← Daftar isi Kisah para Rasul (3) · bab 5/22

PERKEMBANGBIAKAN DI ASIA KECIL DAN EROPA MELALUI MINISTRI SEKELOMPOK SEKERJA PAULUS (21)

Pembacaan Alkitab: Kis. 20:13-38

Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat pesan Paulus kepada para penatua di Efesus dalam Kisah Para Rasul 20:13-38.

SERIGALA-SERIGALA DAN ORANG-ORANG YANG MURTAD

Ayat 29 mengatakan, “Aku tahu bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.” Di sini Paulus menunjukkan bahwa serigala-serigala akan masuk dari luar untuk merusak kawanan, gereja Allah. Dalam ayat 29 Paulus tidak mempedulikan nyawanya sendiri, tetapi sangat memperhatikan masa depan gereja, karena gereja adalah harta mustika bagi Allah, juga bagi rasul.

Dalam ayat 30 Paulus melanjutkan berkata, “Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka.” Mereka yang sesat di antara orang-orang beriman dalam gereja selalu digunakan oleh si jahat, yang membenci gereja, untuk menarik domba-domba membentuk “kawanan” yang lain.

Selama bertahun-tahun dalam kehidupan gereja, kita telah mengalami adanya serigala-serigala dan orang-orang yang murtad. Serigala-serigala itu datang dari luar gereja, dan orang-orang yang murtad bangkit dari dalam gereja.

Ketika orang-orang yang murtad bangkit dalam gereja, kita mungkin mengira hal ini menunjukkan bahwa kita tidak hati-hati dalam pekerjaan kita dan bahwa kita telah membawa masuk benih yang telah menghasilkan orang-orang yang murtad. Banyak dari kita yang berpikir demikian ketika kita melihat orang-orang yang murtad bangkit. Namun, kita mungkin tidak ada hubungan dengan bangkitnya orang-orang yang demikian. Perhatikan pekerjaan Paulus di Efesus. Gereja di Efesus dibangkitkan, didirikan, dan dipimpin oleh ministri Paulus selama tiga tahun. Tentu saja, Paulus melakukan pekerjaannya dengan sangat hati-hati. Meskipun demikian, bahkan Paulus telah mengantisipasi bahwa ada orang-orang tertentu yang akan bangkit mengatakan hal-hal yang murtad untuk menarik orang-orang kudus supaya mengikuti mereka membentuk kawanan lainnya.

Salah satu perumpamaan Tuhan dalam Matius 13 membicarakan tentang penaburan lalang di antara gandum (ay. 24-30, 36-43). Saya telah mempelajari perumpamaan ini selama bertahun-tahun, berusaha memahami dari mana da-tangnya lalang itu. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa benih-benih yang menghasilkan lalang itu ditiup masuk oleh angin. Meskipun saya tidak tahu dari mana lalang itu datang, saya tahu bahwa di mana ada “gandum”, di sana juga akan ada “lalang”. Ini menunjukkan bahwa di mana ada kaum beriman sejati, di sana juga akan ada kaum beriman palsu. Hal ini tidak dapat dihindarkan dalam pekerjaan Paulus dan juga tidak akan dapat dihindarkan dari pekerjaan kita pada hari ini.

Setelah bekerja di Efesus selama tiga tahun, Paulus mengingatkan para penatua gereja di sana bahwa serigala-serigala akan masuk ke tengah-tengah mereka dan bahwa orang-orang tertentu akan bangkit untuk mengatakan hal-hal yang murtad. Kita telah melihat hal ini terjadi di Timur Jauh dan di Barat. Kita tidak bisa mengharapkan bahwa akan ada gandum tanpa lalang. Di gereja lokal mana pun mungkin saja orang-orang tertentu yang murtad bangkit. Ketika beberapa orang mendengar hal ini, mereka mungkin berkata, “Oh, janganlah menubuatkan hal demikian. Di antara saudara saudari di lokal kami tidak mungkin ada orang-orang yang murtad.” Akan tetapi, kita perlu menerima perkataan Paulus. Meskipun ia tidak tahu siapa yang akan menjadi orang-orang yang murtad itu, ia meramalkan kemunculan mereka.

Menurut perkataan Paulus dalam ayat 30, tujuan orang-orang yang murtad itu adalah menarik murid-murid supaya mengikuti mereka. Maksud mereka adalah menarik orang-orang kudus untuk membentuk kawanan lainnya. Kita telah mengamati hal ini selama bertahun-tahun. Kita nampak bahwa maksud dari orang-orang yang murtad itu adalah memisahkan satu kelompok orang beriman supaya menjadi pengikut mereka. Karena itu, kita harus memperhatikan perkataan Paulus mengenai serigala-serigala yang akan masuk ke dalam dari luar dan orang-orang murtad yang bangkit dari dalam.

