← Daftar isi Gereja · bab 5/23

STATUS GEREJA (3) KARYA AGUNG ALLAH, MANUSIA BARU, DAN PASANGAN KRISTUS

Pembacaan Alkitab:

Ef. 2:10; 2:15; 4:22-24; Kol. 3:10-11; Kej. 1:26-27; Ef. 6:12; 5:22-33; Kej. 2:21-24; Yoh. 3:29-30; 2 Kor. 11:2; Why. 19:7-8; Why. 21:2, 7-9, 17.

Garis Besar

I. Karya agung Allah

II. Manusia baru

A. Diciptakan oleh Kristus di atas salib

B. Mengemban gambar Allah untuk ekspresi-Nya

C. Berperang sebagai pejuang

III. Pasangan Kristus

A. Gereja sebagai mempelai wanita, istri, dari Kristus sebagai Mempelai laki-laki, Suami

B. Menikah pada kedatangan Kristus kembali

C. Dirampungkan dalam Yerusalem Baru sampai selamanya

D. Menjadi pasangan dalam kekekalan

I. KARYA AGUNG ALLAH

Efesus 2:10 berkata, "Karena kita buatan Allah." Bahasa Yunani untuk buatan, poeima, dapat juga diterjemahkan karya agung atau syair. Suatu potongan kata yang jelas mengandung ada pembuat atau penciptanya. Gereja adalah syair! Di seluruh alam semesta gereja adalah ekspresi hikmat Allah yang menonjol; desainnya tidak dapat lagi diperbaharui ke atas. Seperti musik yang menyenangkan atau syair tentang cinta. Betapa suatu hikmat ilahi yang tiada tandingannya! Siapakah yang dapat memperbaiki buatan tangan Allah yang tertinggi!

Ketika suatu bangunan dirancang, selalu saja dapat diubah dan diperbaiki lagi. Seorang arsitek selalu memodifikasi desainnya, untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan mereka. Tetapi desain Allah tidak punya tempat untuk perbaikan. Manusia tidak dapat menirunya. Banyak terjadi penyesuaian karena kesalahan. Misalnya cara tubuh manusia didesain. Apakah pola pekerjaan seni wajah hanya seorang saja! Penempatan kedua mata, telinga, dan bibir kita membuat penampilan menarik. Tubuh kita dengan kedua bahu, kedua tangan, dan seterusnya adalah pantas dibanggakan. Gereja jauh lebih agung, desain yang lebih bagus daripada tubuh manusia! Gereja adalah syair yang mendeklarasikan dan mendemonstrasikan hikmat dan desain Allah.

Allah telah membuat banyak hal, tetapi tidak satupun dari mereka yang sebaik, semustika, seberharga, sepenting gereja. Gereja adalah karya agung Allah. Penulis-penulis, pengarang-pengarang, dan artis-artis sering mencoba untuk mencapai suatu karya agung, suatu pekerjaan yang tersohor. Allah telah menciptakan surga dan bumi, tetapi baik surga dan bumi bukanlah karya agung Allah. Demikian juga Allah telah menciptakan manusia, tetapi bahkan manusia pun bukanlah karya agung Allah. Dari seluruh karya Allah di alam semesta hanya satu yang menjadi karya agung-Nya dan karya agung ini adalah gereja. Sebagai karya agung Allah, gereja adalah Tubuh Kristus, kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan dalam segala sesuatu. Pekerjaan apa yang lebih besari dari ini? Lebih jauh lagi, gereja sebagai karya agung Allah adalah manusia baru yang korporat dan universal (2:15). Karena kita melihat perkara-perkara yang berantakan di "dapur" kehidupan gereja, kita tidak menyadari bahwa gereja adalah suatu karya agung.

II. MANUSIA BARU

Gereja juga adalah manusia baru (Ef. 2:15; 4:24; Kol. 3:10). Terdapat suatu pengertian bahwa seluruh umat manusia adalah satu manusia korporat. Manusia yang satu ini terdiri dari semua manusia yang berbeda-beda yang terdapat di bumi ini, yang menurut Alkitab disebut sebagai manusia lama atau Adam. Pada mulanya Allah tidak menciptakan dua manusia, tetapi hanya Adam. Manusia yang satu ini adalah umat manusia. Dalam Kejadian 1:26-27 seluruh umat manusia telah diciptakan. Tetapi di atas salib, melalui Kristus dan dalam Dia, Allah menciptakan manusia yang lain lagi, manusia baru! Manusia ini juga adalah korporat; kita termasuk dalamnya. Adam adalah manusia lama; Kristus dengan gereja adalah manusia baru. Manusia baru ini bukan hanya Kristus saja, tetapi juga adalah gereja. Kristus adalah Kepala manusia universal ini; gereja adalah Tubuh-Nya.

