← Daftar isi Memilih Salib · bab 4/4

PEREMUKAN

1. Kekuatan alamiah dijamah oleh-Nya

Saudara Watchman Nee berkata: Allah harus memimpin kita sampai satu tahap — saya tidak bisa memberi tahu Anda bagaimana Allah memimpin, tetapi Allah pasti bisa memimpin — melalui mengalami penderitaan dan kegelapan, kekuatan alamiah kita dijamah oleh Allah, dikikis secara mendasar, sehingga kita tidak berani mempercayai diri sendiri. Sampai akhirnya, kita tidak lagi “senang” melakukan pekerjaan kekristenan, bahkan takut mengerjakan urusan demi nama Tuhan; tetapi pada saat inilah Allah baru bisa memakai kita.

Saya memberi tahu Anda satu perkara. Setahun setelah saya beroleh selamat, saya sangat senang memberitakan Injil. Di dalam saya seakan-akan ada sesuatu yang mendorong saya, sehingga mau tak mau saya harus melakukannya. Memberitakan Injil menjadi nasib saya. Mungkin Tuhan sangat lapang hati, membiarkan Anda terus berada dalam keadaan ini sampai beberapa waktu. Bukan hanya demikian, Tuhan bahkan sangat memberkati Anda, sampai suatu hari, kekuatan alamiah yang mendorongAnda itu dijamah oleh Allah. Sejak saat itu, Anda tidak lagi karena Anda mau melakukan perkara itu, lalu Anda melakukannya; tetapi karena Tuhan menghendaki Anda melakukan, lalu Anda melakukannya. Allah akan mengikis kekuatan di dalam Anda yang berdasarkan emosi dan pilih kasih, kekuatan yang mengasihi ini dan membenci itu, sampai Anda melakukan satu perkara hanya karena Tuhan menghendaki Anda melakukannya, bukan karena Anda senang melakukannya. Anda mungkin senang melakukan perkara itu, juga mungkin tidak senang melakukan perkara itu; tetapi Anda tetap melakukannya. Allah menghendaki Anda dipimpin sampai tahap ini. Begitu Tuhan menyatakan kedambaan-Nya, Anda segera bereaksi, inilah roh hamba (Mzm. 40:8-9). Tetapi tidak ada orang yang sejak lahir sudah memiliki roh yang demikian. Hanya ketika jiwa Anda, yaitu kekuatan alamiah Anda, markas besar tekad dan emosi Anda, telah dijamah oleh salib, barulah Anda memiliki roh yang demikian. Setiap hamba Allah yang sejati, pasti pernah suatu waktu mengalami “kehilangan kemampuan” yang demikian. Sejak saat itu, dia selamanya tidak bisa pulih, selamanya tidak bisa seperti dulu lagi.

Pada suatu hari Saudara Watchman Nee makan malam bersama seorang saudara muda. Tuhan pernah memimpin saudara ini memahami penanggulangan kekuatan alamiah. Dia berkata kepada Saudara Watchman Nee, “Kalau orang mengetahui bahwa dirinya sudah berjumpa dengan Tuhan, sudah dijamah sampai tuntas oleh Tuhan sehingga kehilangan kekuatan alamiahnya, itu sungguh bahagia.” Hari itu, di atas meja tersaji sepiring kue kering, Saudara Watchman Nee mengambil satu dan membelahnya menjadi dua, sepertinya akan memakannya. Kemudian dengan hati-hati mengembalikan kue yang sudah dibelah itu menjadi satu kembali. Saudara Watchman Nee berkata, “Kue ini dari permukaan kelihatannya tidak ada perbedaan, tetapi sesungguhnya sudah tidak sama. Bila tulang punggung Anda sudah dipatahkan, selanjutnya begitu Allah menjamah dengan ringan, Anda sudah mau taat.”

2. Telah merasakan pengalaman

tulang punggung ditekan oleh Allah

Ada sejangka waktu, Saudara Watchman Nee memimpin banyak sekerja dan saudara saudari yang mengasihi Tuhan menuntut pengalaman Pniel. Pniel membicarakan tentang terang Allah menyoroti kita, mematahkan bagian terkuat dari hayat alamiah kita. Beberapa tahun kemudian seorang saudara di Hongkong bertemu dengan saudari yang berasal dari misionaris Barat, mendengar dia mengisahkan keadaan pada waktu itu. Dia berasal dari keluarga bangsawan di Inggris, sejak kecil sudah beribadah dan mengasihi Tuhan, kemudian menjadi misionaris dari China Inland Mission. Ketika dia mendengarkan Saudara Watchman Nee tentang Pniel, ada dua patah kata yang sangat menjamahnya: “Mematahkan tulang punggung”, “menjamah pangkal paha”. Dia berkata bahwa setiap kali dia ingat berita ini, bayang-bayang Saudara Watchman Nee saat berkhotbah juga muncul di depannya. Saudara Watchman Nee dengan ibu jarinya menekan ke bawah dan berkata, “Pada suatu hari, ketika Anda bertemu dengan Allah, Anda akan mencicipi rasa ibu jari Allah menekan tulang punggung Anda. Kita selamanya tidak mungkin melayani Allah dengan hayat alamiah. Kita juga selamanya tidak berdaya memasuki dunia rohani, kecuali kita pernah sekali dengan secara mendasar mengalami penerangan dari Allah.” Dia berkata bahwa setelah mendengarkan pemberitaan Saudara Watchman Nee, dia sering mencari dan berdoa bersama beberapa orang. Suatu hari dia berkata, “Saudara, kami telah mencicipi rasa Allah dengan ibu jari menekan tulang punggung kami. Terang besar Allah menerangi hatiku, dalam hatiku ada suatu perasaan yang tidak bisa diucapkan, bahkan keyakinan beroleh selamat pun hampir sirna. Setengah tahun lamanya aku tidak berani berbuat apa-apa. Terang Allah secara batiniah menusuk hatiku, membuat aku nampak bahwa di dalamku penuh dengan hayat alamiah (ego).”

Pengalaman Saudara Watchman Nee di aspek ini makin bertambah dari hari ke hari. Ketika dia di mimbar menyampaikan berita-berita semacam ini, kuasa Roh Kudus turun ke atas para hadirin. Banyak orang mendapatkan penerangan, mendapatkan perubahan yang mendasar dalam hayat rohani.

Saudara Watchman Nee menulis dua nyanyian mengenai aspek pengalaman ini, yang satu adalah Kidung No. 310 “Tak tersaing di hidupnya”, khusus menggambarkan seumur hidup Yakub, dengan sangat dalam membedah pengalaman Pniel. Satu nyanyian lagi adalah Kidung No. 316 “Kemampuanku karena rahmat”, membicarakan hayat alamiah Ayub diterangi dan ditanggulangi Tuhan. Nyanyian-nyanyian ini menyatakan pengalaman rohani dalam seumur hidupnya.

Saudara Watchman Nee berkata: Sering kali, Tuhan mengizinkan Anda karena keputusan Anda, mendapatkan akibat yang serius. Anda memutuskan satu perkara, tetapi gagal; memutuskan satu perkara lagi, gagal lagi. Sampai suatu saat, Anda berkata, “Aku takut kepada keputusanku, seperti takut kepada api neraka. Aku takut keputusanku mengandung penyakit. Aku takut pandanganku mengandung penyakit. Aku takut caraku mengandung penyakit. Tuhan! Aku memang mudah salah, sering salah! Tuhan! Kalau Engkau tidak membelaskasihani aku, kalau Engkau tidak menopangku, kalau tangan-Mu tidak menghalangiku, aku pasti salah.”

Sering kali keputusan kita begitu ringan, pandangan kita begitu sederhana; tetapi setelah kita mengalami berbagai macam kegagalan, kita bisa tunduk dan berkata, “Ya Allah, aku tidak berani berpikir, aku juga tidak berani memutuskan.” Allah akan melalui berbagai macam perkara, berbagai macam orang, dari berbagai arah, menanggulangi kita. Inilah pendisiplinan Roh Kudus; inilah Allah dengan ibu jari-Nya menekan tulang punggung kita, Allah dengan tangan-Nya menjamah sendi pangkal paha kita.

Kita perlu diselamatkan di depan Allah. Allah harus melakukan satu pekerjaan di atas diri Anda, menanggulangi bagian Anda yang paling kuat, meremukkan bagian Anda yang paling kuat. Dengan demikian, roh Anda baru bisa keluar, dan tidak membawa barang-barang campuran yang lain.

