NUBUAT-NUBUAT PENDORONG (2)
Pembacaan Alkitab: Za. 10
Dalam berita ini kita akan membahas nubuat-nubuat pendorong dalam Zakharia 10.
II. NUBUAT MENGENAI KUNJUNGAN KASIH TUHAN KEPADA ISRAEL
Nubuat dalam Zakharia 10 memperhatikan kunjungan kasih Tuhan kepada Israel. Seperti yang akan kita lihat, kunjungan kasih ini sesungguhnya kedatangan Kristus kepada Israel.
A. Tuhan Mendorong Bangsa Israel untuk Lebih Mencari Berkat-berkat
“Mintalah hujan dari pada TUHAN / Pada akhir musim semi! / TUHAN lah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, / Dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka / Dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang” (ay. 1). Kata hujan di sini melambangkan berkat. Karena itu, dalam ayat ini Tuhan mendorong bangsa Israel untuk lebih mencari berkat-berkat selagi Dia baik kepada mereka. Selagi Tuhan baik kepada mereka, kita seharusnya meminta Dia mengutus yang lebih baik kepada kita. Sejak Allah memberikan curah hujan, kita seharusnya meminta Dia untuk memberikan hujan lagi. Ini menunjukkan bahwa kita semua perlu berdoa bagi kelimpahan berkat Tuhan.
B. Tuhan Menghukum Para Gembala Palsu
Ayat 2 dan 3a mengatakan, “Sebab apa yang dikatakan terafim adalah jahat, / Dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, / Dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, / Serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. / Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba / Dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala. / Terhadap para gembala akan bangkit murka-Ku / Dan terhadap kepala-kepala kawanan kambing Aku akan mengadakan pembalasan.” Di antara orang-orang Yahudi di zaman dulu, banyak memiliki terafim, yang menyimpan patung atau ilah-ilah palsu di rumahnya. Semua ilah palsu dan juru-juru tenung membicarakan yang berkat jahat dan mimpi-mimpi hampa; mereka menghibur sia-sia. Oleh karena itu, bangsa itu berkeliran seperti kawanan domba. Mereka menderita sengsara sebab tidak memiliki gembala. Ayat 3 memberitahu kita bahwa Tuhan marah mengadakan pembalasan terhadap gembala-gembala itu dan Dia akan menghukum kepala-kepala kawanan kambing. Gembala-gembala di sini adalah kambing-kambing jantan. Gembala yang benar adalah nabi-nabi, orang-orang yang tepat yang berbicara bagi Allah.
Hari ini kita memiliki praktik yang indah dalam kehidupan gereja. Kita mendorong setiap kaum saleh untuk bertutur sabda; kita menjadikan setiap kaum saleh jadi seorang nabi. Dalam pergerakkan Tuhan di antara umat-Nya hari ini, perkara yang paling penting adalah berbicara bagi Dia. Paulus mendorong seluruh kaum saleh untuk bertutur sabda (1 Kor. 14:1, 24, 31, 39a).
C. Tuhan Mengunjungi Kaum Yehuda
sebagai Kawanan-Nya
“Yehova semesta alam memperhatikan kawanan ternak-Nya, yakni kaum Yehuda, / Dan membuat mereka sebagai kuda agung-Nya dalam pertempuran” (Za. 10:3b). Allah datang kepada umat-Nya dengan cara yang sangat ramah mengunjungi mereka. Dia yang mengunjungi mereka adalah kedatangan Kristus kepada mereka. Dia datang dalam manusia, Yesus. Sesungguhnya, pasal sepuluh tidak menyebutkan nama Yesus Kristus atau Mesias, tetapi kata mengunjungi di sini dapat diartikan sebagai kedatangan Kristus. Dua ribu tahun yang lalu Dia datang dalam bentuk seorang manusia.
Bagian firman ini membicarakan tentang Gembala kawanan Allah. Dalam Perjanjian Baru Tuhan Yesus mengupamakan diri-Nya sebagai seorang gembala. Dia datang sebagai Gembala sejati dan menyalahkan gembala-gembala yang lain, yang adalah tua-tua, ahli Taurat, dan imam-imam. Mereka adalah gembala yang salah, tetapi Tuhan Yesus adalah Gembala yang unik, Dia bahkan memberitahu kita bahwa Dia adalah Gembala yang baik yang memberikan hayat-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh. 10:11, 14-15). Di satu pihak, Tuhan menghukum gembala-gembala palsu; di pihak lain, Dia, Gembala sejati, mengunjungi kawanan domba-Nya.
Melalui mengunjungi kawanan domba-Nya Dia menjadikan mereka seperti seekor kuda agung. Apakah Anda seekor domba atau seekor kuda agung? Kita semua perlu maju sehingga kita bukan lagi domba tetapi kuda agung. Setelah dijamah oleh Gembala itu, setiap domba yang lemah akan menjadi seekor kuda yang agung.
