← Daftar isi 1 Yohanes (1) · bab 21/24

MENGALAMI PENGAJARAN PENGURAPAN MENGENAI ALLAH TRITUNGGAL

Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 2:18-23

SEPATAH KATA UNTUK ANAK-ANAK

Dalam 2:14 Rasul Yohanes menulis sepatah kata yang sangat sederhana untuk anak-anak, kaum beriman yang sangat muda dalam hayat ilahi, “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa.” Dalam ayat 18-27 Yohanes menulis sepatah kata yang lebih panjang kepada anak-anak untuk menegaskan apa yang telah dia tulis kepada mereka. Di pihak positifnya, kata lanjutan ini berkenaan dengan pengurapan; di pihak negatifnya, berkenaan dengan anti kristus. Dalam ayat 18 Yohanes mengatakan, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar bahwa anti kristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak anti kristus. Dari hal inilah kita mengetahui bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhir.” Kata “anak-anak” di sini mengacu kepada anak-anak dalam ayat 14, sebagai kelompok ketiga dari penerima surat ini. Ayat 18-27 menekankan pengenalan dalam hayat (ayat 20-21), menegaskan perkataan “karena kamu mengenal Bapa”, yang diucapkan kepada kelompok ini dalam ayat 13.

Dalam ayat 20 Yohanes berbicara kepada anak-anak mengenai pengurapan “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua menge-tahuinya.” Pengurapan adalah pergerakan dan pekerjaan Roh majemuk yang berhuni di dalam kita, yang sepenuhnya dilambangkan oleh minyak urapan, minyak urapan majemuk dalam Keluaran 30:22-25 (lihat Pelajaran Hayat Keluaran, berita 157-166). Roh pemberi hayat almuhit dari Yang Kudus masuk ke dalam kita pada saat kita dilahirkan kembali dan tetap berada di dalam kita selama-lamanya (ayat 27). Berdasarkan Roh ini, anak-anak dapat mengenal Bapa (ayat 14) dan mengenal kebenaran (ayat 21).

Perkataan Yohanes kepada anak-anak mengenai pengurapan erat hubungannya dengan pertumbuhan mereka dalam hayat. Perkataan Yohanes di sini juga menyatakan bahwa semua orang kudus dalam hidup gereja perlu menerima pengajaran pengurapan.

PENGURAPAN MENGAJAR KITA

MENGENAI TRINITAS ILAHI

Jika Anda membaca ayat 18-27 dengan cermat, Anda akan nampak bahwa pengajaran pengurapan terutama adalah soal mengajar kita tentang rahasia Trinitas. Selama bertahun-tahun, saya telah memberitakan pengajaran pengurapan. Dalam berita-berita itu saya menekankan fakta bahwa pengurapan mengajar kita mengenai segala hal, yaitu mengenai setiap hal dalam kehidupan kristiani kita sehari-hari. Dalam berita ini saya ingin membahas pengajaran pengurapan dalam hal yang lebih terbatas tentang pengurapan mengajar kita segala hal mengenai Trinitas. Dengan kata lain, dalam berita ini saya tidak membahas penerapan yang lebih luas dari prinsip itu, tetapi dengan tafsiran yang tepat tentang pengajaran pengurapan menurut konteks dari ayat-ayat ini. Semakin saya membahas ayat-ayat ini dalam konteks, semakin saya mempunyai jaminan bahwa mengatakan pengurapan mengajarkan hal-hal Trinitas mutlak akurat.

UNSUR-UNSUR MINYAK URAPAN

Kita telah melihat bahwa pengurapan adalah pergerakan dari Roh pemberi-hayat yang majemuk dan almuhit, yaitu Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Roh ini adalah penggenapan lambang minyak urapan majemuk yang di wahyukan dalam Keluaran 30. Dalam minyak urapan majemuk ini ada sejumlah unsur yang adalah bahan-bahan minyak urapan. Seperti cat mempunyai sejumlah unsur, Roh pengurapan juga mempunyai berbagai unsur. Unsur-unsur ini meliputi Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan aktivitas-aktivitasNya. Allah Tritunggal telah melewati inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Ini adalah langkah-langkah dalam aktivitasNya. Semua langkah ini telah menjadi unsur-unsur dari Roh pemberi hayat yang majemuk. Karena itu, Roh pengurapan sebenarnya adalah satu gabungan dari Allah Tritunggal dengan aktivitas-aktivitasNya. Roh pengurapan meliputi keilahian dan keinsanian; sifat ilahi dan sifat insani. Roh majemuk semacam ini meliputi inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Semua ini adalah unsur-unsur Roh majemuk yang dilambangkan oleh minyak urapan majemuk dalam Keluaran 30.

Pengurapan sebenarnya adalah pergerakan urapan, dan urapan adalah satu gabungan. Akan tetapi, minyak bukanlah satu gabungan, karena ia mengandung satu unsur tunggal. Sebaliknya, minyak urapan majemuk mengandung sejumlah unsur. Dalam Roh majemuk kita mempunyai Bapa, Anak, Roh, keilahian, keinsanian, inkarnasi, kehidupan insani, khasiat kematian Kristus, kuasa kebangkitanNya, dan kenaikanNya. Pengurapan adalah pergerakan dari Roh majemuk ini dengan semua unsurNya. Hanya pengurapan ini, hanya pergerakan Roh majemuk ini yang dapat mengajar kita tentang Allah Tritunggal.

