BERITA DUA
KESELAMATAN TERBUKA DARI ALLAH YANG TERSEMBUNYI DENGAN CARA YANG RAHASIA BAGI UMAT PILIHANNYA YANG TERANIAYA
DI DALAM PENAWANAN MEREKA
Pembacaan Alkitab: Est. 3—10
Di dalam berita ini kita akan membahas pasal tiga sampai sepuluh.
III. KESELAMATAN TERBUKA DARI ALLAH
YANG TERSEMBUNYI DENGAN CARA YANG RAHASIA BAGI UMAT PILIHANNYA YANG TERANIAYA
DI DALAM PENAWANAN MEREKA SEPERTI
YANG TERLIHAT PADA MORDEKHAI
Pasal-pasal ini adalah berkenaan dengan keselamatan terbuka Allah yang tersembunyi dengan cara yang rahasia bagi umat pilihan-Nya di dalam penawanan mereka seperti yang terlihat pada Mordekhai.
A. Rencana Rahasia Haman untuk Membinasakan
Semua Orang Yahudi di Media Persia
Di dalam tiga pasal ini kita melihat rencana rahasia Haman untuk membinasakan semua orang Yahudi di Media-Persia.
1. Seorang Agag dengan Nama Haman diangkat untuk Jabatan yang paling Tinggi atas Semua Pangeran-pangeran Yang Ada Bersama Raja
Orang-orang Agag adalah musuh Allah. Allah memerintahkan Saul untuk membunuh semua orang Agag, tetapi dia gagal untuk melakukan hal ini dan dengan demikian menghina Allah.
Seorang Agag dengan nama Haman diangkat (tidak diragukan ini hasutan Satan, musuh Allah) untuk jabatan yang paling tinggi atas semua pangeran-pangeran yang ada bersama raja. Raja memerintahkan semua pelayannya untuk menyembah dan memberi hormat kepada Haman, tetapi Mordekhai tidak menyembah atau memberi hormat karena kepercayaan Yahudinya kepada Allah yang unik (ay. 1-4). Dia percaya kepada satu Allah dan menolak menyembah kepada siapapun juga selain Allah.
2. Haman Dipenuhi dengan Kemarahan dan Berkomplot bukan hanya
untuk Membunuh Mordekhai melainkan juga untuk membinasakan
Semua Orang Yahudi di seluruh Kerajaan itu
Haman dipenuhi dengan kemarahan dan berencana bukan hanya untuk membunuh Mordekhai, seorang yang menolak untuk memberi hormat kepadanya, melainkan juga untuk membinasakan semua orang Yahudi di seluruh kerajaan itu. Dia mengirimkan suatu pernyataan raja kepada seluruh propinsi kerajaannya untuk membinasakan semua orang Yahudi, yang muda dan tua, anak-anak dan perempuan-perempuan, dalam satu hari, pada tanggal tigabelas bulan yang keduabelas, dan merampas harta mereka (ay. 5-15). Maksud jahat Haman untuk membinasakan semua orang Yahudi dan mengambil seluruh kekayaan mereka.
B. Konfrontasi Mordekhai
dari Rancana Rahasia Haman melalui Kontak Ester yang Dekat dan Akrab dengan Raja
Di dalam 4:1 sampai 8:2 kita mempunyai suatu catatan tentang konfrontasi Mordekhai terhadap rencana Haman melalui kontak Ester yang dekat dan akrab dengan raja.
1. Semua Orang Yahudi dan Ester Berpuasa
Ketika semua orang Yahudi dan Ester mendengar apa yang ingin Haman lakukan dan melihat bahwa raja bahkan telah mengeluarkan suatu pernyataan untuk melaksanakan maksud Haman, maka mereka berpuasa (4:3, 16). Walaupun mereka berpuasa bagi permohonan mereka kepada Allah, namun berkebalikan dengan apa yang kita duga, di dalam ayat 16 tidak ada sebutan nama Allah. Sewaktu Ester dan semua orang Yahudi sedang berpuasa, Haman, menurut rencananya dengan istri dan teman-temannya, membuat tiang gantungan untuk menyulakan Mordekhai (5:9-14).
