← Daftar isi Gereja · bab 3/23

STATUS GEREJA (1) JEMAAT, RUMAH ALLAH, DAN KERAJAAN ALLAH

Pembacaan Alkitab:

1 Kor. 1:2; Mat. 18:20; Kej. 28:12, 16-17; Yoh. 1:51; 1 Tim. 3:15; Ibr. 3:6; 1 Ptr. 4:17; 1 Tim. 3:15; Ef. 2:22, 19; Rm. 14:17.

Garis Besar

I. Jemaat dari orang-orang yang dipanggil keluar—ekklesia

II. Rumah Allah

III. Tempat tinggal Allah

IV. Kerajaan Allah

A. Adalah gereja yang hidup

B. Masuk ke dalam kerajaan Allah

Dalam pelajaran ini kita memasuki status gereja. Ketika kita memperhatikan tentang status gereja, kita akan nampak realitas gereja dan definisi sejati mengenai gereja. Karena itu, kita perlu memasuki ke dalaman dari setiap aspek status gereja. Kita akan menggunakan empat pelajaran untuk melihat aspek-aspek utama dari status gereja.

I. JEMAAT DARI ORANG-ORANG YANG DIPANGGIL KELUAR — EKKLESIA

Kita semua harus mengakui bahwa sejak dari rasul-rasul hingga lebih kurang abad sembilan belas gereja menurun. Sejak abad sembilanbelas gereja telah jatuh ke yang paling dasar, ke dalam zaman kegelapan. Ini tidak dapat dibiarkan terus menurut. Pada waktu itu Tuhan datang memulai pemulihan-Nya. Dia memulai pemulihan dari kebenaran Alkitab yang paling dasar, dibenarkan oleh iman. Luther juga melihat sesuatu tentang gereja, tetapi ia tidak punya banyak waktu untuk memperhatikan perkara ini. Ia nampak sesuatu tentang gereja, tetapi tidaklah cukup.

Lebih dari dua abad kemudian Count Zinzendorf, dengan beberapa saudara, yang disebut dengan saudara-saudara Moravia, juga melihat sesuatu tentang gereja. Di Bohemia, di tanah yang dimiliki Zinzendorf, mereka memulai pelaksanaan gereja. Itulah langkah pertama dari pelaksanaan gereja pemulihan Tuhan. Melalui membaca sejarah gereja, Anda akan menyadari bahwa sebelum Zinzendorf, tidak ada seorang pun yang jelas tentang pelaksanaan gereja. Pelaksanaan mereka sangatlah baik, tetapi itupun belum sempurna.

Satu abad kemudian, sekitar tahun 1800 Tuhan beranjak dari Bohemia ke Inggris, membangkitkan sekelompok penuntut-penuntut, termasuk John Nelson Darby dan saudara-saudara yang lain. Mereka mulai melaksanakan kehidupan gereja. Pelaksanaan mereka adalah kemajuan yang besar dibandingkan pelaksanaan di bawah pimpinan Zinzendorf di Bohemia. Saudara-saudara ini mulai nampak gereja adalah jemaat dari orang-orang yang dipanggil keluar oleh Allah (Ef. 1:22; 1 Kor. 1:2). Gereja adalah kumpulan dari semua orang-orang kudus yang dipanggil keluar dari dunia ke dalam Kristus. Maka, mereka mulai meruntuhkan istilah "gereja." Karena mereka menyadari gereja telah dirusak oleh penggunaan yang salah. Pada masa kejatuhan kekristenan menganggap gereja adalah suatu bangunan fisik, dengan "gedung yang tinggi" dengan sebuah lonceng. Bahkan hari ini, pada minggu pagi banyak orang tua yang berkata kepada anak-anak mereka, "Mari kita pergi ke gereja," mangacu pada kayu, batu, batu bata, dan kaca. Betapa kasihannya mereka pada waktu itu, dan hari ini juga masih kasihan. Kaum saudara meruntuhkan konsep yang salah ini, dan bahkan meruntuhkan istilah gereja. Mereka mulai memakai kata "jemaat." Setelah ini Jemaat Allah mengikuti mereka menggunakan kata jemaat.