FIRMAN KASIH KARUNIA ALLAH

Dalam ayat 31-32 Paulus melanjutkan, “Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah bahwa selama tiga tahun, siang malam, aku tanpa henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman anuge-ah-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu warisan yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.” Di sini Paulus menyerahkan kaum beriman kepada Allah dan kepada firman kasih karunia-Nya (anugerah-Nya). Kasih karunia adalah Allah Tritunggal yang diterima dan dinikmati oleh kaum beriman. Saya percaya bahwa selama tiga tahun Paulus berada di Efesus, ia setiap hari mengatakan firman kasih karunia Allah kepada orang-orang kudus.

Kita dapat bersaksi bahwa oleh belas kasihan Tuhan, firman kasih karunia Allah dapat ditemukan dalam berita Pelajaran-Hayat. Belakangan ini ada seorang saudara muda yang mengajak kaum muda dalam pemulihan Tuhan untuk disusun dengan semua kekayaan dari Pelajaran-Hayat. Saya setuju dengan perkataan saudara ini. Jika kaum muda disusun secara demikian, dalam pemulihan akan ada satu pengalihan zaman yang besar. Saya ingin mendorong orang-orang muda untuk meluangkan waktu beberapa tahun yang akan datang untuk disusun dengan semua berita Pelajaran-Hayat. Jika kaum muda dijenuhi dengan berita-berita ini pada tahun-tahun yang akan datang, dijenuhi dengan firman mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah, banyak orang akan menjadi berguna dalam melayani Tuhan sepenuh waktu. Mereka akan dapat pergi ke kota-kota lain dan negera-negara lain dan menyampaikan ekonomi Perjanjian Baru Allah kepada orang lain. Ini akan mengubah situasi di antara orang-orang Kristen pada hari ini. Dengan demikian kekayaan dalam Pelajaran-Hayat akan dikenal oleh seluruh masyarakat Kristen. Namun, hal yang utama adalah di antara kita banyak bejana yang hidup yang dibangkitkan dan disusun dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Kita tidak boleh berpikir bahwa hanya kaum muda yang perlu disusun dengan berita-berita Pelajaran-Hayat. Bahkan kaum tua juga masih ada waktu untuk disusun dengan berita-berita ini dan kemudian dapat melayani Tuhan bertahun-tahun dengan melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah di seluruh bumi.

Membangun Orang-orang Kudus

Dalam 20:32 kita melihat fungsi firman kasih karunia Allah. Pertama, firman ini dapat membangun orang-orang kudus. Untuk membangun orang-orang kudus diperlukan pertumbuhan dalam hayat ilahi, dan pertumbuhan dalam hayat ilahi memerlukan perawatan unsur ilahi dan pembina-an serta perlengkapan dengan pengetahuan ilahi. Semuanya ini dapat diberikan hanya oleh kelimpahan firman kasih karunia Allah, yang adalah Allah Tritunggal itu sendiri yang telah melalui semua proses dari inkarnasi, kehidupan insani, ketersaliban, kebangkitan, dan kenaikan, dan yang telah di-berikan kepada orang-orang kudus bagi kenikmatan mereka.

Memberi Warisan kepada Kita

Kedua, firman kasih karunia Allah berfungsi untuk memberi “warisan di antara semua orang yang telah dikuduskan.” Warisan ilahi ini adalah Allah Tritunggal sendiri dengan segala yang Dia miliki, segala yang telah Dia kerjakan, dan segala yang akan Dia kerjakan bagi umat tebusan-Nya. Allah Tritunggal ini diwujudkan dalam Kristus yang almuhit (Kol. 2:9), adalah bagian yang ditentukan untuk orang-orang kudus sebagai warisan mereka (Kol. 1:12). Sedangkan Roh Kudus, yang diberikan kepada kaum saleh, adalah pencicipan, jaminan, dan garansi warisan ilahi ini (Rm. 8:23; Ef. 1:14). Hari ini kita berbagian dan menikmati warisan ini sebagai pencicipan dalam Yobel Perjanjian Baru Allah; pada zaman yang akan datang dan sampai kekekalan kita akan menikmati sepenuhnya (1 Ptr. 1:4).

