← Daftar isi Zakharia · bab 9/15

NUBUAT-NUBUAT PENDORONG (1)

Pembacaan Alkitab: Za. 9

Beban Zakharia adalah untuk membantu umat Israel yang kembali nampak tujuan Allah. Pada waktu itu tujuan Allah adalah memulihkan bait sebagai pusat perhatian Allah. Melalui Zakharia Tuhan kelihatannya berkata kepada mereka, “Aku tidak menginginkan engkau berpuasa dan meratap. Lupakan tentang perihal ini. Aku bahkan berkata kepadamu untuk melupakan apa yang Aku lakukan di waktu yang lalu untuk menanggulangi engkau. Engkau perlu mengenal apa yang Aku inginkan untuk engkau lakukan hari ini. Aku ingin engkau menyadari bahwa kedambaan-Ku adalah bait itu akan dibangunkan oleh umat-Ku sehingga menjadi pusat dan realitas perhatian-Ku di bumi.” Hari ini maksud Allah, kedambaan-Nya, yaitu kita akan menjadi satu dengan Dia. Dia telah membawa kita kembali ke tempat, dasar, dan fondasi bait. Allah menginginkan kita nampak bahwa perhatian, kedambaan, dan beban-Nya adalah menyelesaikan pembangunan bait ini.

Allah memiliki beban. Beban ini yaitu bahwa Dia mendapatkan sekelompok orang di zaman ini yang mengenal hati-Nya, untuk menyadari kedambaan-Nya, dan menjadi satu dengan Dia untuk membangun Tubuh Kristus. Inilah apa yang Allah inginkan. Kedambaan Allah berhubungan dengan ekonomi-Nya. Ekonomi Allah adalah untuk memiliki Kristus sebagai segala sesuatu, memiliki Dia sebagai pusat dan lingkaran, sentralitas dan universalitas, pergerakkan Allah di bumi. Kita semua perlu nampak hal ini.

Melalui kitab Zakharia Kristus disingkapkan. Dalam pasal satu kita nampak Kristus sebagai seorang Manusia yang menunggang kuda merah untuk memelihara umat Allah yang menderita; dalam pasal dua, sebagai Sang yang mengukur Yerusalem; dalam pasal tiga, sebagai Sang, Imam Besar, dilambangkan oleh imam besar Yosua dan dilambangkan oleh batu yang bermata tujuh; dalam pasal empat, sebagai Sang, Raja sejati, dilambangkan oleh Zerubabel; dan dalam pasal enam, sebagai Sang unik yang bersyarat mengemban dua jabatan imamat dan rajani bagi perampungan pembangunan Bait Allah. Sekarang kita harus melanjutkan untuk melihat bahwa Kristus yang almuhit bersama-sama terlibat dengan sejarah manusia. Sejarah manusia dari Adam sampai orang terakhir dari umat manusia bukanlah sesuatu tanpa Kristus. Namun, menurut ekonomi Allah, Kristus secara intim melibatkan umat manusia. Ini berarti bahwa Kristus terlibat dengan setiap aspek penting dari empat kekaisaran yang dilambangkan oleh patung besar dalam Daniel 2. Seperti yang akan lihat, Kristus disingkapkan dalam Zakharia 9---14 adalah Kristus yang terlibat dengan sejarah manusia dengan cara yang baik, khusus, dan sangat intim.

Visi-visi dalam Zakharia pasal satu sampai enam terutama bagi penghiburan bangsa Israel, sebaliknya nubuat-nubuat dalam pasal sembilan sampai empatbelas terutama untuk mendorong mereka. Tanpa Kristus tak ada penghiburan ataupun dorongan. Penghiburan dalam Zajharia 1---6 adalah Kristus, dan dorongan dalam Zakharia 9---14 juga adalah Kristus. Dalam berita ini kita akan membahas nubuat-nubuat pendorong yang pertama.

I. NUBUAT MENGENAI BANGSA-BANGSA DI SEKITAR YEHUDA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN ISRAEL

Nubuat dalam Zakharia 9 memperhatikan bangsa-bangsa sekitar Yehuda dalam hubungannya dengan Israel.

A. Mengenai Pengrusakan yang Dilaksanakan

pada Bangsa-bangsa di sekitar Yehuda

oleh Aleksander Agung

Nubuat dalam ayat 1 sampai 7 memperhatikan pengrusakan yang dilaksanakan pada bangsa-bangsa di sekitar Yehuda oleh Aleksander Agung, raja Kekaisaran Yunani (336-323 S.M. dengan pengaruh empat penggantinya sampai 44 S.M.), dinubuatkan oleh Daniel dalam kitabnya sebagai perut dan paha patung besar dalam 2:32c, sebagai tiga binatang dalam 7:6, sebagai kambing jantan dalam 8:5, dan sebagai raja yang gagah perkasa dalam 11:3.

