh "satu" yang besar dan penting ini ialah satu Alkitab. Alkitab ini hampir-hampir merupakan buku yang sangat biasa, umum, sedemikian umum sehingga semua orang tahu akan adanya Alkitab ini. Tetapi di tangan berbagai macam orang, Alkitab ini menimbulkan berbagai macam penafsiran; Alkitab yang bagaimana yang dimiliki seseorang tergantung pada bagaimana orang tersebut. Orang Yahudi memiliki kitab suci mereka; mungkin Anda mengira kitab suci mereka hanya merupakan bagian depan dari Alkitab. Meskipun berkata demildan tidak salah, tetapi jika hari ini Anda berkumpul dengan orang Yahudi, mereka akan berkata, "Alkitab Anda tidak benar; kitab suci kami barulah perkataan Allah yang murni dan tepat; kami tidak berani menambahkan sesuatu pun ke dalamnya. " Mereka berkata demikian adalah salah. Namun, meskipun Nkitab yang dipakai oleh orang-orang Kristen adalah Alkitab yang utuh, tetapi kita nampak hari ini sangat banyak perpecahan di tengah-tengah orang Kristen. Satu perkara yang aneh, di tengah-tengah orang Yahudi tidak ada perpecahan, tetapi di tengah-tengah orang Kristen banyak perpecahan. Kaum Brethren (Saudara) misainya, pada satu setengah abad yang Ialu hanya ada satu Kaum Brethren, tetapi sekarang telah terpecah belah menjadi 1000 sekte lebih : hampir setiap perpecahan dari Kaum Brethren masing-masing memiliki Alkitabnya - meskipun mereka memiliki Alkitab yang sama, tetapi memiliki penafsiran yang berbeda-beda.
Katolik juga memiliki kitab suci mereka sendiri. Mereka tidak hanya memiliki 66 kitab, masih menambahkan beberapa kitab lagi. Demikian juga dengan agama-agama yang lain; ada juga yang mengutip beberapa bagian dari Alkitab, kemudian menambahinya dengan beberapa barang milik mereka, lalu menjadilah satu kitab yang lain. Hari ini, Alkitab bagaimana yang kita miliki? Kita memiliki kitab yang bagaimana, akan menentukan kita adalah orang yang bagaimana. Semua perpecahan yang timbul di kalangan kekristenan disebabkan oleh penafsiran yang berbeda terhadap Alkitab. Aliran tertutup dari Kaum Brethren, terlebih dulu memiliki Alkitab versi Darby yang baru; aliran terbuka merasa bahwa mereka juga perlu memiliki Alkitab mereka sendiri, tetapi mereka tidak memiliki terjemahan yang baru, hanya menambahkan beberapa catatan pada Alkitab yang sudah ada, lalu menjadilah Alkitab versi Newberry. Tetapi, kita di dalam pemulihan Tuhan tidak memiliki satu Alkitab yang lain; yang kita miliki adalah satu Alkitab yang tepat, yang benar-benar sesuai dengan wahyu Allah. Ini mengacu kepada pemahaman kita terhadap Alkitab. Jika Anda memiliki pemahaman yang tepat terhadap Alkitab, maka yang Anda dapatkan adalah satu Alkitab yang tepat; jika tidak, yang Anda dapatkan adalah satu Alkitab yang salah. Ini berarti, Alkitab itu sendiri selamanya tidak bisa salah, tetapi karena pemahaman Anda yang salah, maka Alkitab menjadi salah bagi Anda.
Dalam 2 Timotius 2:15, Paulus memberitahu Timotius, bahwa ia harus "berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." Ini menunjukkan, ketika kita menguraikan firman Tuhan, menafsirkan perkataan Tuhan, kita harus seperti seorang tukang kayu yang memotong kayu dengan tepat dan lurus. Ini adalah prinsip yang sangat penting dan yang mengendalikan segalanya dalam penafsiran Alkitab. Sejak dulu telah ada keadaan pernaharnan yang berbeda terhadap Alkitab yang sama. Ketika rasul Paulus masih hidup di bumi, keadaan itu sudah ada. Peperangan Paulus terhadap orang-orang Yahudi adalah dengan tepat dan lurus menafsirkan firman Tuhan, untuk mengoreksi, membetulkan orang-orang Yahudi itu. Mengenai jalan menafsirkan, menjelaskan kebenaran dengan tepat dan lurus, ada beberapa butir yang perlu kita perhatikan.