Karena gereja memiliki status jemaat, ekklesia, kita perlu berkumpul bersama-sama. Kita harus berkumpul dan bersidang supaya memiliki jemaah bagi Allah untuk bekerja dan bergerak di antara kita. Ketika orang-orang yang dipanggil keluar oleh Allah berkumpul bersama-sama, inilah gereja. Tanpa berkumpulnya kaum beriman bersama-sama dalam suatu lokalitas pelaksanaan kehidupan gereja tidak akan ada. Pelaksanaan kehidupan gereja terdiri dari perkumpulan orang-orang kudus dalam lokalitas tertentu. Bila kaum beriman tinggal di kota yang istimewa tetapi tidak berkumpul, maka secara pelaksanaan di kota itu tidak ada gereja. Konsep yang paling mendasar tentang gereja sebagai jemaat adalah bahwa gereja adalah kumpulan dari orang-orang yang dipanggil keluar.

Kita perlu terkesan dengan fakta ini, seperti yang digunakan dalam Perjanjian Baru respek kepada gereja, bahasa Yunani ekklesia menandakan bahwa gereja adalah jemaat yang dipanggil keluar dari dunia supaya Allah dapat melaksanakan tujuan-Nya. Menurut Kejadian 1:26, manusia diciptakan Allah untuk memikul gambar-Nya dan melaksanakan otoritas-Nya. Namun, manusia jatuh dan jatuh lagi. Akhirnya, pada tahap terakhir kejatuhannya, manusia yang jatuh masuk ke dalam dunia, sistem Satan. Di mata Allah, sebagai akibat dari kejatuhan, seluruh ras manusia sebenarnya telah menjadi dunia. Dalam Yohanes 3:16, manusia sebagai suatu totalitas disebut "dunia." Sejak kejatuhan manusia ke dalam dunia bahkan menjadi dunia, bagaimanakah Allah dapat menggenapi tujuan-Nya dengan manusia dan melalui manusia? Caranya hanyalah dengan melalui Allah memanggil sekelompok ras manusia. Allah telah melakukan perkara ini. Dalam penerapan keselamatan-Nya pada kita, perkara pertama yang dilakukan Allah adalah memanggil kita. Karena itu, status gereja yang pertama adalah jemaat dari orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia oleh Allah bagi diri-Nya sendiri untuk menggenapi tujuan-Nya.

Karena gereja adalah jemaat yang telah dipisahkan dari dunia. Kita dapat berkata gereja terdiri dari orang-orang Ibrani yang asli. Asal kata "Ibrani" (Kej. 14:13) berarti "menyeberangi"; secara sederhana berarti menyeberangi suatu sungai dari suatu daerah ke daerah yang lain dan dari satu sisi ke sisi yang lain. Maka, perkataan "Ibrani" menunjukkan penyebrang sungai, orang yang menyeberangi sungai. Gereja terdiri dari kaum beriman, sebagai orang-orang Ibrani asli, yang dipanggil Allah keluar dari dunia dan telah "menyeberang sungai" dari alam yang satu ke alam yang lain. Sekarang sebagai kaum beriman dalam Kristus kita adalah orang-orang yang telah dipanggil keluar, jemaat, jemaah yang dipanggil Allah keluar, ekklesia kebalikan dari dunia, kita telah melewati sisi lain dari sungai. Sebagaimana Abraham, nenek moyang kita, yang telah dipanggil keluar dari tanah Ur-Kasdim, demikian juga kita telah dipanggil Allah keluar dari dunia untuk menjadi jemaat-Nya.

Kapan kala kita berbicara tentang gereja sebagai jemaat, ekklesia, kita perlu menyadari bahwa ini berarti gereja adalah yang telah dipisahkan dari dunia. Status gereja yang pertama menunjukan keseluruhan orang-orang yang telah dipisahkan Allah dari dunia. Harus ada pemisahan yang besar dan menyeluruh antara gereja sebagai ekklesia dengan dunia sebagai sistem, kosmos, dari Satan. Sebagai jemaat, gereja adalah keseluruhan yang telah dipisahkan bagi Allah supaya Dia ada alat untuk melaksanakan tujuan kekal-Nya.

