← Daftar isi Gereja · bab 20/23

MASUKNYA KITA KE DALAM GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Ef. 1:3-5,7; Rm. 4:25; 1 Ptr. 1:3; Ef. 2:5-6; Kis. 2:4; 10:44-45; 1 Kor. 12:13; Mrk. 16:16; Kis. 2:38; 26:19; 2 Kor. 4:1; Flp. 3:13

Garis Besar

I. Dipilih dan ditentukan oleh Bapa

II. Penebusan Kristus melalui darah-Nya

III. Kebangkitan dan keterangkatan Kristus

IV. Pencurahan Roh dalam Tubuh

V. Masuk gereja oleh percaya dan dibaptis

VI. Tidak ada pintu keluar dari gereja

VII. Mutlak untuk membangun gereja

A. Taat pada visi surgawi

B. Tidak putus asa

C. Selalu mengejar sasaran

Dalam tujuh pelajaran terakhit, kita membahas masalah bagaimana membangun gereja secara umum. Dalam lima berita berikutnya, kita akan menjelaskan peran kita dalam penghidupan gereja sehingga kita dapat berpartisipasi dalam membangun gereja. Banyak orang datang ke dalam kehidupan gereja dari berbagai latar belakang. Banyak di antara kita dilahirkan dari orang tua yang ada dalam gereja. Dalam pelajaran ini, beban kita adalah untuk menunjukkan bagaimana kita datang ke dalam gereja. Kita bukan dilahirkan ke dalam gereja secara fisik, juga tidak diundang oleh seorang teman dan sebagainya.

Kita telah dipilih sebelum dunia diciptakan untuk ada dalam gereja. Kita ditebus oleh Kristus di atas salib untuk ada di dalam gereja. Kita dibangkitkan dengan Kristus dan didudukkan dalam surga bersama dengan Kristus untuk gereja. Kita dilahirkan kembali oleh Roh itu untuk ada di dalam gereja. Kita dilahirkan oleh Allah untuk ada dalam gereja. Kita sekarang adalah anak-anak Allah dalam rumah tangga Allah. Kita adalah anggota-anggota Tubuh Kristus untuk ada di dalam gereja. Kita ada dalam gereja oleh hayat dan karena hayat. Kita ada dalam gereja karena pekerjaan dari Allah Tritunggal. Kita tidak dapat meninggalkan gereja juga tidak akan ditolak dari gereja. Kita telah ditentukan untuk ada dalam gereja. Kita ada dalam gereja. Gereja adalah rumah kita untuk kekekalan. Haleluyah!

I. DIPILIH DAN DITENTUKAN OLEH BAPA

Dalam pelajaran satu, kita menunjukkan bahwa gereja ada dalam rencana kekal Allah. Disini, kita menyatakan bahwa bukan hanya gereja ada dalam rencana kekal Allah, kitapun juga ada dalam rencana itu. Keberadaan kita disini bukanlah masalah kebetulan. Efesus 1:3-5 mengatakan, "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya." Disini jelas bahwa berkat pertama yang kita terima dari Bapa adalah memilih dan menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya. Kita tahu bahwa Efesus adalah suatu buku dalam gereja. Pasal satu berakhir dengan wahyu Kepala dengan Tuuh, gereja, untuk menjadi kepenuhan Kepala. Selanjutnya kita dapat berkata bahwa Bapa memilih dan menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya adalah untuk gereja. Karena gereja dibuat dari banyak anak-anak Bapa, kita yang telah dipilih dan ditentukan adalah untuk menjadi penyusun-penyusun gereja.

II. PENEBUSAN KRISTUS MELALUI DARAH-NYA

Efesus 1:7 mengatakan."Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayan kasih karunia-Nya." Ketika manusia diciptakan, Allah mengatakan bahwa ia sangat baik. Ia tanpa dosa, juga masih memerlukan Allah untuk masuk ke dalam diri-Nya. Tetapi sebelum Allah datang ke dalamnya, manusia jatuh ke dalam dosa dan di bawah kutuk hukum Taurat. Karena itu, Allah harus menebus kita, mengampuni kita dan membersihkan kita dari dosa-dosa kita untuk mempersiapkan kita untuk menjadi bahan bangunan bagi gereja. Ia merampungkan penebusan, sebagai manusia, di atas salib untuk semua manusia, sekali dan untuk selamnya. Ketika kita percaya ke dalam-Nya, kita menerima pengampunan dosa-dosa.

