← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 7/24

ALLAH TRITUNGGAL SEPERTI YANG DIWAHYUKAN DI DALAM PERJANJIAN LAMA

Pembacaan Alkitab

Kej. 1:1, 26; 11:7; Kel. 3:6; 1 Kor. 1:9; Ef. 1:3-5; Kol. 2:9;

Why. 4:5; 1 Kor. 10:4; Yoh. 19:34; 7:39; 1 Kor. 12:13.

Garis Besar

I. Allah Tritunggal di dalam Perjanjian Lama

II. Allah adalah tritunggal dalam hubunganNya dengan manusia

III. Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub

IV. Kaki dian (kandil) emas melambangkan Allah Tri-tunggal

V. Allah Tritunggal seperti yang diwahyukan dengan batu (gunung batu) yang terbelah

Di dalam enam pelajaran terakhir kita telah meliput kebenaran dasar mengenai Allah Tritunggal. Kami harap Anda telah nampak sesuatu dan semakin mengalami Dia di dalam kehidupan sehari-hari Anda. Di dalam enam pelajaran selanjut-nya kita akan melihat bagaimana seluruh Alkitab memberitahu kita mengenai Allah Tritunggal. Tentu saja kita tidak dapat meliput segala sesuatu yang ada di dalam Alkitab dalam enam pelajaran, tetapi kita akan menyinggung beberapa butir yang penting.

Struktur seluruh Alkitab hanyalah Allah Tritunggal dan ke-selamatan penuhNya. Allah itu tritunggal dalam membereskan manusia, menyelamatkan manusia, dan mendispensikan DiriNya ke dalam manusia. Melalui ini, manusia bisa menjadi putra-putraNya dan anggota-anggota Tubuh Kristus.

I. ALLAH TRITUNGGAL DI DALAM

PERJANJIAN LAMA

Anda seharusnya tahu bahwa Perjanjian Lama mem-beritahu mengenai Allah dan umat pilihanNya sebelum kelahir-an Kristus. Perjanjian Baru dimulai dengan kelahiran Yesus. Walaupun demikian, jangan mengira bahwa kita tidak dapat melihat Bapa, Putra, dan Roh di dalam Perjanjian Lama. Malah, Perjanjian Lama penuh dengan Allah Tritunggal bagi penga-laman kita; hanya saja Dia masih sedikit tersembunyi dan disaji-kan dalam lambang-lambang. Tetapi apa yang sering kali sulit untuk digambarkan dengan kata-kata dapat dimengerti dengan lebih baik melalui melihat suatu gambar. Demikian juga dengan Allah Tritunggal. Dengan bantuan Perjanjian Baru untuk men-jelaskan gambar-gambar di dalam Perjanjian Lama, kita akan melihat betapa sempurna dan dapat dialaminya Allah kita itu.

Kalimat pertama di dalam Perjanjian Lama adalah, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (Kej. 1:1). Dalam bahasa Ibrani, subyek "Allah" adalah rangkap tiga, sedangkan kata kerja "menciptakan" adalah tunggal. Ini berarti bahwa Allah adalah tiga-satu. Sejak dari ayat yang paling pertama dari seluruh Alkitab saja, kita nampak bahwa Allah itu tritunggal.

II. ALLAH ADALAH TRITUNGGAL DALAM

HUBUNGANNYA DENGAN MANUSIA

Seringkali di dalam Perjanjian Lama Allah yang satu ini menyebutkan DiriNya sendiri sebagai "Kita." Di dalam Kejadian 1:26 Dia mengatakan, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." Ayat ini dengan jelas menyata-kan bahwa Allah itu jamak; tetapi di sini di dalam ayat 26, kata Ibrani untuk "gambar" Allah adalah tunggal. Walau Allah adalah "Kita," jamak, "gambar" dari "Kita" adalah tunggal, satu. Oleh karena itu, ini juga berarti bahwa Allah itu tiga-satu.

Dari Kejadian 1, kita maju kepada Kejadian 3. Setelah kejatuhan manusia, kembali Allah menggunakan kata ganti jamak untuk DiriNya sendiri: "Tuhan Allah berfirman: Sesung-guhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat" (Kej. 3:22).

Di dalam Kejadian 11, manusia telah menjadi sangat mem-berontak terhadap Allah sehingga mereka membangun menara Babel dan kota Babel. Kemudian Allah berkata, "Baiklah Kita turun" (Kej. 11:7). Kembali Allah menggunakan kata ganti jamak dalam menyebutkan DiriNya.

