DUNIA DAN HAL-HAL YANG ADA DI DALAM DUNIA
Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 2:15-17
Dalam berita ini kita akan membahas 2:15-17, ayat-ayat yang berkenaan dengan dunia dan hal-hal yang ada di dalam dunia. Dalam ketiga ayat ini Yohanes menjelaskan dunia dan hal-hal di dalam dunia.
Tegasnya, perkataan dalam 2:15-16 bukanlah untuk bapak-bapak atau anak-anak; ini adalah sepatah kata yang diberikan kepada orang-orang muda. Tentu saja, apa pun yang ditulis dalam firman kudus ditulis untuk semua anak-anak Allah. Namun, menurut konteks pasal 2, ayat-ayat ini ditulis khusus untuk orang-orang muda, kepada orang yang kuat, yang mempunyai firman Allah tinggal di dalam mereka, dan yang telah mengalahkan si jahat.
KEDOK-KEDOK IBLIS
Dalam bagian pertama surat ini, bagian yang berkenaan dengan persekutuan hayat ilahi (1:1-2:11), kita nampak bahwa dosa dan dosa-dosa merusak persekutuan kita. Dalam bagian kedua surat ini kita nampak dua hal negatif yang lain: dunia dan anti kristus. Dalam ayat 13-14 Yohanes juga menyebut si jahat. Akan tetapi, si jahat ini, Satan, Iblis, tidak muncul secara langsung di sini. Sebaliknya, dia memakai kedok dunia dan anti kristus. Tidak seorang pun ingin mengasihi Iblis jika dia muncul secara langsung. Tetapi setiap orang mengasihi dunia. Dunia adalah kedok Iblis yang dia gunakan untuk mendustai dan menipu kita. Dalam bagian Surat 1 Yohanes ini, masalahnya bukan dengan Iblis; tetapi dengan dunia sebagai kedok Iblis.
Terhadap siapa saja yang mengasihi hal-hal materi menurut keinginan nafsu mereka, Iblis akan muncul mengenakan kedok dunia. Tetapi terhadap orang yang agamawi dan memperhatikan hal-hal agamawi, filsafat, atau doktrin, Iblis akan datang dengan kedok yang lain kedok anti kristus dengan ajaran bidahnya.
Pengurapan yang kita miliki di dalam kita memungkin-kan kita menanggulangi kedok-kedok dunia dan anti kristus. Orang-orang muda perlu menghadapi kedok dunia. Karena inilah, perkataan mengenai dunia ditulis kepada orang-orang muda. Apakah masalah utama yang dihadapi oleh anak-anak, orang-orang termuda dalam hidup gereja? Masalah ini adalah masalah bidah, kedok anti kristus. Anti kristus tidak menganggap diri mereka sendiri antikristus, tetapi menyatakan bahwa mereka adalah bagi Kristus. Akan tetapi, pernyataannya adalah satu kepura-puraan, kebohongan, penipuan. Karena itu, Yohanes menjelaskan bahwa orang-orang semacam ini adalah anti kristus; mereka tidak untuk Kristus. Meskipun mereka mengemban nama Kristus, ini adalah satu kepura-puraan. Kalau orang-orang muda di dalam hayat ilahi harus mengalahkan dunia, anak-anak perlu berhati-hati terhadap anti kristus. Dua hal negatif ini dunia dan anti kristus terdapat dalam bagian kedua surat ini.
DEFINISI DUNIA
Dalam ayat 15 Yohanes mengatakan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih kepada Bapa tidak ada di dalam orang itu.” Kata dunia dalam bahasa Yunaninya adalah kosmos, mempunyai lebih dari satu arti. Dalam Matius 25:34; Yohanes 17:15; Kisah Para Rasul 17:24; Efesus 1:4; dan Wahyu 13:8, mengacu kepada alam semesta materi, suatu sistem yang diciptakan oleh Allah. Dalam Yohanes 1:29; 3:16; dan Roma 5:12, mengacu kepada umat manusia yang telah jatuh, rusak, dan dirampas oleh Iblis untuk dijadikan komponen sistem jahatnya. Dalam 1Petrus 3:3, mengacu kepada hiasan, dandanan. Di sini, seperti dalam Yohanes 15:19; 17:14; dan Yakobus 4:4, menyatakan suatu tatanan, suatu bentuk yang tetap, suatu pengaturan, jadi, suatu sistem yang teratur (yang dibuat oleh Iblis, seteru Allah), bukan bumi. Allah menciptakan manusia untuk hidup di bumi adalah bagi perampungan ketetapan kehendakNya. Namun, untuk merampas manusia ciptaan Allah itu, seteruNya, Iblis, membentuk sistem dunia yang menentang Allah di bumi ini dengan cara mensistemkan manusia dengan agama, kebudayaan, pendidikan, industri, perdagangan, hiburan, dan sebagainya, melalui sifat manusia yang telah jatuh dalam hawa nafsu mereka, dan tuntutan mereka, bahkan dalam pelampiasan nafsu mereka untuk memenuhi keperluan sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, dan kendaraan. Seluruh sistem setani semacam itu berada dalam cengkeraman si jahat (1Yoh.5:19). Tidak mengasihi dunia yang demikian adalah tumpuan untuk mengalahkan si jahat. Sedikit saja mengasihi dunia, akan memberi tumpuan kepada si jahat untuk mengalahkan dan menduduki kita.