B. Tuhan Menjaga Yerusalem dengan Baitnya

sebagai Rumah-Nya

Zakharia 9:8 mengatakan, “Aku berkemah dekat rumah-Ku sebagai pengawal terhadap mereka yang lalu lalang; / Tidak akan ada lagi penindas mendatanginya; / Sebab sekarang Aku sendiri telah mengindahkannya.” Ini mewahyukan bahwa selama penyerangan Aleksander Agung, Tuhan menjaga Yerusalem dengan baitnya sebagai rumah-Nya. Walaupun Aleksander, seorang yang perkasa dia tidak dapat merusak Yehuda dan Yerusalem, dan dia tidak dapat merusak bait dan semuanya.

C. Kristus Sementara Disambut sebagai Raja Yerusalem dalam Bentuk yang Lemah Lembut

Dua ayat dalam pasal sembilan yaitu memperhatikan Kristus, ayat 9 dan 10, ada suatu sisipan. Ini merarti bahwa ayat 11 sesunguhnya melanjutkan ayat 8. Ayat 9 mengatakan, “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai putri Sion, / Bersorak-sorailah, hai putri Yerusalem! / Lihat, rajamu datang kepadamu; / Ia adil dan membawa keselamatan; / Lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, / Seekor keledai beban yang muda.” Ini mewahyukan bahwa Kristus akan datang dengan cara yang benar dan keselamatan bagi kita dan bahkan Dia akan menunggangi seekor keledai, bahkan seekor keledai beban yang muda. Hal ini digenapkan dalam empat Injil ketika Yesus Kristus datang ke Yerusalem terakhir kali. Dia datang sebagai seorang Raja sebagai seorang Raja yang lemah lembut, seorang Raja yang lemah lembut, bukan dengan menunggang kuda yang agung tetapi dengan seekor keledai muda.

D. Kerajaan Milenium sebagai Zaman Pemulihan

Ayat 10 mengatakan, “Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim / dan Kuda-kuda dari Yerusalem; / Busur perang akan dilenyapkan, / Dan Dia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. / Wilayah kekuasaan-Nya akan terbentang dari laut sampai ke laut / Dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.” Ini mengacu kepada kerajaan milenium, yang akan menjadi zaman pemulihan, Dalam kerajaan milenium Allah akan menghentikan segala peperangan, Firman mengenai kerajaan ini yang akan sangat menghibur dan mendorong umat Israel.

Urutan dalam pasal ini sangat berarti. Ayat 1 sampai 7 membicarakan mengenai pengrusakan dan penghancuran Aleksander Agung berakibat pada bangsa-bangsa di sekeliling Yehuda. Kemudian ayat 8 melanjutkan dengan mengatakan bahwa Tuhan sendiri berkemah di sekeliling bait-Nya di dalam kota kudus. Ini menyelamatkan Yehuda dan Yerusalem dan bait dari penghancuran Aleksander. Yerusalem dan bait disisihkan dan diselamatkan dari penghancuran musuh. Ini adalah satu pembebasan yang baik dan satu tanda datangnya pemulihan. Namun, datangnya pemulihan memerlukan kedatangan Kristus. Sebagai hasilnya, setelah firman dalam ayat 8 mengenai pembebasan Yerusalem dan bait, ayat 9 mengatakan bahwa Kristus akan datang, sebagai kebenaran dan membawa keselamatan. Akhirnya, ada situasi yang benar dan tepat bagi kedatangan Kristus, dan Dia datang dengan lemah lembut, dan juga dalam satu cara yang intim, menunggang seekor keledai.

Apakah seharusnya yang diakibatkan oleh kedatangan Kristus? Seperti ayat 10 menunjukkan, setelah Dia datang damai dan pemulihan harusnya ada, dan kekuasaan Allah juga harusnya ada. Dalam pemulihan butir yang pertama adalah damai: “Dia akan membicarakan damai kepada bangsa-bangsa.” Butir kedua adalah kekuasaan: “Kekuasaan-Nya dari laut sampai ke laut.”

