PENDIRIAN GEREJA-GEREJA LOKAL
Pembacaan Alkitab:
Kis. 1:8; 8:1 13:1’ 14:23; 1 Kor. 1:2; 2 Kor. 8:1; Why. 1:4, 11; 1 Tim. 3:1; Tit. 1:5; Kis. 20:28; Flp. 1:1; 1 Tim. 5:19-20.
GARIS BESAR
I. Kebutuhan untuk mendirikan gereja-gereja
II. Adalah satu lokalitas
III. Teladan rasul-rasul dalam Perjanjian Baru
A. Dimulai dari Yerusalem
B. Menyebar luas ke Yudea, Samaria, dan Galilea.
C. Mencapai Antiokhia di Siria
D. Menyebar ke propinsi-propinsi Siria dan Kilikia
E. Berputar ke propinsi Asia kecil
F. Menyebar di propinsi Asia kecil
G. Mencapai Eropa—gereja-gereja dibangkitkan di propinsi Makedonia
H. Menyebar ke propinsi Akaya, selanjutnya ke Makedonia—gereja-gereja dibangkitkan
I. Menyebar ke Italia
IV. Kepemerintahan gereja-gereja lokal yang didirikan
Dalam pelajaran terakhir kita berbicara mengenai pembentukan gereja yang universal. Dalam pelajaran ini kita mempertimbangkan pendirian gereja-gereja lokal. Apakah perbedaan antara pembentukan dan pendirian? Ada satu perbedaan penting antara pembetukan gereja universal dan pendirian gereja-gereja. Gereja universal tidak didirikan melainkan dibentuk dengan dua kategori elemen: Semua kaum beriman sebagai elemen yang ekstinsik dan Kristus yang almuhit, perwujudan Allah Tritunggal yang rampung terproses sebagai Roh majemuk yang almuhit sebagai elemen intrinsik. Bukannya didirikan, gereja universal dibentuk oleh dua kategori elemen ini.
Pembentukan berhubungan dengan gereja universal dan dirampungkan semata-mata oleh Allah Tritunggal sendiri. Dia memilih, menebus dan melahirkan kembali melalui inkarnasiNya, penghidupan insani, ketersaliban, kebangkitan dan kenaikan. Hanya Dia yang bersyarat membentuk gereja. Tidak seorangpun dari kita dapat membantu Dia dalam pembentukan gereja universal. Pendirian gereja-gereja bagaimanapun berbeda. Pendirian gereja adalah satu pekerjaan di mana manusia dapat berbagian melalui bekerja sama dengan Allah Tritunggal. Manusia tidak hanya berbagian bahkan diperlukan untuk mendirikan gereja-gereja.
I. KEBUTUHAN UNTUK MENDIRIKAN GEREJA-GEREJA
Mengapa ada kebutuhan untuk mendirikan gereja-gereja? Gereja universal telah dibentuk oleh Allah Tritunggal tetapi di manakah orang dapat melihatnya? Gereja yang mulia ini harus praktis dan nyata bagi manusia. Gereja-gereja lokal dibutuhkan supaya manusia dapat melihat kemuliaan Allah. Sebelum Tuhan terangkat ke surga Dia berkata dalam Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dia ingin manusia mengekspresikan Dia di manapun, dari Yerusalem sampai ke ujung bumi. Gereja- gereja lokal adalah ekspresi praktis dan kesaksian-Nya. Karena itu gereja-gereja lokal harus didirikan di semua tempat di bumi yang dihuni bagi kesaksian-Nya. Rasul-rasul dalam Kisah Para Rasul, mulai mendirikan gereja-gereja lokal dan kita meneruskan proses ini sampai Tuhan datang kembali.
