SEPATAH KATA MENGENAI ROH MANUSIA DAN KRISTUS YANG DISINGKAPKAN DALAM ZAKHARIA
Pembacaan Alkitab:
Za. 12:1; Yes. 42:5-6; Yoh. 4:24; 2 Tim. 4:22; Za. 3:9;
Why. 5:6; Za. 1:8-11, 20-21; 2:1-2, 5, 8-9, 11; 4:7, 2-3, 11-14;
9:9; 11:7-13; 14:9, 16-17; 14:9, 16-17; 4:9; 6:12-15, 1
Kitab Zakharia mewahyukan bahwa Kristus adalah ajaib dan bahwa Dia adalah sentralitas dan universalitas ekonomi Allah. Tetapi bagimana kita menerima Kristus yang sedemikian? Makna dan alat yang olehnya kita dapat menerima Kristus adalah roh insani kita. Karena itu, dalam berita ini, saya ingin memberikan sepatah kata mengenai roh manusia dan Kristus yang disingkapkan dalam Zakharia.
AYAT-AYAT SAUDARI DALAM ZAKHARIA DAN YESAYA
Dalam kitab Zakharia dan Yesaya, keduanya banyak membicarakan tentang Kristus, ada ayat-ayat saudari yang membicarakan dengan jelas mengenai roh manusia. Zakharia 12:1 mengatakan, “Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia.” Ini mewahyukan bahwa langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia yang diciptakan Allah dengan satu roh sehingga dia dapat mengontaki Allah, menerima Allah, memperhidupkan Allah, menggenapkan tujuan Allah bagi Allah, dan menjadi satu dengan Allah.
Yesaya 42:5 adalah satu ayat saudari untuk Zakharia 12:1. “Beginilah firman Allah, TUHAN, / Yang menciptakan langit dan membentangkannya, / Yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, / Yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya / Dan nyawa (roh) kepada mereka yang hidup di atasnya.” Kata Ibrani yang diterjemahkan nafas di sini dapat juga di terjemahkan roh (cf. Ams. 20:27). Ayat-ayat saudari ini menyebutkan dua perkara: langit, bumi, dan roh manusia. Mengingat Zakharia 12:1 membicarakan Allah membentuk roh manusia, Yesaya 42:5 dengan sederhana membicarakan Allah memberikan roh kepada manusia.
Ayat 6 selanjutnya mengatakan mengenai tujuan Allah dalam memberi manusia roh. “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, / Telah memegang tanganmu’ / Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau / Menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.” Di sini kita nampak bahwa Allah bermaksud untuk memberikan Putra-Nya Kristus kepada kita sebagai perjanjian dan sebagai terang untuk bangsa-bangsa. Kristus yang sedemikian ini adalah ajaib, tetapi kecuali kalau kita dapat menerima Dia, Dia tidak memiliki sesuatu untuk dikerjakan bersama kita. Agar menerima Kristus ini, kita harus memiliki satu alat penerima di dalam kita, dan penerima ini adalah roh insani kita. Allah telah memberikan kepada kita roh sehingga kita dapat menerima, berbagian, berbagian, dan menikmati Kristus sebagai perjanjian dan sebagai terang.
MENYEMBAH ALLAH DI DALAM ROH
Pada poin ini saya ingin mengingatkan kalian kepada percakapan Tuhan dengan perempuan Samaria dalam Yohanes 4. Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menrus memancar sampai pada hidup yang kekal” (ay. 14). Ketika dia menanyai Tuhan untuk memberinya air itu, Tuhan memberitahu dia untuk pergi dan memanggil suaminya (ay. 15-16). Maksud-Nya adalah untuk membantu dia tahu dosa-dosanya. Namun, dia kelihatannya memalingkan pembicaraan kepada perkara penyembahan, mengatakan, “Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah” (ay. 20). Tuhan menyahut, “Saatnya akan tiba bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di atas gunung ini dan bukan juga di Yerusalem... Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa mencari orang-orang yang menyembah Dia secara demikian. Allah itu Roh dan siapa saja menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” (ay. 21, 23-24). Yohanes 4:24, satu ayat yang ajaib, cocok dengan Zakharia 12:1 dan Yesaya 42:5.
Dalam percakapan-Nya dengan perempuan Samaria, Tuhan Yesus kelihatannya berkata, “Hai perempuan, kamu tidak tahu apa itu menyembah Allah. Penyembahan Allah yang sejati bukan di atas gunung atau di Yerusalem---menyembah adalah di dalam rohmu. Hanya dengan menggunakan rohmu kamu dapat menjamah Allah. Aku adalah Allahmu, dan Aku ada di sini sebagai air hidup bagi kamu untuk meminum Aku. Cara minum air hidup ini adalah melatih rohmu. Ini apa yang disebut menyembah Bapa.” Allah telah memberikan kepada kita roh maka kita dapat menyembah Dia dengan meminum Dia.
