PENYERUPAAN
Pembacaan Alkitab
Rm. 6:3-5; 8:29; Flp. 3:10, 21; 2 Kor. 3:18; Ef. 4:20-21.
Garis Besar
I. Bentuk-hayat, kekuatan-hayat, esensi-hayat
II. Diserupakan dengan gambar Kristus
III. Dengan pertumbuhan hayat dan pemberesan lingkungan
IV. Cetakan dan adonan
V. Diserupakan dengan tubuh kemuliaan Tuhan
Roma 8:29 mengatakan, ”Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditakdirkan untuk diserupakan dengan gambar Putra-Nya, yaitu supaya Dia menjadi Yang Sulung di antara banyak saudara.”
I. BENTUK-HAYAT, KEKUATAN-HAYAT, ESENSI-HAYAT
Setiap hayat memiliki bentuknya tersendiri. Sebagai contoh, seekor anjing mempunyai satu bentuk dan seekor ayam mempunyai bentuk yang lain. Pertumbuhan suatu hayat tertentu menghasilkan bentuk yang penuh dari hayat tersebut. Hari ini kita adalah putra-putra Allah, tetapi kita belum mempunyai bentuk yang penuh, bentuk yang lengkap, dari putra-putra Allah. Oleh karena itu, dengan pertumbuhan dan transformasi kita perlu diserupakan dengan gambar Kristus. Akhirnya, kita akan secara lengkap diserupakan dengan gambar-Nya. Lalu kita akan memiliki bentuk-hayat yang penuh yang dihasilkan dari kekuatan-hayat dengan esensi-hayat. Anyelir, ayam, dan anjing semuanya memiliki bentuk-hayat yang berbeda-beda sesuai dengan esensi-hayat mereka. Anyelir memiliki bentuk anyelir karena ia memiliki esensi-hayat anyelir. Esensi anyelir berkembang menjadi bentuk anyelir dengan menggunakan kekuatan-hayat di dalam anyelir tersebut. Puji Tuhan kerena kita memiliki esensi-hayat dan kekuatan-hayat di dalam kita! Kekuatan-hayat ini sedang membentuk kita ke dalam gambar Putra Allah. Melalui fungsi pembentukan dari kekuatan-hayat ini, kita akan sepenuhnya diserupakan dengan gambar Kristus.
II. DISERUPAKAN DENGAN GAMBAR KRISTUS
Kita telah ditakdirkan oleh Allah untuk diserupakan dengan gambar Kristus. Suatu hari, kita akan menjadi seperti Dia luar-dalam. Pertama, Kristus telah mati untuk membereskan masalah obyektif kita di hadapan Allah. Kedua, Ia telah melahirkan kita kembali dengan hayat ilahi oleh Roh pemberi hayat. Ketiga, Ia sedang menguduskan kita dengan sifat kudus-Nya. Keempat, Ia sedang mentransformasi kita dari persona lama ke dalam persona baru. Kita sedang diubah dalam hayat dan sifat, bukan hanya bentuk luarannya saja. Kelima, Ia sedang menyerupakan kita dengan gambar-Nya sendiri. Suatu keselamatan yang luar biasa!
III. DENGAN PERTUMBUHAN HAYAT
DAN PEMBERESAN LINGKUNGAN
Hayat yang Ia masukkan ke dalam kita bertumbuh. Pada saat ia bertumbuh, ia menguduskan dan mentransformasi kita. Pada saat kita sedang ditransformasi, kita juga diserupakan dengan gambar-Nya di dalam kita. Di luar, kita memiliki penderitaan-penderitaan, tetapi di dalam kita, Roh itu sedang bekerja. Pada saat kita berdoa atau menyeru nama-Nya, kita menjamah Dia dan Ia menyerupakan kita sedikit lebih banyak lagi dengan gambar-Nya.
IV. CETAKAN DAN ADONAN
Putra sulung Allah adalah prototipenya, dan kita adalah produksi massalnya. Kristus adalah model, cetakan, dan polanya. Allah telah menempatkan kita semua ke dalam Dia supaya kita bisa dicetak ke dalam gambar Putra sulung-Nya. Akhirnya kita semua akan diserupakan dengan cetakan itu. Kadang-kadang ketika para saudari membuat kue, mereka memasukkan adonan ke dalam cetakan. Dengan dimasukkan ke dalam cetakan itu, adonan mengambil pola dan gambar dari cetakan. Lebih jauh lagi, adonan juga harus dibakar sehingga kue tersebut bisa memiliki pola cetakan tanpa adanya perubahan. Jika adonan tersebut dapat berbicara, ia mungkin akan berteriak, ”Saudari, belaskasihanilah aku. Jangan menekan-nekan sekuat itu. Aku tidak dapat menahannya. Mohon berhentilah.” Akan tetapi, saudari tersebut akan menjawab, ”Jika aku berhenti, bagaimana engkau bisa sesuai dengan pola cetakan tersebut? Adonan yang baik, setelah dicetak engkau harus dimasukkan ke dalam oven. Engkau mungkin mengira bahwa tekanan tadi merupakan penderitaan yang cukup besar bagimu, tetapi engkau juga memerlukan pembakaran. Setelah engkau mengalami penekanan dan panas yang hebat engkau akan memiliki pola dari cetakan tersebut secara permanen.” Demikian juga, Kristus, Putra sulung Allah, adalah prototipe, pola, dan cetakan, dan kita adalah gumpalan adonannya. Kita semua telah dimasukkan ke dalam cetakan, dan sekarang sedang diremas oleh tangan Allah.
Kristus adalah cetakan itu dan kita adalah adonannya. Melalui situasi yang di luar dan pekerjaan Roh itu yang di dalam, kita diserupakan.
V. DISERUPAKAN DENGAN TUBUH KEMULIAAN TUHAN
Setelah proses ini rampung, tubuh kita akan diserupakan dengan tubuh dari kemuliaan Tuhan (Flp. 3:21). Itu akan menjadi langkah besar yang terakhir dari penyerupaan. Pada saat itu, kita akan menjadi seperti Dia di dalam dan di luar. Ini akan menjadi penggenapan dari tujuan kekal Allah. Kita akan menjadi manusia korporat dalam gambar-Nya untuk mengekspresikan Dia dan dengan otoritas penuh-Nya mewakili Dia selamanya.
Pertanyaan
1. Jelaskan istilah ”Bentuk-hayat, kekuatan-hayat, dan esensi-hayat.”
2. Bagaimana hubungan penyerupaan dengan pengudusan dan transformasi?
3. Dua faktor apa yang sedang bekerja untuk menyerupakan kita dengan gambar Kristus? Dapatkah Anda menceritakan pengalaman Anda?