II. RUMAH ALLAH

Pengertian pertama tentang rumah Allah dalam Alkitab adalah dalam Kejadian 28. Suatu malam, ketika Yakub sedang melarikan diri dari saudaranya, dia bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat "di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu" (ay. 12). Ketika dia bangun dari tidurnya, dia berkata, "Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini; dan aku tidak mengetahuinya. Ia takut dan berkata, Alangkah dahsyatnya tempat ini! Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang surga" (ay. 16-17), yang berarti rumah Allah.

Pengertian pertama tentang rumah Allah dalam Alkitab ini adalah benih yang tumbuh dan berkembang di lain tempat dalam Kitab Suci. Tuhan Yesus mengacukan kepada mimpi Yakub dalam firman-Nya kepada Natanael dalam Yohanes 1:51. "Dia berkata kepadanya, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." Ini adalah penggenapan mimpi Yakub, karena Kristus sebagai Anak Manusia dengan keinsanian-Nya didirikan di atas bumi dan menuju surga, menjaga langit tetap terbuka ke bumi dan menyatukan bumi dengan langit untuk rumah Allah—Bethel.

Tiga ayat yang mewahyukan bahwa gereja adalah rumah Allah adalah 1 Timotius 3:15; Ibrani 3:6; dan 1 Petrus 4:17. Dalam 1 Timotius 3:15 Paulus berkata, "Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni gereja dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran." Sebagai tempat Allah berhuni, gereja adalah rumah Allah dan rumah tangga-Nya, keluarga-Nya. Dalam Perjanjian Lama bait dan umat Allah adalah dua hal yang berbeda, tetapi penggenapan Perjanjian Baru tempat tinggal dan keluarga adalah satu. Menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah, rumah Allah adalah keluarga-Nya.

Ayat lain yang membicarakan gereja sebagai rumah Allah adalah Ibrani 3:6. Ayat ini menunjukkan "Kristus, setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita." Pada masa Perjanjian Lama, rumah Allah adalah rumah Israel (Im. 22:18; Bil. 12:7), yang dilambangkan oleh tabernakel atau bait yang ada di antara mereka (Kel. 25:8; Yeh. 37:26-27). Hari ini rumah Allah adalah gereja. Bangsa Israel, sebagai umat Allah, adalah perlambangan dari kita, kaum beriman Perjanjian Baru (1 Kor. 9:24—10:11). Sejarah mereka adalah perlambangan gereja.

Gereja memiliki fungsi ganda. Bagi Kristus gereja adalah Tubuh; bagi Allah, gereja adalah rumah. Kristus adalah Kepala, dan gereja adalah Tubuh dari kepala. Ini adalah salah satu fungsi gereja. Allah adalah Bapa, dan gereja adalah rumah-Nya. Ini adalah fungsi lain dari gereja. Sebagaimana Kristus adalah Kepala dan gereja adalah Tubuh-Nya, demikian pula Allah adalah Bapa dan gereja adalah rumah-Nya. Gereja sebagai Tubuh Kristus adalah suatu organisme. Dengan kata lain, gereja sebagai rumah Allah adalah kesatuan yang hidup, rumah yang hidup.

Satu Petrus 4:17, ayat lain yang menunjukkan gereja sebagai rumah Allah, mengatakan, "Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi." Di sini kita melihat bahwa penghakiman pendisiplinan dimulai dari rumah Allah sendiri. Rumah atau rumah tangga Allah adalah gereja terdiri dari kaum beriman. Dari rumah ini sebagai rumah-Nya sendiri, Allah memulai administrasi pemerintahan-Nya dengan penghakiman pendisiplinan atas anak-anak-Nya, supaya Dia memiliki dasar yang kuat untuk menghakimi, dalam kerajaan alam semesta, yaitu mereka yang tidak taat pada injil-Nya dan memberontak pada pemerintahan-Nya.

Berbicara tentang gereja sebagai rumah Allah, Paulus secara khusus menyatakan Allah sebagai Allah yang hidup. Allah yang hidup yang tinggal dalam gereja, bagi gereja harus menjadi yang subyektif dan bukan hanya obyektif saja. Allah tidak saja hidup tetapi juga bertindak, bergerak, dan bekerja dalam rumah-Nya, gereja yang juga adalah hidup. Karena Allah itu hidup, gereja pun hidup dalam Dia, oleh Dia, dan, dengan Dia. Allah dan gereja yang hidup, hidup, bergerak, dan bekerja bersama-sama. Gereja yang hidup adalah rumah Allah yang hidup. Karena itu, dalam sidang, pelayanan, dan ministri kita, kita harus membuat orang-orang terkesan bahwa Allah yang hidup adalah hidup, bergerak, berbicara, dan bertindak di antara kita.