3. Tiga prinsip penting dalam pekerjaan

Saudara Watchman Nee telah melihat tiga prinsip penting untuk bekerja bagi Allah: Allah sendiri sebagai Pemrakarsa, juga Pelaksana pekerjaan, akhirnya Dia adalah kesimpulan sasaran pekerjaan. Tetapi pada umumnya orang Kristen sering mengabaikan hal-hal ini. Setiap kali mereka melihat seseorang yang sangat pandai, pandai berbicara, bersemangat tinggi, pandai mengatur urusan, mereka segera berangan-angan kalau orang ini bisa khusus untuk Kristus, sungguh baik sekali. Siapa tahu, pandangan semacam ini sama dengan menganggap pekerjaan Allah masih bisa dilakukan berdasarkan kemampuan manusia, ini salah sekali. Saudara Watchman Nee benar-benar memahami pentingnya tiga prinsip ini. Meskipun dia dengan sekuatnya bekerja bagi Allah, tetapi dia melakukannya berdasarkan kekuatan Allah. Dia mengenal kebenaran yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, “Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak” (Yoh. 5:19). Dia juga tahu makna perkataan Paulus, “Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Kor. 12:9). Saudara Watchman Nee terus mempertahankan ketiga prinsip yang penting ini. Tahun 1939, dia mengisi buku kenang-kenangan seorang sekerja, menulis tiga prinsip yang penting ini:

Pekerjaan

Permulaan — Kehendak Allah

Pelaksanaan — Kekuatan Allah

Kesudahannya — Kemuliaan Allah

Watchman Nee, 30 Agustus 1939

4. Ini hanya kebaikan alamiah saja

Pada suatu kali Saudara Watchman Nee berjumpa dengan seorang saudara yang mengalami kesulitan. Saudara ini sangat miskin, benar-benar perlu bantuan dari orang lain, tetapi di sana, tidak ada orang yang bisa membantunya; sebab itu dalam hati Saudara Watchman Nee merasa, “Bagaimanapun juga aku harus membantunya.” Demikian, Saudara Watchman Nee menyanggupi membantunya. Kebetulan saat itu Saudara Watchman Nee sendiri tidak berkelebihan. Sebab itu, ia harus berkorban cukup besar untuk membantu orang itu, seakan-akan melebihi kekuatannya. Menurut pandangan umum, ini benar, setelah melakukan, seharusnya ada sukacita. Tetapi entah bagaimana, setelah mengeluarkan uang (karena sudah menyanggupi), di dalam terasa kempis. Di dalam ada suara berkata, “Ini hanya kebaikan untuk membantu orang dalam keadaan mendesak, bukan hayat. Ini hanya kesatriaan manusia, kebaikan alamiah, bukan hayat; dilakukan oleh aku sendiri, bukan Allah yang menyuruhku melakukannya.” Setelah itu, Saudara Watchman Nee berkata, “Aku menderita selama dua atau tiga minggu. Meskipun telah memberikan uang kepadanya, tetapi ketika pulang ke rumah, masih perlu menundukkan kepala mengaku dosa kepada Allah, mohon Allah mengampuni.” Jalan kita di depan Allah, bukan masalah baik atau jahat, melainkan masalah hayat yang di dalam. Kalau hayat itu menyuruh Anda melakukan, apa yang Anda lakukan itu memiliki nilai rohani; kalau hayat itu tidak menghendaki Anda melakukan, tetapi Anda melakukannya, meskipun itu kebaikan, itu hanya kebaikan alamiah, bukan yang dikehendaki Allah, hati masih tertegur. Saudara kita yang membantu orang miskin dengan sumber kebaikan alamiah, masih perlu mengaku dosa. Dari hal ini kita dapat mengetahui bahwa dia senantiasa memperhatikan hayat, menempuh jalan hayat, bukan menempuh jalan benar dan salah, jalan jahat dan baik.

Saudara Watchman Nee karena kebaikan alamiah mengaku dosa kepada Allah, mohon pengampunan dari Allah, menyatakan dia menyangkal hayat alamiah egonya, mau menerima peremukan.

Saudara Watchman Nee berkata: Sebagai orang Kristen, seluruh kehidupan kita tergantung pada seberapa banyak kita mengenal Kristus. Semakin banyak aku mengenal Kristus, semakin banyak pula kebajikan Kristus terekspresi pada diriku. Selain Kristus, orang Kristen tidak ada kebajikan; semua kebajikan orang Kristen adalah Kristus. Semua kebajikan orang Kristen bukan perbuatannya sendiri, melainkan pengaliran Kristus, Kristus terpantul dari diri kita. Saudara saudari, kalau Anda mengenal ini, Anda akan menengadah berkata kepada Tuhan, “Dulu aku menjadi orang Kristen bersandar diri sendiri, aku salah. Tuhan, puji syukur kepada-Mu, sekarang aku tahu, Engkau adalah kekudusanku, aku mau membiarkan Engkau tertampil keluar dari diriku.”

5. Kisah sepanjang hidup anggur

Tahun 1948, Saudara Watchman Nee mengarang sebuah nyanyian berjudul “Murid”, yang kemudian diubah menjadi “Kisah Sepanjang Hidup Anggur”, yaitu kidung nomor 465. Kita kutip dua bait terakhir:

Prinsip ukur hayat: rugi, bukan untung,

Bukan minum banyak, tapi tuang b’rapa;

Karena kekuatan kasih, pada pengorbanan kasih,

Siapa paling d’rita, paling bisa beri.

Siapa paling ketat, mudah Allah pilih,

Siapa paling luka, dapat seka linang,

Siapa tak biasa dikupas, itu gong yang berkumandang,

Siapa tolong diri, riangnya tak memuncak.

(Kidung, Yasperin 1998: 556)

Setelah kidung ini dikarang olehnya, orang yang mengenalnya bisa merasakan bahwa ini adalah pengalamannya seumur hidup. Dia adalah orang yang mau menerima salib, meremukkan hayat alamiah ego.

6. Menulis surat, membicarakan “peremukan”

Tanggal 1 Maret 1950, Saudara Watchman Nee menulis surat kepada Saudara Weigh Kwang Hsi, membahas “peremukan”. Kita kutip surat itu untuk menjadi contoh bagi kita:

(1) Yang menjadi pemimpin, harus belajar mengasihi, memperhatikan, dan merawat orang lain, berkorban untuk orang lain, memberikan segala-galanya kepada orang lain. Kalau tidak bisa berkorban untuk orang lain, tidak akan bisa menjadi pemimpin. Bila kita mau belajar memberikan segala milik kita — bahkan yang seakan-akan tidak kita miliki — kepada orang lain, niscaya berkat Tuhan akan mulai tercurah.

(2) Kekuatan yang ada di dalam diri pekerja, haruslah seimbang dengan pekerjaan di luar. Melakukan sesuatu dengan paksa, merawak rambang, tergesa-gesa, tidak mengikuti arus, bahkan berjalan mendahului Tuhan, adalah keadaan yang tidak sepatutnya ada. Bila di dalam berlimpah, dengan sendirinya ada aliran, tidak perlu dipaksa. Kamu adalah manusia rohani, bukan menjadi atau berbuat seperti manusia rohani.

(3) Dalam pekerjaan, harus belajar mendengar. Nasihat yang tersirat dalam Kisah Para Rasul 15 ialah mendengar, mendengarkan maksud segenap saudara, karena di dalamnya mungkin ada suara Roh Kudus. Dalam hatimu harus ada rasa takut, tidak dapat mendengar suara saudara-saudara berarti tidak dapat mendengar suara Roh Kudus. Segenap pekerja Tuhan dan penatua haruslah bisa mendengarkan mereka dengan tenang. Berilah kesempatan berbicara kepada mereka. Kamu harus lunak, remuk, dan peka.

(4) Kesulitan kebanyakan orang adalah belum remuk. Mungkin istilah remuk sudah mereka dengar, tetapi maknanya belum mereka pahami. Kalau sudah remuk, pasti tidak berani lagi memutuskan suatu perkara atau memutuskan suatu kebenaran; tidak berani merasa serba tahu terhadap seseorang; tidak berani merasa serba bisa terhadap suatu hal; tidak berani sok kuasa, atau menyuruh orang lain tunduk kepada diri sendiri; tidak berani menilai orang lain begini atau begitu, lalu menanggulanginya dengan ceroboh. Kalau sudah remuk, pasti tidak lagi melindungi diri sendiri, dan tidak ada lagi yang perlu dikenang.

(5) Jangan tegang atau tergopoh-gopoh dalam bersidang atau menempuh hidup gereja. Terhadap urusan-urusan gereja belajarlah tidak “memborong”, melainkan bagikanlah urusan-urusan itu kepada saudara-saudara lain, dan berilah mereka kesempatan belajar mengambil keputusan. Sebelum menyerahkan urusan itu kepada mereka, kamu cukup memberikan petunjuk dan prinsipnya. Setelah urusannya selesai, lihatlah apakah mereka mengikuti petunjukmu. Hasil “memborong”, kebanyakan pasti salah. Berhati-hatilah dalam sidang, jangan terlalu menonjolkan diri; kalau tidak, saudara-saudara lainnya akan merasa kamu yang melakukan semuanya. Belajarlah mempercayai saudara-saudara, dan bagilah kepercayaan itu kepada mereka.

(6) Roh Allah dalam gereja tidak dapat dipaksakan. Kamu harus menaati-Nya. Jika tidak, begitu Ia menghentikan urapan minyak-Nya, gereja akan merasa letih, dan mungkin merasa jemu. Bila rohmu kuat, dalam sepuluh menit saja kamu sudah dapat “menerobos” dan “menanggulangi” para pendengar. Sebaliknya, bila rohmu lemah, walaupun kamu “mengeluarkan suara keras” untuk “menggertak”, dan “menggunakan waktu yang lebih lama”, itu tidak akan dapat menolong, malah mencelakakan.