Alkitab Yang Unik Bersifat Konsisten
dalam Wahyunya Yang Unik
Pertama, Alkitab bersifat konsisten dalam wahyunya yang unik. Dalam wahyunya yang unik Alkitab sangat konsisten dan serasi baik bagian depan maupun bagian belakang. Golongan Baptis menekankan tata cara baptisan mereka, tetapi itu bukan bagian dari wahyu Alkitab. Golongan Pmsbiterian dan beberapa orang mempertahankan baptisan percik, itu juga bukan bagian dari wahyu Alkitab. Alkitab tidak pernah mempertahankan perkara-perkara itu. Dalam wahyunya yang unik, Alkitab sangat konsisten.
Alkitab yang unik ini tidak seharusnya ditafsirkan menurut konsep diri manusia - pengertian, logika, filsafat, pandangan dan imajinasi (2 Ptr. 1:20-21). Hari ini penafsiran Alkitab di tengah-tengah orang Kristen dilaksanakan menurut konsepsi diri mereka sendiri, menurut pengertian, logika, filsafat, pandangan, dan beberapa pernikiran yang aneh dari mereka. Semua itu harus kita tinggalkan. Dalam 2 Petrus 1:21 Petrus berkata, bahwa manusia tidak memiliki kebebasan dalam menafsirkan nubuat Alkitab. Kita tidak bisa memakai konsepsi alamiah, pandangan, kemauan diri sendiri, untuk menafsirkan segala nubuat dalam Alkitab, karena semuanya itu adalah wahyu Allah. Sebaliknya kita harus berdoa, mohon Allah membantu kita mengenal, mengetahui maksud Allah yang sebenarnya.
Penafsiran apa pun atas Alkitab ini haruslah dikendalikan oteh prinsip- prinsip penafsiran. Prinsip-prinsip ini adalah :
a. Alkitab yang unik ini harus ditafsirkan hanya dengan dan berdasarkan Alkitab itu sendiri. Dengan kata lain, kita hanya bisa memakai Alkitab untuk menafsirkan Alkitab. Penafsiran Anda terhadap Alkitab harus berdasarkan Alkitab. Di Cina ada beberapa orang yang pernah belajar ajaran Konghucu, setelah mereka beroleh selamat dan menjadi orang Kristen, pemahaman mereka terhadap Alkitab selalu dilandasi ajaran Konghucu. Tetapi kita harus menafsirkan Alkitab dengan Alkitab itu sendiri dan berdasarkhn Alkitab itu sendiri.
b. Alkitab yang unik ini harus ditafsirkan dengan memperhatikan perbedaan- perbedaan wahyu ilahi dari zaman ke zaman. Ini adalah satu prinsip yang besar. Dalam Alkitab, zaman itu sangat penting. Dalam zaman Perjanjian Lama, Allah menetapkan hari ketujuh sebagai hari Sabat; tetapi dalam Pedanjian Baru Sabat telah dikesampingkan, telah lewat. Tetapi orang-orang aliran Advent tidak memperhatikan perbedaan ini. Pendiri Advent yang bernama Mrs. White (Ellen Gould Harmon) berpaling untuk memelihara hari Sabat, dan meminta kaum beriman Perjanjian Baru juga memelihara peraturan hari Sabat Perjanjian Lama; tindakan memelihara hari Sabat ini adalah menurut cara Pedanjian Lama.
Sekalipun Abraharn dan Nuh sama-sama berada dalam Perjanjian Lama, pada zaman mereka terdapat hal-hal yang berbeda. Pada zarnan Nuh Allah tidak menyuruh urnat pilihan-Nya menuju suatu tempat untuk tinggal di sana, tetapi pada zaman Abraham, Allah datang berkata kepada Abraham : (1) Abraham harus meninggalkan negerinya, sanak saudaranya, meninggalkan negeri berhala itu, menuju tanah permai; (2) Abraham harus menyunat semua anak laki-laki yang ada di rumahnya. Pada zaman Nuh, perkara-perkara itu tidak diwahyukan kepada Nuh. Kemudian, dari Abraham sampai Musa, juga muncul banyak perkara yang lain; zaman Musa adalah zaman hukum Taurat. Sampai Tuhan Yesus datang, zaman hukum Taurat pun lewatlah; itu adalah satu perubahan yang besar.