Ciri pertama dari status gereja yaitu bahwa gereja adalah jemaat yang dipanggil keluar dari dunia. Ciri kedua yaitu bahwa gereja adalah rumah Allah yang terdiri dari orang-orang yang telah dilahirkan dari Allah. Ciri kedua ini semata-mata bukanlah hanya masalah pemisahan saja tetapi suatu kelahiran yang rohani dan ilahi. Untuk menjadi jemaat, kita perlu dikuduskan, yaitu, dipisahkan dari dunia. Tetapi untuk menjadi salah satu komponen dari rumah Allah, kita perlu dilahirkan dari Allah. Seseorang yang tidak dilahirkan dari Allah tidak dapat berbagian dalam rumah-Nya, berbagian dalam keluarga-Nya.

III. TEMPAT TINGGAL ALLAH

Sebagai rumah Allah, gereja adalah tempat tinggal Allah, Efesus 2:22 berkata, "Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat tinggal Allah, di dalam roh." Perkataan "kamu" di sini menunjukkan orang-orang kudus setempat. Paulus mengatakan bahwa orang-orang kudus setempat, orang-orang kudus di Efesus, dibangunkan bersama-sama menjadi tempat tinggal Allah, dalam Kristus.

Gereja, tempat tinggal Allah di bumi, adalah tempat di mana Allah memiliki tempat beristirahat dan meletakkan kebenaran-Nya. Dalam tempat tinggal ini, Allah hidup dan bergerak untuk merampungkan keinginan-Nya dan memuaskan hati-Nya.

Karena gereja adalah tempat tinggal Allah, gereja adalah di mana Allah mengekspresikan diri-Nya sendiri. Rumah adalah tempat terbaik bagi seseorang untuk mengekspresikan dirinya sendiri. Orang yang bagaimana Anda diekspresikan melalui rumah Anda. Maka, jika Anda melihat rumah seseorang, Anda akan dapat mengatakan orang macam apa dia, karena rumah orang adalah merupakan ekspresinya. Prinsipnya juga sama dengan gereja sebagai tempat tinggal Allah. Dalam rumah-Nya, tempat tinggal-Nya, Allah mengekspresikan diri-Nya di bumi. Inilah sebabnya 1 Timotius 3:16 menyingkapkan bahwa gereja adalah manifestasi Allah dalam daging. Allah tidak hanya damba membuat rumah dalam gereja dan memiliki tempat beristirahat di sana; Dia juga ingin mengekspresikan diri-Nya dalam gereja. Dia ingin melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru-Nya, membicarakan kedambaan-Nya, dan memanifestasikan kemuliaan-Nya dalam gereja. Segala apa adanya Dia, segala yang Dia lakukan, dan segala yang ingin diperoleh-Nya adalah untuk dimanifestasikan, diekspresikan, dalam gereja sebagai tempat tinggal-Nya.

IV. KERAJAAN ALLAH

Efesus 2:19 berkata, "Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah." Istilah "kawan sewarga" menunjukkan kerajaan Allah. Semua kaum beriman, baik orang Yahudi maupun orang kafir, adalah warga kerajaan Allah, yang adalah tempat di mana Allah melatih otoritas-Nya. Selama seseorang adalah kaum beriman, dia adalah warga kerajaan Allah. Kewargaan ini menyangkut hak dan kewajiban, kedua hal itu selalu bersama-sama. Kita menikmati hak dari kerajaan dan kita menanggung kewajiban kerajaan.