Bagaimanapun juga, ketika Kristus datang kali pertama, Dia hanya disambut sedikit dan akhirnya sangat ditolak, dan dibenci, dan dibunuh di kayu salib. Sehubungan Dia ditolak oleh bangsa Israel, Tuhan Yesus berkata, “Yerusalem, Yerusalem, mereka yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anak-mu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya tetapi kamu tidak mau. Lihatlah, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi” (Mat. 23-37-38). Kata rumah menunjukkan rumah Allah, yang adalah bait. Ini adalah rumah Allah, tetapi di sini disebut “rumahmu.” Rumah Allah telah menjadi rumah mereka, dan ini akan dihancurkan oleh Titus pada 70 Masehi (Mat. 24:2).

Karena bangsa Israel menolak Kristus Raja, pemulihan sedikit tertunda, dan suatu waktu penghakiman atas bangsa Israel akan datang, yang akan berakhir sekitar dua puluh abad. Oleh karena itu, Kristus perlu datang kali kedua, kali itu bukan menunggang seekor keledai tetapi datang seperti kilat (Mat 24:27). Kemudian damai dan kerajaan kekal sebagai kekuasaan Allah, akan terjadi di bumi dari laut sampai ke laut. Inilah urutan menurut makna rohani.

E. Mengenai Kemenangan Makabe Pahlawan

Orang Yahudi atas Antiokhus Epiphanes

Nubuat dalam Zakharia 9:11-17 memperhatikan kemenangan pahlawan Makabe atas Antiokhus Epiphanes, raja Siria (175-163 S.M.), kerajaan utara, dinubuatkan oleh Daniel dalam kitabnya pada 8:9-14, 23-25 dan 11:28-35. Antiokhus Epiphanes adalah lambang pertama dari Antikristus yang akan datang, yang akan melakukan sesuatu yang jahat seperti dinubuatkan dalam Daniel 8:10-13, 23-25; 11:30-32a.

Allah membangkitkan pahlawan Makebe untuk bertempur dengan Antiokhus dan menghancurkan dia. Daniel 11:32b mengatakan, “Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Saya percaya bahwa Makabeus dan pengikutnya mengenal firman ini diterapkan kepada mereka sendiri dan mereka terdorong olehnya. Mereka kelihatannya dikuatkan dan bertindak melawan Antiokhus Epiphanes.

Zakharia 9:13 mengatakan, “Sebab Aku melentur Yehuda bagi-Ku, / Busur Kuisi dengan Efraim, / Dan Aku mengayunkan anak-anakmu, hai Sion, / Terhadap anak-anakmu, hai Yunani (Javan), / Dan Aku akan memakai engkau seperti pedang seorang pahlawan.” Kata javan di sini mengacu kepada Yunani dan adalah kunci untuk memahami ayat 11 sampai 17. Anak-anak Yunani adalah Antiokhus dan mereka yang bersamanya, dan anak-anak Sion, melawan anak-anak Yunani.

Ayat 14 dan 15 selanjutnya mengatakan, “TUHAN akan menampakkan diri kepada mereka, / Dan anak panah-Nya akan keluar seperti kilat. / Dan TUHAN Yehova akan meniup sangkakala dan akan berjalan maju dalam angin badai dari selatan. / TUHAN semesta alam akan melindungi mereka, / Dan mereka akan menghabisi dan menginjak-injak pengumban-pengumban. / Mereka akan minum darah seperti minum anggur / Dan menjadi penuh seperti bokor penyiraman, / Seperti penjuru-penjuru mezbah.” Kata nya dan mereka dalam ayat ini mengacu pada Makabeus, mereka yang akan dibela oleh Allah.

Ayat 16 melanjutkan, “TUHAN, Allah mereka, akan menyelamatkan mereka pada hari itu, / Sungguh, mereka seperti mahkota-mahkota permata yang berkilap-kilap, / Demikianlah mereka di tanah TUHAN.” “Hari itu” mengacu pada 25 Desember 161 S.M.

Ayat 17 melanjutkan, “Sungguh, alangkah baiknya itu dan alangkah indahnya! / Teruna bertumbuh pesat karena gandum, dan anak dara kerena anggur.”Ini adalah firman yang mengucapkan selamat kepada Makabeus atas kemenangannya.

Bagian pertama pasal ini memperhatikan Aleksander Agung, dan bagian akhir, memperhatikan Antiokhus Epiphanes. Firman mengenai Kristus, yang terlibat dengan sejarah manusia, disisipkan dalam ayat 9 dan 10. Kristus, sesungguhnya, tidak datang selama zaman Kekaisaran Yunani tetapi datang semasa Kekaisaran Romawi. Seperti yang akan kita lihat dalam berita selanjutnya, Zakharia juga menubuatkan mengenai Kekaisaran Romawi.