D. Dari Pada Yehuda akan Muncul Batu Penjuru, Patok Kemah, Busur Perang, dan Semua Penguasa Bersama-sama
Zakharia 10:4 melanjutkan, “Dari pada mereka akan muncul batu penjuru, / Dari pada mereka akan muncul patok kemah, / Dari pada mereka akan muncul busur perang, / Dari pada mereka akan keluar semua penguasa bersama-sama.” Kata ganti mereka dipakai tiga kali dalam ayat ini mengacu pada Yehuda dalam ayat sebelumnya. Ayat 4 mengindikasikan bahwa ketika kita menjadi kuda yang agung, kita menjadi satu sumber batu penjuru, patok kemah, busur perang dan penguasa-penguasa. Ketika kita menjadi kuda, kita menghasilkan empat jenis perihal ini.
E. Kaum Yehuda dan Efraim sebagai Orang-orang Perkasa yang Menginjak-injak Musuhnya
Kaum Yehuda dan Efraim akan menjadi orang-orang Perkasa yang menginjak-injak musuhnya, barena Yehova menyertai mereka (ay. 5). Yehova akan menguatkan kaum Yehuda dan akan menyelamatkan kaum Yusuf. Yehova akan membawa mereka kembali, Sebab Dia kasihan pada mereka, dan ini akan terjadi seakan-akan Yehova tidak menolak mereka. Yehova adalah Allah mereka, dan Dia akan menjawab mereka (ay. 6). Hati mereka akan sukacita seperti oleh anggur, dan hati mereka akan bersorak-sorai karena Yehova (ay. 7). Ini seharusnya menjadi situasi dan kondisi dalam kehidupan gereja hari ini.
F. Yehova Bersiul kepada Mereka
dan Mengumpulkan Mereka
Ayat 8 sampai 12 selanjutnya mewahyukan aspek-aspek kunjungan kasih Tuhan kepada Israel. Ayat 8 mengatakan, “Aku akan bersiul memanggil mereka dan mengumpulkan mereka, sebab Aku sudah membebaskan mereka, / Dan jumlah mereka menjadi banyak seperti dulu.” Siulan Tuhan tidak nyaring tetapi, ringan dan lembut, seakan seperti nyanyian seekor burung. Sering kali selama waktu penyegaran pagi, Tuhan bersiul kepada kita, memanggil kita dan mengumpulkan kita kepada-Nya.
Ayat 9 dan 10 melanjutkan, “Sekalipun Aku telah menyerakkan mereka ke antara bangsa-bangsa, tetapi di tempat-tempat yang jauh mereka akan ingat kepada-Ku; / Mereka akan hidup bersama-sama anak-anak mereka dan mereka akan kembali. / Aku akan membawa mereka kembali dari tanah Mesir, / Dan dari Asyur Aku akan mengumpulkan mereka; / Aku akan membawa mereka masuk ke tanah Gilead dan ke Libanon, / Sehingga tidak ada tempat lagi bagi mereka.” Umat Tuhan tentu saja akan berlipat ganda. Saya percaya bahwa kita akan melihat banyak orang-orang baru dalam gereja-gereja lokal. Ini akan menjadi pelipatgandaan yang sejati dalam jalan baru.
Ayat 11 selanjutnya mengatakan, “Mereka akan menyeberangi laut Mesir / Dan Ia akan memukul gelombang di laut, / Sehingga segala tempat yang dalam di sungai Nil menjadi kering. / Kebangsaan Asyur akan diturunkan dan tongkat kerajaan Mesir akan lewat.” Laut yang disebutkan di sini adalah Laut Merah, terus bersama sungai Nil, menjaga Mesir dan selamanya terpisah. Namun, Allah akan memukul gelombang-gelombang di Laut Merah dan mengeringkan sungai Nil.
Ayat 12 menyimpulkan, “Aku akan menguatkan mereka, dan mereka akan bermegah di dalam nama TUHAN, / Demikianlah firman TUHAN.” Aku di sini adalah Yehova, menunjukkan bahwa Yehova akan menguatkan umat-Nya dalam diri-Nya sendiri. Mereka kemudian akan bermegah dalam nama-Nya. Dalam nama seseorang adalah menjadi satu dengan orang itu yang adalah realitas dari nama itu. Berada dalam nama Allah adalah bersatu dengan Allah dalam pekerjaan, penghidupan, perjalanan kita setiap hari, dan mengharuskan kita ada dalam nama Allah.
Seluruh pasal sepuluh membicarakan tentang kunjungan kasih Allah. Kita perlu menyadari dan mengingat bahwa kunjungan ini sesungguhnya kedatangan Kristus. Saya dapat bersaksi dari pengalamanku bahwa ketika kita menikmati kunjungan kasih Tuhan, situasi kita secara tepat seperti umat Allah yang digambarkan dalam pasal ini. Seringkali setelah kita menikmati kunjungan kasih sedemikian, situasi kita berubah. Dalam kunjungan-Nya Dia mendorong kita untuk lebih mencari berkat-berkat. Kita adalah domba-domba yang kecil, tetapi setelah kunjungan kasih-Nya, kita menjadi kuda. Kita bukan pemberani dan kuat, tetapi setelah kunjungan Tuhan dengan jamahan kasih-Nya, kita dikuatkan untuk menjadi kuda-kuda yang agung dalam peperangan. Akhirnya, Tuhan menguatkan kita dalam diri-Nya sehingga kita dapat bermegah di dalam nama-Nya.