← Daftar isi Gereja · bab 8/23

PEMBENTUKAN GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Rm. 5:18-19; 1 Ptr. 3:18; Yoh. 12:24; 1 Ptr. 1:3; 1 Kor. 15:45; Yoh. 20:19-22; 7:39;

Kis.1:8; Luk. 1:35; 1 Kor. 12:13; Mat. 16:18; Ef. 1:22-23; Kis. 2:33;

Kis. 2:17; Luk. 24:49; Kis. 1:4; Luk. 4:18.

Garis Besar

I. Penyaliban Kristus untuk menebus banyak orang bagi gereja

II. Kebangkitan Kristus untuk melahirkan kembali banyak orang menjadi anggota-anggota gereja yang hidup

III. Kenaikan Kristus untuk mencurahkan Roh atas orang-orang-Nya untuk membentuk gereja

A. Adalah universal

B. Pada hari Pentakosta dan di rumah Kornelius

C. Dengan Kristus Sang kepala

D. Melalui pencurahan Roh

1. Pembaptisan di dalam Roh Kudus

2. Pada seratus dua puluh kaum beriman

3. Pada kaum beriman di rumah Kornelius

Setelah melihat visi gereja, tujuan Allah untuk gereja, status gereja, dan kesatuan dalam aspek universal dan lokal gereja, kita perlu melihat pembentukan gereja yang universal dan pendirian gereja-gereja lokal dalam dua pelajaran yang mendatang.

Banyak orang Kristen lebih menyukai “gereja” yang satu dibandingkan dengan yang lain karena itu terlihat dari kesukaan pribadi mereka, atau mereka membentuk gereja mereka sendiri ketika mereka ingin melakukan sesuatu yang lain. Kita harus mengacu pada Alkitab untuk melihat siapa yang memenuhi syarat untuk membentuk gereja, dan melihat bagaimana gereja-gereja lokal didirikan.

Kita harus menyadari bahwa tidak ada satu pun dari kita yang memenuhi syarat untuk membentuk gereja. Hanya Tuhan Yesus yang memenuhi syarat untuk ini. Dalam Matius 16:18 Dia berkata, “Aku akan mendirikan gereja-Ku.” Dia adalah satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk membentuk gereja.

I. PENYALIBAN KRISTUS UNTUK MENEBUS BANYAK ORANG BAGI GEREJA

Dalam membentuk gereja, kita pertama-tama memerlukan bahan, orang-orang bagi Tuhan. Di manakah orang-orang dan bagaimana keadaan orang-orang sebelum penyaliban Kristus? Sebelum penyaliban Kristus, tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota-anggota gereja. Gereja adalah mulia. Gereja adalah kudus. Gereja adalah hayat, dari Allah Tritunggal. Semua orang berada di bawah penghakiman Allah karena pelanggaran-pelanggaran (Rm. 5:18a). Mereka disusun menjadi orang-orang berdosa karena ketidaktaatan (Rm. 5:19a). Mereka menjauhkan diri dari hayat Allah (Ef. 4:18) dan karena itu tidak dapat mengekspresikan Allah. Mereka dilahirkan dalam dosa, dalam seluruh hidupnya mereka berjuang dalam dosa, dan mereka akan mati dalam dosa. Mereka tidak mulia atau pun kudus. Mereka juga tidak bersatu dengan Allah Tritunggal, tetapi, mereka adalah musuh-musuh Allah. Mereka menjadi manusia usang dari ciptaan lama. Akhirnya, mereka mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka. Bagaimana mungkin seseorang dapat membentuk gereja dengan orang-orang dalam keadaan yang demikian? Itu adalah tidak mungkin!