Oleh karena itu, kita dapat melihat dengan jelas bahwa ke-tika Allah menggunakan kata ganti jamak dalam membicarakan DiriNya sendiri, kata ganti jamak ini selalu digunakan dalam hubunganNya dengan manusia. Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menggunakan kata ganti jamak untuk DiriNya sendiri. Ketika Allah memperhatikan manusia yang jatuh, Dia kembali menggunakan kata ganti jamak. Dan ketika Allah da-tang untuk membereskan manusia yang memberontak, Dia juga menggunakan kata ganti jamak. Ini berarti Allah Tritunggal itu adalah untuk pemberesan Allah terhadap manusia. Di dalam Kejadian 1, ketika Allah sedang menciptakan ciptaan lainnya, Dia tidak pernah menggunakan kata ganti jamak untuk DiriNya sendiri walaupun kata "Allah" adalah rangkap tiga. Kelihatan-nya, untuk ciptaan-ciptaan lainnya, Allah hanyalah Diri Allah sendiri. Tetapi bila Allah berhubungan dengan manusia, Dia itu Tritunggal.

III. ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK, DAN ALLAH YAKUB

Di dalam Keluaran 3:6 Tuhan berfirman kepada Musa, "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub." Bagian ini mewahyukan bahwa Allah itu rangkap tiga ketika berhubungan dengan umat pilihanNya. Allah Abraham penekanannya pada Bapa; Allah Ishak penekanannya pada Putra; dan Allah Yakub penekanannya pada Roh itu. Melalui pengalaman Abraham, Ishak, dan Yakub, kita dapat melihat sesuatu mengenai Allah Tritunggal---Bapa, Putra, dan Roh itu.

Pertama, dari Abraham kita melihat seorang yang dipanggil keluar dari suatu latar belakang yang tak bertuhan untuk ber-partisipasi dalam berkat dan tujuan Allah. Ini mewahyukan panggilan Bapa (1 Kor. 1:9; Ef. 1:3-5). Kedua, Ishak adalah putra yang dijanjikan kepada Abraham yang kemudian dituntut untuk dipersembahkan kepada Allah. Ini mewahyukan kepada kita Putra yang dijanjikan kepada kita dari Allah dan diper-sembahkan kembali kepada Allah melalui kematian dan ke-bangkitan. Terakhir, dari pengalaman Yakub kita melihat Roh itu. Yakub adalah persona yang selalu berada di bawah pem-beresan Allah. Dia sekuatnya berusaha untuk membuat segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginannya sendiri, namun Allah selalu mengatur lingkungan agar Yakub mempunyai Allah, bukan percaya dalam dirinya sendiri. Ini mewakili pe-kerjaan transformasi Roh itu. Haleluya untuk Allah kita! Dia adalah Allah yang telah memanggil kita ke dalam tujuanNya yang menakjubkan. Dia adalah Allah yang merupakan bagian yang dijanjikan bagi kita. Dia adalah Allah yang mentrans-formasi kita ke dalam gambarNya. Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh itu---Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.

IV. KAKI DIAN (KANDIL) EMAS MELAMBANGKAN

ALLAH TRITUNGGAL

Keluaran 25 menggambarkan kaki dian emas di dalam Tabernakel. Kaki dian ini adalah suatu gambaran yang luar biasa dari Allah Tritunggal. Kita tidak boleh mengartikan lambang ini secara dangkal: kaki dian ini bukanlah hanya suatu obyek yang menopang beberapa dian (pelita) untuk memberi terang di dalam kegelapan. Dari kaki dian ini kita nampak tiga hal yang penting: emas, kaki, dan dian-dian.

Pertama, kaki dian terbuat dari satu talenta emas murni (kira-kira 34 kg) yang ditempa menjadi bentuk kaki dian. Di atasnya ada tujuh dian. Jadi, bahan atau esensi kaki dian ini adalah emas. Di dalam Alkitab, emas menyatakan sifat Allah. Tidak seperti besi, emas tidak akan berkarat atau berubah secara kimiawi, tidak peduli ia ditaruh di mana juga. Sifat Allah itu konstan, tidak berubah. Jadi emas mewakili Allah Bapa sebagai esensi dan sumber.

Kedua, kaki dian emas ini bukanlah hanya segumpal emas yang tidak berbentuk. Kaki dian ini adalah emas yang dibentuk menjadi bentuk suatu kaki dian. Ini berarti bahwa emas ini diwujudkan menjadi suatu bentuk; bentuk ini adalah Allah Putra. Semua kepenuhan Kallahan diam secara jasmani di dalam Yang Kedua dari Trinitas (Kol. 2:9). Yesus Kristus adalah bentuk dari Allah.