TUHAN MENYERTAI ROH KITA
Ayat penting lainnya mengenai roh manusia adalah 2 Timotius 4:22. “Tuhan mnyertai rohmu. Kasih karunia-Nya menyertai kamu.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa Tuhan menyertai pikiranmu atau jiwa atau hati; ini memberitahu kita bahwa Dia menyertai roh kita. Batin---roh manusia---diciptakan Allah untuk tujuan menerima Dia dan diisi Dia. Kita semua, khususnya orang-orang muda, perlu nampak bahwa hari ini Tuhan Yesus Kristus menyertai roh kita.
ROH KITA DAN ROH YANG DIPERKUAT TUJUH GANDA
Roh kelahiran kembali kita cocok dengan Kristus, yang adalah Roh itu (2 Kor. 3:17). Mengenai ini, Zakharia 3:9 mengatakan, “Sesungguhnya permata (batu) yang telah Kuserahkan kepada Yosua---satu permata yang bermata tujuh---sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.” Batu ini yang telah diukir dengan ukiran Allah untuk menghapus dosa umat Allah dalam Kristus. Batu bermata tujuh adalah “mata Yehova yang menjelajah seluruh bumi” (4:10). Agar mengerti makna tujuh mata, kita perlu menganggap Wahyu 5:6. “Lalu aku melihat...berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.” Anak Domba di sini, yang adalah batu dalam Zakharia 3:9, adalah Kristus, dan tujuh mata adalah Roh yang diperkuat tujuh ganda. Maka, Kristus yang diukir oleh Allah untuk menghapus dosa kita mengandung Roh yang diperkuat tujuh ganda. Sesungguhnya, Dia, Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b), bahkan Roh yang diperkuat tujuh ganda. Kristus hari ini adalah Roh itu, dan kita memiliki roh istimewa yang diciptakan Allah yang cocok dengan Kristus.
Mari kita melanjutkan membahas Kristus yang disingkapkan dalam kitab Zakharia. Dalam bagian pertama kitab ini (psl. 1---6), ada lima butir visi mengenai Kristus, dan dalam bagian terakhir (psl. 9---14), banyak rincian mengenai Kristus.
VISI-VISI MENGENAI KRISTUS
Dalam lima visi pertama mengenai Kristus, Kristus disingkapkan sebagai Manusia sebagai Malaikat Yehova menunggangi seekor kuda merah dan berdiri di antara pohon-pohon murad (1:7-17). Pohon murad melambangkan kehinaan namun kemustikaan umat Israel di dalam penawannya. Kristus menunggangi kuda merah menunjukkan bahwa Dia adalah Sang yang menebus. Diri-Nya sebagai Malaikat Yehova menunjukkan bahwa Dia adalah Sang yang diutus Allah untuk memelihara umat-Nya dengan banyak berpengharapan ketika mereka sedang di penawanan.
Visi kedua (ay. 20:21) Kristus adalah Tukang besi terakhir digunakan Allah untuk mematahkan empat tanduk---Babel. Persia, Yunani, dan Kekaisaran Romawi---yang merusak dan menghancurkan umat pilihan Allah (ay. 18-19). Kristus akan menjadi Sang unik bukan saja mematahkan empat tanduk tetapi juga menghancurkan seluruh pemerintahan manusia dari jari kaki sampai kepala, seperti dilambangkan patung manusia besar dalam Daniel 2.
Dalam visi berikutnya Kristus adalah Yang mengukur Yerusalem agar memilikinya (Za. 2:1-2). Dia ini bukan saja memiliki Yerusalem tetapi juga menjadi inti Yerusalem sebagai kemuliaan di dalamnya dan sekeliling Yerusalem sebagi tembok api mengelilingi sekitarnya (ay. 5). Labih jauh lagi, Dia adalah Sang utusan dan Sang pengutus. Dia, Yehova semesta alam, telah mengutus diri-Nya sendiri sebagai Malaikat Yehova (ay. 8-9, 11).
Dalam visi keempat Kritus disingkapkan sebagai batu utama kasih karunia (4:7). Seperti diindikasikan dalam 3:9, di atas batu ini ada tujuh mata, melambangkan tujuh Roh, yaitu Roh yang diperkuat tujuh ganda. Kristus karena itu adalah batu utama kasih karunia untuk merampungkan pembangunan Allah dengan Roh yang diperkuat tujuh ganda.
Visi kelima melibatkan Kristus adalah visi kaki dian emas dan dua pohon zaitun (4:2-3, 11-14). Kaki dian di sini melambangkan bangsa Israel sebagai kesaksian bersama Allah memancarkan seluruh kebajikan-Nya. Kita dapat berkata bahwa kaki dian ini juga satu tipe Kristus, perwujudan Allah Tritunggal. Pada zaman Zakharia dua pohon zaitun itu adalah Yosua dan Zerubabel, tetapi selama tiga setengah tahun kesusahan besar, dua minyak minyak zaitun akan menjadi Musa dan Elia.
RINCIAN MENGENAI KRISTUS
Zakharia pasal-pasal terakhir dibagi menjadi dua kelompok: pasal sembilan sampai sebelas, yang membicarakan kedatangan Kristus kali pertama yang lemah lembut. dan pasal duabelas sampai empatbelas, yang membicarakan kedatangan Kristus kali kedua yang berkemenangan.