Kemudian siapakah yang dapat menebus orang-orang ini kembali kepada Allah? Dapatkah Anda atau saya? Tidak! Tidak seorang pun di surga atau di bumi dalam seluruh sejarah umat manusia dapat menyelamatkan orang-orang bagi Allah keluar dari dilema ini kecuali Yesus Kristus Tuhan kita. Dia adalah Penyelamat yang sempurna dan unik, karena Dia adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna dan sejati. Sebagai manusia yang sejati, Dia memiliki darah untuk ditumpahkan. Sebagai manusia yang sempurna, kematian-Nya tidak untuk dosa-dosa-Nya sendiri, tetapi untuk dosa-dosa kita. Sebagai Allah yang sempurna, Dia dapat melepaskan hayat Allah ke dalam kita. Hanya ada satu orang yang sedemikian di dalam seluruh sejarah manusia yang memenuhi syarat untuk menjadi Penyelamat. Haleluya! Karena Dia sendiri adalah Penyelamat, Dia sendiri memenuhi syarat untuk membentuk gereja.

Dengan kematian-Nya yang dilakukan untuk orang lain (1 Ptr. 3:18), kita diselamatkan dari pengadilan Allah (Rm. 5:18b). Dia lebih dari mengganti kita. Sebagai hasil dari penyaliban-Nya, tidak hanya semua hal-hal negatif diakhiri di kayu salib, tetapi hayat ilahi dilepaskan. Hayat ilahi dilepaskan dari sebutir gandum untuk menghasilkan banyak butir (Yoh. 12:24), banyak putra Allah. Kita tidak lagi milik ciptaan lama, tetapi kita sekarang adalah anak-anak Allah dan anggota-anggota Kristus. Akhirnya, kita adalah gereja, Tubuh Kristus.

II. KEBANGKITAN KRISTUS UNTUK MELAHIRKAN KEMBALI BANYAK ORANG MENJADI ANGGOTA-ANGGOTA GEREJA YANG HIDUP

Kita membutuhkan penebusan Kristus untuk menyelamatkan kita kembali kepada Allah. Kita membutuhkan hayat lain — hayat Allah untuk melahirkan kembali roh kita agar kita dapat menjadi anak-anak Allah dan anggota-anggota gereja yang hidup. Sebaliknya, kita tidak memenuhi syarat untuk menjadi anggota-anggota Tubuh-Nya dan Kristus tidak dapat membentuk gereja.

Bagi Kristus untuk membentuk gereja, adalah penting bagi-Nya untuk melewati kematian dan masuk ke dalam kebangkitan agar Dia dapat memberikan hayat ilahi ke dalam kita. Dia membawa Allah Tritunggal ke dalam kita yang membuat kita dilahirkan dari Allah (1 Ptr. 1:3). Dalam kebangkitan Dia berubah dari daging menjadi Roh. Satu Korintus 15:45b memberi tahu kita bahwa dalam kebangkitan-Nya dan melalui kebangkitan-Nya Kristus sebagai Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat.

Pada hari kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus muncul di tengah-tengah murid-murid-Nya dalam jalan yang mengagumkan. “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Damai sejahtera bagi kamu” (Yoh. 20:19). Murid-murid “terkejut dan menjadi takut dan berpikir mereka melihat roh” (Luk. 24:37), yaitu, setan, hantu. Tuhan berkata kepada mereka, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku, Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kalian lihat ada pada-Ku” (Luk. 24:39). Tuhan memiliki tubuh fisik yang dapat dilihat dan disentuh. Setelah memperlihatkan kepada murid-murid-Nya “kedua tangan-Nya dan lambung-Nya” (Yoh. 20:20), Tuhan “menghembuskan ke dalam mereka dan berkata, Terimalah Roh Kudus” (ay. 22). Ini adalah Roh yang diharapkan dalam Yohanes 7:39 dan dijanjikan dalam 16:16-17, 26; 15:26; 16:7-8, 13. Karena itu, hembusan Roh Kudus dari Tuhan ke dalam murid-murid adalah penggenapan janji-Nya atas Roh Kudus sebagai Penghibur. Di sini Roh seperti udara dihembuskan sebagai hayat ke dalam diri murid-murid, Tuhan membagikan diri-Nya sebagai hayat dan segalanya ke dalam mereka.