II. ADALAH SUATU LOKALITAS
Gereja-gereja lokal didirikan, tidak dibentuk. Pendirian berbeda dengan pembentukan. Kita tidak seharusnya mengatakan bahwa kita pergi ke suatu tempat tertentu untuk membentuk suatu gereja lokal di sana. Sebaliknya, kita pergi ke suatu tempat tertentu tidak untuk membentuk suatu gereja lokal tetapi mendirikan sebuah gereja lokal. Gereja sebagai suatu lingkaran yang menyeluruh dibentuk lebih dari 1900 tahun yang lalu pada hari Pentakosta dan di rumah Kornelius. Ini berarti bahwa di pandangan Allah gereja universal, tubuh Kristus telah dibentuk. Ini adalah suatu fakta yang telah rampung. Sekarang setelah pembentukan gereja universal ini sebagai suatu kesatuan yang lengkap maka ada kebutuhan untuk menyebarluaskan gereja. Jalan untuk menyebarluaskan gereja adalah dengan membawanya ke lokalitas tertentu dan menanamnya. Penanaman ini adalah pendirian suatu gereja lokal.
Tidak seorangpun dapat pergi ke suatu tempat untuk mendirikan suatu gereja lokal. Menganggap dapat melakukan hal seperti ini di pandangan Allah adalah merusak, karena itu hanya Allah sendiri yang dapat melakukan hal ini. Tetapi meskipun kita tidak dapat membentuk gereja, kita mempunyai posisi, hak dan kesempatan dan bahkan amanat untuk pergi sampai ke ujung bumi mendirikan gereja-gereja lokal.
Tuhan telah membentuk gereja. Beban kita adalah membawa gereja seperti sebuah pohon ke setiap negara, kota dan desa dan menanam sebuah gereja di sana. Kita semua perlu setia untuk melaksanakan beban mendirikan gereja-gereja lokal dengan menanam pohon-pohon gereja. Kita seharusnya berbeban tidak hanya menyelamatkan orang berdosa, tetapi juga mendirikan gereja-gereja lokal. Setiap pasangan yang menikah seharusnya seperti Priska dan Akwila yang menanam pohon gereja ke manapun mereka pergi. Bila kita semua mempunyai keinginan untuk mendirikan gereja -gereja dengan menanam pohon-pohon gereja, pendirian gereja-gereja akan menjadi sangat cepat dan besar. Mungkin kamu berkata, “saya hanya anak SMA, bagaimana saya dapat pergi dan mendirikan gereja-gereja? Jangan kuatir. Siapkan dirimu untuk digunakan Sang Tuan dengan membaca Alkitab dan berdoa tiap hari, menempuh hidup gereja dalam sidang-sidang gereja, mengembangkan suatu karakter yang baik, belajar dengan keras dan pergi ke perguruan tinggi yang baik. Sesudah lulus dari perguruan tinggi kamu dapat mengikuti pelatihan sepenuh waktu.. Sesudah dilatih, kalian akan dipersiapkan bagi Allah. Ketika waktunya tiba berdasarkan pengutusan Roh Kudus, kalian akan mempunyai kesempatan bersama-sama kaum saleh lainnya menanam pohon-pohon gereja yaitu mendirikan gereja-gereja lokal.
III. TELADAN RASUL-RASUL DALAM PERJANJIAN BARU
Dalam bagian ini kita akan memberikan sejarah dari penanaman gereja-gereja lokal yang dicatat dalam Perjanjian Baru. Berdasarkan catatan ini penanaman gereja-gereja dimulai di Yerusalem pada hari Pentakosta dan sampai ke Roma. Meskipun Paulus ingin ke Spanyol, dia tidak dapat melakukannya. Karena itu selama masa Perjanjian Baru penanaman gereja-gereja hanya sampai ke Italia.
A. Dimulai dari Yerusalem
Pendirian gereja-gereja dimulai dari hari Pentakosta (Kis. 2:1) dan dimulai dari kota Yerusalem (Kis. 2:5).