Hari ini Katolik mencampuradukan hal-hal dari zaman-zaman yang berbeda itu. Pakaian yang dikenakan oleh imam, pastur mereka, sedikit banyak adalah menurut model jubah yang dikenakan oleh imam-imam Perjanjian Lama. Demikian juga dengan orang-orang dari kalangan Karismatik, tidak banyak dari antara mereka yang mengenal perbedaan zaman. Mereka senang menyanyikan ayat-ayat Alkitab, tetapi hampir semua yang mereka nyanyikan adalah ayat-ayat Alkitab dalam Perjanjian Lama; kita tidak pernah mendengar mereka menyanyi dengan syair yang berhubungan dengan Efesus 4, karena surat Efesus adalah satu kitab yang sangat dalam. Yang bisa dipahami oleh orang-orang aliran Karismatik kebanyakan hanyalah permukaan. Mereka tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh kitab Efesus. Mereka hanya memperhatikan berbahasa lidah.
Karena itu kita harus mempelajari prinsip pengendalian dalam menafsirkan Alkitab, harus mengenal wahyu Allah dalam zaman-zaman yang berbeda. Karena wahyu Allah itu progresif, dari satu tahap masuk ke tahap yang lain, yaitu dari satu zaman masuk ke dalam zaman yang lain.
c. Penafsiran apa pun atas Alkitab yang unik ini harus memperhatikan wahyu kecilnya, tetapi wahyu kecilnya tidak seharusnya ditafsirkan berlawanan, tidak segaris atau tidak serasi dengan wahyu utama Alkitab yang unik dan konsisten ini. Wahyu utama dalam Alkitab adalah inti Alkitab. Selain wahyu yang utama, yang inti, dalam Alkitab masih ada beberapa wahyu yang kecil, yang merupakan carang dari wahyu yang besar. Misalnya : sebatang pohon ada pokoknya, juga ada carang-carangnya; ketika memperhatikan dan menekankan pokoknya, kita tidak seharusnya melupakan carang-carangnya. Kita sangat menekankan wahyu inti Alkitab, tetapi kita tidak seharusnya melupakan wahyu carang-carangnya. Saya harap kalian jelas tentang butir-butir ini. Misalnya, tentang penudungan kepala. Setiap saudari seharusnya bertudung kepala, karena hal ini dikatakan dengan tegas dalam 1 Korintus 11. Tetapi, penudungan kepala bukan wahyu inti Alkitab. Meskipun kita tidak seharusnya mengabaikan wahyu rantingnya, tetapi kita juga tidak boleh memeliharanya melulu berdasarkan huruf. Hari ini di tengah-tengah orang-orang yang menekankan masalah penudungan kepala ada satu pertentangan yang memperdebatkan penudung kepala itu harus berwarna putih atau warna hitam, memakai topi atau memakai selendang yang panjang. Semua perdebatan itu tidak berarti. Penudungan kepala adalah untuk mengingatkan kita, bahwa kita semua harus berada di bawah status Kristus sebagai Kepala, sebagaimana Kristus ada di bawah kekepalaan Allah Bapa. Kita harus memperhatikan realitas yang diwahyukan oleh ranting-ranting tersebut.
Wahyu yang Unik,
yang Utama dari Alkitab Unik Ini
Adalah Isi yang Unik dari Ekonomi Allah
Wahyu yang unik, yang utama dari Alkitab yang unik ini adalah isi yang unik dari ekonomi Allah. Saya yakin, jika kita bisa memegang teguh beberapa garis yang disinggung di atas, kita akan memiliki satu Alkitab yang tepat. Orang-orang Kristen mempelajari dan menyelidiki Alkitab hampir 2000 tahun lamanya, tetapi banyak bagian yang ditafsirkan dengan salah. Saudara Watchman Nee mengeluarkan banyak waktu untuk menghimpun penafsiranpenafsiran yang tidak ada kesalahannya. Dalam waktu 18 tahun saya bekerja bersamanya, dia memberitahu saya halhal yang telah dihimpunnya itu. Karena itu penafsiran kita terhadap Alkitab hari ini adalah berdasarkan semua penafsiran yang tepat selama 19 abad ini. Saya tidak berani berkata bahwa kita mutlak tidak bisa salah; tetapi saya berkeyakinan untuk memberi Anda garansi, bahwa semua penafsiran di dalam Alkitab versi Pemulihan kita sangatlah murni, sama sekali tidak ada penafsiran yang menyeleweng. Sesungguhnya, versi Pemulihan bukan versi hasil Witness Lee, karena pemahaman saya terhadap Alkitab 100 persen adalah berdasarkan penafsiran saudara Watchman Nee. Dan penafsiran saudara Watchman Nee adalah berdasarkan penafsiran yang tepat dari seluruh kaum beriman selama 19 abad ini. Ini tidak berarti bahwa saudara Watchman Nee sendiri tidak nampak sesuatu apa pun; juga tidak berarti bahwa saya tidak merniliki penampakan apa pun. Tetapi pemahaman kita berdiri di atas dasar yang tepat dari orang-orang selama 19 abad ini.