Tuhan Yesus datang kepada murid-murid-Nya pada hari kebangkitan-Nya sebagai Kristus yang pneumatik. Bahasa Yunani untuk “Roh” dalam Yohanes 20:22 adalah pneuma, kata yang juga berarti nafas atau udara. Dalam Yohanes pasal 1 Kristus adalah Anak Domba tetapi di dalam Yohanes pasal 20, setelah kematian-Nya dan di dalam kebangkitan-Nya, Dia adalah Kristus uang pneumatik. Mengatakan bahwa Kristus adalah Kristus yang pneumatik berarti Dia penuh dengan hembusan ilahi. Sedangkan dalam Yohanes pasal 1 Kristus datang sebagai Anak Domba, dalam Yohanes pasal 20 Dia datang sebagai pneuma. Fakta bahwa Dia dihembuskan ke dalam murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka untuk menerima Roh Kudus menandakan bahwa Dia telah datang kepada mereka sebagai hembusan, pneuma. Tuhan menjadi Kristus yang pneumatik melalui kebangkitan, dan sekarang, dalam kebangkitan, Dia masih datang kepada kita sebagai Roh, pneuma.

Setelah Tuhan Yesus datang dalam Yohanes 20:19, tidak ada kata atau tanda dalam catatan Yohanes yang menunjukkan bahwa Tuhan meninggalkan murid-murid. Alasan untuk ini adalah Dia tinggal bersama mereka, walaupun mereka tidak menyadari kehadiran-Nya. Sebagai pengganti meninggalkan mereka, Dia menghilang, menjadi tidak terlihat. Tetapi untuk mengejutkan murid-murid, pada berbagai waktu dan dalam tempat yang berbeda Dia akan muncul, menyatakan diri-Nya kepada mereka. Kisah Para Rasul 1:3 memberi tahu kita bahwa kepada Rasul-rasul “Dia menunjukkan diri-Nya hidup setelah penderitaan-Nya dengan banyak bukti yang meyakinkan, melalui suatu waktu selama empat puluh hari, menampakkan diri kepada mereka.” Penampakannya bukan berarti bahwa Dia pernah meninggalkan mereka; itu secara sederhana berarti bahwa Dia membuat kehadiran-Nya terlihat oleh mereka.

III. KENAIKAN KRISTUS UNTUK MENCURAHKAN ROH ATAS ORANG-ORANG-NYA UNTUK MEMBENTUK GEREJA

Setelah muncul di antara murid-murid-Nya untuk suatu waktu yaitu empat puluh hari, Tuhan Yesus naik ke surga. Sepuluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, Dia, yang telah menerima Roh yang rampung, mencurahkan Roh ini ke atas seluruh murid-murid-Nya.

Pada poin ini kita harus mengingat perbedaan di antara Roh secara essensial dan Roh yang ekonomikal. Roh essensial adalah untuk kehidupan rohani kaum beriman, hidup, bereksistensi dan berada, dan Roh ekonomikal adalah untuk ekonomi Allah, bekerja, dan bergerak. Pada hari kebangkitan-Nya Tuhan Yesus menghembuskan Roh ke dalam murid-murid secara essensial sebagai hayat untuk keberadaan rohani mereka. Kemudian lima puluh hari kemudian, pada hari Pentakosta, Kristus, di dalam kenaikan-Nya, mencurahkan Roh yang rampung ke atas murid-murid-Nya secara ekonomikal sebagai kekuatan untuk pekerjaan mereka.

