← Daftar isi Mengenal Zaman ini · bab 6/6

TUMPUAN UNIK DARI GEREJA-GEREJA LOKAL ALLAH DAN KEESAAN UNIK

DARI TUBUH KRISTUS YANG UNIVERSAL

Pembacaan Alkitab :

I Kor. 1: 1-2, 9, 10-13; 3:3-4; Ef 4:3--6.

GARIS BESAR

I. Tumpuan unik dari gereja-gereja lokal Allah - I Kor. 1:1-2, 9, 10-13; 3:3-4 :

A. Gereja Allah - isi gereja menurut esensnya - 1:2a.

B. Gereja di Korintus - lokalitas untuk keberadaan, ekspresi, dan praktek gereja (1:2b); lokalitas yang demikian ini menjadi tumpuan lokal dari gereja-gereja lokal yang di atasnya mereka masing-masing dibangun (Kis. 8: 1; 13: 1; Why. 1:11).

C. Mereka yang telah dikuduskan di dalam Kristus Yesus, orang-orang kudus yang terpanggil - bahan-bahan penyusun sebagai kerangka gereja -1:2c.

D. Dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus - para penerima surat Rasul di setiap tempat selain orang-orang kudus di Korintus - 1:2d.

E. Kristus adalah "milik mereka dan milik kita" - Kristus adalah bagian orang-orang kudus di lokal Korintus dan bagian dari semua orang kudus di mana pun juga yang mengambil bagian dailam persekutuan (kenikmatan) akan Kristus, yang ke dalamnya semua orang beriman telah dipanggil oleh Allah yang setia - 1:2e, 9.

F. Perpecahan-perpecahan di antara orang-orang kudus dikutuk oleh rasul, rasul bertindak sebagai wakil otoritas Kristus sang Kepala — 1:10–13.

G. Kristus tidak terpecah-belah — Kristus itu unik, tidak dapat dibagi-bagi atau pun terpecah-belah — 1:13.

H. Perpecahan itu berasal dari daging, sesuai dengan tingkah laku manusia — 3:3–4.

I. Praktek yang kita lakukan dalam menghadapi situasi kekristenan yang merosot dan terpecah-belah hari ini :

1. Kita tidak akan dan tidak boleh mengambil bagian dalam bidah Katolik, denominasi-denominasi Protestan, dan kelompok-kelompok Kristen bebas jenis apa pun juga.

2. Tetapi kita mengakui dan menerima orang beriman individu dalam Kristus yaitu mereka yang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus, yang telah ditebus oleh darah-Nya dan telah dilahirkan kernbali oleh Roh Kudus, yang tidak bergolong-golongan (Tit. 3:10), tidak membuat perpecahan (Rm.16:17), tidak menyembah berhala, juga tidak hidup dalam dosa (1 Kor. 5:11), walaupun mereka masih ada hubungan dengan perpecahan-perpecahan yang disebutkan di atas.

3. Kita bersatu dengan seluruh kaum beriman yang berada dalam pemulihan Tuhan di seluruh dunia.

4. Kita tidak memiliki pengakuan iman apa pun; kita hanya memiliki Alkitab yang unik yang telah diterjemahkan dan ditafsirkan dengan tepat oleh dan menurut Alkitab itu sendiri.

II. Keesaan unik dari Tubuh Kristus yang universal — Ef. 4:3–6:

A.

Keesaan yang unik dari Tubuh Kristus yang universal berasal dari Roh itu. Kaum beriman tidak seharusnya merusak keesaan ini, melainkan harus memeliharanya dengan tekun dalam ikatan pemersatu damai sejahtera —ay. 3.

B.

Dalam alam semesta hanya ada satu Tubuh Kristus yang unik dan Allah Tritunggal adalah isinya — ay. 4–6 :

1. Satu Roh sebagai esens dari isinya.

2. Satu Tuhan sebagai elemen dari isinya.

3. Allah Bapa sebagai sumber dari isinya, yang di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua secara Tritunggal.

C. Perbauran Tubuh Kristus yang universal :

1. Allah telah membaurkan Tubuh (1 Kor. 12:24) :

a. Perbauran semua anggota Tubuh Kristus yang individu.

b. Perbauran semua gereja di daerah-daerah tertentu.

c. Perbauran semua sekerja.

d. Perbauran semua penatua.