(7) Berkhotbah jangan bertele-tele, karena itu bisa membuat roh orang penat. Dalam isi pemberitaanmu janganlah kaumasukkan pikiran-pikiran biasa dan kata-kata rendahan. Singkirkanlah perumpamaan-perumpamaan yang kekanak-kanakan dan alasan-alasan yang menyebabkan orang merasa terlalu dibuat-buat dan kekanak-kanakan. Belajarlah menandaskan hal-hal terpenting dalam waktu setengah jam saja. Jangan sekali-kali mengira bahwa apa yang senang kamu katakan itu tentu firman Allah.

(8) Bercakap-cakap merupakan pencobaan dalam Sidang Doa. Sidang Doa ialah berdoa. Begitu banyak cakap, hati nurani akan merasa berat, dan doa pun gagal.

(9) Penanggulangan yang kulakukan ketika di Kuling tahun 1948, itu merupakan satu perkecualian. Sebelum menanggulangi sesuatu, pekerja yang bersangkutan harus banyak belajar lebih dulu. Bila tidak cukup belajarnya, tidak cukup pengetahuannya, tidak cukup peremukannya, maka tidak tepat pula keputusannya, jika demikian mustahil dapat menanggulangi orang. Jangan terlalu cepat merasa mampu melakukan sesuatu, kalaupun mau melakukan, lakukanlah dengan rasa takut dan gentar. Sekali-kali jangan memandang mudah hal-hal rohani. Belajarlah dalam hal berpikir.

(10) Belajarlah tidak mempercayai keputusan sendiri. Apa yang dianggap benar belum tentu benar, apa yang dianggap tidak benar, belum tentu tidak benar. Kalau mau belajar dengan rendah hati, paling cepat pun akan memakan waktu beberapa tahun. Maka saat ini, tidaklah seharusnya merasa sudah mampu atau terlalu yakin.

(11) Sungguh berbahaya bila orang menuruti keputusanmu yang belum mencapai taraf terandalkan. Pekerjaan Tuhan yang pertama pada dirimu adalah menanggulangi pikiranmu, dan meremukkan dirimu. Setelah itu baru kamu bisa mengerti kehendak Allah dan menjalankan wewenang-Nya. Wewenang adalah berdasarkan mengerti kehendak Allah. Bila tidak ada kehendak Allah dan maksud Allah, tidak ada pula wewenang Allah.

(12) Kapasitas seorang hamba Allah harus diperluas oleh Allah. Aku percaya, Allah sedang mengerjakan hal ini. Janganlah menengok ke dalam, kalau tidak, kamu akan putus asa. Mungkin Allah mengingini kamu memikul tanggung jawab sebagai pemimpin. Untuk pekerjaan di Hongkong, mungkin ada beberapa orang saudara yang telah diatur Allah untuk ikut ambil bagian. Aku pikir, sepatutnya kita merasa lega.

Suratku ini sangat panjang, kuharap kamu mau membacanya dengan cermat di hadapan Tuhan. Aku tahu, anjuranku ini sangat sulit. Semoga Tuhan bisa meremukkan kamu, sehingga kamu dapat berguna di dalam tangan-Nya.

7. Menerima pendisiplinan Roh Kudus —

ditanggulangi, diremukkan dan disusun

Saudara Watchman Nee berkata: Peremukan manusia lahiriah adalah pengalaman mendasar dari setiap orang yang melayani Allah. Allah perlu meremukkan manusia lahiriah kita, agar kita bisa melakukan pekerjaan yang efektif bagi-Nya.

Kalau tidak ada pendisiplinan Roh Kudus, tidak ada pekerjaan. Sekalipun Anda adalah orang yang paling pandai di dunia, juga tidak berguna. Tak peduli bagaimana pandainya Anda, tidak peduli betapa tingginya pengetahuan Anda, juga tidak berguna. Hanya orang yang sudah dibongkar baru berguna.

Pendisiplinan Roh Kudus adalah untuk membongkar sifat alamiah kita, kebiasaan kita, supaya di atas diri kita ada susunan Roh Kudus, supaya kita menjadi matang, lunak, dan manis. Pendisiplinan Roh Kudus adalah cara terbesar untuk menerima anugerah. Membaca Alkitab, berdoa, bersidang, dan berbagai macam cara menerima anugerah, semua itu tidak bisa menggantikan pendisiplinan Roh Kudus.

Semua perkara yang terjadi di atas diri kita, mempunyai maknanya sendiri, semua adalah pengaturan Allah. Kita harus taat di bawah pengaturan Allah, membiarkan Allah dalam setiap perkara, di mana saja, meremukkan kita. Mohon Allah membuka mata kita, supaya kita melihat tangan Allah. Jangan seperti nabi Bileam, mata keledai saja sudah tercelik melihat malaikat Allah menghadang di depan, tetapi Bileam yang menganggap dirinya nabi, belum melihatnya, bahkan memukul keledainya, menyalahkan keledainya.

Kita tidak hanya menerima pendisiplinan Roh Kudus, juga memuji pendisiplinan Roh Kudus; tidak hanya menerima tangan Tuhan, juga bernyanyi untuk tangan Tuhan; tidak hanya menerima hajaran dari Tuhan, juga dengan sukarela menerima hajaran dari Tuhan; dengan demikian sebuah pintu yang mulia akan terbuka bagi kita.

8. Melalui sakit flu mendapat pelajaran apa

Pada suatu kali, Saudara Watchman Nee sakit flu. Miss Barber menyuratinya bertanya, “Saudara, kali ini Anda sakit flu, pelajaran apa yang Anda dapatkan?” Saudara Watchman Nee berpikir: Kalau sakit tifus, ditanya pelajaran apa yang didapat dari Allah, ini mungkin masih bisa dikatakan benar. Apakah sakit flu biasa saja juga perlu ditanya pelajaran apa yang didapat dari Allah? Namun ternyata Saudara Watchman Nee mendapatkan bantuan darinya, lalu membalas suratnya, “Tadinya aku tidak menaruh perhatian, karena Anda bertanya, aku teringat, aku telah ditanggulangi oleh Allah, aku telah diubah oleh-Nya.” Setiap perkara yang menimpa kita telah dipertimbangkan dan ditakar oleh Allah bagi kita. Kita harus menerima penanggulangan yang Allah berikan kepada kita.

Saudara Watchman Nee berkata: Dalam setiap kejadian, kalau Anda tidak nampak Allah di atas diri Anda hendak melakukan apa, Anda harus meminta kepada Allah, “Ya Allah! Bukalah mataku, supaya aku nampak pekerjaan tangan-Mu.” Sering kali mata keledai lebih terang daripada mata orang yang menganggap dirinya nabi. Mata keledai sudah melihat malaikat TUHAN, tetapi orang yang menganggap dirinya nabi masih belum melihat apa-apa.

9. Meremukkan manusia lahiriah,

supaya roh keluar

Saudara Watchman Nee berkata: Makna salib adalah meremukkan manusia lahiriah, membongkar manusia lahiriah, membongkar opini Anda, kepandaian Anda, sifat Anda yang mengasihi diri sendiri, . . . , semuanya dibongkar, kemudian manusia batiniah Anda baru bisa keluar, roh Anda baru bisa dipakai, supaya yang orang temukan di atas diri Anda adalah roh, bukan cita rasa Anda yang semula. Kita harus membiarkan Tuhan membuka satu jalan di atas diri kita.

Saudara James yang pekerja tambang, bukan seorang yang berpendidikan atau seorang yang mempunyai karunia khusus; tetapi dia mempunyai satu ciri, yaitu dia adalah seorang yang diremukkan. Kali pertama dia berkhotbah adalah pada usia 23 tahun, tak lama setelah ia beroleh selamat. Dalam suatu sidang, ia mendengar seseorang sedang berkhotbah. Hatinya sangat terdesak untuk menyelamatkan orang, lalu ia minta izin kepada orang yang berkhotbah untuk naik berbicara. Tetapi ketika ia naik, sepatah kata pun tidak bisa keluar dari mulutnya. Namun hatinya penuh dengan kegairahan menyelamatkan jiwa orang, air matanya mengalir deras. Akhirnya dia berteriak dua tiga kata. Saat itu Roh Allah memenuhi tempat sidang, orang-orang merasakan dosanya sendiri, dan keadaan dirinya yang terhilang. Orang lahiriah diremukkan. Dia tidak banyak bicara, tetapi rohnya keluar, sehingga orang lain bisa beroleh selamat melaluinya.

Orang yang belum menerima penanggulangan, meskipun menghafalkan lebih banyak doktrin, juga tidak berguna. Kita bisa menyelamatkan orang bila roh kita menjamah roh orang lain. Kalau manusia lahiriah Anda membelenggu roh, Injil tidak bisa keluar dari diri Anda, Tuhan pun tidak memiliki jalan di atas diri Anda. Sebab itu, kita harus terus menanggulangi manusia lahiriah kita.

Yang penting hari ini bukan bagaimana kita bisa mendapatkan hayat, melainkan bagaimana hayat bisa keluar dari diri kita. Diri kita harus diremukkan oleh Tuhan, agar kita bisa menjadi berkat gereja, dan orang lain bisa mendapatkan anugerah Allah dari diri kita. Kita yang mempersembahkan diri kepada Tuhan untuk melayani Tuhan, harus siap diremukkan, tidak bisa kendur, tidak bisa mempertahankan diri sendiri, harus membiarkan Tuhan meremukkan manusia lahiriah kita sampai hancur.