Dalam kebangkitan Tuhan, Roh dari hayat yang telah bangkit, adalah sama dengan udara, dihembuskan ke dalam murid-murid untuk keberadaan rohani mereka dan kehidupan secara essensial. Dalam kenaikan Tuhan, Roh dari kekuatan kenaikan tersebut, dicurahkan ke atas diri murid-murid, yang dilambangkan dengan angin untuk ministri murid-murid dan pergerakan secara ekonomikal (Kis. 2:2). Roh essensial dari hayat kebangkitan adalah untuk kaum beriman untuk memperhidupkan Kristus; Roh ekonomikal dari kekuatan kenaikan adalah bagi mereka untuk melaksanakan tugas-Nya.

Kita harus melihat dengan jelas perbedaan di antara hembusan di dalam Yohanes pasal 20 dan tiupan di dalam Kisah Para Rasul pasal 2. Hembusan dalam Yohanes pasal 20 adalah untuk membagikan Roh pemberi hayat ke dalam kaum beriman secara essensial untuk keberadaan rohani mereka dan untuk kehidupan rohani mereka. Tetapi tiupan di dalam Kisah Para Rasul pasal 2 adalah untuk mencurahkan Roh kekuatan ekonomikal ke atas kaum beriman, yang telah menerima Roh essensial di dalam mereka. Pencurahan Roh kekuatan bukanlah untuk keberadaan atau kehidupan rohani kaum beriman; tetapi, pencurahan Roh kekuatan adalah untuk ministri dan pergerakan kaum beriman. Karena itu, aspek essensial dari Roh adalah untuk kehidupan, dan aspek ekonomikal adalah untuk ministri.

Tuhan Yesus sendiri adalah pola untuk penerimaan Roh kaum beriman baik secara essensial maupun secara ekonomikal. Pertama, Roh datang sebagai essens ilahi untuk kandungan dan kelahiran Tuhan Yesus (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20). Ini adalah kedatangan Roh secara essensial untuk eksistensi Kristus dan keberadaan manusia-Allah.

Roh Kudus juga datang kepada Yesus Kristus sebagai kekuatan ilahi untuk mengurapi Kristus (Mat. 3:16). Ini adalah Roh ekonomikal dan untuk ministri dan pekerjaan Kristus, di mana, Roh yang kemudian datang, (pada kelahiran-Nya,) sebagai essens ilahi adalah essensial dan untuk keberadaan dan kehidupan Tuhan. Ketika Dia datang pada umur tiga puluh untuk meministrikan dan bekerja bagi Allah, Dia membutuhkan Roh sebagai kekuatan ekonomikal-Nya, walaupun Dia telah dilahirkan dari Roh dan telah memiliki Roh di dalam-Nya.

Kaum beriman juga menerima Roh baik secara essensial dan secara ekonomikal. Pada hari kebangkitan Tuhan, Roh essensial untuk eksistensi dan keberadaan rohani kaum beriman dihembuskan ke dalam diri mereka. Ini dengan tegas dibuktikan melalui catatan dari Kisah Para Rasul pasal 1. Menurut catatan ini, walaupun sebelum hari Pentakosta, Petrus berubah. Di dalam keempat Injil Petrus sering bertindak bodoh, berkelakuan yang bukan-bukan. Tetapi di dalam Kisah Para Rasul pasal 1 Petrus adalah orang yang sangat berbeda, dapat dengan tepat menjelaskan puji-pujian.

Petunjuk lainnya yang merupakan fakta bahwa murid-murid telah menerima Roh itu secara esensial sebelum hari Pentakosta, juga tercatat di dalam Kisah Para Rasil 1, yaitu mereka dapat berdoa seia sekata selama sepuluh hari. Sebelum penyaliban Tuhan, murid-murid saling berebutan satu dengan lainnya. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 1 terdapat doa dan bukannya berebutan. Apakah yang memungkinkan untuk berdoa seia sekata selama sepuluh hari? Ini dimungkinkan oleh Roh yang berhuni.