Sebagai tubuh, adalah untuk mengekspresikan kepala, demikian pula gereja sebagai Tubuh Kristus adalah ekspresi Kristus. Sebagai manusia, adalah untuk mengekspresikan Allah, demikianlah gereja sebagai manusia baru adalah ekspresi Allah. Seluruh gereja adalah korporat namun manusia hanya satu. Ada banyak gereja lokal di bumi, namun mereka semua adalah satu manusia saja. Seluruh bumi hari ini, satu manusia universal ini mengekspresikan Allah. Sebagai Tubuh, gereja mengekspresikan Kristus. Sebagai manusia baru, gereja mengekspresikan Allah.

Efesus 2:15 mengatakan bahwa Kristus melalui salib "membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya.” Kemudian di dalam Efesus 4:22-24 kita diberi tahu untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Manusia baru ini adalah Tubuh Kristus. Mengenakan manusia baru berarti menempuh satu kehidupan oleh Tubuh. Sebelum kita diselamatkan, kita hidup di dalam manusia lama, di dalam masyarakat lama, tetapi sekarang kita adalah anggota-anggota Kristus, hidup di dalam Tubuh-Nya. Kita seharusnya menanggalkan manusia lama dengan kehidupan sosial lama, dan kita seharusnya mengenakan manusia baru, gereja.

Sebagai orang-orang gereja, kita telah meninggalkan manusia lama melalui baptisan masuk ke dalam manusia baru; namun, kita masih dapat berpikir, bergerak, berbicara, dan terlihat seperti orang-orang dari masyarakat lama. Kita telah meninggalkan manusia lama melalui baptisan; karena itu kita seharusnya berjalan di dalam kebaruan hayat (Rm. 6:3-4). Kita harus mengeluarkan lebih banyak waktu di dalam doa, membaca firman, menginjil, dan sidang-sidang agar ditransformasi dengan pikiran yang diperbaharui dan hidup di dalam hidup gereja yang praktis. Jika kita tetap di dalam cara hidup lama, kita tidak dapat diperbaharui dan kita memiliki bagian yang sedikit di dalam hidup gereja manusia baru.

Di dalam manusia baru ini tidak ada hal-hal yang alamiah, tidak ada orang Yahudi, tidak ada orang Yunani, tidak ada tingkatan sosial; setiap orang penuh dengan Kristus, sehingga Kristus adalah semua orang dan Kristus di dalam semua orang (Kol. 3:10-11). Tidak ada yang lain tetapi Kristus di dalam manusia baru. Hayat kita adalah Kristus, hidup kita adalah Kristus, maksud kita adalah Kristus, ambisi kita adalah Kristus, tekad kita adalah Kristus, kasih kita adalah Kristus, dan segala sesuatu yang lain mengenai kita adalah Kristus. Dia menjenuhi seluruh diri kita.

A. Diciptakan oleh Kristus di atas Salib

Efesus 2:15 mewahyukan bahwa gereja sebagai manusia baru diciptakan oleh Kristus. Kristus menciptakan satu manusia baru dengan sifat Allah yang ditempa ke dalam keinsanian. Tindakan ini adalah suatu hal baru. Di dalam ciptaan lama Allah tidak menggarapkan sifat-Nya ke dalam ciptaan-ciptaan-Nya yasng lain, bahkan tidak ke dalam manusia. Namun, di dalam menciptakan satu manusia baru, sifat Allah telah ditempa ke dalam manusia untuk membuat sifat-Nya satu kesatuan dengan keinsanian.

Ciptaan baru, seperti ciptaan lama, bukanlah sesuatu hal yang individual tetapi sesuatu hal yang korporat. Di dalam ciptaan lama Allah tidak menciptakan jutaan manusia; sebaliknya, Dia menciptakan satu manusia Adam, yang mencakup seluruh manusia. Prinsipnya adalah sama dengan ciptaan baru Allah. Di dalam ciptaan baru kita semua adalah bagian dari manusia baru, gereja, tersusun dari banyak anak-anak Allah.