Setelah manusia lahiriah kita dipukul, ditanggulangi, melalui berbagai macam kejadian, sehingga ada bekas luka di atas diri kita, barulah kita bisa membiarkan roh di dalam kita keluar. Doktrin dan teologi tidak banyak gunanya; hanya memiliki pengetahuan Alkitab tidak banyak gunanya. Ketika Allah keluar dari diri Anda, barulah berguna. Kalau manusia lahiriah kita tidak dibongkar, yang kita miliki adalah pengetahuan dalam otak, itu tidak banyak gunanya. Semoga Tuhan menanggulangi kita dengan tuntas, sehingga di atas diri kita banyak bekas luka, supaya Allah bisa keluar.

Orang yang sudah diremukkan oleh Allah akan menyatakan kemuliaan Allah. Ingatlah kisah Yakub dalam Perjanjian Lama. Di dalam rahim ibunya, ia sudah berebut dengan kakaknya. Ia nakal, licik, banyak akal, bergulat dengan malaikat, kekuatan alamiahnya kuat, tetapi seumur hidupnya penuh dengan penderitaan, berkali-kali ditanggulangi oleh Allah, sering mengalami perkara yang tidak lancar, terus dipukul oleh Allah. Akhirnya dia berubah. Sampai ketika berusia lanjut, dia benar-benar terang. Perkataannya kepada Firaun di Mesir sangatlah berwibawa. Menjelang meninggal dunia, ia bersandar kepada kepala tongkatnya dan menyembah Allah. Ketika memberkati anak cucunya, ia sangatlah jelas. Setelah mengalami penanggulangan puluhan tahun, manusia lahiriah Yakub terbongkar. Saat dia berusia lanjut, ia menjadi matang. Dari dirinya kita dapat melihat keindahan kemuliaan Allah.

Kita harus mengerti, Tuhan hendak meremukkan manusia lahiriah kita. Sebab itu, perkara yang seumur hidup kita lewati, setiap perkara yang kita alami, semua untuk mencapai tujuan Allah, membongkar, meremukkan diri kita. Di sini kita jangan sekali-kali tidak terima, tidak senang, menggerutu. Ketahuilah, inilah kebaikan yang tertinggi yang Allah berikan kepada kita.

Sebagaimana Kristus sepenuhnya mengekspresikan Allah, tidak menjadi penghalang Allah; begitu juga gereja perlu sepenuhnya mengekspresikan Allah, tidak menjadi penghalang Allah. Allah selangkah demi selangkah menanggulangi gereja, sampai suatu hari, gereja tidak menjadi penghalang Allah, tetapi mengekspresikan Allah. Hari ini kita hanya menundukkan kepala berkata, “Tuhan! Kami malu. Tuhan! Kami melalaikan pekerjaan-Mu; kami menghalangi hayat-Mu; kami menghalangi Injil-Mu; kami menghalangi kekuatan-Mu.” Setiap orang harus berkata kepada Allah, “Ya Allah! Aku mempersembahkan diri kepada-Mu, biar Engkau bekerja di atas diriku, menanggulangi diriku. Aku harap Engkau mempunyai jalan di atas diriku.” Demikian, pekerjaan Roh Kudus atas diri kita akan diperkuat.

Hari ini Anda menyerahkan diri Anda ke tangan Tuhan, “Tuhan, dulu aku seperti orang buta; Engkau akan dari mana memimpinku, aku tidak tahu; Engkau akan ke mana membawaku, aku juga tidak tahu. Hari ini aku tahu Engkau akan membongkar diriku. Hari ini aku menyerahkan diri kepada-Mu.” Mungkin sudah lima tahun, sepuluh tahun, Anda masih belum berbuah, tetapi hari ini Anda akan berbuah. Tuhan di atas diri Anda akan membongkar banyak perkara yang dulu Anda tidak ketahui.

10. Mengapa tidak ada bekas luka padamu

Setelah kekuasaan pemerintahan di Shanghai pindah tangan, Saudara Watchman Nee menerjemahkan dan menulis kidung nomor 467, “Mengapa kau tak luka?”. Ini juga berita yang paling akhir yang terus dia tekankan — remuknya hayat alamiah dan pertumbuhan hayat rohani. Tiga bait pertama nyanyian ini ditulis oleh Amy Carmichael (1867-1951), empat bait terakhir ditambahkan oleh Saudara Watchman Nee ketika dia menerjemahkannya. Selanjutnya dia memasuki salib yang lebih berat, sampai dia mati martir.

Saudara Watchman Nee berkata: Orang yang sudah melewati penanggulangan Allah, baru bisa mengalirkan hayat. Pengaturan Tuhan dalam situasi, selalu akan mencukil kita dengan pisau, dengan demikian barulah manusia batiniah kita bisa keluar, hayat baru bisa mengalir. Saya harap Anda bisa menengadah kepada Allah dan berkata, “Tuhan, aku persilakan Engkau bekerja, baik secara bertahap maupun secara cepat, mohon Engkau membuat satu luka di atas diriku, sehingga Engkau mempunyai jalan keluar.”

11. Ministri dengan peremukan

Dalam Sidang Sekerja di jalan Hardoon Shanghai pada tanggal 30 April 1948, Saudara Witness Lee bertanya kepada Saudara Watchman Nee, apa hubungan pengenalan hayat dengan pelayanan? Saudara Watchman Nee menjawab:

Kata “mengenal” tidak bisa mewakili jalan yang kita tempuh ini. Ministri seseorang bisa keluar atau tidak, tidak hanya dilihat dari apakah dia mengenal atau tidak mengenal hayat, tetapi juga dilihat dari apakah manusia lahiriahnya bisa diremukkan. Isi ministri tergantung pada hayat yang di dalam. Manusia memiliki manusia batiniah, juga memiliki manusia lahiriah. Ada orang, yang manusia lahiriahnya sudah diremukkan, sebab itu Anda melihat ministrinya bisa keluar. Beberapa tahun yang lalu, saya dalam sidang hari Minggu menyampaikan satu judul, yaitu “Batini dan Respons Batini”. Orang yang manusia lahiriahnya belum diremukkan, mungkin hanya dari tempat yang dangkal berseru kepada tempat yang dangkal saja.

Saudara-saudara yang di utara China satu per satu pandai berkhotbah. Tetapi begitu Anda menyentuh mereka, Anda segera merasa tidak pas. Mereka seperti minyak yang di atas air, mengambang, tidak ada kedalaman. Kalau Anda menyuruh mereka berkhotbah, mereka boleh memakai otaknya yang pandai berkhotbah selama dua jam; tetapi selesai khotbah, Anda sama sekali tidak menyentuh rohnya.

Hari ini yang kita perlukan adalah manusia lahiriah dibongkar, kalau manusia lahiriah tidak dibongkar, manusia batiniah tidak bisa keluar. Semua perkara milik lahiriah harus diremukkan. Kalau yang lahiriah telah diremukkan, barulah yang batiniah bisa keluar. Bejana tanah liat perlu diremukkan, barulah harta itu bisa ternyata (lihat 2 Kor. 4:7). Kalau minyak narwastu yang murni tetap berada di dalam buli-buli, keharumannya tidak bisa keluar. Setelah buli-buli itu dipecahkan, bau harumnya baru bisa semerbak keluar (lihat Yoh. 12:3).

Setiap hari Allah menanggulangi kita melalui situasi lingkungan kita. Di satu pihak, Tuhan bekerja di dalam kita; di pihak lain, Tuhan juga mengatur situasi lingkungan kita. Sebenarnya, di atas diri orang Kristen tidak ada yang disebut situasi lingkungan, hanya ada pendisiplinan Roh Kudus. Semua situasi lingkungan adalah pendisiplinan Roh Kudus. Tujuan pendisiplinan ini adalah untuk meremukkan manusia lahiriah kita. Kalau pikiran seseorang sudah diremukkan, manusia batiniahnya baru bisa mengalir; kalau emosi seseorang sudah dipecahkan, manusia batiniahnya baru bisa mengalir.

Dasar ministri terletak pada pengenalan seseorang di hadapan Allah. Tetapi apakah ministri ini bisa keluar, tergantung pada apakah manusia lahiriahnya sudah diremukkan. Saat kita mulai belajar menjadi pelayan firman, perlu belajar mempunyai pengenalan di hadapan Allah. Semakin lama kita semakin nampak, kalau manusia lahiriah tidak diremukkan, kita tidak bisa mempunyai ministri yang sejati. Kalau pohon karet tidak dikerat, tidak bisa mengalirkan getah karet. Orang yang tidak memiliki bekas luka, tidak mungkin bisa memiliki ministri. Di sini tidak ada jalan pintas. Ada orang yang sampai hari ini belum mengetahui bagaimana berbicara dari manusia batiniahnya.