SATU ALLAH -- SATU EKONOMI
Butir kedua dari sepuluh "satu" yang besar dan penting adalah satu Allah. Allah ini adalah Allah swa-ada dan kekal ada (Kel. 3:14). Dia juga Tritunggal - Bapa, Putra, Roh (Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13). Kita berkata, bahwa kita hanya memiliki satu Allah. Ada agama-agama lain yang juga berkata bahwa mereka hanya memiliki satu Allah. Tetapi terhadap orang yang berbeda, Allah yang satu ini seharusnya mempunyai seluk beluk yang sama.
Allah Tritunggal yang kita kenal ini memiliki satu kedambaan (Ef. 1:5,9). Menurut kedambaan-Nya ini, Dia merancang dan membuat satu ekonomi yang kekal (1 Tim. 1:4b; Ef. 1:10; 19), yaitu agar manusia sama dengan Dia dalam hayat dan sifat, tetapi tidak dalam ke-Allahan-Nya. Banyak orang yang disebut orang Kristen, namun mereka tidak percaya akan hal ini; ada orang berkata, Kristus adalah manusia; ada yang berkata, Kristus bukan manusia. Tetapi kita percaya, bahwa kedambaan hati Allah ialah ingin agar manusia seperti Dia dalam hayat dan sifat, tetapi bukan sama seperti Dia dalam ke-Allahan.
Dalam ekonomi kekal-Nya, Allah ingin diri-Nya menjadi satu dengan manusia dan manusia menjadi satu dengan diri-Nya, sehingga Dia diperbesar dan diperluas dalam ekspresi-Nya, agar semua atribut ilahi-Nya dapat terekspresi dalam kebajikan insani. Sedikit sekali orang Kristen yang mengenal perkara Allah menjadi manusia sampai tahap sedemikian.
Sarana pertama dalam perencanaan ekonomi kekalNya menurut kehendak hati-Nya adalah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26-27). Setelah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri, suatu hari Dia datang menjadi daging, menjadi seorang manusia, berbagian dalam sifat manusia (Ibr. 2:14a).
Sebagai seorang manusia, Ia menempuh penghidupan insani di bumi, mengekspresikan atribut-Nya melalui kebajikan manusia; manusia ini adalah Yesus. Kemudian, Dia melewati kematian yang aimuhit, lalu bangkit, menghasilkan Putra sulung Allah, bahkan menjadi Roh pemberi-hayat (Rm. 8:29; Kis. 13:33; 1 Kor. 15:45). Setelah merampungkan semua ini, Dia menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam orang-orang pilihan-Nya, melahirkan kembali mereka dengan diri-Nya sebagai hayat mereka, untuk menghasilkan banyak putra, yaitu menghasilkan banyak manusia-Allah (1 Ptr. 1:3). Allah kennudian membentuk gereja dengan banyak putra, membangun Tubuh Kristus dengan saudara-saudara Kristus yang banyak itu untuk menjadi organisme Allah Tritunggal yang telah meialui proses dan rampung sempurna. Akhirnya, semuanya akan rampung sempurna dalam Yerusalem Baru sebagai perbesaran dan ekspresi kekal-Nya. Inilah ekonomi Allah.
Saya harap, kalian semua tidak hanya memperhatikan perkataan-perkataan ini, juga harus memberitakannya kepada orang; kalian harus menjadi orang-orang yang menyebarkan berita ini. Paulus pernah menyuruh Timotius untuk tinggal di Efesus, agar menasihati orang-orang tertentu untuk tidak membicarakan ajaran yang berbeda dengan ekonomi Allah (1 Tim. 1:3). Karena itu, kaum saleh kekasih, kita semua harus terkendali oleh prinsip ini, jangan memberitakan perkara-perkara yang berbeda yang ada di luar ekonomi Allah. Saya juga menganjuri kalian untuk mengeluarkan waktu yang lebih banyak dengan sekuatnya menyelidiki dan membaca semua butir-butir ini.