Terdapat sebuah perbedaan dasar antara ciptaan baru dengan ciptaan lama. Hayat dan sifat Allah tidak ditempa ke dalam ciptaan lama, tetapi ciptaan baru memiliki hayat ilahi dan sifat ilahi. Meskipun ciptaan lama masuk melalui pekerjaan Allah yang Mahakuasa, diri-Nya sendiri tidak tinggal di dalam ciptaan lama. Karena itu, ciptaan yang pertama tidak memiliki isi yang ilahi. Sifat ilahi tidak tinggal di dalam ciptaan lama, dan karena itulah menjadi usang. Adam tidak memiliki hayat Allah atau sifat Allah. Kita dapat menerima hayat ilahi dan sifat ilahi hanya dengan percaya ke dalam Tuhan Yesus Kristus dan dilahirkan kembali oleh Roh itu. Ketika kita percaya ke dalam Kristus, hayat dan sifat Allah dibagikan ke dalam kita dan membuat kita satu manusia baru.

Dua Korintus 5:17 berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang.” Siapapun yang ada di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Segala hal lama dari daging telah berlalu melalui kematian Kristus, dan semuanya telah menjadi baru di dalam kebangkitan Kristus. Berada di dalam Kristus adalah satu dengan Dia di dalam hayat dan di dalam sifat. Hal ini dari Allah melalui iman di dalam Kristus (1 Kor. 1:30; Gal. 3:26-28).

Perkataan, “Lihat, mereka telah menjadi baru,” adalah sebuah panggilan untuk menyaksikan perubahan yang ajaib dari ciptaan baru. Perkataan mereka mengacu kepada hal-hal lama. Ciptaan lama tidak memiliki hayat dan sifat Allah; namun, ciptaan baru yang tersusun dari kaum beriman yang dilahirkan kembali dari Allah, memiliki hayat dan sifat ilahi (Yoh. 1:13; 3:15; 2 Ptr. 1:4). Karena itu, kaum beriman adalah satu ciptaan baru, bukan menurut sifat lama daging tetapi menurut sifat baru hayat ilahi.

Sebenarnya, ciptaan baru adalah ciptaan lama yang ditransformasi oleh hayat ilahi, oleh Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Ciptaan lama adalah usang karena Allah bukan bagian darinya. Ciptaan baru adalah baru karena Allah di dalamnya. Kita yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Allah adalah tetap ciptaan Allah, tetapi kita sekarang adalah ciptaan baru-Nya. Namun, hal ini nyata hanya ketika kita hidup dan berjalan oleh Roh itu. Kapankala kita hidup dan berjalan dengan daging, kita di dalam ciptaan lama, tidak di dalam ciptaan baru. Segala hal di dalam hidup sehari-hari kita yang tidak memiliki Allah di dalamnya adalah ciptaan lama, tetapi segala hal yang memiliki Allah di dalamnya adalah bagian dari ciptaan baru.

Jika kita ingin berada di dalam ciptaan baru, kita harus masuk ke dalam sebuah kesatuan yang organik dengan Allah Tritunggal. Di luar satu kesatuan yang demikian kita akan tetap di dalam ciptaan lama. Tetapi sekarang, dengan kesatuan yang organik dengan Allah Tritunggal, kita berada di dalam ciptaan baru. Sebagai kaum beriman di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru melalui sebuah kesatuan yang organik dengan Allah Tritunggal.

Di dalam Adam kita telah dilahirkan ke dalam ciptaan lama, tetapi di dalam Kristus telah dilahirkan kembali ke dalam ciptaan baru. Di dalam ciptaan baru ini kita bukan saja jemaat Allah, rumah Allah, dan kerajaan Allah dan bukan saja Tubuh dan mempelai Kristus — kita juga manusia baru. Maksud Allah adalah memiliki satu manusia yang korporat dan universal. Allah menginginkan satu manusia demikian untuk merampungkan tujuan kekal-Nya. Pada satu sisi, kita telah diciptakan di dalam ciptaan lama Allah dan menjadi manusia lama; pada sisi lain, kita telah diciptakan-kembali di dalam ciptaan baru Allah dan telah menjadi manusia baru.