Jangan sekali-kali lupa, apakah seseorang memiliki ministri, tergantung pada tangan penanggulangan Tuhan. Kalau seseorang sudah ditanggulangi, rohnya akan lebih bersih. Apakah roh seseorang bisa keluar, sepenuhnya tergantung pada apakah ia sudah ditanggulangi; apakah roh seseorang bisa bersih, juga tergantung pada orang itu sudah atau belum ditanggulangi. Begitu manusia lahiriah kita diremukkan, manusia batiniah kita baru bisa keluar, sehingga perkataan kita baru bisa masuk ke dalam hati orang. Banyak orang mengira kalau seseorang bisa membawa orang ke dalam suasana yang ramai, bisa membawa orang masuk ke dalam suasana gairah, itu baik. Tetapi kalau manusia lahiriah seseorang belum terkerat, kegunaannya yang sejati hanya sedikit. Pelayanan orang Kristen tergantung pada peremukan, berapa banyak seseorang diremukkan, berapa banyak seseorang terluka, sebanyak itu pula yang mengalir keluar dari dirinya.

Bagaimana roh orang yang berbicara bisa keluar? Satu-satunya jalan adalah tempurung luarnya harus diremukkan. Ada atau tidak ada tempurung yang di luar, menentukan roh manusia batiniahnya bisa keluar atau tidak. Kalau seseorang ingin memiliki roh yang bisa dipakai, manusia lahiriahnya harus dipukul. Ketika kita dilahirkan kembali, Tuhan masuk ke dalam roh kita. Saat itu, roh kita sama seperti tempat maha kudus, penuh dengan terang dan hayat. Tetapi apakah Tuhan bisa keluar dari dalam kita, tergantung manusia lahiriah kita sudah remuk atau belum. Kalau manusia lahiriah sudah diremukkan, maka semua perkara yang di luar tidak bisa menjadi penghalang, sebaliknya menjadi jalan keluarnya. Kalau pikiran dan emosi kita sudah diremukkan, tidak saja tidak bisa menghalangi hayat mengalir keluar, lebih-lebih bisa menjadi saluran di dalam manusia. Seorang yang sudah diremukkan, pikiran dan emosinya akan menjadi pintu gerbang keluarnya manusia batiniahnya. Semua kota di dunia mempunyai empat pintu gerbang, hanya Yerusalem Baru memiliki dua belas pintu gerbang (lihat Why. 21:12). Hari ini apakah Kristus bisa keluar dari diri kita, tergantung apakah kita sudah diremukkan.

Hidung adalah bagian tubuh manusia yang paling menonjol. Kalau seseorang membentur tembok, hidunglah yang paling dulu terbentur tembok. Banyak orang begitu keluar, yang dirasakan oleh orang lain adalah bagian tubuhnya yang paling kuat, paling nyata, yaitu kepandaian atau pikirannya. Orang yang mau melayani Tuhan, bagian luarnya yang paling kuat harus diremukkan; demikian manusia batiniahnya baru bisa keluar. Janganlah setelah percaya Tuhan bertahun-tahun, kita tetap utuh, tetap seperti dulu. Kalau manusia lahiriah ingin diremukkan, perlu penanggulangan Allah yang hebat. Orang yang tidak pernah ditanggulangi oleh Allah, tidak bisa memberi jalan keluar untuk Tuhan (lihat Yer. 48:11-12. Jangan selalu mengalami kenyamanan, perlu dituang, dicurahkan, dipukul; kalau tidak, rasa asalnya masih tetap ada, aromanya tetap tidak berubah, tetap seperti yang dulu).

12. Mengeluarkan harga yang besar

menerima peremukan

Dalam Sidang Sekerja di jalan Hardoon pada tanggal 30 April 1948, Saudara Yu bertanya kepada Saudara Watchman Nee, apakah boleh dikatakan bahwa isi ministri adalah pengenalan terhadap hayat? Saudara Watchman Nee menjawab:

Kita baru bisa mengenal Tuhan setelah ditanggulangi, dipukul oleh Tuhan, belajar pelajaran dari Tuhan. Ketika manusia lahiriah kita dibongkar, kita mulai mengenal Tuhan. Orang belajar mengenal Tuhan ketika ia berada dalam proses dipukul. Sehari lewat sehari kita dipukul oleh Tuhan, sehari lewat sehari pengenalan kita terhadap Tuhan juga bertambah, demikian kita bisa melihat bagaimana hayat Tuhan menggantikan hayat kita. Ini bukan pertambahan hayat, melainkan pertambahan pengenalan. Asalnya kita sudah memiliki hayat ini, tetapi melalui penanggulangan Tuhan, kita semakin dalam mengenal hayat ini.

Hayat yang diterima kaum beriman semuanya limpah; tetapi kita tidak mengenal seberapa limpahnya hayat ini. Ketika tempurung luar kita dibongkar, kita baru tahu betapa limpahnya hayat Tuhan, hayat ini dapat melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan.

Pada masa Perang Eropa, ada seorang yang tubuhnya terkena empat puluh tujuh peluru, tetapi masih hidup. Tubuh manusia bisa menahan penderitaan sebegitu rupa, bisa tahan terkena empat puluh tujuh peluru, masih tetap hidup. Ada orang badannya baik, tetapi tidak pernah dikerat dengan pisau. Orang yang demikian belum terbukti tubuhnya bisa menahan luka yang berapa besar. Kelimpahan hayat Tuhan tidak bisa dibayangkan oleh siapa pun. Untuk itu, seharusnya tidak ada seorang pun yang sedih karena menerima ujian. Ujian hanya menguji iman seseorang, tujuannya untuk mengekspresikan hayat Tuhan. Semua perkara yang Allah berikan kepada kita, semua pengaturan yang Allah berikan kepada kita, bertujuan supaya kita mendapatkan kebaikan dalam hal mengenal Allah. Hanya orang yang telah melewati penanggulangan baru bisa mengenal Allah; hanya orang yang mengenal Allah baru bisa melayani Allah.

Hari ini manusia lahiriah kita perlu diremukkan, agar manusia batiniah terbangun. Kita perlu dengan mutlak meletakkan diri kita di tangan Tuhan, agar Tuhan bisa membawa kita lewat. Kalau kita tidak dengan mutlak menyerahkan diri sendiri ke tangan Tuhan, Tuhan tidak bisa bekerja. Dulu ada seorang saudari, karena bertengkar dengan keluarganya, lalu berkata ingin bunuh diri. Dia berkata akan menceburkan diri ke dalam sungai. Anggota keluarganya mengejar di belakang. Ketika sampai di pinggir sungai, anggota keluarganya melihat bahwa dia masih dengan hati-hati menarik roknya. Mereka segera tahu bahwa dia tidak akan mati bunuh diri. Hari ini kalau kita tidak mempertaruhkan segalanya, tidak ada jalan keluar. Kalau orang khawatir ini, takut itu, di sini hati-hati, di sana was-was, ia tidak bisa berjalan. Orang harus belajar mengeluarkan harga yang hebat. Ingin menjadi orang Kristen, harus menjadi orang Kristen yang hebat, menjadi orang Kristen dengan mutlak. Hari ini adalah akhir zaman, kita memerlukan orang yang hebat, kalau tidak, kita tidak memiliki hari depan rohani. Orang yang setengah hati, tidak rela melepaskan, sulit untuk mengikuti jejak Tuhan. Di tengah-tengah kita harus ada orang yang hebat, barulah Tuhan ada jalan.

13. Terus membicarakan “peremukan”

dan “pembangunan”

Dalam hidupnya Saudara Watchman Nee telah mengalami banyak penderitaan. Dari sekian banyak penderitaan, dia menerima penanggulangan atas hayat alamiahnya, dagingnya, dan egonya. Terakhir, selama enam tahun berhenti menukarkan ministri secara terbuka, pada hari-hari dia disingkirkan, dia belajar satu pelajaran yang mendasar, yaitu manusia lahiriah diremukkan. Sejak tahun 1946, Saudara Witness Lee kembali lagi ke Shanghai kira-kira tiga tahun lamanya. Setiap kali dua atau tiga sekerja berkumpul, Saudara Watchman Nee selalu menekankan perkara ini, yaitu manusia lahiriah, diri sendiri, susunan alamiah, harus diremukkan. Semua perkara yang Anda alami adalah pendisiplinan Roh Kudus untuk melatih, juga meremukkan manusia lahiriah Anda, meremukkan manusia alamiah Anda, supaya roh Anda, yaitu roh yang ditinggali Roh Kudus, bisa dibebaskan. Begitu roh Anda dibebaskan, Roh Kudus juga bersama roh Anda dibebaskan. “Dalam segala hal kami ditindas, . . . dianiaya, . . . dihempaskan . . .” (2 Kor. 4:8-9) yang dialami oleh Paulus, semuanya agar “manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbarui dari hari ke hari” (2 Kor. 4:16).

Saudara Watchman Nee berkata: Tak peduli Anda menyampaikan berita apa, Anda harus membebaskan roh Anda. Tetapi kalau Anda memiliki hayat alamiah, roh Anda tidak mudah dibebaskan. Hayat alamiah sama seperti selapis tempurung, yang membungkus roh. Kulit luar perlu diremukkan, barulah roh yang di dalam bisa terbebaskan, bisa keluar. Begitu roh manusia terbebaskan, Roh Kudus bersama roh manusia mendapatkan kebebasan. Demikian, Roh Allah yang membawa Kristus bisa dengan limpah ruah menyuplai orang lain.