Dalam ayat 15 Yohanes mengatakan bahwa jika kita mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada di dalam kita. Kasih Bapa di sini adalah kasih kita terhadap Dia yang dihasilkan oleh kasihNya di dalam kita. Kita mengasihi Dia dengan kasih yang olehnya Dia telah mengasihi kita.
Kita perlu memahami berbagai makna kata kosmos dalam Perjanjian Baru. Kita telah menjelaskan bahwa kata ini digunakan untuk menunjukkan alam semesta materi, umat manusia yang jatuh, rusak, dan dirampas oleh Iblis, dan sis-tem dunia yang menentang Allah yang dibuat oleh Iblis agar dapat merampas manusia yang diciptakan oleh Allah untuk menggenapkan tujuanNya. Kata dunia (kosmos) dalam 2:15 mengacu kepada definisi yang terakhir. Dalam ayat ini dunia mengacu kepada sistem dunia yang menentang Allah yang dibentuk oleh Iblis. Setiap hal, setiap orang, dan setiap masalah telah diatur oleh si jahat, musuh Allah, dan menjadi satu bagian dari sistem dunianya.
Dalam situasi seperti ini, ke mana kita akan pergi? Jawabannya adalah kita perlu pergi kepada Allah Tritunggal. Hanya Allah Tritunggal yang tidak disistemkan oleh Iblis. Selain kepada Allah Tritunggal, kita juga perlu pergi kepada firman Allah. Karena setiap hal, setiap orang, dan setiap masalah telah disistemkan oleh Iblis, maka kita perlu melarikan diri kepada Allah Tritunggal dan firmanNya. Firman Allah adalah tempat perlindungan kita, penjagaan kita.
MENGALAHKAN SI JAHAT
Menurut konteksnya, orang-orang muda telah mengalahkan si jahat, yang membentuk sistem yang menentang Allah, yang telah mensistemkan semua hal, semua orang, dan semua masalah. Bagaimana orang-orang muda dapat mengalahkan si jahat ini? Mereka dapat mengalahkan dia karena mereka memiliki firman Allah tinggal di dalam mereka. Firman Allah juga adalah tempat perlindungan, kubu, benteng mereka. Hari demi hari, orang-orang muda perlu menetap dalam firman Allah. Kita tahu dari pengalaman kita bahwa bila firman Allah tinggal di dalam kita dan kita menetap di dalam firman sebagai tempat perlindungan kita, kita dilindungi dari si jahat.
Dalam 1Yohanes 5:19 Yohanes mengatakan bahwa seluruh sistem dunia berada di bawah si jahat. Si jahat ini tidak hanya telah mengatur segala sesuatu, tetapi seluruh sistem itu berada di bawah dia. Kita dapat memakai seorang pasien yang akan dioperasi (dibedah) sebagai satu ilustrasi dunia yang berada di bawah si jahat. Dalam suatu pembedahan, seorang pasien dibius dan dibaringkan di atas meja operasi. Ahli bedah dapat mengoperasi pasien itu, dan si pasien tidak sadar tentang apa yang sedang terjadi. Inilah satu gambaran tentang seluruh dunia berada di bawah tangan Iblis. Mereka yang di dalam dunia tidak sadar bahwa mereka tergelatak di atas “meja operasi” si jahat dan si jahat sedang “mengoperasi” mereka.
JANGAN MENGASIHI DUNIA
Dalam ayat 15 Yohanes berpesan kepada kita agar jangan mengasihi dunia atau hal-hal yang ada di dalam dunia. Dia mengatakan kepada kita bahwa jika kita mengasihi dunia, kasih Bapa tidak ada di dalam kita. Tidak mengasihi dunia adalah tumpuan untuk mengalahkan si jahat. Akan tetapi, jika kita mengasihi dunia, ini akan memberi si jahat tumpuan untuk menduduki kita. Kapan saja kita membuka diri kita kepada dunia, kepada sistem milik Iblis yang menentang Allah, kita akan kalah dalam pepeperangan melawan dia.
HAL-HAL YANG ADA DI DALAM DUNIA
Dalam ayat 16 Yohanes mengatakan mengenai hal-hal di dalam dunia, “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, tidak berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Keinginan daging adalah hawa nafsu tubuh kita; keinginan mata adalah hawa nafsu jiwa kita melalui mata; keangkuhan hidup adalah kesombongan, kebanggaan, kemuliaan sia-sia, dan pameran benda-benda materi dari hidup zaman ini. Semua ini adalah komponen dunia.
