← Daftar isi Allah Tritunggal adalah Suatu Misteri · bab 5/24

TRINITAS ESENSIAL DAN EKONOMIKAL

Pembacaan Alkitab

Ef. 1:3-13; Yoh. 14:17.

Garis Besar

I. Allah Tritunggal dalam esensiNya

II. Allah Tritunggal dalam ekonomiNya

III. Ekonomi Allah adalah pendispensian esensiNya (hayat dan DiriNya) ke dalam kita

Allah kita itu menakjubkan dan misterius. Kita telah nam-pak bahwa Dia itu satu, namun Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh. Dia itu satu, tetapi tiga, tiga tetapi satu. Walaupun kita tidak dapat memahami misteri yang besar ini, tidak diragukan lagi bahwa Alkitab mewahyukan kedua aspek Allah ini, ke-satu-anNya dan ke-tiga-anNya. Hal ini telah membingungkan orang-orang hampir selama dua ribu tahun. Pikiran insani kita tidak dapat menjangkau bagaimana Allah kita itu bisa tritunggal, tetapi di dalam pelajaran ini kita akan melihat mengapa Dia itu Tritunggal. Bahwa Allah itu tritunggal bukanlah hanya suatu fakta yang menarik saja, tetapi ini adalah untuk pengalaman dan kenikmatan kita! Agar dapat melihat hal ini kita akan meng-gunakan dua kata yang sangat membantu---esensi dan ekonomi.

I. ALLAH TRITUNGGAL DALAM ESENSINYA

Dalam esensiNya, Allah itu satu. Itu berarti dalam hayat-Nya dan diriNya Dia adalah satu, selalu satu, selamanya satu. Bapa, Putra, dan Roh Kudus tidak pernah terpisah. Mereka selalu saling huni satu sama lain, hidup di dalam satu sama lain. Mereka adalah tiga namun tidak pernah terpisah menjadi tiga, karena dalam esensi, hayat, dan diriNya, Allah adalah satu. Bapa mengutus Putra tetapi juga datang di dalam Putra. Bapa berada di dalam Putra dan Putra berada di dalam Bapa. Bahkan nama Putra adalah "Bapa." Putra dikandung dari Roh, hidup oleh Roh, dan akhirnya menjadi Roh pemberi hayat. Putra tidak pernah meninggalkan Bapa, dan Putra menjadi Roh itu. Ketiganya se-lalu hidup sewaktu dari kekekalan sampai kekekalan. Mereka selalu saling huni dalam keesaan. Esensi, hayat, dan diri Mereka adalah satu.

II. ALLAH TRITUNGGAL DALAM EKONOMINYA

Jika Mereka adalah satu secara esensial, Anda mungkin heran mengapa Alkitab berbicara tentang Bapa, Putra, dan Roh itu. Ini disebabkan karena Allah mempunyai suatu ekonomi. Ekonomi Allah mengacu kepada rencana, pengaturan, pekerjaan, dan aktivitas Allah. Kedambaan hati Allah adalah bahwa seke-lompok orang bisa dipenuhi dengan Dia dan mengekspresikan Dia dalam keesaan. Cara Dia untuk melaksanakannya disebut ekonomiNya. Ekonomi Allah adalah untuk menggarapkan Diri-Nya sendiri sebagai hayat dan segala sesuatu ke dalam umat pilihan dan tebusanNya sehingga mereka dapat menjadi banyak putraNya dan anggota-anggota Tubuh Kristus untuk meng-ekspresikan Dia. Inilah gereja. Untuk melaksanakan tujuan yang besar ini, maka Bapa, Putra, dan Roh itu masing-masing mem-punyai fungsi yang berbeda.

Efesus 1:3-13 dengan jelas memperlihatkan kepada kita Trinitas ekonomikal. "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus...sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan...dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya...sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa-dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya...sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendakNya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaanNya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkanNya di dalam Kristus...karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan---kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya...di dalam Dia kamu juga---karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu injil keselamatanmu---di da-lam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu."

Apakah Anda memperhatikan bahwa ketiganya dari Ke-allahan disebutkan di sini? Jika Anda mempelajari ayat-ayat ini dengan lebih teliti Anda akan melihat sesuatu yang luar biasa tentang Allah Tritunggal.