2. Raja tidak dapat Tidur dan Mendapat Laporan
tentang Bagaimana Mordekhai yang telah Menyelamatkan Dia
Raja tidak dapat tidur, maka bertitahlah ia untuk membawakan kitab pencatatan sejarah, dan mereka membacakannya di hadapan raja (6:1). Raja menemukan di dalam catatan-catatan itu ada laporan tentang bagaimana Mordekhai menyelamatkan dia dari rencana pembunuhan oleh dua sida-sidanya, dan dia memutuskan untuk memberi penghormatan dan memuliakan Mordekhai. Sewaktu raja sedang merenungkan ini, Haman datang ke dalam untuk menanyakan raja tentang penyulaan Mordekhai (ay. 2-6). Raja sedang berpikir tentang menghormati Mordekhai, dan Haman berpikir tentang menyulakan dia. Ketika raja bertanya kepada Haman apa yang harus dilakukan yang kepadanya raja berkenan memberi hormat, Haman menjawab, “Hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan dikepalanya, dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang-orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya.” (ay. 8-9). Pada saat itu, raja memerintahkan Haman untuk mengenakan pakaian kebesaran yang dikenakan raja, membuat Mordekhai menunggangi kuda melalui jalan kota dengan kuda yang biasa ditunggangi raja, dan orang-orang berseru-seru di depan Mordekhai, “Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya” (ay. 10-11). Setelah Haman melakukan ini, dia bergesa-gesa pulang ke rumahnya, dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya (ay. 12).
3. Ester Menunjukkan kepada Raja bahwa Haman adalah Penentang dan Musuh Jahat yang Berkomplot untuk Membunuh Semua Orang Yahudi
Saat pestanya dengan raja dan Haman, ratu Ester menunjukkan bahwa Haman adalah penentang dan musuh jahat yang berkomplot untuk membunuh semua orang Yahudi. Raja langsung menghukum mati Haman dan memerintahkan orang-orang untuk menyulakan Haman di atas tiang gantungan yang telah Haman siapkan untuk menyulakan Mordekhai. Pada hari itu raja memberikan rumah Haman, musuh orang-orang Yahudi itu, kepada ratu Ester dan mengambil cincin meterainya, yang dia ambil dari haman, dan diberikan kepada Mordekhai, menjadikan dia orang kedua raja di dalam seluruh kerajaan itu (7:1—8:2).
C. Kemenangan Gemilang Orang-orang Yahudi yang Terbuka atas Musuh-musuh Mereka
Di dalam 8:3 sampai 10:3 kita melihat, kemenangan gemilang orang-orang Yahudi yang terbuka atas musuh-musuh mereka—keselamatan terbuka dari Allah mereka yang ter-sembunyi untuk menyelamatkan mereka dari para penganiaya.
1. Raja Menguarkan suatu Pernyataan
melalui Mordekhai
Raja mengeluarkan suatu pernyataan melalui Mordekhai untuk memerintahkan orang-orang Yahudi untuk membinasakan semua musuh mereka diseluruh kerajaannya dari India sampai Ethopia, seratus duapuluh tujuh propinsi (8:3-14).
2. Orang-orang Yahudi memiliki Terang, Kesukaan, Sukacita, dan Hormat
Dan Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan memakai pakaian kerajaan dari pada kain ungu lenan halus, dengan memakai tajuk emas yang mengagumkan serta jubah yang dari pada kain lenan halus dan kain ungu muda. Maka kota Susanpun bertepik soraklah dan bersukaria: orang Yahudi telah beroleh kelapangan hati dan sukacita kegirangan dan kehormatan. Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat manapun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi (ay. 15-17).
3. Orang-orang Yahudi Membinasakan
Semua Musuh mereka di seluruh Kerajaan itu
Orang-orang Yahudi membinasakan semua musuh mereka di seluruh kerajaan itu di bawah kekuasaan Raja Ahasyweros dengan pengaruh ratu Ester bersama Mordekhai sebagai orang kedua raja (9:1-16). Semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi, karena ketakutan kepada Mordekhai telah menimpa mereka. Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia di segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya (ay. 1-4). Di dalam benteng Susan saja dalam dua hari orang-orang Yahudi dapat membinasakan delapan ratus musuh-musuh mereka dan menyulakan sepuluh putra Haman di atas tiang gantungan (ay. 5-15). Di propinsi-propinsi orang-orang Yahudi berkumpul dan membinasakan tujuh puluh lima ribu orang yang membenci mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangannya (ay. 16).