Keinginan Daging
Keinginan daging adalah keinginan nafsu dari tubuh, terutama berhubungan dengan tubuh. Karena buah pohon pengetahuan baik dan jahat telah masuk ke dalam umat manusia, maka tubuh kita menjadi jatuh dan rusak. Adam dan Hawa, nenek moyang kita, makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat. Sebagai akibatnya, satu unsur jahat masuk ke dalam umat manusia, dan sekarang unsur ini ada di dalam tubuh jasmani kita. Dari pengalaman kita tahu bahwa suatu unsur yang jahat, unsur Iblis berhuni di dalam sifat manusia.
Pertapaan adalah satu usaha menanggulangi hawa nafsu daging. Akan tetapi, pertapaan tidak efektif untuk menanggulangi keinginan nafsu dari tubuh. Dalam tulisan-tulisan orang Kristen tertentu kita dapat melihat unsur pertapaan. Contohnya, kita dapat menemukan pertapaan dalam buku yang terkenal The Imitation of Christ (Tiruan Kristus). Beberapa pengajaran orang Kristen tentang memikul salib sebenarnya mengarah kepada pertapaan. Dalam keempat kitab Injil Tuhan Yesus dengan jelas membicarakan mengenai salib. Akan tetapi, jangan mencampuradukkan memikul salib yang murni dengan pertapaan. Tidak peduli seberat apa orang-orang menganiaya tubuh mereka dengan mengikuti praktek-praktek pertapaan, pertapaan tidak akan manjur dalam menanggulangi hawa nafsu tubuh.
Keinginan Mata
Dalam ayat 16 Yohanes juga membicarakan tentang keinginan mata. Kita telah menjelaskan bahwa keinginan mata adalah keinginan yang penuh nafsu dari jiwa melalui mata. Ketika buah pohon pengetahuan baik dan jahat masuk ke dalam tubuh manusia, tubuh menjadi daging. Karena tubuh mencakup jiwa, maka jiwa jatuh di bawah pengaruh tubuh yang jatuh. Sebagai akibatnya, jiwa kita juga telah dirusak. Karena itu, jiwa, psikologi kita, telah menjadi penuh nafsu karena pengaruh tubuh yang jatuh.
Jiwa dan tubuh yang jatuh sekarang bekerja sama. Tubuh kita mempengaruhi jiwa kita, dan jiwa kita mempengaruhi tubuh kita. Tubuh dan jiwa bekerja sama setiap kali kita melakukan suatu hal yang berdosa. Karena operasi bersama dari tubuh dan jiwa ini, sulit dikatakan tubuh atau jiwa yang mengambil inisiatif untuk berbuat dosa. Karena itu, di satu pihak, kita mempunyai keinginan daging; di pihak lain, kita mempunyai keinginan mata. Kelihatannya, keinginan mata hanyalah dari keinginan daging. Sebenarnya, ini mengacu kepada sesuatu yang di dalam tubuh kita. Mata kita penuh nafsu karena jiwa kita penuh nafsu. Karena itu, nafsu di dalam mata kita berasal dari jiwa kita.
Keangkuhan Hidup
Dalam ayat 16 Yohanes juga menyebutkan keangkuhan hidup. Kita telah melihat bahwa keangkuhan hidup adalah kebanggaan, kesombongan, kemuliaan sia-sia, dan pameran benda-benda materi dari hidup zaman ini. Di sini kata “hidup” dalam bahasa Yunaninya adalah bios, sebuah kata yang mengacu kepada hayat jasmani, dan juga hidup zaman ini. Ini berbeda dengan istilah “hidup” dalam 1:1-2, yang mengacu kepada hayat ilahi.
Dalam Perjanjian Baru tiga kata Yunani digunakan untuk “hidup”: zoe, yang mengacu kepada hayat ilahi, hayat Allah; psuche, yang mengacu kepada hayat insani, hayat jiwa manusia kita atau hayat psikologis; dan bios, yang mengacu kepada hayat jasmani. Apa pun yang terjadi di dalam masyarakat manusia adalah hidup zaman ini. Pada hidup zaman ini, hidup di bumi ini, ada keangkuhan. Keangkuhan ini meliputi kesombongan, kebanggaan, kemuliaan sia-sia, dan pameran benda-benda materi hidup zaman ini.