1. Gereja lokal pertama—gereja di Yerusalem
Gereja lokal pertama adalah gereja di Yerusalem. Gereja pertama yang disebut dalam Kisah Para Rasul 5:11 “Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat (gereja) dan semua orang yang mendengar hal itu”
Kisah Para Rasul 8:1 dengan jelas berkata, “gereja di Yerusalem.” Ini adalah gereja pertama yang didirikan di satu lokalitas dengan batasan hukum satu kota, kota Yerusalem. Itu adalah gereja lokal dalam lokalitasnya, seperti yang ditunjukkan oleh Tuhan dalam Matius 18:17. Ini bukan gereja universal seperti yang diwahyukan oleh Tuhan dalam Matius 16:18, tetapi hanya sebagian dari gereja universal yang adalah Tubuh Kristus (Ef. 1:22-23). Catatan Perjanjian Baru mengenai perkara pendirian gereja dalam lokalitas adalah konsisten (Kis. 13:1; 14:23; Rm. 16:1; 1 Kor. 1:2; 2 Kor. 8:1; Gal. 1:2; Why. 1:4, 11).
2. Tersusun oleh :
a. Penatua-penatua
Gereja di Yerusalem tersusun oleh penatua, orang-orang yang melayani dan kaum beriman. Kisah Para Rasul 11:30 membicarakan pemberian yang dikirimkan “kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.” Ini menunjukkan bahwa pada permulaannya keuangan gereja ada di bawah menajemen para penatua.
Seorang penatua adalah seorang penilik (1 Tim. 3:1). Dua sebutan ini mengacu pada orang yang sama; Penatua menunjukkan orang yang matang dalam hayat; penilik menunjukkan fungsi seorang penatua
b. Orang-orang yang Melayani
Kisah Para Rasul 6:3-6 membicarakan tujuh orang yang melayani dalam gereja di Yerusalem. Kisah Para Rasul 6:3 mengatakan, “Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu”. Tujuh saudara telah dipilih. Sejak tujuh orang ini dipilih melayani meja, mereka mungkin dianggap sebagai diaken, seperti orang-orang yang ditunjuk kemudian oleh Paulus dan sekerjanya di gereja-gereja (Rm. 16:1; Flp. 1:1; 1 Tim. 3:8). Ini berarti bahwa dalam penunjukkan tujuh orang yang melayani tidak ada pemimpin yang ditunjuk. Ini mengindikasikan tidak ada urutan atau kedudukan yang terhormat. Semua orang yang melayani adalah pelayan kaum saleh. Ini adalah teladan yang baik untuk kita pelajari dan ikuti sehingga kita dapat menghindari kepemimpinan dalam urutan dan kedudukan dalam segala bentuk.
c. Kaum beriman
Dua ayat yang membicarakan kaum beriman yang menyusun gereja di Yerusalem adalah Kisah Para Rasul 2:44 dan 5:14. Kisah Para Rasul 2:44, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,” dan 5:14 berkata, “Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan.” Penetapan “kaum beriman” mengacu kepada mereka yang telah percaya dalam Kristus sebagai Anak Allah berdasarkan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Penetapan ini tentu saja, mengindikasikan perkara percaya. Siapapun yang tidak mempunyai iman dalam Kristus, siapapun yang tidak percaya dalam Kristus, tentunya bukan seorang kaum beriman.
Kaum beriman juga adalah mereka yang telah menerima Kristus sebagai hayat kelahiran kembali mereka bagi mereka untuk menjadi anak-anak Allah.
Selanjutnya kaum beriman yang telah percaya ke dalam Kristus sebagai Anak Allah mempunyai kesatuan organik dengan Dia. Gereja tersusun oleh kaum beriman yang sedemikian.
B. Menyebar sampai ke Yudea, Samaria, dan Galilea
Pendirian gereja-gereja menyebar dengan cepat dari Yerusalem ke Yudea, Samaria dan Galilea. Kisah Para Rasul 9:31: Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” Ayat ini membicarakan dari Yudea, Galilea dan Samaria. Semuanya adalah propinsi dalam Kekaisaran Roma. Yudea ada di bagian selatan tanah orang Yahudi, Galilea ada di bagian utara dan Samaria berada di antara selatan dan utara. Mereka adalah gereja-gereja yang berada dalam tiga propinsi ini.