4. Kegemilangan Orang-orang Yahudi dengan Mendirikan dan Menetapkan Hari Raya Purim
Kegemilangan orang-orang Yahudi dengan mendirikan dan menetapkan hari keempatbelas dan kelimabelas pada bulan Adar sebagai hari raya Purim untuk merayakan kemenangan mereka yang gemilang atas musuh-musuhnya (ay. 17-32). Dengan cara ini hari raya Purim ditetapkan di antara orang-orang Yahudi untuk mengenang dan merayakan selama dua hari yang mana mereka telah membinasakan musuh-musuh mereka di seluruh kerajaan besar Persia. Hari-hari itu menjadi hari-hari perayaan dan sukacita, dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin (ay. 17-19, 22). Hari-hari itu akan diperingati dan dirayakan di dalam setiap generasi, di dalam setiap kaum, setiap daerah, dan di setiap kota, sehingga hari-hari Purim itu tidak akan lenyap dari tengah-tengah orang Yahudi dan peringatannya tidak akan berakhir dari antara keturunan mereka (ay. 26-28). Penetapan dan pendirian hari raya Purim dikonfirmasi oleh Ratu Ester dan Mordekhai orang Yahudi ditulis dengan segala kekuasaan (ay. 29-32).
5. Mordekhai menjadi Orang Kedua Raja Ahasyweros
dan Dihormati di antara Orang-orang Yahudi
Mordekhai menjadi orang kedua Raja Ahasyweros dan dihormati di antara orang-orang Yahudi serta disukai oleh banyak saudara-saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan semua keturunannya, yaitu, semua keturunan Israel (10:1-3).
IV. KESIMPULAN
A. Suatu Poin Penting yang Tersembunyi
Kisah kitab Ester adalah suatu poin penting yang tersembunyi bagi penggenapan panggilan Allah atas Abraham untuk suatu tanah, satu keturunan (suatu umat), dan berkat bagi segala bangsa (Kej. 12:1-3; 22:17-18).
B. Bagi Penggenapan Janji melalui Musa
Kisah kitab ini adalah juga bagi penggenapan janji melalui Musa yaitu setelah Allah menyerahkan Israel ke dalam penawanan, Dia masih merawat mereka (Ul. 4:27-31).
C. Bagi Penggenapan Doa Salomo
Lagi pula, kisah kitab Ester ini adalah bagi penggenapan doa Salomo pada hari peresmian bait bahwa Allah akan merawat umat pilihan-Nya di dalam penawanan mereka (1 Raj. 8:46-53).
D. Untuk menjaga Garis Keturunan
dari Silsilah Kristus
Lebih jauh lagi, kisah yang dicatat di dalam kitab Ester adalah juga untuk menjaga garis keturunan dari silsilah Kristus melalui kelangsungan Israel di dalam penawanan mereka bahwa Kristus dapat dibawa masuk ke dalam umat manusia. Bila semua orang Yahudi dibinasakan, tidak akan ada garis keturunan dari silsilah Kristus bagi Kristus untuk dibawa masuk ke dalam keinsanian.
E. Untuk Menjaga suatu Umat untuk Memiliki Tanah Kudus bagi Kedatangan Kerajaan Kristus
Akhirnya, kisah kitab Ester adalah untuk menjaga suatu umat untuk memiliki tanah kudus bagi kedatangan kerajaan Kristus. Umat pilihan Allah yang kembali dari penawanan adalah sejumlah kecil, namun mereka menduduki dan memiliki sebagian kecil dari bumi, tanah kudus. Ini adalah berarti karena bumi telah dirampas oleh Satan, dan kelihatannya tidak ada sesuatu yang ditinggalkan bagi Allah di sorga dan di bumi. Namun, Allah membawa kembali sejumlah kecil dari umat-Nya untuk memiliki tanah kudus sebagai dasar bagi Kristus datang kembali untuk merampungkan kerajaan-Nya di atas bumi.
PELAJARAN HAYAT
AYUB
Berita
01 02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 32 33 34 35 36 37 38