ISI SISTEM SETANI
Kita telah melihat bahwa dunia dalam 2:15 menunjuk-kan satu sistem yang menentang Allah, yang setani, yang jahat, yang disusun dari benda-benda yang diciptakan oleh Allah. Iblis telah menggunakan benda-benda ini untuk membentuk sistemnya. Akan tetapi, benda-benda ini bukanlah isi dari sistem dunia setani. Sistem ini terdiri dari keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup zaman ini. Contohnya, Allah telah menciptakan berbagai jenis makanan. Tanpa makanan, kita tidak dapat mempertahankan hidup. Akan tetapi, Iblis memakai makanan untuk membentuk satu sistem setani. Akan tetapi, ini tidak berarti makanan itu adalah bagian dari isi sistem jahat Iblis.
Pertanian dan industri juga diperlukan untuk hidup manusia. Kita tidak mungkin bertahan hidup tanpa pertanian dan industri. Iblis telah memanfaatkan pertanian dan in-dustri dalam pembentukan sistem jahatnya. Tetapi hal-hal ini sendiri bukanlah isi dari sistem dunia yang dibentuk oleh Iblis. Lalu, apakah isi sistem setani itu? Isi dari sistem ini adalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup.
Tidak mudah membedakan antara hal-hal, masalah-masalah, dan orang-orang yang dipakai oleh Iblis untuk menyusun sistem jahatnya dengan isi sebenarnya dari sistem dunia ini. Mobil dan rumah Anda mungkin dipakai oleh Iblis untuk menyusun dunia yang menentang Allah. Tetapi baik mobil Anda maupun rumah Anda bukanlah bagian dari isi sistem jahat Iblis. Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa isi dari sistem Iblis adalah keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup zaman ini.
Memiliki mobil pribadi dapat digunakan sebagai satu ilustrasi untuk menunjukkan perbedaan antara sesuatu yang digunakan oleh Iblis untuk membentuk sistemnya dengan isi sebenarnya dari sistem ini. Bagaimana sebuah mobil dapat dimanfaatkan oleh musuh Allah untuk membentuk sistem jahatnya? Mobil itu sendiri bukanlah satu masalah dan bukanlah isi dari sistem Iblis. Masalahnya adalah pada keinginan daging, keinginan mata, dan khususnya keangkuhan hidup zaman ini. Jika bukan untuk keangkuhan manusia, sebuah mobil tidak akan menjadi satu masalah. Akan tetapi, banyak orang yang suka membeli mobil yang mahal untuk pamer. Dalam hal ini, mobil yang mereka kendarai digunakan untuk keangkuhan. Di negara ini, mobil adalah satu kebutuhan. Karena itu, masalahnya bukanlah pada mobil itu sendiri; masalahnya ada pada keinginan mata dan keangkuhan hidup. Ketika Anda memikirkan sebuah mobil, Anda mungkin ingin memilikinya. Beberapa orang mungkin memikirkan mobil siang dan malam. Mobil itu tidak salah orang-orangnya yang salah. Masalahnya bukan pada mobil yang mereka perlukan; masalahnya adalah pada keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup.
Sebagai ilustrasi selanjutnya, kita juga dapat memakai keperluan kita akan pakaian dan tempat tinggal. Tempat tinggal adalah satu keperluan, dan pakaian juga satu keperluan. Sekali lagi, masalahnya bukanlah pada rumah atau pakaian-pakaian itu; ini bukanlah isi sebenarnya dari sistem dunia. Masalahnya ada pada keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup, karena inilah isi dari sistem jahat Iblis.
DUA TRINITAS
Menurut Alkitab, dunia berlawanan dengan Bapa (2:15), Iblis berlawanan dengan Anak (3:8), dan daging berlawanan dengan Roh (Gal. 5:17). Di satu pihak, kita mempunyai Trinitas ilahi Bapa, Anak, dan Roh. Di pihak lain, kita mempunyai trinitas jahat dunia, Iblis, dan daging. Jika kita menikmati Trinitas ilahi, kita tidak akan ada hubungan dengan trinitas jahat ini.
BAPA DAN KEHENDAK-NYA
Dalam ayat 17 Yohanes selanjutnya mengatakan, “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” Sebagaimana dunia berlawanan dengan Allah Bapa, demikian pula hal-hal yang ada dalam dunia (ayat 15), yang membentuk keinginannya (nafsunya), berlawanan dengan kehendak Allah. Di pihak positif, kita memiliki Bapa dan kehendakNya. Di pihak negatif, kita memiliki dunia dan segala hal yang ada di dalam dunia. Dunia berlawanan dengan Bapa, dan hal-hal di dalam dunia berlawanan dengan kehendak Bapa.
Menurut perkataan Yohanes dalam ayat 17, dunia sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi siapa saja yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selamanya. Melakukan kehendak Allah adalah terbiasa melakukan kehendak Allah secara terus-menerus dan bukan kadang-kadang saja. Dunia, hawa nafsunya, dan mereka yang mengasihi dunia sedang lenyap. Tetapi Allah, kehendakNya, dan mereka yang melakukan kehendakNya tetap hidup selama-lamanya.