Orang-orang Yahudi memandang Galilea sebagai daerah yang diremehkan dan Samaria sebagai daerah yang penuh dengan campuran. Meskipun demikian, 9:31 berbicara bahwa gereja itu mencapai seluruh Yudea dan Galilea dan Samaria. Ini menunjukkan tidak peduli bagaimana Galilea diremehkan dan Samaria ditolak oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem, gereja-gereja yang dibangkitkan di semua wilayah itu dianggap sebagai satu gereja. Dalam aspek lokal mereka adalah gereja-gereja, tetapi dalam aspek universal semua gereja-gereja ini adalah gereja. Di sini, kita mempunyai wahyu dasar mengenai keesaan gereja universal.
C. Mencapai Antiokhia di Siria
Kisah Para Rasul 11: 19-26 mencatat penyebaran Injil ke Fenesia, Siprus dan Antiokhia melalui murid-murid yang tersebar kemana-mana. Ayat 26 mengacu kepada gereja di Antiokhia. Ketika Barnabas menemukan Saulus,” dia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang.
1. Gereja di Antiokhia
Kisah Para Rasul 13:1 dibuka dengan kata-kata, “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia, Ini dengan jelas mengacu pada gereja lokal yang didirikan di Antiokhia.
Kisah Para Rasul 14:26 dan 27 mengatakan Paulus dan Barnabas “berlayar ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karuniaAllah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.” Ayat 27 tidak mengatakan bahwa mereka bersama-sama dengan kaum beriman tetapi bahwa mereka bersama-sama dengan gereja. Ini mengindikasikan bahwa gereja secara esensial berarti suatu perhimpunan, suatu jemaat atau pertemuan. di Antiokhia ada gereja sedemikian, ada jemaat yang sedemikian.
2. Termasuk Nabi-nabi dan Pengajar
Kisah Para Rasul 13:1 Memberitahu kita bahwa dalam gereja di Antiokhia ada “nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Nabi-nabi adalah mereka yang berbicara untuk Allah dan bagi Allah dengan wahyu ilahi.Mereka kadang-kadang membicarakan ramalan dengan bersemangat. Pengajar adalah mereka yang mengajar kebenaran berdasarkan pengajaran rasul (Kis. 2: 42) dan wahyu nabi. Keduanya nabi-nabi dan pengajar-pengajar adalah universal seperti juga lokal.
Ketika pendirian gereja-gereja lokal dimulai dengan seratus dua puluh orang di Yerusalem, hanya khusus mencakup orang-orang Yahudi. Tetapi berdasarkan catatan dalam Kisah Para Rasul 13:1, nabi-nabi dan pengajar-pengajar di gereja di Antiokhia terdiri dari sekelompok jumlah orang dari sumber yang berbeda. Barnabas seorang Lewi, kelahiran Siprus (4:36). Niger, yang namanya berarti hitam dan pasti mengacu orang negro, mungkin Afrika asli. Lukius orang Kirene dari Kirene di Afrika utara. Menahem saudara angkat dari Herodes dan yang pemerintahannya berhubungan dengan kekaisaran Romawi. Akhirnya Saulus, seorang Yahudi yang lahir di Tarsus dan diajar oleh Gamaliel berdasarkan hukum Musa (22:30). Fakta bahwa nabi-nabi dan pengajar-pengajar tersusun oleh orang Yahudi dan orang kafir dengan latar belakang yang berbeda-beda, pendidikan dan status menunjukkan bahwa gereja tersusun dari semua ras dan tingkatan manusia tidak peduli latar belakang mereka dan bahwa semua karunia dan fungsi rohani didirikan kepada anggota Tubuh Kristus tidak berdasarkan status alamiah mereka.
Dalam 13:1 Tuhan menetapkan suatu pola untuk menyebarkan gereja-gereja. Dari Antiokhia pergerakan Tuhan berputar sampai mencapai dunia orang kafir, dan di dunia orang kafir ada banyak jenis orang yang berbeda, orang-orang yang berbeda budaya ras, dan status. Karena itu, pada permulaan perputaran ini, pola telah didirikan untuk menunjukkan bahwa gereja-gereja tersusun oleh orang-orang dari berbagai ras dan tingkatan manusia.