Warisan kekal kita itu berhubungan dengan hayat ilahi yang kita dapatkan melalui kelahiran kembali dan yang kita alami serta nikmati sepanjang hidup kristiani kita. “Waris-an ini adalah kepemilikan yang penuh atas hal yang dijanjikan kepada Abraham dan kepada semua orang beriman (Kej. 12:3; lihat Gal. 3:6), suatu warisan, yang jauh lebih tinggi daripada Kanaan yang diduduki oleh orang Israel, seperti hak keputraan dari orang-orang yang dilahirkan kembali, lebih tinggi daripada hak keputraan orang Israel, karena orang-orang yang dilahirkan kembali telah menerima Roh yang dijanjikan itu melalui iman sebagai jaminan warisan mereka. lihat Gal. 3:18, 29; 1 Kor. 6:9; Ef. 5:5; Ibr. 9:15” (Wiesinger, dikutip oleh Alford).

Satu warisan adalah satu kepemilikan yang tepat dan sah. Warisan ini bukan didapatkan dengan kekuatan, tenaga, atau perbuatan kita. Sebaliknya, ini diberikan kepada kita oleh orang lain dengan cara yang sah. Kita tidak bekerja untuk suatu warisan; tetapi kita menerimanya.

Pada hari kita dilahirkan kembali, kita diberi hak untuk berbagian dalam suatu warisan. Warisan ini mencakup semua berkat yang berhubungan dengan hayat yang kekal. Setiap hari kita perlu memegang kepemilikan warisan ini dan menikmatinya. Warisan ini legal, tepat, dan sah, karena Kristus mati untuk membeli warisan itu bagi kita dengan membayar harga darah adi-Nya. Setiap hari kita dapat berbagian dalam dan menikmati warisan yang adalah milik kita pada hari ini dan sampai selama-lamanya.

Menurut perkataan Paulus dalam Kisah Para Rasul 20:32, warisan ini ada di antara orang-orang yang telah dikuduskan. Untuk berbagian dalam warisan Allah, kita harus dikuduskan, dan dikuduskan memerlukan firman kasih karunia Allah. Dalam Yohanes 17:17 Tuhan Yesus berdoa, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran.” Dikuduskan (Ef. 5:26; 1 Tes. 5:23) adalah dipisahkan dari dunia dan jajahan dunia, berpaling kepada Allah dan tujuan-Nya, ini bukan hanya pengudusan atas posisi (Mat. 23:17, 19), tetapi juga pengudusan atas watak (Rm. 6:19, 22). Firman Allah yang hidup bekerja di dalam kaum beriman untuk memisahkan mereka dari segala perkara duniawi. Inilah dikuduskan dalam firman Allah, firman ini adalah kebenaran, realitas.

BEKERJA UNTUK MENUNJANG DIRI SENDIRI DAN MEMBANTU SEKERJA-SEKERJA

Dalam 20:33-34 Paulus melanjutkan berkata, “Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.” Paulus bekerja dengan membuat tenda (18:3) untuk menunjang dirinya sendiri dan orang-orang yang bersamanya. Ia bekerja untuk membantu sekerja-sekerja mudanya. Ini menunjukkan bahwa cara Paulus itu bukanlah cara pendeta hari ini yang membuat berkhotbah menjadi sebuah profesi.

Seperti halnya Paulus, kita semua harus memikul ekonomi Perjanjian Baru di mana saja kita berada. Jika situasi mengizinkan, kita dapat meluangkan sepenuh waktu kita dalam pekerjaan ministri ini. Jika tidak, kita harus melaku-kan sesuatu untuk menunjang diri kita sendiri dan juga membantu orang lain.

Dalam 20:35 Paulus mengatakan, “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Lebih berbahagia memberi daripada menerima.” Istilah “orang-orang yang lemah” juga dapat diterjemahkan “orang-orang yang lemah lunglai” mengacu kepada orang yang lemah jasmaninya (1 Kor. 11:30); karena itu, mengacu kepada orang-orang yang miskin.

Dalam ayat 35 Paulus meminta para penatua untuk mengingat perkataan Tuhan Yesus: “Lebih berbahagia mem-beri daripada menerima.” Perkataan ini tidak tercatat dalam Injil; ini pasti diterima melalui komunikasi lisan.

Jika kita dengan teliti membaca perkataan Paulus kepada para penatua gereja di Efesus, kita akan nampak bahwa Paulus tidak menganggap berkhotbah sebagai suatu profesi. Sebaliknya, Paulus memiliki beban yang sejati untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

MENERIMA BEBAN MELAKSANAKAN EKONOMI

PERJANJIAN BARU ALLAH

Situasi di bumi pada hari ini memerlukan satu kesaksian yang kuat, dan kesaksian yang kuat itu memerlukan banyak jerih lelah. Maka diperlukan banyak orang untuk melayani Tuhan sepenuh waktu. Tetapi untuk berjerih lelah bagi Tuhan, Anda perlu disusun sepenuhnya dengan firman.