2. Perbauran yang demikian ini bukanlah pertemuan ramah tamah melainkan perbauran Kristus yang dinikmati, dialami, dan didapatkan oleh para anggota individu, gereja-gereja di daerah-daerah, para sekerja, dan para penatua.

3. Bagi pembangunan Tubuh Kristus yang universal (Ef. 1:23) untuk merampungkan Yerusalem Baru (Why. 21:2) sebagai sasaran akhir ekonomi Allah menurut perkenan-Nya (Ef. 3:8–10; 1:9–10).

Doa : Tuhan, betapa kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah membawa kami melewati semua persekutuan sebelumnya. Kami percaya bahwa Engkau akan memberi kami kesimpulan yang mulia. Engkau adalah Alfa dan Omega. Kami percaya kepada-Mu. Tuhan, terima kasih kepada-Mu karena setiap waktu kami tergantung pada rahmat-Mu, berkat-Mu, suplai-Mu, yaitu Firman dan Roh, dan kehadiran-Mu. Tuhan, tanpa semua ini kami hanyalah seperti anjing mati. Kami tidak dapat melakukan apa pun, kami tidak mempunyai apa pun, dan kami tidak dapat menjadi apa-apa. Tuhan, inilah apa adanya kami. Tetapi kami percaya kepada-Mu. Engkau adalah segala sesuatu bagi kami demi menjadikan kami sama seperti Engkau dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu karena hal ini. Kami menyembahMu. Pada hari-hari ini, butir utama yang telah Engkau wahyukan kepada kami adalah Engkau ingin mendapatkan sekelompok orang agar melalui kelahiran kembali, pengudusan, pembaruan, pengubahan, penyerupaan, dan pemuliaan dapat dibuat lagi hingga menjadi sama seperti Engkau. Kami berterima kasih demi diri-Mu sendiri. Amin.

Tumpuan gereja dan keesaan Tubuh Kristus adalah perkara lama bagi kita. Saya telah membicarakan hal ini selama lebih dari enam puluh lima tahun, tetapi perkara ini sangatlah penting. Selama lima belas bulan yang telah lewat, Tuhan telah membangkitkan lebih dari tiga ratus gereja baru di muka bumi, dan gereja-gereja baru ini harus jelas tentang tumpuan lokal dan keesaan universal. Tumpuan berkenaan dengan gereja-gereja Allah, dan keesaan berkenaan dengan Tubuh Kristus. Tumpuan dan keesaan adalah unik, yang berarti bahwa tumpuan bagi gereja dan keesaan bagi Tubuh adalah satu.

I. TUMPUAN UNIK

DARI GEREJA-GEREJA LOKAL ALLAH

Pertama-tama, kami ingin melihat tumpuan unik dari gereja-gereja lokal Allah (I Kor. 1:1-2, 9, 10-13; 3:34).

A. Gereja Allah

Satu Korintus 1:2a membicarakan gereja Allah. Gereja harus berasal dari Allah. Gereja tidak seharusnya berasal dari yang lain. Ini mengacu kepada isi gereja menurut esensnya. Setiap perkara yang penting pasti ada sumbernya. Kemudian ada elemennya. Secara intrinsik, di dalam elemen ada esensnya. Secara hakiki, isi gereja adalah Allah itu sendiri.

B. Gereja di Korintus

Satu Korintus 1:2b membicarakan gereja di Korintus. Hal ini menunjukkan bahwa lokal Korintus adalah bagi keberadaan, ekspresi, dan praktek gereja; lokal yang demikian ini menjadi tumpuan lokal dari gereja-gereja lokal tempat mereka masing-masing dibangun (Kis. 8:1; 13:1; Why. 1:11). Demi keberadaan, ekspresi, dan praktek, tentu saja gereja memerlukan sebuah tempat, dan tempat itu menurut Pedanjian Baru adalah sebuah lokal. Gereja di Korintus - dibangun di Korintus. Gereja di Athena dibangun di atas tumpuan kota Athena. Gereja di New York dibangun di atas tumpuan kota New York. Jadi, secara otomatis, lokal menjadi tumpuan gereja.