Di Antiokhia, Roh Kudus mengkhususkan Barnabas dan Saulus untuk diutus keluar mendirikan gereja-gereja di antara orang kafir (Kis. 13:2-4).
D. Menyebar ke Propinsi-propinsi di Siria dan Kilikia
1. Gereja-gereja Didirikan
Pendirian gereja-gereja menyebar sampai ke propinsi Siria dan Kilika. Di dua propinsi dari kekaisaran Romawi ini gereja-gereja didirikan. Ini dicatat dalam Kisah Para Rasul 15:40 dan 41. ‘Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh suadara-saudara kepada kasih karunia Tuhan, berangkatlah mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.
2. Diperkuat oleh Rasul Paulus dan Silas
Setelah gereja-gereja didirikan di Siria dan Kilikia, Paulus dan Silas diutus oleh rasul-rasul dari Yerusalem untuk memperkuat mereka. Penguatan sedemikian ini menunjukkan suatu penegasan ,pengenalan oleh rasul -rasul.
E. Berputar ke Asia kecil
1. Gereja-gereja Didirikan di kota-kota dari Listra, Ikonium, dan Antiokhia di propinsi Galatia—gereja-gereja di Galatia
Kisah Para Rasul 14:21-23 mengacu gereja-gereja yang didirikan di kota-kota dari Listra, Ikonium dan Antiokhia. Sesudah Paulus dan Barnabas di kota Derbe dan memperoleh banyak murid (ay. 20-21a), ”Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.”(ay. 21b). Ini tidak dari Antiokhia mereka diutus keluar melakukan perjalanan ministri (13:1 ; melainkan adalah dari Antiokhia di Pisidia, Antiokhia di Asia kecil.
Gereja-gereja di kota ini adalah gereja-gereja di Galatia (Gal. 1:2), suatu propinsi kuno kekaisaran Romawi. Melalui pemberitaan ministri Paulus gereja-gereja didirikan di sejumlah kota di propinsi itu. Karena itu istilah gereja-gereja bukan gereja yang digunakan Paulus ketika mengacu kepada mereka.
2. Penatua-penatua yang Ditetapkan Di setiap Gereja-gereja Lokal ini
Penatua-penatua yang ditetapkan di setiap gereja-gereja di Galatia. Kisah Para Rasul 14:23 mengatakan, “Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.”
Kata Yunani yang diterjemahkan, “disetiap jemaat/gereja” mengandung preposisi kata dengan penggunaan distributif—menurut gereja. Frasa “di setiap gereja” dalam pasal 14:23 sama dengan “di setiap kota dalam Titus 1:5.” Perbandingan dari frasa-frasa ini mengindikasikan tidak hanya batasan hukum dari gereja lokal itu adalah dari kota di mana gereja berlokasi, tetapi juga dalam satu kota seharusnya hanya ada satu gereja. Kepenatuaan dari gereja lokal seharusnya mencakup keseluruhan kota di mana gereja berada. Kepenatuaan yang sedemikian unik dalam suatu kota menjaga atau memelihara keesaan unik Tubuh Kristus dari pengrusakkan. Satu kota seharusnya hanya ada satu gereja dengan satu kepenatuaan. Praktek ini diilustrasikan, diluar pertanyaan dan keraguan apa pun melalui pola yang jelas dalam Perjanjian Baru (Kis. 8:1; 13:1; Rm. 16:1; 1 Kor. 1:2; Why. 1:1), dan ini adalah persyaratan mutlak untuk memelihara tata tertib yang tepat dalam gereja lokal.
Semua gereja-gereja yang penatua-penatuanya ditetapkan berturut-turut oleh rasul dalam Kisah Para Rasul 14:23 jelas didirikan tidak lebih dari satu tahun. Karenanya, penatua-penatua yang ditetapkan di gereja-gereja ini dapat bertumbuh matang dengan baik. Mereka harus dianggap penatua karena mereka termasuk bertumbuh di antara kaum beriman. Mereka tidak bersuara dalam jemaat mereka, mereka ditunjuk oleh para rasul berdasarkan kematangan mereka dalam Kristus. Mereka dituntut oleh rasul-rasul untuk memelihara kepemimpinan dan penggembalaan dalam gereja-gereja.