Saya ingin menunjukkan sekali lagi bahwa pemulihan Tuhan bukanlah satu pekerjaan kekristenan biasa. Sebaliknya, pemulihan adalah pergerakan Tuhan yang mutakhir bagi pelaksanaan ekonomi Perjanjian Baru-Nya, yang belum dilaksanakan sepenuhnya pada masa lampau. Sebagai orang-orang yang telah mendengar firman-Nya mengenai ekonomi Perjanjian Baru-Nya, kita harus berkata kepada Tuhan, “Tuhan, kami di sini bagi pergerakan-Mu di bumi. Kami tidak ingin hanya memperoleh pengetahuan dari pengajaran-pengajaran Alkitab. Kami bersedia menerima beban untuk disusun dengan semua pengajaran Perjanjian Baru, supaya seperti Paulus, kami dapat menjadi bejana-bejana untuk melaksanakan ekonomi-Mu. Kami bahkan rela berjerih lelah sepenuh waktu.” Jika situasi memerlukan kita melakukan satu pekerjaan untuk menunjang diri kita sendiri dan orang lain, kita harus melakukannya juga. Jika tidak, kita harus rela mencurahkan seluruh waktu kita bagi ministri Tuhan.

Ditinjau dari ekonomi Perjanjian Baru Allah, keperluan di bumi pada hari ini sangat besar. Sekarang keperluan ini jauh lebih besar daripada keperluan berabad-abad yang lalu, ketika misionaris-misionaris pergi untuk memberitakan Injil dan mengajarkan Alkitab, dalam jumlah besar dengan cara yang dangkal. Pemberitaan Injil dan pengajaran Alkitab yang dangkal tidak mungkin melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Pemberitaan dan pengajaran yang demikian tidak dapat memberi jalan kepada Allah untuk melaksanakan rencana kekal-Nya.

Karena Tuhan telah menerangi kita mengenai ekonomi-Nya dan bahkan telah memberikan beban kepada kita dan mengamanatkan kita untuk melaksanakannya, maka kita semua perlu mempertimbangkan hal ini dengan serius. Kita tidak seharusnya berkata kepada diri kita sendiri, “Aku telah mengunjungi berbagai denominasi dan kelompok, tetapi ti-dak satu pun dari mereka yang dapat memuaskanku. Sekarang aku merasa bahwa gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan itu cukup baik, dan aku puas menikmati kehidupan gereja di sini.” Sikap ini mutlak tidak cukup. Semua orang kudus dalam pemulihan perlu dibangun dalam beban ekonomi Perjanjian Baru.

Ketika beberapa orang kudus mendengar tentang perlunya kita menerima beban melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah, mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak memiliki talenta atau karunia, dan karena itu tidak dapat berbuat banyak. Namun, jika orang-orang kudus serius terhadap Tuhan dan dijenuhi dengan kekayaan ekonomi Allah, khususnya seperti yang disampaikan dalam berita Pelajaran-Hayat, mereka akan dapat merawat sejumlah orang di antara kerabat tetangga, sahabat, kolega, dan teman-teman sekolah mereka. Sedikitnya, kita semua dapat memperhatikan sepuluh orang, bukan memberitakan Injil yang biasa, yang dangkal, atau menyajikan satu pengajaran yang umum, melainkan menyuplaikan kebenaran-kebenaran yang lebih dalam tentang ekonomi Perjanjian Baru. Jika kita di-jenuhi dengan ekonomi Allah, kapan saja kita membicarakannya, kebenaran itu akan mengalir keluar. Selain itu, orang-orang akan dapat memahami apa yang kita katakan. Jika setiap orang kudus dalam pemulihan Tuhan menyuplai-kan kebenaran-kebenaran tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah kepada sepuluh orang, maka akan ada satu hasil yang baik bagi kepentingan Tuhan. Orang lain akan disusun dengan kebenaran melalui kita, dan kemudian mereka akan menyampaikan kebenaran ini kepada orang lain lagi. Ini akan menghasilkan satu penggandaan yang menakjubkan.

Kita perlu nampak bahwa di setiap bangsa orang-orang sedang mencari kebenaran. Mereka mungkin jahat dan duniawi, tetapi mereka masih mendambakan kebenaran. Mereka ingin tahu makna yang sejati dari hidup manusia. Karena itu, kita semua perlu menerima beban ini untuk menyebarkan kebenaran mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah. Dalam melaksanakan beban ini, kita tidak boleh mengikuti arus Kekristenan hari ini. Sebaliknya, kita harus mengikuti teladan Rasul Paulus yang disajikan dalam kitab Kisah Para Rasul. Demi perkembangbiakan Tuhan, kiranya kita semua dijenuhi dengan ekonomi Allah dan kemudian membantu orang lain untuk dijenuhi dengannya.