Ayat-ayat ini memberitahu kita bahwa Allah Bapalah yang merencanakan di dalam kekekalan yang lampau bagaimana se-gala sesuatu akan bekerja bersama untuk menghasilkan gereja. Dia telah memilih dan menakdirkan banyak orang untuk men-jadi putra-putraNya. Namun, untuk merampungkan ini diperlu-kan pekerjaan Putra---"di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa-dosa." Tuhan Yesus menggenapkan hal ini melalui mati di atas kayu salib. Kita tahu bahwa kematianNya adalah almuhit (mencakup segala sesuatu): kematianNya telah menyalibkan sifat dosa kita, meremukkan kepala Iblis, dan membebaskan hayat ilahi Allah (sama seperti menguburkan sebutir biji gandum sehingga di-lepaskanlah hayat yang di dalamnya). Haleluya untuk pekerjaan Putra! Akhirnya, kita membaca bahwa kita "telah dimeteraikan dengan Roh Kudus." Ini berarti bahwa apa yang Bapa rencana-kan dan yang Putra genapkan, diterapkan pada kita oleh Roh itu. Bapa adalah perencana, Putra adalah penggenapan, dan Roh itu adalah penerap. Inilah Allah Tritunggal dalam ekonomiNya.

III. EKONOMI ALLAH ADALAH

PENDISPENSIAN ESENSINYA (HAYAT DAN DIRINYA)

KE DALAM KITA

Walaupun demikian, janganlah lupa bahwa Bapa, Putra, dan Roh secara esensial adalah satu. Ketika Bapa merencanakan, Dia saling huni dengan Putra dan Roh. Ketika Putra datang untuk menggenapkan, Dia dikandung dari Roh Kudus. Putra berada di dalam Bapa dan Bapa berada di dalam Dia; bahkan Dia disebut Bapa. Setelah kematianNya dan dalam kebangkitan-Nya, Putra menjadi Roh pemberi hayat. Ketika Roh itu me-nerapkan, Dia membawa kepada kita Bapa dan Putra. Roh ini adalah perampungan akhir Allah Tritunggal yang menerapkan kepada kita semua yang telah direncanakan dan digenapkan Allah Tritunggal. Tanpa Roh ini, manusia tidak dapat menikmati pemilihan Bapa atau penebusan Putra. Roh itu adalah penerapannya. Haleluya! Kita bukanlah orang-orang yang hanya memiliki pengetahuan tentang Allah atau doktrin-doktrin Al-kitab. Oleh Roh ini, kita dapat menikmati semua yang telah direncanakan Bapa dan yang telah digenapkan Putra. Kini, se-gala apa adanya Allah, segala apa adanya Kristus, dan apa yang telah Kristus rampungkan, capai, dan peroleh telah dibuat men-jadi riil bagi kita oleh Roh itu. Itulah sebabnya mengapa Roh itu disebut Roh realitas (Yoh. 14:17).

Apakah sekarang Anda telah nampak mengapa Allah itu harus tritunggal? Dia secara esensial adalah satu namun secara ekonomikal adalah tiga supaya kita dapat menikmati Dia. Ekonomi Allah adalah untuk mendispensikan seluruh DiriNya ke dalam kita, tetapi apabila Dia hanya satu secara esensial tetapi secara ekonomikal bukan tiga, Dia tidak dapat melaksana-kan tujuanNya. Lalu di pihak lain, jika Bapa, Putra, dan Roh itu adalah tiga Allah, bukan satu, kita hanya dapat menerima Roh itu, salah satu dari tiga Allah. Kita akan kehilangan semua ke-kayaan Bapa dan semua penggenapan Putra. Tetapi puji Dia, Dia adalah tiga-satu! Dia sebagai Bapa telah merencanakan, Dia sebagai Putra telah menggenapkan, dan Dia sebagai Roh itu sekarang siap untuk menerapkan Allah Tritunggal pada kita. Bila kita berseru "Tuhan Yesus," Roh yang almuhit itu masuk ke dalam kita dengan membawa seluruh Allah Tritunggal ke dalam kita. Kita memperoleh Bapa, Putra, dan Roh itu dengan segala apa adanya Dia dan semua yang telah Dia genapkan. Roh ini adalah paket yang almuhit. Amin!

Pertanyaan

1. Apakah ekonomi Allah itu?

2. Apakah perbedaan fungsi dari Bapa, Putra, dan Roh itu?

3. Apakah artinya bila kita mengatakan Bapa, Putra, dan Roh itu "secara esensial" adalah satu?