F. Menyebar sampai Ke propinsi Asia di Asia Kecil
1. Gereja-gereja Di kota-kota dari Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia
Wahyu 1:4 membicarakan, “tujuh gereja di Asia“ dan ayat 11 berkata, “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ke tujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia. Asia adalah sebuah propinsi di kekaisaran Romawi kuno yang mana ada tujuh kota yang disebutkan dalam ayat 11. Ke tujuh gereja-gereja yang disebut dalam tujuh kota secara berturut-turut bukan semua ada di dalam satu kota.
2. Penatua-penatua sebagai Penilik-penilik Ditetapkan Di gereja-geeja oleh Roh
Penatua-penatua sebagai penilik-penilik ditetapkan oleh Roh (Kis. 20:17, 28), kepada penatua-penatua dari gereja di Efesus, Paulus berkata, “Karena itu jagalah dirimu, dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan olah Roh Kudus menjadi penilik.” (Kis. 20:28a). Itu adalah rasul-rasul yang menetapkan penatua-penatua di setiap gereja. Tetapi di sini Paulus, satu-satunya pemimpin yang menetapkan , mengatakan bahwa Roh Kudus adalah satu dengan rasul-rasul dalam penetapan mereka atas penatua-penatua dan rasul-rasul melakukan berdasarkan pimpinan Roh Kudus.
Ini mewahyukan bahwa gereja lokal ada eksistensinya hanya melalui perkara Roh Kudus. Dengan kata lain pekerjaan rasul-rasul adalah mutlak pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus yang mendirikan kepenatuaan, adalah Roh Kudus yang mendirikan gereja-gereja.
Penilik-penilik dalam Kisah Para Rasul 20:28 adalah para penatua dalam ayat 17. Ini membuktikan bahwa penilik dan penatua adalah kata yang sama yang mengacu pada orang yang sama.
Kata Yunani untuk penilik adalah episkupos, dari epi berarti sekeliling, dan skopos berarti pelihat; karena itu, penilik (uskup dari bahasa latin episcopus). Seorang penilik (1 Tim. 3:2) dalam sebuah gereja lokal adalah seorang penatua. Dua sebutan ini mengacu pada orang yang sama; penatua, mengacu orang yang matang dalam hayat; penilik, mengacu pada fungsi seorang penatua. Ignatius pada abad kedua mengajarkan bahwa seorang penilik, uskup adalah lebih tinggi daripada seorang penatua. Dari pengajaran yang salah ini muncullah hirarki dari uskup, uskup agung, kardinal, dan paus. Pengajaran ini juga sumber dari sistem keuskupan dari pemerintahan keimamatan. Dalam pandangan Alllah, keduanya hirarki dan sistem ini sangat merusak.
G. Mencapai Eropa—Gereja - gereja Dibangkitkan Di propinsi Makedonia
Penyebaan gereja-gereja terus berlanjut dan akhirnya mencapai Eropa. Gereja-gereja dibangkitkan di propinsi Makedonia, dan di 2 Korintus 8;1 Paulus mengatakan, “Tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.” Makedonia adalah sebuah propinsi dari kekaisaran Roma di sebelah tenggara Eropa antara Troas dan Akhaya di laut Aegean.