Saudara Watchman Nee menunjukkan bahwa Allah sangatlah bijaksana dengan membangun gereja pada tumpuan lokal. Umat pilihan Allah sangat banyak. Di mana saja di muka bumi ada kaum beriman dalam Kristus dan mereka tidak seharusnya tercerai berai melainkan berkumpul bersama menjadi satu gereja. Jika tidak ada pernbatasan yang tepat terhadap tumpuan, maka mungkin tidak akan ada pernbatasan untuk mendirikan gereja-gereja. Hari ini, di Kalifornia Selatan ada gereja yang disebut Taiwan Gospel Church. Kaum beriman ini telah menggunakan Taiwan sebagai tumpuan mereka. Saya dibangkitkan di Cina di kota Chefoo, dan di Chefoo ada gereja Inggris. Orang-orang terlalu gampang mendirikan gereja. Hari ini, mendirikan gereja lebih mudah daripada mendirikan restoran. Semua denominasi mempunyai tumpuan yang terpecah-belah, termasuk Gereja Baptis, Presbiterian, dan Lutheran.

Jika kita sebagai kaum beriman mempertahankan model yang ditentukan Allah dalam Alkitab untuk mempunyai satu gereja dalam satu kota, kita dapat mempertahankan keesaan. Setiap orang beriman yang datang ke kota itu harus berada dalam gereja di kota tersebut. Jika saya pergi ke Tokyo, saya seharusnya bersatu dengan gereja di Tokyo. Jika saya pergi ke London, saya seharusnya berada dalam gereja di London. Jika saya pergi ke Dallas. Saya seharusnya bersidang dengan gereja di Dallas. Dengan demikian, otomatis tidak akan ada perpecahan. Alkitab telah menetapkan satu model mengenai cara bersidang kaum beriman. Pertemuan orang Kristen yang pertama adalah di Yerusalem, dan Kisah Para Rasul 8:1 menyebutnya jemaat di Yerusalem. Yerusalern adalah kota yang besar, tetapi hanya ada satu gereja di kota itu. Meskipun ada satu gereja di satu. kota, gereja tidak perlu bersidang di satu tempat. Tetapi kita harus ingat bahwa kota tempat kita berada seharusnya, menjadi tumpuan lokal gereja yang unik.

C. Orang-orang Kudus yang Terpanggil

Mereka yang telah dikuduskan dalam Kristus Yesus, orang-orang kudus yang terpanggil adalah bahan-bahan penyusun sebagai kerangka gereja (I Kor. 1:2c). Allah Tritunggal adalah isi gereja, dan Roh itu sebagai esensnya, Tuhan sebagai elemen, dan Bapa sebagai sumber. Kerangka gereja adalah kaum beriman sejati, orang-orang kudus sejati, orang-orang yang dikuduskan dalam Kristus Yesus. Pada tumpuan lokalnya, gereja harus berasal dari Allah, dan orang-orang kudus adalah bahan penyusunnya.

D. Dengan Semua Orang di Segala Tempat

yang Berseru kepada Nama Tuhan

Satu Korintus ditulis untuk orang-orang kudus di Korintus dengan semua orang di segala tempat yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus - selain orang-orang kudus di Korintus, para penerima surat rasul ini ada di segala tempat (1:2d). Bahkan hari ini, kita adalah para penerima kitab ini. Surat rasul ini ditulis untuk gereja di Korintus, susunan dari orang-orang kudus di kota itu, tetapi telah dan akan dibaca oleh orang-orang di ribuan tempat di sepanjang generasi.

E. Kristus adalah "Milik Mereka dan milik Kita"

Kristus adalah milik mereka dan milik kita berarti, Kristus adalah bagian orang-orang kudus di lokal Korintus dan bagian dari semua orang kudus di mana pun juga, yang mengambil bagian dalam persekutuan (kenikmatan) akan Kristus, yang ke dalamnya semua orang beriman telah dipanggil oleh Allah yang setia (1:2e, 9). Kristus yang sama itu bukan hanya bagian dari satu gereja lokal tetapi juga untuk semua gereja di bumi. Ia adalah bagian umurn yang ditentukan Allah bagi kita. Setiap gereja lokal mendapatkan bagian Kristus. Demikian juga, kita telah dipanggil oleh Allah yang setia ke dalam persekutuan Kristus. Sebagai orang-orang kudus yang terpanggil, Kristus adalah bagian kita, dan kita telah dipanggil ke dalam kenikmatan, persekutuan Kristus sebagai intinya.