Meskipun hari ini gereja adalah kerajaan Allah, secara realitas kita berada dalam kerajaan hanya ketika kita tinggal dan berjalan dalam roh. Ketika kita bertindak tanduk menurut manusia lama atau hidup dalam daging atau dalam diri kita, dalam prakteknya, kita keluar dari kerajaan Allah. Ini berarti ketika kita tinggal dalam daging, kita berada dalam alam lama yaitu sifat manusia yang telah jatuh, yang sepenuhnya telah dirampas Satan untuk membentuk kerajaannya. Karena itu, seorang Kristen yang sejati, bila kita tinggal dalam daging berkebalikan dari dalam roh, mungkin dalam kehidupan, dalam pelaksanaan tidak tinggal dalam kerajaan Allah tetapi dalam kerajaan Satan. Hanya apabila kita hidup, berjalan, bertindak-tanduk, dan menaruh seluruh diri kita dalam roh, bukan dalam sifat manusia lama kita, kita berada dalam kerajaan Allah dan, dalam realitas, adalah kerajaan Allah.

Kerajaan Allah, sebagai rumah Allah, adalah manusia korporat. Gereja sebagai rumah Allah adalah manusia korporat karena rumah ini adalah keluarga Allah. Demikian juga kerajaan adalah manusia korporat karena kerajaan juga adalah kesatuan korporat. Apakah kita tinggal dalam gereja sebagai rumah Allah atau sebagai kerajaan Allah tergantung pada apakah kita hidup sebagai anggota atau sebagai warga. Hidup sebagai anggota rumah Allah adalah perkara menikmati, tetapi hidup dalam kerajaan Allah adalah perkara menanggung kewajiban dan diatur. Kita adalah anggota rumah Bapa kita, kita juga adalah warga kerajaan Allah kita.

A. Adalah Gereja yang Hidup

Kerajaan Allah adalah gereja yang hidup. Ayat yang dengan kuat membuktikan tentang hal ini adalah Roma 14:17. "Sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus." Menurut beberapa pengajar Alkitab, kerajaan itu belumlah muncul. Mereka menyatakan bahwa sekarang adalah masa dispensasi gereja, dan selanjutnya adalah dispensasi kerajaan. Tetapi dalam 14:17 Paulus tidak mengatakan bahwa kerajaan Allah akan tiba, dia memakai bentuk kalimat sekarang dan mengatakan bahwa kerajaan Allah tiba. Menurut isi Roma 14, yang membicarakan tentang menerima kaum beriman, kerajaan adalah kehidupan gereja hari ini. Realitas dari kehidupan gereja adalah kerajaan. Roma 12 membicarakan tentang kehidupan Tubuh dan Roma 14 tentang kehidupan kerajaan. Ini menyatakan bahwa, dalam Roma, kehidupan kerajaan adalah realitas kehidupan Tubuh.

Dalam beberapa hal, adalah benar mengatakan bahwa zaman sekarang adalah zaman gereja dan zaman yang akan datang akan menjadi zaman kerajaan. Namun, dalam beberapa hal yang lain, kerajaan Allah hari ini adalah di sini, karena kerajaan adalah realitas gereja dan kehidupan gereja. Sehingga gereja adalah kerajaan. Karena hari ini, gereja adalah kerajaan, tidaklah benar mengatakan bahwa kerajaan sepenuhnya dihentikan sampai zaman yang akan datang. Roma 14:17 membuktikan secara jelas bahwa kerajaan adalah kehidupan gereja hari ini.

Di dalam Roma 14:17 kita nampak bahwa kerajaan Allah sebagai kehidupan gereja adalah perkara kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus. Ketika otoritas kerajaan Allah beroperasi dalam kita, kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita akan menjadi ciri kehidupan sehari-hari kita.

Kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita sebenarnya adalah ekspresi Kristus. Ketika Kristus diekspresikan, Dia adalah kebenaran kita terhadap diri kita sendiri, damai sejahtera kita terhadap orang lain, dan sukacita kita dengan Allah.

Sebagai kaum beriman yang menempuh kehidupan kerajaan dalam gereja, mereka akan layak terhadap diri mereka sendiri. Ini berarti bahwa kita harus keras terhadap diri kita dan tidak memaafkan diri kita.

Menempuh kehidupan kerajaan dalam gereja juga berarti bahwa kita tinggal dalam damai terhadap orang lain. Hubungan kita dengan orang lain haruslah dihiasi dengan damai. Terhadap orang lain kita harus berusaha mendapatkan damai, senantiasa berdamai dengan mereka. Damai ini adalah diri Kristus sendiri tertampil keluar dari diri kita.