1. Gereja di Filipi, Tersusun dari Kaum Saleh dengan Para Penilik dan Diaken
Sebuah gereja yang telah didirikan di Filipi, tersusun dengan kaum saleh dengan para penilik dan diaken. Dalam Filipi 1:1 Paulus berkata, “Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.” Ayat ini membuktikan bahwa gereja di Filipi didirikan dengan tata tertib yang baik. Ini memberitahukan bahwa Paulus berbicara tentang , ”Kaum saleh ... dengan para penilik dan diaken.” Ini hanya satu-satunya tempat dalam Perjanjian Baru di mana ekspresi sedemikian ditemukan. Apa yang dinyatakan Paulus kepada kaum saleh dengan para penilik dan diaken ada hubungannya. Dalam setiap gereja lokal kelompok yang unik ini terdiri dari kaum saleh. Kaum saleh adalah komponen dari sebuah gereja lokal. Di antara kaum saleh ada seorang yang memimpin, yang Perjanjian Baru menjelaskannya sebagai seorang penatua atau penilik. Kedua sebutan ini mengacu pada orang yang sama. Ketika seorang penatua melaksanakan tanggung jawabnya dalam gereja , ia berfungsi sebagai seorang penilik.
Dalam 1:1 Paulus juga menyebutkan diaken. Para diaken adalah orang-orang yang melayani di sebuah gereja lokal dibawah penilik secara langsung (1Tim. 3:8). Kata Inggris ‘deacons’ diinggriskan dari bentuk kata Yunani diakons, yang berarti seorang yang melayani.
2. Gereja di Tesalonika
Tesalonika seperti Filipi, adalah sebuah kota dari kekaisaran Roma di propinsi Makedonia, sebelah Utara propinsi Akhaya. Setelah panggilan Makedonia diterima Paulus pada perjalanan ministrinya yang kedua kali, dia dan sekerjanya Silwanus mengunjungi Filipi dulu dan kemudian Tesalonika (Kis. 16:9-12; 17;2).
Satu Tesalonika 1:1 mengatakan , ”Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.” Kedua kitab 1 dan 2 Tesalonika ditujukan kepada gereja lokal di Tesalonika, yang tersusun dari semua orang kudus dalam Kristus dalam kota itu. Sebuah gereja lokal terdiri dari kaum saleh dan di dalam Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Ini menunjukkan bahwa sebuah gereja lokal sedemikian lahir dari Alllah Bapa dengan hayat-Nya dan sifat-Nya dan disatukan dengan Tuhan Yesus Kristus secara organik dalam apa adanya Dia dan apa yang telah dilakukannya. Karena itu, gereja lokal terdiri manusia (seperti Tesalonika), ada di dalam Allah dan Tuhan secara organik.
H. Menyebar sampai ke Propinsi Akhaya, sampai ke Makedonia—Gereja-gereja dibangkitkan di:
1. Korintus-Gereja di Korintus
Penanaman gereja-gereja juga menyebar sampai ke propinsi Akhaya. Akhaya di sebelah selatan Makedonia dan sebuah propinsi dari kekaisaran Roma, bagian dari Yunani hari ini, yang ada di kota Korintus.
Dalam 1 Korintus 1:2 dan 2 Korintus 1:1 Paulus menunjukkan “jemaat Allah di Korintus.” Ekspresi gereja Allah sangat ajaib. Ini menunjukkan bahwa gereja di Korintus bukan gereja milik Petrus, gereja milik Apolos atau Paulus, juga bukan milik segala praktek atau doktrin tetapi milik Allah. Gereja disusun dari Allah yang universal, tetapi berada di Korintus, suatu tempat yang pasti di bumi. Dalam sifatnya, gereja adalah universal dalam Alllah, tetapi dalam praktek gereja adalah lokal dalam suatu tempat tertentu.
2. Kengkrea—Gereja di Kengkrea dengan Seorang Diaken Wanita
Gereja lain di propinsi Akhaya adalah gereja di Kengkrea. Dalam Roma 16:1 Paulus berkata, ”Aku meminta perhatianmu kepada terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea.” Febe adalah seorang diaken, yaitu seorang yang melayani. Paulus menyambut dia dengan penghargaan yang tinggi seperti dalam ayat berikutnya ia berkata, ”Sebab ia sendiri telah memberikan banyak bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.” Kata “penyokong “ dalam bahasa Yunani adalah sebuah kata dari martabat, menunjukkan seseorang yang menolong, menyokong dan menyediakan. Febe adalah seorang saudari yang melayani yang lain dengan harga dan pengorbanan apapun. Bila kita berbisnis dengan Tuhan dalam hidup gereja, kita juga perlu melayani gereja dan memelihara gereja tanpa menghiraukan harga apapun. Permintaan pertama untuk mempraktekkan hidup gereja adalah kita melayani gereja.