F. Perpecahan-perpecahan di antara Orang-orang Kudus

Dikutuk oleh Rasul

Perpecahan-perpecahan di antara orang-orang kudus dikutuk oleh rasul sebagai wakil otoritas Kristus sang Kepala (1:10-13). Paulus menulis kepada gereja di Korintus karena ia mendengar bahwa ada perpecahan di antara mereka. Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah golongan Paulus, yang lain mengatakan bahwa mereka adalah golongan Apolos, yang lain lagi mengatakan bahwa mereka adalah golongan Kefas, dan masih ada lagi yang mengatakan bahwa mereka adalah golongan Kristus. Mereka terbagi-bagi menjadi empat golongan, tetapi Paulus bertanya kepada mereka, "Adakah Kristus terbagi-bagi?" Seolah-olah Paulus bertanya, "Berapa Kristus, yang kalian miliki? Apakah kalian mempunyai Kristus untuk Kefas, Apolos, Paulus, dan bahkan untuk Kristus? Tidak peduli Kefas, Apolos, Paulus, dan Kristus, apa yang kalian miliki hanyalah satu Kristus. Persekutuan yang di dalamnya Anda berada adalah persekutuan dari satu Kristus yang unik. Kristus tidak terpecahbelah." Perpecahan di antara orang-orang kudus dikutuk oleh para rasul sebagai wakil otoritas Kristus.

G. Kristus Tidak Terpecah-belah

Kristus itu unik, tidak dapat dibagi-bagi atau pun terpecah belah (1: 13). Sungguh memalukan karena ada begitu banyak perpecahan di antara orang-orang Kristen hari ini padahal Kristus tidak terpecah-belah.

H. Perpecahan Itu Berasal dari Daging

Paulus mengatakan bahwa perpecahan itu berasal dari daging, sesuai dengan tingkah laku manusia (3:3-4). Orang Taiwan ingin mempunyai Gereja Injil Taiwan karena mereka suka citarasa Taiwan. Beberapa saudara keturunan Cina tidak suka menghadiri sidang-sidang berbahasa Inggris karena. mereka kehilangan citarasa Cina. Bahkan di Amerika Serikat sendiri ada orang-orang Texas dan orang-orang New York, hitarn dan putih, yang kebudayaan dan kesenangan alamiahnya sama sekali berbeda. Kita tidak seharusnya memiliki citarasa kita sendiri. Terpecah-belah karena warna kulit, kebangsaan, atau kebudayaan adalah bersifat daging, sesuai dengan tingkah laku manusia dan tidak sesuai dengan tingkah laku orang-orang kudus.

Berkenaan dengan perkara-perkara rohani dan ilahi bagi gereja, kita harus ingat keempat butir penting ini. Pertama, kita harus melewati salib. Citarasa asal kita harus disalibkan oleh Kristus. Baik orang-orang Amerika maupun orang-orang Cina harus disalibkan. Dalam gereja tidak ada tempat bagi orangorang alamiah tetapi Kristus adalah semua dan di dalam semua (Kol. 3:11). Baik orang Yahudi maupun orang kafir telah disalibkan di atas salib. Kedua, segala sesuatu seharusnya adalah melalui Roh itu. Ketiga, menyalurkan Kristus kepada orang lain. Keempat, segala sesuatu adalah bagi pembangunan gereja. Dengan kata lain, segala sesuatu yang kita lakukan seharusnya melalui salib oleh Roh itu untuk menyalurkan Kristus kepada orang lain bagi pembangunan gereja sebagai Tubuh Kristus.

Tetapi, hari ini orang-orang tidak menerima salib atau hidup oleh Roh itu. Sebaliknya, mereka hidup dengan daging mereka. Mereka tidak mempedulikan perkara menyalurkan Kristus. Sebaliknya, mereka memperhatikan kehidupan sosial yang semacam itu. Setelah sidang-sidang, kita suka berkumpul bersama mereka yang cocok dengan latar belakang alamiah kita. Orang-orang Cina bersama dengan orang-orang Cina dan orangorang Amerika bersama dengan orang-orang Amerika. Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu disalibkan. Citarasa Jepang, citarasa Cina, citarasa Taiwan, dan citarasa Amerika, semuanya harus disalibkan. Kita tidak seharusnya melakukan perkaraperkara menurut perasaan kita tetapi menurut Roh itu. Kita tidak seharusnya hanya menikmati Kristus untuk diri sendiri tetapi untuk menyalurkan Kristus kepada orang lain. Citarasa manusia alamiah kita beserta kebudayaan kita adalah citarasa manusia, citarasa daging. Semuanya itu harus disalibkan oleh Roh itu agar kita dapat menyalurkan Kristus bagi gereja.