Manusia baru diciptakan oleh Kristus di dalam diri-Nya di dalam satu cara yang khusus. Cara khusus ini adalah kematian Kristus, Kristus menciptakan manusia baru ketika Dia berada di atas salib. Ketika Kristus diletakkan kepada kematian, Dia bekerja menciptakan satu manusia baru. Di dalam kematian-Nya Dia menciptakan orang-orang yang berbeda ke dalam manusia baru. Jadi, kematian-Nya, adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghasilkan ciptaan baru.

B. Mengemban Gambar Allah untuk Mengekspresikan Dia

Penciptaan manusia oleh Allah di dalam Kejadian 1 adalah sebuah gambaran manusia baru di dalam ciptaan baru Allah. Hal ini berarti bahwa ciptaan lama adalah sebuah figur, lambang, dari ciptaan baru. Di dalam ciptaan lama Allah, tokoh intinya adalah manusia. Hal ini adalah sama dengan ciptaan baru Allah. Karena itu, di dalam ciptaan lama dan ciptaan baru manusia merupakan inti.

Allah menciptakan manusia di dalam gambar-Nya sendiri (Kej. 1:26) dan kemudian memberikan manusia kekuasaan-Nya. Gambar adalah bagi ekspresi. Allah menginginkan manusia menjadi ekspresi-Nya. Namun, kekuasaan bukan sebuah perihal ekspresi tetapi perihal perwakilan. Allah menginginkan manusia mewakili-Nya di dalam otoritas-Nya bagi kekuasaan-Nya. Di dalam ciptaan lama manusia diciptakan untuk memiliki gambar Allah untuk mengekspresikan-Nya dan juga untuk memiliki kekuasaan-Nya untuk mewakili-Nya.

Gambar mengacu kepada maksud positif Allah, dan kekuasaan kepada maksud negatif Allah. Maksud positif Allah adalah agar manusia dapat mengekspresikan-Nya, sedangkan maksud negatif Allah adalah agar manusia dapat membereskan musuh Allah, Satan, Iblis. Di dalam alam semesta Allah memiliki sebuah masalah, masalah pemberesan dengan musuh-Nya. Karena musuh Allah, Iblis, adalah sebuah ciptaan, Allah tidak akan membereskan dia secara langsung oleh diri-Nya sendiri; sebaliknya Dia akan membereskan dia oleh manusia, satu ciptaan dari penciptaan-Nya. Allah membereskan musuh-Nya melalui manusia. Karena itu, di dalam penciptaan manusia oleh Allah terdapat dua maksud. Maksud positif adalah manusia dapat mengemban gambar Allah bagi ekspresi-Nya; maksud negatif adalah manusia dapat memiliki kekuasaan Allah untuk mewakili-Nya di dalam membereskan musuh-Nya.

C. Berperang sebagai Pejuang

Manusia baru memiliki kewajiban untuk berperang melawan musuh Allah. Karena itu, gereja sebagai manusia baru adalah seorang prajurit yang berperang melawan musuh Allah, sekarang manusia baru merampungkan tujuan Allah untuk mengekspresikan Allah dan untuk berperang melawan musuh Allah bagi kekuasaan Allah, kerajaan Alah.

Di dalam Efesus 6:12 Paulus berkata, “Karena perjuangan kita bukan melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Darah dan daging mengacu kepada manusia. Di samping manusia-manusia yang dari darah dan daging juga kepada kekuatan-kekuatan jahat dari Iblis, berperang melawan tujuan Allah. Karena itu, pergumulan kita, peperangan kita tidak seharusnya melawan manusia-manusia tetapi melawan kekuatan-kekuatan roh jahat di angkasa. Pemimpin-pemimpin, kekuasaan-kekuasaan, dan pemerintah-pemerintah dunia dari kegelapan ini adalah malaikat-malaikat yang pemberontak yang mengikuti Satan di dalam pemberontakannya melawan Allah dan yang sekarang memerintah di angkasa atas bangsa-bangsa di dunia. “Kegelapan ini” mengacu kepada dunia hari ini, yang secara penuh di bawah pemerintahan Iblis melalui malaikat-malaikat jahatnya. “Pemerintah-pemerintah dunia dari kegelapan ini” adalah pangeran Satan yang telah membentuk pemerintah berbagai bangsa. Karena pekerjaan Satan, yang adalah kekuasaan kegelapan, bumi dan atmosfirnya telah menjadi “kegelapan ini”. “Kekuatan-kekuatan roh jahat di angkasa” adalah Satan dan kekuatan-kekuatan roh jahatnya di udara. Peperangan di antara gereja dan Satan adalah sebuah peperangan antara kita yang mengasihi Tuhan dan mereka yang di dalam gereja-Nya dengan kekuatan-kekuatan jahat di angkasa. Kita harus berperang melawan kekuatan-kekuatan roh ini.