Cat adalah ilustrasi yang terbaik dari minyak urapan majemuk. Cara apakah yang terbaik untuk mengetahui unsur-unsur dari suatu cat? Cara yang terbaik adalah membeli sekaleng cat dan mengoleskannya pada perabot. Dengan mengoleskan cat itu Anda akan mengenal unsur-unsur cat itu. Ini berarti hanya cat itu sendiri yang dapat mengajar Anda tentang suatu cat. Selain cat itu tidak ada cara lain untuk mempelajari unsur-unsur cat itu. Dengan cara yang sama, dengan menerapkan diriNya sendiri kepada kita seperti “cat”, Roh majemuk mengajar kita mengenai Allah Tritunggal dan aktivitas-aktivitasNya. Kita juga dapat mengatakan bahwa unsur-unsur Roh majemuk mengajar kita berbagai hal mengenai Allah Tritunggal dan aktivitas-aktivitasNya. Roh pengurapan adalah komposisi Allah Tritunggal dengan segala aktivitasNya, dan sekarang Roh majemuk ini mengajar kita mengenai hal-hal Trinitas.

PENGAJARAN SUBYEKTIF PENGURAPAN

Hanya melalui Allah Tritunggal menjadi Roh pengurapan kita dapat diajar mengenai Allah Tritunggal dan aktivitas-aktivitasNya. Pengajaran semacam ini bukan bersifat obyektif, melainkan sangat subyektif. Allah Tritunggal telah menjadi Roh pengurapan dan pengurapanNya sekarang ada di dalam kita. Pengurapan yang subyektif ini, pergerakan kom-posisi Allah Tritunggal dengan segala aktivitasNya, sekarang dapat mengajar kita hal-hal mengenai Allah Tritunggal dan aktivitas-aktivitasNya. Karena itu, pengurapan semacam inilah yang mengajar kita mengenai Allah Tritunggal.

Allah Tritunggal telah menjadi majemuk tidak hanya dengan unsur-unsur personaNya keilahian, Bapa, Anak, dan Roh tetapi juga dengan unsur-unsur aktivitasNya inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Semua unsur ini telah digabungkan menjadi Roh majemuk yang pengurapanNya mengajar kita mengenai hal-hal Trinitas.

DIBAPTIS KE DALAM ALLAH TRITUNGGAL

Wahyu dalam Alkitab mengenai Allah Tritunggal benar-benar dapat dialami. Misalnya, dalam Matius 28:19 Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh kudus.” Dalam Word Studies in The New Testament (Pengkajian Firman dalam Perjanjian Baru) M.R. Vincent mengatakan bahwa nama dalam Matius 28:19 sama dengan personanya. Sebab itu, membaptis orang ke dalam nama Bapa, Anak, dan Roh berarti membaptis orang ke dalam persona Allah Tritunggal. Seperti nama manusia menunjukkan persona manusia, nama ilahi menyatakan persona ilahi. Membaptis orang ke dalam nama Allah Tritunggal adalah meletakkan orang ke dalam persona Allah Tritunggal.

Vincent juga mengatakan, “Membaptis ke dalam nama Trinitas kudus menyiratkan kesatuan yang rohani dan mis-terius dengan Dia.” Kata depan “ke dalam” menyiratkan kesatuan yang organik antara kita dengan Allah Tritunggal. Dibaptis ke dalam persona Allah Tritunggal berarti ditempatkan ke dalam kesatuan organik dengan Dia. Sebagai orang yang telah dibaptis ke dalam persona Allah Tritunggal, kita sekarang bersatu secara organik dengan Allah Tritunggal, dan Dia bersatu secara organik dengan kita.

ALLAH TRITUNGGAL

MENGAJAR KITA TENTANG DIRI-NYA SENDIRI

Allah Tritunggal, yang sekarang bersatu secara organik dengan kita, mengajar kita tentang diriNya sendiri. Peng-ajaran ini bersifat subyektif dan bisa dialami. Hari demi hari, asalkan kita di dalam kesatuan organik dengan Allah Tritunggal, kita menikmati Dia, kita mengalami Dia, dan kita hidup di dalam Dia, dengan Dia, dan oleh Dia. Kehidupan ini adalah satu pengajaran yang konstan tentang hal-hal mengenai Allah Tritunggal. Kita dapat bersaksi bahwa kita pasti menikmati Allah Tritunggal di dalam hidup kita setiap hari.