Dalam Kedatangan-Nya Kali Pertama
Dalam kedatangan-Nya kali pertamna, Kristus datang sebagai seorang Raja yang lemah lembut dan sementara waktu disambut sebagai raja masuk ke Yerusalem dalam bentuk yang lemah lembut. Menurut ini, 9:9 mengatakan, “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai putri Sion, / Bersorak sorailah, hai putri Yerusalem! / Lihat rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. / Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, / Seekor keledai beban yang muda.” Kristus juga datang sebagai seorang Gembala (11:7-11), gembala dalam Kemurahan (kasih karunia) dan Ikatan (pengikatan). Namun, Dia, Gembala Israel yang baik, dibenci, diserang, ditolak, dan dijual untuk tiga puluh uang perak (ay. 12-13). Bangsa Israel ditinggalkan, sehingga mereka bersama gembala-gembala palsu, tidak berguna, dan tidak berharga----tua-tua, imam-imam, dan ahli-ahli Taurat---yang tidak memelihara mereka (ay. 17).
Dalam Kedatangan-Nya Kali Kedua
Dalam pasal duabelas sampai empatbelas, kita nampak Kristus dalam kedaatangan-Nya kali kedua, Dia akan menjadi Raja bukan saja atas Israel tetapi juga atas seluruh bangsa di bumi. “Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya (14:9). Dia akan berkuasa atas seluruh bumi, dan semua bangsa di bumi akan pergi ke Yerusalem dari tahun ke tahun untuk sujud menyembah Raja, Yehova semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun (ay. 16). Ke atas mereka yang tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah Raja, tidak akan turun hujan (ay. 17).
KRISTUS DAN BAIT ALLAH
Kitab Zakharia dengan jelas mewahyukan bahwa Allah mendambakan pembangunan kembali bait (4:9; 6:12-15). Namun, tanpa Kristus sesuatu, termasuk bait, adalah kosong. Kita perlu Kristus, namun Kristus memerlukan satu Tubuh. Tubuh ini adalah Bait Allah, rumah Allah, ekspresi Allah, kepuasan Allah. Maka, hari ini kita harus menekankan Kristus dan gereja. Mengenai Kristus, kita perlu memperhatikan aspek penting yang disingkapkan dalam pasal satu sampai enam dan rincian yang disingkapkan dalam pasal sembilan sampai empatbelas.
PENGHAKIMAN KRISTUS ATAS TIGA
PERIHAL KETEGORI
Akhirnya, saya ingin menunjukkan dalam kitab Zakharia kita dapat nampak penghakiman Kristus. Visi gulungan kitab yang terbang (5:1-4), visi sebuah gantang (ay. 5-11), dan visi empat kereta (6:1-8) adalah visi-visi penghakiman. Penghakiman Kristus akan dilaksanakan oleh empat kereta yang keluar dari antara dua gunung tembaga (ay. 1). Tembaga di sini melambangkan penghakiman. Walaupun dua gunung tembaga tidak melambangkan Kristus, mereka namun sangat berhubungan dengan Kristus, bagi Dia telah ditunjuk oleh Allah untuk melaksanakan penghakiman atas orang yang hidup dan yang mati (Yoh. 5:22; Kis. 10:42; 17:31; 2 Tim 4:1). Di satu pihak, Kristus adalah Penebus dan Juruselamat; di pihak lain, Dia adalah Hakim. Sebagai Hakim. Dia akan melaksanakan penghakiman Allah.
Menurut Zakharia, penghakiman Kristus seluruh bumi akan terjadi atas tiga kategori perihal negatif: Pertama, Dia akan menghakimi penjarah (5:3b-4). Penjarah melambangkan dosa-dosa terhadap manusia, yang diakibatkan oleh ketamakan dan keinginan. Kedua, Kristus akan menghakimi perkara bersumpah palsu demi nama Yehova (ay. 3c, 4c). Sumpah palsu demi nama Yehova melambangkan dosa-dosa terhadap Allah, yang adalah akibat hubungan yang salah dengan Allah dalam kesetiaan dan ketulusan. Ketiga, Kristus akan menghakimi seluruh pemerintahan manusia dilambangkan oleh patung manusia besar dalam Daniel 2. Dia, Tukang besi terakhir, akan datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia dan menghancurkan patung besar ini dari jari kaki sampai kepala. Maka, Dia akan membersihkan dari bumi semua penjarah, semua sumpah palsu demi nama Yehova, dan semua pemerintahan manusia.
Kita perlu nampak bagaimana penghakiman Kristus dihubungkan dengan kita hari ini. Kita harus berjaga-jaga untuk tidak merampas dari orang lain dengan berbagai cara, dan kita juga harus berjaga-jaga untuk tulus dan setia dengan Allah. Kemudian kita akan benar dengan manusia dan juga benar dengan Allah. Akhirnya, kita perlu nampak bahwa Kristus akan datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan manusia dan akan menghancurkan seluruh pemerintahan manusia dan dengan cara demikian membawa kerajaan kekal Allah.
Pelajaran Hayat