III. PASANGAN KRISTUS

Di dalam nasihatnya di dalam Efesus 5:22-23, Paulus menyatakan gereja sebagai pasangan Kristus. Ini mewahyukan bahwa sebenarnya gereja adalah bagian dari Kristus, karena gereja keluar dari Kristus dan bagi Kristus, sama seperti Hawa keluar dari Adam dan bagi Adam (Kej. 2:21-23).

Pasangan pertama di dalam Alkitab, Adam dan Hawa, adalah sebuah gambaran dari Kristus dan gereja. Di dalam penciptaan-Nya, Allah tidak menciptakan seorang laki-laki dan perempuan pada waktu yang sama. Dia pertama-tama menciptakan seorang laki-laki, dan kemudian dari laki-laki ini Dia menciptakan seorang pasangan untuk menolongnya (Kej. 2:18). Ketika unggas, binatang buas, dan ternak di bawa ke hadapan Adam, Adam menamai mereka satu per satu. Tetapi bagi Adam “tidak ditemukan seorang penolong yang sepadan baginya” (Kej. 2:20). Adam berhasrat memiliki seorang pasangan, memiliki seseorang yang sesuai dengannya. Namun, di antara unggas, binatang buas, dan ternak, dia tidak dapat menemukan pasangannya. Untuk menghasilkan seorang pasangan demikian, Allah menyebabkan Adam tidur yang nyenyak (Kej. 2:21), dan Dia mengambil sebuah tulang rusuk keluar dari Adam dan membangun seorang perempuan dengan tulang rusuk itu (Kej. 2:22). Nama perempuan itu adalah Hawa. Hawa sama dengan Adam di dalam hayat, sifat, dan bentuk. Karena itu, dia dapat menjadi pasangannya. Ketika Allah membawa Hawa kepada Adam, Adam berseru, “Inilah dia tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku” (Kej. 2:23, Ibr.). Pada akhirnya, Adam telah menemukan seorang yang dapat menjadi pasangannya.

Kejadian 2:24 menunjukkan bahwa seorang laki-laki dan isterinya adalah satu daging. Suami dan istri adalah dua paruhan dari satu person yang utuh. Ini adalah satu gambaran yang ajaib dari Kristus dan gereja. Hawa memiliki hayat dan sifat yang sama seperti yang Adam miliki. Ini melambangkan bahwa gereja memiliki hayat dan sifat yang sama seperti yang Kristus miliki. Lebih jauh lagi, Hawa sebenarnya memiliki gambar yang sama dan juga perawakan yang sama seperti Adam. Hal ini menunjukkan bahwa gereja mengemban gambar yang sama dan perawakan yang sama seperti Kristus.

Gereja sebagai pasangan Kristus menyatakan kepuasan dan perhentian di dalam kasih. Setiap suami memerlukan kepuasan dan perhentian, yang ditemukan di dalam kasih. Saudara-saudara yang adalah suami-suami dapat bersaksi bahwa kepuasan dan perhentian hanya dapat ditemukan di dalam istri kita. Jika kita berkata bahwa kita adalah gereja, kemudian kita harus bertanya apakah Kristus memiliki perhentian-Nya di antara kita. Ini adalah hal yang serius. Sekelompok orang Kristen seharusnya tidak terlalu cepat untuk menyatakan bahwa mereka adalah gereja. Menjadi gereja adalah untuk memberikan kepada Kristus kepuasan dan perhentian yang cukup di dalam kasih. Kristus memerlukan seorang pasangan yang demikian. Gereja bukan hanya suatu kumpulan dari orang-orang yang dipanggil Allah. Gereja, sebagai pasangan Kristus, adalah suatu kepuasan dan perhentian kepada Kristus di dalam kasih.