Saat itu, Roh Allah juga membawa masuk mengenal dan melatih roh manusia. Roh manusia terhadap Roh Kudus, sama seperti saklar terhadap aliran listrik. Kalau Anda hendak memakai listrik, asal membuka saklar sudah bisa memakai listrik. Kalau Anda ingin menyentuh Roh Kudus, asal memakai roh Anda sudah bisa menyentuh Roh Kudus. Sebab itu Anda harus memakai roh Anda, kembali ke dalam roh, tinggal di dalam roh. Saat ini kita akan mengenal Kristus adalah Roh pemberi-hayat, “Adam yang terakhir menjadi Roh pemberi-hayat” (1 Kor. 15:45 Tl.). Hanya butir ini saja, entah memberi berapa banyak hayat kepada gereja.

Karena semua wahyu yang di atas, kita dibawa kepada butir ini, yaitu semuanya supaya Anda dan saya bisa dengan riil terbangun. Bukan hanya membicarakan pembangunan, tetapi bertanyalah kepada diri sendiri, siapa yang secara riil terbangun dengan Anda? Kita perlu pembangunan yang riil.

Setelah perang usai, Saudara Watchman Nee terus membicarakan dua hal, kalau tidak membicarakan peremukan manusia lahiriah, pasti membicarakan pembangunan. Dia bisa berkata kepada Anda, “Jangan cerita doktrin. Aku tahu Anda sudah bertahun-tahun mendengarkan doktrin ini. Sekarang Anda harus memberi tahu aku, Anda terbangun bersama siapa?” Saat dia mengajukan pertanyaan ini, jarang sekali sekerja yang bisa memberi jawaban yang memadai, keadaan mereka terbongkar semua; karena saat itu mereka berjalan sendiri-sendiri, tidak ada orang yang berani menyentuh orang lain, semua sangat rapuh, mudah pecah, tetapi ini bukanlah peremukan yang tepat itu. Saat itu para sekerja selain terbongkar, juga belajar banyak. Puji Tuhan!

14. Untuk Tubuh mohon peremukan dari salib

Saudara Watchman Nee berkata: Salib Kristus sangatlah berharga! Dalam ruang lingkup yang bisa dicapai oleh anggota Tubuh, asal anggota Tubuh ini mau membiarkan salib dengan mutlak menanggulangi hayat alamiah dalam dirinya, akan meningkatkan kapasitas seluruh hayat Tubuh. Semoga kita berdoa untuk Tubuh, “Ya Tuhan, remukkan semua keegoisan di dalamku, juga hal-hal yang bisa melemahkan hayat-Mu; untuk perluasan diri-Mu, buatlah aku menjamah ruang lingkup hayat yang dulu belum pernah terjamah!”

Kita seharusnya dengan sukacita menyerahkan diri kita ke tangan-Nya, supaya terhadap Kristus kita bisa mempunyai penglihatan baru yang tegas, sehingga dapat menyuplai orang lain. Kita seharusnya berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan, berilah aku sedikit kapasitas dari-Mu, yang belum pernah diterima oleh Tubuh, supaya umat-Mu bisa mendapatkan kelimpahan, supaya hati-Mu mendapatkan kepuasan.”

15. Menerima peremukan, menolak egoisme

Dalam Sidang Sekerja di jalan Hardoon Shanghai pada tanggal 15 Mei 1948, Saudara Watchman Nee berkata: Kita harus nampak, hari ini bersatu dengan Tubuh itu dapat dilihat, bukan perkataan yang kosong. Sesungguhnya, kalau kita sepaham dengan Kepala, pasti sepaham dengan Tubuh; orang sepaham dengan Tubuh, pasti sepaham dengan Kepala. Perkara ini dapat dilihat, dapat diukur. Yohanes berkata, “Karena siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya” (1 Yoh. 4:20). Kalau dua orang taat kepada Kepala, tentunya dua orang ini tidak bisa bertengkar. Lebih baik mengatakan, “Aku mau taat kepada Tubuh,” daripada pura-pura rohani dan berkata, “Aku tidak ada masalah dengan Kepala, aku taat kepada Kepala.”

Hari ini di setiap tempat banyak orang berbohong, mereka seharusnya belajar maju bersama gereja. Kalau Anda maju bersama gereja, Anda pasti bisa mendapatkan berkat. Orang yang sepaham dengan Tubuh, pasti sepaham dengan Kepala; kalau orang berkata dirinya sepaham dengan Kepala, tetapi tidak sepaham dengan Tubuh, ini adalah palsu.

Kalau saya di hadapan Allah pernah didisiplin oleh Roh Kudus, belajar bersekutu, tidak saja menolak diri sendiri, juga menolak egoisme, berarti saya telah ditanggulangi; maka saya bisa bersatu dengan gereja. Tak peduli jumlah kalian ada berapa banyak, kalau dibandingkan dengan kesemuanya, kalian masih tidak terhitung banyak. Masalahnya ialah apakah Anda sama dengan seluruh umat Allah? Kalau sama, maka Anda seorang diri bisa dikatakan sebagai gereja; kalau tidak, meskipun ada seribu enam ratus orang,juga tidak bisa dikatakan gereja. Kalau seseorang berada di dalam Roh Kudus, ia pasti bisa bersatu dengan gereja; kalau seseorang tidak berada di dalam Roh Kudus, ia tidak bisa bersatu dengan gereja. Kalau tidak bersatu dengan gereja, meskipun lebih banyak sepuluh kali lipat daripada seribu enam ratus orang, juga tidak bisa dikatakan gereja.

Allah akan meremukkan diri kita. Egoisme tidak bisa tetap tinggal. Kita tidak bisa berperilaku berdasarkan diri sendiri, tempurung keras pada diri kita harus diremukkan. Tubuh adalah masalah perasaan. Seseorang harus dipimpin oleh Allah sampai dia sendiri bisa merasakan bahwa dirinya adalah gereja. Inilah yang kita sebut “kesadaran Tubuh”. Kita bisa mencapai tahapan ini, kita bisa merasakan diri kita adalah Tubuh. Ini sama seperti begitu salah satu anggota tubuh Anda bergerak, sama dengan seluruh tubuh Anda bergerak. Ini sangat riil. Tuhan berkata kepada Paulus, “Sukar bagimu menentang Dia yang berkuasa atasmu” (Kis. 26:14). Paulus mungkin hanya mengetahui bahwa dia menganiaya Stefanus. Dia tidak tahu bahwa ketika dia menganiaya Stefanus, dia menganiaya Tuhan. Kemudian hari dia mengerti, ketika dia menganiaya Stefanus, sesungguhnya dia bukan menganiaya Stefanus, melainkan menganiaya Tuhan. Sebab itu, di kemudian hari Paulus berkata bahwa jika satu anggota Tubuh menderita, semua anggota turut menderita (1 Kor. 12:26). Mungkin kita bertanya, kalau semua anggota Tubuh bergembira, apakah satu anggota Tubuh bisa tidak bergembira? Ketika semua anggota Tubuh menderita, apakah satu anggota Tubuh bisa tidak menderita? Hari ini kita harus belajar berdiri pada suatu kedudukan menerima, di dalam Tubuh menerima anggota Tubuh yang lain. “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Ams. 16:18). Orang yang duduk di tempat tinggi dan menghakimi, pasti bukan orang yang berlomba lari. Hanya orang yang menerima, hanya orang yang rendah hati, hanya orang yang turun dari takhta, baru bisa bersatu dengan orang lain dan gereja. Kalau tidak, persatuan yang lain, hanya pekerjaan di permukaan saja.

Kalau seseorang bersatu dengan gereja, ketika orang lain dalam arus, dia juga dalam arus, ketika orang lain menerima pimpinan di depan Allah, dia juga menerima pimpinan itu; semua saudara saudari bersama-sama menerima satu anugerah, bersama-sama mengarah ke satu jalan. Kalau semua orang panas, hanya Anda seorang diri yang dingin, ini membuktikan Anda tidak di dalam Tubuh. Semua mengarah ke satu arah, aku mengikuti mereka; semua mempunyai beban untuk daerah Timur Laut, dengan sendirinya aku juga ada beban; semua tidak berani menyentuh hal itu, aku juga tidak berani menyentuh; inilah gereja. Gereja berasal dari Kepala, bukan berasal dari perundingan. Sebab itu, semua anak Allah adalah gereja. Kalau kita mengikuti jejak kawanan domba secara demikian, kita bisa dibawa maju oleh Allah.

16. Dalam seumur hidupnya

dia tidak berganti-ganti sekerja

Saudara Witness Lee berkata: Saya bisa bersaksi bagi Saudara Watchman Nee, karena saya bersama dengan dia dalam jangka waktu yang panjang. Dalam seumur hidupnya, dia tidak pernah berganti-ganti sekerja. Pernah ada beberapa sekerja yang bermasalah dalam pekerjaan lalu meninggalkan dia; tetapi dia sendiri tidak berganti-ganti sekerja. Bagi dia, terbangun dengan orang lain adalah perkara yang tidak sulit. Dia telah belajar pelajaran salib, menerima peremukan; sebab itu dia bisa memiliki banyak sekerja, dan bisa bekerja sama dengan siapa pun.