Kita dapat memakai memakan makanan sebagai satu ilustrasi dari mempelajari Allah Tritunggal dengan cara menikmati dan mengalami Dia. Cara yang terbaik untuk mengetahui suatu makanan adalah memakannya. Jika Anda makan makanan itu, Anda akan diajar mengenai makanan melalui makanan yang Anda makan. Ini bukan hanya satu pelajaran obyektif mengenai makanan; ini adalah satu pengetahuan yang subyektif mengenai makanan melalui pengalaman. Semakin Anda makan suatu makanan, Anda akan semakin mengetahuinya. Pengetahuan ini bukan doktrinal, melainkan dapat dialami. Dalam cara yang sama, kita mengenal Allah Tritunggal dengan menikmati dan mengalami Dia. Tidaklah mungkin kita mengenal Allah Tritunggal berdasarkan doktrin semata. Tetapi kita dapat mengenal Dia melalui menikmati dan mengalami Dia.

Ketika Allah Tritunggal menjadi kenikmatan dan pengalaman kita, pergerakanNya adalah pengurapan di dalam kita. Pengertian ini memungkinkan kita memberi satu definisi yang tepat tentang pengurapan: pengurapan adalah pergerakan Allah Tritunggal menjadi kenikmatan dan pengalaman batiniah kita.

MENGENAL BAPA, ANAK, DAN ROH

ADALAH SATU

Berdasarkan Alkitab, kita mengajarkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh adalah satu. Yesaya 9:5 mengatakan bahwa seorang Anak telah diberikan kepada kita, namaNya disebut Bapa kekal, atau Bapa yang abadi, atau Bapa kekekalan. Ini cocok dengan firman Tuhan mengenai diriNya sendiri dan Bapa, yang tercatat dalam Injil Yohanes. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia, Anak, datang dalam nama Bapa (Yoh. 5:43). Tuhan tidak pernah mengatakan bahwa diriNya sendiri adalah Anak dan juga adalah Bapa. Tetapi Dia mengatakan bahwa Dia adalah Anak yang datang dalam nama Bapa. Dalam Yohanes 14 Tuhan juga mengatakan bahwa jika kita melihat Dia, kita melihat Bapa (ayat 9). Selanjutnya, dalam pasal ini Tuhan mengatakan bahwa Dia ada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia (ayat 10-11). Maka Dia mengatakan dalam Yohanes 10:30, Bapa dan Anak adalah satu. Bila kita mengakui Dia, kita juga mempunyai Bapa (1 Yoh. 2:23). Selanjutnya, Dia juga adalah Roh (2 Kor. 3:17). Bila kita mempunyai Dia berhuni di dalam kita, kita juga mempunyai Bapa dan Roh. Apakah Anda tidak mempunyai Tuhan Yesus di dalam Anda? Tentu saja Anda punya. Apakah Anda juga tidak mempunyai Bapa dan Roh di dalam Anda? Anda pasti juga mempunyai Bapa dan Roh di dalam Anda. Ini berarti Bapa, Anak, dan Roh semuanya ada di dalam Anda. Lalu, berapa banyak yang kita miliki di dalam kita? Dari pengalaman kita tahu bahwa kita hanya mempunyai Satu di dalam kita. Satu yang berhuni di dalam kita ini adalah Allah Tritunggal, Bapa, Anak, dan Roh.

ALLAH TRITUNGGAL MENJADI PENGALAMAN DAN KENIKMATAN KITA

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa pengurapan adalah pergerakan Allah Tritunggal yang kita nikmati dan alami. Pergerakan Allah Tritunggal di dalam kita yang men-jadi kenikmatan dan pengalaman kita adalah pengurapan. Pengurapan dalam 1Yohanes 2 ini mengacu kepada pengalaman kita atas Allah Tritunggal. Inilah pengalaman yang mengajarkan hal-hal mengenai Trinitas kepada kita.

Perkataan Yohanes mengenai pengurapan di sini ditulis kepada anak-anak, kepada orang yang termuda di dalam hayat ilahi. Kaum beriman yang termuda pun telah mengalami Tuhan di dalam mereka. Mereka dapat bersaksi dari pengalaman mereka bahwa “Dia” yang hidup di dalam mereka adalah Bapa, Anak, dan Roh.

“CITA RASA” ALLAH TRITUNGGAL

Kita perlu pengalaman yang tepat atas Allah Tritunggal. Dari “cita rasa” dalam pengalaman kita, kita tahu hal-hal mengenai Trinitas. Contohnya, bagaimana Anda tahu rasa gula manis atau pahit? Cara untuk mengetahuinya adalah mengecapnya sedikit. Cita rasa akan mengajar Anda gula itu pahit atau manis. Dalam cara yang sama, pengalaman kita, pengecapan kita atas Allah Tritunggal, akan mengajar kita mengenai Dia.

Maksud Yohanes dalam 2:18-27 adalah untuk memperingatkan anak-anak tentang anti kristus dan ajaran-ajaran bidah mereka. Dalam ayat-ayat ini Yohanes seolah-olah mengatakan, “Jangan dengarkan semua ajaran salah mengenai persona Kristus ini. Kalian mempunyai pengajar di dalam kalian, dan pengajar ini adalah pengurapan. Jangan perhatikan apa yang dikatakan anti kristus, tetapi dengarkan pengalaman kalian atas pergerakan Allah Tritunggal sebagai pengurapan di dalam kalian.” Puji Tuhan atas pengalaman akan pengajaran pengurapan mengenai Allah Tritunggal!