Meskipun murid-murid telah menerima Roh itu secara esensial dan telah memiliki Roh itu di dalam mereka, mereka masih perlu Roh ekonomikal untuk turun ke atas mereka. Mengenai ini, Tuhan Yesus berkata kepada mereka, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis. 1:8). Kemudian sesudah sepuluh hari kenaikan-Nya, Tuhan Yesus mencurahkan diri-Nya sebagai Roh yang rampung ke atas murid-murid.

Sekarang kita dapat melihat bahwa gereja dibentuk oleh dua langkah. Langkah pertama adalah Tuhan menghembuskan Roh itu ke dalam kaum beriman bagi eksistensi dan diri rohani mereka. Langkah kedua adalah Tuhan mencurahkan diri-Nya sebagai Roh yang rampung ke atas kaum beriman, membaptis mereka ke dalam satu Tubuh. Dengan dua langkah ini kaum beriman dipenuhi secara batini dengan Roh itu dan dipakaikan secara luaran dengan Roh itu. Secara batini mereka memiliki Roh esens, Roh esensial, dan secara luaran mereka memiliki Roh ekonomi, Roh ekonomikal. Sebagai hasilnya, mereka bersama-sama telah dibungkus dengan Roh itu, dan dengan dibungkus oleh Roh itu mereka dibentuk ke dalam Tubuh Kristus. Ini adalah pembentukan gereja.

Pada hari Pentakosta Kristus telah membaptis kaum beriman Yahudi di dalam Roh ekonomikal. Tidak lama sesudah itu, dalam rumah Kornelis Dia telah membaptis kaum beriman orang Kafir di dalam Roh ekonomikal. Pada hari Pentakosta di Yerusalem, Roh ekonomikal turun di atas kaum beriman Yahudi, Roh ekonomikal yang sama turun di atas kaum beriman Kafir. Dengan dua perihal kaum beriman ini dibaptis di dalam Roh ekonomikal, Kristus, sebagai Kepala di surga, membaptis seluruh Tubuh-Nya — baik sisi Yahudi dan sisi orang Kafir — di dalam satu Roh ke dalam satu Tubuh, seperti yang secara penuh diwahyukan di dalam 1 Korintus 12:13. Jadi, gereja dibentuk melalui Kristus membaptis seluruh kaum beriman, baik bangsa Yahudi dan bangsa Kafir, di dalam satu Roh ke dalam satu Tubuh.

A. Adalah Universal

Melalui satu untuk semua baptisan di dalam Roh yang almuhit, gereja, di mata Allah, adalah satu untuk semua, secara universal dibentuk menjadi kepenuhan Kristus bagi ekspresi universal-Nya. Hal itu setelah pembentukan Tubuh Kristus yang universal ini, bahwa sepanjang abad, seluruh umat Allah yang telah dipilih hari ini, dan akan dibawa bukan hanya ke dalam realitas tetapi juga pelaksanaan Tubuh Kristus sampai penyelesaiannya dicapai.

B. Pada Hari Pentakosta dan dalam Rumah Kornelius

Pembentukan gereja terjadi dua langkah pada dua waktu yang berbeda: pada hari Pentakosta dan ketika Petrus di dalam rumah Kornelius (Kis. 2:1; 10:24). Apa yang terjadi pada hari Pentakosta dengan kaum beriman bangsa Yahudi dan di dalam rumah Kornelius dengan kaum beriman bangsa Kafir adalah bagi pembentukan gereja, Tubuh Kristus.

C. Kristus Sang Kepala

Gereja telah dibentuk secara langsung oleh Kristus Sang Kepala (Mat. 16:18). Efesus 1:22 dan 23 memberi tahu kita bahwa Allah memberikan Kristus sebagai Kepala atas segala sesuatu kepada gereja, yang adalah Tubuh-Nya. Frase yang penting "kepada gereja" menyatakan bahwa apa pun yang Kristus Sang Kepala telah peroleh dan dapatkan telah ditransmisikan kepada gereja. Transmisi dari Sang Kepala ini adalah sumber Tubuh.