A. Gereja sebagai Mempelai Perempuan, Istri, dari Kristus sebagai Mempelai Laki-laki, Suami

Gereja adalah mempelai perempuan, istri, dari Kristus, yang adalah Mempelai laki-laki, Suami. Perkataan Yohanes Pembaptis di dalam Yohanes 3:29 menunjukkan bahwa Kristus adalah Mempelai laki-laki. “Dia yang memiliki mempelai perempuan adalah mempelai laki-laki.” Mempelai laki-laki adalah seorang person yang sangat menyenangkan, yang datang bagi mempelai perempuan. Gereja seharusnya menjadi mempelai perempuan korporat yang dipersiapkan bagi Kristus. Bagi kita seharusnya Dia menjadi daya tarik, kesenangan, dan kepuasan. Bagi mereka yang menyusun pasangan Kristus, kita seharusnya menikmati-Nya seperti seorang Mempelai laki-laki yang sangat menyenangkan.

Di dalam 2 Korintus 11:2 Paulus berbicara mengenai Kristus sebagai Suami. “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” Di sini kita melihat bahwa Kristus adalah Suami kaum beriman, Suami yang unik bagi kita untuk dikasihi. Kita seharusnya hanya milik Dia, dan kita seharusnya mengapresiasi Dia dan mengasihi Dia. Sebagai suami kita, Kristus telah menarik kita, dan kita telah dipertunangkan sebagai seorang perawan suci kepada-Nya. Sekarang seharusnya kita hanya memperhatikan Dia, tidak mengijinkan apapun untuk menggantikan Dia di dalam hati kita. Kasih kita kepada Dia harus murni, dan seluruh diri kita harus terfokus kepada Dia.

Seperti Hawa adalah pertambahan Adam, demikian juga gereja sebagai mempelai perempuan, istri, dari Kristus sebagai Mempelai laki-laki, Suami, adalah pertambahan Kristus. Sesudah Yohanes Pembaptis menunjukkan Kristus sebagai Mempelai laki-laki, dia selanjutnya berkata, "Dia harus bertambah, tetapi aku harus berkurang" (Yoh. 3:30). Bertambah di dalam ayat 30 adalah mempelai perempuan di dalam ayat 29. Bagi Tuhan bertambah berarti Dia harus memiliki mempelai perempuan. Semua pengikutnya harus pergi kepada-Nya. Semua yang percaya ke dalam Dia seharusnya mengikuti-Nya menjadi mempelai perempuan-Nya sebagai pertambahan-Nya.

B. Menikah pada Kedatangan Kembali Kristus

Dalam Wahyu 19:7 dan 8 kita melihat bahwa Kristus dan pasangan-Nya, mempelai perempuan-Nya, akan menikah pada kedatangan-Nya kembali. Ayat 7 berkata, "Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia." Perkawinan Anak Domba adalah hasil dari perampungan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ekonomi Allah di dalam Perjanjian Baru adalah mendapatkan bagi Kristus seorang mempelai perempuan, gereja, melalui penebusan-Nya dan hayat ilahi. Dengan pekerjaan yang terus-menerus dari Roh Kudus melalui sepanjang abad, tujuan ini akan diperoleh pada akhir zaman ini. Kemudian mempelai perempuan akan siap.

Perkataan "istri-Nya" di dalam Wahyu 19:7 mengacu kepada gereja (Ef. 5:24-25, 31-32), mempelai perempuan Kristus. Namun menurut Wahyu 19:8 dan 9, istri, mempelai perempuan Kristus, di sini hanya tersusun dari kaum beriman pemenang selama kerajaan seribu tahun, sedangkan mempelai perempuan, istri, di dalam Wahyu 21:2 adalah tersusun dari semua kaum saleh yang diselamatkan sesudah kerajaan seribu tahun untuk kekekalan.

Sebagai Anak Domba, Kristus memerlukan sebuah pesta perkawinan. Injil Yohanes mewahyukan bahwa Kristus sebagai Anak Domba yang datang untuk menghapus dosa (1:29) dan juga sebagai Mempelai laki-laki yang datang sehingga Dia bisa mendapatkan mempelai perempuan. Tujuan Kristus bukan menghapus dosa; Tujuan-Nya adalah untuk mendapatkan mempelai perempuan. Di dalam kitab Wahyu kita melihat bahwa Kristus adalah Anak Domba Allah dan Mempelai laki-laki mendatang. Karena Mempelai laki-laki, kita harus memiliki sebuah pesta perkawinan.

Kita harus menekankan perkawinan Kristus dan mempelai perempuan-Nya sehingga kita dapat mengenal posisi kita yang adalah mempelai perempuan dan posisi Kristus mendatang adalah Mempelai laki-laki. Kita di atas bumi bersiap untuk menjadi mempelai perempuan untuk menemui-Nya, dan Dia di atas takhta di langit ke tiga bersiap untuk datang sebagai Mempelai laki-laki untuk menemui kita. Karena itu, Dia datang sebagai Mempelai laki-laki, dan kita pergi sebagai mempelai perempuan. Ketika kita bertemu dengan Dia pada kedatangan-Nya kembali, kita akan memiliki sebuah pesta perkawinan.