Saya mendorong orang-orang muda untuk menyisihkan waktu dua tahun setelah lulus dari perguruan tinggi untuk menjadi tenaga sepenuh waktu bagi Tuhan. Saya menyarankan agar orang-orang muda yang penuh waktu ini meluangkan setengah hari untuk mengkaji tuntas Perjanjian Baru dengan bantuan Alkitab Versi Pemulihan, catatan-catatan kakinya, dan berita-berita Pelajaran-Hayat. Dengan cara ini, entah mereka terus melayani sepenuh waktu setelah dua tahun itu atau tidak, mereka akan sepenuhnya dijenuhi dengan dan mantap dalam kebenaran tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah. Selain belajar di pagi hari, orang-orang yang sepenuh waktu ini dapat memakai sisa waktunya untuk memberitakan Injil dan mengontak orang. Saya mendorong orang-orang muda untuk mempertimbangkan perkara ini dengan serius.

Dalam pemulihan Tuhan, kita bukan menjadi anggota-anggota biasa dari sebuah gereja yang melakukan pekerjaan kekristenan biasa. Seperti halnya Paulus, pekerjaan kita harus merevolusi situasi di bumi. Paulus adalah satu teladan yang sempurna bagi kita pada hari ini. Ia bukan hanya melaksanakan beban ekonomi Perjanjian Baru Allah; ia juga berjerih lelah membuat tenda dengan tangannya untuk menunjang dirinya sendiri dan membantu orang lain. Jika kita juga setia bekerja bagi tujuan Tuhan, Dia akan memperhatikan penghidupan kita. Kemudian kita akan dapat menunjang banyak pekerja sepenuh waktu bukan hanya di negara ini, tetapi juga di banyak negara lainnya. Misalnya, jika ada sepuluh orang kudus yang setia mempersembahkan dana untuk menunjang satu orang pekerja sepenuh waktu, maka dari seribu orang kudus, ada seratus orang yang akan dapat keluar sepenuh waktu. Hal ini khususnya terjadi di Amerika Serikat yang menurut kedaulatan Tuhan keadaan ekonominya sangat kuat.

Orang-orang yang menerima beban untuk pergi berjerih lelah sepenuh waktu dalam melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah tidak boleh pergi dengan tangan hampa. Sebaliknya, mereka harus pergi dengan pengetahuan yang penuh akan kebenaran, sedikitnya pengetahuan yang penuh akan Perjanjian Baru. Kita bersyukur kepada Tuhan karena membukakan Perjanjian Baru kepada kita. Saya percaya bahwa pada tahun-tahun mendatang orang-orang kudus akan melihat lebih banyak kekayaan dalam firman. Kiranya semua orang kudus dalam pemulihan Tuhan dijenuhi dengan kekayaan ekonomi Allah dan kemudian menggali firman lebih dalam untuk menemukan lebih banyak kekayaan.

Sewaktu kita pergi dengan memikul beban ekonomi Allah, jangan pedulikan penentangan. Sering kali orang-orang yang membangun jalan tol menghadapi rintangan. Meskipun demikian, mereka terus menyingkirkan rintangan-rintangan dan menimbun jurang-jurang, supaya jalan itu dapat diba-ngun. Marilah kita dengan semangat yang demikian melak-sanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah, dengan menyajikan pengajaran mengenai ekonomi Allah kepada orang-orang yang memerlukan. Banyak orang, ketika mendengar hal ini, akan diyakinkan dan menerimanya. Tetapi ada juga orang yang menentangnya. Namun, dari pada berdebat, sajikan saja kebenaran kepada mereka. Meskipun mereka mungkin berulang-ulang menolak kebenaran ini, tetapi akhirnya Tuhan akan mendapatkan mereka melalui kesetiaan kita.

Kiranya kita semua dipenuhi dengan kekayaan ekonomi Perjanjian Baru Allah dan kemudian melaksanakan beban untuk ekonomi Allah dengan positif dan agresif. Kita semua dapat menjadi agresif jika kita dipenuhi dan dijenuhi. Saya berharap pada tahun-tahun mendatang akan ada satu pertambahan yang besar bagi perkembangbiakan Tuhan. Kiranya seluruh bumi sungguh-sungguh terguggah!