Menempuh kehidupan kerajaan dalam gereja juga memerlukan bahwa kita tinggal dengan sukacita dengan Allah dalam Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh sukacita. Bila kita tidak berada dalam kenikmatan, berarti kita tidak tinggal dalam Roh Kudus. Jika kita benar-benar menempuh kehidupan kerajaan, kita akan ada sukacita dengan Allah, memuji Dia. Kapankala kita hidup benar terhadap diri kita sendiri dan dalam damai dengan orang lain, kita akan tinggal dalam sukacita dengan Allah dalam Roh Kudus. Kehidupan yang demikian adalah kerajaan Allah sebagai kehidupan gereja.

B. Masuk ke dalam Kerajaan Allah

Dalam 2 Petrus 1:3-11 kita melihat bahwa kaum beriman yang maju, dan bertumbuh dalam hayat Allah dalam kehidupan gereja akan diberikan hak penuh untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. Setelah kita masuk ke dalam kerajaan melalui kelahiran kembali, kita perlu dengan hak penuh masuk ke dalam kerajaan kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Di satu pihak, kita telah memasuki kerajaan, di pihak lain, kita masih memerlukan hak penuh untuk masuk. Langkah pertama masuk ke dalam kerajaan Allah adalah melalui kelahiran kembali, tetapi hak penuh untuk masuk adalah melalui pertumbuhan dan kemajuan yang penuh akan hayat ilahi yang diwahyukan dalam 2 Petrus 1:5-11.

Ayat 11 berkata, "Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." Suplaian yang limpah kita nikmati dalam pertumbuhan sifat dan hayat ilahi (ay. 3-7) akan memberi kita hak penuh masuk ke dalam kerajaan kekal Tuhan kita, yang adalah pahala bagi kesetiaan kaum beriman-Nya, yang berusaha bertumbuh dalam hayat untuk matang dan berkembang akan kebajikan-kebajikan sifat-Nya, sehingga mereka berbagian, dalam kerajaan milenium, dalam kekerajaan-Nya dalam kemuliaan Allah (2 Tim. 2:12; Why. 20:4,6).

Menurut perkataan Petrus dalam 1:5-11, bertumbuh untuk matang adalah pertambahan apa yang telah kita terima. Kita telah ditentukan memiliki iman yang berharga, yang adalah benih yang almuhit. Segala kekayaan ilahi ada dalam benih ini, tetapi kita harus dengan rajin menambahkan kepada iman kebajikan-kebajikan. Kemudian kita perlu maju dalam kebajikan, pengetahuan; ke dalam pengetahuan, penguasaan diri; dan ke dalam penguasaan diri, ketekunan; ke dalam ketekunan, kesalehan; ke dalam kesalehan, kasih akan saudara-saudara; dan ke dalam kasih akan saudara-saudara, kasih akan semua orang. Melalui pertumbuhan dan penambahan sedemikian, akhirnya kita akan mencapai kematangan dan memiliki hak penuh masuk ke dalam kerajaan kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Fakta bahwa mereka yang bertumbuh dan maju dalam hayat Allah dalam kehidupan gereja akan memiliki hak penuh masuk ke dalam kerajaan yang akan datang, menyatakan bahwa kaum beriman tertentu tidak akan berbagian dalam kerajaan yang akan datang, karena mereka tidak memiliki kehidupan dalam kehidupan gereja yang tepat dan belum memiliki pertumbuhan yang cukup akan hayat ilahi. Dengan alasan inilah, pada waktu manifestasi kerajaan, mereka tidak ada bagian dalam kerajaan. Tetapi bagi mereka yang bertumbuh dan maju dalam hayat ilahi dengan meluas akan mensuplai dengan kaya dan berlimpah memiliki hak penuh masuk ke dalam kerajaan mendatang.

Kita telah nampak tiga aspek status gereja: pertama, gereja sebagai jemaat yang dipisahkan dari dunia; kedua, gereja sebagai rumah Allah terdiri orang-orang yang dilahirkan dari Allah; dan ketiga, gereja sebagai kerajaan Allah, yang adalah realitas dan kehidupan gereja hari ini. Kita semua perlu bertumbuh dalam hayat ilahi dalam kehidupan gereja supaya dalam zaman yang akan datang kita memiliki hak penuh masuk ke dalam kerajaan Allah.