III. KEBANGKITAN DAN KETERANGKATAN KRISTUS

Setelah Kristus diserahkan karena dosa-dosa kita, Ia dibangkitkan karena pembenaran kita (Rm. 4:25). Kita telah dilahirkan kembali kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (1 Ptr. 1:3), dan kita dihidupkan bersama dengan Kristus (Ef. 2:5). Sebagai hasilnya, hayat kekal Allah masuk ke dalam kita untuk membuat kita menjadi manusia ilahi. Ini melayakkan kita untuk menjadi penyusun-penyusun gereja. Selanjutnya, kita dibangkitkan bersama dan didudukkan bersamadalam surga dalam Kristus Yesus (Ef. 2:6). Segala sesuatu ada di bawah kaki kita. Kita mempunyai kuasa di surga dan di bumi unutk melaksanakan keinginan Allah—untuk membangun gereja. Kita telah memperoleh semua berkat-berkat ini dari Bapa, kita tidak perlu berkecil hati atau merendah. Tidak ada seorangpun dapat menghentikan kita, bahkan iblis sendiri, dari perampunagan tujuan Allah—pembangunan gereja.

IV. PENCURAHAN ROH PADA TUBUH

Perampungan akhir Allah Tritunggal adalah pencurahan Roh itu untuk membentuk satu Tubuh. Ini telah dilakukan dalam dua tahap untuk dua orang. Roh itu pertama-tama dicurahkan pada hari Pentakosta untuk kaum beriman Yahudi (Ki. 2). Roh itu kemudian dicurahkan dalam rumah Kornelius untuk kaum beriman kafir (Kis. 10). Karena itu, Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 12:13, "Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." Baptisan adalah awal kita untuk masuk dalam Tubuh dan adalh sekali untuk selamanya. Minum Roh itu adalah terus menerus dan harus dipraktekkan oleh kita secara konstan sampai kekekalan.

V. MASUK GEREJA MELALUI PERCAYA DAN DIBAPTIS

Partisipasi kita dalam pemilihan dan penentuan Bapa, penebusan, kebangkitan dan keterangkatan Putra dan pemenuhan dan pencurahan Roh itu adalah untuk masuknya kita ke dalam gereja. Kita tidak ada pilihan untuk perkara ini, karena kita masih belum dilahirkan. Namun, kita telah sepenuhnya disiapkan untuk menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus untuk membangun Tubuh-Nya. Jalan untuk mengalami semua hal ini adalah melalui percaya dan dibaptis setelah mendengar firman kebenaran, injil keselamatan kita. Melalui percaya, kita menerima Roh realitas, yang membawa seluruh realitas ilahi. Melalui dibaptis, kita diletakkan ke dalam Roh itu sekali dan untuk selamanya tetap ada dalam Tubuh. Semua realitas ilahi ini dirampungkan oleh Allah Tritunggal sejak dulu dan hari ini menjadi nyata bagi kita. Masuknya kita ke dalam gereja oleh pemilihan Bapa, penebusan Putra, kelahiran kembali Roh itu, kepercayaan kita dan baptisan kita. Diri kita dalam gereja adalah kekal, dari Bapa, dari Putra, dari Roh itu dan dari hayat kekal. Ini bukan dari kita atau dari siapapun juga. Apa yang dapat kita katakan selain "Haleluyah!" Kita harus berterimakasih pada Dia untuk belas kasih dan kasih karunia ini.

VI. TIDAK ADA PINTU KELUAR DARI GEREJA

Setelah melihat bagaimana kita masuk gereja, kita dapat menyimpulkan bahwa di sini tidak ada pimtu keluar dari gereja. Mauknya kita dimulai dari kekekalan lampau, sebelum segala sesuatu ada, sebelum kita melakukan segala sesuatu baik atau buruk. Ini dilanjutkan melalui inkarnasi, ketersaliban, kebangkitan, keterangkatan Kristus dan pencurahan Roh itu. Kita mengalami pintu masuk yang kaya melalui percaya dan dibaptis setelah mendengar injil. Pintu masuk kita adalah kekal; ini berdasarkan hayat Allah yang ilahi dan tidak terciptakan. Ini bukan kebetulan juga bukan berdasarkan keputusan seseorang. Tidak ada orang yang menggaji kita atau menentukan kita. Dapatkah kita dikeluarkan dari gereja sedemikian? Tidak, tidak pernah! Satu hari, langit dan bumi akan berlalu. Tetapi kita tetap ada dalam gereja. Tidak ada pintu belakang, tidak ada jalan untuk melarikan diri. Tidak ada seorangpun yang dapat menolak kita dari gereja karena kita dilahirkan ke dalam gereja secara rohani. Kalau Allah adalah untuk kita, siapa yang dapat melawan kita? Tidak ada pintu keluar, meskipun oleh pilihan kita, oleh pilihan seseorang, atau oleh pilihan Allah.