I. Menyebar ke Italia
1. Gereja Dibangkitkan di Roma—Gereja di Roma
Akhirnya pendirian gereja-gereja menyebar ke Italia dan sebuah gereja dibangkitkan di Roma—gereja di Roma. Fakta bahwa ada gereja di Roma ditunjukkan dengan perkataan Paulus dalam Roma 1:7, ”Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma; yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus.”
2. Bersidang Di rumah Priska dan Akwila
Gereja di Roma bersidang di rumah Priska dan Akwila. Dalam Roma 16:3-5a Paulus mengatakan, ”Sampaikan salam kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat di rumah mereka.” Gereja di rumah mereka adalah gereja di Roma. Jadi tidak ada dua gereja di Roma , satu disebut gereja di Roma dan yang lain bersidang di rumah Akwila dan Priska. Gereja di Roma secara sederhana bersidang di rumah pasangan ini, sehingga ada gereja di rumah mereka.
Di satu pihak, pasangan ini untuk semua gereja-gereja, di pihak lain, mereka adalah untuk gereja lokal mereka secara khusus. Ketika mereka tinggal di Efesus (Kis. 18:18-19), gereja di Efesus ada di rumah mereka (1 Kor. 16:19). Ketika mereka tinggal di Roma, gereja di Roma bersidang di rumah mereka. Karena itu, gereja di Roma disebut gereja di rumah mereka.
IV. KEPEMERINTAHAN YANG DIDIDRIKAN OLEH GEREJA-GEREJA LOKAL
Kepemerintahan gereja sangat sederhana. Rasul-rasul pergi keluar dan memberitakan Injil untuk mendirikan gereja-gereja. Kemudian mereka memilih kaum beriman yang lebih bertumbuh dan menetapkan mereka menjadi penatua-penatua untuk menggembalakan, menjaga sebuah gereja lokal. Para penatua seharusnya menjaga gereja-gereja berdasarkan pengajaran para rasul. Karena semua gereja didirikan oleh para rasul, dan para penatua dipilih dan ditetapkan di lokal yang berbeda-beda oleh para rasul, dalam menjaga gereja-gereja para penatua seharusnya mengambil perkataan para rasul.
Kerasulan adalah universal dan kepenatuaan adalah lokal. Sebelum Paulus dan Barnabas diutus keluar dari gereja di Antiokhia, mereka adalah pengajar dan nabi di lokalitas tersebut, menjadi lokal (Kis. 13:1). Ketika mereka dipisahkan dan diutus keluar oleh Roh Kudus, mereka menjadi rasul-rasul diutus untuk gereja universal (Kis. 13:2-4). Meskipun kerasulan mereka universal, gereja-gereja yang mereka dirikan adalah lokal.
Sejak itu rasul-rasul menetapkan para penatua, para rasul berada di atas para penatua (Kis. 14:23). Karena para penatua ada di gereja-gereja lokal yang didirikan dan ditetapkan oleh para rasul, para rasul di atas para penatua.
Kepenatuaan adalah lokal, dan dibawah kerasulan. Satu Timotius 5:19-20 menunjukkan bahwa sebuah tuduhan yang melawan penatua dibuat rasul. Ini menunjukkan bahwa para penatua di bawah para rasul. Adalah tidak benar bahwa sekali kepenatuaan telah didirikan, para penatua terpisah dari para rasul. Ini tidak masuk akal dan tidak mungkin. Mereka masih tetap dibawah pimpinan dan tuntunan para rasul yang membangkitkan mereka dan menetapkan mereka untuk pelayanan mereka. Mereka seharusnya tetap tinggal dalam persekutuan dengan para rasul untuk memastikan bahwa gereja-gereja yang didirikan oleh para rasul tetap sehat dalam Tuhan.