17. Dia bisa mengampuni

seperti tidak terjadi apa-apa

Saudara Watchman Nee adalah orang yang berkapasitas besar. Dalam seumur hidupnya, entah berapa kali ia ditentang oleh orang, tetapi dia bisa mengampuni semua, tidak pernah menghitung kesalahan orang lain. Dulu karena pabrik farmasi “Shen Hua”, banyak orang menentang, mengkritik, menfitnah dia, bahkan secara terang-terangan memaki dan melawan dia. Tetapi pada saat dia memulihkan ministrinya, semuanya dia ampuni. Yang mengaku salah kepadanya, dia maafkan, yang tidak mengaku salah kepadanya, juga dimaafkan. Saat Saudara Watchman Nee ikut menangani pabrik farmasi, seorang sekerja yang bernama Chang Yi-che sangat menentangnya; tetapi ketika Saudara Watchman Nee memulihkan ministrinya, akhirnya Saudara Chang melihat kesalahannya sendiri. Saudara Chang mengaku salah kepadanya, dia pun memaafkannya, dan “sama seperti tidak pernah terjadi apa-apa”, dia tetap bekerja sama dengan Saudara Chang. Beberapa tahun terakhir ketika dia di Shanghai, Saudara Chang menjadi salah satu sekerjanya yang paling baik yang akhirnya mati martir bersama dengannya.

Masih ada satu sekerja, Saudari Ruth Lee, juga karena masalah pabrik farmasi tidak puas terhadapnya, dengan putus asa meninggalkan Shanghai pergi ke Suchow; selama beberapa tahun mereka berdua tidak bertemu muka. Setelah Saudara Watchman Nee memulihkan ministrinya, pekerjaan literatur di Perpustakaan Injil tetap diserahkan kepada Saudari Ruth Lee. Kapasitas Saudara Watchman Nee sangat besar, bisa menampung semua orang yang berbeda dengannya, juga bisa menampung orang yang melawannya. Kapasitasnya diperbesar oleh Allah sampai begitu luas, sebab itu dia bisa memiliki begitu banyak sekerja, juga bisa memimpin begitu banyak saudara saudari.

18. Semua kejadian adalah untuk memperluas kita

Bisa mengampuni orang adalah masalah hati yang besar; bisa memberkati orang yang mengutuk Anda, juga masalah hati yang besar. Orang yang hatinya kecil, tidak mau mengampuni orang lain. Orang lain berhutang seratus dinar kepadanya, ia menangkap dan mencekik orang itu (Mat. 18:28-29). Orang yang hatinya kecil, meskipun mengampuni orang lain, paling banyak hanya tujuh kali (Mat. 18:21). Tetapi orang yang hatinya besar tidak memperhitungkan kesalahan orang lain, tidak mudah marah (1 Kor. 13:5), meskipun orang berhutang puluhan ribu talenta juga bisa diampuni (Mat. 18:23-27), bisa mengampuni orang tujuh puluh kali tujuh kali (lihat Mat. 18:22), bisa menampung, bisa menerimanya (1 Kor. 13:7).

Bukan menghadapi sedikit kesulitan sudah tidak tahan, bukan karena satu kalimat atau satu ekspresi muka sudah tidak bisa menanggung, bukan menderita sedikit kerugian sudah tidak bisa melewatkan, melainkan banyak hal yang tidak semestinya terjadi pada dirinya yang membuatnya diperluas. Ada orang menampar pipi kanan, berilah juga kepadanya pipi kiri; ada orang menginginkan baju, serahkanlah juga jubah; ada orang memaksa berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia dua mil (Mat. 5:39-41). Kalau demikian, Anda akan menjadi besar. Hal-hal seperti pipi kanan ditampar, baju diambil, dipaksa berjalan satu mil, semuanya adalah perkara yang tidak semestinya terjadi atas diri Anda, tetapi hal itu akan memperluas Anda. Kalau perkara sebuah baju sudah menjamah seseorang, membuatnya marah-marah, membuatnya kehilangan nilai orang beriman, orang itu adalah orang yang berhati kecil.

Saudara Watchman Nee berkata: Kalau kita bisa bereaksi berdasarkan hayat yang besar yang Allah berikan di dalam kita, menerima dan taat kepada pengaturan Allah dalam situasi, maka semua kejadian yang menimpa diri kita akan semakin memperluas kita. Tuhan akan mempercayai Anda, supaya Anda mengekspresikan anugerah-Nya, supaya Anda menyatakan kebesaran hati-Nya. Kalau Anda tidak melakukannya, itu adalah kerugian yang besar.

19. Bagaimanapun juga kalian tidak boleh memukul dia

Setelah enam sekerja yang berkoordinasi dengan Saudara Watchman Nee mengumumkan dia dikucilkan, banyak orang tidak terima, menganggap khotbah Saudara Watchman Nee ada terang, ada kekuatan, banyak orang diselamatkan oleh khotbahnya. Lagi pula, tempat sidang bisa dengan murah disewa karena hubungan baik antara pemilik rumah dengan ayah Saudara Watchman Nee. Sekarang mengucilkan Saudara Watchman Nee, sungguh keterlaluan; sebab itu mereka sangat tidak puas dengan keenam sekerja itu. Saudara yang mengepalai pengucilan terhadap Saudara Watchman Nee, lebih-lebih menjadi sasaran semua orang. Pada suatu hari, bahkan ada orang hendak memukulnya. Saudara Watchman Nee melihat keadaan itu, segera mengulurkan tangan melarang mereka, dengan badannya melindungi sekerja itu. Karena tubuh Saudara Watchman Nee lebih besar dari sekerja itu, seluruh dirinya menutupi sekerja itu; dan dengan suara yang keras berkata kepada saudara-saudara, “Kalian tidak boleh memukul dia, kalau mau memukul dia, pukullah aku lebih dulu. Dia adalah orang yang dikasihi Allah, juga yang aku kasihi. Dia adalah saudara kita. Aku sudah mengampuninya, kalian juga harus mengampuninya. Bagaimanapun juga kalian tidak boleh memukul dia.” Demikian mereka baru tidak memukul. Sekerja itu sangat terharu, pada saat itu juga mencucurkan air mata. Kasih Allah teralir keluar dari diri Saudara Watchman Nee, hayat kemenangan Kristus terekspresi melaluinya. Hayat menelan maut, gejolak itu akhirnya reda.

“. . . Tetapi kasih membangun” (1 Kor. 8:1). Kasih bisa membangun orang, juga bisa membangun semua orang menjadi satu. Lewat peremukan salib, hayat baru bisa mengalir. Ciri khas paling besar dari hayat adalah kasih.

Saudara Watchman Nee berkata: Keluarnya Roh Allah harus melalui manusia; harus terlebih dulu ada kasih manusia, baru ada kasih Allah; harus terlebih dulu ada pikiran manusia, baru ada pikiran Allah; harus terlebih dulu ada tekad manusia, baru ada kehendak Allah. Kalau manusia lahiriah sudah melakukan pekerjaannya sendiri, mempunyai pikiran, pandangan, kesenangan, tekadnya sendiri, sudah repot dengan urusannya, manusia batiniah tidak mempunyai jalan keluar.

Allah perlu meremukkan manusia lahiriah Anda, baru bisa memakai manusia lahiriah Anda. Kalau manusia lahiriah Anda belum diremukkan, Anda akan melakukan pekerjaan Anda sendiri, mengasihi diri Anda sendiri. Allah harus meremukkan manusia lahiriah Anda, baru bisa memakai kasih Anda yang sudah remuk, untuk mengasihi saudara-saudara. Kasih Anda baru bisa diperluas. Manusia batiniah akan mengasihi melalui manusia lahiriah.

Ketika manusia lahiriah benar-benar telah diremukkan, ia tidak bisa lagi bergerak sendiri, melainkan dikendali oleh manusia batiniah. Demikian di atas diri kita hanya tinggal satu orang, manusia lahiriah akan menjadi barang yang hancur berkeping-keping, bisa dipakai oleh manusia batiniah.

20. Tekad dan pikiran

di bawah pendisiplinan Roh Kudus

Saudara Watchman Nee adalah seorang yang diremukkan oleh Allah. Tekadnya, pikirannya, berada di bawah pendisiplinan Roh Kudus. Dia sendiri bersaksi:

Pada suatu kali, saya membawa pimpinan China Inland Mission mendengarkan Saudara Spark berkhotbah. Setelah selesai mendengarkan khotbah, biasanya orang pasti bertanya bagaimana beritanya tadi. Tetapi ketika saya pulang bersamanya, saya tidak bertanya kepadanya, dialah yang lebih dulu berkata, “Tekad Saudara Spark terlalu kuat.” Saya memberitahunya bahwa tekad saya juga sangat kuat. Pemimpin ini, bernama Baker, berkata, “Lalu bagaimana Anda bisa cocok dengannya?” Memang, orang yang tekad lahiriahnya kuat, susah cocok dengan orang lain. Tetapi dia tidak tahu, kita bisa cocok dengan orang lain karena manusia batiniah, bukan karena tekad manusia lahiriah. Hari ini kalau kita mau manusia batiniah kita sepadan dengan manusia lahiriah, manusia batiniah kita harus bertumbuh besar. Begitu manusia batiniah bertumbuh besar, pasti bisa mengendalikan manusia lahiriah.