D. Melalui Pencurahan Roh itu

Pembentukan gereja oleh Kristus sang Kepala terjadi melalui pencurahan Roh itu (Kis. 2:17-18, 33). Pencurahan Roh itu berbeda dari penghembusan Roh itu ke dalam murid-murid yang keluar dari mulut Kristus pada kebangkitan-Nya. Pencurahan Roh Allah dari langit pada kenaikan Kristus. Pembentuknya adalah aspek esensial Roh itu yang dihembuskan ke dalam murid-murid sebagai hayat untuk kehidupan mereka; yang terakhir adalah aspek ekonomikal Roh itu yang dicurahkan ke atas mereka sebagai kekuatan untuk pekerjaan mereka. Roh yang sama baik yang di dalam mereka secara esensial dan ke atas mereka secara ekonomikal.

Pencurahan Roh itu pada kenaikan Kristus adalah turunnya Kristus yang bangkit dan naik sebagai Roh yang almuhit untuk melaksanakan ministri surgawi-Nya di atas bumi untuk membangun gereja sebagai Tubuh-Nya bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Dalam Kisah Para Rasul 2:33 Petrus, membicarakan Tuhan Yesus, katanya, "Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan [Bapa] itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengan di sini." Hal ini bukan janji yang diberikan oleh Roh Kudus tetapi janji yang diberikan Bapa di dalam Yoel 2:29, dicuplik oleh Petrus di dalam Kisah Para Rasul 2:17, dan mengacu kepada perktaan Tuhan di dalam Lukas 24:49 dan Kisah Para Rasul 1:4, mengenai Roh Kudus. Kristus yang diagungkan menerima janji Roh Kudus sebenarnya adalah menerima Diri Roh Kudus sendiri. Kristus telah dikandung dari Roh itu secara esensial bagi dirinya di dalam keinsanian (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20) dan diurapi dengan Roh itu secara ekonomikal bagi ministrinya di antara manusia (Luk. 4:18). Sesudah kebangkitan dan kenaikanNya, Dia masih perlu menerima Roh itu secara ekonomikal sehingga Dia dapat mencurahkan diri-Nya ke atas Tubuh-Nya untuk melaksanakan ministri surgawi-Nya di atas bumi bagi perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

1. Pembaptisan di dalam Roh Kudus

Pencurahan Roh itu adalah pembaptisan di dalam Roh Kudus. Terhadap Roh Kudus hal itu merupakah suatu pencurahan, tetapi Kristus Sang Kepala hal itu merupakan suatu pembaptisan.

Tuhan Yesus menunjukkan kepada pembaptisan di dalam Roh Kudus dalam Kisah Para Rasul 1:5. “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis oleh Roh Kudus.” Hal ini telah digenapkan di dalam dua bagian termasuk kaum beriman bangsa Yahudi dan kaum beriman bangsa Kafir. Karena itu, di dalam 1 Korintus 12:13 Paulus berkata, “Di dalam satu Roh kamu semua telah dibaptis ke dalam satu Tubuh, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Sejak Roh itu adalah lingkungan dan elemen baptisan rohani kita dan di dalam Roh itu kita semua dibaptis ke dalam satu kesatuan organik, Tubuh Kristus, jadi kita semua seharusnya, tanpa memperhatikan ras, kebangsaan, dan tingkat sosial kita, menjadi satu Tubuh ini. Hal itu di dalam satu Roh sehingga kita semuanya telah dibaptis ke dalam satu Tubuh yang hidup untuk mengekspresikan Kristus.

2. Pada Seratus Dua Puluh Kaum Beriman

Pertama, pencurahan Roh itu pada seratus dua puluh kaum beriman (Kis. 1:15; 2:1-4). Pada hari Pentakosta kaum beriman bangsa Yahudi, bagian pertama Tubuh, telah dibaptis.