Wahyu 19:7b berkata, "Pengantin-Nya telah siap." Kesiapan mempelai perempuan tergantung atas kematangan hayat dari para pemenang. Selanjutnya, para pemenang bukan individu-individu yang terpisah tetapi seorang mempelai perempuan yang korporat. Untuk ini, bangunan diperlukan. Para pemenang bukan hanya matang dalam hayat tetapi juga terbangun bersama-sama sebagai seorang mempelai perempuan.

C. Dirampungkan dalam Yerusalem Baru sampai Selamanya

Perampungan gereja sebagai pasangan Kristus akan menjadi Yerusalem Baru dalam langit baru dan bumi baru selama kekekalan. Wahyu 21:2 berkata, "Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya." Yerusalem Baru adalah sebuah susunan yang hidup dari semua kaum saleh yang ditebus Allah sepanjang generasi. Itu merupakan mempelai perempuan Kristus sebagai pasangan-Nya. Sebagai mempelai perempuan Kristus, Yerusalem Baru keluar dari Kristus dan menjadi pasangan-Nya. Dia dipersiapkan dengan mengambil bagian di dalam kekayaan hayat dan sifat Kristus. Wahyu 21: 9b dan 10 berkata, "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba. Lalu di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari surga, dari Allah." Mempelai perempuan terutama untuk hari pesta perkawinan, istri adalah untuk seumur hidup. Yerusalem Baru akan menjadi mempelai perempuan di dalam kerajaan seribu tahun selama seribu tahun yang seperti satu hari (2 Ptr. 3:8) dan kemudian istri di dalam langit baru dan bumi baru untuk selama-lamanya. Mempelai perempuan di dalam kerajaan seribu tahun akan hanya mencakup kaum saleh pemenang, tetapi istri di dalam langit baru dan bumi baru akan mencakup semua anak-anak Allah yang telah ditebus dan dilahirkan kembali.

D. Menjadi Pasangan dalam Kekekalan

Wahyu 22:17a berkata, "Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah." Ayat ini mewahyukan bahwa Kristus dan gereja sebagai pasangan-Nya akan menjadi satu pasangan di dalam kekekalan. Roh itu, yang adalah totalitas dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses, menjadi satu dengan kaum beriman, yang sekarang secara penuh matang untuk menjadi mempelai perempuan. Karena itu, Roh itu adalah ekspresi ultima dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses, dan mempelai perempuan adalah ekspresi ultima dari manusia tiga bagian yang telah ditransformasi. Pada saatnya Wahyu 22:17, Allah Tritunggal yang telah melalui proses —Roh itu — dan manusia tiga bagian yang telah ditransformasi — mempelai perempuan — akan menjadi esa dan berbicara sebagai satu kesatuan.

Alkitab dimulai dan diakhiri dengan sebuah perkawinan. Alkitab dimulai dengan perkawinan Adam dan Hawa dalam Kejadian dan diakhiri dengan perkawinan Roh itu dan mempelai perempuan dalam Wahyu. Perkawinan terakhir ini adalah perkawinan Allah Tritunggal yang telah melalui proses, rampung dan tersalur sebagai Suami dengan orang yang telah dilahirkan kembali dan ditransformasi sebagai mempelai perempuan. Selama-lamanya pasangan universal ini akan menjadi manifestasi penuh Allah Tritunggal yang terekspresi di dalam seluruh kemuliaan-Nya. Karena itu, manusia tiga bagian yang ditransformasi akan mendampingi Allah Tritunggal yang melalui proses selama-lamanya bagi ekspresi penuh dan kepuasan-Nya. Ini adalah kesimpulan Perjanjian Baru dan juga seluruh Alkitab.

Pada kesimpulan akhir Alkitab terdapat satu pasangan — Roh itu sebagai perampungan Allah Tritunggal yang terproses dengan mempelai perempuan sebagai agregat dan perampungan dari manusia tiga bagian yang telah ditebus, dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan. Di sini ada satu pasangan kekal, universal yang mengekspresikan Allah Tritunggal selama-lamanya.