Ada orang pikirannya terlalu kuat. Pikiran orang semacam ini perlu dikendalikan oleh manusia batiniah. Saya sudah membaca Perjanjian Baru ratusan kali, meskipun tidak bisa mengatakan lebih banyak dari semua orang, tetapi sedikitnya lebih banyak daripada orang pada umumnya. Saya menemukan ada ratusan ayat Alkitab yang “saling bertentangan”. Tetapi saya tidak mempermasalahkan itu, karena pikiran saya berada di bawah pendisiplinan Roh Kudus.

21. Menguasai (menaklukkan) tubuhnya sendiri,

meremukkan diri sendiri

Pernah sekali saya pergi ke Propinsi Anwei. Orang Anwei suka makan minyak wijen. Saya paling takut minyak wijen; tetapi di tengah-tengah mereka, saya makan minyak wijen selama enam belas hari. Mereka melihat saya makan terlalu sedikit, lalu bertanya kepada saya apakah mau makan telur bebek yang putih telurnya dibuat hitam; saya berkata baik, walaupun telur bebek yang disajikan juga dicelupkan dalam minyak wijen.

Sekerja yang diberi akomodasi oleh orang lain, seharusnya belajar makan apa saja yang disajikan. Bila bukan karena masalah kesehatan, kita perlu menjadi orang yang mudah dilayani. Kalau Anda di rumah boleh melakukan apa saja, tetapi kalau bepergian, tidak semudah di rumah.

Kita harus tahu bagaimana berada dalam keadaan berkelimpahan; tetapi berada dalam keadaan berkelimpahan bukan berarti menikmati kelimpahan. Saya tahu harus bagaimana makan, saya juga tahu harus bagaimana tidak makan. Bila seseorang kendur dalam hal makan, berarti dia tidak menerima pembatasan di depan Allah. Kalau saya perlu seekor ayam, maka boleh setiap hari makan seekor ayam. Kalau tidak memerlukan, meskipun ada lima ekor ayam di depan mata, juga tidak boleh memakannya. Saya hanya makan bagian saya saja.

Dosa Iblis adalah ingin duduk di atas takhta (Yes. 14:13-14). Dosa manusia adalah ingin makan (Kej. 3:6). Bukan masalah makan banyak atau makan sedikit, melainkan orang menyajikan apa di depan Anda, makanlah itu. Dia memberi kita apa, jangan minta yang lain. Setiap datang ke tengah-tengah orang, saya mempertahankan kedudukan saya sebagai pelayan Tuhan. Kalau tidak, bisa memberi kesan yang tidak baik terhadap Injil. Banyak orang muda ketika akan pergi bekerja untuk Tuhan, saya mengundang mereka makan yang enak. Makan kali ini menentukan dia sebaiknya pergi atau tidak. Mungkin perkataan ini sulit diucapkan, kalau diucapkan, kelak tidak mudah mengundang orang makan.

Pada suatu kali orang lain memberi saya sebuah tempat tidur pegas (spring bed). Namun, saya tidak bisa tidur di atasnya; karena tempat tidur itu diberi alas kayu kecil-kecil, membalikkan tubuh sedikit saja sudah mengeluarkan suara. Saya tidak saja takut orang lain bersuara, saya lebih takut suara yang saya timbulkan sendiri. Orang yang bekerja harus belajar berada dalam keadaan berkelimpahan, juga belajar berada dalam keadaan berkekurangan (Flp. 4:12). Orang yang bekerja bagi Tuhan harus meletakkan diri di bawah tekanan.

Di Selatan Fukien ada seorang saudara yang standar hidup keluarganya agak tinggi. Ketika dia pergi bekerja ke tempat yang standar hidupnya lebih rendah, ia tidak tahan. Kita seorang diri di rumah mau makan apa, tinggal di mana, berpakaian apa, adalah urusan kita di depan Allah. Tetapi ketika kita bertamu di rumah orang lain, perlu hidup menurut standar keluarga itu. Kebiasaan adalah satu hal, tekad menderita adalah satu hal yang lain. Tidak peduli tubuh kita seberapa lemah, atau memiliki keperluan khusus, kita tetap harus belajar bisa merendah. Jangan membuat satu gereja lokal merasa menerima seorang hamba Tuhan adalah satu perkara yang merepotkan. Kalau Anda di rumah belajar hidup dalam tingkat yang rendah, ketika orang menempatkan Anda di tempat yang rendah, Anda bisa menerimanya. Hanya orang yang belajar menaklukkan tubuhnya, yang bisa tidak memberi kesulitan kepada orang lain. Hanya tekad menderitalah yang memberi kita kekuatan sehingga kita bisa merendah di depan orang. Sebab itu harus belajar menaklukkan tubuh. (Menaklukkan tubuh bisa membuat kita tidak ada pilihan sendiri, tidak ada pandangan baik dan jahat dari diri sendiri, hanya ada khasiat peremukan diri sendiri).

Para sekerja sebaiknya tidak mencari tempat tinggal yang terlalu baik atau terlalu buruk. Carilah tempat yang menengah. Setelah memilihnya, tinggallah di sana sampai pergi ke tempat lain. Meskipun Anda tinggal di lubang singa, juga harus menunggu sampai matahari terbit baru pergi. Kalau Tuhan belum datang, Anda tidak bisa pergi sendiri. Kalau tidak ada pengaturan yang lain, Anda tidak bisa memilih sendiri. Banyak pekerja menghadapi masalah karena perkara pindah rumah.

Kembali..

Witness Lee

Penuntutan

Hayat & Kebenaran

>>>>>>>>>>000000<<<<<<<<<<

ORANG YANG MENGALIHKAN ZAMAN

PENGENALAN HAYAT

PENGALAMAN HAYAT (1)

PENGALAMAN HAYAT (2)

KRISTUS YANG ALMUHIT

PERIHAL ALLAH TRITUNGGAL

DOA

HIDUP DALAM ROH

HIDUP BERSAMA TUHAN

UTUSAN SALIB

EKONOMI ALLAH

DIPERBARUI DARI SEHARI KE SEHARI

VISI DISPENSI ILAHI …JALAN BARU

PELAJARAN DASAR TENTANG HAYAT

ROH MANUSIA

SEPATAH KATA BAGI SAUDARI (1)

SEPATAH KATA BAGI SAUDARI (2)

IMAM INJIL PERJANJIAN BARU

SITUASI DUNIA, PERGERAKAN ALLAH

PROBLEM PENYEBAB KEKACAUAN

BUTIR-BUTIR PRAKTIS PEMBAURAN

MENEMPUH HIDUP MENURUT PUNCAK

WATCHMAN NEE - PELIHAT

JANGAN MENOLAK

KEPERLUAN ORANG LUHUR

KEPERLUAN ORANG HINA

KEPERLUAN ORANG LEMAH

KEPERLUAN ORANG LAPAR

KEPERLUAN ORANG HAUS

KEPERLUAN ORANG DOSA

KEPERLUAN ORANG BUTA

KEPERLUAN ORANG MATI

BAGAIMANA MEMBANTU .. INJIL

EKONOMI ILAHI

EKONOMI ALLAH .. TUBUH KRISTUS

PUNCAK VISI …TUBUH KRISTUS

WAHYU DAN PERGERAKAN ALLAH

PENERAPAN PENAFSIRAN Y_BARU

PERSONA KRISTUS

WAHYU PENTING MENGENAI HAYAT

PENGALAMAN PERTUMBUHAN HAYAT

ASPEK ORGANIK KESELAMATAN ..

ALAM ILAHI DAN MISTERIUS

RAHASIA KESELAMATAN ALLAH

KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH

INKARNASI, INKLUSI, INTEN

BAGAIMANA MENJADI SEKERJA

HASIL DARI DIMULIAKANNYA KRISTUS

PENYAJIAN SINGKAT PEMULIHAN TUHAN

WAHYU DASAR DALAM KITAB SUCI

KESIMPULAN PERJANJIAN BARU

PRAKTEK BERNUBUAT

PELAJARAN HAYAT 1

PELAJARAN HAYAT 2

PELAJARAN HAYAT 3

PELAJARAN HAYAT 4

SEPULUH SATU YANG TERBESAR

LATIHAN DAN PELAKSANAAN (1)

LATIHAN DAN PELAKSANAAN (2)

LATIHAN DAN PELAKSANAAN (3)

LATIHAN KELOMPOK VITAL (1)

LATIHAN KELOMPOK VITAL (2)

LATIHAN KELOMPOK VITAL (3)

PELAJARAN KEBENARAN

PEMULIHAN TUHAN - MAKAN

PENGKAJIAN PENYALURAN ILAHI

TAHUN YOBEL

ROH KRISTUS YANG ALMUHIT

BAPTISAN ROH KUDUS

ARUS ILAHI

PENGALAMAN ATAS KRISTUS

NUBUAT TENTANG - EMPAT - TUJUH

KEPENGURUSAN PENATUA

TUMPUAN KEESAAN YANG SEJATI

SEJARAH GEREJA-GEREJA LOKAL

POKOK-POKOK PENTING (1)

POKOK-POKOK PENTING (2)

POKOK-POKOK PENTING (3)

POKOK-POKOK PENTING (4)

POKOK-POKOK PENTING (5)

POKOK-POKOK PENTING (6)

PENGKAJIAN KRISTALISASI KAGUNG

PARA PEMENANG

>>>>>>>>>>000000<<<<<<<<<<