VII. MUTLAK UNTUK MEMBANGUN GEREJA

Apakah kamu melihat visi gereja dan pembangunan gereja? Apakah kamu mengetahui mengapa kamu ada di dalam gereja dan bagaimana kamu memasukinya? Kalau kamu melihat visi, kamu akan memberikan reaksi yang spontan untuk memberikan dirimu secara multak kepada Kristus untuk membangun gereja. Kamu akan menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dikerjakan dalam alam semesta selain membangun gereja.

A. Taat Pada Visi Surgawi

Banyak orang melihat visi surgawi ini dan mempersembahkan dirinya untuk Kristus dan gereja. Sayangnya, banyak diantara mereka meninggalkan jalan ini. Apakah kamu ingin tahu mengapa? Rasul Paulus berkata dalam Kisah Para Rasul 26:19 bahwa ia tidak pernah tidak taat pada visi surgawi. Ini berarti sangat memungkinkan bagi kita untuk tidak taat. Kita perlu berdoa untuk belas kasih Tuhan untuk menjaga kita taat pada visi surgawi sehingga kita dapat melanjutkan untuk mempersembahkan diri secara absolut smpai akhirnya. Kita percaya Tuhan setia untuk menjawab doa kita.

B. Tidak Putus Asa

Kadangkala kita dapat putus asa oleh kondisi dari gereja atau karena kondisi gereja tidak cocok dengan visi surgawi. Beberapa mengatakan bahwa setelah dalam penghidupan gereja selama sepuluh tahun mereka masih tidak melihat penggenapan tujuan Allah, seperti yang diwahyukan dalam Alkitab. Kita seharusnya memberitahu mereka bahwa langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Nya tidak akan berlalu sampai semuanya digenapi (Mat. 24:35). Allah sedang membangun karya agung alam semesta. Lebih mudah menciptakan langit dan bumi secara fisik daripada membangun gereja. Ini memerlukan lebih banyak kasih, hikmat, waktu dan energi untuk membangun gereja. Bahan yang digunakan-Nya untuk membangun gereja berasal dari timbunan keruntuhan. Semua adalah orang dosa yang jahat, penuh dengan kecemaran dan kerusakan. Allah perlu untuk menebus manusia kemudian mengubah mereka sampai kepada bahan yang tepat bagi pembangunan Allah. Ini memerlukan waktu. Jaman ini dan yang paling penting, waktu hidup kita adalah untuk pekerjaan ini. Karena itu, kita seharusnya tidak kehilangan hati karena kita mempunyai ministri Perjanjian Baru untuk mendorong dan menyuplai kita untuk membangun gereja (2 Kor. 4:1).

C. Selalu Mengejar Sasaran

Kita harus memfokuskan perhatian kita pada sasaran—Kristus dan gereja. Paulus berkata dalam Filipi 3:13 bahwa ia melupakan apa yang telah di belakangnya dan mengarahkan diri pada apa yang di hadapanNya, yaitu ia mengejar sasaran—Kristus dan gereja. Kita harus mempunyai sikap yang sama seperti Paulus. Jangan berkata,"Saya tidak seperti saudaraku Paulus." Paulus mengatakan bahwa ia adalah teladan bagi kaum beriman untuk diikuti (2 Tes. 3:9). Kita semua seharusnya mengikuti dia karena ia adalah pengikut Kristus (1 Kor. 11:1). Karena itu, saudara-saudari muda, persiapkan seluruh hati, seluruh pikiran dan seluruh jiwa untuk mencintai Tuhan Yesus untuk membangun gereja-Nya. Berdoa seperti ini,"Tuhan, berikan diriMu kepada kami dan kepada gereja." Engkau memilih, menebus, melahirkan kembali dan membaptis aku ke dalam Tubuh-Mu. Tuhan, saya memberikan seluruh diriku, semua apa adaku, yang aku punyai dan apa yang aku bisa untuk-Mu. Aku mempersembahkan seluruh masa depanku untuk membangun gereja-Mu. Semua yang Kau punyai adalah milikku dan semua yang aku punyai adalah milik-Mu. Kehendak-Mu menjadi kehendakku dan kehendakku menjadi kehendak-Mu. Tuhan, bangun gereja-Mu melalui saudara-saudari dan melalui aku."