I. Praktek Kita Hari Ini

Kita harus mengetahui praktek apakah yang kita lakukan dalain menghadapi kernerosotan kekristenan hari ini yang terpecah-belah dan campur aduk. Kita tidak akan dan tidak boleh mengambil bagian dalain bidah Katolik, denominasi-denominasi Protestan, dan kelompok-kelompok Kristen bebas jenis apa pun juga. Mengambil bagian dalam perkara-perkara ini berarti mengambil bagian dalam perpecahan. Tetapi kita mengakui dan menerima orang beriman individu dalam Kristus yaitu mereka yang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus, yang telah ditebus oleh darah-Nya dan telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, yang tidak bergolong-golongan (Tit. 3:10), tidak membuat perpecahan (Rm.16:17), tidak menyembah berhala, juga tidak hidup dalam dosa (I Kor. 5:11), walaupun mereka masih ada hubungan dengan perpecahan-perpecahan yang disebutkan di atas. Roma 16:17 mengatakan bahwa kita harus waspada terhadap mereka yang membuat, atau menciptakan perpecahan. Ada empat macam orang yang tidak bisa kita toleransi: orangorang yang memecah-belah, bergolong-golongan, menyembah berhala, atau masih hidup dalam dosa. Kita menerima siapa saja yang tidak termasuk dalam kategori ini karena kita tidak memecah-belah, tetapi kita tidak dapat pergi ke pertemuan-pertemuan mereka karena pertemuan-pertemuan mereka itu terpecah-belah.

Kita bersatu dengan seluruh kaum beriman yang berada dalam pemulihan Tuhan di seluruh dunia. Kita juga tidak memiliki pengakuan iman apa pun; kita hanya memiliki Alkitab yang unik yang telah diterjemahkan dan ditafsirkan dengan tepat oleh dan menurut Alkitab itu sendiri. Firman Allah itu memberikan ilham. Kita seharusnya hanya menafsirkan Alkitab menurut Alkitab itu sendiri. Sebagai contoh, murid-murid Konghucu mempunyai konsep mereka sendiri mengenai pembaruan, tetapi hal itu berbeda dengan ajaran Alkitab. Pembaruan dalam Alkitab adalah manusia, lama kita seharusnya disalibkan dan ditamatkan sehingga manusia baru di dalam kita dapat diperbarui.

Semua kebajikan dalam kehidupan kristiani kita seharusnya melalui salib dan oleh Roh itu untuk menyalurkan Kristus bagi gereja. Banyak yang membicarakan kasih, tetapi ajaran Alkitab mengenai kasih itu unik. Kasih harus melalui salib oleh Roh itu untuk menyalurkan Kristus bagi gereja. Ketika kita mengasihi seseorang, kita harus memeriksa apakah diri kita itu telah disalib atau belurn dan kasih kita adalah oleh Roh itu atau bukan. Demikian juga, kita tidak mengasihi orang-orang untuk kesenangan kita tetapi untuk penyaluran Kristus dan untuk pembangunan Tubuh. Inilah kebajikan kasih manusia yang diajarkan oleh Alkitab, yang sama sekali berbeda dengan kasih dunia. Inilah contoh menafsirkan Alkitab menurut Alkitab.

II. KEESAAN YANG UNIK

DARI TUBUH KRISTUS YANG UNIVERSAL

Efesus 4:34 menunjukkan keesaan unik dari Tubuh Kristus yang universal.

A. Keesaan Roh Itu

Keesaan yang unik dari Tubuh Kristus yang universal berasal dari Roh itu. Efesus 4:3 mengatakan bahwa kita harus berusaha memelihara kesatuan Roh (harus dengan rajin memelihara kesatuan Roh - T1.). Ini adalah perkataan yang keras bagi kita. Kita, orang-orang yang bersifat daging, harus memelihara keesaan Roh itu. Untuk itu, tentu saja kita harus ditanggulangi oleh salib. Daging kita, sifat kita, diri kita, "aku" kita, seharusnya disalibkan oleh galib Kristus. Kemudian, kita seharusnya mengikuti Roh itu. Dengan demikian kita dapat mempunyai keesaan Roh itu untuk menyalurkan Kristus dan untuk pembangunan Tubuh-Nya. Kita tidak seharusnya merusak keesaan ini, tetapi memeliharanya dengan tekun dalam ikatan pemersatu damai sejahtera.