Ketiga, ada ekspresi dari kaki dian. Kaki dian ini adalah untuk bercahaya, dan cahaya ini adalah ekspresinya. Ekspresi-nya ini adalah ketujuh dian. Alkitab memberitahu kita bahwa ketujuh dian (obor) ini adalah ketujuh Roh Allah (Why. 4:5). Maka kaki dian ini juga melambangkan Allah Tritunggal ter-ekspresi. Substansinya adalah Bapa, rupa dan bentuknya adalah Putra, dan ekspresinya adalah Roh itu.

Betapa gambaran yang menakjubkan dari Allah Tritunggal---emas, bentuk, dan cahaya. Kaki dian ini terlihat di seluruh Alkitab sampai akhirnya muncul di dalam kitab yang terakhir, Wahyu. Di dalam Pelajaran Duabelas kita akan melihat bagai-mana kaki dian di dalam Wahyu memperlihatkan sesuatu yang bahkan lebih menakjubkan mengenai ekspresi Allah Tritunggal.

V. ALLAH TRITUNGGAL SEPERTI YANG DIWAHYUKAN DENGAN

BATU (GUNUNG BATU) YANG TERBELAH

Batu yang terbelah (retak) di dalam Keluaran 17 adalah suatu gambaran yang memperlihatkan kepada kita bahwa Allah Tritunggal adalah untuk kenikmatan kita. Bangsa Israel sedang di dalam perjalanan di padang belantara tetapi tidak mempunyai air untuk diminum. Tuhan menyuruh Musa untuk memukul batu untuk memperoleh air. Ketika Musa memukul batu itu dengan tongkatnya, air mengalir keluar untuk diminum oleh orang-orang yang kehausan itu.

Satu Korintus 10:4 berkata, "Batu itu adalah Kristus." Musa dengan tongkatnya mewakili otoritas hukum Allah. Pemukulan batu oleh Musa memperlihatkan kepada kita bahwa ketika Kristus mati di atas kayu salib, Dia dihakimi oleh otoritas hu-kum Allah. Di mata Allah, Tuhan Yesus dibunuh bukan oleh orang-orang Yahudi, melainkan oleh hukum Allah. Air, tentu saja, memperlihatkan Roh itu kepada kita. Sama seperti air itu mengalir keluar dari batu yang dipukul, demikian juga Roh itu dihasilkan dari Kristus yang dihakimi (Yoh. 19:34). Bangsa Israel tidak dapat memperoleh air tanpa batu yang dipukul, dan kita tidak dapat memperoleh Roh itu tanpa Kristus yang dihakimi. Yohanes 7:37-39 memperlihatkan kepada kita bahwa Roh itu tersedia untuk diminum oleh siapapun juga setelah Kristus dihakimi di atas kayu salib bagi dosa-dosa kita dan bangkit menjadi Roh pemberi hayat.

Puji Tuhan untuk Kristus, Batu kita yang telah dipukul! Dia telah dihakimi mewakili kita sehingga kita dapat menikmati hayat kekal. Hayat itu sekarang berada di dalam Roh itu dan kita semua diberi minum dari Roh itu (1 Kor. 12:13). Apakah Anda pernah mendapat kesulitan? Apakah Anda pernah merasa tidak puas? Apakah Anda pernah mengeluh? Ini adalah tanda-tanda "kehausan." Anda perlu minum! Tidak ada seorangpun yang dapat hidup tanpa air. Sebagai orang Kristen, kita perlu minum air-air hidup dari Roh itu. Apakah Anda menyadari bahwa Anda memiliki sebuah Batu di dalam roh Anda? "Oh, Tuhan Yesus! Oh, Tuhan Yesus! Engkau adalah Batu ku yang telah terbelah!" Tuhan Roh akan membangunkan, menyegarkan, dan membuat kita hidup.

Kami harap melalui pelajaran ini Anda menyadari bahwa Perjanjian Lama bukanlah hanya cerita-cerita mengenai bangsa Israel. Bersama-sama dengan Perjanjian Baru, Perjanjian Lama menyingkapkan kepada kita kekayaan Allah Tritunggal yang tak terbatas---dan kita hanya baru meliput beberapa butir dari beratus-ratus halaman yang ada! Gambar-gambar di dalam Perjanjian Lama sangat membantu kita dalam mengapresiasi dan menikmati Allah Tritunggal; setiap gambar benar-benar bernilai ribuan kata.

Pertanyaan

1. Persekutukanlah dengan teman-teman Anda bagaimana Keluaran 3:6 mengacu kepada Allah Tritunggal.

2. Tuliskan nubuat pendek dengan 100 kata tentang bagaimana kaki dian melambangkan Allah Tritunggal. Berikan referensi-referensinya.

3. Sudahkah Anda minum air hidup?