3. Pada Kaum Beriman di dalam Rumah Kornelius

Sesudah kaum beriman bangsa Yahudi dibaptis ke dalam Roh Kudus untuk pembentukan gereja, kaum beriman bangsa Kafir juga telah dibaptis dengan cara yang sama (Kis. 10:24, 44-47a). Roh Kudus secara luaran dan ekonomikal turun ke atas mereka yang mendengarkan firman di dalam rumah Kornelius. Di dalam kasus rumah Kornelius, Roh Kudus masuk ke dalam kaum beriman secara esensial bagi hayat dan turun ke atas mereka secara ekonomikal bagi kekuatan yang terjadi secara terus menerus ketika mereka percaya ke dalam Tuhan. Bagaimana pun, turunnya Dia ke atas mereka secara ekonomikal hanya dicatat di dalam Kisah Para Rasul 10:46, karena hal itu luaran dan dapat dinyatakan oleh lainnya dengan bahasa lidah mereka dan memuji Allah, sedangkan masuknya Dia ke dalam mereka terjadi secara tenang dan tidak kelihatan. Mereka menerima baik aspek Roh itu secara langsung dari Kristus sang Kepala Tubuh, tanpa saluran perantara apapun, sebelum mereka dibaptis di dalam air oleh anggota Tubuh Kristus lainnya. Hal ini menunjukkan penekanan bahwa sang Kepala Tubuh membaptis kaum beriman bangsa Kafir ke dalam Tubuh-Nya secara langsung. Kaum beriman bangsa Kafir di dalam rumah Kornelius menerima Roh Kudus secara ekonomikal, seperti para rasul permulaan dan kaum beriman bangsa Yahudi lakukan pada hari Pentakosta, secara langsung dari Sang Kepala yang telah naik.

Perkataan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 11 membuktikan apa yang terjadi di dalam rumah Kornelius adalah langkah kedua di dalam Kristus membaptis Tubuh-Nya di dalam Roh Kudus sekali untuk semuanya. Petrus berkata, “Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (ay. 15-16). Jadi, catatan di dalam Kisah Para Rasul dengan kuat menunjukkan bahwa hanya dua kasus — yaitu kaum beriman bangsa Yahudi pada hari Pentakosta dan kaum beriman bangsa Kafir di dalam rumah Kornelius — yang dianggap sebagai pembaptisan di dalam Roh Kudus. Dalam dua hal ini diri Sang Kepala sendiri yang melakukan sesuatu secara langsung atas Tubuh-Nya bagi pembentukan gereja. Dengan dua langkah ini Sang Kepala Tubuh membaptis semua kaum beriman-Nya sekali untuk semuanya, baik bangsa Yahudi ataupun bangsa Kafir ke dalam satu Tubuh-Nya. Jadi, pembaptisan di dalam Roh itu adalah suatu penggenapasn fakta yang dilaksanakan oleh Kristus di dalam kenaikan-Nya baik pada hari Pentakosta dan di dalam rumah Kornelius bagi pembentukan gereja universal, Tubuh-Nya.

Hal ini adalah bagaimana Kristus membentuk Tubuh-Nya, gereja universal. Apakah Anda pikir bahwa seseorang dapat membentuk sebuah gereja karena dia inginkan atau karena dia tidak menyukai gereja di mana dia ada di dalamnya? Tidak! Alkitab dengan jelas mewahyukan bahwa hanya Kristus yang dapat membentuk gereja, karena pembentukan gereja termasuk penebusan, kelahiran kembali di dalam roh insani kita dengan Roh esensial, dan pembaptisan dari semua anggota yang telah dilahirkan kembali ke dalam satu Tubuh oleh Roh itu secara ekonomikal. Dapatkah Anda atau saya atau yang lainnya selain dari Kristus yang dapat membentuk gereja? Kita memuji Dia bahwa Dia sendiri yang bersyarat dan layak untuk membentuk gereja. Haleluya! Gereja universal telah dibentuk.

Di dalam pelajaran berikutnya kita akan melihat pendirian gereja-gereja lokal.