B. Satu Tubuh Kristus yang Unik

Dalam alam semesta hanya ada satu Tubuh Kristus yang unik. Bukan satu Tubuh Kristus di Amerika dan ada Tubuh Kristus yang lain di Jepang. Pada semua tempat, Tubuh Kristus itu satu dan Allah Tritunggal adalah isinya (Ef 4:4-6). Roh yang satu itu adalah esens dari isinya. Tuhan yang satu itu adalah unsur dari isinya. Demikian juga, Allah Bapa sebagai sumber dari isinya, yang di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua secara Tritunggal. Esensnya berasal dari unsurnya dan unsumya datang dari sumbemya. Bahkan Allah Bapa sendiri, dalam keadaan tertentu, adalah tritunggal, karena Ia ada di atas kita, melalui kita, dan di dalam kita - dalam tiga arah. Dalam Tubuh Kristus, Allah Tritunggal adalah isinya - Bapa adalah sumber, Putra adalah unsur, dan Roh itu adalah esens.

C. Perbauran Tubuh Kristus yang Universal

1. Allah Telah Membaurkan Tubuh

Allah telah membaurkan Tubuh (I Kor. 12:24). Istilah membaurkan juga berarti membenahi, menyelaraskan, melembutkan, dan membaurkan. Allah telah membaurkan Tubuh, membenahi Tubuh, menyelaraskan Tubuh, melembutkan Tubuh, dan membaurkan Tubuh. Istilah Yunani untuk berbaur menyiratkan kehilangan ciri khas. Ciri khas seorang saudara mungkin adalah cepat dan saudara yang lain mungkin adalah lambat. Tetapi dalam kehidupan Tubuh, kelambanan hilang dan kecepatan disingkirkan. Semua ciri khas yang demikian hilang. Allah telah membaurkan semua kaum beriman dari semua suku dan warna, yang berbeda. Siapa yang dapat membuat orang kulit hitam dan kulit putih kehilangan ciri khas mereka? Hanya Allah yang dapat melakukannya. Seorang suami dan seorang istri dapat mempunyai kehidupan pernikahan yang harmonis hanya jika mereka kehilangan ciri khas mereka.

Agar menjadi harmonis, berbaur, dibenahi, dan dilembutkan dalam kehidupan Tubuh, kita harus melewati salib dan berdasarkan Roh itu, menyalurkan Kristus kepada orang lain demi Tubuh Kristus. Para sekerja dan para penatua harus belajar disalibkan. Apa pun yang kita lakukan seharusnya oleh Roh itu untuk menyalurkan Kristus. Demikian juga, apa pun yang kita lakukan tidak seharusnya untuk kesenangan kita dan menurut selera kita tetapi untuk gereja. Selama kita mempraktekkan butir-butir ini, kita akan mempunyai perbauran.

Semua butir ini menunjukkan bahwa kita harus bersekutu. Ketika seorang sekerja melakukan sesuatu, ia seharusnya bersekutu dengan para sekerja yang lain. Seorang penatua seharusnya bersekutu dengan para penatua yang lain. Persekutuan melembutkan kita; persekutuan membenahi kita; persekutuan menyelaraskan kita; dan persekutuan membaurkan kita. Kita seharusnya melupakan apakah kita lambat atau cepat dan hanya bersekutu dengan yang lain. Kita seharusnya tidak melakukan sesuatu tanpa bersekutu dengan orang-orang kudus lain yang berkoordinasi dengan kita. Persekutuan menghendaki kita berhenti jika kita akan melakukan sesuatu. Dalam koordinasi kita, dalam kehidupan gereja, dalam pekerjaan Tuhan, kita semua harus belajar untuk tidak melakukan sesuatu tanpa bersekutu.

Di tengah-tengah kita seharusnya ada perbauran semua anggota Tubuh Kristus yang individu, perbauran semua gereja di daerah-daerah tertentu, perbauran semua sekerja, dan perbauran semua penatua. Perbauran berarti kita harus selalu berhenti untuk bersekutu dengan yang lain. Dengan demikian, kita akan menerima banyak keuntungan. Jika kita mengucilkan atau memisahkan diri sendiri, kita akan kehilangan banyak keuntungan rohani. Belajarlah bersekutu. Belajarlah berbaur. Mulai sekarang dan seterusnya, gereja-gereja harus sering berkumpul untuk berbaur. Kita mungkin tidak biasa dengan hal ini, tetapi setelah kita mulai mempraktekkan perihal berbaur ini beberapa kali, kita akan mendapatkan citarasanya. Ini adalah perkara yang paling membantu dalam mempertahankan keesaan Tubuh Kristus yang universal. Hari ini, karena zaman yang modem ini dengan segala fasilitas modemnya, maka sangatlah mudah bagi kita untuk berbaur dengan yang lain.

Ketika berbaur, kita memiliki salib dan Roh itu. Tanpa salib dan Roh itu, semua yang kita punya adalah daging dan perpecahannya. Dalam diri sendiri, tidaklah mudah bagi kita untuk disalibkan dan melakukan segala perkara dengan Roh itu. Itulah sebabnya, kita harus belajar untuk dibaurkan. Perbauran menuntut agar kita disalibkan. Perbauran menuntut agar kita selalu berdasarkan Roh itu untuk menyalurkan Kristus dan melakukan segala sesuatu demi Tubuh-Nya.

Kita mungkin berkumpul tanpa banyak perbauran karena setiap orang berada dalam dirinya sendiri. Mereka takut menyakiti yang lain dan membuat kesalahan, karena itu mereka diam saja. Ini adalah tingkah laku manusia menurut daging. Ketika kita berkumpul, kita seharusnya mengalatni penamatan salib. Kemudian, kita harus belajar bagaimana mengikuti Roh itu, bagaimana menyalurkan Kristus, dan bagaimana mengatakan dan melakukan sesuatu demi keuntungan Tubuh. Semua itu akan mengubah keseluruhan atmosfir sidang dan akan melembutkan atmosfir. Perbauran bukanlah perkara berdiam diri atau aktif berbicara, melainkan perkara dilembutkan. Kita dapat hidup dalam keharmonisan karena kita telah dilembutkan. Pada akhimya, semua, ciri khas akan lenyap. Perbauran berarti kehiiangan ciri khas. Kita semua harus membayar harga untuk mempraktekkan perbauran.

Sekelompok penatua, mungkin sering bersidang bersama tetapi tanpa perbauran. Dibaurkan berarti Anda dijamah oleh yang lain dan Anda menjamah orang lain. Tetapi, Anda seharusnya menjamah orang lain melalui cara perbauran. Pergi ke salib, lakukan segala sesuatu oleh Roh itu, dan lakukanlah segala sesuatu untuk menyalurkan Kristus demi Tubuh-Nya. Kita seharusnya datang ke sidang perbauran bukan untuk berdiam diri. Kita harus mempersiapkan diri sendiri untuk mengatakan sesuatu bagi Tuhan. Tuhan mungkin menggunakan Anda, tetapi Anda perlu dilembutkan dan disalibkan, dan Anda perlu belajar mengikuti Roh. itu untuk menyalurkan Kristus demi Tubuh-Nya.

Ketika saya berumur sekitar dua puluh tujuh tahun, di desaku didirikan sebuah gereja. Saya belajar untuk melakukan segala sesuatu melalui salib dan oleh Roh itu untuk melayankan Kristus demi Tubuh-Nya. Karena saya masih muda, saya mengucapkan doa Salomo, "Tuhan, berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini" (2 Taw. 1:10), dan Tuhan menjawab saya. Selama bertahun-tahun, saya telah belajar untuk berbaur di antara orang-orang kudus.

2. Perbauran Bukan Pertemuan Ramah Tamah

Perbauran yang demikian ini bukanlah pertemuan ramah tamah melainkan perbauran Kristus yang dinikmati, dialami, dan didapatkan oleh para anggota individu, gereja-gereja di daerah-daerah, para sekerja, dan para penatua.

3. Bagi Pentbangunan Tubuh Kristus

unluk Merampungkan Yerusalem Baru

Bagi pembangunan Tubuh Kristus yang universal (Ef. 1:23) untuk merainpungkan Yerusalem Baru (Why. 21:2) sebagai sasaran akhir ekonomi Allah menurut perkenan-Nya (Ef. 3:8-10; 1:9-10).